hubungan perputaran modal kerja, kas, piutang, dan

Click here to load reader

Post on 18-Oct-2021

8 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PERSEDIAAN DENGAN RETURN ON INVESTMENT
(Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di BEI Tahun
2013)
SKRIPSI
Memperoleh Gelar Sarjana
Program Studi Akuntansi
FAKULTAS EKONOMI
ii
iii
iv
Santo Pelindungku
mendukungku.
v
MOTTO
vi
vii
viii
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kasih atas
berkat, rahmat serta penyertaanNya yang telah dilimpahkan sehingga penulisan
skripsi yang disusun sebagai syarat memperoleh gelar Sarjana pada Program Studi
Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma ini dapat terselesaikan
dengan baik.
Dalam penulisan skripsi ini tidaklah sedikit sumbang saran dan bimbingan
yang penulis peroleh dari berbagai pihak, baik berupa sumbangan moral maupun
material. Hal ini penulis sadari bahwa tanpa adanya bantuan tersebut, penulisan
skripsi ini tidak akan berhasil dengan lancar.
Melalui halaman ini, perkenankanlah penulis untuk menyampaikan
ungkapan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah
berkenan memberikan bantuan berupa bimbingan atau pendampingan yang sangat
berharga hingga terselesaikannya skripsi ini tepat pada waktunya. Ucapan
terimakasih ini penulis sampaikan kepada :
1. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. selaku Rektor Universitas Sanata
Dharma Yogyakarta.
2. Drs. Herry Maridjo, M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata
Dharma Yogyakarta.
3. Drs. YP. Supardiyono, M.Si., Ak.,QIA., CA selaku Ketua Program Studi
Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ix
4. Dr. FA. Joko Siswanto, MM., Ak., QIA., CA selaku dosen Pembimbing
Skripsi, yang senantiasa membimbing, memberi masukan, saran yang
membangun, dan arahan, sehingga penulis mampu memahami dan
menyelesaikan skripsi ini.
5. Antonius Diksa Kuntara S.E., M.F.A. selaku dosen Pembimbing Akademik
yang senantiasa membimbing saat KRS ataupun BRS online dan memberikan
berbagai arahan dengan sabar dari awal semester hingga saat ini.
6. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi yang telah
membimbing penulis selama studi di Fakultas Ekonomi Program Studi
Akuntansi ini.
7. Seluruh staf Sekretariat Fakultas Ekonomi, yang selalu mendukung dengan
memberikan pelayanan yang terbaik.
8. Kedua orangtuaku yang tercinta Bapak Stephanus Sunarto dan Ibu Veronika
Hartini, terimakasih atas doa serta dukungan moral maupun materil. Partner
yang selalu ada saat suka dan duka Martina Andhika Swasti. Adikku Cherry,
Chaterine, Dyan, Lica, Putri. Mbah putriku simbah Sutilah, dan simbah
Agustina Tempuk Atmowijono, om-om dan tante-tanteku. Dan saudara-
saudaraku yang tidak dapat disebutkan satu persatu, terima kasih telah
mendukung dan mendoakanku.
