dana pensiun

Download Dana Pensiun

Post on 03-Jul-2015

557 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

SEMINAR AKUNTANSI KEUANGANAKUNTANSI DANA PENSIUN

DISUSUN OLEH: Vina Irmayani 0802134327

UNIVERSITAS RIAU FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI 2011

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Banyak karyawan yang semakin memikirkan bagaimana perencaan untuk pensiun. Untuk menarik dan memberikan imbalan kepada karyawan yang berkualitas tinggi, sebagian besar perusahaan membentuk program pensiun guna membantu karyawan memenuhi sasaran tabungan pensiun mereka. Perusahaanperusahaan ini menawarkan program investasi berupa kontribusi karyawan, dan sebagian juga memberikan kontribusi ke dana pensiun karyawan sebagai bagian dari paket kompensasi secara keseluruhan. Tingginya pertumbuhan program ini, baik dalam jumlah karyawan yang tercakup maupun jumlah rupiah tunjangan pensiun, telah meningkatkan signifikansi biaya pensiun. Menurut PSAK No 18 Dana Pensiun merupakan suatu badan hukum yang berdiri sendiri dan terpisah dari Pemberi Kerja, yang berfungsi u ntuk mengelola dan menjalankan program pensiun sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 18 tentang Akuntansi Dana Pensiun ini disusun dengan mengadaptasi IAS 26 Accounting and Reporting peraturan by Retirement Benefit Plans dengan memperhatikan yang berlaku di

perundangan

tentang

Dana Pensiun

Indonesia, khususnya Undang Undang No. 11 tahun 1992 tentang Dana Pensiun serta peraturan pelaksanaannya.

B. TUJUAN Dana Pensiun merupakan suatu badan huku m yang berdiri sendiri dan terpisah dari Pemberi Kerja, yang berfungsi untuk mengelola dan menjalankan program pensiun sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Mengingat bahwa Dana Pensiun mempunyai tujuan dan kegiatan usaha yang berlainan dengan perusahaan pada umumnya, maka perlu disusun Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku khusus untuk Dana Pensiun sebagai pedoman proses akuntansi serta proses penyusunan laporan keuangan. Kekhususan Standar Akuntansi Keuangan Dana Pensiun terutama mengenai isi laporan keuangan, penilaian aktiva dan penentuan kewajiban manfaat pensiun.

BAB II ISI Program pensiun adalah sebuah perjanjian yang menetapkan bahwa pemberi kerja atau majikan pemberi tunjangan (pembayaran) kepada para karyawan setelah mereka pensiun atas jasa-jasa yang mereka berikan ketika masih bekerja. Yang terlibat dalam program pensiun adalah :

Dana Pensiun Pemberi Kerja (Perusahaan) Investasi $ $ $ Pendapatan $ Penerima Pensiun (karyawan)

Dana Pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) adalah Dana Pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang memperkerjakan karyawan, selaku pendiri, untuk menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti atau Program Pensiun luran Pasti, bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawannya, sebagai peserta, dan yang menimbulkan kewajiban bagi pemberi kerja. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) adalah Dana Pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan Program Pensiun luran Pasti bagi perorangan, baik karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari

Dana Pensiun Pemberi Kerja bagi karyawan bank atau perusahaan asuransi jiwa yang bersangkutan.

Peraturan Dana Pensiun adalah peraturan yang berisi ketentuan yang menjadi dasar penyelenggaraan program pensiun.

Program Pensiun adalah setiap program yang mengupayakan manfaat pensiun bagi peserta. Program Pensiun luran Pasti (PPIP) adalah Program Pensiun yang iurannya ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun dan seluruh iuran serta hasil pengembangannya dibukukan pada rekening masing-masing peserta sebagai manfaat pensiun. Program dengan Tunjangan Pasti Peserta adalah setiap orang yang memenuhi persyaratan Peraturan Dana Pensiun untuk menjadi penerima manfaat pensiun.Pemberi Kerja adalah badan usaha yang memiliki program pensiun bagi karyawannya. Pemberi Kerja dapat merupakan pendiri atau mitra pendiri. Pendiri adalah: y y orang atau badan yang membentuk Dana Pensiun Pemberi Kerja; bank/perusahaan asuransi jiwa yang membentuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan

Mitra Pendiri adalah pemberi kerja yang ikut serta dalam suatu Dana Pensiun Pemberi Kerja Pendiri untuk kepentingan sebagian atau seluruh karyawannya. Peran Aktuaris dalam Akuntansi Pensiun Kewajiban Aktuaria (Present Value of Accumulated Pension Benefit /Actuarial Present Value of Promised Retirement Benefit) adalah nilai sekarang pembayaran manfaat pensiun yang akan dilakukan Dana Pensiun kepada karyawan yang masih bekerja dan yang sudah pensiun, yang dihitung berdasarkan jasa yang telah diberikan.

Pendanaan adalah pembayaran iuran oleh pemberi kerja atau pemberi kerja dan peserta atau peserta yang sifatnya tidak dapat ditarik kembali, dalam rangka menyiapkan dana untuk memenuhi kewajiban membayar manfaat pensiun.

Aktiva Bersih adalah total seluruh aktiva Dana Pensiun tidak termasuk piutang jasa lalu (past service) yang belum jatuh tempo, dikurangi dengan seluruh kewajiban kecuali kewajiban aktuaria yang dihitung oleh aktuaris.

