25 september 2015 prospektus penawaran umum terbatas iv

Click here to load reader

Post on 15-Jan-2017

226 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • PR

    OS

    PE

    KT

    US OTORITAS JASA KEUANGAN (OJK) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.

    PT BANK MNC INTERNASIONAL TBK (PERSEROAN) BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA KETERANGAN, DATA ATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.

    SAHAM-SAHAM YANG DITAWARKAN INI SELURUHNYA AKAN DICATATKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

    PT Bank MNC Internasional TbkKegiatan Usaha:

    Bergerak dalam bidang usaha jasa perbankanBerkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia

    Kantor Pusat:Gedung MNC Financial Center Lantai 6-8

    Jl. Kebon Sirih Raya No. 27 Jakarta Pusat 10340

    Tel. (+ 62 21) 2980 5555 - Fax. (+ 62 21) 3983 6700 www.mncbank.co.idJaringan Kantor:

    16 kantor cabang, 33 kantor cabang pembantu, 27 kantor kas, dan 2 payment points

    PENAWARAN UMUM TERBATAS IV PT BANK MNC INTERNASIONAL TBK TAHUN 2015 (PUT IV)KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (HMETD)

    Sebanyak-banyaknya 6.744.407.924 (enam miliar tujuh ratus empat puluh empat juta empat ratus tujuh ribu sembilan ratus dua puluh empat) saham biasa atas nama atau sebesar 28,57% (dua puluh delapan koma lima puluh tujuh persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah PUT IV dengan nilai nominal Rp100 (seratus rupiah) setiap saham yang ditawarkan dengan harga Rp100 (seratus rupiah) setiap saham sehingga sebanyak-banyaknya bernilai Rp674.440.792.400 (enam ratus tujuh puluh empat miliar empat ratus empat puluh juta tujuh ratus sembilan puluh dua ribu empat ratus Rupiah). Saham-saham yang ditawarkan ini seluruhnya merupakan saham yang berasal dari portepel dan akan dicatatkan di BEI. Setiap pemegang 5 (lima) saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) Perseroan pada tanggal 7 Oktober 2015 pukul 16.15 WIB berhak atas 2 (dua) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) Saham Baru yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD. Dalam hal pemegang Saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan, sesuai dengan Peraturan Bapepam No.IX.D.1 tentang HMETD, maka atas pecahan HMETD tersebut wajib dijual oleh Perseroan dan hasil penjualannya dimasukan ke dalam rekening Perseroan. HMETD ini diperdagangkan di BEI dan dilaksanakan selama 30 (tiga puluh) hari kerja mulai tanggal 9 Oktober 2015 sampai dengan tanggal 20 November 2015. HMETD yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi. Kedudukan saham yang akan diterbitkan dalam PUT IV ini dibandingkan dengan kedudukan saham yang telah disetor penuh lainnya, memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal yaitu, hak-hak yang berkaitan dengan saham, antara lain hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), hak atas pembagian dividen, hak atas saham bonus, dan hak atas HMETD.

    Tidak terdapat Pembeli Siaga dalam Penawaran Umum Terbatas IV Perseroan. Apabila saham-saham yang ditawarkan dalam PUT IV tersebut tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada para pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya sebagaimana tercantum dalam Sertifikat HMETD secara proposional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan. Jika masih terdapat sisa saham dari jumlah yang ditawarkan, maka sisa saham tersebut tidak akan dikeluarkan Perseroan dari portepel.

    HMETD DAPAT DIPERDAGANGKAN BAIK DI DALAM MAUPUN DI LUAR BURSA EFEK INDONESIA MULAI TANGGAL 9 OKTOBER 2015 SAMPAI DENGAN TANGGAL 20 NOVEMBER 2015. PENCATATAN ATAS SAHAM YANG DITAWARKAN INI SELURUHNYA DILAKUKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA PADA TANGGAL 9 OKTOBER 2015. TANGGAL TERAKHIR PELAKSANAAN HMETD ADALAH TANGGAL 20 NOVEMBER 2015 DIMANA HAK YANG TIDAK DILAKSANAKAN PADA TANGGAL TERSEBUT TIDAK BERLAKU LAGI.

    DALAM HAL PEMEGANG SAHAM MEMILIKI HMETD DALAM BENTUK PECAHAN, MAKA HAK ATAS PECAHAN SAHAM TERSEBUT AKAN DIJUAL OLEH PERSEROAN SERTA HASIL PENJUALANNYA AKAN DIMASUKKAN KE DALAM REKENING PERSEROAN.

    PUT IV INI MENJADI EFEKTIF SETELAH DISETUJUI OLEH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA (RUPSLB) PERSEROAN. DALAM HAL RUPSLB TERSEBUT TIDAK MENYETUJUI PENERBITAN HMETD, MAKA SEGALA KEGIATAN DAN/ATAU TINDAKAN LAIN BERUPA APAPUN JUGA YANG TELAH DILAKSANAKAN DAN/ATAU DIRENCANAKAN OLEH PERSEROAN DALAM RANGKA PENERBITAN HMETD SESUAI DENGAN JADWAL TERSEBUT DI ATAS MAUPUN DALAM PROSPEKTUS INI ATAU DOKUMEN LAIN YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENCANA PUT IV DIANGGAP TIDAK PERNAH ADA.

    RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN ADALAH RISIKO KREDIT YAITU RISIKO AKIBAT KEGAGALAN DEBITUR DAN/ATAU PIHAK LAIN DALAM MEMENUHI KEWAJIBAN KEPADA PERSEROAN. RISIKO LAINNYA DAPAT DIBACA PADA KETERANGAN TENTANG RISIKO USAHA DALAM BAB V PROSPEKTUS.

    PENTING UNTUK DIPERHATIKANPEMEGANG SAHAM YANG TIDAK MELAKSANAKAN HAKNYA DALAM PUT IV AKAN MENGALAMI PENURUNAN PERSENTASE KEPEMILIKAN SAHAM (DILUSI) YAITU MAKSIMUM 28,57% (DUA PULUH DELAPAN KOMA LIMA PULUH TUJUH PERSEN) SETELAH HMETD DILAKSANAKAN.

    PERSEROAN TIDAK MENERBITKAN SURAT KOLEKTIF SAHAM HASIL PENAWARAN UMUM INI, TETAPI SAHAM-SAHAM TERSEBUT AKAN DIDISTRIBUSIKAN SECARA ELEKTRONIK YANG AKAN DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIAN (KSEI).

    RISIKO YANG DIHADAPI INVESTOR ADALAH TIDAK LIKUIDNYA SAHAM YANG DITAWARKAN PADA PENAWARAN UMUM TERBATAS IV INI YANG ANTARA LAIN DISEBABKAN OLEH TERBATASNYA JUMLAH PEMEGANG SAHAM PERSEROAN.

    Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 25 September 2015

    Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa : 25 Sep 2015Tanggal Efektif : 25 Sep 2015Tanggal Cum HMETD pada perdagangan di- Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi : 2 Okt 2015- Pasar Tunai : 7 Okt 2015Tanggal Ex HMETD pada perdagangan di- Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi : 5 Okt 2015- Pasar Tunai : 8 Okt 2015Tanggal Akhir Pencatatan dalam Daftar Pemegang Saham (DPS)

    yang berhak atas HMETD : 7 Okt 2015Tanggal Distribusi Sertifikat Bukti HMETD : 8 Okt 2015

    Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) : 9 Okt 2015Periode Perdagangan Sertifikat Bukti HMETD di BEI : 9 Okt - 20 Nov 2015Periode Pendaftaran, Pemesanan dan Pembayaran Pemesanan

    Saham (Periode Pelaksanaan) : 9 Okt - 20 Nov 2015Tanggal Akhir Pembayaran Pemesanan Saham Tambahan : 24 Nov 2015Periode Distribusi Saham Hasil Pelaksanaan HMETD : 13 Okt - 24 Nov 2015Tanggal Penjatahan Saham : 25 Nov 2015Tanggal Distribusi Saham Hasil Penjatahan : 26 Nov 2015Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Pembelian Saham

    Tambahan : 27 Nov 2015

  • Perseroan telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran dengan surat No. 357/BABP/DIR/VIII/2015 tanggal 18 Agustus 2015 sehubungan dengan PUT IV dalam rangka penerbitan HMETD kepada Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK di Jakarta pada tanggal 18 Agustus 2015, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal beserta peraturan-peraturan pelaksanaan (selanjutnya disebut UUPM) jo Peraturan Bapepam dan LK No.IX.D.1 Tentang HMETD (Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No.KEP-26/PM/2003 tanggal 17 Juli 2003).

    Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka PUT IV ini bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran semua informasi atau fakta material serta kejujuran pendapat yang disajikan dalam Prospektus ini sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing berdasarkan ketentuan yang berlaku serta kode etik dan standar profesi masing-masing.

    Sehubungan dengan PUT IV ini, setiap pihak terafiliasi tidak diperkenankan memberi penjelasan atau membuat pernyataan apapun mengenai data yang tidak diungkapkan di dalam Prospektus ini tanpa persetujuan tertulis dari Perseroan.

    Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal yang turut terlibat dalam PUT IV ini, dengan tegas menyatakan tidak menjadi pihak yang terafiliasi dengan Perseroan, baik secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam UUPM.

    Sesuai dengan ketentuan ayat 2 dan ayat 3 Pasal 4 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 29 Tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum yang dikeluarkan sebagai pelaksanaan Undang-Undang No.7 Tahun 1992 tentang Perbankan juncto UU No.10 / 1998 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 7 Tahun 1992, ditetapkan bahwa Bank hanya dapat mencatatkan sahamnya di Bursa Efek sebanyak-banyaknya 99% dari jumlah saham yang bersangkutan (ayat 2 Pasal 4); dan sekurangkurangnya 1% dari saham Bank yang dimaksud ayat 2 yang tidak dicatat di Bursa Efek harus tetap dimiliki oleh Warga Negara Indonesia dan/atau Badan Hukum Indonesia (ayat 3 Pasal 4). Dengan demikian untuk menghindari kepemilikan saham Perseroan, selaku bank umum sebagaimana dimaksud dalam peraturan perbankan yang berlaku di Republik Indonesia, oleh Pemodal Asing yang melebihi 99%, maka Perseroan hanya akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek sebanyak-banyaknya 99% dari jumlah saham yang diterbitkan Perseroan, sehingga seluruh saham Perseroan yang dicatatkan di Bursa Efek dapat dibeli oleh Pemodal Asing tanpa pembatasan. Bagian 1% dari saham Perseroan yang tidak dicatatkan di Bursa Efek adalah sejumlah 67.444.080 (enam puluh tujuh juta empat ratus empat puluh empat ribu delapan puluh) saham milik PT MNC Kapital Indonesia Tbk.

    PUT IV INI TIDAK DIDAFTARKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG DAN/ATAU PERATURAN LAIN SELAIN YANG BERLAKU DI WILAYAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA. BARANG SIAPA DI LUAR DI INDONESIA MENERIMA PROSPEKTUS INI ATAU SERTIFIKAT BUKTI HMETD, MAKA DOKUMEN-DOKUMEN TERSEBUT TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI PENAWARAN UNTUK MEMBELI SAHAM ATAU MELAKSANAKAN HMETD, KECUALI BILA PENAWARAN, PEMBELIAN SAHAM MAUPUN PELAKSANAAN HMETD TERSEBUT TIDAK BERTENTANGAN ATAU BUKAN MERUPAKAN PELANGGARAN TERHADAP UNDANG-UNDANG/PERATURAN YANG BERLAKU DI NEGARA TERSEBUT ATAU YURIDIS DI LUAR WILAYAH INDONESIA TERSEBUT.

