kuliah umum bkf

39
Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan 4 Juni 2012 Badan Kebijakan Fiskal B K F Kementerian Keuangan Republik Indonesia Bandung, September 2013

Upload: chandra-simbolon

Post on 05-Jul-2015

213 views

Category:

Documents


4 download

TRANSCRIPT

Page 1: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Bandung, September 2013

Page 2: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Outline

2

Indonesia Economy at a Glance

Perkembangan Terkini Ekonomi Global

Perkembangan Terkini Ekonomi Global

Respon kebijakan

Tantangan Perekonomian Ke Depan

1

2

3

4

5

Page 3: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Indonesia Economy at a Glance

3

Page 4: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

-13,1

0,8

4,9 3,6 4,5 4,8 5,0 5,7 5,5 6,3 6,0

4,6 6,2 6,5 6,2 6.3

-15

-10

-5

0

5

10

Global Financial Crisis

Asian Financial Crisis Euro debt crisis

Fundamental ekonomi Indonesia masih sangat sehat…

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia vs peers (%) Pertumbuhan ekonomi Indonesia (%)

10,5

8,1

5,9

4,4 4,3 3,6

2,9 2,6 1,5

China India Indonesia Colombia Brazil Costa Rica

Russia Thailand Mexico

5 years average growth vs. peers (%)

4

10

15

20

25

30

35

40

45

50

55

20

00

20

01

20

02

20

03

20

04

20

05

20

06

20

07

20

08

20

09

20

10

20

11

20

12

20

13

Brazil

China

India

Indonesia

Korea

Russia

Total Investasi (% of GDP)

61.7 63.267.6 68.1 66.8 64.4 62.7 63.5

60.6 58.756.5 54.6 54.6 55.6

0

10

20

30

40

50

60

70

2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Q22013

Konsumsi RT (% of GDP)

Page 5: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Terjadi pergeseran sektoral pada PDB Indonesia di mana pasca tahun 2000 PDB didominasi oleh sektor-sektor manufaktur dan jasa-jasa.... Namun, inovasi perlu terus ditingkatkan untuk memperoleh nilai tambah ekonomi yang lebih besar untuk menghindari MIT...

Primary; 39,9

Industry; 15,3

Services; 44,8

1980

Primary; 34,6

Industry; 19,4

Services; 46,0

1990 Sumber: BPS, diolah

Primary; 19,9

Industry; 25,6

Services; 54,5

2012 PDB Riil berdasarkan kelompok sektoral

5

Peralihan dari Cheap Labor dan Natural Resource Driven Growth ke Better Value Added Economy sudah mulai berlangsung….

Page 6: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

6

Lebih dari 60% total populasi Indonesia berusia di bawah 39 tahun

Source: World Bank, UNPP

Age 100+

Age 0

Year 2010 Year 2030E Year 2050E

30

40

50

60

70

80

90

1980 1990 2000 2010 2020 2030 2040 2050

Brazil China India Indonesia Russia

Demografi Indonesia dibandingkan negara peers Dependency Ratio terus menurun hingga 2030

Indonesia juga memiliki bonus demografi dalam beberapa tahun ke depan…

6

Page 7: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

• Q2 2013, investasi langsung tumbuh 29.8%.

PMA tumbuh 18.9% (yoy)

PMDN tumbuh 59.1% (yoy)

• Secara kumulatif Semester I 2013, investasi langsung tumbuh 30.2%

PMA tumbuh 22.9% (yoy)

PMDN tumbuh 49.6% (yoy)

SEKTOR PRIMER

25%

SEKTOR SEKUNDER

35%

Listrik, Gas dan Air

10%

Transportasi, Gudang &

Komunikasi 19%

2011

SEKTOR PRIMER

23%

SEKTOR SEKUNDER

56%

Listrik, Gas dan Air

5%

Transportasi, Gudang &

Komunikasi 6%

Sem-I 2013

Share PMA (2011-2013)

Investasi langsung terus tumbuh meskipun terdapat perlambatan investasi dalam komponen pertumbuhan ekonomi (PMTB). Share terbesar PMA terus didominasi oleh sektor manufaktur…

Sumber: BKPM, diolah

*) dikonversi ke dalam satuan mata uang USD, dengan kurs Rp 9500 per USD,.

7

Tanaman Pangan &

Perkebunan

4,8%

pertambangan 18,4%

lainnya 0,3%

Tanaman Pangan

& Perkebu

nan 6,3%

pertambangan 18,6%

lainnya 0,3%

Makanan 6,7%

Logam Mesin &

elektronik 12,1%

Kimia & farmasi 12,5%

Kertas dan Percetakan

5,3%

Tekstil 2,8%

Lainnya 16,9%

Makanan 5,7%

Logam Mesin &

elektronik 9,1% Kimia &

farmasi 7,5%

Kertas dan

Percetakan

1,3%

Tekstil 2,6%

Lainnya 8,7%

37,8 60,5 76,0 92,2 60,6

87,6

148,0 175,3

221,0

132,2

197,5

2009 2010 2011 2012 2013

Target dan Realisasi Investasi PMA/PMDN (Rp Triliun)

