juice jambu merah

of 24 /24
8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Darah Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo atau hemato yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah. Pada serangga, darah (atau lebih dikenal sebagai hemolimfe) tidak terlibat dalam peredaran oksigen. Oksigen pada serangga diedarkan melalui sistem trakea berupa saluran-saluran yang menyalurkan udara secara langsung ke jaringan tubuh. Darah serangga mengangkut zat ke jaringan tubuh dan menyingkirkan bahan sisa metabolisme. Pada hewan lain, fungsi utama darah ialah mengangkut oksigen dari paru- paru atau insang ke jaringan tubuh. Dalam darah terkandung hemoglobin yang berfungsi sebagai pengikat oksigen. Pada sebagian hewan tak bertulang belakang atau invertebrata yang berukuran kecil, oksigen langsung meresap ke dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya terlarut secara bebas. Hemoglobin merupakan protein pengangkut oksigen paling efektif dan terdapat pada hewan-hewan bertulang belakang atau vertebrata. Hemosianin, yang berwarna biru, mengandung tembaga, dan digunakan oleh hewan

Author: ingetajalku

Post on 11-Jan-2016

23 views

Category:

Documents


0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Manfaat juice jambu merah

TRANSCRIPT

  • 8

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1. Darah

    Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali

    tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang

    dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil

    metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.

    Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo atau

    hemato yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.

    Pada serangga, darah (atau lebih dikenal sebagai hemolimfe) tidak terlibat

    dalam peredaran oksigen. Oksigen pada serangga diedarkan melalui sistem

    trakea berupa saluran-saluran yang menyalurkan udara secara langsung ke

    jaringan tubuh. Darah serangga mengangkut zat ke jaringan tubuh dan

    menyingkirkan bahan sisa metabolisme.

    Pada hewan lain, fungsi utama darah ialah mengangkut oksigen dari paru-

    paru atau insang ke jaringan tubuh. Dalam darah terkandung hemoglobin yang

    berfungsi sebagai pengikat oksigen. Pada sebagian hewan tak bertulang

    belakang atau invertebrata yang berukuran kecil, oksigen langsung meresap ke

    dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya terlarut secara bebas.

    Hemoglobin merupakan protein pengangkut oksigen paling efektif dan terdapat

    pada hewan-hewan bertulang belakang atau vertebrata. Hemosianin, yang

    berwarna biru, mengandung tembaga, dan digunakan oleh hewan

  • 9

    crustaceae.Cumi-cumi menggunakan vanadium kromagen (berwarna hijau

    muda, biru, atau kuning oranye)

    Darah manusia adalah cairan di dalam tubuh yangberfungsi untuk

    mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga

    menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme,

    dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan

    mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem

    endokrin juga diedarkan melalui darah.

    Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen

    sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah

    disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang

    mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya

    molekul-molekul oksigen.

    Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah

    mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa

    oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa

    karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu

    dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu darah

    dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah

    membawa oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut

    pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah

    vena cava superior dan vena cava inferior. Darah juga mengangkut bahan bahan

  • 10

    sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan

    dan dibawa ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni (Wahyu, 2009)

    2.2. Komposisi Darah

    Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45%

    bagian dari darah, angka ini dinyatakan dalam nilai hermatokrit atau volume sel

    darah merah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. Bagian 55%

    yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang

    disebut plasma darah.

    Korpuskula darah terdiri dari:

    2.2.1. Sel darah merah atau eritrosit (sekitar 99%).

    Eritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela, dan tidak

    dianggap sebagai sel dari segi biologi. Eritrosit mengandung hemoglobin

    dan mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan dalam

    penentuan golongan darah. Orang yang kekurangan eritrosit akan

    menderita penyakit anemia.

    2.2.2. Keping-keping darah atau trombosit (0,6 - 1,0%)

    Trombosit bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah.

    2.2.3. Sel darah putih atau leukosit (0,2%)

    Leukosit bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas

    untuk memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya

    oleh tubuh, misal virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau tidak

    memiliki bentuk yang tetap. Orang yang kelebihan leukosit akan menderita

  • 11

    penyakit leukimia, sedangkan orang yang kekurangan leukosit akan

    menderita penyakit leukopenia.

    Susunan Darah. serum darah atau plasma terdiri atas:

    1. Air: 91,0%

    2. Protein: 8,0% (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen)

    3. Mineral: 0.9% (natrium klorida, natrium bikarbonat, garam dari kalsium,

    fosfor, , kalium dan zat besi,nitrogen, dll).

    4. Garam

    Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung :

    1. albumin

    2. bahan pembeku darah

    3. immunoglobin (antibodi)

    4. hormon

    5. berbagai jenis protein

    6. berbagai jenis garam

    Demikian juga dengan darah Hewan, juga mengandung:air, protein

    (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen),mineral, natrium klorida,

    natrium bikarbonat, garam dari kalsium, fosfor, , kalium dan zat besi,nitrogen

    (wahyu, 2009).

