dana - konjungtivitis

Download Dana - Konjungtivitis

Post on 30-Oct-2014

32 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

KASUS INDIVIDU KONJUNGTIVITIS

Oleh: Houdini Pradanawan S (201020401011140)

Pembimbing: dr. Kartini, SpM

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH LAMONGAN 2012

1

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.........................................................................................2 BAB I PENDAHULUAN.....................................................................3 BAB II LAPORAN KASUS.................................................................5 BAB III TINJAUAN PUSTAKA.........................................................9 BAB IV PEMBAHASAN34 BAB V KESIMPULAN........................................................................35 DAFTAR PUSTAKA...........................................................................36

2

BAB 1 PENDAHULUAN

Konjungtivitis adalah peradangan selaput bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Peradangan tersebut menyebabkan timbulnya berbagai macam gejala, salah satunya adalah mata merah. Konjungtivitis dapat disebabkan oleh virus, bakteri, alergi, atau kontak dengan benda asing, misalnya kontak lensa. Konjungtivitis virus biasanya mengenai satu mata. Pada konjungtivitis ini, mata sangat berair. Kotoran mata ada, namun biasanya sedikit. Konjungtivitis bakteri biasanya mengenai kedua mata. Ciri khasnya adalah keluar kotoran mata dalam jumlah banyak, berwarna kuning kehijauan. Konjungtivitis alergi juga mengenai kedua mata. Tandanya, selain mata berwarna merah, mata juga akan terasa gatal. Gatal ini juga seringkali dirasakan dihidung. Produksi air mata juga berlebihan sehingga mata sangat berair. Konjungtivitis papiler raksasa adalah konjungtivitis yang disebabkan oleh intoleransi mata terhadap lensa kontak. Biasanya mengenai kedua mata, terasa gatal, banyak kotoran mata, air mata berlebih, dan kadang muncul benjolan di kelopak mata. Konjungtivitis virus biasanya tidak diobati, karena akan sembuh sendiri dalam beberapa hari. Walaupun demikian, beberapa dokter tetap akan memberikan larutan astringen agar mata senantiasa bersih sehingga infeksi

3

sekunder oleh bakteri tidak terjadi dan air mata buatan untuk mengatasi kekeringan dan rasa tidak nyaman di mata. Obat tetes atau salep antibiotik biasanya digunakan untuk mengobati konjungtivitis bakteri. Antibiotik sistemik juga sering digunakan jika ada infeksi di bagian tubuh lain. Pada konjungtivitis bakteri atau virus, dapat dilakukan kompres hangat di daerah mata untuk meringankan gejala. Tablet atau tetes mata antihistamin cocok diberikan pada konjungtivitis alergi. Selain itu, air mata buatan juga dapat diberikan agar mata terasa lebih nyaman, sekaligus melindungi mata dari paparan alergen, atau mengencerkan alergen yang ada di lapisan air mata. Untuk konjungtivitis papiler raksasa, pengobatan utama adalah menghentikan paparan dengan benda yang diduga sebagai penyebab, misalnya berhenti menggunakan lensa kontak. Selain itu dapat diberikan tetes mata yang berfungsi untuk mengurangi peradangan dan rasa gatal di mata. Pada dasarnya konjungtivitis adalah penyakit ringan, namun pada beberapa kasus dapat berlanjut menjadi penyakit yang serius. Untuk itu tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter mata jika terkena konjungtivitis.

4

BAB 2 LAPORAN KASUS

2.1 Identitas Pasien Nama Umur Nomor RM Bangsa Suku Pekerjaan Agama Alamat : Ny. Sarinten : 66 tahun : 034344 : Indonesia : Jawa : Tidak bekerja : Islam : Made, Lamongan

Tanggal pemeriksaan : 12 Juni 2012 2.2 Anamnesis Keluhan Utama : Mata kanan merah RPS: Pasien datang dengan keluhan mata kanan merah sejak 2 hari ini, sebelumnya terasa gatal, terasa pedih, tidak ada rasa seperti mengganjal, , keluar kotoran dari mata kanannya, tidak nrocoh, tidak kabur, riwayat terkena benda asing dan trauma disangkal, beberapa hari ini mata kiri juga terasa gatal, tidak merah dan tidak keluar cairan.