Realisasi PMDN Realisasi PMA Target tersisa tahun berjalan

Page 8: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Prospek investasi asing langsung di Indonesia tetap positif…

15,2

21,4

26,2

27,0

28,1

28,9

34,8

37,7

38,6

43,0

53,5

54,1

73,3

51,2

58,8

55,4

47,6

45,5

46,1

53,9

32,8

33,9

38,5

27,1

32,0

20,6

3,2

1,5

3,1

5,6

0,8

3,1

0,7

3,3

2,4

2,2

0,8

0,5

30,4

18,3

15,4

19,8

25,6

21,9

10,6

26,2

25,2

16,3

18,6

13,9

7,0

Taiwan

Hong Kong

Japan

Australia

Philippines

South Korea

Singapore

Vietnam

Thailand

Malaysia

Indonesia

India

China

Increase their level of investment

Still in the market, but will not invest more

Reduce their investment

Have no plans to invest

Berbagai survey internasional menunjukan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara favorit untuk tujuan investasi

langsung…

Source: UNCTAD, July 2012 Source: The Economist, January 2013

Promising Countries for Japanese

Investor (FDI)

Source: JBIC, December 2012

UNCTAD: Indonesia's ranking rose from

position 6 4 as a prime investment

destination 2012-2014

8

The Economist: Indonesia is the

#3 investment destination in Asia

in 2013

Page 9: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

2.00

3.00

4.00

5.00

6.00

7.00

8.00

2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013

Indonesia month of import and gov debt service

IMF reserve adequacy ratio upper bound

IMF reserve adequacy ratio lower bound

18.0%

1.9%

0%

2%

4%

6%

8%

10%

0%

5%

10%

15%

20%

25%

Dec-0

7

Dec-0

8

De

c-0

9

Dec-1

0

Dec-1

1

Jan

-12

Fe

b-1

2

Ma

r-1

2

Ap

r-12

Ma

y-1

2

Jun

-12

Jul-

12

Au

g-1

2

Se

p-1

2

Oct-

12

Nov-1

2

Dec-1

2

Jan

-13

Fe

b-1

3

Ma

r-1

3

Ap

r-13

Ma

y-1

3

Jun

-13

CAR (LHS) Gross NPL ratio (RHS)

79 79 8081 82 83 83

84 83 84 84 84 83 84 85 8586 87

60

65

70

75

80

85

90

95

100

Jan-

12

Feb

-12

Mar

-12

Apr

-12

May

-12

Jun-

12

Jul-1

2

Aug

-12

Sep

-12

Oct

-12

Nov

-12

Dec

-12

Jan-

13

Feb

-13

Mar

-13

Apr

-13

May

-13

Jun-

13

Cadangan Devisa masih berada pada level yang aman

(US$ bn) (bulan)

CAR & NPL Loan to Deposit Ratio

Meskipun terdapat tekanan, beberapa indikator moneter dan perbankan berada pada posisi yang jauh lebih baik dibandingkan masa krisis terdahulu...

9

Juli: 5,1 bulan

112,8 107,3

92,7

-

20,0

40,0

60,0

80,0

100,0

120,0

19

99

20

00

20

01

20

02

20

03

20

04

20

05

20

06

20

07

20

08

20

09

20

10

20

11

20

12

Jan

Feb

Mar

Ap

r

Mei

Jun

Jul

2013

Page 10: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

The Archipelago Economy: Unleashing Indonesia’s Potential - McKinsey Report, September 2012 -

Indonesia By 2030 Indonesia Today

7th largest economy in the world

135 million members of consuming class

113 million skilled workers needed

US$ 1.8 trillion market opportunity in consumer services, agriculture and fisheries, resources, and education.

0,9 1,0

1,5 1,6 1,6 1,7 1,7 1,8 1,8 1,9

0,0

0,4

0,8

1,2

1,6

2,0

Indonesia

Austr

alia

Port

ugal

Norw

ay

Fra

nce

New

Belg

ium

Sw

itzerland

Canada

India

11,5

7,7

5,2 4,9 4,9 4,2 4,0 3,9 3,8 3,7

0,0

4,0

8,0

12,0

Chin

a

India

Indonesia

Russia

Slo

vakia

South

Kore

a

Turk

ey

Pola

nd

Esto

nia

Chile

45 85

135 170

195 180

145 110

240 265

280 280

2010 2020 2030 in 5–6% GDP scenario

2030 in 7% GDP scenario

Consuming class Below consuming class

15,1

7,3 5,9

3,6 2,8 2,5 2,4 2,2 1,9 1,7 1,7 1,5 1,5 1,2 1,1 0,8 0,8 0,8

0

4

8

12

16

US

Chin

a

Japan

Germ

any

Fra

nce

Bra

zil

UK

Italy

Russia

Canada

India

Spain

Austr

alia

Mexic

o

South

K

ore

a

Indonesia

Neth

erland

Turk

ey

McKinsey projects favorable population dynamics

Growth deviation (2000-2010) % GDP growth (2000 – 2010)

2012 National GDP (US$ tn)

#1 #3

#16

Note: Consuming class refers to individuals with annual net income of more than US$3,600 in purchasing power

parity at 2005 exchange rate

Source: McKinsey report (September 2012)

10

Page 11: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Perkembangan Terkini Ekonomi Global

11

Page 12: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Proyeksi pertumbuhan global 2014 direvisi ke bawah masing-masing oleh IMF (WEO, Juli 2013) dan World Bank (Global Economic Prospect, Juni 2013)...