    2.3. Trombosit

    Trombosit atau keping sel darah merupakan salah satu komponen darah

    yang mempunyai fungsi utama dalam pembekuan darah. Trombosit akan bekerja

    dengan menutupi pembuluh darah yang rusak dan membentuk benang-benang

  • 12

    fibrin seperti jaring-jaring yang akan menutup kerusakan tersebut. Trombosit

    manusia berukuran kecil dan berbentuk bulat, bentuk dan ukuran trombosit

    tersebut memungkinkan trombosit masuk ke pembuluh darah yang kecil dan

    mampu menempatkan diri pada lokasi yang paling optimal dalam menjaga

    keutuhan pembuluh darah.

    Trombosit dibentuk di dalam sumsum tulang dalam bentuk yang lebih

    besar yang disebut dengan megakariosit (sel dengan inti yang besar), kemudian

    mengalami pematangan menjadi trombosit yang tidak memiliki inti sel lagi dan

    beredar di peredaran darah. Masa hidup trombosit dalam peredaran darah kurang

    lebih 10 hari.

    2.3.1. Fungsi Trombosit

    Fungsi utama trombosit berperan dalam proses pembekuan darah. Bila

    terdapat luka, trombosit akan berkumpul ke tempat luka kemudian memicu

    pembuluh darah untuk mengkerut (supaya tidak banyak darah yang keluar)

    dan memicu pembentukan benang-benang pembekuan darah yang disebut

    dengan benag-benang fibrin. Benang-benang fibrin tersebut akan

    membentuk formasi seperti jaring-jaring yang akan menutupi daerah luka

    sehingga menghentikan perdarah aktif yang terjadi pada luka. Selain itu,

    ternyata trombosit juga mempunyai peran dalam melawan infeksi virus

    dan bakteri dengan memakan virus dan bakteri yang masuk dalam tubuh

    kemudian dengan bantuan sel-sel kekebalan tubuh lainnya menghancurkan

    virus dan bakteri di dalam trombosit tersebut.

  • 13

    Namun, dengan sifat trombosit yang mudah pecah dan bergumpal bila

    ada suatu gangguan, trombosit juga mempunyai peran dalam pembentukan

    plak dalam pembuluh darah. Plak tersebut justru dapat menjadi hambatan

    aliran darah, yang seringkali terjadi di dalam pembuluh darah jantung

    maupun otak. Gangguan tersebut dapat memicu terjadinya stroke dan

    serangan jantung. Oleh karena itu, pada pasien-pasien dengan stroke dan

    serangan jantung diberikan obat-obatan (anti-platelet) supaya trombosit

    tidak terlalu mudah bergumpul dan membentuk plak di pembuluh darah.

    2.3.2 Kelainan Trombosit

    Nilai normal 150.000-400.000 sel/mikroliter darah. Bila kadar

    trombosit di atas rentang nilai normal (>400.000/mikroliter darah) disebut

    dengan Trombositosis. Penyebab terjadinya trombositosis dibagi menjadi 2

    yaitu primer (kelainan di sumsum tulang) dan sekunder (reaktif akibat

    suatu penyakit). Yang paling sering terjadi adalah penyebab sekunder.

    Yang termasuk penyebab sekunder adalah: kekurangan zat besi,

    peradangan dalma tubuh (seperti adanya kerusakan jaringan atau infeksi),

    keganasan (kanker).

    Bila kadar trombosit di bawah rentang normal (

  • 14

    diikuti dengan penurunan nila normal komponen sel darah yang lain (sel

    darah merah dan sel darah putih), perlu dicurigai adanya kegagalan

    sumsum tulang dalam memproduksi seluruh komponen sel darah seperti

    pada kanker darah yang akut (leukemia akut) atau kelainan dalam

    pembentukan sumsum tulang (Setiabudy, 2009 ).

    2.4. Demam Berdarah Dengue

    Demam berdarah atau demam dengue (disingkat DBD) adalah infeksi

    yang disebabkan oleh virus dengue. Nyamuk atau beberapa jenis nyamuk

    menularkan (atau menyebarkan) virus dengue. Demam dengue juga disebut

    sebagai "breakbone fever" atau "bonebreak fever" (demam sendi), karena

    demam tersebut dapat menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat

    seakan-akan tulang mereka patah. Sejumlah gejala dari demam dengue adalah

    demam; sakit kepala; kulit kemerahan yang tampak seperti campak; dan nyeri

    otot dan persendian. Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah

    menjadi satu dari dua bentuk yang mengancam jiwa. Yang pertama adalah

    demam berdarah, yang menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah

    (saluran yang mengalirkan darah), dan rendahnya tingkat trombosit darah (yang

    menyebabkan darah membeku). Yang kedua adalah sindrom renjat dengue, yang

    menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya.