    PERSEROAN TELAH MENGUNGKAPKAN SEMUA INFORMASI YANG PERLU DIKETAHUI OLEH PUBLIK DAN TIDAK TERDAPAT LAGI INFORMASI YANG BELUM DIUNGKAPKAN YANG DAPAT MENGAKIBATKAN INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI MENJADI TIDAK BENAR DAN/ATAU MENYESATKAN PUBLIK.

  • i

    DAFTAR ISI

    DAFTAR ISI i

    DEFINISI DAN SINGKATAN iii

    RINGKASAN viii

    I. PENAWARAN UMUM TERBATAS IV 1

    II. RENCANA PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI HASIL PUT IV 8

    III. PERNYATAAN UTANG 9

    IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN 13

    V. RISIKO USAHA 33

    VI. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN 36

    VII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN 37

    1. Riwayat Singkat Perseroan 372. Perkembangan Kepemilikan Saham Perseroan Setelah Perseroan Melakukan Penawaran Umum Terbatas III 383. Keterangan Singkat Mengenai Pemegang Saham Perseroan Berbentuk Badan Hukum 404. Pengurusan dan Pengawasan 415. Struktur Organisasi Perseroan 536. Sumber Daya Manusia 537. Hubungan Kepemilikan, Pengurusan, dan Pengawasan 568. Transaksi dengan Pihak Afiliasi 579. Asuransi 5810. Aset dengan nilai Material 6611. Perjanjian Penting dengan Pihak Ketiga 6612. Pajak 6813. Perkara Hukum yang sedang Dihadapi Perseroan 69

    VIII. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN 78

    1. Umum 782. Jaringan Distribusi 793. Kegiatan Usaha 824. Manajemen Risiko 875. Pengendalian Internal 926. Penilaian Tingkat Kesehatan Bank 947. Teknologi Informasi 978. Prospek Usaha 989. Strategi Pemasaran 9910. Persaingan Usaha 9911. Hak Atas Kekayaan Intelektual 10012. Tanggung Jawab Sosial 100

  • ii

    IX. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING 101

    X. EKUITAS 104

    XI. KEBIJAKAN DIVIDEN 106

    XII. PERPAJAKAN 107

    XIII. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL 109

    XIV. PERSYARATAN PEMESANAN DAN PEMBELIAN SAHAM 111

    XV. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR DAN SERTIFIKAT BUKTI HMETD 118

    XVI. INFORMASI TAMBAHAN 119

  • iii

    DEFINISI DAN SINGKATAN Kecuali ditentukan lain dalam Prospektus, istilah-istilah dengan huruf besar dalam Prospektus mempunyai arti sebagai berikut: Afiliasi : a. hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai

    derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; b. hubungan antara pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris

    dari pihak tersebut; c. hubungan antara 2 (dua) perusahaan di mana terdapat satu atau

    lebih anggota direksi atau dewan komisaris yang sama; d. hubungan antara perusahaan dan pihak, baik langsung maupun

    tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut;

    e. hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau

    f. hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama.

    Anggota Bursa : Berarti perantara pedagang efek yang telah memperoleh izin usaha dari Bapepam-LK dan Bursa Efek Indonesia sehingga mempunyai hak untuk mempergunakan sistem dan atau sarana Bursa Efek Indonesia sesuai dengan peraturan Bursa Efek Indonesia guna melakukan transaksi bursa.

    Aset Produktif ATM ATMR BAE

    : : : :

    Berarti terdiri dari giro pada bank lain, penempatan pada BI dan bank lain, efek-efek, efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, tagihan derivatif, kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah, tagihan akseptasi, penyertaan serta komitmen dan kontijensi yang memiliki risiko kredit. Berarti Anjungan Tunai Mandiri (Automated Teller Machine) yaitu mesin elektronik yang dapat menggantikan fungsi teller seperti penarikan uang tunai, pemeriksaan saldo dan pemidahbukuan. Berarti Aktiva Tertimbang Menurut Risiko yaitu kredit pada aset tertimbang menurut risiko yang merupakan komponen pembagi dalam CAR. Berarti Biro Administrasi Efek.

    Bank Devisa : Berarti bank yang memperoleh surat penunjukkan dari BI untuk dapat melakukan kegiatan usaha perbankan dalam valuta asing.

    Bank Devisa Persepsi :

    Berarti Bank Umum yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan untuk menerima setoran penerimaan negara.

    Bank Kustodian

    : Berarti bank umum yang telah memperoleh persetujuan OJK untuk melakukan kegiatan jasa penitipan efek dan harta lain yang berkaitan dengan efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga, dan hak lain, menyelesaikan transaksi efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.

    Bapepam : Berarti Badan Pengawas Pasar Modal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat 1 UUPM.

  • iv

    Bapepam dan LK : Berarti Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 606/KMK.01/2005 tanggal 30 (tiga puluh) Desember 2005 (dua ribu lima) tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 184/PMK.01/2010 tanggal 11 Oktober 2010 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementrian Keuangan

    BEI BI

    : :

    Berarti PT Bursa Efek Indonesia, yakni bursa efek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 4 UUPM, suatu perseroan terbatas yang berkedudukan di Jakarta, dimana saham Perseroan dicatatkan. Berarti BI sebagaimana didefinisikan dalam Pasal 4 Undang-Undang No.23 Tahun 1999 tentang BI jis Undang-Undang No.3 Tahun 2004, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia No.2 Tahun 2008 dan Undang Undang Republik Indonesia No.6 Tahun 2009 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia No.2 Tahun 2008 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang No.23 Tahun 1999 Tentang BI menjadi Undang-Undang.

    BMPK : Berarti Batas Maksimum Pemberian Kredit.

    BI Rate BNRI

    : :

    Berarti suku bunga dengan tenor 1 (satu) bulan yang diumumkan oleh BI secara periodik untuk jangka waktu tertentu yang berfungsi sebagai sinyal (stance) kebijakan moneter. Berarti Berita Negara Republik Indonesia.

    BOPO CAR

    : :

    Berarti biaya operasional dibandingkan dengan pendapatan operasional. Biaya operasional dan pendapatan operasional adalah semua biaya dan pendapatan bunga serta biaya/pendapatan dari penduduk maupun bukan penduduk yang merupakan pendapatan maupun biaya dari kegiatan yang lazim sebagai usaha bank. Data dinyatakan dalam persentase (%). Berarti Capital Adequacy Ratio, yaitu rasio atau perbandingan antara modal sendiri dengan total aset Perseroan.

    CKPN : Berarti Cadangan Kerugian Penurunan Nilai.

    DPS : Berarti Daftar Pemegang Saham yang dikeluarkan oleh BAE Perseroan.

    Emisi : Berarti tindakan Perseroan menerbitkan efek dan menjual kepada Pemegang Saham Perseroan dan/atau pengganti dan penerus haknya dan/atau kepada masyarakat melalui PUT IV.

    FPE

    : Berarti Formulir Penyetoran Efek.

    GWM : Berarti Giro Wajib Minimum.

    Hari Bank : Berarti hari kerja bank dimana kantor pusat BI di Jakarta menyelenggarakan kegiatan kliring antar bank.

  • v

    Bapepam dan LK : Berarti Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 606/KMK.01/2005 tanggal 30 (tiga puluh) Desember 2005 (dua ribu lima) tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, dan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 184/PMK.01/2010 tanggal 11 Oktober 2010 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementrian Keuangan

    BEI BI

    : :

    Berarti PT Bursa Efek Indonesia, yakni bursa efek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 4 UUPM, suatu perseroan terbatas yang berkedudukan di Jakarta, dimana saham Perseroan dicatatkan. Berarti BI sebagaimana didefinisikan dalam Pasal 4 Undang-Undang No.23 Tahun 1999 tentang BI jis Undang-Undang No.3 Tahun 2004, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia No.2 Tahun 2008 dan Undang Undang Republik Indonesia No.6 Tahun 2009 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia No.2 Tahun 2008 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang No.23 Tahun 1999 Tentang BI menjadi Undang-Undang.

    BMPK : Berarti Batas Maksimum Pemberian Kredit.

    BI Rate BNRI

    : :

    Berarti suku bunga dengan tenor 1 (satu) bulan yang diumumkan oleh BI secara periodik untuk jangka waktu tertentu yang berfungsi sebagai sinyal (stance) kebijakan moneter. Berarti Berita Negara Republik Indonesia.

    BOPO CAR

    : :

    Berarti biaya operasional dibandingkan dengan pendapatan operasional. Biaya operasional dan pendapatan operasional adalah semua biaya dan pendapatan bunga serta biaya/pendapatan dari penduduk maupun bukan penduduk yang merupakan pendapatan maupun biaya dari kegiatan yang lazim sebagai usaha bank. Data dinyatakan dalam persentase (%). Berarti Capital Adequacy Ratio, yaitu rasio atau perbandingan antara modal sendiri dengan total aset Perseroan.

    CKPN : Berarti Cadangan Kerugian Penurunan Nilai.

    DPS : Berarti Daftar Pemegang Saham yang dikeluarkan oleh BAE Perseroan.

    Emisi : Berarti tindakan Perseroan menerbitkan efek dan menjual kepada Pemegang Saham Perseroan dan/atau pengganti dan penerus haknya dan/atau kepada masyarakat melalui PUT IV.

    FPE

    : Berarti Formulir Penyetoran Efek.

    GWM : Berarti Giro Wajib Minimum.

    Hari Bank : Berarti hari kerja bank dimana kantor pusat BI di Jakarta menyelenggarakan kegiatan kliring antar bank.

    Hari Bursa : Berarti setiap hari diselenggarakannya perdagangan efek di BEI, yaitu Senin sampai dengan Jumat kecuali hari tersebut merupakan hari libur nasional atau dinyatakan sebagai hari libur oleh BEI.

    Hari Kalender : Berarti semua hari dalam 1 (satu) tahun sesuai dengan gregorius kalender tanpa kecuali, termasuk hari Minggu dan hari libur nasional yang ditetapkan sewaktu-waktu oleh Pemerintah Republik Indonesia dan hari kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai bukan hari kerja biasa.

    Hari Kerja : Berarti hari Senin sampai dengan hari Jumat, kecuali hari libur nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia atau hari kerja biasa yang karena suatu keadaan tertentu ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai bukan hari kerja biasa.

    HMETD : Berarti Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

    KAP : Berarti Kantor Akuntan Publik.

    Kemenkumham : Berarti Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (dahulu dikenal sebagai Departemen Kehakiman Republik Indonesia, Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, atau Departemen Hukum dan Perundang-Undangan Republik Indonesia).

    KJPP : Berarti Kantor Jasa Penilai Publik.

    Konfirmasi Tertulis

    : Berarti laporan konfirmasi tertulis dan/atau laporan saldo efek dalam rekening efek yang diterbitkan oleh KSEI atau perusahaan efek dan/atau bank kustodian berdasarkan perjanjian pembukaan rekening efek.

    KPMM : Berarti Kewajiban Penyediaan Modal Minimum sebagaimana diatur dalam Peraturan BI No.10/15/PBI/2008 tanggal 24 September 2008 perihal Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum beserta perubahannya dan peraturan pelaksanaannya.