1. Ekonomi Global masih hadapi risiko pelemahan di 2014 walau diperkirakan lebih baik dari 2013:

• Pemulihan ekonomi AS nampak terjadi, dibayangi risiko dari pengetatan fiskal;

• Pemulihan krisis Eropa belum sesuai dengan rencana, tapi tertolong penguatan Jerman dan relaksasi fiskal;

• China diperkirakan keluar dari perlambatan artifisial saat ini.

• Jepang diperkirakan dapat mencapai inflasi 2% - mengatasi tekanan utang dan fiskal.

2. Potensi gejolak likuiditas global

• Kebijakan moneter yang longgar di berbagai negara maju

3. Gejolak Harga Komoditas Pasar Global

• termasuk harga minyak dan harga komoditas ekspor Indonesia.

Jan'13 July'13 Jan'13 July'13

World 3,2 3,5 3,1 4,1 3,8

US 2,2 2,0 1,7 3,0 2,7

Europe -0,6 -0,2 -0,6 1,0 0,9

China 7,8 8,2 7,8 8,5 7,7

India 3,2 5,9 5,6 6,4 6,3

ASEAN-5 6,1 5,5 5,6 5,7 5,7

Indonesia 6,2 n.a. n.a n.a. n.a

Trade Vol. World 2,5 3,8 3,1 5,5 5,4

WEO-IMF

GDP

201420132012

Global Economic Prospect

World Bank 2012

2013 2014

Jan-13 Jun-13 Jan-13 Jun-13

GDP

World* 2.3 2.4 2.2 3.1 3.0

OECD Countries 1.2 1.1 1.1 2.0 1.9

Euro Area -0.5 -0.1 -0.6 0.9 0.9

Japan 2.0 0.8 1.4 1.2 1.4

US 2.2 1.9 2.0 2.8 2.8

China 7.8 8.4 7.7 8.0 8.0

Indonesia** 6.2 6.3 5.9 6.6 6.2

India*** 5.0 6.1 5.7 6.8 6.5

Trade Vol. World 2.7 6.0 4.0 6.7 5.0

(Satuan dalam %)

Note: *) Aggregate growth rates calculated using constant 2005 dollars GDP weights **) World Bank Indonesia Economic Quarterly Report, July 2013 **) reported on a fiscal year basis and calculated using real GDP at factor cost

12

Page 13: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Sumber: Bloomberg

Sumber: WEO-IMF, Januari-Juli 2013

Melemahnya permintaan eksternal, keterbatasan kapasitas, harga komoditas, serta stabilitas sektor keuangan telah memicu revisi ke bawah perkiraan pertumbuhan ekonomi negara-negara emerging market pada 2014

8,5

6,4 5,7

4 3,8 3,5

7,7

6,3 5,7

3,2 3,3 3,2

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

China India ASEAN-5 Brazil Russia Mexico

Revisi Perkiraan Pertumbuhan Negara-negara Emerging Market 2014 (%, yoy)

Jan-13 Jul-13

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

China Philippines Indonesia Thailand India Vietnam Malaysia Russia Mexico

Pertumbuhan Ekonomi Emerging Market 2013 (%, yoy)

Q1-2013 Q2-2013

13

Page 14: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

6,0

4,1

7,8

0,2

5,3

-4

-2

0

2

4

6

8

10

12

14

16

Indonesia Malaysia Philippines Singapore Thailand

2008 2009 2010

2011 2012 Q1 2013

0

2

4

6

8

10

12

Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1

2010 2011 2012 2013

Cina India Brazil

Russia Indonesia

7,7 6,0

4,8 3,0 3,0 2,5 2,1 1,9 1,9 1,6 1,5 1,4 0,8 0,4 0,3

-0,1 -0,4 -1,4

-2,4 -4,0

-2,0

0,0

2,0

4,0

6,0

8,0

10,0

Ch

ina

Ind

on

esi

a

Ind

ia

Arg

enti

na

Turk

ey

Au

stra

lia

Sau

di A

rab

ia

Sou

th A

fric

a

Bra

zil

USA

Kore

a

Can

ada

Mex

ico

Jap

an

UK

EU

Fran

ce

Ger

man

y

Ital

y

Pertumbuhan ekonomi negara G-20, Q1 2013 (%,yoy)

Pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif paling stabil dibandingkan negara lain di kawasan dan peers

Sumber: WEO, Bloomberg, diolah Pertumbuhan India menggunakan GDP at factor cost

Pertumbuhan ekonomi Indonesia dibandingkan dengan negara anggota G20, BRICS, dan ASEAN masih sangat baik…

14

Page 15: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

****) pada rilis ADB July, belum mencakup update proyeksi Indonesia

Consensus forecast terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia 2013 & 2014

Inflasi Dunia

Trade volume meningkat di 2013 dan 2014 seiring perbaikan demand global... sementara Inflasi relatif stabil pada tingkat rendah...

