identifikasi kation anion

Download Identifikasi Kation Anion

Post on 06-Dec-2015

132 views

Category:

Documents

9 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

laporan praktikum identifikasi kation dan anion

TRANSCRIPT

Identifikasi Kation dan AnionA. Rumusan masalah1. Bagaimana mengenal reaksi-reaksi identifikasi kation zat ananorganik?2. Bagaimana mengenal reaksi-reaksi identifikasi anion zat ananorganik?3. Bagaimana perubahan yang terjadi dalam setiap reaksi identifikasi kation?4. Bagaimana perubahan yang terjadi dalam setiap reaksi identifikasi anion?

B. Tujuan1. Mengenal reaksi-reaksi identifikasi kation zat ananorganik.2. Mengenal reaksi-reaksi identifikasi anion zat ananorganik.3. Mengetahui perubahan yang terjadi dalam setiap reaksi identifikasi kation.4. Mengetahui perubahan yang terjadi dalam setiap reaksi identifikasi anion.

C. Hipotesis 1. Terdapat reaksi-reaksi identifikasi kation zat anorganik.2. Terdapat reaksi-reaksi identifikasi anion zat anorganik.3. Terdapat perubahan yang terjadi dalam setiap reaksi identifikasi kation.4. Terdapat perubahan yang terjadi dalam setiap reaksi identifikasi anion.

D. Landasan teoriUntuk tujuan analisis kualitatif sistematik kation-kation diklasifikasikan dalam lima golongan berdasarkan sifat-sifat kation itu terhadap beberapa reagensia. Dengan memakai apa yang disebut reagensia golongan secara spesifik, dapat kita tetapkan ada tidaknya golongan-golongan kation, dan dapat juga memisahkan golongan-golongan ini dengan pemeriksaan lebih lanjut. Selain merupakan cara yang tradisional untuk menyajikan bahan, urut-urytan ini juga memudahkan dalam mempelajari reaksi-reaksi. Reagensia golongan yang dipakai untuk klasifikasi kation yang paling umum adalah asam klorida, hidrogen sulfida, dan amonium karbonat. Klasifikasi ini didasarkan atas apakah suatu kation bereaksi dengan reagensia-reagensia ini dengan membentuk endapan atau tidak. Jadi boleh kita katakan bahwa klasifikasi kation yang paling umum, didasarkan atas perbedaan kelarutan klorida, sulfida, dan karbonat dari kation tersebut(Vogel,1985:203). Dalam analisa kualitatif cara memisahkan ion logam tertentu harus mengikuti prosedur kerja yang khas. Zat yang diselidiki harus disiapkan atau diubah dalam bentuk suatu larutan. Untuk zat padat kita harus memilih pelarut yang cocok. Ion-ion pada golongangolongan diendapkan satu per satu, endapan dipisahkan dari larutan dengan cara disaring atau diputar dengan centrifuga. Endapan dicuci untuk membebaskan dari larutan pokok atau filtrat dan tiap-tiap logam yang mungkin akan dipisahkan (Cokrosarjiwanto,1977:14). Kation-kation golongan I adalah kation-kation yang akan mengendap bila ditambahkan dengan asam klorida(HCl). Yaitu Ag, Pb, dan Hg yang akan mengendap sebagai campuran AgCl, HgCl , dan PbCl. Pengendapan ion-ion golongan I harus pada temperatur kamar atau lebih rendah karena PbCl terlalu mudah larut dalam air panas. Juga harus dijaga agar asam klorida tidak terlalu banyak ditambahkan. Dalam larutan HCl pekat, AgCl dan PbCl melarut, karena Ag dan Pb membentuk kompleksi dapat larut(Keenan,1984:20). Kation golongan II tidak bereaksi dengan asam klorida, tetapi membentuk endapan dengan hidrogen sulfide dalam suasana asam mineral encer. Ion-ion golongan ini adalah Merkurium (II), Tembaga, Bismut, Kadnium, Arsenik (II), Arsenik (V), Stibium (III), Stibium (V), Timah (II), Timah (III), dan Timah (IV). Keempat ion yang pertama merupakan sub golongan 2A dan keenam yang terakhir sub golongan 2B. Sementara sulfida dari kation dalam golongan 2A tak dapat larut dalam amonium polisulfida. Sulfida dari kation dalam golongan 2B justru dapat larut. Kation golongan III tidak bereaksi dengan asam klorida encer ataupun dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer. Namun, kation ini membentuk endapan dengan amonium sulfida dalam suasana netral atau amoniak. Kation-kation golongan ini adalah Cobalt (II), Nikel (II), Besi (II), Besi (III), Aluminium, Zink, dan Mangan (II). Kation golongan IV tidak bereaksi dengan reagensia golongan I, II, dan III. Kation-kation ini membentuk endapan dengan amonium karbonat dengan adanya amonium klorida, dalam suasana netral atau sedikit asam. Kationkation golongan ini adalah Kalsium, Strontium, dan Barium. Kation-kation golongan V merupakan kation-kation yang umum tidak bereaksi dengan reagensia golongan sebulumnya. Yang termasuk anggota golongan ini adalah ion-ion Magnesium, Natrium, Kalium, Amonium, Litium, dan Hidrogen (Vogel,1985:203-204). Banyak reaksi-reaksi yang menghasilkan endapan berperan penting dalam analisa kualitatif. Endapan tersebut dapat berbentuk Kristal atau koloid dan dengan warna yang berbeda-beda. Pemisahan endapan dapat dilakukan dengan penyaringan ataupun sentrifugasi. Endapan tersebut terbentuk jika larutan menjadi terlalu jenuh dengan zat yang bersangkutan. Kelarutan suatu endapan adalah sama dengan konsentrasi molar dari larutan jenuhnya. Kelarutan bergantung pada berbagai kondisi seperti tekanan, suhu, konsentrasi bahan lain dan jenis pelarut. Perubahan larutan dengan perubahan tekanan tidak mempunyai arti penting dalam analisa kualitatif, karena semua pekarjaan dilakukan dalam wadah terbuka pada tekanan atmosfer.kenaikan suhu umumnya dapat memperbesar kelarutan endapan kecuali pada beberapa endapan, seperti kalsium sulfat, berlaku sebaliknya. Perbedaan kelarutan karena suhu ini dapat digunakan sebagai dasar pemisahan kation. Misalnya, pemisahan kation Ag, Hg(l), dan Pb dapat dilakukan dengan mengendapkan ketiganya sebagai garam klorida, kemudian memisahkan Pb dari Ag dan Hg(l) dengan memberikan air panas. Kenaikan suhu akan memperbesar kelarutan Pb sehingga endapan tersebut larut sedangkan kedua kation lainnya tidak (Masterton, 1991).