    KSEI : Berarti PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, yang bertugas mengadministrasikan penyimpanan efek berdasarkan perjanjian pendaftaran efek pada Penitipan Kolektif.

    KTUR Kustodian LDR

    : : :

    Berarti Konfirmasi Tertulis untuk RUPS. Berarti pihak yang memberikan jasa penitipan efek dan harta lain yang berkaitan dengan efek serta jasa lain, termasuk menerina dividen, bunga, dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya. Berarti Loan to Deposit Ratio, yaitu rasio atau perbandingan antara jumlah kredit yang disalurkan oleh Perseroan terhadap jumlah simpanan dana pihak ketiga atau masyarakat yang terdapat pada Perseroan.

    Likuidasi : Berarti pemberesan harta benda/harta kekayaan (aset-aset) sebagai tindak lanjut dari penutupan usaha.

    NIM

    :

    Berarti singkatan dari Net Interest Margin yaitu Marjin Bunga Bersih yang merupakan pendapatan bunga bersih dibagi dengan rata-rata Aset Produktif dalam kolektibilitas lancar dan dalam perhatian khusus.

  • vi

    NPL : Berarti Non Performing Loan, yaitu pinjaman-pinjaman bermasalah yang dikategorikan ke dalam kredit kurang lancar, diragukan atau macet sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

    Masyarakat : Berarti perorangan, baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing dan/atau badan hukum, baik badan hukum Indonesia maupun badan hukum asing yang bertempat tinggal/berkedudukan di Indonesia maupun bertempat tinggal/berkedudukan di luar negeri.

    Otoritas Jasa Keuangan atau OJK : Berarti lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang sejak tanggal 31 Desember 2012 mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan dan pengawasan kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar Modal, Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya yang merupakan peralihan fungsi, tugas, dan wewenang dari Menteri Keuangan dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011.

    Pemegang Rekening

    : Berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik efek di KSEI, yang meliputi bank kustodian dan/atau perusahaan efek atau pihak lain berdasarkan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

    Pemegang Saham : Berarti perseorangan dan/atau badan hukum yang telah memiliki saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal yang ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan, yang berhak atas HMETD.

    Pemerintah : Berarti Pemerintah Republik Indonesia.

    Penawaran Umum Terbatas atau PUT

    : Berarti kegiatan penawaran efek oleh Perseroan yang dilakukan dalam wilayah Indonesia kepada pemegang saham berdasarkan tata cara yang diatur dalam UUPM.

    Penitipan Kolektif Penjamin Emisi Efek

    : :

    Berarti jasa penitipan atas efek yang dimiliki oleh lebih dari satu pihak yang kepentingannya diwakili oleh Kustodian, sebagaimana dimaksud dalam UUPM. Berarti pihak-pihak yang membuat kontrak dengan Perseroan untuk melakukan penawaran umum saham atas nama Perseroan dan melakukan pembayaran hasil penawaran umum kepada Perseroan berdasarkan perjanjian penjaminan emisi efek.

    Peraturan IX.E.1 : Berarti Peraturan Bapepam dan LK No.IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No.KEP-412/BL/2009 tanggal 25 Nopember 2009.

    Peraturan IX.E.2

    : Berarti Peraturan Bapepam dan LK No.IX.E.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam KEP-614/BL/2011 tanggal 28 November 2011.

    Pernyataan Pendaftaran :

    Berarti Pernyataan Pendaftaran yang diajukan oleh Perseroan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas IV, yang terdiri dari dokumen-dokumen yang wajib diajukan berikut lampiran-lampirannya kepada Ketua OJK termasuk semua perubahan, tambahan serta pembetulannya yang dibuat di kemudian hari guna memenuhi persyaratan OJK.

  • vii

    NPL : Berarti Non Performing Loan, yaitu pinjaman-pinjaman bermasalah yang dikategorikan ke dalam kredit kurang lancar, diragukan atau macet sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

    Masyarakat : Berarti perorangan, baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing dan/atau badan hukum, baik badan hukum Indonesia maupun badan hukum asing yang bertempat tinggal/berkedudukan di Indonesia maupun bertempat tinggal/berkedudukan di luar negeri.

    Otoritas Jasa Keuangan atau OJK : Berarti lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang sejak tanggal 31 Desember 2012 mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan dan pengawasan kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar Modal, Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya yang merupakan peralihan fungsi, tugas, dan wewenang dari Menteri Keuangan dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011.

    Pemegang Rekening

    : Berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik efek di KSEI, yang meliputi bank kustodian dan/atau perusahaan efek atau pihak lain berdasarkan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

    Pemegang Saham : Berarti perseorangan dan/atau badan hukum yang telah memiliki saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal yang ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan, yang berhak atas HMETD.

    Pemerintah : Berarti Pemerintah Republik Indonesia.

    Penawaran Umum Terbatas atau PUT

    : Berarti kegiatan penawaran efek oleh Perseroan yang dilakukan dalam wilayah Indonesia kepada pemegang saham berdasarkan tata cara yang diatur dalam UUPM.

    Penitipan Kolektif Penjamin Emisi Efek

    : :

    Berarti jasa penitipan atas efek yang dimiliki oleh lebih dari satu pihak yang kepentingannya diwakili oleh Kustodian, sebagaimana dimaksud dalam UUPM. Berarti pihak-pihak yang membuat kontrak dengan Perseroan untuk melakukan penawaran umum saham atas nama Perseroan dan melakukan pembayaran hasil penawaran umum kepada Perseroan berdasarkan perjanjian penjaminan emisi efek.

    Peraturan IX.E.1 : Berarti Peraturan Bapepam dan LK No.IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No.KEP-412/BL/2009 tanggal 25 Nopember 2009.

    Peraturan IX.E.2

    : Berarti Peraturan Bapepam dan LK No.IX.E.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam KEP-614/BL/2011 tanggal 28 November 2011.

    Pernyataan Pendaftaran :

    Berarti Pernyataan Pendaftaran yang diajukan oleh Perseroan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas IV, yang terdiri dari dokumen-dokumen yang wajib diajukan berikut lampiran-lampirannya kepada Ketua OJK termasuk semua perubahan, tambahan serta pembetulannya yang dibuat di kemudian hari guna memenuhi persyaratan OJK.

    PUT IV : Berarti Penawaran Umum Terbatas IV Perseroan.

    RUPS : Berarti Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan yang diselenggarakan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar Perseroan, baik yang terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) maupun Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.

    RUPSLB

    : Berarti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan yang diselenggarakan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar Perseroan.

    Saham : Berarti penyertaan Pemegang Saham dalam modal Perseroan yang dibuktikan dengan surat saham atau surat kolektif saham sebagaimana dimaksud dalam anggaran dasar Perseroan saat ini atau yang akan disesuaikan dalam anggaran dasar Perseroan, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan.

    SME : Small Medium Enterprises atau Usaha Kecil dan Menengah

    UUPM : Berarti Undang-Undang No.8 tahun 1995, tentang Pasar Modal, Lembaran Negara Republik Indonesia No.64 Tahun 1995, Tambahan No.3608, beserta peraturan-peraturan pelaksanaannya.

    UUPT : Berarti Undang-Undang Republik Indonesia No.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Lembaran Negara Republik Indonesia No.106 tahun 2007, Tambahan No.4746, beserta peraturan-peraturan pelaksanaannya.

  • viii

    RINGKASAN Ringkasan di bawah ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya dengan keterangan yang lebih terperinci. Ringkasan ini dibuat atas dasar fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang paling penting bagi Perseroan. Semua informasi keuangan Perseroan disusun dalam mata uang Rupiah dan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. PENDAHULUAN

    Perseroan didirikan dengan nama PT Bank Bumiputera Indonesia, berkedudukan di Jakarta berdasarkan Akta Pendirian No. 49 tanggal 31 Juli 1989, dibuat di hadapan Sri Rahayu, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta dan telah mendapat pengesahan dari Menkumham dengan Surat Keputusan No.C2-7223-HT.01.01-Th89 tanggal 9 Agustus 1989, didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No.692/Not./1989/PN.JKT.SEL. tanggal 24 Agustus 1989 serta telah diumumkan dalam BNRI No.75 tanggal 19 September 1989, Tambahan No.1917/1989. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, antara lain sebagai berikut:

    1. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No. 50 tanggal 21 April 2014, yang dibuat

    di hadapan Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-01476.40.21.2014 tanggal 28 April 2014 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kemenkumham di bawah No. AHU-01476.40.21.2014 tanggal 28 April 2014. Berdasarkan Akta No. 50/2014, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui (i) perubahan Pasal 13 ayat (2) Anggaran Dasar tentang Direksi dan (ii) perubahan Pasal 16 ayat (3) Anggaran Dasar tentang Dewan Komisaris.

    2. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No. 57 tanggal 16 Juli 2014, yang dibuat di hadapan Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-06038.40.20.2014 tanggal 24 Juli 2014 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kemenkumham di bawah No. AHU-0076890.40.80.2014 tanggal 24 Juli 2014. Berdasarkan Akta No. 57/2014, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui untuk menegaskan kembali perubahan nama Perseroan menjadi PT Bank MNC Internasional Tbk sehingga mengubah Pasal 1 ayat (1) Anggaran Dasar.

    3. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No. 85 tanggal 16 Oktober 2014, yang dibuat di hadapan Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-07909.40.21.2014 tanggal 29 Oktober 2014 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kemenkumham dibawah No. AHU-0112292.40.80.2014 tanggal 29 Oktober 2014. Berdasarkan Akta No. 85/2014, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui untuk meningkatkan modal disetor dan modal ditempatkan Perseroan dari semula sebesar Rp548.607.854.100 menjadi sebesar Rp804.624.852.700 melalui penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dengan harga pelaksanaan Rp100 setiap saham. Bersamaan dengan Penawaran Umum Terbatas III, para pemegang saham Perseroan menyetujui penerbitan sebanyak-banyaknya 1.828.692.847 Waran seri II yang dapat dikonversi menjadi 1.828.692.847 saham baru dengan nilai nominal Rp100 setiap saham dengan harga pelaksanaan Rp150 setiap saham.

    4. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No. 14 tanggal 10 Desember 2014, yang dibuat di hadapan Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-12711.40.20.2014 tanggal 11 Desember 2014 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kemenkumham di bawah No. AHU-0129656.40.80.2014 tanggal 11 Desember 2014.

  • ix

    RINGKASAN Ringkasan di bawah ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya dengan keterangan yang lebih terperinci. Ringkasan ini dibuat atas dasar fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang paling penting bagi Perseroan. Semua informasi keuangan Perseroan disusun dalam mata uang Rupiah dan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. PENDAHULUAN

    Perseroan didirikan dengan nama PT Bank Bumiputera Indonesia, berkedudukan di Jakarta berdasarkan Akta Pendirian No. 49 tanggal 31 Juli 1989, dibuat di hadapan Sri Rahayu, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta dan telah mendapat pengesahan dari Menkumham dengan Surat Keputusan No.C2-7223-HT.01.01-Th89 tanggal 9 Agustus 1989, didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No.692/Not./1989/PN.JKT.SEL. tanggal 24 Agustus 1989 serta telah diumumkan dalam BNRI No.75 tanggal 19 September 1989, Tambahan No.1917/1989. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, antara lain sebagai berikut:

    1. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No. 50 tanggal 21 April 2014, yang dibuat

    di hadapan Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-01476.40.21.2014 tanggal 28 April 2014 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kemenkumham di bawah No. AHU-01476.40.21.2014 tanggal 28 April 2014. Berdasarkan Akta No. 50/2014, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui (i) perubahan Pasal 13 ayat (2) Anggaran Dasar tentang Direksi dan (ii) perubahan Pasal 16 ayat (3) Anggaran Dasar tentang Dewan Komisaris.

