hubungan umat beragama - umat...beragama, pemberdayaan forum kerukunan umat beragama, dan...

Download Hubungan Umat Beragama -   umat...Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat. Sejak disahkan PBM tersebut dan diikuti langkah-langkah

Post on 06-Feb-2018

282 views

Category:

Documents

20 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Hubungan Umat Beragama:

    STUDI KASUS PENUTUPAN /PERSELISIHAN RUMAH IBADAT

    Kementerian Agama RIBadan Litbang dan DiklatPuslitbang Kehidupan KeagamaanJakarta 2012

    Editor :Haidlor Ali Ahmad

    Hubung

    an Um

    at Berag

    ama

    Studi K

    asus Penutupan/Perselisihan Rum

    ah Ibadat

    ISBN 978-602-8739-09-2

    Hubungan Umat Beragama:

    STUDI KASUS PENUTUPAN /PERSELISIHAN RUMAH IBADAT

    Kementerian Agama RIBadan Litbang dan DiklatPuslitbang Kehidupan KeagamaanJakarta 2012

    Editor :Haidlor Ali Ahmad

    Di satu sisi rumah ibadat adalah merupakan tempat bahkan pusat kegiatan ritual keagamaan, pembinaan mental spiritual, pendidikan agama, kegiatan sosial, budaya, dan penyiaran agama. Oleh karenanya rumah ibadat dipandang sebagai simbol agama. Karena fungsinya yang sedemikian rupa, di sisi lain rumah ibadat suatu agama sering dipandang oleh penganut agama lain sebagai ancaman. Keberadaan rumah ibadat terutama yang akan didirikan di suatu tempat sering dipandang sebagai ancaman bagi eksistensi agama yang telah ada lebih dulu di tempat itu. Sebagaimana hasil penelitian yang tertuang dalam buku ini, hampir setiap pendirian rumah ibadat mengalami hambatan, karena tidak sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditentukan (PBM). Ada pula yang karena sejak awal rencana pembangunannya sudah ditolak oleh penganut agama lain yang mayoritas, sehingga upaya-upaya pemenuhan persyaratan yang sudah ditentukan dalam peraturan selalu dihambat, baik oleh masyarakat sekitar, maupun oleh aparat yang seharusnya memfasilitasi pendirian rumah ibadat yang sudah merupakan kebutuhan nyata dan sungguh bagi penganut agama yang ingin mendirikannya.

    Tentunya sangatlah memprihatinkan melihat realita betapa sulitnya membangun rumah ibadat. Apalagi jika kesulitan itu merupakan rekayasa yang dilakukan oleh kalangan yang menetang kehadirannya. Sehingga peraturan yang dengan kehadirannya dapat mempermudah, memberikan solusi dan bahkan mewajibkan pihak berwenang untuk memfasilitasi, tetapi justru oleh para penentang dimanfaatkan untuk mempersulit dan bahkan kalau dapat untuk menggagalkannya sama sekali. Disini menunjukkan ketaatan umat beragama kepada peraturan dan sikap toleransi sedang diuji.

  • Hubungan Umat Beragama: Studi Kasus Penutupan/Perselisihan Rumah Ibadat

    i

    HubunganUmat Beragama

    STUDI KASUS PENUTUPAN/ PERSELISIHAN RUMAH IBADAT

    Editor :Haidlor Ali Ahmad

    Kementerian Agama RIBadan Litbang dan DiklatPuslitbang Kehidupan KeagamaanJakarta 2012

  • Kata Pengantar

    ii

    Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT)

    hubungan umat beragama: studi kasus penutupan/perselisihan rumah ibadat/Puslitbang Kehidupan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RIEd. I. Cet. 1. ----Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2012xxviii + 364 hlm; 14,8 x 21 cm

    ISBN 978-602-8739-11-5

    Hak Cipta pada Penerbit

    ....................................................................................................................................................................Dilarang mengutip sebagian atau seluruh isi buku ini dengan cara apapun, termasuk dengan cara menggunakan mesin fotocopy, tanpa seizin sah dari penerbit ....................................................................................................................................................................Cetakan Pertama, Oktober 2012....................................................................................................................................................................

    HUBUNGAN UMAT BERAGAMA: STUDI KASUS PENUTUPAN/PERSELISIHAN RUMAH IBADAT

    ....................................................................................................................................................................Editor :Haidlor Ali Ahmad

    Tata Letak :Sugeng

    Design CoverFirdaus....................................................................................................................................................................

    Foto Ilustrasi Cover:Kolase Foto Rumah Ibadat dan Aktivitas Keagamaan di Indonesia

    Penerbit:Puslitbang Kehidupan KeagamaanBadan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RIJl. MH. Thamrin No. 6 JakartaTelp/Fax. (021) 3920425, 3920421puslitbang1@kemenag.go.id

  • Hubungan Umat Beragama: Studi Kasus Penutupan/Perselisihan Rumah Ibadat

    iii

    Kata Pengantar

    Kepala Puslitbang Kehidupan Keagamaan

    Puji dan syukur kita sampaikan kehadirat Allah SWT.,

    Tuhan Yang Maha Esa, atas terwujudnya Penerbitan Naskah Buku

    Kehidupan Keagamaan. Penerbitan buku Tahun 2012 ini,

    sebagian besar merupakan hasil kegiatan penelitian dan

    pengembangan Puslitbang Kehidupan Keagamaan, Badan

    Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI pada tahun 2011. Kami

    menghaturkan ucapan terima kasih kepada para pakar dalam

    menulis prolog, juga kepada para peneliti sebagai editor buku ini

    yang secara tekun telah menyelaraskan laporan hasil penelitian

    menjadi buku, yang akhirnya dapat hadir di hadapan pembaca

    yang budiman.