    Terdapat empat jenis virus dengue, Apabila seseorang telah terinfeksi satu

    jenis virus, biasanya dia menjadi kebal terhadap jenis tersebut seumur hidupnya.

    Namun, dia hanya akan terlindung dari tiga jenis virus lainnya dalam waktu

  • 15

    singkat. Jika kemudian dia terkena satu dari tiga jenis virus tersebut, dia

    mungkin akan mengalami masalah yang serius.

    Belum ada vaksin yang dapat mencegah seseorang terkena virus dengue

    tersebut. Terdapat beberapa tindakan pencegahan demam dengue. Orang-orang

    dapat melindungi diri mereka dari nyamuk dan meminimalkan jumlah gigitan

    nyamuk. Para ilmuwan juga menganjurkan untuk memperkecil habitat nyamuk

    dan mengurangi jumlah nyamuk yang ada. Apabila seseorang terkena demam

    dengue, biasanya dia dapat pulih hanya dengan meminum cukup cairan, selama

    penyakitnya tersebut masih ringan atau tidak parah. Jika seseorang mengalami

    kasus yang lebih parah, dia mungkin memerlukan cairan infus (cairan yang

    dimasukkan melalui vena, menggunakan jarum dan pipa infus), atau transfusi

    darah (diberikan darah dari orang lain).

    Sejak 1960-an, semakin banyak orang yang terkena demam dengue.

    Penyakit tersebut mulai menimbulkan masalah di seluruh dunia sejak Perang

    Dunia Kedua. Penyakit ini umum terjadi di lebih dari 110 negara. Setiap tahun,

    sekitar 50100 juta orang terkena demam dengue.

    Para ahli sedang mengembangkan obat-obatan untuk menangani virus

    secara langsung. Masyarakat pun melakukan banyak usaha untuk membasmi

    nyamuk.

    Deskripsi pertama dari demam dengue ditulis pada 1779. Pada awal abad

    ke-20, para ilmuwan mengetahui bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh virus

    dengue, dan bahwa virus tersebut ditularkan atau disebarkan oleh nyamuk

    ( Satari, 2005 ).

  • 16

    2.4.1. Gejala Demam Berdarah (DBD)

    Sekira 80% dari pasien (atau 8 dari 10 pasien) yang terinfeksi virus

    dengue tidak menunjukkan gejala, atau hanya menunjukkan gejala ringan

    (seperti demam biasa). Sekira 5% dari orang yang terinfeksi (atau 5 dari

    100) akan mengalami infeksi berat. Penyakit tersebut bahkan mengancam

    jiwa sedikit dari mereka.

    Sebagian kecil penderita ini, penyakit tersebut mengancam jiwa. Gejala

    akan muncul antara 3 dan 14 hari setelah seseorang terpajan virus dengue.

    Seringkali gejala muncul setelah 4 hingga 7 hari. Oleh karena itu jika

    seseorang baru kembali dari wilayah yang memiliki banyak kasus dengue,

    kemudian ia menderita demam atau gejala lainnya setelah lebih dari 14

    hari dia kembali dari wilayah tersebut, kemungkinan penyakitnya tersebut

    bukan Dengue.

    Seringkali, apabila anak-anak terkena demam dengue, gejala yang

    muncul sama dengan gejala pilek atau gastroenteritis (atau flu perut;

    misalnya, muntah-muntah dan diare). Namun, anak-anak mungkin

    mengalami masalah yang parah karena Demam Dengue.

    2.4.2. Laju penyakit secara Klinis.

    Gejala Klasik Demam Dengue adalah demam yang terjadi secara tiba-

    tiba; sakit kepala (biasanya di belakang mata); ruam; nyeri otot dan nyeri

    sendi. Julukan "demam sendi" untuk penyakit ini menggambarkan betapa

    rasa sakit yang ditimbulkannya dapat menjadi sangat parah. Demam

    dengue terjadi dalam tiga tahap: demam, kritis, dan pemulihan.

  • 17

    Pada fase demam, seseorang biasanya mengalami demam tinggi.

    ("Demam" berarti bahwa seseorang mengalami demam.) Panas badan

    seringkali mencapai 40 derajat Celsius (104 derajat Fahrenheit). Penderita

    juga biasanya menderita sakit yang umum atau sakit kepala. Fase febrile

    biasanya berlangsung selama 2 hingga 7 hari. Pada fase ini, sekira 50

    hingga 80% pasien dengan gejala mengalami ruam. Pada hari pertama atau

    kedua, ruam akan tampak seperti kulit yang terkena panas (merah).

    Selanjutnya (pada hari ke-4 hingga hari ke-7), ruam tersebut akan tampak

    seperti campak. Bintik merah kecil (petechiae) dapat muncul di kulit.