9. Kawan-kawanku Karangtaruna Diro, OMK Lingkungan Petrus Brajan, Omk
Stasi Pojok, PPA Santo Athanasius Pojok, Paduan Suara Maria Serafine, Club
Futsal OMK Stasi Pojok (Circle FC), Akuntansi 2012 kelas C dan teman-
teman kesenian Liyudh Pro Art terimakasih telah mewarnai perjalananku dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
x
xi
KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ..................... vii
KATA PENGANTAR ................................................................................ viii
A. TeoriPendukung .............................................................................. 8
6. Ratio PengukuranRentabilitas ............................................. 16
A. JenisPenelitian ................................................................................. 22
B. ObyekPenelitian .............................................................................. 22
B. Definisi Perusahaan Manufaktur ..................................................... 35
C. Gambaran Umum Aktivitas Industri Manufaktur ........................... 35
D. Daftar Perusahaan Manufaktur yang digunakan
untuk sampel penelitian................................................................... 37
A. Data Penelitian ................................................................................ 40
xii
D. Mengklasifikasi Data ...................................................................... 69
BAB VI PENUTUP .................................................................................... 85
xiii
Tabel 5.1 Perhitungan Return on Investment perusahaan manufaktur
tahun 2013 .................................................................................. 41
tahun 2013 .................................................................................. 43
tahun 2013 .................................................................................. 46
tahun 2013 .................................................................................. 49
tahun 2013 ................................................................................. 51
Tabel 5.10 Statistik Deskriptif Perputaran Kas ........................................... 60
Tabel 5.11 Tabel Frekuensi Perputaran Kas ............................................... 63
Tabel 5.12 Statistik Deskriptif Perputaran Piutang ..................................... 63
Tabel 5.13 Tabel Frekuensi Perputaran Piutang ......................................... 66
Tabel 5.14 Statistik Deskriptif Perputaran Persediaan ................................ 66
Tabel 5.15 Tabel Frekuensi Perputaran Persediaan .................................... 69
Tabel 5.16 Pengklasifikasian Return On Investment,
Perputaran Modal Kerja, Kas, Piutang, dan Persediaan ........... 71
Tabel 5.17Tabulasi silang Perputaran Modal Kerja
dengan Return On Investment .................................................. 74
Tabel 5.18Symmetric MeasuresPerputaran Modal Kerja
dengan Return On Investment .................................................. 74
Tabel 5.19Tabulasi silang Perputaran Kas
dengan Return On Investment .................................................. 75
Tabel 5.20Symmetric MeasuresPerputaran Kas
Tabel 5.22Symmetric MeasuresPerputaran Piutang
Tabel 5.24Symmetric MeasuresPerputaran Persediaan
xiv
Gambar 5.1 Histogram Return On Investment ............................................ 56
Gambar 5.2 Histogram Perputaran Modal Kerja ........................................ 59
Gambar 5.3 Histogram Perputaran Kas ...................................................... 62
Gambar 5.4 Histogram Perputaran Piutang ................................................ 65
Gambar 5.5 Histogram Perputaran Persediaan ........................................... 68
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
xv
PERSEDIAAN DENGAN RETURN ON INVESTMENT
Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2013
Lourensius Eru Herlambang
perputaran modal kerja, kas, piutang, dan persediaan terhadap return on
investment. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi empiris pada
perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013,
dan telah didokumentasikan didalam Indonesian Capital Market Directory.
Data yang diambil dari Indonesian Capital Market Directory adalah
aktiva lancar, kewajiban lancar, penjualan, piutang, kas, persediaan, harga
pokok penjualan, laba setelah pajak, dan total aktiva pada tahun 2013.
Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik
analisis data menggunakan Analisis Tabulasi Silang (Crosstabs).
Sampel yang diperoleh adalah 76 perusahaan manufaktur dengan tahun
pengamatan 2013. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perputaran modal
kerja, perputaran kas, dan perputaran persediaan memiliki hubungan yang
sangat lemah dan negatif terhadap return on investment. perputaran piutang
memiliki hubungan yang sangat lemah dan positif terhadap return on
investment.
perputaran persediaan, dan Return On Investment.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
xvi
CASH TURNOVER, RECEIVABLE TURNOVER, INVENTORY
TURNOVER AND RETURN ON INVESTMENT
An Empirical Study At Manufacturing Companies Listed in IDX During 2013
Lourensius Eru Herlambang
the working capital turnover, cash turnover, receivable turnover, inventory
turnover and return on investment. It is an empirical study at manufacturing
companies listed in IDX during 2013 and documented in Indonesian
Capital Market Directory.
The data taken from Indonesian Capital Market Directory are current
asset, current liabilities, sales, receivable, cash, inventory ,cost of good sold
, earning after tax, and total assets during 2013. The research uses purposive
sampling technique. The data were analyzed using crosstab analysis.
Sample used were 76 manufacturing companies observed in 2013.
