geologi gempabumi

Download Geologi gempabumi

Post on 20-Dec-2015

11 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Geologi

TRANSCRIPT

Definisi gempabumi menurut Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana merupakan adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan.

Makalah PROSES TERJADINYA GEMPA BUMI DAN UPAYA MITIGASI GEMPA BUMIABSTRAKGempa bumi merupakan peristiwa alam yang ditandai dengan berguncangnya bumi secara tiba-tiba. Gempa bumi dapat menimbulkan bencana yang cukup parah bagi wilayah-wilayah yang mengalaminya. Gempa bumi yang besar dapat mengguncang tanah permukaan bumi dengan hebat, bahkan retak yang timbul dipermukaan dapat membuat mobil dan motor terperosok kedalamnya. Banyak rumah dan bangunan besar lainnya yang menjadi rusak. Gempa bumi ini berbahaya, apalagi jika terjadi pada malam hari ketika orang-orang sedang tertidur lelap. Tentu saja akan menyebabkan korban jiwa.Gempa bumi terjadi begitu cepat. Getaran pertama ( 2 menit) dapat menimbulkan kerusakan paling banyak. Gempa bumi yang besar datang tiba-tiba dapat menghancurkan apa saja yang ada dipermukaan bumi ini. Tidak terkecuali bangunan, pepohonan, binatang dan juga manusia.Gempa bumi terjadi pada retakan dalam kerak bumi yang disebut patahan. Patahan terbentuk karena batuan rapuh dan pecahan yang disebabkan oleh tekanan besar (meregang, menekan, atau memilin) yang mendesaknya tekanan yang timbul didaerah kerak ini disebabkan oleh gerakan perlahan-lahan lempeng-lempeng bumi. Gempa bumi terjadi ketika tekanan telah semakin meningkat didaerah batuan sampai pada tingkat tertentu sehingga terjadi pergerakan mendadak. Pergerakan ini dapat menciptakan patahan baru ketika batuan pecahan pada titik terlemah atau pergerakan menyebabkan batuan menggelincir disepanjang patahan yang ada. Ketika ini terjadi, sejumlah besar energi dilepaskan bersamaan dengan dilepasnya tekanan.Energi yang dilepaskan menyebabkan batuan disekitarnya bergetar, sehingga terjadi gempa bumi.Fenomena alam gempa bumi ini dapat meluluhlantahkan daerah dengan menimbulkan kerugian harta benda dan menelan korban yang tidak sedikit jumlahnya. Untuk mencegah terjadinya gempa bumi sebagai fenomena alam memang mustahil, namun paling tidak kita harus berupaya mengurangi dampak yang ditimbulkannya. Untuk mengurangi dan meredam timbulnya korban dan kerugian harta benda akibat fenomena alam yang berasal dari proses geologi yang menyebabkan terjadinya gempa bumi, perlu dilakukan upaya mitigasi.Mitigasi adalah suatu tindakan yang dilakukan sebelum munculnya suatu benda (tindakan-tindakan prabencana) yang meliputi kesiapan dan tindakan-tindakan pengurangnan dampak yang ditimbulkan.

BAB IPENDAHULUANBencana alam selalu menyisikan duka dan kerugian bagi masyarakat, termasuk kehilangan orang-orang yang kita sayangi. Bencana alam yang terjadi tidak sepenuhnya menjadi otoritas Tuhan, tetapi terdapat juga bencana-bencana alam yang disebabkan oleh ulah manusia. Manusia membakar hutan, membuat hutan beton diatas resapan air, hutan ditebang dan digunduli secara tidak terkendali, ekosistem laut musnah dengan cara di bom, adalah contoh serentetan perilaku manusia yang dapat menjadi pemicu terjadinya bencana alam.Salah satu bencana alam yang disebabkan perilaku buruk manusia terhadap alam adalah bencana gema bumi (seisme). Bencana alam gempa bumi ini biasanya terjadi tiba-tiba dan sulit diprediksi atau diramalkan sebelumnya. Tiba-tiba bumi bergetar dengan skala ringan sampai skala besar. Gempa bumi terjadi karena lempengan dan patahan bumi biasanya mengalami pergeseran (gempa tektonik) atau disebabkan adanya letusan atau tenaga dari dalam bumi (magma) yang menggetarkan permukaan bumi (gempa vulkanik).Wilayah indonesia termasuk salah satu wilayah didunia yang paling rentan terjadinya gempa bumi dalam beberapa tahun terakhir, kita mengetahui terjadinya berbagai genpa bumi yang melanda berbagai daerah di indonesia, seperti di Niasm Sumatra Barat, Yogyakarta dan Jawa Barat bagian selatan (Tasikmalaya, Ciamis, Cianjur, Sukabumi)