    2. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No. 57 tanggal 16 Juli 2014, yang dibuat di hadapan Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-06038.40.20.2014 tanggal 24 Juli 2014 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kemenkumham di bawah No. AHU-0076890.40.80.2014 tanggal 24 Juli 2014. Berdasarkan Akta No. 57/2014, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui untuk menegaskan kembali perubahan nama Perseroan menjadi PT Bank MNC Internasional Tbk sehingga mengubah Pasal 1 ayat (1) Anggaran Dasar.

    3. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No. 85 tanggal 16 Oktober 2014, yang dibuat di hadapan Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-07909.40.21.2014 tanggal 29 Oktober 2014 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kemenkumham dibawah No. AHU-0112292.40.80.2014 tanggal 29 Oktober 2014. Berdasarkan Akta No. 85/2014, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui untuk meningkatkan modal disetor dan modal ditempatkan Perseroan dari semula sebesar Rp548.607.854.100 menjadi sebesar Rp804.624.852.700 melalui penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dengan harga pelaksanaan Rp100 setiap saham. Bersamaan dengan Penawaran Umum Terbatas III, para pemegang saham Perseroan menyetujui penerbitan sebanyak-banyaknya 1.828.692.847 Waran seri II yang dapat dikonversi menjadi 1.828.692.847 saham baru dengan nilai nominal Rp100 setiap saham dengan harga pelaksanaan Rp150 setiap saham.

    4. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No. 14 tanggal 10 Desember 2014, yang dibuat di hadapan Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-12711.40.20.2014 tanggal 11 Desember 2014 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kemenkumham di bawah No. AHU-0129656.40.80.2014 tanggal 11 Desember 2014.

    Berdasarkan Akta No. 14/2014, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui peningkatan modal dasar dari Rp2.000.000.000.000 menjadi Rp6.000.000.000.000 yang terbagi atas 60.000.000.000 saham, masing-masing dengan nilai nominal sebesar Rp100.

    5. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No. 76 tanggal 26 Mei 2015 yang dibuat dihadapan Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat penerimaan pelaporan Menkumham berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.03-0934870 tanggal 27 Mei 2015 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kemenkumham di bawah No. AHU-3509467.AH.01.11.TAHUN 2015 tanggal 11 Desember 2014. Berdasarkan Akta No. 76/2015, rapat umum pemegang saham telah menyetujui perubahan anggaran dasar dalam rangka pemenuhan ketentuan Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham dan No. 32/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris.

    Berdasarkan keputusan RUPSLB pada tanggal 21 April 2014 diputuskan alokasi pemberian MESOP Perseroan sejumlah 82.291.178 lembar saham dengan harga pelaksanaan Rp130, dengan alokasi sebagai berikut:

    Alokasi Bagian Jumlah MESOP Periode Pelaksanaan I 10% 8.229.119 Oktober 2014 dan April 2015 II 30% 24.687.353 April 2015 dan Oktober 2015 III 30% 24.687.353 Oktober 2015 dan April 2016 IV 30% 24.687.353 April 2016

    Total 100% 82.291.178 Catatan: Hingga Prospektus ini diterbitkan, belum ada MESOP yang dikonversi. Pelaksanaan MESOP di bulan Oktober 2015 tidak mempengaruhi jumlah HMETD karena Pemegang MESOP akan mendapat distribusi pada tanggal 14 Oktober 2015 sedangkan tanggal pencatatan (recording date) DPS yang berhak pada 7 Oktober 2015. Selain itu Perseroan juga menyetujui pelaksanaan penambahan modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sehingga keseluruhan pelaksanaan penambahan modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dan MESOP berjumlah setinggi-tingginya 10% dari modal disetor, masing-masing dengan nilai nominal Rp100 (seratus rupiah) per saham kepada investor-investor sesuai Peraturan BAPEPAM-LK No.IX.D.4 tentang Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Persetujuan RUPSLB tersebut dituangkan dalam Akta Berita Acara RUPS Luar Biasa Perseroan No.48 tanggal 21 April 2014 yang dibuat oleh Aryanti Artisari, SH, M.Kn., Notaris di Jakarta yang ditegaskan kembali oleh Rapat Umum Pemegang Saham pada RUPSLB tanggal 28 April 2015 seperti dituangkan dalam Akta Berita Acara RUPS Luar Biasa Perseroan No. 93 tanggal 28 April 2015 yang dibuat oleh Notaris Aryanti Artisari, SH, M.Kn. Hingga prospektus ini diterbitkan, pelaksanaan penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu belum dilakukan. Struktur permodalan dan komposisi kepemilikan saham Perseroan, berdasarkan DPS Perseroan per tanggal 31 Agustus 2015 adalah sebagai berikut:

    Uraian Nilai Nominal Rp 100 per saham Persentase Jumlah Saham Nilai (Rp) %

    Modal Dasar 60.000.000.000 6.000.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: PT MNC Kapital Indonesia Tbk RBC Singapore Clients A/C Bank Julius Baer and Co Ltd Singapore

    5.995.630.556 1.909.537.680

    808.054.000

    599.563.055.600 190.953.768.000

    80.805.400.000

    39,88 12,70

    5,38 Masyarakat (kepemilikan kurang dari 5%) 6.319.104.832 631.910.483.200 42,04 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 15.032.327.068 1.503.232.706.800 100,00 Saham dalam Portepel 44.967.672.932 4.496.767.293.200

  • x

    Komposisi kepemilikan saham Perseroan telah memenuhi ketentuan Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/8/PBI/2012 tanggal 13 Juli 2012 tentang Kepemilikan Saham Bank Umum yang berdasarkan pada hasil penilaian Tingkat Kesehatan Bank per 30 Juni 2015 yang telah disampaikan oleh Perseroan kepada Otoritas Jasa Keuangan Bidang Pengawasan Perbankan. Perseroan akan melakukan penyesuaian sesuai ketentuan Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/8/PBI/2012 tanggal 3 Juli 2012 tentang Kepemilikan Saham Bank Umum apabila terdapat perubahan atas hasil penilaian Tingkat Kesehatan Bank. Perseroan menawarkan produk-produk jasa perbankan yang merupakan kegiatan usaha utamanya, antara lain:

    a. Penghimpunan dana dilakukan melalui produk rekening giro, tabungan dan deposito berjangka. b. Penempatan dana meliputi penyaluran kredit berupa kredit investasi dan kredit modal kerja pada

    segmen korporasi, komersial, dan pengusaha kecil dan menengah. c. Pemberian kredit konsumer dalam berbagai produk seperti kredit pemilikan rumah, kredit kendaraan

    bermotor, kredit tanpa agunan dan menyediakan layanan transaksi international remittance, surat berharga dan jasa treasuri.

    d. Pemberian jasa pelayanan seperti pelayanan pembayaran tagihan listrik, pembayaran telepon, pembayaran pajak dan bancassurance.

    Sampai dengan Prospektus ini dibuat, Perseroan telah memiliki jaringan pelayanan perbankan yang terdiri dari 16 kantor cabang, 33 kantor cabang pembantu, 27 kantor kas dan 2 payment point yang berlokasi di Indonesia. Dalam perjalanan usahanya, Perseroan telah memperoleh berbagai penghargaan diantaranya:

    Pada bulan November 2014 Perseroan menerima penghargaan Anugerah Perbankan Indonesia 2014 peringkat 3 Buku 1 dari Majalah Economic Review.

    Pada bulan Desember 2013 Perseroan menerima penghargaan dari Correspondent Bank di luar negeri yaitu Standard Chartered Bank New York sebagai correspondent bank yang berkualitas tinggi (excellent) dalam memproses transaksi Remittance, Trade Finance dan Treasury Interbank menggunakan Swift System.

    Pada September 2013, Perseroan berhasil meraih 3 penghargaan sekaligus dalam ajang Anugerah Perbankan Indonesia (API) 2013 atas prestasi peringkat ketiga untuk kategori CEO in Leadership, peringkat ketiga dalam bidang Human Capital dan peringkat ketiga dalam bidang Good Corporate Governance untuk kategori Bank Umum dengan Modal Inti < 1 Triliun Rupiah.

    Pada tahun 2012 Majalah Business Review dan Perbanas Institute memberikan 2 penghargaan sekaligus kepada Perseroan dalam ajang Anugerah Perbankan Indonesia (API) 2012. Perseroan berhasil meraih peringkat pertama untuk bidang Human Capital (The Best Bank 2012 in Human Capital) dan Corporate Communication The Best Bank 2012 in Corporate Communication untuk kategori Bank Umum dengan aset Rp1 10 Triliun;

    Pada tahun 2011, Perseroan meraih penghargaan sebagai Bank Paling Atraktif dari majalah bisnis dan ekonomi Warta Ekonomi serta meraih predikat Excellent dalam proses pembayaran via Straight Through USD New York dari Standard Chartered Bank;

    Pada tahun 2010, Perseroan meraih penghargaan sebagai Perusahaan Terpercaya berdasarkan Indeks Persepsi Tata Kelola Perusahaan dari majalah SWA dan IICG; juga meraih Piagam MURI sebagai Inisiator dan Penyelenggara acara Funschooling & Edukasi Perbankan dengan Peserta Terbanyak;

    KETERANGAN MENGENAI PUT IV Keterangan Mengenai HMETD

    Jumlah HMETD yang ditawarkan sebanyak-banyaknya : 6.744.407.924 Nilai Nominal : Rp100 Harga Penawaran : Rp100 Rasio HMETD : 5:2 Tanggal DPS Perseroan yang berhak atas HMETD : 7 Okt 2015 Tanggal Pencatatan di BEI : 9 Okt 2015 Periode Perdagangan HMETD : 9 Okt 20 Nov 2015 Periode Pelaksanaan HMETD : 9 Okt 20 Nov 2015

  • xi

    Komposisi kepemilikan saham Perseroan telah memenuhi ketentuan Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/8/PBI/2012 tanggal 13 Juli 2012 tentang Kepemilikan Saham Bank Umum yang berdasarkan pada hasil penilaian Tingkat Kesehatan Bank per 30 Juni 2015 yang telah disampaikan oleh Perseroan kepada Otoritas Jasa Keuangan Bidang Pengawasan Perbankan. Perseroan akan melakukan penyesuaian sesuai ketentuan Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/8/PBI/2012 tanggal 3 Juli 2012 tentang Kepemilikan Saham Bank Umum apabila terdapat perubahan atas hasil penilaian Tingkat Kesehatan Bank. Perseroan menawarkan produk-produk jasa perbankan yang merupakan kegiatan usaha utamanya, antara lain:

    a. Penghimpunan dana dilakukan melalui produk rekening giro, tabungan dan deposito berjangka. b. Penempatan dana meliputi penyaluran kredit berupa kredit investasi dan kredit modal kerja pada

    segmen korporasi, komersial, dan pengusaha kecil dan menengah. c. Pemberian kredit konsumer dalam berbagai produk seperti kredit pemilikan rumah, kredit kendaraan

    bermotor, kredit tanpa agunan dan menyediakan layanan transaksi international remittance, surat berharga dan jasa treasuri.

    d. Pemberian jasa pelayanan seperti pelayanan pembayaran tagihan listrik, pembayaran telepon, pembayaran pajak dan bancassurance.