E. Alat dan BahanAlat 1 krak tabung reaksi Pipet tetes Bekker glass Pembakar Spirtus Pengaduk kaca Korek api Alas pembakar kawat Kaki tigaBahan Larutan AgNO3 (aq) Larutan HCl (aq) Larutan NH4OH (aq) Larutan HNO3 (aq) Larutan KCN (aq) Larutan KI (aq) Larutan NaOH (aq) Larutan K2CrO4 (aq) Larutan Hg2(NO3)2 (aq) Larutan NH3 (aq) Larutan Pb(NO3)2 (aq) Larutan H2SO4 (aq) Larutan Pb(CH3COO)2 (aq) Larutan BaCl2 (aq) Larutan Na2CO3 (aq) Larutan CaCl2 (aq) Air panas (H2O) (aq) Larutan K4Fe(CN)6 (aq) Larutan Na2SO4 (aq) Laruta Na2S2O3 (aq) Larutan FeSO4 (aq) Larutan K2Cr2O7 (aq) Larutan NaCl (aq) Larutan NaBr (aq) Larutan Na2C2O4 (aq) Lautan CH3COOH (aq)

F. Cara Kerja 1. Menyiapkan tabung reaksi

2. Melarutkan larutan yang diuji dan mengamati terbentuknya endapan

3. Endapan yang terbentuk, dikenakan sinar matahari

4. Endapan yang terbentuk, ditambahkan larutan lain

G. DATA PENGAMATANCara kerjaData pengamatanReaksi ionGambar

Kation Golongan I

Argentum (Ag2+)

