badan meteorologi klimatologi dan geofisika cuaca terkait kejadian banjir ... pada peta angin...

Download BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA CUACA TERKAIT KEJADIAN BANJIR ... Pada peta angin gradien

Post on 11-Apr-2019

213 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BMKG

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

BALAI BESAR METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA WILAYAH II CIPUTAT

JL. H.Abdulgani No. 05, Kampung Bulak, Cempakaputih, Ciputat Timur, Po. Box: 39/15412 Telepon : (021) 7402739, 7444338 -Facsimile: (021)7426485, E_mail : bbmkg2@bkmg.go.id

BMKG

ANALISA CUACA TERKAIT KEJADIAN BANJIR DI WILAYAH DESA CITASUK KECAMATAN PADARINCANG KABUPATEN SERANG

TANGGAL 29 NOPEMBER 2016 PUKUL 02.54 WIB DINI HARI

I. INFORMASI KEJADIAN

II. DATA OBSERVASI

Data pengamatan diperoleh dari Stasiun Klimatologi Pondok Betung, Tangerang Selatan. Arah dan Kecepatan angin

tidak terpantau (tidak ada peralatan) sedangkan curah hujan selama 24 Jam tanggal 28 Nopember 2016 di Pos

Pengamatan curah hujan yang berada di sekitar lokasi kejadian adalah Ciomas tercatat 97.0 mm/hari. Padarincang

tercatat 75.0 mm/hari dan Cinangka 25.0 mm/hari.

III. ANALISA METEOROLOGI

INDIKATOR KETERANGAN

1. Pola Angin (Sumber: BOM Australia, skala synoptic)

Pola Angin Model ARPEGE tgl 27 Nopember 2016 Running jam 18.00 UTC (Synergie4.6, skala meso)

Pada peta angin gradien tanggal 28/11/2016 jam 07.00 WIB terlihat adanya tekanan rendah di wilayah Samudra Hindia bagian Selatan Bengkulu. Kondisi ini menyebabkan daerah Jawa Bagian Barat mengalami perlambatan kecepatan angin sehingga memberi peluang untuk terjadinya pertumbuhan awan hujan. Sedangkan pada tanggal 28/11/2016 jam 19.00 WIB pusat tekanan udaranya semakin rendah nilainya di Samudra Hindia Bagian selatan Bengkulu serta angin di sekitarnya mengalami perlambatan kecepatan Sehingga berpotensi untuk terjadinya cuaca buruk (hujan deras atau hujan dengan waktu yang panjang) di wilayah Banten. Pada model ARPEGE run 27/11/2016 pukul 18.00 UTC pada Lapisan 1000 hpa tanggal 28/11/2016 pukul 22.00 WIB di bagian Tengah wilayah Banten terdapat pola siklonik dan wilyah Kab. Serang termasuk dalam daerah belokan, sehingga Kondisi tersebut sangat baik untuk pertumbuhan awan - awan konveksi yang kuat dan kejadian cuaca buruk di wilayah Kab. Serang. Hal ini bertepatan terjadinya kejadian hujan yang mengakibatkan banjir di Kab. Serang.

LOKASI Kp.Sukamaju Rt26 Desa Citasuk Kecamatan Padarincang, Serang, Banten

TANGGAL 29 Nopember 2016

DAMPAK Terjadi banjir dengan ketinggian air kurang lbh 70 Cm pada pukul 02.54 WIB.

Pola Angin Model ARPEGE tgl 29 Nopember 2016 Running jam 00.00 UTC (Synergie4.6, skala meso)

Pada model ARPEGE run 29/11/2016 pukul 00.00 UTC pada Lapisan 1000 hpa tanggal 30/11/2016 pukul 22.00 WIB dan tanggal 01/12/2016 Pukul 01.00 WIB terlihat pola Shearline di atas wilayah Banten Bagian Utara serta pada tanggal 02/12/2016 pukul 07.00 WIB terdapat pola shearline di atas wilayah Banten bagian utara dan Pola konvergen memanjang dari Kab. Pandeglang bagian Tengah hingga Kab. Serang bagian Utara. Sehingga kondisi tersebut sangat baik untuk pertumbuhan awan-awan konveksi yang kuat dan kejadian cuaca buruk di wilayah tersebut.

2. Anomali Suhu Muka Laut (Skala Synoptic) Suhu muka laut di sekitar perairan Selatan Banten pada tanggal 27/11/2016 berkisar antara 28C hingga 29C. Suhu muka laut pada kisaran tersebut termasuk dalam kategori hangat yang mengindikasikan bahwa pasokan uap air dari perairan tersebut ke wilayah Banten (Pulau Jawa) sangat banyak, sehingga sangat mendukung untuk terjadinya pertumbuhan awan-awan hujan (awan konvektif) di wilayah Propinsi Banten. Pertumbuhan awan konvektif yang cukup aktif berpotensi menyebabkan terjadinya hujan yang disertai kilat/petir dan angin kencang. Sedangkan anomali suhu muka laut berkisar antara 0.5C 1.5C terhadap normalnya. Hal ini menunjukkan kondisi suhu muka laut berada pada nilai diatas normal.

3. Kelembaban Udara (Skala Meso/Lokal) Kelembaban udara di sekitar wilayah Banten pada tanggal 28/11/2016 jam 00.00 WIB berkisar antara 80 - 90 % dan pada tanggal 28/11/2016 jam 19.00 WIB berkisar antara 80-90 %. Pada lapisan ini menunjukkan bahwa kondisi uap air di udara memenuhi persyaratan untuk terjadinya pertumbuhan awan-awan hujan pada malam hari.

4. Citra Satelit Cuaca Pada citra satelit Himawari-8 canal-IR tanggal 28/11/2016 terlihat adanya pertumbuhan awan-awan hujan di sekitar wilayah Padarincang, Serang, Banten pada jam 23.00 WIB yang kemudian terus berkembang hingga jam 01.00 WIB tanggal 29/11/2016 dan mulai memudar pada jam 04.00 WIB. Perkembangan suhu puncak awan di wilayah Padarincang, Serang, berkisar antara (-70 C - -73 C). Dari nilai suhu puncak awan tersebut, dapat di klasifikasikan bahwa jenis awan-awan yang berpengaruh di wilayah kejadian merupakan jenis awan Comulonimbus (dengan suhu puncak awan di bawah -60C), yang berpotensi menghasilkan hujan disertai petir/kilat.

5. Citra Radar Berdasarkan citra Radar pada web BMKG, terlihat bahwa awan hujan merata seluruh wilayah Banten

kecuali wilayah Tangerang terlihat dari pukul 23.00 Wib. Untuk wilayah Serang bagian Barat terlihat awan hujan dengan intensitas berkisar antara 20 35 dBz pada pukul 23.00 01.10 WIB dan mengalami intensitas maksimum berkisar antara 20 45 dBz pada pukul 01.20 03.00 WIB. Sesuai dengan data RR dari Pos Pengamatan Curah Hujan pada 3(tiga) titik pengamatan di Ciomas tercatat total curah hujan 97.0 mm/hari. Cinangka tercatat total curah hujan 25.0 mm/hari dan Padarincang 75.0 mm/hari

6. Parameter konveksi dengan model WRF run tgl 28/11/2016 jam 00 UTC

Prakiraan Parameter konveksi dengan model

WRF run tgl 29/11/2016 jam 00 UTC

Seperti terlihat pada parameter konveksi model WRF tanggal 28/11/2016 pukul 22.00 UTC terbaca nilai K-indek (KI): 38.03, Lifted index (LI): -4.64, Total totals Index (TTI): 42.51, Sholwalter Index (SSI): -0.75 dan tanggal 29/11/2016 pukul pukul 01.00 UTC terbaca nilai K-indek: 37.45, Lifted index:-4.74, Total totals Index 43.60, Sholwalter Index: -0.17 yang mengidentifikasi penyebab hujan di wilayah Banten disebabkan oleh awan menengah dan konveksi bawah yang sangat memungkinnkan terjadinya hujan lebat disertai badai Guntur/kilat . Pada parameter konveksi model WRF tanggal 30/11/2016 pukul 22.00 WIB dan tanggal 01/12/2016 pukul 01.00 Wib nilai KI berkisar 32 37, LI berkisar -3 - -5, TTI berkisar 40 42 dan SI berkisar 0.10 1.0. Pada tanggal 02/12/2016 pukul 07.00 Wib nilai KI berkisar 34.0 36.5, LI berkisar -4 - -5, TTI berkisar 44 45,5 dan SI berkisar 0.1 1.0. Hal ini menunjukkan nilai yang cukup signifikan. Sehingga diperkirakan pada waktu-waktu tersebut dapat terjadi konvektivitas yang tinggi yang mendukung terjadinya cuaca buruk seperti hujan.

IV. KESIMPULAN

Hujan deras yang mengakibatkan banjir di Wilayah Desa Citasuk Kec. Padarincang, Kab. Serang pada tanggal 29 Nopember 2016 disebabkan adanya proses fisis pelepasan energy laten yang berjalan dengan sebaik-baiknya dan sempurna sehingga terjadi hujan sangat lebat di wilayah Kab. Serang dan sekitarnya.

V. PROSPEK KEDEPAN

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika serta ditunjang parameter-parameter indeks dari model Synergie yang digunakan BBMKGW II Ciputat, potensi cuaca ekstrim masih akan berlangsung pada esok hari tanggal 30 Nopember 2016 di wilayah Kab. Pandeglang dan Kab. Lebak: di bagian Utara. Dan tanggal 02 Desember 2016 di wilayah Kab. Serang dan Kota Cilegon: di bagian Barat dan Utara. Sehingga perlu diwaspadai oleh masyarakat sekitar.

LAMPIRAN

1. STREAMLINE

Gbr 1. Streamline tanggal 29 Nopember 2016 jam 07.00 WIB Gbr 2. Streamline tanggal 29 Oktober 2016 jam 19.00 WIB

2. MODEL ARPEGE STREAMLINE RUN TANGGAL 28/11/2016 PUKUL 15.00 UTC (22.00 WIB), 18.00 UTC

(01.00 WIB, TGL 29/11/2016) dan 21.00 UTC (04.00 WIB TGL 29/11/2016)

Gbr 3. Model ARPEGE Streamline28 Nopember 2016 Jam 22.00 WIB

Gbr 4. Model ARPEGE Streamline29 Nopember 2016 Jam 01.00 WIB

Gbr 5. Model ARPEGE Streamline29 Nopember 2016 Jam 04.00 WIB

MODEL ARPEGE STREAMLINE RUN TANGGAL 29/11/2016 JAM 00.00 UTC DENGAN PRAKIRRAN

TANGGAL 30 NOPEMBER 2016 PUKUL 22.00 WIB, PRAKIRAAN TANGGAL 01 DESEMBER 2016 PUKUL

01.00 WIB, DAN PRAKIRAAN TANGGAL 02 DESEMBER 2016 PUKUL 07.00 WIB

Gbr 6. Model ARPEGE Streamline30 Nopember 2016 Jam 22.00 WIB

Gbr 7. Model ARPEGE Streamline01 Desember 2016 Jam 01.00 WIB

Gbr 8. Model ARPEGE Streamline 02 Desember 2016 Jam 07.00 WIB

3. ANOMALI SUHU MUKA LAUT

Gbr 8. Suhu Muka Laut tanggal 27 Nopember 2016 Gbr 9. Anomali Suhu Muka Laut tanggal 27 Nopember 2016

4. RH ( KELEMBABAN UDARA)

Gbr 10. RH Lapisan 850mb tgl 29 Nop 2016 jam 07.00 WIB Gbr 11. RH Lapisan 850mb tgl 29 Nop 2016 jam 19.00 WIB

5. GAMBAR CITRA SATELIT HIMAWARI 08 IR 29 NOPEMBER 2016

Gbr 12. Citra Satelit 29 Nop 2016 jam 23.00 wib Gbr 13. Citra Satelit 29 Nop 2016 jam 01.00 wib

Gbr 14. Citra Satelit 24 Okt 2016 jam 03.00 wib Gbr 15. Citra Satelit 24 Okt 2016 jam 04.00 wib

6. GAMBAR CITRA RADAR TANGGAL 28 - 29 NOPEMBER 2016

Gbr 16. Citra Radar jam 23.30 wib Gbr 17. Citra Radar jam 00.30 wib

Gbr 18. Citra Radar jam 01.30 wib Gb.19.Citra Radar jam 02.30 wib

Gbr 20. Citra Radar jam 03.30 wib

7. SUHU PUNCAK AWAN

Gbr 21. Suhu Puncak Awan 29 Nopember 2016

8. MODEL WRF PARAMETER KONVEKSI RUN TANGGAL 28/11/2016 PUKUL 15.00 UTC

Gbr 28.

Recommended

View more >