    Sampai dengan Prospektus ini dibuat, Perseroan telah memiliki jaringan pelayanan perbankan yang terdiri dari 16 kantor cabang, 33 kantor cabang pembantu, 27 kantor kas dan 2 payment point yang berlokasi di Indonesia. Dalam perjalanan usahanya, Perseroan telah memperoleh berbagai penghargaan diantaranya:

    Pada bulan November 2014 Perseroan menerima penghargaan Anugerah Perbankan Indonesia 2014 peringkat 3 Buku 1 dari Majalah Economic Review.

    Pada bulan Desember 2013 Perseroan menerima penghargaan dari Correspondent Bank di luar negeri yaitu Standard Chartered Bank New York sebagai correspondent bank yang berkualitas tinggi (excellent) dalam memproses transaksi Remittance, Trade Finance dan Treasury Interbank menggunakan Swift System.

    Pada September 2013, Perseroan berhasil meraih 3 penghargaan sekaligus dalam ajang Anugerah Perbankan Indonesia (API) 2013 atas prestasi peringkat ketiga untuk kategori CEO in Leadership, peringkat ketiga dalam bidang Human Capital dan peringkat ketiga dalam bidang Good Corporate Governance untuk kategori Bank Umum dengan Modal Inti < 1 Triliun Rupiah.

    Pada tahun 2012 Majalah Business Review dan Perbanas Institute memberikan 2 penghargaan sekaligus kepada Perseroan dalam ajang Anugerah Perbankan Indonesia (API) 2012. Perseroan berhasil meraih peringkat pertama untuk bidang Human Capital (The Best Bank 2012 in Human Capital) dan Corporate Communication The Best Bank 2012 in Corporate Communication untuk kategori Bank Umum dengan aset Rp1 10 Triliun;

    Pada tahun 2011, Perseroan meraih penghargaan sebagai Bank Paling Atraktif dari majalah bisnis dan ekonomi Warta Ekonomi serta meraih predikat Excellent dalam proses pembayaran via Straight Through USD New York dari Standard Chartered Bank;

    Pada tahun 2010, Perseroan meraih penghargaan sebagai Perusahaan Terpercaya berdasarkan Indeks Persepsi Tata Kelola Perusahaan dari majalah SWA dan IICG; juga meraih Piagam MURI sebagai Inisiator dan Penyelenggara acara Funschooling & Edukasi Perbankan dengan Peserta Terbanyak;

    KETERANGAN MENGENAI PUT IV Keterangan Mengenai HMETD

    Jumlah HMETD yang ditawarkan sebanyak-banyaknya : 6.744.407.924 Nilai Nominal : Rp100 Harga Penawaran : Rp100 Rasio HMETD : 5:2 Tanggal DPS Perseroan yang berhak atas HMETD : 7 Okt 2015 Tanggal Pencatatan di BEI : 9 Okt 2015 Periode Perdagangan HMETD : 9 Okt 20 Nov 2015 Periode Pelaksanaan HMETD : 9 Okt 20 Nov 2015

    Struktur permodalan dan komposisi kepemilikan saham Perseroan, berdasarkan DPS Perseroan per tanggal 31 Agustus 2015 adalah sebagai berikut:

    Uraian Nilai Nominal Rp 100 per saham Persentase Jumlah Saham Nilai (Rp) %

    Modal Dasar 60.000.000.000 6.000.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: PT MNC Kapital Indonesia Tbk RBC Singapore Clients A/C Bank Julius Baer and Co Ltd Singapore

    5.995.630.556 1.909.537.680

    808.054.000

    599.563.055.600 190.953.768.000

    80.805.400.000

    39,88 12,70

    5,38 Masyarakat (kepemilikan kurang dari 5%) 6.319.104.832 631.910.483.200 42,04 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 15.032.327.068 1.503.232.706.800 100,00 Saham dalam Portepel 44.967.672.932 4.496.767.293.200 Bersamaan dengan penerbitan saham dalam PUT III sebelumnya, Perseroan telah menerbitkan sebanyak 1.828.692.847 Waran Seri II dimana setiap 1 Waran Seri II memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru Perseroan. Periode pelaksanaan Waran Seri II dimulai sejak tanggal 4 Februari 2015 dan berakhir pada tanggal 3 Juli 2017. Sampai dengan tanggal 31 Agustus 2015, Jumlah Waran Seri II yang beredar dan belum dikonversikan menjadi saham adalah sebanyak 1.828.692.746 Waran Seri II. Dengan asumsi seluruh pemilik 1.828.692.746 Waran Seri II Perseroan melaksanakan warannya pada tanggal 31 Agustus 2015, maka komposisi modal Perseroan pada saat Prospektus ini diterbitkan adalah sebagai berikut:

    Uraian Jumlah Saham Jumlah Nominal Persentase (Rp 100 per saham) %

    Modal Dasar 60.000.000.000 6.000.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: PT MNC Kapital Indonesia Tbk RBC Singapore Clients A/C Bank Julius Baer and Co Ltd Singapore

    6.452.803.739 1.909.537.680

    881.816.272

    645.280.373.900 190.953.768.000

    88.181.627.200

    38,27 11,33

    5,23 Masyarakat (kepemilikan kurang dari 5%) 7.616.862.123 761.686.212.300 45,17 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 16.861.019.814 1.686.101.981.400 100,00 Saham dalam Portepel 43.138.980.186 4.313.898.018.600 PUT IV ini menawarkan sebanyak-banyaknya 6.744.407.924 saham biasa atas nama atau sebesar 28,57% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah PUT IV dengan nilai nominal Rp100 setiap saham yang ditawarkan dengan harga Rp100 setiap saham sehingga sebanyak-banyaknya bernilai Rp674.440.792.400. Apabila seluruh HMETD yang ditawarkan dalam rangka PUT IV ini dibeli oleh pemegang saham atau pemegang HMETD dan dilaksanakan seluruhnya menjadi saham Perseroan serta diasumsikan Waran Seri II telah dilaksanakan semuanya, maka struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan sebelum dan sesudah dilaksanakannya PUT IV secara proforma, adalah sebagai berikut:

    Permodalan

    Asumsi Semua Waran Dilaksanakan Sebelum PUT IV

    Sesudah PUT IV

    Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp 100 per saham)

    % Jumlah Saham

    Nilai Nominal (Rp 100 per saham) %

    Modal Dasar 60.000.000.000 6.000.000.000.000 60.000.000.000 6.000.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:

    PT MNC Kapital Indonesia Tbk 6.452.803.739 645.280.373.900 38,27 9.033.925.234 903.392.523.400 38,27 RBC Singapore Clients A/C 1.909.537.680 190.953.768.000 11,33 2.673.352.752 267.335.275.200 11,33 Bank Julius Baer and Co Ltd Singapore 881.816.272 88.181.627.200 5,23 1.234.542.780 123.454.278.000 5,23 Masyarakat (dibawah 5%) 7.616.862.123 761.686.212.300 45,17 10.663.606.972 1.066.360.697.200 45,17 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 16.861.019.814 1.686.101.981.400 100,00 23.605.427.738 2.360.542.773.800 100,00

    Saham dalam Portepel 43.138.980.186 4.313.898.018.600 36.394.572.262 3.639.457.226.200

  • xii

    Apabila seluruh HMETD yang ditawarkan dalam rangka PUT IV ini dibeli oleh pemegang saham atau pemegang HMETD dan dilaksanakan seluruhnya menjadi saham Perseroan serta diasumsikan bahwa tidak satupun pemegang Waran Seri II yang menukarkan Waran Seri II sampai dengan tanggal akhir pencatatan dalam daftar pemegang saham yang berhak atas HMETD, maka struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan sebelum dan sesudah dilaksanakannya PUT IV secara proforma, adalah sebagai berikut:

    Permodalan

    Asumsi semua Waran tidak dilaksanakan sebelum PUT IV

    Sesudah PUT IV

    Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp100 per saham)

    % Jumlah Saham

    Nilai Nominal (Rp100 per saham) %

    Modal Dasar 60.000.000.000 6.000.000.000.000 60.000.000.000 6.000.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:

    PT MNC Kapital Indonesia Tbk 5.995.630.556 599.563.055.600 39,88 8.393.882.779 839.388.277.900 39,88 RBC Singapore Clients A/C 1.909.537.680 190.953.768.000 12,70 2.673.352.752 267.335.275.200 12,70 Bank Julius Baer and Co Ltd Singapore 808.054.000 80.805.400.000 5,38 1.131.275.600 113.127.560.000 5,38 Masyarakat (dibawah 5%) 6.319.104.832 631.910.483.200 42,04 8.846.746.765 884.674.676.500 42,04 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 15.032.327.068 1.503.232.706.800 100,00 21.045.257.896 2.104.525.789.600 100,00

    Saham dalam Portepel 44.967.672.932 4.496.767.293.200 38.954.742.104 3.895.474.210.400

    Saham Baru yang berasal dari PUT IV ini akan dicatatkan pada BEI bersama dengan saham-saham yang telah dicatatkan sebelumnya oleh Perseroan dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 29 tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum. Kedudukan saham yang akan diterbitkan dalam Penawaran Umum Terbatas IV ini dibandingkan dengan kedudukan saham yang telah disetor penuh lainnya, memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak atas dividen. Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam PUT IV akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) yaitu maksimum 28,57% setelah Penawaran Umum Terbatas IV dan jika Waran Seri II dilaksanakan seluruhnya sebelum PUT IV. RENCANA PENGGUNAAN DANA Seluruh dana yang diperoleh dari PUT IV ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan seluruhnya untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka mendukung target untuk meningkatkan aset produktif antara lain melalui pemberian kredit, penempatan dana dan pembelian surat berharga dengan tetap memperhatikan ketentuan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM). STRATEGI DAN PROSPEK USAHA Visi dari Perseroan adalah menjadi Bank masa depan yang didukung dengan teknologi terkini dalam memberikan layanan terbaik (5-star Bank) untuk memenuhi kebutuhan keuangan sesuai dengan gaya hidup (lifestyle) nasabah. Sejalan dengan visi tersebut, Perseroan memiliki misi menjadi Bank yang memberikan layanan perbankan dan keuangan terbaik kepada nasabah segmen menengah atas, termasuk usaha kecil dan menengah, dan ritel sesuai dengan gaya hidup (lifestyle) melalui penyediaan jaringan cabang dan teknologi yang futuristik. Perseroan telah menentukan usaha inti difokuskan pada segmen consumer banking (consumer lending dan retail funding) dan SME (loan, trade finance, cash management). Consumer funding difokuskan pada peningkatan dana pihak ketiga dari produk giro, tabungan, dan deposito ritel. Consumer lending difokuskan pada pengembangan produk kartu kredit, mortgage, implant banking dan multifinance (joint financing). Pengembangan produk-produk ini diharapkan mendorong tercapainya target dari Perseroan untuk menjadi Bank yang berfokus pada segmen consumer banking dan SME. Bank akan membangun infrastruktur yang berbasis teknologi dan memfokuskan penyediaan produk dan layanan perbankan sesuai kebutuhan dan lifestyle nasabah (lifestyle banking).