Inflasi dunia 2014 diperkirakan stabil: harga minyak menurun akibat peningkatan supply minyak

(AS dan OPEC) Permintaan minyak oleh Jepang menurun (PLTN mulai

beroperasi)

Trade volume kembali meningkat akibat perbaikan ekonomi dan demand global

3,0

-10,4

12,6

6,0

2,5 3,15,4

-15

-10

-5

0

5

10

15

2008 2009 2010 2011 2012 2013f 2014f

Volume Perdagangan Dunia

Kawasan 2008 2009 2010 2011 2012e 2013f 2014f

Dunia 4,4 3,1 4,2 5,1 4,0 3,8 n.a

Negara Maju 1,7 1 1,9 2,7 2,0 1,5 1,9

Negara Berkembang 7,7 5,6 6,7 7,1 6,1 6,0 5,5

Economic Forecasters 2013 2014

Citigroup 6.0 6.1

HSBC Economics 6.0 6.3

OCBC Bank 6.0 6.5

Goldman Sachs Asia 6.0 6.2

BBVA 5.9 6.5

IHSGlobal Insight 5.9 6.0

Nomura 5.8 6.0

BofA -Merrill Lynch 5.8 6.2

Econ Inteligence Unit 5.8 5.9

ANZ Bank 5.8 6.3

Credit Suisse 5.7 5.3

Barclays Capital 5.6 5.5

JP Morgan Chase 5.6 5.5

Consensus (average) 5.8 6.0

2013 2014

Bank Indonesia (Agt '13) 5.8 - 6.2 6.0 - 6.4

World Bank (Jul '13) 5.9 6.2

IMF (April '13) 6.3 6.4

ADB (April '13)**** 6.4 6.6

OECD (May '13) 6.0 6.2

Consensus Forecast (August 2013)

Other Institutions

15

Page 16: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Perkembangan Kebijakan Terkini di Beberapa Negara yang Berdampak pada Perekonomian Global

Kawasan Eropa

• ECB mempertahankan tingkat suku bunga 0,5% serta kebijakan moneter longgar hingga awal tahun depan. Sementara pengetatan fiskal berkurang jauh dibandingkan dengan tahun 2012.

• IMF telah sepakat untuk mencairkan dana talangan bagi Yunani senilai 1,72 miliar euro atau sekitar US$2,29 miliar.

• Pada Q2 – 2013 PDB Kawasan Eropa menyusut 0,3% (qoq). Namun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya perekonomian Kawasan Eropa kontraksi 0,7% (yoy). Estimasi FY2013 saat ini Euro Zone kontraksi 0,6%.

• Tingkat pengangguran Zona Euro di bulan Juni tetap stabil sebesar 12,1% selama tiga bulan berturut-turut. Jumlah pengangguran pada akhir 2013 diperkirakan akan mencapai 20 juta.

• Purchasing Manager’s Index (PMI) Eropa pada kembali meningkat menjadi 51,5 di bulan Agustus dari level sebelumnya 50,5 (Juli 2013).

Amerika Serikat

• Pada tingkat pengangguran 7,4% dan pertumbuhan mencapai 3%, FOMC mensinyalkan bahwa tapering QE dapat dimulai secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.

• The Fed memprediksi: pertumbuhan ekonomi AS di 2013 berkisar

antara 2,3-3,8% dan di 2014 berkisar antara 3,0-3,5% . tingkat pengangguran diperkirakan turun

ke level terendah sebesar 6,5% di tahun 2014. dalam jangka menengah tingkat inflasi akan

berada di bawah 2%. • Pertumbuhan ekonomi AS di Q2-2013 sebesar

2,5% (qoq) lebih tinggi perkiraan sebelumnya yang sebesar 1,7% (qoq) dan dari Q1-2013 yang sebesar 1,1% (qoq).

• Tingkat pengangguran AS pada Juli 2013 kembali turun ke level terendah sejak 2008, sebesar 7,4%, pada Juni 2013 tingkat pengangguran AS sebesar 7,6%.

• Yield US Treasury 10 thn tetap tinggi minggu ini pada kisaran di atas 2,78% (per 30 Agustus 2013).

• Pemerintah AS telah mendesak Kongres untuk segera menaikkan batasan utang terkait kapasitas maksimum sebesar US$16,7 triliun yang akan habis pada pertengahan Oktober.

Asia

• The People`s Bank of China (PBOC) menghapus “floor” suku bunga kredit.

• Perekonomian China tumbuh 7,5% (yoy) di Q2-2013 lebih lambat dari Q1-2013 sebesar 7,7% (yoy). Pemerintah China mentargetkan pertumbuhan 7,5% FY2013.