    Bintik-bintik ini tidak hilang jika kulit ditekan. Bintik-bintik ini

    disebabkan oleh pembuluh kapiler yang pecah. Penderita mungkin juga

    mengalami perdarahan ringan membran mukus mulut dan hidung. Demam

    itu sendiri cenderung akan berhenti (pulih) kemudian terjadi lagi selama

    satu atau dua hari. Namun, pola ini berbeda-beda pada masing-masing

    penderita.

    Pada beberapa penderita, penyakit berkembang ke fase kritis setelah

    demam tinggi mereda. Fase kritis tersebut biasanya berlangsung selama

    hingga 2 hari. Selama fase ini, cairan dapat menumpuk di dada dan

    abdomen. Hal ini terjadi karena pembuluh darah kecil bocor. Cairan

    tersebut akan semakin banyak, kemudian cairan berhenti bersirkulasi di

    dalam tubuh. Ini berarti bahwa organ-organ vital (terpenting) tidak

    mendapatkan suplai darah sebanyak biasanya. Karena itu, organ-organ

  • 18

    tersebut tidak bekerja secara normal. Penderita penyakit tersebut juga

    dapat mengalami perdarahan parah (biasanya dari saluran gastrointestinal)

    Kurang dari 5% dari orang dengan dengue mengalami renjat peredaran

    darah, sindrom renjat dengue, dan demam berdarah. Jika seseorang pernah

    mengidap jenis dengue yang lain (infeksi sekunder), kemungkinan

    mereka akan mengalami masalah yang serius.

    Pada fase penyembuhan, cairan yang keluar dari pembuluh darah

    diambil kembali ke dalam aliran darah. Fase penyembuhan biasanya

    berlangsung selama 2 hingga 3 hari. Pasien biasanya semakin pulih dalam

    tahap ini. Namun, mereka mungkin menderita gatal-gatal yang parah dan

    detak jantung yang lemah. Selama fase ini, pasien dapat mengalami

    kondisi kelebihan cairan (yakni terlalu banyak cairan yang diambil

    kembali). Jika terkena otak, cairan tersebut dapat menyebabkan kejang

    atau perubahan derajat kesadaran (yakni seseorang yang pikirannya,

    kesadarannya, dan perilakunya tidak seperti biasanya).

    2.4.3. Penyebab

    Demam dengue disebabkan oleh virus dengue. Dalam sistem ilmiah

    yang menamakan dan mengklasifikasikan virus, virus dengue tersebut

    merupakan bagian dari famili Flaviviridae dan genus Flavivirus. Virus

    lainnya juga merupakan bagian dari famili yang sama dan menyebabkan

    penyakit pada manusia. Contohnya, virus yellow fever, West Nile virus,

    St. Louis encephalitis virus, Japanese encephalitis virus, tick-borne

    encephalitis virus, Kyasanur forest disease virus, and Omsk hemorrhagic

  • 19

    fever virus all belong to the family Flaviviridae. Most of these viruses are

    spread by mosquitoes or ticks.

    2.4.4. Penularan

    Dengue virus ditularkan (atau disebarkan) sebagian besar oleh nyamuk

    Aedes, khususnya tipe nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini biasanya hidup

    di antara garis lintang 35 Utara dan 35 Selatan, di bawah ketinggian

    1000 m. Nyamuk-nyamuk tersebut lebih sering menggigit pada siang hari.

    Satu gigitan dapat menginfeksi manusia.

    Terkadang, nyamuk juga tertular dengue dari manusia. Jika nyamuk

    betina yang menggigit orang yang terinfeksi, nyamuk tersebut dapat

    tertular virus. Mulanya virus hidup di sel yang menuju saluran pencernaan

    nyamuk. Sekira 8 hingga 10 hari berikutnya, virus menyebar ke kelenjar

    saliva nyamuk, yang memproduksi saliva (atau "ludah"). Ini berarti bahwa

    saliva yang diproduksi oleh nyamuk tersebut terinfeksi virus dengue. Oleh

    karena itu ketika nyamuk menggigit manusia, saliva yang terinfeksi

    tersebut masuk ke dalam tubuh manusia dan menginfeksi orang tersebut.

    Virus sepertinya tidak menimbulkan masalah pada nyamuk yang

    terinfeksi, yang akan terus terinfeksi sepanjang hidupnya. Nyamuk Aedes

    aegypti adalah nyamuk yang paling banyak menyebarkan dengue. Ini

    karena nyamuk tersebut menyukai hidup berdekatan dengan manusia dan

    makan dari manusia alih-alih dari binatang. Nyamuk ini juga suka bertelur

    di wadah-wadah air yang dibuat oleh manusia (Soedarto, 2009)

  • 20

    Dengue juga dapat disebarkan melalui produk darah yang telah

    terinfeksi dan melalui donasi organ. Jika seseorang dengan dengue

    mendonasikan darah atau organ tubuh, yang kemudian diberikan kepada

    orang lain, orang tersebut dapat terkena dengue dari darah atau organ yang

    didonasikan tersebut. Di beberapa negara, seperti Singapura, dengue biasa

    terjadi. Di negara-negara ini, antara 1,6 dan 6 transfusi darah dari setiap

    10.000 menularkan dengue. Virus dengue juga dapat ditularkan dari ibu ke

    anaknya selama kehamilan atau ketika anak tersebut dilahirkan. Dengue

    biasanya tidak ditularkan dengan cara-cara lain.