Di dalam makalah yang berjudul PROSES TERJADINYA GEMPA BUMI DAN UPAYA MITIGASI GEMPA BUMI ini, penulis menjelaskan tentang terjadinya gempa bumi, penyebab terjadinya gempa bumi, sampai bagaimana cara mengatasi gempa bumi.Diharapkan dengan hadirnya makalah ini dapat menggugah kesadaran manusia akan arti pentingnya perlidungan/ pemeliharaan alam dan dapat mendorong masyarakat untuk lebih terlibat dalam proses pengulangan kerusakan alam. Kerusakan alam yang mengakibatkan timbulnya berbagai bencana alam yang kerapkali melanda negara kita harus terus-menerus dievaluasi dan menjadi pelajaran bagi kita semua yang selama ini telah mengabaikam alam, tempat kita hidup dan pijakGerakan peduli terhadap alam dan lingkungan, ,mutlak perlu terus dilakukan agar bumi ini terselamatkan dari bencana alam yang dahsyat lagi.

BAB IIPEMBAHASANA.Tipe-Tipe Gempa Bumi dan Proses TerjadinyaGempa bumi atau seisme adalah getaran pada permukaan bumi yang disebabkan oleh tenaga dari dalam bumi. Menurut para ahli seismologi, terjadinya gempa bumi dapat dibedakan atas 3 macam yaitu, gempa vulkanik, gempa runtuhan, dan gempa tektonik.1.Pengertian dan Proses Terjadinya Gempa VulkanikGempa vulkanik yaitu gempa bumi sebagai akibat letusan gunung api. Gunung api yang akan meletus selalu diiringi dengan gempa yang menggetarkan permukaan bumi disekitarnya, hal ini disebabkan oleh pergerakan magma yang akan keluar dari perut bumi ketika gunung akan meletus. Ketika magma bergerak kepermukaan gunung api, ia akan bergerak dan memecahkan bebatuan gunung api. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya getaran yang cukup kuat dan berkepanjangan sehingga menimbulkan gempa bumi.Gempa vulkanik yaitu gempa bumi sebagai akibat letusan gunung api. Gunung api yang akan meletus selalu diiringi dengan gempa yang menggetarkan permukaan bumi disekitarnya, hal ini disebabkan oleh pergerakan magma yang akan keluar dari perut bumi ketika gunung akan meletus. Ketika magma bergerak kepermukaan gunung api, ia akan bergerak dan memecahkan bebatuan gunung api. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya getaran yang cukup kuat dan berkepanjangan sehingga menimbulkan gempa bumi.