• China belum berencana memberikan stimulus fiskal tambahan namun mendorong kebijakan-kebijakan lain yang mendukung pertumbuhan: pelonggaran aturan investasi asing dan proyek rail construction.

• China akan mempercepat pemangkasan kelebihan kapasitas industrinya mulai tahun ini meski pertumbuhan ekonomi negara tersebut melambat. Pemangkasan kelebihan kapasitas industri akan diselesaikan pada 2014 setahun lebih cepat dari rencana sebelumnya pada 2015.

• PM Jepang ajukan pemangkasan defisit anggaran senilai 8 triliun yen (US$82 miliar) dalam dua tahun ke depan, mengingat utang nasional Jepang tembus 1.000 triliun yen. Hal ini juga diikuti rencana kenaikan pajak penjualan menjadi 8% pada April 2014 dari saat ini sebesar 5%.

• Perekonomian Jepang kembali tumbuh positif sebesar 2,6% (qoq saar) pada Q2-2013, namun melambat dibandingkan Q1-2013 yang sebesar 3,8% (qoq saar).

• Ekspor Jepang pada Juli 2013 melonjak signifikan, dengan kenaikan 12,2% (yoy), sementara impor naik 19,6%.

• Perekonomian India pada Q2 2013 kembali melambat sebesar 4,4% (yoy) dari dan inflasi mencapai 9,6% di bulan Juli. Bank sentral India juga mengumumkan rencananya untuk membeli obligasi pemerintah jangka panjang guna menekan pelemahan Rupee.

16

Page 17: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Keluarnya dana asing akibat Fed tapering dialami oleh seluruh negara Emerging Market dan mengakibatkan goncangan pada stabilitas nilai tukar...

-1,500

-1,000

-500

0

500

1,000

1,500

2008 2009 2010 2011 2012 2013

US $mm

QE1 Announced

QE2 Announced

OperationTwist

QE3 Announced

Fed Tapering?

QE1 diumumkan

QE2 diumumkan

Operation Twist

QE3 diumumkan

Fed tapering?

Sumber: JP Morgan

Total aliran dana obligasi EM berdenominasi mata uang lokal

17

Page 18: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Perkembangan Terkini Perekonomian Domestik

18

Page 19: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Perkembangan Perekonomian Domestik Terkini (1)

Indikator Kinerja

Nilai Tukar • Per 28 Des 2012: Rp9.670/USD depresiasi 6,6 % (ytd) • Per 30 Agustus 2013 : Rp11.184/USD depresiasi 12,4% (ytd)

IHSG • Per 31 Des 2012: 4.316,7 menguat 12,9% (ytd) • Per 30 Agustus 2013 : 4195,1 melemah 2,8% (ytd)

Inflasi • Inflasi sepanjang tahun 2012 sebesar 4,30% (ytd, yoy), rata-rata inflasi 2012:

4,28%, lebih rendah dibandingkan rata-rata 2011: 5,38% • Inflasi Agustus 2013: 1,12% (mtm); 7,94% (ytd) atau 8,79% (yoy)

Harga Minyak Mentah Indonesia

• Rata-rata ICP sepanjang tahun 2012 sebesar US$112,7 per barel.

• Per Juli 2013 ICP mencapai US$103,12 per barel.

• Rata-rata ICP Jan-Juli 2013 sebesar US$105,1 per barel

Pertumbuhan PDB

• Q2-2013 : 5,81% (yoy), 2,61 (qoq). Sem1-2013 : 5,92% (yoy) • Sepanjang 2012 : 6,23% (yoy). PDB nonmigas 6,8%, PDB migas -3.3%

Arus Modal Masuk

• Pada Bulan Agustus 2013 terdapat Rp5,7 T keluar dari pasar saham sementara sebesar Rp1,19 T keluar dari pasar SUN (29 Agustus 2013). Year to date, secara total masih mencatatkan net inflows sebesar Rp2,41 T (saham Rp11,65 T outflows, sedangkan SUN inflows Rp14,06 T.

19

Page 20: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Perkembangan Perekonomian Domestik Terkini (2)

Indikator Kinerja

Investasi Langsung

• Realisasi investasi Triwulan II 2013 sebesar Rp99,8T atau naik 29,8% (yoy) dari triwulan II 2012 (Rp76,9T) PMA : Rp 66,7T naik 18,9% (yoy) PMDN : Rp 33,1T naik 59,1%(yoy)

• Realisasi investasi Semester I 2013 sebesar Rp192,8T atau naik 30,2% (yoy) dari Semester I 2012 (Rp71,2T) PMA : Rp 132,2T naik 22,9% (yoy) PMDN : Rp 60,6T naik 49,6% (yoy)

Perdagangan Internasional

• Juli 2013 : ekspor turun 6,1% (ytd) menjadi US$15,10 miliar impor naik 6,5% (ytd) menjadi US$17,42 miliar

defisit perdagangan sebesar US$2,31 miliar • Semester 1 2013 : ekspor turun 6,09% (yoy) menjadi US$90,05 miliar

impor turun 2,16% (yoy) menjadi US$94,36 miliar defisit perdagangan sebesar US$3,31 miliar

Neraca Pembayaran

• Defisit transaksi berjalan Q2-2013 melebar dari US$5,3 miliar (2,4% dari PDB) pada Q1-2013 menjadi US$9.8 miliar (4.4% PDB) .