1). Mereaksikan larutan

a). AgNO3 (aq) + HCl (aq) Endapan putihAg+ + Cl+ AgCl(s)

b).Endapan + sinar matahariAbu-abu2AgCl(s) 2Ag + Cl2

c). Endapan + air panasTidak larut2AgCl(s) + H2O

d).Endapan + NH4OH (aq) LarutAgCl+2NH3 [Ag(NH3)2]- + Cl-

e).Endapan + NH4OH (aq) + HNO3 (aq) encerTimbul endapan baru[Ag(NH3)2]-+Cl-+HNO3 AgCl + NH4(NO3)2

2). Mereaksikan larutan

a). AgNO3 (aq) + KI (aq) Endapan kuningAg+ + I- AgI

b). Endapan + air panasTidak larut2AgI + H2O

c). Endapan + KCN (aq) berlebihEndapan larut AgI + CN- [Ag(CN)2]- + I-

3). Mereaksikan Larutan

a). AgNO3 (aq) + NaOH (aq) Endapan coklat2Ag+ + 2OH- Ag2O + H2O

b). Endapan + NaOH (aq) berlebhTidak larutAg2O + OH-

4). Mereaksikan Larutan

a). AgNO3 (aq) + K2CrO4 (aq) Endapan merah bata2Ag+ + CrO42- Ag2CrO4

b). Endapan + HNO3 (aq) Larut sebagian2Ag2CrO4 + 2H+ 4Ag+ + CrO72- + H2O

Merkuro (Hg22+)

1). Merekasikan larutan

a). Hg2(NO3)2 (aq) + HCl (aq) Endapan putihHg22+ + 2Cl- Hg2Cl2

b). Endapan + air panasTetapHg22+ + CrO42- Hg2CrO4

2). Mereaksikan larutan

Hg2(NO3)2 (aq) + K2CrO4 (aq)Endapan orangeHg22+ + CrO42- Hg2CrO4

3). Mereaksikan larutan

a). Hg2(NO3)2 (aq) + KI (aq) Endapan hijau terangHg22+ + 2I- Hg2I2

b). Endapan + KI (aq) exsEndapan hijau gelapHg2I2 + 2I- [HgI4]2- + Hg+

Timah Hitam (Pb2+)

1). Mereaksikan larutan

a). Pb(NO3)2 (aq) + HClEndapan putihPb2+ + Cl- PbCl2

b). Endapan + air panasKetika panas larut, ketika dingin jadi kristalPbCl2 + H+ Pb2++2HCl

2). Mereaksikan larutan

Pb(CH3COO)2 (aq) + KI (aq) Endapan kuningPb2+ + 2I- PbI2

3). Mereaksikan larutan

Pb(CH3COO)2 (aq) + K2CrO4 (aq) Endapan kuning terangPb2+ + CrO42- PbCrO4

Kation Golongan IV

Barium (Ba2+)

1). Mereaksikan larutan

BaCl2 (aq) + K2CrO4 (aq) Endapan kuning Ba2+ + CrO42- BaCrO4

2). Mereaksikan larutan

BaCl2 (aq) + Na2CO3 (aq) Endapan putih Ba2+ + CO32- BaCO3

Kalsium (Ca2+)

1). Mereaksikan larutan

a). CaCl2 (aq) + H2SO4 (aq) encerLarutan beningCa2+ + SO42- CaSO4

b). CaCl2 (aq) + K4Fe(CN)6 (aq) Larutan berwarna kuning beningCa2+ + 2K+ + K4Fe(CN)6 K2Ca[Fe(CN)6]

H. PembahasanPembahasan Kation1. Kation golongan I membentuk klorida klorida yang tidak larut. Namun timbal klorida sedikit larut dalam air, karena itu timbal tidak pernah mengendap dengan sempurna bila ditambahkan dengan asam klorida encer kepada suatu cuplikan.nitrat dari golongan pertama sangat mudah larut.a. Argentium (Ag+)Perak adalah logam putih yang dapat ditempa dan liat. Tak larut dalam asam klorida, asam sulfat encer (1M) atau asam nitrat encer (2M). perak membentuk ion monovalent dalam larutan yang tak berwarna.Reaksi reaksi dari ion perak:Dalam percobaan pertama ini, pertama larutan perak nitrat dan asam klorida direaksikan. Se