  • xiii

    Apabila seluruh HMETD yang ditawarkan dalam rangka PUT IV ini dibeli oleh pemegang saham atau pemegang HMETD dan dilaksanakan seluruhnya menjadi saham Perseroan serta diasumsikan bahwa tidak satupun pemegang Waran Seri II yang menukarkan Waran Seri II sampai dengan tanggal akhir pencatatan dalam daftar pemegang saham yang berhak atas HMETD, maka struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan sebelum dan sesudah dilaksanakannya PUT IV secara proforma, adalah sebagai berikut:

    Permodalan

    Asumsi semua Waran tidak dilaksanakan sebelum PUT IV

    Sesudah PUT IV

    Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp100 per saham)

    % Jumlah Saham

    Nilai Nominal (Rp100 per saham) %

    Modal Dasar 60.000.000.000 6.000.000.000.000 60.000.000.000 6.000.000.000.000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:

    PT MNC Kapital Indonesia Tbk 5.995.630.556 599.563.055.600 39,88 8.393.882.779 839.388.277.900 39,88 RBC Singapore Clients A/C 1.909.537.680 190.953.768.000 12,70 2.673.352.752 267.335.275.200 12,70 Bank Julius Baer and Co Ltd Singapore 808.054.000 80.805.400.000 5,38 1.131.275.600 113.127.560.000 5,38 Masyarakat (dibawah 5%) 6.319.104.832 631.910.483.200 42,04 8.846.746.765 884.674.676.500 42,04 Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 15.032.327.068 1.503.232.706.800 100,00 21.045.257.896 2.104.525.789.600 100,00

    Saham dalam Portepel 44.967.672.932 4.496.767.293.200 38.954.742.104 3.895.474.210.400

    Saham Baru yang berasal dari PUT IV ini akan dicatatkan pada BEI bersama dengan saham-saham yang telah dicatatkan sebelumnya oleh Perseroan dengan memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 29 tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum. Kedudukan saham yang akan diterbitkan dalam Penawaran Umum Terbatas IV ini dibandingkan dengan kedudukan saham yang telah disetor penuh lainnya, memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak atas dividen. Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam PUT IV akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) yaitu maksimum 28,57% setelah Penawaran Umum Terbatas IV dan jika Waran Seri II dilaksanakan seluruhnya sebelum PUT IV. RENCANA PENGGUNAAN DANA Seluruh dana yang diperoleh dari PUT IV ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan seluruhnya untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka mendukung target untuk meningkatkan aset produktif antara lain melalui pemberian kredit, penempatan dana dan pembelian surat berharga dengan tetap memperhatikan ketentuan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM). STRATEGI DAN PROSPEK USAHA Visi dari Perseroan adalah menjadi Bank masa depan yang didukung dengan teknologi terkini dalam memberikan layanan terbaik (5-star Bank) untuk memenuhi kebutuhan keuangan sesuai dengan gaya hidup (lifestyle) nasabah. Sejalan dengan visi tersebut, Perseroan memiliki misi menjadi Bank yang memberikan layanan perbankan dan keuangan terbaik kepada nasabah segmen menengah atas, termasuk usaha kecil dan menengah, dan ritel sesuai dengan gaya hidup (lifestyle) melalui penyediaan jaringan cabang dan teknologi yang futuristik. Perseroan telah menentukan usaha inti difokuskan pada segmen consumer banking (consumer lending dan retail funding) dan SME (loan, trade finance, cash management). Consumer funding difokuskan pada peningkatan dana pihak ketiga dari produk giro, tabungan, dan deposito ritel. Consumer lending difokuskan pada pengembangan produk kartu kredit, mortgage, implant banking dan multifinance (joint financing). Pengembangan produk-produk ini diharapkan mendorong tercapainya target dari Perseroan untuk menjadi Bank yang berfokus pada segmen consumer banking dan SME. Bank akan membangun infrastruktur yang berbasis teknologi dan memfokuskan penyediaan produk dan layanan perbankan sesuai kebutuhan dan lifestyle nasabah (lifestyle banking).

    Strategi yang dilakukan untuk memacu usaha Perseroan adalah dengan memperkuat struktur permodalan, menerapkan langkah strategis untuk membangun dan meningkatkan jumlah nasabah dengan memfokuskan pada sinergi yang kuat dan berkesinambungan dengan anak perusahaan lain dalam Grup MNC baik karyawan, pelanggan maupun mitra bisnis, melakukan penataan dan pengembangan jaringan cabang (branch network), memperluas atau menambah ATM secara tepat dan terukur, mengembangkan electronic channels, mengembangkan produk dan pelayanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah, mengembangkan struktur organisasi dan karyawan melalui proses pelatihan terstruktur dan sistematis, melakukan pembangunan dan pengkajian ulang proses-proses bisnis dan pengembangan atau pembaruan infrastruktur termasuk perangkat keras dan lunak, memperkuat kepatuhan bank dan senantiasa mengkinikan kebijakan dan prosedur sesuai dengan perkembangan organisasi dan perubahan peraturan perundang-undangan yang berlaku, menyelesaikan kredit bermasalah dan meningkatkan rentabilitas, mengembangkan infrastruktur manajemen risiko Perseroan dan penguatan tata kelola perusahaan. RISIKO USAHA Risiko usaha utama yang dihadapi Perseroan adalah risiko kredit yaitu risiko yang terjadi akibat kegagalan pihak lawan (debitur/counterparty) memenuhi kewajiban. Sebagaimana dengan dunia usaha pada umumnya, Perseroan tidak terlepas dari beberapa risiko usaha yang dipengaruhi oleh faktor-faktor internal maupun eksternal yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi kelangsungan usaha Perseroan. I. Risiko Usaha:

    1. Risiko Kredit 2. Risiko Pasar 3. Risiko Operasional 4. Risiko Likuiditas 5. Risiko Hukum 6. Risiko Reputasi 7. Risiko Kepatuhan 8. Risiko Stratejik

    II. Risiko Investasi bagi Investor

    Harga perdagangan saham Perseroan dapat terus berfluktuasi. Harga Saham Perseroan, termasuk Saham Baru, dapat meningkat atau menurun sebagai respons terhadap sejumlah peristiwa dan faktor, termasuk hasil usaha Perseroan, peraturan Pemerintah, kondisi ekonomi di Indonesia, perubahan kebijakan akuntansi dan faktor lainnya. Kondisi tersebut dapat menimbulkan risiko investasi bagi Investor. Keterangan mengenai Risiko Usaha dapat dilihat pada Bab V.

    KEBIJAKAN DIVIDEN Perseroan merencanakan akan membayar dividen kas kepada seluruh pemegang saham sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun sampai dengan 25% dari Laba Bersih mulai tahun buku 2015, dengan tetap memperhatikan posisi keuangan atau tingkat kesehatan Perseroan dan tanpa mengurangi hak dari RUPS. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING Berikut adalah ikhtisar informasi keuangan penting Perseroan yang angka-angkanya diambil dari Laporan Keuangan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2015 dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Eny serta tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 sebelum disajikan kembali dan tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2012, 2011, dan 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja dengan pendapat wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan Perseroan serta kinerja keuangan dan arus kas, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dalam laporannya masing-masing tertanggal 12 Agustus 2015, 16 Maret 2015, 20 Maret 2014, 28 Maret 2013, 22 Maret 2012 dan 21 Maret 2011. Laporan auditor independen atas laporan keuangan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2015 tertanggal 7 September 2015 memuat paragraf penjelasan mengenai penyajian

  • xiv

    kembali laporan keuangan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 serta 1 Januari 2013/31 Desember 2012 sehubungan dengan penerapan beberapa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku efektif sejak tahun 2015. Laporan auditor independen atas laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 memuat paragraf penjelasan mengenai penyajian kembali laporan keuangan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 serta 1 Januari 2010/31 Desember 2009 sehubungan dengan penerapan beberapa PSAK yang berlaku efektif sejak tahun 2012. Laporan Keuangan Perseroan per 31 Maret 2015, 31 Desember 2014, 2013, 2012, 2011 dan 2010 diaudit oleh Kantor Akuntan Publik dan ditandatangani oleh Partner sebagai berikut:

    Periode Kantor Akuntan Publik Partner 31 Maret 2015 Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Eny Bing Harianto, SE 31 Desember 2014 Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Eny Bing Harianto, SE 31 Desember 2013 Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja Peter Surja, CPA 31 Desember 2012 Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja Peter Surja, CPA 31 Desember 2011 Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja Sinarta, CPA 31 Desember 2010 Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja Benyanto Suherman, CPA

    Laporan Posisi Keuangan

    (dalam jutaan rupiah)

    Keterangan 31 Maret 31 Desember

    2015 2014* 2013* 2012* 2011 2010 Kas 98.604 91.556 72.732 72.193 64.722 75.961 Giro Pada Bank Indonesia 706.007 596.195 500.454 469.681 477.737 584.363 Giro pada bank lain - pihak ketiga 309.974 203.246 78.568 163.262 121.454 101.853 Penempatan pada BI dan bank lain 850.577 1.538.436 1.259.243 992.487 682.442 1.148.056 Efek-efek - pihak ketiga 950.771 503.806 520.959 392.763 579.922 283.352 Cadangan kerugian penurunan nilai - - (1.705) (2.065) (1.644) (4.751) Jumlah 950.771 503.806 519.254 390.698 578.278 278.601 Tagihan derivatif - pihak ketiga 791 691 1.842 810 736 857 Kredit:

    Pihak berelasi 74.256 70.969 71 235 250 6.784 Pihak ketiga 6.020.032 6.186.266 5.516.169 5.148.843 5.105.147 6.122.252 Cadangan kerugian penurunan nilai (125.444) (128.402) (138.061) (106.013) (161.284) (100.740) Jumlah 5.968.844 6.128.833 5.378.179 5.043.065 4.944.113 6.028.296

    Tagihan akseptasi - pihak ketiga 92.172 93.962 103.146 31.582 92.420 56.971 Biaya dibayar dimuka 38.684 34.346 29.583 53.029 57.358 54.530 Aset tetap bersih 18.475 19.016 25.045 41.023 56.106 64.109 Aset pajak tangguhan - bersih 63.607 86.002 76.030 39.592 40.161 15.310 Aset tak berwujud bersih 10.398 9.973 10.440 22.246 27.593 36.731 Aset lain-lain bersih 891.791 124.654 110.157 118.567 138.415 222.301 JUMLAH ASET 10.000.695 9.430.716 8.164.673 7.438.235 7.281.535 8.667.939

    LIABILITAS Liabilitas segera 215.201 21.141 8.677 15.753 27.331 37.118 Simpanan:

    Pihak berelasi 1.270.945 919.220 19.087 12.137 106.990 20.077 Pihak ketiga 6.916.723 6.815.214 6.815.804 6.421.628 5.904.373 7.193.595 Jumlah 8.187.668 7.734.434 6.834.891 6.433.765 6.011.363 7.213.672

    Simpanan dari bank lain 87.212 235.948 342.813 132.230 400.607 461.953 Liabilitas derivatif - pihak ketiga 17 112 1.009 417 588 359 Liabilitas akseptasi - pihak ketiga 92.172 93.962 103.146 31.582 92.420 56.971 Obligasi Konversi - - 16.370 25.354 33.274 40.275 Utang pajak 11.038 10.988 7.933 6.013 6.999 10.142 Liabilitas imbalan pasca kerja 43.416 44.917 37.827 56.350 30.646 23.304 Beban yang masih harus dibayar 55.126 44.415 36.695 32.710 18.530 24.999 Liabilitas lain-lain 8.793 11.584 7.851 3.513 54.975 98.377 JUMLAH LIABILITAS 8.700.643 8.197.501 7.397.212 6.737.687 6.676.733 7.967.170