• Transaksi modal dan finansial kembali positif sebesar US$8.2miliar setelah triwulan sebelumnya defisit sebesar US$0.3 miliar.

20

Page 21: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Source: BPS

Q2-2013 PDB tumbuh 5,81% (yoy) dan selama H1-2013 PDB tumbuh 5,92% (c-to-c), Konsumsi Rumah Tangga masih tinggi namun investasi melemah, trade balance riil positif…

PDB Sektoral

Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2

PDB 6.3% 6.4% 6.2% 6.1% 6.0% 5.8% 6.3% 6.4% 6.2% 6.1% 6.0% 5.8%

Kons RT 4.9% 5.2% 5.6% 5.4% 5.2% 5.1% 2.8% 2.9% 3.1% 3.0% 2.9% 2.8%

Kons Pem 6.4% 8.6% -2.8% -3.3% 0.4% 2.1% 0.4% 0.6% -0.2% -0.4% 0.0% 0.2%

PMTB 10.0% 12.5% 9.8% 7.3% 5.9% 4.7% 2.3% 3.0% 2.4% 1.9% 1.4% 1.2%

Ekspor 8.2% 2.6% -2.6% 0.5% 3.4% 4.8% 3.9% 1.3% -1.3% 0.3% 1.6% 2.3%

Impor 8.9% 11.3% -0.2% 6.8% -0.4% 0.6% 3.3% 4.3% -0.1% 2.8% -0.2% -0.2%

Pertumbuhan Kontribusi

2012 20122013 2013

6,0 6,3 5,8 6,8 6,5 6,5 6,4 6,5 6,3 6,4 6,2 6,1 6,0 5,8

-

1,0

2,0

3,0

4,0

5,0

6,0

7,0

Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2

2010 2011* 2012** 2013***

Pertumbuhan PDB Kuartalan 2011 - 2013 (%,yoy)

Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2

PDB 6,3% 6,4% 6,2% 6,1% 6,0% 5,8% 6,3% 6,4% 6,2% 6,1% 6,0% 5,8%

Pertanian 4,3% 4,0% 5,3% 2,0% 3,7% 3,2% 0,6% 0,5% 0,7% 0,2% 0,5% 0,4%

Pertambangan 2,5% 3,3% -0,3% 0,5% -0,4% -1,2% 0,2% 0,2% 0,0% 0,0% 0,0% -0,1%

Manufaktur 5,5% 5,2% 5,9% 6,2% 5,8% 5,8% 1,4% 1,3% 1,5% 1,6% 1,5% 1,5%

LAG 5,7% 6,5% 6,1% 7,3% 6,5% 6,6% 0,0% 0,1% 0,0% 0,1% 0,1% 0,1%

Konstruksi 7,2% 7,3% 7,6% 7,8% 7,2% 6,9% 0,5% 0,5% 0,5% 0,5% 0,5% 0,4%

Perdag., Htl, Resto. 8,7% 8,7% 7,2% 7,8% 6,5% 6,5% 1,5% 1,6% 1,3% 1,4% 1,2% 1,2%

Transp & Telekom. 10,0% 9,9% 10,4% 9,6% 10,0% 11,5% 1,0% 1,0% 1,0% 1,0% 1,0% 1..14%

Keu., Real Estate, Bisnis. 6,4% 7,1% 7,5% 7,7% 8,4% 8,1% 0,6% 0,7% 0,7% 0,7% 0,8% 0,8%

2012 2012

Pertumbuhan Kontribusi

2013 2013

21

Page 22: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Laju pertumbuhan PMTB Q2 2013 mencapai 4,7% (yoy), melemah dari kuartal sebelumnya yang 5,9% (yoy)...

• PMTB Q2 2013 meningkat menjadi Rp722,4T (Rp685,7T pada Q1 2013).

• Penurunan PMTB Q2 2013 terutama akibat penurunan pertumbuhan investasi mesin dan perlengkapan LN, alat angkutaan LN, serta investasi lainnya LN

• Mesin dan perlengkapan LN dan Alat Angkutan LN mencatat pertumbuhan Negatif (harga konstan)

2012 2013 2012 2013

Q2 Q2 Q2 Q2

PMTB 671,6 722,4 12,5 4,7

a Bangunan 564,4 612,7 7,3 6,9

b Mesin dan Perlengkapan Dalam Negeri 6,5 6,9 3,8 4

c Mesin dan Perlengkapan Luar Negeri 61,9 61,1 23,8 -3,5

d Alat Angkutan Dalam Negeri 4,9 5,5 25,5 9,4

e Alat Angkutan Luar Negeri 20,8 20,3 61,5 -4,1

f Lainnya Dalam Negeri 8,0 10,7 -2 24,9

g Lainnya Luar Negeri 5,2 5,1 39,6 -3,5

Pertumbuhan PMTB / Investasi dalam Pertumbuhan Ekonomi Harga Berlaku (Rp T) Pertumbuhan

