case parkinson's syndrome (andriany chairunnisa - 03011026)

Download Case Parkinson's Syndrome (Andriany Chairunnisa - 03011026)

Post on 02-Feb-2016

217 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

k

TRANSCRIPT

LAPORAN KASUSPARKINSONS SYNDROME

PEMBIMBING:dr. Julintari Bidramnanta, Sp.S

DISUSUN OLEH:Andriany Chairunnisa NIM: 030.11.026

KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT SARAFRUMAH SAKIT UMUM DAERAH BUDHI ASIHFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTIPERIODE 14 SEPTEMBER 17 OKTOBER 2015

LEMBAR PERSETUJUAN LAPORAN KASUS

Laporan kasus dibawah ini :

Judul : Parkinsons Syndrome

Penyusun : Andriany Chairunnisa, S.Ked

NIM : 030.11.026

Universitas : Fakultas Kedokteran Trisakti

Telah diterima dan disetujui sebagai salah satu syarat menyelesaikan kepaniteraan klinik Ilmu Penyakit Saraf Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih.

Jakarta, 5 Oktober 2015

dr. Julintari Bidramnanta, Sp.SAndriany Chairunnisa, S.KedPENDAHULUAN

Penyakit Parkinson atau Parkinson Disease (PD) merupakan penyakit neurodegeneratif sistem eksrapiramidal yang merupakan bagian dari Parkinsonism yang secara patologis ditandai oleh degenerasi ganglia basalis terutama di substansia nigra pars kompakta (SNc) yang disertai adanya inklusi sitoplasmik eosinofilik (Lewy bodies). Sedangkan Parkinsonism atau sindroma Parkinson adalah suatu sindroma yang ditandai oleh tremor waktu istirahat, rigiditas, bradikinesia, dan hilangnya refleks postural akibat penurunan kadar dopamin(1)Penyakit Parkinson merupakan penyakit neurodegeneratif kedua paling sering dijumpai setelah penyakit Alzheimer. Penyakit ini tersebar luas diseluruh dunia, dan lebih sering mempengaruhi laki-laki daripada perempuan dengan perbandingan 3:2. Prevalensi meningkat pada kisaran usia 65-90 tahun, dengan perhitungan kurang lebih sebanyak 0,3% dari seluruh populasi dan 3% manusia dengan usia diatas 65 tahun terkena penyakit Parkinson. Insidensi terendah dan kulit hitam Afrika, sedangkan insidens tertinggi didapatkan pada kaum kulit putih.(2)Parkinsons syndrome dapat digolongkan atas tiga kategori yaitu primer (idiopatik), sekunder akibat infeksi/pasca-infeksi, toksin, obat-obatan, vaskular, multiinfark, trauma kapitis, dan kategori terakhir yaitu Parkinsonism Plus (Multiple System Degeneration). Sejauh ini etiologi penyakit Parkinson belum diketahui (idiopatik). Beberapa teori mengemukakan bahwa ada beberapa faktor risiko yang telah diindentifikasi berperan dalam penyakit Parkinson yaitu usia lanjut, ras kulit putih, genetik, lingkungan, penggunaan herbisida dan pestisida, infeksi, cedera kranio serebral, dan stres emosional.(1)Meskipun problem terbanyak pada penyakit Parkinson adalah gangguan motorik (tremor, rigiditas, bradikinesia dan instabilitas postural), tetapi terdapat komplikasi non-motorik pada stadium lanjut berupa gangguan kognitif dan demensia, psikosis, depresi, anxiety, gangguan tidur, serta gangguan otonom berupa gejala gastrointestinal, hipotensi ortostatik, gangguan keringat, dan gangguan urologi. Komplikasi inilah yang nantinya akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas penyakit Parkinson stadium lanjut sehingga perlu penanganan jangka panjang untuk memperbaiki kualitas hidup pasien, dan mencegah disabilitas yang berkepanjangan pada pasien.(3)

LAPORAN KASUS

I. IDENTITAS PASIENNama : Ny. TNo. Rekam Medik: 810281Usia: 63 TahunJenis Kelamin: PerempuanStatus Perkawinan: MenikahPekerjaan: Ibu Rumah TanggaAlamat: Jatinegara, Jakarta TimurSuku Bangsa: Betawi - IndonesiaAgama: IslamPendidikan terakhir: SDTanggal Masuk Poli: 15 September 2015

II. ANAMNESISDilakukan secara autoanamnesis, pada tanggal 15 September 2015 jam 10.30 WIB di ruang poliklinik Neurologi RSUD Budhi Asih.Keluhan Utama: Kedua tangan gemetar yang semakin memberat sejak 1 tahun sebelum masuk Rumah Sakit.