    EKUITAS Modal ditempatkan dan disetor penuh 1.503.233 1.503.233 548.608 548.608 548.608 548.608 Tambahan modal disetor - bersih 6.360 6.360 457.207 233.223 125.303 118.302 Komponen Ekuitas Lainnya - perubahan nilai wajar efek tersedia untuk dijual

    (5.507) (67.109) (83.641) (8.525)

    4.928

    (9.343)

  • xv

    kembali laporan keuangan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 serta 1 Januari 2013/31 Desember 2012 sehubungan dengan penerapan beberapa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku efektif sejak tahun 2015. Laporan auditor independen atas laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 memuat paragraf penjelasan mengenai penyajian kembali laporan keuangan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 serta 1 Januari 2010/31 Desember 2009 sehubungan dengan penerapan beberapa PSAK yang berlaku efektif sejak tahun 2012. Laporan Keuangan Perseroan per 31 Maret 2015, 31 Desember 2014, 2013, 2012, 2011 dan 2010 diaudit oleh Kantor Akuntan Publik dan ditandatangani oleh Partner sebagai berikut:

    Periode Kantor Akuntan Publik Partner 31 Maret 2015 Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Eny Bing Harianto, SE 31 Desember 2014 Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Eny Bing Harianto, SE 31 Desember 2013 Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja Peter Surja, CPA 31 Desember 2012 Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja Peter Surja, CPA 31 Desember 2011 Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja Sinarta, CPA 31 Desember 2010 Kantor Akuntan Publik Purwantono, Suherman & Surja Benyanto Suherman, CPA

    Laporan Posisi Keuangan

    (dalam jutaan rupiah)

    Keterangan 31 Maret 31 Desember

    2015 2014* 2013* 2012* 2011 2010 Kas 98.604 91.556 72.732 72.193 64.722 75.961 Giro Pada Bank Indonesia 706.007 596.195 500.454 469.681 477.737 584.363 Giro pada bank lain - pihak ketiga 309.974 203.246 78.568 163.262 121.454 101.853 Penempatan pada BI dan bank lain 850.577 1.538.436 1.259.243 992.487 682.442 1.148.056 Efek-efek - pihak ketiga 950.771 503.806 520.959 392.763 579.922 283.352 Cadangan kerugian penurunan nilai - - (1.705) (2.065) (1.644) (4.751) Jumlah 950.771 503.806 519.254 390.698 578.278 278.601 Tagihan derivatif - pihak ketiga 791 691 1.842 810 736 857 Kredit:

    Pihak berelasi 74.256 70.969 71 235 250 6.784 Pihak ketiga 6.020.032 6.186.266 5.516.169 5.148.843 5.105.147 6.122.252 Cadangan kerugian penurunan nilai (125.444) (128.402) (138.061) (106.013) (161.284) (100.740) Jumlah 5.968.844 6.128.833 5.378.179 5.043.065 4.944.113 6.028.296

    Tagihan akseptasi - pihak ketiga 92.172 93.962 103.146 31.582 92.420 56.971 Biaya dibayar dimuka 38.684 34.346 29.583 53.029 57.358 54.530 Aset tetap bersih 18.475 19.016 25.045 41.023 56.106 64.109 Aset pajak tangguhan - bersih 63.607 86.002 76.030 39.592 40.161 15.310 Aset tak berwujud bersih 10.398 9.973 10.440 22.246 27.593 36.731 Aset lain-lain bersih 891.791 124.654 110.157 118.567 138.415 222.301 JUMLAH ASET 10.000.695 9.430.716 8.164.673 7.438.235 7.281.535 8.667.939

    LIABILITAS Liabilitas segera 215.201 21.141 8.677 15.753 27.331 37.118 Simpanan:

    Pihak berelasi 1.270.945 919.220 19.087 12.137 106.990 20.077 Pihak ketiga 6.916.723 6.815.214 6.815.804 6.421.628 5.904.373 7.193.595 Jumlah 8.187.668 7.734.434 6.834.891 6.433.765 6.011.363 7.213.672

    Simpanan dari bank lain 87.212 235.948 342.813 132.230 400.607 461.953 Liabilitas derivatif - pihak ketiga 17 112 1.009 417 588 359 Liabilitas akseptasi - pihak ketiga 92.172 93.962 103.146 31.582 92.420 56.971 Obligasi Konversi - - 16.370 25.354 33.274 40.275 Utang pajak 11.038 10.988 7.933 6.013 6.999 10.142 Liabilitas imbalan pasca kerja 43.416 44.917 37.827 56.350 30.646 23.304 Beban yang masih harus dibayar 55.126 44.415 36.695 32.710 18.530 24.999 Liabilitas lain-lain 8.793 11.584 7.851 3.513 54.975 98.377 JUMLAH LIABILITAS 8.700.643 8.197.501 7.397.212 6.737.687 6.676.733 7.967.170

    EKUITAS Modal ditempatkan dan disetor penuh 1.503.233 1.503.233 548.608 548.608 548.608 548.608 Tambahan modal disetor - bersih 6.360 6.360 457.207 233.223 125.303 118.302 Komponen Ekuitas Lainnya - perubahan nilai wajar efek tersedia untuk dijual

    (5.507) (67.109) (83.641) (8.525)

    4.928

    (9.343)

    (dalam jutaan rupiah)

    Keterangan 31 Maret 31 Desember

    2015 2014* 2013* 2012* 2011 2010 Saldo laba (defisit):

    Telah ditentukan penggunaannya 17.940 17.940 17.940 17.940 17.940 15.506 Belum ditentukan penggunaannya (221.974) (227.209) (172.653) (90.698) (91.977) 27.696 Jumlah (204.034) (209.269) (154.713) (72.758) (74.037) 43.202

    JUMLAH EKUITAS 1.300.052 1.233.215 767.461 700.548 604.802 700.769 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 10.000.695 9.430.716 8.164.673 7.438.235 7.281.535 8.667.939 * Disajikan kembali sehubungan dengan penerapan PSAK 24, penyajian kembali saldo aset pajak tangguhan, Liabilitas imbalan pasca kerja, komponen

    ekuitas dan saldo laba Laporan Laba (Rugi) Komprehensif

    (dalam jutaan rupiah)

    Keterangan 31 Maret 31 Desember

    2015 2014 2014* 2013* 2012 2011 2010 Pendapatan bunga 219.268 179.127 760.698 670.093 688.883 823.521 829.935 Beban bunga (149.697) (121.310) (524.417) (384.026) (331.117) (460.867) (435.035) Pendapatan bunga bersih 69.571 57.817 236.281 286.067 357.766 362.654 394.900 Total pendapatan operasi lainnya 17.810 10.791 62.890 93.028 67.892 70.074 77.537 Beban (pemulihan) kerugian penurunan-

    nilai

    1.210

    (7.067)

    (42.332)

    (96.473)

    (33.459)

    (137.815)

    (50.172) Total beban operasional lainnya (81.699) (80.997) (328.149) (340.720) (382.206) (415.828) (378.526) Laba (Rugi) operasional 6.892 (19.456) (71.310) (58.098) 9.993 (120.915) 43.739 Pendapatan (Beban) non-operasional 204 1.500 1.270 (8.730) (3.983) (22.378) (4.824) Laba (Rugi) sebelum manfaat (beban) pajak 7.096 (17.956) (70.040) (66.828) 6.010 (143.293) 38.915 Manfaat (Beban) pajak (1.861) 4.420 15.484 (15.127) (4.974) 29.675 (10.711) Laba (Rugi) tahun berjalan 5.235 (13.536) (54.556) (81.955) 1.036 (113.618) 28.204 Laba (Rugi) komprehensif lainnya -bersih 61.602 36.236 16.532 (75.116) 82 14.271 (9.952) Total laba (rugi) komprehensif selama tahun berjalan

    66.837

    22.700

    (38.023)

    (157.071)

    1.118

    (99.347)

    18.252

    * Disajikan kembali sehubungan penerapan PSAK 24, penyajian kembali beban pensiun dan imbalan pasca kerja, manfaat (beban) pajak, rugi bersih tahun berjalan, pengukuran kembali atas kewajiban imbalan pasti dan pajak penghasilan terkait.

    Rasio-rasio Penting

    Keterangan 31 Maret 31 Desember

    2015 2014 2013 2012 2011 2010

    Pertumbuhan Pendapatan bunga neto 20,33%** -17,40% -20,04% -1,35% -8,17% 23,29% Laba operasional 135,42%** 22,74% -681,39% -108,26% -376,45% 358,96% Laba komprehensif tahun berjalan 203,25%** -75,79% -14.149,28% -101,13% -644,31% -261,93% Aset 6,04% 15,51% 9,77% 2,15% -15,99% 23,69% Liabilitas 6,14% 10,82% 9,79% 0,91% -16,20% 22,82% Ekuitas 5,42% 60,69% 9,55% 15,83% -13,69% 34,58% Permodalan

    Rasio KPMM/CAR 16,17% 17,79% 13,09% 11,21% 10,12% 12,55% Rentabilitas

    Laba sebelum pajak terhadap rata-rata total aset (ROA)

    0,29% -0,82% -0,93% 0,09%

    -1,64%

    0,51%

    Laba setelah pajak terhadap rata-rata ekuitas (ROE)

    1,90%

    -6,69%

    -16,28%

    0,26%

    -18.96%

    5,33%

    Margin bunga bersih (NIM) 3,55% 3,43% 4,84% 5,44% 5,43% 5,15% BOPO 97,53% 108,54% 107,77% 99,68% 114,63% 94,60% Kualitas asset

    Aset produktif terhadap total aset produktif

    4,21% 4,41% 4,09% 4,93%

    4,47%

    3,55%

    NPL gross 5,51% 5,88% 4,88% 5,78% 6,25% 4,34% NPL net 3,46% 3,86% 2,36% 3,99% 3,35% 3,24% Likuiditas

    LDR 73,99% 80,35% 80,14% 79,48% 84,58% 84,96% Kepatuhan Giro wajib minimum utama (Rp) 8,40% 8,18% 8,20% 8,41% 8,22% 9,33%

  • xvi

    Keterangan 31 Maret 31 Desember

    2015 2014 2013 2012 2011 2010 Giro wajib minimum valuta asing 8,27% 8,22% 8,31% 8,74% 8,78% 1,68% Pelanggaran BMPK 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% Pelampauan BMPK 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% Posisi Devisa Neto (PDN) 1,59% 6,10% 4,04% 4,19% 3,96% 8,83%

    ** Pertumbuhan pendapatan bunga neto, laba operasional dan laba komprehensif 31 Maret 2015 merupakan perbandingan dengan periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2014.