    Pada tahun 2012 ini ditetapkan 9 (sembilan) naskah buku

    yang diterbitkan, buku-buku tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Respon Masyarakat terhadap Aliran dan Paham Keagamaan Kontemporer di Indonesia.

    2. Dinamika Perkembangan Sistem Kepercayaan Lokal di Indonesia.

  • Kata Pengantar

    iv

    3. Modul Keluarga Sakinah Berperspektif Kesetaraan Bagi Penghulu, Konsultan BP4 dan Penyuluh.

    4. Problematika Hukum Kewarisan di Indonesia

    5. Gerakan Dakwah Islam dalam Perspektif Kerukunan Umat Beragama

    6. Hubungan Umat Beragama: Studi Kasus Penutupan/ Perselisihan Rumah Ibadat.

    7. Republik Bhinneka Tunggal Ika: Mengurai Isu-isu Konflik, Multikulturalisme, Agama dan Sosial Budaya.

    8. Peningkatan Integritas Birokrasi : Arah Baru Disiplin Pegawai.

    9. Menjaga Aswaja dan Kerukunan Umat.

    Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih setinggi-

    tingginya kepada para peneliti serta kepada semua pihak yang

    telah memberikan kontribusi bagi terlaksananya program

    penerbitan naskah buku kehidupan keagamaan ini. Semoga

    penerbitan karya-karya hasil penelitian yang lebih banyak

    menyampaikan data dan fakta ini dapat memberikan kontribusi

    bagi pengembangan khazanah sosial keagamaan, serta sebagai

    bahan formulasi kebijakan kepada masyarakat secara luas tentang

    pelbagai perkembangan dan dinamika sosial keagamaan yang

    terjadi di Indonesia. Penerbitan buku-buku ini dilakukan secara

    simultan dan berkelanjutan setiap tahun oleh Puslitbang

    Kehidupan Keagamaan, Badan Litbang dan Diklat untuk

    memberikan cakrawala dan wawasan kita sebagai bangsa yang

    amat kaya dan beragam dalam kehidupan keagamaan.

    Apabila penerbitan ini masih memiliki beberapa

    kekurangan, baik substansi maupun teknis, kami mohon maaf atas

  • Hubungan Umat Beragama: Studi Kasus Penutupan/Perselisihan Rumah Ibadat

    v

    berbagai kekurangan tersebut. Akhirnya, ucapan terimakasih kami

    haturkan kepada Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian

    Agama RI yang telah memberikan arahan demi tercapainya tujuan

    dan sasaran penerbitan naskah buku kehidupan keagamaan ini.

    Jakarta, Oktober 2012

    Kepala

    Puslitbang Kehidupan Keagamaan

    Prof. Dr. Phil. H.M. Nur Kholis Setiawan

    NIP. 19691110 199403 1 005

  • Kata Pengantar

    vi

  • Hubungan Umat Beragama: Studi Kasus Penutupan/Perselisihan Rumah Ibadat

    vii

    Sambutan

    Kepala Badan Litbang dan Diklat

    Kementerian Agama RI

    Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam

    Negeri (PBM) Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 merupakan kesepakatan

    majelis-majelis agama tingkat pusat yang terdiri dari Majelis Ulama

    Indonesia (MUI), Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI),

    Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Parisadha Hindu Dharma

    Indonesia (PHDI), dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi)

    bersama wakil dari Kementerian Agama RI dan Kementerian Dalam

    Negeri RI. PBM tersebut berisikan tentang Pedoman Pelaksanaan

    Tugas Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat

    Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan

    Pendirian Rumah Ibadat.

    Sejak disahkan PBM tersebut dan diikuti langkah-langkah

    sosialisasi kepada para pejabat terkait, pemuka agama dan tokoh

    masyarakat tingkat pusat hingga daerah agar dapat

    menjadikannya sebagai pedoman dan mengimplementasikannya.

    Diantara hasilnya, telah terbentuk Forum Kerukunan Umat

  • Sambutan

    viii

    Beragama (FKUB) provinsi dan kabupaten/kota. Implementasi

    regulasi ini sebagaimana dipaparkan dalam hasil penelitian,

    memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi terpeliharanya

    kerukunan umat beragama.

    Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI terus

    mengawal implementasi PBM tersebut dengan melakukan

    penelitian dan mempublikasikannya kepada masyarakat luas

    melalui penerbitan buku-buku hasil penelitian. Pada tahun 2009

    telah diterbitkan hasil penelitian dengan judul, Efektivitas

    Sosialisasi PBM Nomor 9 dan 8 Tahun 2006. Menyusul tahun 2010

    diterbitkan hasil penelitian dengan judul, Peranan Forum

    Kerukunan Umat Beragama dalam Pelaksanaan Pasal 8,9 dan 10

    PBM Nomor 9 dan 8 Tahun 2006. Tahun 2011 diterbitkan hasil

    penelitian, Pendirian Rumah Ibadat di Berbagai Daerah:

    Pelaksanaan PBM Nomor 9 dan 8 Tahun 2006. Pada tahun 2012

    sekarang ini diterbitkan hasil penelitian, Hubungan Umat

    Beragama: S

Recommended

View more >