Riwayat Penyakit Sekarang :Pasien datang ke Poliklinik Neurologi RSUD Budhi Asih tanggal 15 September 2015 jam 10.30 dengan keluhan kedua tangan gemetar sejak 1 tahun yang lalu. Keluhan pertama kali dirasakan sekitar bulan Oktober 2014, saat sedang dirumah kemudian tiba-tiba tangan kanan terasa kaku dan nyeri saat digerakkan dan semakin hari semakin berat. Kemudian tangan kanan mulai bergetar, awalnya sedikit namun lama kelamaan bergetar sepanjang hari secara terus-menerus. Setelah satu bulan kemudian, pasien mengeluh tangan kiri ikut terasa nyeri dan kaku, dan kedua tangan mulai gemetar tanpa disadari oleh pasien. Gemetar pada tangan dirasa makin hebat ketika tangan sedang beristirahat dan tidak sedang digunakan untuk aktifitas. Gemetar pada tangan tidak dapat dihentikan oleh pasien dan semakin hari bertambah berat sehingga pasien merasa tangan terasa pegal. Pasien masih bisa melakukan aktifitas seperti mengancing baju sendiri, tetapi mengalami kesulitan dalam menulis.Selain itu pasien juga mengeluh nyeri pada kaki kiri di daerah atas lutut, tetapi kaki tidak gemetar, hanya terasa pegal saja. Keluhan ini muncul sekitar 6 bulan SMRS dan diikuti dengan kaki kanan ikut terasa pegal seperti yang semakin memberat, hingga pasien menyadari ketika berjalan menjadi sulit, langkah terasa berat dan menjadi lebih lambat ketika berjalan. Pasien juga mengeluh sekarang cepat lelah setelah beraktifitas. Pada awalnya pasien tidak berobat untuk mengatasi keluhan, tetapi terkadang hanya minum jamu pegal linu saja. Pasien menyangkal adanya riwayat jatuh dan riwayat mengangkat beban berat dengan menggunakan tangan. Pasien menyangkal adanya nyeri kepala, lemas satu sisi tubuh, mual, muntah, kejang, gangguan tidur, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kesemutan, bicara pelo, batuk, sesak, nyeri dada dan demam. BAB dan BAK tidak ada keluhan, makan dan minum baik.Pasien pertama kali datang ke poli pada tanggal 2 September 2015 dan mendapatkan terapi kombinasi Levodopa dan Benserazide 2x1, THP 2x2 mg, dan Asam Folat 1x1. Kemudian pasien datang kembali untuk kontrol dan mengatakan keluhan dirasa sudah membaik.Riwayat Penyakit Dahulu :Riwayat konjungtivitis OD pada tahun 2012 dan riwayat pemakaian obat mata Polydex, Cendolyteers dan Cataflam.Riwayat stroke (-)Riwayat Hipertensi (-)Riwayat Diabetes (-)Riwayat Penyakit Jantung (-)Riwayat Cedera Kepala (-)Riwayat Penyakit Keluarga :Riwayat keluhan yang sama di keluarga (-)Riwayat Hipertensi pada keluarga (-)Riwayat Diabetes pada keluarga (-)Riwayat Alergi :Pasien menyangkal adanya riwayat alergi makanan, ataupun obat.Riwayat Kebiasaan :Pola makan pasien sehari-hari baik, pasien tidak memiliki kebiasaan merokok, tidak minum kopi dan tidak mengkonsumsi minuman beralkohol. Pasien memiliki riwayat kebiasaan minum jamu pegal linu bila ada keluhan saja. Pasien rutin jalan pagi setiap hari disekitar pekarangan rumah dengan durasi 30 menit perhari.III. PEMERIKSAAN FISIKKeadaan Umum: Tampak sakit ringanInspeksi Cara Berjalan: Langkah kecil-kecil dan lambat, agak sedikit membungkukTanda VitalTekanan Darah: 110 / 80 mmHg Nadi: 72x/menitSuhu: 36,0oCPernafasaan: 24x/menit