The results of the research showed that the working capital turnover,Cash
turnover, and Inventory turnover have negative and very weak correlation to
return on investment. Receivable turnover have positive and very weak
correlation to return on investment.
Keywords: Working Capital Turn Over, Cash Turn Over, Receivable Turn
Over, Inventory Turn Over, and Return On Investment.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
1
hari disebut modal kerja. Modal kerja yang digunakan perusahaan diharapkan
akan masuk kembali ke perusahaan dari penjualan produksinya, sehingga
modal kerja akan terus berputar di setiap periode.
Modal kerja adalah nilai dari aktiva ataupun harta yang dapat segera
dijadikan uang kas dan dapat digunakan perusahaan untuk keperluan sehari-
hari. Tersedianya modal kerja yang segera dapat digunakan dalam kegiatan
operasional tergantung pada sifat aktiva lancar yang dimiliki perusahaan
seperti: kas, piutang, dan persediaan. Modal kerja yang cukup akan
menguntungkan bagi perusahaan karena memungkinkan perusahaan untuk
beroperasi secara ekonomis atau efisien dan perusahaan tidak mengalami
kesulitan dalam menghadapi bahaya-bahaya yang mungkin timbul karena
adanya krisis atau kekacauan keuangan (Munawir, 2010: 114), namun jika
modal kerja berlebihan maka menunjukkan adanya dana yang tidak
produktif. Modal kerja yang berlebihan juga akan menimbulkan kerugian
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
2
Kekurangan modal kerja dan buruknya kinerja manajemen dalam modal
kerja juga menjadikan penyebab utama kegagalan suatu perusahaan.
Modal kerja yang efisien memberikan beberapa keuntungan bagi
perusahaan, antara lain (Munawir, 2010: 116-117): melindungi perusahaan
terhadap krisis modal kerja karena turunnya nilai dari aktiva lancar,
memungkinkan untuk dapat membayar semua kewajiban-kewajiban tepat
pada waktunya, menjamin dimilikinya kredit standing perusahaan semakin
besar dan memungkinkan bagi perusahaan untuk dapat menghadapi bahaya-
bahaya atau kesulitan keuangan yang mungkin terjadi, memungkinkan untuk
memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup melayani para konsumennya,
memungkinkan bagi perusahaan untuk memberikan syarat kredit yang lebih
menguntungkan kepada para pelanggannya, dan memungkinkan bagi
perusahaan untuk dapat beroperasi dengan lebih efisien karena tidak adanya
kesulitan untuk memperoleh barang ataupun jasa yang dibutuhkan.
Efisien dalam penggunaan modal kerja dapat diukur dengan rasio
perputaran modal kerja. Perputaran modal kerja adalah hubungan antara
modal kerja dengan penjualan dan banyaknya penjualan yang dapat diperoleh
perusahaan untuk tiap modal kerja. Dikatakan efisien apabila semakin cepat
perputaran masing-masing elemen modal kerja dan kurang efisien apabila
perputarannya semakin melambat.
digunakan dalam transaksi perusahaan, setiap saat diinginkan (Rudianto,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
3
2012: 188). Dalam laporan posisi keuangan kas merupakan aktiva yang
paling likuid. Perusahaan memiliki kas yang besar jumlahnya berarti semakin
tinggi tingkat likuiditasnya. Tingginya tingkat likuiditas karena memiliki kas
dalam jumlah besar dapat diartikan tingkat perputaran kas tersebut rendah
dan mencerminkan over investment, sehingga perusahaan kurang efektif
dalam mengelola kas. Kas yang relatif kecil akan diperoleh perputaran kas
yang tinggi dan keuntungan lebih besar. Kas memiliki peran yang sentral
dalam menentukan kelancaran aktivitas perusahaan. Oleh karena itu, kas
perlu direncanakan dan diawasi, baik penerimaan maupun penggunaannya.
