bab iii landasan teori 3.1 open open source. 3.1.1 definisi open source open source adalah istilah...

Download BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Open Open source. 3.1.1 Definisi Open source Open source adalah istilah untuk

Post on 30-Sep-2020

0 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 12

    BAB III

    LANDASAN TEORI

    3.1 Open source

    3.1.1 Definisi Open source

    Open source adalah istilah untuk software yang kode programnya

    disediakan oleh pengembangan untuk umum agar dapat dipelajari, diubah, atau

    dikembangkan cara kerjanya secara lebih lanjut dan disebarluaskan atau program

    yang mengandung perintah yang dapat mengkordinasikan semua aktivitas di antara

    sumber daya piranti keras computer (Wido, 2011). Source adalah perintah-perintah

    yang digunakan untuk membuat aplikasi sedangkan open source adalah sistem

    pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh individu / lembaga pusat, tetapi oleh

    para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source code)

    yang sudah tersebar dan tersedia secara bebas.

    Konsep open source software pada intinya adalah membuka source code

    dari sebuah software. Dengan mengetahui logika yang ada di kode sumber, maka

    orang lain dapat membuat perangkat lunak yang sama fungsinya. Open source

    artinya tidak harus gratis karena perangkat lunak yang telah dibuat dapat di buka

    kode sumbernya, mempatenkan algoritmanya, mendaftarkan hak ciptanya dan tetap

    menjual perangkat lunak tersebut secara komersial.

    Keberadaan open source software ini sangat ditunjang oleh internet, karena

    mula-mula open source software diambil dari internet kemudian digunakan dan

    diperbaiki oleh orang lain apabila terdapat kesalahan. Hasil perbaikan dari open

    source ini kemudian dipublikasikan kembali melalui internet yang dapat

    memungkinkan untuk digunakan dan diperbaiki lagi oleh orang lain, dan begitu

    seterusnya. Oleh karena itu open source software akan terus berkembang dan tidak

  • 13

    mungkin ketinggalan jaman. Dalam segi keamanan penggunaan open source

    software cukup aman jika menggunakan software berlisensi, maka orang lain tidak

    akan tahu apa saja perintah-perintah yang terjadi ketika menekan tombol instalasi

    software tersebut di komputer. Apabila yang membuat software tersebut adalah

    orang jahat, maka orang lain dapat menyisipkan perintah untuk menyalin data-data

    pribadi yang ada melalui software lisensi yang di buat.

    3.1.2 Sejarah Open source

    Istilah open source (kode program terbuka) baru dipopulerkan pada tahun

    1998. Namun, sebenarnya sejarah peranti lunak open source dimulai semenjak

    kultur hacker berkembang di laboratorium-laboratorium komputer di universitas-

    universitas Amerika seperti Stanford, Berkeley, Carnegie Mellon and MIT pada

    tahun 1960-an dan 1970-an. Pada awalnya source code tumbuh dari suatu komunitas

    pemrogram yang berjumlah kecil namun tiap-tiap orang dapat saling bertukar kode

    program dan memodifikasinya sesuai dengan keperluan yang ada. Hasil

    modifikasinya juga disebarkan sehingga perkembangan source code dipelopori oleh

    Richard Stallman dan kawan-kawannya dengan mengembangkan banyak aplikasi di

    komputer DEC PDP-10. Namun, awal tahun 1980-an komunitas hacker di MIT dan

    universitas-universitas lain tersebut bubar karena DEC menghentikan PDP-10.

    Akibatnya, banyak aplikasi yang dikembangkan di PDP-10 menjadi kadaluarsa.

    Pengganti PDP-10, seperti VAX dan 68020, memiliki sistem operasi sendiri dan

    tidak ada satupun piranti lunak bebas. Pengguna harus menandatangani

    nondisclosure agreement untuk bisa mendapatkan aplikasi yang bisa dijalankan di

    sistem-sistem operasi ini.

  • 14

    Karena itulah pada Januari 1984 Richard Stallman keluar dari MIT, agar

    MIT tidak bisa mengklaim piranti-piranti lunak yang dikembangkannya. Dan tahun

    1985 dia mendirikan organisasi nirlaba Free Software Foundation (FSF) dengan

    tujuan utama organisasi ini adalah untuk mengembangkan sistem operasi. Dengan

    FSF, Stallman telah mengembangkan berbagai piranti lunak: gcc (pengompilasi C),

    gdb (debugger), Emacs (editor teks) dan perkakas-perkakas lainnya yang dikenal

    dengan peranti lunak GNU.

    Akan tetapi Stallman dan organisasi nirlabanya hingga sekarang belum

    berhasil mengembangkan suatu kernel sistem operasi yang menjadi target utamanya.

    Ada beberapa penyebab kegagalannya, salah satu yang mendasar adalah sistem

    operasi tersebut dikembangkan oleh sekelompok kecil pengembang dan tidak

    melibatkan komunitas yang lebih luas dalam pengembangannya.