    2.4.5. Risiko

    Dibandingkan dengan orang dewasa, bayi dan anak kecil yang

    menderita dengue lebih berisiko mengalami infeksi yang serius. Anak-

    anak cenderung berisiko mengalami sakit berat apabila mereka tergolong

    anak-anak yang berkecukupan gizi (jika mereka sehat dan memakan

    makanan bergizi). Ini berbeda dari banyak infeksi lainnya, yang biasanya

    lebih parah terjadi pada anak-anak yang termasuk golongan kurang gizi,

    tidak sehat, atau tidak memakan makanan bergizi. Perempuan lebih

    cenderung terserang sakit yang lebih parah daripada laki-laki. Dengue bisa

    mengancam jiwa pada pasien dengan penyakit kronis (jangka panjang),

    seperti diabetes dan asma.

    2.4.6. Mekanisme

    Apabila nyamuk menggigit orang, air liur nyamuk tersebut masuk ke

    kulit orang tersebut. Jika nyamuk tersebut mengandung dengue, virus

  • 21

    terbawa dalam air liurnya. Sehingga apabila nyamuk tersebut menggigit

    orang, virusnya masuk ke dalam kulit orang tersebut bersama air liur

    nyamuk. Virus tersebut tertanam dan memasuki sel darah putih orang

    tersebut. (Sel darah putihnya seharusnya membantu pertahanan tubuh

    dengan memerangi ancaman, seperti infeksi.) Ketika sel darah putih

    tersebut bergerak-gerak di dalam tubuh, virus memproduksi kembali (atau

    memperbanyak diri). Sel darah putih bereaksi dengan cara memperbanyak

    protein pengisyarat (apa yang disebut dengan sitokin), seperti faktor-faktor

    interleukin, interferon dan tumor nekrosis. Protein ini menyebabkan

    demam, gejala yang menyerupai flu, dan rasa nyeri yang luar biasa yang

    terjadi bersama dengue.

    Jika seseorang menderita infeksi (serius), virus bereproduksi dengan

    lebih cepat. Dengan semakin banyaknya virus, semakin banyak pula organ

    (seperti hati dansumsum tulang) yang terkena dampaknya. Cairan dari

    aliran darah bocor melalui dinding-dinding pembuluh darah kecil ke dalam

    rongga-rongga tubuh. Oleh karena itu, lebih sedikit darah yang

    bersirkulasi (atau berputar di dalam tubuh) di dalam pembuluh darah.

    Tekanan darah orang tersebut menjadi sangat rendah sehingga jantungnya

    tidak dapat memasok cukup darah ke organ vital (yang paling penting).

    Sumsum tulang juga tidak dapat membuat cukup platelet yang dibutuhkan

    darah agar bisa membeku dengan benar. Tanpa cukup platelet, orang

    tersebut akan memiliki masalah pendarahan. Pendarahan adalah

  • 22

    komplikasi berat dari dengue (satu dari masalah yang paling berat yang

    diakibatkan oleh penyakit tersebut).

    2.5. KLASIFIKASI JAMBU BIJI

    Jambu biji ini akrab juga dengan nama Psidium guajava (Inggris/Belanda),

    Jambu klutuk, Bayawas, tetokal, Tokal (Jawa); Jambu klutuk, Jambu Batu

    (Sunda), Jambu bender (Madura.

    Urutan takson jambu air (Psidium guajava L)

    Kindom : Plantae

    Divisio : Spermatophyta

    Kelas : Dicotylopsida

    Ordo : Myrtales

    Family : Myrtaceaea

    Genus : Psidium

    Spesies : Psidium guajava

    2.5.1 MORFOLOGI JAMBU BIJI

    1. Akar

    Adalah bagian pokok yang nomor tiga setelah batang dan daun bagi

    tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan kormos dan pada jambu biji ini,

    sistem perakarannya adalah sistem akar tunggang, karena akar lembaganya

    terus tumbuh menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar

    yang lebih kecildan akar pokok yang berasal dari akar lembaga disebut akar

    tunggang. Di lihat dari percabangannya dan bentuknya, Jambu biji memiliki

    akar tunggang yang bercabang yang bentuknya kerucut panjang, tumbuh

  • 23

    lurus kebawah, bercabang cabang banyak dan cabang-cabangnya bercabang

    lagi. Sehingga memberi kekuatan yang lebih besar pada batang, dan juga

    daerah perakaran menjadi amat luas, hingga dapat menyerap air dan zat-zat

    makanan yang lebih banyak.

