abe-pengenalan anion dan kation

Download Abe-pengenalan Anion Dan Kation

Post on 25-Jun-2015

1.716 views

Category:

Documents

15 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB I PENDAHULUAN1.1 TUJUAN PERCOBAAN 1. Dapat menyebutkan prosedur analisa berbagai macam anion dan menuliskan reaksinya. 2. Dapat menyebutkan prosedur analisa berbagai macam kation dan menuliskan reaksinya. 1.2 DASAR TEORI 1.2.1 Analisa Kualitatif Analisa kualitatif yang bertujuan untuk mengenali komposisi atau struktur bahan kimia, cukup banyak jenisnya, sesuai dengan jenis bahan kimia yang yang terdapat dalam sampel. Analisis kualitatif untuk bahan organik biasanya menjadi bahan kajian dari kimia organik sehingga tidak dimasukkan kedalam kimia analitik. Bahan kimia dalam sampel anorganik juga cukup banyak ragamnya sesuai dengan struktur dari bahan tersebut. Bahan kimia anorganik molekuler berbeda cara penetapannya dengan bahan kimia anorganik ionik. (Drs. M. Sodiq Ibnu, M.Si, 2005) Analisa Kualitatif merupakan suatu proses dalam mendeteksi keberadaan suatu unsur kimia dalam cuplikan yang tidak diketahui. Analisa kualitatif merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mempelajari kimia dan unsur - unsur serta ion-ionnya dalam larutan. Dalam metode analisis kualitatif digunakan beberapa pereaksi diantaranya pereaksi golongan, dan pereaksi spesifik, kedua pereaksi ini dilakukan untuk mengetahui jenis anion dan kation suatu larutan. Analisis kualitatif kation dan anion secara sistematis telah berkembang cukup lama. Berkat kajian yang dilakukan oleh Karl Remegius Fresenius sejak tahun

1

LABORATORIUM KIMIA DASAR JURUSAN TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

1840, yang kemudian diterbitkan sebagai buku pada tahun 1897. Langkah-langkah analisis kation dan anion dapat dilakukan secara sistematis melalui diagram alir, yang sampai saat ini menjadi standar untuk kajian analisis kualitatif bahan anorganik. Analisis kualitatif untuk anion dan kation dikaji secara terpisah. Analisis kualitatif anion lebih sederhana dibandingkan dengan analisis kation, tetapi analisis kualitatif anion memerlukan ketelitian dalam melakukan observasi dari gejala-gejala yang timbul. (Drs. M. Sodiq Ibnu, M.Si, 2005) 1.2.2 Analisa Anion Analisis anion diawali dengan uji pendahuluan untuk memperoleh gambaran ada tidaknya anion tertentu atau kelompok anion yang memiliki sifat-sifat yang sama. Selanjutnya diikuti dengan proses analisis yang merupakan uji spesifik dari anion tertentu. Pemisahan secara fisik dari anion umumnya tidak penting, karena uji spesifik anion hanya peka terhadap anion tertentu dan tidak peka untuk anion lainnya. Hanya bila terjadi interferensi atau gangguan dalam suatu analisis anion oleh anion lain maka diperlukan langkah awal proses pemisahan. Beberapa uji pendahuluan atau uji identifikasi atau uji spesifik dapat dilakukan dalam fasa padatan, tetapi untuk memperoleh validitas pengujian yang tinggi biasanya dilakukan dalam keadaan larutan. Uji pendahuluan anion yang dimaksudkan untuk memisahkan anion pengoksidasi dan anion pereduksi kedalam empat golongan atau kelompok yang didasarkan pada reaksinya terhadap larutan asam perklorat, HClO4 encer dan ion perak, Ag+. Informasi tambahan diperoleh dari reaksinya terhadap asam sulfat pekat pada sampel yang tidak diketahui komposisinya. Uji pendahuluan ini dapat dideteksi dari terjadinya perubahan warna, timbulnya gas, dan terbentuknya endapan. (Drs. M. Sodiq Ibnu, M.Si, 2005)

2

LABORATORIUM KIMIA DASAR JURUSAN TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