Piutang adalah klaim yang dilakukan oleh perusahaan atas uang,
barang, ataupun jasa kepada pihak lain sebagaimana akibat dari transaksi
yang terjadi di masa lalu. Piutang yang ditimbulkan dari penjualan barang
ataupun jasa dalam aktivitas normal perusahaan, piutang akan dilunasi dalam
tempo kurang dari satu tahun, maka piutang termasuk dalam aset lancar.
Piutang dan taksiran waktu pengumpulan piutang dapat dihitung dengan
perputaran piutang. Perputaran piutang yang tinggi dapat menunjukkan
modal kerja yang ditanamkan dalam piutang rendah, apabila semakin rendah
maka terjadi over investment piutang. Perputaran piutang yang rendah dapat
diakibatkan karena bagian kredit dan penagihan bekerja tidak efektif atau
adanya perubahan kebijakan.
dan bahan jadi yang dimiliki perusahaan, tujuannya untuk dijual ataupun
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4
proses akuntansi dibedakan dengan aktiva-aktiva lancar lainnya, seperti
operating supplies, furniture yang tak dijual namun digunakan untuk
menolong perusahaan menjalankan aktivitasnya. Prosedur untuk
mengevaluasi posisi persediaan adalah dengan perputaran persediaan.
Perputaran persediaan adalah rasio antara jumlah harga pokok barang yang
dijual dengan nilai rata-rata persediaan yang dimiliki perusahaan. Tingkat
perputaran persediaan mengukur perusahaan dalam memutarkan barang
dagangannya serta menunjukkan hubungan antara barang yang diperlukan
untuk menunjang tingkat penjualan yang ditentukan.
Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh
keuntungan yang hubungannya dengan penjualan, total aktiva, dan modal
sendiri. Return on Investment ternasuk dalam rasio profitabilitas yang
dimaksudkan untuk mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan
dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk operasinya
perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Kegunaan analisa Return on
Investment adalah untuk mengukur efisiensi dalam menggunakan modal yang
bekerja, produksi, dan bagian penjualan, menjadi alat kontrol yang berguna
dalam perencanaan, Return on Investment juga dapat digunakan sebagai alat
untuk mengukur profitabilitas dari masing-masing produk yang diproduksi
oleh perusahaan.
5
perusahaan. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis tertarik
melakukan penelitian terkait “Hubungan Perputaran Modal Kerja, Kas,
Piutang, Dan Persediaan Dengan Return On Investment”.
B. Rumusan Masalah
dengan Return on Investment ?
2. Bagaimana hubungan Perputaran Kas (cash turnover) dengan Return on
Investment ?
Return on Investment ?
Return on Investment ?
C. Tujuan Penelitian
turnover) dengan Return on Investment.
2. Mengetahui hubungan antara Perputaran Kas (cash turnover) dengan
Return on Investment.
dengan Return on Investment.
dengan Return on Investment.
6
dijadikan acuan dalam penelitian lain maupun pada perusahaan. Penelitian
ini diharapkan memberikan tambahan pengetahuan dalam bidang Ekonomi
Akuntansi khususnya mata kuliah Analisis Laporan Keuangan, karena
dalam penelitian ini dilakukan analisis laporan keuangan pada perusahaan.
Hasil dari pembahasan diharapkan memberikan gambaran dan
pengetahuan mengenai hubungan perputaran modal kerja, kas, piutang,
dan persediaan terhadap Return on Investment khususnya perusahaan
manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
2. Manfaat Praktis
manajemen dalam upaya memaksimalkan profitabilitas dan mengambil
keputusan terkait dengan tujuan utama perusahaan. Bagi para pengguna
laporan keuangan dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan
pemberian pinjaman kepada perusahaan.
7
penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.
Bab II Landasan Teori
penelitian terdahulu, kerangka pemikiran teoritis.
Bab III Metode Penelitian
analisis data.
Bab ini menguraikan tentang gambaran umum perusahaan
yang digunakan menjadi sampel dalam penelitian.
Bab V Analisis Data dan Pembahasan
Bab ini menguraikan tentang deskripsi data, analisa data, dan
pembahasan.
penelitian, saran dan keterbatasan.