    2. Batang

    Tumbuhan biji belah pada umumnya mempunyai batang yang di bagian

    bawahnya lebih besar dan keujung semakin mengecil, Jadi batangnya dapat di

    pandang sebagai suatu kerucut atau limas yang amat memanjang dan

    mempunyai percabangan. Bentuk cabang pada jambu biji yaitu berkayu dan

    permukaannya licin dan terlihat lepasnya kerak (bagian kulit yang mati). Arah

    tumbuh batangnya tegak lurus. Jambu biji memiliki cabang sirung pendek

    yaitu cabang cabang kecil dengan ruas ruas yang pendek yang selain daun

    juga merupakan pendukng bunga dan buah.

    3. Daun

    Merupakan suatu bagian yang penting, yang berfungsi sebagai alat

    pengambilan zat zat makanan (reabsorbsi), asimilasi transpirasi dan

    respirasi.Daun jambu biji tergolong daun tidak lengkap karena hanya terdiri

    dari tangkai dan helaian saja disebut daun bertangkai.

    Sifat sifat daun yang di miliki oleh jambu adalah sebagai berikut :

    a. Bangun daun

    Dilihat dari letak bagian terlebarnya jambu biji bagian terlebar daunya

    berada ditengah tengah dan memiliki bangun jorong karena

    perbandingan panjang : lebarnya adalah - 2 : 1

  • 24

    b. Ujung

    Jambu biji memiliki ujung yang tumpul tepi daun yang semula masih

    agak jauh dari ibu tulang, cepat menuju kesuatu titik pertemuan

    membentuk sudut 900

    c. Pangkal

    Karena tepi daunnya tidak pernah bertemu, tetapi terpisah oleh pangkal

    ibu tulang / ujung tangkai daun, maka pangkal dari daun jambu biji ini,

    adalah tumpul (obtusus)

    d. Susunan tulang tulang daun

    Daun jambu biji memiliki pertumbuhan daun yang menyirip (penninervis)

    yang mana daun ini memiliki satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke

    ujung dan merupakan terusan tangkai daun dari ibu tulang kesamping,

    keluar tulang tulang cabang, sehingga susunannya mengingatkan kita

    kepada susunan sirip sirip pada ikan.

    e. Tepi daun

    Jambu biji memiliki tepi daun yang rata.

    Sifat sifat lain yang perlu diperhatikan antara lain : Warna hijau

    permukaan daun. Pada umumnya warna daun pada sisi atas tampak lebih

    hijau licin dan mengkilat jika di bandingkan dengan sisi bawah karena

    lapisan atas lebih banyak terhadap warna hijaunya, jambu biji memiliki

    permukaan daun yang berkerut (rogosus)

    4. Bunga

  • 25

    Pada tumbuhan biji bunga merupakan alat perkembangan generatif,

    yang mana pada bunga inilah terdapat bagian yang setelah terjadi

    peristiwa yang disebut persarian (penyerbukan) dan pembuahan akan

    menghasilkan bagian tumbuhan yang di sebut dengan buah. Bunga pada

    jambu biji terdiri dari kelopak dua mahkota yang masing masing terdiri

    atas 4 5 daun berkelopak dan sejumlah daun mahkota yang sama, dan

    tidak merapat memiliki benang sari yang banyak dan berkelopak,

    berhadapan dengan daun daun mahkota memiliki tangkai sari dengan

    warna yang cerah bakal buah tenggelam dan mempunyai satu tangkai

    putik. Bunga tunggal terletak di ketiak daun, bertangkai. Perbungaan

    terdiri 1 sampai 3 bunga. Panjang gagang perbungaan 2 cm sampai 4 cm.

    Bunga banci dengan hiasan bunga yang jelas dapat dibedakan dalam

    kelopak dan mahkota bunga, aktinomorf/zigomorf, berbilangan 4. Daun

    mahkota bulat telur terbalik, panjang 1,5-2 cm, putih, segera rontok.

    Benang sari pada tonjolan dasar bunga yang berbulu, putih, pipih dan

    lebar, seperti halnya tangkai putik berwarna seperti mentega. Tabung

    kelopak berbentuk lonceng atau bentuk corong, panjang 0,5 cm.

    pinggiran tidak rontok (1 cm panjangnya). Tabung kelopak tidak atau

    sedikit sekali diperpanjang di atas bakal buah, tepi kelopak sebelum

    mekar berlekatan menjadi bentuk cawan, kemudian membelah menjadi

    2-5 taju yang tidak sama.bulat telur, warna hijau kekuningan. Bakal buah

    tenggelam, dengan 1-8 bakal biji tiap ruang.

    5. Buah

  • 26

    Jambu biji memiliki buah sejati tunggal artinya. Buah ini terjadi dari

    satu bunga dengan setu bakal buah saja dan memiliki lebih dari satu biji.