  • 1

    I. PENAWARAN UMUM TERBATAS IV Sebanyak-banyaknya 6.744.407.924 (enam miliar tujuh ratus empat puluh empat juta empat ratus tujuh ribu sembilan ratus dua puluh empat) saham biasa atas nama atau sebesar 28,57% (dua puluh delapan koma lima puluh tujuh persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah PUT IV dengan nilai nominal Rp100 (seratus rupiah) setiap saham yang ditawarkan dengan harga Rp100 (seratus rupiah) setiap saham sehingga sebanyak-banyaknya bernilai Rp674.440.792.400 (enam ratus tujuh puluh empat miliar empat ratus empat puluh juta tujuh ratus sembilan puluh dua ribu empat ratus rupiah). Saham-saham yang ditawarkan ini seluruhnya merupakan saham yang berasal dari portepel dan akan dicatatkan di BEI. Setiap pemegang 5 (lima) saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) Perseroan pada tanggal 7 Oktober 2015 pukul 16.15 WIB berhak atas 2 (dua) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) Saham Baru yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD. Dalam hal pemegang Saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan, sesuai dengan Peraturan Bapepam No.IX.D.1 tentang HMETD, maka atas pecahan HMETD tersebut wajib dijual oleh Perseroan dan hasil penjualannya dimasukan ke dalam rekening Perseroan. HMETD ini diperdagangkan di BEI dan dilaksanakan selama 30 (tiga puluh) hari kerja mulai tanggal 9 Oktober 2015 sampai dengan tanggal 20 November 2015. HMETD yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi. Kedudukan saham yang akan diterbitkan dalam PUT IV ini dibandingkan dengan kedudukan saham yang telah disetor penuh lainnya, memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal yaitu, hak-hak yang berkaitan dengan saham, antara lain hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), hak atas pembagian dividen, hak atas saham bonus, dan hak atas HMETD. Tidak terdapat Pembeli Siaga dalam Penawaran Umum Terbatas IV Perseroan. Apabila saham-saham yang ditawarkan dalam PUT IV tersebut tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada para pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya sebagaimana tercantum dalam Sertifikat HMETD secara proposional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan. Jika masih terdapat sisa saham dari jumlah yang ditawarkan, maka sisa saham tersebut tidak akan dikeluarkan Perseroan dari portepel.

    PT Bank MNC Internasional Tbk.

    Kegiatan Usaha: Bergerak dalam bidang usaha jasa perbankan

    Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia Kantor Pusat:

    Gedung MNC Financial Center Lantai 6-8 Jl. Kebon Sirih Raya No. 27

    Jakarta Pusat 10340 Tel. (+ 62 21) 2980 5555- Fax. (+ 62 21) 3983 6700

    www.mncbank.co.id

    RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN ADALAH RISIKO KREDIT YAITU RISIKO YANG TERJADI AKIBAT KEGAGALAN PIHAK LAWAN/DEBITUR/COUNTERPARTY MEMENUHI KEWAJIBANNYA. RISIKO USAHA LAINNYA YANG MUNGKIN DIHADAPI OLEH PERSEROAN TERCANTUM PADA BAB V PROSPEKTUS INI.

    Keterangan 31 Maret 31 Desember

    2015 2014 2013 2012 2011 2010 Giro wajib minimum valuta asing 8,27% 8,22% 8,31% 8,74% 8,78% 1,68% Pelanggaran BMPK 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% Pelampauan BMPK 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% Posisi Devisa Neto (PDN) 1,59% 6,10% 4,04% 4,19% 3,96% 8,83%

    ** Pertumbuhan pendapatan bunga neto, laba operasional dan laba komprehensif 31 Maret 2015 merupakan perbandingan dengan periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2014.

  • 2

    RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN Perseroan didirikan dengan nama PT Bank Bumiputera Indonesia, berkedudukan di Jakarta berdasarkan Akta Pendirian No. 49 tanggal 31 Juli 1989, dibuat di hadapan Sri Rahayu, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta dan telah mendapat pengesahan dari Menkumham dengan Surat Keputusan No.C2-7223-HT.01.01-Th89 tanggal 9 Agustus 1989, didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No.692/Not./1989/PN.JKT.SEL. tanggal 24 Agustus 1989 serta telah diumumkan dalam BNRI No.75 tanggal 19 September 1989, Tambahan No.1917/1989. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, antara lain sebagai berikut:

    1. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No. 50 tanggal 21 April 2014, yang dibuat

    di hadapan Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-01476.40.21.2014 tanggal 28 April 2014 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kemenkumham di bawah No. AHU-01467.40.21.2014 tanggal 28 April 2014. Berdasarkan Akta No. 50/2014, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui (i) perubahan Pasal 13 ayat (2) Anggaran Dasar tentang Direksi dan (ii) perubahan Pasal 16 ayat (3) Anggaran Dasar tentang Dewan Komisaris.

    2. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No. 57 tanggal 16 Juli 2014, yang dibuat di hadapan Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-06038.40.20.2014 tanggal 24 Juli 2014 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kemenkumham di bawah No. AHU-0076890.40.80.2014 tanggal 24 Juli 2014. Berdasarkan Akta No. 57/2014, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui untuk menegaskan kembali perubahan nama Perseroan menjadi PT Bank MNC Internasional Tbk sehingga mengubah Pasal 1 ayat (1) Anggaran Dasar.

    3. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar PT Bank ICB Bumiputera Tbk. No. 85 tanggal 16 Oktober 2014, yang dibuat di hadapan Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-07447.40.21.2014 tanggal 16 Oktober 2014 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kemenkumham dibawah No. AHU-0107007.40.80.2014 tanggal 16 Oktober 2014. Berdasarkan Akta No. 85/2014, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui untuk meningkatkan modal disetor dan modal ditempatkan Perseroan dari semula sebesar Rp548.607.854.100 menjadi sebesar Rp804.624.852.700 melalui penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dengan harga pelaksanaan Rp100 setiap saham. Bersamaan dengan Penawaran Umum Terbatas III, para pemegang saham Perseroan menyetujui penerbitan sebanyak-banyaknya 1.828.692.847 Waran seri II yang dapat dikonversi menjadi 1.828.692.847 saham baru dengan nilai nominal Rp100 setiap saham dengan harga pelaksanaan Rp150 setiap saham.

    4. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No. 14 tanggal 10 Desember 2014, yang dibuat di hadapan Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-12711.40.20.2014 tanggal 11 Desember 2014 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kemenkumham di bawah No. AHU-0129656.40.80.2014 tanggal 11 Desember 2014. Berdasarkan Akta No. 14/2014, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui peningkatan modal dasar dari Rp2.000.000.000.000 menjadi Rp6.000.000.000.000 yang terbagi atas 60.000.000.000 saham, masing-masing dengan nilai nominal sebesar Rp100.

  • 3

    RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN Perseroan didirikan dengan nama PT Bank Bumiputera Indonesia, berkedudukan di Jakarta berdasarkan Akta Pendirian No. 49 tanggal 31 Juli 1989, dibuat di hadapan Sri Rahayu, S.H., pada waktu itu Notaris di Jakarta dan telah mendapat pengesahan dari Menkumham dengan Surat Keputusan No.C2-7223-HT.01.01-Th89 tanggal 9 Agustus 1989, didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No.692/Not./1989/PN.JKT.SEL. tanggal 24 Agustus 1989 serta telah diumumkan dalam BNRI No.75 tanggal 19 September 1989, Tambahan No.1917/1989. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, antara lain sebagai berikut:

    1. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No. 50 tanggal 21 April 2014, yang dibuat

    di hadapan Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-01476.40.21.2014 tanggal 28 April 2014 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kemenkumham di bawah No. AHU-01467.40.21.2014 tanggal 28 April 2014. Berdasarkan Akta No. 50/2014, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui (i) perubahan Pasal 13 ayat (2) Anggaran Dasar tentang Direksi dan (ii) perubahan Pasal 16 ayat (3) Anggaran Dasar tentang Dewan Komisaris.

    2. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No. 57 tanggal 16 Juli 2014, yang dibuat di hadapan Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-06038.40.20.2014 tanggal 24 Juli 2014 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kemenkumham di bawah No. AHU-0076890.40.80.2014 tanggal 24 Juli 2014. Berdasarkan Akta No. 57/2014, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui untuk menegaskan kembali perubahan nama Perseroan menjadi PT Bank MNC Internasional Tbk sehingga mengubah Pasal 1 ayat (1) Anggaran Dasar.

    3. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar PT Bank ICB Bumiputera Tbk. No. 85 tanggal 16 Oktober 2014, yang dibuat di hadapan Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-07447.40.21.2014 tanggal 16 Oktober 2014 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kemenkumham dibawah No. AHU-0107007.40.80.2014 tanggal 16 Oktober 2014. Berdasarkan Akta No. 85/2014, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui untuk meningkatkan modal disetor dan modal ditempatkan Perseroan dari semula sebesar Rp548.607.854.100 menjadi sebesar Rp804.624.852.700 melalui penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dengan harga pelaksanaan Rp100 setiap saham. Bersamaan dengan Penawaran Umum Terbatas III, para pemegang saham Perseroan menyetujui penerbitan sebanyak-banyaknya 1.828.692.847 Waran seri II yang dapat dikonversi menjadi 1.828.692.847 saham baru dengan nilai nominal Rp100 setiap saham dengan harga pelaksanaan Rp150 setiap saham.

    4. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No. 14 tanggal 10 Desember 2014, yang dibuat di hadapan Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat persetujuan Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-12711.40.20.2014 tanggal 11 Desember 2014 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kemenkumham di bawah No. AHU-0129656.40.80.2014 tanggal 11 Desember 2014. Berdasarkan Akta No. 14/2014, para pemegang saham Perseroan telah menyetujui peningkatan modal dasar dari Rp2.000.000.000.000 menjadi Rp6.000.000.000.000 yang terbagi atas 60.000.000.000 saham, masing-masing dengan nilai nominal sebesar Rp100.

    5. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No. 76 tanggal 26 Mei 2015 yang dibuat dihadapan Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, yang telah mendapat penerimaan pelaporan Menkumham berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.03-0934870 tanggal 27 Mei 2015 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan Nomor AHU-3509467.AH.01.11 Tahun 2015 tanggal 27 Mei 2015. Berdasarkan Akta No. 76/2015, rapat umum pemegang saham telah menyetujui perubahan anggaran dasar dalam rangka pemenuhan ketentuan Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham dan No. 32/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris.

    Berdasarkan keputusan RUPSLB pada tanggal 21 April 2014 diputuskan alokasi pemberian MESOP Perseroan sejumlah 82.291.178 lembar saham dengan harga pelaksanaan Rp130, dengan alokasi sebagai berikut:

    Alokasi Bagian Jumlah MESOP Periode Pelaksanaan I 10% 8.229.119 Oktober 2014 dan April 2015 II 30% 24.687.353 April 2015 dan Oktober 2015 III 30% 24.687.353 Oktober 2015 dan April 2016 IV 30% 24.687.353 April 2016

    Total 100% 82.291.178 Catatan: Hingga Prospektus ini diterbitkan, belum ada MESOP yang dikonversi. Pelaksanaan MESOP di bulan Oktober 2015 tidak mempengaruhi jumlah HMETD karena Pemegang MESOP akan mendapat distribusi pada tanggal 14 Oktober 2015 sedangkan tanggal pencatatan (recording date) DPS yang berhak pada 7 Oktober 2015. Selain itu Perseroan juga menyetujui pelaksanaan penambahan modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sehingga keseluruhan pelaksanaan penambahan modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dan MESOP berjumlah setinggi-tingginya 10% dari modal disetor, masing-masing dengan nilai nominal Rp100 (seratus rupiah) per saham kepada investor-investor sesuai Peraturan BAPEPAM-LK No.IX.D.4 tentang Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih