buku ke-3 lapan(revisi 270215) .pdf

Download Buku ke-3 lapan(revisi 270215) .pdf

Post on 01-Jan-2017

227 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Bunga Rampai pemanfaatan Data penginDeRaan

    Jauh untuk mitigasi Bencana

    Lembaga penerbangan dan antariksa nasional2014

  • ii Bunga Rampai Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Mitigasi Bencana

    Bunga Rampai pemanfaatan Data penginderaan Jauh untuk mitigasi BencanaEditor : Dr. Donny Kushardono, Dr. Wikanti Asriningrum, Ir. Wawan K. Harsanugraha, M.Si.

    Desain sampul: M. Priyatna, S.Si., MTI.

    Desain tata letak: Crestpent Press

    Cetakan Pertama : Desember 2014

    ISBN 978-602-14437-5-0

    Dicetak dan diterbitkan oleh:

    KONTAK KAMI

    CRESTPENT PRESSKantor Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah,Institut Pertanian Bogor (P4W-LPPM)Kampus IPB Baranangsiang, JL. Pajajaran, Bogor 16144Telp/Fax. (0251) 8359072, email: crestpent@gmail.com

    Hak Cipta dilindungi undang-undangDilarang mengutip atau memperbanyakSebagian atau seluruh isi buku ini tanpa seizin penerbit

    UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2012 TENTANG HAK CIPTA1. Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyak

    suatu ciptaan atau member izin untuk itu, dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

    2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau men-jual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

  • iii Bunga Rampai Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Mitigasi Bencana

    pengantaR peneRBitPuji syukur di panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah dan rahmat-Nya lah buku bunga rampai Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Mitigasi Bencana ini dapat dirampungkan. Buku bunga rampai ini lahir sebagai manifestasi dari pelaksanaan tugas dan fungsi Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) dalam menyelenggarakan penelitian dan pengembangan model pemanfaatan penginderaan jauh untuk pemantauan lingkungan dan mitigasi bencana.

    Terbitnya buku ini turut andil dalam memperkaya referensi dalam upaya mengatasi berbagai persoalan lingkungan dan kebencanaan yang sering dialami Indonesia dengan pemantauan lingkungan dan berbagai kondisi bencana yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

    Ucapan terima kasih dan penghargaan disampaikan kepada pada peneliti dan penelaah Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, dan seluruh pihak yang telah mencurahkan energi dan waktunya dalam penulisan dan penyusunan buku ini sehingga dapat menjadi alternatif solusi bagi pemecahan masalah-masalah lingkungan dan mitigasi bencana di Indonesia

    Penerbit

  • iv Bunga Rampai Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Mitigasi Bencana

    kata pengantaRAssalamualaikum Wr. Wb. dan salam sejahtera bagi kita semua. Sebagai salah satu negara yang sering mengalami berbagai bencana serta persoalan lingkungan, pemanfaatan data penginderaan jauh dirasakan sangat diperlukan. Oleh karena itu, perkembangan teknologi penginderaan jauh yang makin pesat saat ini menjadi salah satu alternatif solusi bagi pemecahan masalah-masalah lingkungan dan mitigasi bencana di Indonesia.

    Dasawarsa terakhir ini, Indonesia kerap dilanda berbagai bencana seperti: banjir/longsor pada musim hujan, kekeringan dan kebakaran hutan/lahan di musim kemarau, serta letusan gunung api. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melalui Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja) sebagai lembaga pemerintah yang mempunyai tugas dan fungsi menyelenggarakan penelitian dan pengembangan model pemanfaatan penginderaan jauh untuk pemantauan lingkungan dan mitigasi bencana, merasa bertanggungjawab untuk ikut andil dalam upaya mengatasi berbagai persoalan lingkungan dan kebencanaan tersebut.

    Kemajuan teknologi satelit penginderaan jauh yang dapat menghasilkan data dan informasi yang relatif realtime (up to date) dengan cakupan yang luas dan data histori yang baik memungkinkan LAPAN untuk berkontribusi dalam upaya pemantauan lingkungan dan berbagai kondisi bencana yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut, pada tahun mendatang Pusfatja telah mencanangkan pembangunan Pusat Pemantauan Bumi Nasional dengan tujuan utamanya adalah melaksanakan pemantauan lingkungan dan mitigasi bencana menggunakan data penginderaan jauh.

    Berbagai hasil kegiatan terkait dengan penelitian dan kajian pemanfaatan penginderaan jauh untuk pemantauan lingkungan dan mitigasi bencana yang telah dan akan terus dilaksanakan, beserta metodologi yang digunakan diuraikan dalam buku ini.

    Buku ini disusun untuk memberikan wawasan pengetahuan kepada pembaca mengenai Pemanfaatan Penginderaan Jauh dalam pemantauan kondisi lingkungan dan kebencanaan guna mendukung dan memberikan arahan bagi pembangunan di Indonesia. Kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan tidak hanya bagi upaya penyempurnaan penulisan buku serupa di masa yang akan datang, tetapi juga bagi penentuan arah kebijakan Pusfatja pada tahun-tahun berikutnya.

    Pada kesempatan ini saya menyampaikan penghargaan kepada semua pihak, khususnya para peneliti dari Bidang Lingkungan dan Mitigasi Bencana, dan para penelaah, yang telah berupaya keras untuk menyusun dan menerbitkan buku ini.

    Jakarta, Nopember 2014

    Dr. M. Rokhis Khomarudin

  • v Bunga Rampai Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Mitigasi Bencana

    sekapuR siRih

    pemanfaatan penginDeRaan Jauh untuk mitigasi Bencana Di inDonesia

    Dr. M. Rokhis Khomarudin, Wiweka, Parwati SofanPeneliti Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN

    i. peRkemBangan teknoLogi penginDeRaan JauhUsaha manusia untuk memantau kondisi wilayahnya dari udara sudah dilakukan sejak berkembangnnya teknologi fotografi. Perkembangan teknologi fotografi modern pertama dikenalkan oleh Daguerre pada tahun 1839, dan pada tahun 1868 foto udara pertama dilakukan dengan menggunakan balon di atas kota Paris. Sebelumnya, pemotretan udara ini menggunakan burung dara sebagai alat untuk memotret kondisi permukaan bumi dari udara. Seiring dengan perkembangan jaman, alat yang digunakan adalah satelit yang ditempatkan di angkasa luar yang berada pada lintasan orbit tertentu. Satelit penginderaan jauh pertama yang diluncurkan oleh Amerika Serikat pada tahun 1972 adalah Landsat Multispectral Scanner System (MSS). Peluncuran ini merupakan dimulainya era baru teknologi penginderaan jauh modern dengan wahana satelit.

    Pada awal mulanya teknologi penginderaan jauh ini diperuntukan untuk kepentingan militer, pengaturan strategi, dan pengetahuan tentang kondisi wilayah musuh. Namun, saat ini teknologi ini telah digunakan untuk berbagai macam keperluan seperti meteorologi (dinamika atmosfer, pemantauan awan, dan prediksi cuaca), penelaahan dan pemantauan lingkungan (perkembangan perkotaan, bencana alam), pemantauan dan deteksi perubahan global (pemantauan lubang ozon, deforestrasi, dan pemanasan global), pertanian (kondisi tanaman, prediksi panen, dan erosi tanah), eksplorasi sumberdaya alam yang tidak terbaharui (mineral, minyak, dan gas alam), sumber daya alam terbaharui (hutan, tanah, laut), dan untuk pemetaan (topografi, penggunaan lahan, dan sarana dan prasarana).

    Usaha-usaha ini merupakan tahapan yang sangat penting dalam perkembangan ilmu atau teknologi penginderaan jauh. Secara umum, penginderaan jauh dapat definisikan sebagai ilmu, seni, dan teknik untuk memperoleh informasi suatu objek tanpa menyentuh secara langsung objek yang diamati. Hal ini dilakukan dengan cara mengindera dan merekam energi yang dipantulkan maupun yang di emisikan kemudian dilakukan pemrosesan, analisa, dan mengaplikasikan informasi tersebut. Objek yang diamati ini biasanya divisualisasikan berupa citra (gambar) yang terdiri dari elemen-elemen yang sering disebut sebagai pixel (picture element). Informasi yang terdapat dapat pixel-pixel inilah yang kemudian diproses, dianalisa dan diaplikasikan menjadi informasi tertentu. Berbagai aplikasi tersebut, tergantung pada resolusi data penginderaan jauh yang akan digunakan yaitu resolusi spasial dan resolusi temporal. Resolusi spatial adalah tingkat kedetailan informasi data penginderaan jauh

  • vi Bunga Rampai Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Mitigasi Bencana

    yang dinyatakan oleh ukuran pixel, seperti 1 m, 10 m, 30m, dan lain-lain. Ukuran pixel ini merepresentasikan ukuran sebenarnya objek yang diamati. Jika dikatakan resolusi spatialnya adalah 1 m, hal ini berarti bahwa ukuran 1 m x 1 m suatu objek digambarkan dalam satu pixel dalam citra satelit. Sedangkan resolusi temporal adalah periode ulang suatu satelit memantau objek yang sama dipermukaan bumi. Resolusi temporal 18 hari, berarti bahwa satelit akan memotret wilayah yang sama setiap 18 hari sekali. Gambar 1 berikut merupakan hubungan aplikasi data penginderaan jauh dengan resolusinya baik spasial maupun temporal.

    (Sumber: Ridd and Hipple, 2006)

    Gambar 1. Aplikasi data penginderaan jauh berdasarkan resolusi spasial dan temporalnya

    Untuk memperoleh informasi yang diinginkan dari data penginderaan jauh diperlukan suatu teknik tertentu. Teknik ini biasanya disesuaikan dengan kebutuhan orang yang menginterpretasi dan penggunanya. Dewasa ini, perkembangan teknologi penginderaan jauh sudah sangat memadai dan masih terus dilakukan riset untuk meningkatkan kualitas dari informasi yang dihasilkan.

    Pengembangan teknik penginderaan jauh saat ini dapat di kategorikan menjadi 3 (tiga), yaitu :- Pengembangan teknik tingkat lanjut untuk klasifikasi data penginderaan jauh;- Mengintegrasikan berbagai fitur data penginderaan jauh untuk proses perolehan

    informasi- Mengintegrasikan data tambahan dan pengetahuan untuk meningkatkan akurasi

    informas