Disamping akibat dari tumbukan antara magma dengan dinding-dinding gunung api, gempa vulkanik juga dapat disebabkan oleh tekanan gas pada letusan yang sangat kuat dan perpindahan magma didalam dapur magma. Pada umumya getaran yang kuat hanya ada disekitar gunung api itu saja. Gempa vulkanik terjadi sebelum dan selama letusan gunung api terjadi. Gempa vulkanik hanya sekitar 7% dari jumlah gempa yang terjadi didunia.2.Pengertian dan Proses Terjadinya Gempa ReruntuhanGempa runtuhan disebut juga tanah terban. Gempa ini terjadi di daerah yang terdapat banyak rongga-rongga dibawah tanah, seperti :a. Daerah kapur yang banyak terdapat sungai atau gua dibawah tanah tidak dapat menahan menahan atap guab. Daerah pertambangan yang banyak terdapat rongga-rongga dibawah tanah untuk mengambil bahan tambang. Gempa runtuhan atau tanah terban ini jarang terjadi.3.Pengertian dan Proses Terjadinya TektonikSampai saat ini yang dianggap sebagi fenomena alam gempa bumi yangs ebenarnya adalah gempa tektonik.Gempa tektonik adalah gempa bumi yang terjadi karena adanya pergeseran antara lempeng-lempeng tektonik yang berada jauh dibawah kulit permukaan bumi.Pergeseran lempeng-lempeng tektonik itu menimbulkan energi yang luar biasa besarnya, sehingga menimbulkan goncangan yang dapat kita rasakan dipermukaan bumi.B.Skala Kekuatan Gempa BumiPada setiap peristiwa gempa bumi yang terjadi, tentu kita pernah mendengar istilah skala richter. Semakin besar kekuatan gempa (magnitudo), semakin besar pula kekuatan gempa yang terjadi. Ukuran skala gempa (magnitudo) berdasarkan yang dibuat richter dapat kita lihat pada tabel berikut.Skala RichterNoMagnitudoCiri-Ciri/ Alibat

12,0 3,4Tidak dapat dirasakan oleh manusia, tetapi dapat direkam oleh seismograf

23,5 4,2Hanya dapat dirasakan oleh sebagian kecil orang

34,3 4,8Getaran dapat dirasakan oleh banyak orang

44,9 5,4Dapat dirasakan oleh semua orang

55,5 6,1Terdapat sejumlah kecil bangunan yang rusak

66,2 6,9Bangunan banyak yang rusak

77,0 7,9Kerusakan bangunan lebih besar, bangunan runtuh, rel KA bengkok

87,4 7,9Terjadi kerusakan yang hebat

9> 8,0Terjadi kerusakan total, semua bangunan runtuh, peristiwanya tergolong bencana besar

Gempa bumi terkuat yang pernah terjadi sepanjang sejarah manusia adalh gempa bumi di chile, yang terjadi pada tahun 1960 dengan kekuatan 9.5 skala richter. Sementara gempa bumi diwilayah Indonesia yang tergolong besar pernah terjadi di Aceh yang menimbulkan tsunami pada tanggal 26 Desember 2004 berkekuatan 8,9 skala Richter, gempa di kepulauan Nias pada tanggal 28 mei 2005 berkekuatan 8,7 skala Richter, dan gempa bumi Yogyakarta mei 2006 dengan kekuatamn 5,9 skal Richter.Sebenarnya skala yang dibuat oleh Richter bukan satu-satunya ukuran yang digunakan untukmengetahui kekuatan gempa. Disamping skala kekuatan gempa (magnitudo) yang dibuat Richter, ada skala lain yang bernama skala Intensitas.

Ukuran skala intensitas ini didasarkan pada getaran yang tersisa dipermukaan bumi, misalnya dari akibat gempa itu sendiri terhadap manusia dan alam sekitarnya. Skala intensitas ini disebut juga skala kekuatan relatif. Skala kekuatan relatif disusun oleh Mercalli dan Cancani terdiri dari tingkat atau intensitas I sampai dengan VII. Namun Van Bemmelen membuat penyesuaian pengukuran yang sesuai dengan kondisi di Indonesia.C.Pembagian Gempa Berdasarkan Kedalaman HiposentrumDisamping skala kekuatan gempa berdasarkan intensitasnya, perlu kita ketahui kekuatan gempa disatu daerah selain di pengaruhi oleh jaraknya dari pusat gempa diatas itu sendiri dan kedalaman pusat gempa di dalam bumi (hiposentum). Makin dangkal hiposentrumnya, makin kuat gempa yang dirasakan dipermukaan bumi. Oleh karena itu berdasarkan kedalam hiposentrumnya

Recommended

View more >