22

Page 23: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

• Menurut Sektor, proporsi investasi terbesar pada Triwulan II 2013: PMA : Pertambangan (17,3%); Industri Alat Angkutan dan Transportasi Lainnya (14,0%); Transportasi, Gudang

dan Telekomunikasi (10,7%); Industri Logam Dasar, Barang Logam, Mesin dan Elektronik (9,5%); PMDN : Pertambangan (15,8%); Industri makanan (15%) Industri Kertas, Barang dari Kertas dan Percetakan

(11,8%); Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (10,7%)

• Menurut Lokasi, proporsi investasi terbesar pada Triwulan II 2013: PMA : Jawa Barat (23,1%); Banten (17,6%); DKI Jakarta (13,4%); Papua (7,2%) PMDN : Jawa Timur (31,7%); Kalimantan Timur (9,9%); Banten (6,9%); Kalimantan Selatan (12,4%) Sebaran lokasi proyek di luar Jawa mencapai 39,0% (Rp 38,9 triliun) dari total realisasi investasi, meningkat

12,1% (yoy)

• Singapura (19%) merupakan negara investor terbesar selama Triwulan II 2013 disusul oleh Jepang (16,1%), Amerika Serikat (6,5%); Korea Selatan (6,3%)

Kinerja PMA/PMDN Triwulan II 2013 meningkat sebesar 29,8% (yoy), namun mulai mengalami perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya...

• Realisasi investasi Triwulan II 2013 sebesar Rp99,8T atau naik 29,8% (yoy) dari triwulan II 2012 (Rp76,9T) PMA : Rp 66,7T naik 18,9% (yoy) PMDN : Rp 33,1T naik 59,1%(yoy)

• Investasi Triwulan II 2013 mampu menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 626.376 orang, PMA : 386.566 orang PMDN : 239.810 orang

72,7

23,0 31,7

11,9

32,8 27,2 38,2

14,2

35,4 35,6 40,1 36,9 39,5 43,1 46,4 46,2 51,5 56,1 56,6 56,8 65,5 66,7

4,6

3,9

6,5

5,4

8,5 9,3

10,4

9,7

7,0 15,0

16,6 22,0 14,1 18,9

19,0 24,0 19,7 20,8 25,2 26,5

27,5 33,1

Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2

2008 2009 2010 2011 2012 2013

Realisasi Investasi Langsung (Rp Triliun)

PMA PMDN Total

23

Page 24: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Inflasi Agustus tercatat 1,12%(mtm) sehingga mengakibatkan laju inflasi tahunan meningkat menjadi 8,79% (yoy). Angka ini merupakan inflasi Agustus tertinggi dalam 10 tahun terakhir dan berada di atas rerata inflasi historis 5 tahun terakhir yang sebesar 0,74% (mtm).

Penyebabnya antara lain:

Dampak lanjutan kenaikan harga BBM terhadap tarif angkutan serta peningkatan harga emas (Inti).

Kenaikan harga bahan pangan dan penurunan pasokan karena anomali iklim (Harga Bergejolak).

Lanjutan kenaikan Tarif Listrik (Harga diatur Pemerintah).

Laju komponen inflasi bervariasi secara tahunan, antara lain sbb:

Laju inflasi komponen inti naik menjadi 4,48%(yoy).

Laju inflasi harga bergejolak (volatile foods) naik menjadi 16,53%(yoy)

Laju inflasi harga diatur pemerintah (administered prices) naik menjadi 15,40%(yoy).

3,43

6,44

5,67

7,02

3,56

Aug-2013; 8,79

3,0

4,0

5,0

6,0

7,0

8,0

9,0

10,0

J-1

0

A-1

0

J-1

0

O-1

0

J-1

1

A-1

1

J-1

1

O-1

1

J-1

2

A-1

2

J-1

2

O-1

2

J-1

3

A-1

3

J-1

3

yoy (%)

PERKEMBANGAN INFLASI

Sumber : BPS, data diolah (2012)

3,56

5,15

4,48

-0,18

5,92

15,40

18,25

2,49

16,53

-5,0

0,0

5,0

10,0

15,0

20,0

3,5

4,0

4,5

5,0

5,5

J-1

0

A-1

0

J-1

0

O-1

0

J-1

1

A-1

1

J-1

1

O-1

1

J-1

2

A-1

2

J-1

2

O-1

2

J-1

3

A-1

3

J-1

3

yoy (%)yoy (%)

Inflasi Berdasarkan Komponen (persen, yoy)

Inti (LHS) Harga Diatur Pemerintah (RHS) Harga Bergejolak (RHS)

Sumber : BPS, data diolah (2012)

Pada Agustus 2013 inflasi sebesar 1,12% (mtm), 7,94% (ytd) atau 8,79% (yoy)...