S2CO32CrO42- atau Br-

PO43SO32Cr2O72I-

SO42NO3Cl-

MnCl2(aq) HCl(aq) Warna hitamcokelat anion pengoksidasi NO2-, NO3-, CrO4Endapan biru prusi anion pereduksi S2-, SO32-, I-, NO2-

FeCl3(aq), + H+ K3[Fe(CN)6](aq)

H2SO4(pekat)

Perubahan warna dari: CrO42-, Cr2O72Gas tak berwarna, tak berbau dari: CO32Gas tak berwarna, berbau menyengat dari: SO32-, S2-, ClGas berwarna dari: NO2-, I-, Br]

Gb 1.1. Diagram Alir Uji Pendahuluan Anion

3

LABORATORIUM KIMIA DASAR JURUSAN TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

1.2.3 Analisa Kation Langkah dalam analisa kation secara umum dapat dikategorikan dalam tiga tahapan sebagai berikut: 1. Tahap pertama: Pemisahan kation-kation ke dalam golongan Kation dalam tiap kelompok diendapkan sebagai senyawa, dengan

menggunakan pereaksi pengendap golongan tertentu. Endapan yang dihasilkan mengandung kation-kation dalam satu golongan. Pemisahan endapan dari larutannya biasanya cukup dilakukan dengan teknik sentrifugasi yang diteruskan dengan dekantasi. Kemudian pereaksi pengendap golongan berikutnya ditambahkan pada larutan hasil dekantasi.

2. Tahap kedua: Pemisahan kation-kation dari tiap golongan Serangkaian reaksi dilakukan untuk dapat memisahkan satu kation dalam satu kelompok dari kation lainnya. Reaksi yang dipilih harus dilakukan secara hatihati untuk mendapatkan keuntungan tentang kemiripan dan perbedaan sifatsifat kimia. 3. Tahap ketiga: identifikasi tiap kation Keberadaan suatu kation dikonfirmasi atau diidentifikasi dengan menggunakan satu atau lebih reaksi kimia yang karakteristik atau spesifik suatu kation. (Drs. M. Sodiq Ibnu, M.Si, 2005)

4

LABORATORIUM KIMIA DASAR JURUSAN TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

1.2.3.1 Pemisahan Kation Golongan I Dengan pemberian larutan amonia apabila terdapat endapan putih, berarti mengandung Pb2+, apabila endapan yang terbentuk berwarna hitam, maka mengandung merkirium (I) (Mg2+), endapan hitam yang terbentuk adalah dari campuran logam merkurium dan merkurium (II) amidonitrat basa. Sedangkan apabila endapan berwarna cokelat maka itu merupakan perak oksida, dan apabila pada reagensia berlebih endapan ini larut dan terbentuk ion kompleks diaminaargenat.( A.I. Vogel, 1990) 1.2.3.2 Pemisahan Kation Golongan II Uji adanya merkurium (II) apabila dalam larutan diberi natrium hidroksida dalam jumlah sedikit endapan merah-kecoklatan dengan komposisi yang berbeda-beda, sedangkan jika ditambah dalam jumlah yang stoikiometri, endapan berubah menjadi kuning ketika terbentuk merkurium (II) oksida. Endapan ini akan sangat mudah dilarutkan dengan asam. Untuk menguji ion bismut (III) dengan natrium hidroksida akan terbentuk endapan putih bismut (III) hidroksida. Dan endapan ini larut dalam asam. Untuk menguji ion tembaga (II), setelah diberi natrium hidroksida dalam larutan dingin, terbentuk endapan biru tembaga hidrioksida, dan apabila dipanaskan endapan diubah menjadi tembaga(II) oksida hitam oleh dehidratasi. Apabila terdapat ion kadmium (II), akan terbentuk endapan putih kadmium (II) hidroksida, warna dan komposisinya tetap tak berubah bila didihkan. Larutan natium hidroksida, akan mengubah timah (II) menjadi timah (II) hidroksida yang berupa endapan putih dan endapan ini larut dalam alkali berlebih, dan tidak larut dalam amonia berlebih. (A.I. Vogel, 1990)