5

RPD: riwayat alergi disangkal, riwayat hipertensi disangkal, riwayat diabet disangkal RPK: Riwayat Sosial: 2.3 Pemeriksaan Fisik Keadaan Umum : Cukup GCS Vital sign : 456 : Tekanan Darah : 130/90 mmHg Nadi Suhu RR Kepala/ leher : 80 x/ mnt : 36oC : 24 x/menit

: Inspeksi: anemia -, ikterus -, sianosis -, dispsneu -, mata cowong -,KGB -, JVP -

Thorak Paru

: Simetris +, Retraksi : Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Pergerakan dinding dada simetris : pergerakkan dinding dada simetris, krepitasi : Sonor/sonor : Suara nafas vesikuler/vesikuler Rh -/-, Wh -/-

Jantung

: Inspeksi Palpasi

: ictus cordis (-), voussure cardiac (-) : ictus cordis tidak kuat angkat, thrill/fremissment (-)

Perkusi Auskultasi

: Normal : S1S2 Tunggal, Murmur -, gallop -

6

Abdomen

: Inspeksi Palpasi

: Flat : Supel, nyeri tekan epigastrium -, hepar lien tidak teraba.

Perkusi

: thympani

Auskultasi : BU + N. Extermitas : Hangat, kering, merah, edema -

2.4 Pemeriksaan Status Oftalmologi Tanggal 12 Juni 2012 Pemeriksaan oftalmologikus Pemeriksaan visus naturalis Pemeriksaan tonometri Tes warna Tes proyeksi iluminasi Pemeriksaan segmen anterior - Palpebra - Konjungtiva Kornea - BMD - Iris - Pupil - Lensa Pemeriksaan segmen posterior Test fluoresein Okuli Dextra 6/60 (buta hurufsde) Tidak dilakukan pemeriksaan Tidak dilakukan pemeriksaan Tidak dilakukan pemeriksaan Okuli Sinistra 6/60 (buta hurufsde) Tidak dilakukan pemeriksaan Tidak dilakukan pemeriksaan Tidak dilakukan pemeriksaan

Edem (-), massa (-) Edem (-), massa (-) PCVI (+) CVI (+) secret (+) PCVI (-), CVI (-) subkonjungtival bleding (+) jernih Jernih dalam dalam reguler Reguler RC (+), bulat isokor 3mm RC (+), bulat isokor 3mm Jernih Jernih Tidak dilakukan Tidak dilakukan pemeriksaan pemeriksaan Tidak dilakukan Tidak dilakukan pemeriksaan pemeriksaan

7

2.5 Kata kunci -

Wanita 66 tahun Hiperemi konjungtiva mata kanan (PCVI, CVI, subkonjungtival bleeding) Terasa gatal dan pedih pada mata kanan Terdapat secret pada mata kanan Tidak ada rasa ngeres atau mengganjal pada mata kanan Tidak ada riwayat terkena benda asing atau trauma pada mata kanan Terasa gatal pada mata kiri

-

2.6 Daftar masalah Hiperemi konjungtiva mata kanan (PCVI, CVI, subkonjungtival bleeding) Terasa gatal dan pedih pada mata kanan Terdapat secret pada mata kanan

2.7 Assesment Konjungtivitis OD 2.8 Planning Diagnosis Kerokan konjungtiva 2.9 Rencana terapi Vasacon Ulcori Asam mefenamat 2.10 Planning Monitoring Keluhan