8
Menurut Sarwoko dan Halim (1989), modal kerja adalah aktiva-
aktiva jangka pendek yang digunakan untuk kepentingan sehari-hari pada
suatu perusahaan. Sesuai dengan pengertian aktiva jangka pendek maka
modal kerja terdiri dari aktiva lancar. Aktiva lancar yang utama adalah
kas, piutang, dan persediaan. Menurut Houston dan Brigham (2006),
modal kerja adalah investasi sebuah perusahaan pada aktiva-aktiva jangka
pendek seperti kas, sekuritas, persediaan, dan piutang. Menurut Munawir
(2010) pengertian modal kerja dikemukakan dengan adanya tiga konsep
yang umum dipergunakan, yaitu:
yang bersifat rutin, atau menunjukkan jumlah dana yang tersedia
untuk tujuan operasi jangka pendek. Dalam konsep ini menganggap
bahwa modal kerja adalah jumlah aktiva lancar (gross working
capital).
9
dalam konsep ini pengertian modal kerja adalah kelebihan aktiva
lancar terhadap utang jangka pendek (net working capital), yaitu
jumlah aktiva lancar yang berasal dari pinjaman jangka panjang
maupun dari pemilik perusahaan.
usaha pokok perusahaan, tetapi tidak semua dana digunakan untuk
memperoleh atau menghasilkan laba di masa yang akan datang.
2. Elemen Modal Kerja
terdiri dari:
a. Kas
suatu perusahaan akan semakin tinggi tingkat likuiditasnya.
Perusahaan yang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi karena
adanya jumlah kas yang besar mencerminkan perusahaan kurang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
10
efektif dalam mengelola kas. Jumlah kas yang relatif kecil akan
diperoleh perputaran kas yang tinggi dan keuntungan yang
diperoleh akan lebh besar, suatu perusahaan yang hanya mengejar
keuntungan tanpa memperhatkan likuiditas akhirnya perusahaan
itu akan dalam keadaan yang likuid apabila sewaktu-waktu
ditagih. Kas sangat berperan dalam menentukan kelancaran
kegiatan perusahaan, oleh karena itu harus direncanakan dan
diawasi dengan baik (Munawir, 2010: 158).
b. Piutang
karena adanya penjualan barang secara kredit. Penjualan secara
kredit tidak secara langsung menghasilkan kas, hingga saat jatuh
tempo pembayaran piutang tersebut menjadi uang kas yang
masuk ke kas perusahaan. Piutang dagang atau piutang lain-lain
biasanya disajikan dalam neraca sebesar nilai realisasinya, yaitu
nilai nominal piutang dikurangi dengan cadangan kerugian
piutang (Munawir, 2010: 16).
hanya membeli dan menjual barang dagangan melainkan juga
memproduksi barang maka perusahaan tersebut pada akhir tahun
akan mempunyai persediaan bahan mentah, barang dalam proses
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
11
dagang (Munawir, 2010: 16).
3. Pentingnya Modal Kerja
dalam operasi tergantung pada type atau sifat aktiva lancar yang
dimiliki seperti: Kas, Effek, Pihutang, dan Persediaan. Modal kerja
harus cukup jumlahnya dalam arti harus mampu membiayai
pengeluaran-pengeluaran atau operasi perusahaan sehari-hari, karena
dengan modal kerja yang cukup akan menguntungkan bagi
perusahaan, di samping memungkinkan bagi perusahaan untuk
beroperasi secara ekonomis atau efisien dan perusahaan tidak
mengalami kesulitan keuangan, juga akan memberikan keuntungan
lain yaitu melindungi perusahaan terhadap krisis modal kerja karena
turunnya nilai dari aktiva lancar, memungkinkan untuk dapat
membayar kewajiban-kewajiban, menjamin dimilikinya kredit
standingperusahaan semakin besar dan memungkinkan bagi
perusahaan untuk dapat menghadapi bahaya-bahaya atau kesulitan
keuangan yang mungkin terjadi, memiliki persediaan yang cukup
untuk melayani konsumen, dapat memberikan syarat kredit yang lebih
menguntungkan pada langganannya, memungkinkan perusahaan
dapat beroperasi lebih efisien (Munawir, 2010: 116).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
12
Pada dasarnya modal kerja terdiri dari bagian yang tetap atau
bagian yang permanen yaitu jumlah minimum yang harus tersedia
agar perusahaan dapat berjalan dengan lancar tanpa kesulitan
keuangan dan jumlah modal kerja yang variabel jumlahnya
tergantung pada aktivitas musiman dan kebutuhan-kebutuhan di luar
aktivitas yang biasa.