    Jambu biji termasuk dalam buah sejati tunggal yang berdaging (curnosus)

    dab bentuk buahnya bulat. Jambu Biji (Psidium guajava) banyak tersebar

    di Asia Tenggara termasuk Indonesia, sampai Asia Selatan, India dan

    Srilangka. Jambu biji termasuk tanaman perdu dan memiliki banyak

    cabang dan ranting; batang pohonnya keras. Permukaan kulit luar pohon

    jambu biji berwarna coklat dan licin. Apabila kulit kayu jambu biji

    tersebut dikelupas, akan terlihat permukaan batang kayunya basah. Bentuk

    daunnya umumnya bercorak bulat telur dengan ukuran yang agak besar.

    Bunganya kecil-kecil berwarna putih dan muncul dari balik ketiak daun.

    Tanaman ini dapat tumbuh subur di daerah dataran rendah sampai pada

    ketinggian 1200 meter diatas permukaan laut. Pada umur 2-3 tahun jambu

    biji sudah mulai berbuah. Bijinya banyak dan terdapat pada daging

    buahnya.

    2.5.2 ANATOMI JAMBU BIJI

    2.5.2.1. Anatomi daun

    Epidermis atas : terdiri dari 1 lapis sel, pipih, terentang tangensial,

    bentuk poligonal, dinding antiklinal lurus, tidak terdapat stomata.

    Epidermis bawah : sel lebih kecil, pipih, terentang tangensial, bentuk

    poligonal, dinding antiklinal lurus. Stomata: Tipe anomositik, banyak

    terdapat pada permukaan bawah. Rambut penutup : Terdapat pada kedua

    permukaan, lebih banyak pada permukaan bawah, bentuk kerucut

  • 27

    ramping yang umumnya agak bengkok, terdiri dari 1 sel, berdinding

    tebal, jernih, panjang rambut 150 m, pangkal rambut kadang-kadang

    agak membengkok, lumen kadang-kadang mengandung zat berwarna

    kuning kecoklatan. Jaringan air : Terdapat di bawah epidermis atas,

    terdiri dari 2 sampai 3 lapis sel yang besar, jernih dan tersusun rapat

    tanpa ruang antar sel. Idioblas : terdapat di beberapa tempat, berisi hablur

    kalsium oksalat berbentuk roset yang besar dan bentuk prisma. Kelenjar

    minyak : Rongga minyak bentuk lisigen besar, terdapat lebih banyak di

    bagian bawah dari pada di bagian atas. Jaringan palisade : Terdiri dari 5

    sampai 6 lapis sel, terletak di bawah jaringan air, 2 lapis sel yang pertama

    lebih besar dan mengandung lebih banyak zat hijau daun, lapisan-lapisan

    berikutnya berongga lebih banyak.

    2.5.2.2. Anatomi batang

    Floem intraxyler. Selaput kayu yang utama membentuk lebih sedikit

    silinder lengkap, dari floem internal juga membentuk suatu lapisan yang

    berlanjut. Floem internal kebanyakan di dalam tumbuhan, jarang suatu

    kambium muncul di dalam xilem primer dan kecil jumlah floem

    sekunder internal dibentuk. Parenkim bersama-sama dengan apa yang

    ada pada daerah protoxilem, membentuk daerah perimedullary.

    2.5.2.3. Anatomi Akar

    Akar, endodermis biasanya paling nyata pada akar. Endodermisnya

    tetap dalam bentuk primer dan ditinggalkan bersama dengan korteks pada

    waktu perkembangan penebalan sekunder dan peridem. Stele lebih nyata

  • 28

    daripada korteks dalam akar dibanding dengan yang terdapat dalam batang

    (Novi,2012).

    2.5.3. KANDUNGAN KIMIA

    Buah, daun, dan kulit batang pohon jambu biji mengandung tanin, sedang

    pada bunganya tidak banyak mengandung tanin. Daun jambu biji juga

    mengandung zat lain kecuali tannin, seperti minyak atsiri, asam ursolat,

    asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam guajaverin dan

    vitamin. Kandungan buah jambu biji (dalam 100 gr), yaitu Kalori 49 kal;

    Vitamin A 25 SI; Vitamin B1 0,02 mg; Vitamin C 87 mg; Kalsium 14 mg;

    Hidrat Arang 12,2 gram; Fosfor 28 mg; Besi 1,1 mg; Protein 0,9 mg; Lemak

    0,3 gram; dan Air 86 gram.

    Daun jambu biji mengandung total minyak 6% dan minyak atsiri 0,365%

    [Burkill, 1997], 3,15% resin, 8,5% tannin, dan lain-lain. Komposisi utama

    minyak atsiri yaitu -pinene, -pinene limonene, men- thol, terpenyl acetate,

    isopropyl alco- hol, longicyclene, caryophyllene, - bisabolene,

    caryophyllene oxide, - copanene, farnesene, humulene, selinene, cardinene

    and curcumene [Zakaria, 1994].