8

BAB 3 TINJAUAN PUSTAKA

3.1 Definisi Konjungtivitis lebih dikenal sebagai pink eye, yaitu adanya inflamasi pada konjungtiva atau peradangan pada konjungtiva, selaput bening yang menutupi bagian berwarna putih pada mata dan permukaan bagian dalam kelopak mata. Konjungtivitis terkadang dapat ditandai dengan mata berwarna sangat merah dan menyebar begitu cepat dan biasanya menyebabkan mata rusak. Beberapa jenis konjungtivitis dapat hilang dengan sendiri, tapi ada juga yang memerlukan pengobatan. 3.2 Gejala dan Tanda klinis Gejala penting konjungtivitis adalah sensasi benda asing, yaitu tergores atau panas, sensasi penuh di sekitar mata, gatal dan fotofobia. Jika ada rasa sakit agaknya kornea terkena. Sakit pada iris atau corpus siliaris mengesankan terkenanya kornea. Tanda penting konjungtivitis adalah hiperemia, berair mata, eksudasi, pseudoptosis, hipertrofi papiler, kemosis (edem stroma konjungtiva), folikel (hipertrofi lapis limfoid stroma), pseudomembranosa dan membran, granuloma, dan adenopati pre-aurikuler. Hiperemia adalah tanda paling mencolok pada konjungtiva akut. Kemerahan paling nyata pada forniks dan mengurang ke arah limbus disebabkan dilatasi pembuluh-pembuluh konjungtiva posterior. Warna merah terang

9

mengesankan konjungtivitis bakteri dan keputihan mirip susu mengesankan konjungtivitis alergika. Berair mata (epiphora) sering mencolok, diakibatkan oleh adanya sensasi benda asing, terbakar atau gatal. Kurangnya sekresi airmata yang abnormal mengesankan keratokonjungtivitis sicca. Eksudasi adalah ciri semua jenis konjungtivitis akut. Eksudat berlapislapis dan amorf pada konjungtivitis bacterial dan dapat pula berserabut seperti pada konjungtivitis alergika, yang biasanya menyebabkan tahi mata dan saling melengketnya palpebra saat bangun tidur pagi hari, dan jika eksudat berlebihan agaknya disebabkan oleh bakteri atau klamidia. Pseudoptosis adalah turunnya palpebra superior karena infiltrasi ke muskullus muller (M. Tarsalis superior). Keadaan ini ddijumpai pada konjuntivitis berat. Mis. Trachoma dan konjungtivitis epidemica. Pseudomembran dan membran adalah hasil proses eksudatif dan berbeda derajatnya. Sebuah pseudomembran adalah pengentalan di atas permukaan epitel. Bila diangkat, epitel tetap utuh. Sebuah membran adalahpengentalan yang meliputi seluruh epitel dan jika diangkat akan meninggalkan permukaan yang kasar dan berdarah. 3.3 Anatomi Konjungtiva Konjungtiva adalah membran mukosa yang transparan dan tipis yang membungkus permukaan posterior kelopak mata (konjungtiva palpebralis) dan permukaan anterior sklera (konjungtiva bulbaris). Konjungtiva bersambungan dcngan kulit pada lepi kelopak (persambungan mukokutan) dan dengan epitel kornea di limbus. Konjungtiva terdiri dari tiga bagian:

10

1. Konjungtiva palpebralis (menutupi permukaan posterior dari palpebra). 2. Konjungtiva bulbaris (menutupi sebagian permukaan anterior bola mata). 3. Konjungtiva forniks (bagian transisi yang membentuk hubungan antara bagian posterior palpebra dan bola mata) Konjungtiva palbebralis melapisi permukaan posterior kelopak mata dan melekat erat ke tarsus. Di tepi superior dan inferior tarsus, konjungtiva melipat ke posterior (pada fornices superior dan inferior) dan membungkus jaringan episklera dan menjadi konjungtiva bulbaris. Konjungtiva bulbaris melekat longgar ke s