5

LABORATORIUM KIMIA DASAR JURUSAN TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

1.2.3.3 Pemisahan Kation Golongan III Apabila menguji besi (II) dalam larutan amonium sulfat akan terbentuk endapan hitam besi (II) sulfida, yang larut dengan mudah dalam asam, endapan yang basah akan menjadi coklat setelah terkena udara, karena dioksidasikan menjadi besi (II) sulfat basa. Larutan amonium sulfida akan menjadikan endapan putih dari alumunium hidroksida. Akan terbentuk endapan hitam kobalt (II) sulfida dari larutan netral atau basa apabila ditambahkan amonium sulfida. Endapan tak larut dalam asam klorida encer dan asam asetat. Apabila dalam larutan diberi larutan amonium sulfida akan terbentuk endapan hitam nikel sulfida dari larutan neral atau sedikit basa. Jika reagensia ditambahkan secara berlebih, akan terbentuk larutan koloid coklat tua, yang akan mengalir menembus kertas saring. Pada larutan yang mengandung mangan (II) apabila diberi amonium sulfida akan terbentuk endapan merah jambu mangan (II) sulfida. Endapan mudah larut dalam asam-asam mineral dan dalam asam asetat. Akan terbentuk endapan putih zink sulfida apabila zink (II) dicampur dengan amonium sulfida. Endapan tak larut dalam reagensia berlebih dan dalam asetat ataupun dalam larutan basa alkali. Tetapi larut dalam asam-asam mineral encer. (A.I. Vogel, 1990)

1.2.3.4 Pemisahan Kation Golongan IV Uji ion barium apabila diberi larutan amonium karbonat akan terbentuk endapan putih barium karbonat yang larut dalam asam asetat dan asam mineral encer. Endapan putih stronsium karbonat, ciri-ciri khasnya (kelarutan yang sedikit dalam garam-garam amonium, terurai oleh asam), adalah serupa dengan ciri-ciri khas barium karbonat. Endapan amorf putih kalsium karbonat apabila didihkan, endapan akan membentuk kristal. Endapan akan larut dalam air yang

6

LABORATORIUM KIMIA DASAR JURUSAN TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

mengandung asam karbonat berlebihan (misalnya air soda yang baru dibuat). (A.I. Vogel, 1990)

1.2.3.5 Pemisahan Kation Golongan V Larutan yang mengandung kalium, apabila diberi larutan asam tartrat (larutan natrium hidrogen tartrat) endapan yang terbentuk adalah endapan kristalin putih kalium hidrogen tartrat. Tidak terdapat endapan pada larutan garam natrium apabila menggunakan asam tartrat. Apabila pada amonium, bila diberi larutan natrium hidrogen tartrat maka akan terdapat endapan putih amonium tartrat, dan dilepaskan gas amonia sewaktu endapan dipanaskan dengan natrium hidroksida. (A.I. Vogel, 1990)

7

LABORATORIUM KIMIA DASAR JURUSAN TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Ag+, Pb2+, Hg22+, Hg2+, Cu2+, SbO+, Sn2+, Mn2+, Fe2+, Fe3+, Co2+, Ni2+, Al3+, Cr3+, Zn2+, Ba2+, Ca2+, Mg2+, K+, Na+, NH4+ HCL 6 M dingin

Golongan I Hg2Cl2, PbCl2, AgCl

Hg2+, Cu2+, SbO+, Sn2+, Mn2+, Fe2+, Fe3+, Co2+, Ni2+, Al3+, Cr3+, Zn2+, Ba2+, Ca2+, Mg2+, K+, Na+, NH4+ HCl 6M, H2O2 3%, NH3 6M, CH3C(S)NH2, pH=0,5

Golongan II HgS, PbS, CuS, Sb2S3, SnS2

PO43-, Cr2O72-, NO3-, SO42-, NO2HCL didihkan, NH3 6 M, CH3C(S)NH2, Ph = 7

Golongan III MnS, FeS, NiS, ZnS, Al(OH)3, Cr(OH)3

Ba2+,