berasal dari hasil operasi perusahaan. Hasil operasi perusahaan adalah
jumlah net income yang nampak dalam laporan perhitungan rugi laba
ditambah dengan depresiasi dan amortisasi, jumlah ini menunjukan
jumlah modal kerja yang berasal dari hasil operasi perusahaan. Jadi
jumlah modal kerja yang berasal dari hasil operasi perusahaan dapat
dihitung dengan menganalisa laporan perhitungan rugi laba
perusahaan tersebut. Dengan adanya keuntungan atau laba dari
perusahaan, dan apabila laba tersebut tidak diambil oleh pemilik
perusahaan maka laba tersebut akan menambah modal perusahaan
yang bersangkutan (Munawir, 2010: 120).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
13
saham, dan penurunan aktiva yang tidak lancar. Adapun rumus
rasio modal kerja adalah (Fahmi, 2011: 126):
Rasio Modal Kerja = Aktiva Lancar – Kewajiban Lancar
Keefektifan penggunaan modal kerja dapat diukur atau dinilai
dengan rasio perputaran modal kerja (working capital turnover).
Perputaran modal kerja adalah rasio yang menunjukkan hubungan
antara modal kerja dengan penjualan dan banyaknya penjualan
yang dapat diperoleh perusahaan untuk tiap rupiah modal kerja.
Perputaran modal kerja yang rendah menunjukkan adanya
kelebihan modal kerja yang mungkin disebabkan rendahnya
perputaran persediaan, piutang, atau saldo kas yang terlalu besar.
Perputaran modal kerja dapat dirumuskan sebagai berikut
(Munawir, 2010: 104):
penggunaan modal kerja semakin efektif dan efisien. Hasil akhir
dari penghitungan dapat diintepretasikan bahwa setiap Rp1 modal
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
14
rata-rata) penjualan netto (Munawir, 2010:80).
b. Perputaran Kas
kas dalam menghasilkan pendapatan sehingga dapat dilihat kas
berputar dalam suatu periode tertentu. Perputaran kas dapat
dirumuskan sebagai berikut (Sunyoto, 2013: 147):
Jumlah kas yang relatif kecil akan diperoleh tingkat
perputaran kas yang tinggi dan keuntungan yang diperoleh
menjadi lebih besar (Munawir, 2010: 158). Intepretasi dari hasil
akhir hitungan perputaran kas adalah dalam satu tahun rata-rata
dana yang tertahan dalam kas berputar sebanyak hasil hitung
(Sunyoto, 2013: 147).
c. Perputaran Piutang
menilai posisi dan menaksir waktu pengumpulan piutang.
Perputaran piutang dapat dirmuskan sebagai berikut (Munawir,
2010: 104):
15
kerja yang ditanamkan dalam piutang rendah, sebaliknya jika
rasio perputaran piutang semakin rendah berarti ada kelebihan
dalam menginvestasikan piutang sehingga memerlukan analisa
lebih lanjut. Hasil dari pembagian antara penjualan dengan rata-
rata piutang dapat dijelaskan bahwa perusahaan dapat melakukan
berapa kali penagihan piutang dalam satu tahun (Munawir, 2010:
76). Perputaran piutang menunjukan berapa kali dalam satu tahun
piutang berputar (Halim, Hanafi, 2003: 216).