KepalaRambut : Hitam merataBentuk : Normocephali, tidak ada memar dan jejas.Ekspresi wajah: BaikMataKonjungtiva: Anemis (-/-)Sklera: Ikterik (-/-)Kedudukan bola mata: ortoforia/ortoforiaPupil: bulat isokor 3mm/3mm

TelingaSelaput pendengaran: tidak dinilaiCAE: lapang, sekret -/-Penyumbatan : -/-Serumen: +/+Perdarahan: -/-MulutBibir: Sianosis (-) luka (-)Lidah: Oral higiene baikUvula: Simetris, letak di tengahTonsil: T1-T1

LeherTrakhea terletak ditengahTidak teraba benjolan/KGB yang membesarKelenjar Tiroid: tidak teraba membesarKelenjar Limfe: tidak teraba membesar

ThoraksParu ParuInspeksi : Gerak dada simetrisPalpasi : Tidak di lakukan pemeriksaanPerkusi : Tidak dilakukan pemeriksaanAuskultasi: Suara napas vesikular, ronkhi-/- wheezing -/-JantungInspeksi: Tidak di lakukan pemeriksaanPalpasi: Tidak di lakukan pemeriksaanPerkusi : Tidak di lakukan pemeriksaanAuskultasi: Bunyi jantung I-II reguler, Gallop (-), Murmur (-).AbdomenInspeksi: Datar, simetris, dilatasi vena (-)Palpasi : Dinding perut: supel, nyeri tekan (-) Hati: tidak dilakukan pemeriksaan Limpa: tidak dilakukan pemeriksaan Ginjal : tidak dilakukan pemeriksaanPerkusi: Timpani di keempat kuadran abdomenAuskultasi: bising usus (+) normalEkstremitasAkral teraba hangat pada keempat ekstremitasOedem (-)

IV. STATUS NEUROLOGISKesadaran: Compos MentisGerakan Abnormal: Resting tremor pada kedua tangan (+)N.I ( Olfaktorius )SubjektifTidak Dilakukan

N. II ( Optikus )Tajam penglihatanNormalNormal

Lapang penglihatanNormalNormal

Melihat warnaTidak DilakukanTidak Dilakukan

UkuranIsokor, D 3mmIsokor, D 3mm

Fundus OkuliTidak dilakukan

N.III, IV, VI ( Okulomotorik, Trochlearis, Abduscen )Nistagmus--

Pergerakan bola mataBaik ke segala arahBaik ke segala arah

Kedudukan bola mataOrtoforiaOrtoforia

Reflek Cahaya Langsung & Tidak Langsung++

Diplopia--

N.V (Trigeminus)Membuka mulut+

Menggerakan Rahang+

Oftalmikus+

Maxillaris+

Mandibularis+

N. VII ( Fasialis )Perasaan lidah ( 2/3 anterior )Tidak Dilakukan

Motorik OksipitofrontalisBaikBaik

Motorik OrbikularisokuliBaikBaik

Motorik OrbikularisorisBaikBaik

N.VIII ( Vestibulokoklearis )Tes pendengaranTidak dilakukan

Tes KeseimbanganTidak dilakukan

N. IX,X ( Vagus )Perasaan Lidah ( 1/3 belakang )Tidak Dilakukan

Refleks MenelanTidak Dilakukan

Refleks MuntahTidak Dilakukan

N.XI (Assesorius)Mengangkat bahuTidak ada kelainan

MenolehTidak ada kelainan

N.XII ( Hipoglosus )Pergerakan LidahBaik

Disatria-

Sistem Motorik TubuhEkstremitas AtasKananKiri

Postur TubuhFleksi jari tangan (+)Fleksi jari tangan (+)

Atrofi OtotEutrofikEutrofik

Tonus Otot Jari tangan dan pergelangan tangan Rigiditas (+)Jari tangan dan pergelangan tangan Rigiditas (+)

Gerak involunter(+)(+)

Ekstremitas BawahKananKiri

Postur TubuhBaikBaik

Atrofi OtotEutrofikEutrofik

Tonus