    Minyak atsiri dari daun jambu biji juga mengandung nerolidiol, -

    sitosterol, ursolic, crategolic, dan guayavolic acids. Selain itu juga

    mengandung minyak atsiri yang kaya akan cineol dan empat triterpenic

    acids sebaik ketiga jenis fla-vonoid yaitu; quercetin, 3-L-4-4-

  • 29

    arabinofuranoside (avicularin) dan 3-L-4-pyranoside dengan aktivitas anti

    bakteri yang tinggi Oliver-Bever.

    2.5.4. Khasiat

    Jambu biji dikenal sebagai bahan obat tradisional untuk batuk dan diare.

    Jus jambu biji "bangkok" juga dianggap berkasiat untuk membantu

    penyembuhan penderita demam berdarah dengue. Buah jambu biji mengandung

    berbagai macam komponen yang berkhasiat untuk mengatasi penyakit demam

    berdarah dengue (DBD). Kelompok senyawa tanin dan flavonoid yang

    dinyatakan sebagai quersetin dalam ekstrak daun jambu biji dapat menghambat

    aktivitas enzim reverse trancriptase yang berarti menghambat pertumbuhan virus

    berinti RNA. Dan daun jambu biji memiliki kandungan yang banyak bermanfaat

    bagi tubuh kita. Diantaranya, anti inflamasi, anti mutagenik, anti mikroba dan

    analgesik. Beberapa senyawa kimia yang terkandung dalam daun jambu biji

    seperti, polifenol, karoten, flavonoid dan tannin. Dengan begitu banyaknya

    kandungan yang terdapat dalam daun jambu biji tersebut, diperkirakan memiliki

    anti oksidan yang erat khasiatnya dalam mengobati berbagai penyakit. Berbagai

    penelitian telah dilakukan, dan menunjukkan hasil yang positif bahwa buah dan

    daun jambu biji ternyata dapat mengobati beberapa macam penyakit.

    Berikut beberapa khasiat daun jambu biji dalam mengobati penyakit:

    1. Mengobati diare

    Tanaman jambu biji memiliki astringen, zat kimia yang akan menyusutkan

    jaringan tubuh. Ini sebabnya gusi akan terasa lebih keras dan segar setelah kita

    mengunyah jambu biji. Selain itu daun jambu biji juga mengandung zat

  • 30

    antibakteri sehingga bisa mencegah pertumbuhan bakteri saat terkena disentri.

    Pembunuh bakteri lain dalam buah ini adalah karetinoid, vitamin C dan

    potasium.

    Menurut penelitian yang dilakukan oleh Vieira; dkk., ekstrak daun jambu

    biji terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab diare yaitu

    Staphylococcus aureus dan E. coli. Selain itu, juga terdapat penelitian yang

    dilakukan oleh Adnyana (2004) yang menghasilkan suatu kesimpulan bahwa

    ekstrak daun jambu biji putih mempunyai kemampuan untuk menghambat

    pertumbuhan bakteri penyebab diare lebih baik daripada ekstrak daun jambu

    biji merah.

    2. Batuk dan flu

    Daun jambu biji yang dimakan mentah atau buah yang masih mentah yang

    dibuat jus dipercaya secara turun temurun sebagai obat mengatasi batuk dan

    flu. Ramuan ini bekerja dengan cara mengurangi pembentukan lendir serta

    membuat saluran pernapasan bebas infeksi.

    3. Diabetes

    Menurut penelitian yang dilakukan para ahli, baik buah dan daun jambu biji bisa

    membantu menurunkan kadar gula darah sehingga bisa dijadikan herbal untuk

    diabetes. Jambu Biji juga meningkatkan produksi hormon Insulin. Insulin

    merupakan hormon yang berfungsi untuk merubah gula dalam darah menjadi

    gula otot sehingga tidak ada kelebihan gula dalam darah. Dalam penelitian

    tersebut disebutkan bahwa untuk mengobati diabetes melitus dilakukan dengan

  • 31

    cara mengonsumsi jus buah jambu biji yang dilarutkan dalam air konsentrasi

    25% (25 g buah jambu biji dilarutkan dalam 100 ml air) selama 32 minggu.

    4. Demam berdarah

    Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan

    (BPOM) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

    Surabaya menunjukkan bahwa ekstrak buah jambu biji ternyata dapat

    menghambat pertumbuhan virus dengue penyebab demam berdarah dengue

    (DBD).

    5. Ekstrak

    Buah jambu biji juga dapat meningkatkan jumlah trombosit dalam darah.

    Trombosit ini jumlahnya akan menurun sangat drastis pada penderita DBD

    sehingga mudah terjadi pendarahan. Pengujian lebih lanjut juga membuktikan

    bahwa ekstrak daun jambu biji ini tidak bersifat racun sama sekali aman untuk

    dikonsumsi.