d. Perputaran Persediaan
antara jumlah harga pokok barang yang dijual dengan nilai rata-
rata persediaan yang dimiliki perusahaan, perputaran ini
menunjukkan berapa kali jumlah persediaan barang dagangan
diganti dalam satu tahun (Munawir, 2010: 77). Dalam perhitungan
perputaran persediaan dapat dilakukan dengan persediaan akhir
tahun maupun dari persediaan rata-rata (Wibisono, 1991: 17),
dapat dirumuskan sebagai berikut (Halim,Hanafi, 2005: 82):
=

dalam memutarkan barang dagangannya, dan menunjukkan
hubungan antara barang yang diperlukan untuk menunjang atau
mengimbangi tingkat penjualan yang ditentukan. Penghitungan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
16
saja, tetapi dapat juga diterapkan dalam persediaan bahan mentah
maupun persediaan barang dalam proses. Apabila data harga
pokok penjualan tidak diperoleh maka perputaran persediaan
dapat dihitung dari penjualan. Semakin tinggi tingkat perputaran
persediaan tersebut maka jumlah modal kerja yang dibutuhkan
semakin rendah. Untuk dapat mencapai tingkat perputaran yang
tinggi, maka harus diadakan perencanaan dan pengawasan
persediaan secara teratur dan efisien. Semakin cepat atau tinggi
tingkat perputaran akan memperkecil resiko terhadap kerugian
yang disebabkan karena penurunan harga atau karena perubahan
selera konsumen, di samping itu akan menghemat ongkos
penyimpanan dan pemeliharaan terhadap persediaan tersebut
(Munawir, 2010:119). Perputaran persediaan yang rendah
menandakan adanya kurangnya pengendalian terhadap persediaan
yang efektif (Hanafi, Halim, 2005:82). Turn over ini menunjukan
berapa kali jumlah persediaan barang dagangan diganti dalam satu
tahun (dijual dan diganti) (Munawir, 2010: 78).
6. Rasio pengukuran Rentabilitas
digunakan untuk mengukur profit yang diperoleh dari modal-modal
yang digunakan untuk operasi tersebut atau mengukur kemampuan
perusahaan untuk memperoleh keuntungan.
17
adalah sekelompok rasio yang menunjukkan kombinasi dari pengaruh
likuiditas, manajemen aset, dan utang pada hasil operasi.
a. Return On Investment
mempunyai arti yang sangat penting sebagai salah satu teknik
analisa keuangan yang bersifat menyeluruh (komprehensif).
Analisa ROI merupakan teknik analisa yang lazim digunakan
oleh pimpinan perusahaan untuk mengukur efektivitas dari
keseluruhan operasi perusahaan. Basarnya ROI dipengaruhi oleh
dua faktor yaitu turnover dari operating assets dan profit margin
yang besarnya keuntungan operasi dinyatakan dalam
prosentasedan jumlah penjualan bersih. Profit margin ini
mengukur tingkat keuntungan yang dapat dicapai oleh perusahaan
dihubungkan dengan penjualannya (Munawir, 2010:89)
Return on Investment termasuk dalam rasio profitabilitas,
rasio ini mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan
yang ditujukan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang
diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun
investasi. Return on Investment mengukur sejauh mana investasi
yang telah ditanamkan mampu memberikan pengembalian
keuntungan sesuai dengan yang diharapkan. Return on Investment
dapat dirumuskan sebagai berikut, (Irham, 2011: 137):
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
18
kerja adalah rasio yang menunjukkan hubungan antara modal kerja dengan
penjualan dan banyaknya penjualan yang dapat diperoleh perusahaan untuk
tiap rupiah modal kerja. Perputaran modal kerja yang rendah menunjukkan
adanya kelebihan modal kerja yang mungkin disebabkan oleh rendahnya
perputaran persediaan, piutang, atau saldo kas yang terlalu besar. Perputaran
modal kerja dapat menggambarkan cepat lambatnya periode perusahaan
menerima kas dari hasil penjualan. Modal kerja yang digunakan secara
efisien dan efektif dalam mendanai kegiatan operasional serta aktivitas…