    Pada tahun 1991, seorang mahasiswa S2 di Finland mulai mengembangkan

    suatu sistem operasi yang disebutnya Linux. Dalam pengembangannya Linus

    Torvalds melempar kode program dari Linux ke komunitas terbuka untuk

    dikembangkan bersama. Komunitas Linux terus berkembang dimana kemudian

    akhirnya melahirkan distribusi-distribusi Linux yang berbeda tetapi mempunyai

    pondasi yang sama yaitu kernel Linux dan librari GNU glibc seperti RedHat, SuSE,

    Mandrake, Slackware dan Debian dan lain sebagainya. Beberapa dari distribusi di

    atas ada yang bertahan dan besar, bahkan sampai menghasilkan distro turunan

    contohnya adalah Distro Debian GNU/Linux. Distro ini telah menghasilkan puluhan

    distro anak, antara lain Ubuntu, Knoppix, Xandros, dan lainnya.

    Kontribusi utama lain dari FSF selain perangkat lunak adalah lisensi GPL

    (GNU public License), dimana lisensi ini memberi kebebasan bagi penggunanya

    untuk menggunakan dan melihat kode program, memodifikasi dan mendistribusi

  • 15

    ulang peranti lunak tersebut dan juga jaminan kebebasan untuk menjadikan hasil

    modifikasi tersebut tetap bebas didistribusikan. Linus Torvalds juga menggunakan

    lisensi ini dalam pengembangan dasar Linux.

    Seiring dengan semakin stabilnya rilis dari distribusi Linux, semakin

    meningkat juga minat terhadap peranti lunak yang bebas untuk di sharing seperti

    Linux dan GNU tersebut, juga meningkatkan kebutuhan untuk mendefinisikan jenis

    peranti lunak tersebut. Akan tetapi teminologi “free” yang dimaksud oleh FSF

    menimbulkan banyak persepsi dari tiap orang yang sebagian mengartikan kebebasan

    sebagaimana yang dimaksud dalam GPL dan sebagian lagi mengartikan untuk arti

    gratis dalam ekonomi. Para eksekutif di dunia bisnis juga merasa khawatir karena

    keberadaan perangkat lunak gratis dianggap aneh.

    Kondisi ini mendorong munculnya terminologi “open source” dalam tahun

    1998, yang juga mendorong terbentuknya OSI (Open source Initiative) suatu

    organisasi nirlaba yang mendorong pemasyarakatan dan penyatuan open source,

    yang diinisiasi oleh Eric Raymond beserta timnya. Gambar 3.1 merupakan logo dari

    open source.

    Gambar 3.1. open source

    Sumber www.biglever.com

    Berdasarkan Program, open source dapat diutak-atik oleh siapa saja

    sehingga tampilan dan fungsinya sesuai dengan yang menggunakan. Hal tersebut

  • 16

    sesuai dengan namanya yaitu open source, yang artinya source code yaitu dapat

    dimodifikasi oleh siapapun. Sedangkan program berbayar menutup source code

    programnya, sehingga tidak bisa dirubah oleh siapapun kecuali perusahaan

    pembuatnya. Oleh karena itu, jenis program ini dikatakan program gratisan.

    3.2 Contoh Open source

    Seiring dengan berkembangnya zaman, serta beberapa kemudahan yang

    ditawarkan oleh open source. Berikut ini ada contoh dari beberapa open source yang

    sering digunakan oleh instansi atau masyarakat umum, yaitu :

    3.2.1 Unix atau Linux

    Pada tahun 1969, Ken Thompson dan Dennis Ritchie (developer bahasa

    C), para peneliti di AT&T Bell Laboratorium Amerika, membuat sistem operasi

    UNIX, yaitu cikal bakal dari Linux. UNIX mendapatkan perhatian besar karena

    merupakan sistem operasi pertama yang dibuat bukan oleh hardware maker. Selain

    itu juga karena seluruh source code yang pernah dibuat menggunakan bahasa C,

    sehingga mempermudah pemindahannya ke berbagai platform. Gambar 3.2

    merupakan logo dari Linux

    Gambar 3.2 Linux

    Sumber http://1.bp.blogspot.com

    http://1.bp.blogspot.com/

  • 17

    Dalam waktu singkat UNIX berkembang secara pesat dan terpecah dalam

    dua aliran : UNIX yang dikembangkan oleh Universitas Berkeley dan yang

    dikembangkan oleh AT&T. Setelah itu mulai banyak perusahaan yang melibatkan

    diri sehingga terjadi persaingan yang melibatkan banyak perusahaan untuk

    memegang kontrol dalam bidang sistem operasi. Persaingan ini menyebabkan perlu

    adanya standarisasi.

    Dari sini lahirlah proyek POSIX (Portable Operating System Interface for

    UNIX) yang dimotori oleh IEEE (The Institute of Electrical and Electronics

    Engineers) yang bertujuan untuk menetapkan spesifikasi standar UNIX. Akan tetapi,

    standarisasi ini tidak meredakan persaingan karena semenjak saat itu, muncul

    berbagai macam jenis UNIX.

    Salah satu diantaranya adalah MINIX yang dibuat oleh A.S. Tanenbaum

    untuk tujuan pendidikan. Source code MINIX inilah yang dijadikan oleh Linus

    Torvalds sebagai referensi untuk membuat sistem operasi baru yang gratis dan

    source code (kode programnya) bisa diakses oleh umum. Sistem operasi ini

    kemudian diberi nama Linux yang dalam membangun Linux, Linus menggunakan

    tool-tool dari Free Foundation Software yang berlisensi GNU. Kemudian

    me

View more