Selisih Kewajiban Aktuaria adalah selisih Kewajiban Aktuaria dan Aktiva Bersih. Nilai Wajar adalah suatu jumlah, untuk itu suatu aktiva mungkin ditukar atau suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar {arm's length transaction). Pihak adalah perorangan, perusahaan, usaha bersama atau setiap kelompok yang terorganisasi. Dalam akuntansi untuk pensiun, muncul dua pertanyaan: (1) Berapa jumlah kewajiban pemberi kerja dan kewajiban pensiun yang harus dilaporkan dalam laporan keuangan? (2) Berapa beban pensiun untuk periode tersebut? Pendekatan yang biasanya digunakan oleh akuntan adalah proyeksi kewajiban tunjangan, yaitu nilai tunjangan sekarang tunjangan yang terjamin dan yang tidak terjamin di akrualkan sampai tanggal ini berdasarkan tingkat gaji masa depan karyawan. Komponen Beban Pensiun Ada kesepakatan umum bahwa biaya pensiun harus dipertanggungjawabkan dengan dasar akrual. Komponen-komponen yang ada adalah sebagai berikut : 1. Biaya Jasa. Aktuaris menghitung biaya jasa sebagai nilai sekarang tunjangan baru yang diperoleh karyawan selama tahun berjalan. 2. Bunga atas Kewajiban. Pensiun dicatat atas dasar setelah didiskontokan karena terdapat faktor nilai waktu dari uang. 3. Pengembalian Aktual atas Aktiva Program. Beban pensiun tahunan harus

disesuaikan untuk memperhitungkan bunga dan dividen yang terakumulasi dalam dana dan juga kenaikan serta penurunan nilai pasar aktiva dana itu.

4. Amortisasi Biaya Jasa Sebelumnya yang Belum Diakui. Biaya jasa sebelumnya untuk menyediakan tunjangan retroaktif ini dialokasikan ke beban pensiun di masa depan, khususnya selama sisa tahun masa kerja karyawan yang dipengaruhi. 5. Keuntungan atau Kerugian. Volatilitas beban pensiun dapat disebabkan oleh perubahan mendadak dan besar dalam nilai pasar aktiva program. JENIS JENIS PENSIUN Proses pelaksanaan pensiun dapat dilaksanakan sesuai dengan kebijakan perusahaan. Para penerima pensiun dapat memilih salah satu dari berbagai alternatif jenis pensiun yang ada sesuai dengan tujuan masing masing.

1. Pensiun normal adalah pensiun yang diberikan untuk karyawan yang usia nya telah mencapai masa pensiun seperti yang telah ditetapkan dalam peraturan dana pensiun.

2. Pensiun dipercepat adalah ketentuan yang mengizinkan peserta pensiun untuk mempercepat pensiunnya karena suatu hal. Salah satu persyaratan untuk mengajukan pensiun dipercepat adal ah mendapatkan pesetujuan dari pembrei kerja.

3. Pensiun ditunda adalah ketentuan yang memperkenankan karywannya yang secara mental dan fisik masih sehat untuk tetap bekerja melampaui usia pensiun normal dengan ketentuan pembayaran pensiun dimulai pada tanggal pensiun normal meskipun karyawan yang bersangkutan tetap meneruskan bekerja dan tetap memperoleh gaji dari perusahaan.

4. Pensiun cacat adalah pensiun yang diberikan bukan karena usia akan tetapi lebih disebabkan karena karyawan yang bersangkutan mengalami kecelakaan atau cacat sehingga dianggap tidak mampu atau tidak cakap lagi dalam bekerja. Pembayaran pensiun dihitung seolah olah sampai usia pensiun normal dan penghasilan dasar

pensiun

ditentukan

pada

saat

yang

bersangkutan

dinyatakan

cacat.

JENIS PROGRAM PENSIUN Program pensiun yang umumnya dipakai diperusahaan swasta dan perusahaan milik negara maupun bagi karyawan Pemerintah terdiri atas 2 ( dua ) jenis yaitu Program Pensiun Iuran Pasti dan Program Pensiun Manfaat Pasti.

A. PROGRAM PENSIUN IURAN PASTI Program pensiun iuran pasti atau benefit contribution pension plan, yaitu program pensiun yang menetapkan besarnya iuran karyawan dan perusahaan ( pemberi kerja ). Sedangkan benefit yang akan diterima karyawan dihitung berdasarkan akumulasi iuran ditambah dengan hasil pengembangan atau investasinya. Menurut PSAK No. 18 Dalam PPIP, jumlah yang diterima oleh peserta pada saat pensiun bergantung pada jumlah iuran dari pemberi kerja, atau iuran peserta dan pemberi kerja atau iuran peserta, dan hasil usaha. Kewajiban dari pemberi kerja adalah membayar iuran sesuai dengan yang ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun. Bantuan aktuaris biasanya tidak diperlukan, meskipun nasehat aktuaris kadang-kadang digunakan untuk memperkirakan manfaat pensiun yang akan diterima peserta pada saat pensiun , berdasarkan jumlah iuran saat ini dan dimasa depan serta estimasi hasil investasi Dana Pensiun. Peserta berkepentingan untuk mengetahui kegiatan investasi Dana Pensiun karena sangat menentukan manfaat pensiun yang diterima. Baik peserta maupun pemberi kerja berkepentingan untuk mengetahui apakah iuran telah dilakukan sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun, pengawasan atas kekayaan Dana Pensiun telah dilakukan secar tepat, atau kegiatan operasional Dana Pensiun t

Recommended

View more >