24

Page 25: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Perkembangan inflasi bulanan 2012, 2013 dan rerata 5 tahun terakhir...

• Inflasi bulan Agustus sebesar 1,12% (mtm), menyebabkan laju inflasi tahun berjalan menjadi 7,94% (ytd) dan inflasi tahunan menjadi 8,79% (yoy).

• Beberapa faktor yang memberikan tekanan meningkat (upside risk) terhadap inflasi tahun 2013 antara lain: efektifitas kebijakan nasional yang berpengaruh terhadap penyediaan pasokan dalam negeri terutama untuk pasokan bahan pangan (seperti daging sapi, hortikultura dan kedelai), kebijakan administered prices di bidang energi, antara lain rencana perubahan tata niaga gas elpiji 12 kg, kenaikan tarif jalan tol serta gangguan iklim dan cuaca. Beberapa faktor tekanan inflasi tersebut mendorong laju inflasi tahun 2013 diperkirakan sekitar 9,2%.

• Dengan penerbitan 4 paket kebijakan, Pemerintah berharap agar penjagaan impor pada masa pelemahan rupiah saat ini akan dapat menahan defisit neraca pembayaran, menjaga kestabilan nilai tukar rupiah serta menurunkan laju inflasi.

0,76

0,05

0,07

0,21

0,07

0,62 0,70

0,95

0,01

0,16

0,07

0,54

1,03

0,75

0,63

-0,1

0

-0,0

3

1,03

3,29

1,12

0,84

0,27

0,15 0,06

0,39

0,930,95

0,74

0,55

0,15 0,220,46

-0,50

0,00

0,50

1,00

1,50

2,00

2,50

3,00

3,50

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nop Des

(mtm

, %)

2012

2013

Rerata 5 tahun

25

Page 26: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Sumber: BPS

Defisit neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif hingga Juli 2013 sebesar US$5,65 miliar...

• Nilai ekspor Indonesia Juli 2013 mencapai US$ 15,11 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 2,37% dibanding ekspor Juni 2013. Dan bila dibanding Juli 2012 mengalami penurunan sebesar 6,07%.

• Impor migas yang masih meningkat menjadi faktor utama meningkatnya defisit neraca perdagangan Indonesia dan diperparah oleh kinerja sektor nonmigas yang juga mengalami defisit.

• Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari−Juli 2013 mencapai US$ 106,18 miliar atau menurun 6,07% dibanding periode yang sama tahun 2012 sehingga trade Balance (total) secara kumulatif masih defisit US$ 5.65 miliar. Pada bulan Juli 2013 saja, trade balance (total) masih defisit US$ 2,31 miliar

-3000

-2000

-1000

0

1000

2000

3000

4000

2010-J F M A M J J A S O N D

2011-J F M A M J J A S O N D

2012-J F M A M J J A S O N D

2013-J F M A M J J

Ju

ta U

SD

Neraca Perdagangan (per bulan)

MIGAS

NONMIGAS

TOTAL

Jul -'13 Jun -'13

Juta USD yoy ytd yoy ytd

Total Ekspor 15.108,5 -6,1% -6,1% -4,4% -6,1%

Total Impor 17.417,8 6,5% -0,9% -6,5% -2,1%

Non Migas

Ekspor 12.826,1 -2,6% -2,7% -4,7% -2,7%

Impor 13.280,5 -2,3% -3,4% -9,5% -3,6%

Migas

Ekspor 2.282,4 -21,8% -19,4% -3,4% -19,0%

Impor 4.137,3 49,9% 8,5% 5,3% 3,1%

26

15.375 15.016

15.025

14.761

16.133

14.759 15.109

15.450

15.313

14.887

16.463 16.661

15.636

17.418

14.000

15.000

16.000

17.000

18.000

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul

-74.7 -297.7 137.5 -1,702.6 -527.2 -877.2 -2,309.3

Ekspor Impor

Total Ekspor – Impor (US$ Juta)

Page 27: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Neraca Pembayaran di Q2-2103 menunjukkan perbaikan meskipun

defisit transaksi berjalan (Current Account) semakin lebar…

Defisit transaksi berjalan semakin lebar yaitu menjadi US$9.8 miliar (4.4% GDP) dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar US$5.8 miliar (2.6%GDP)

Neraca perdagangan barang untuk pertama kalinya mengalami defisit sebesar US$0.6 miliar. Transaksi modal dan finansial kembali positif sebesar US$8.2miliar setelah triwulan sebelumnya defisit sebesar

US$0.3 miliar.

(US$ miliar)

Sumber: Bank Indonesia, Kemenkeu

ITEM 2011 2012 2013

Q1 Q2 Q3 Q4 Total Q1 Q2 Q3 Q4 Total Q1 Q2

A. TRANSAKSI BERJALAN 2.9 0.3 0.8 -2.3 1.7 -3.1 -8.2 -5.3 -7.8 -24.4 -5.8 -9.8

1. Barang 9.3 9.2 9.7 6.6 34.8 3.8 0.8 3.2 0.8 8.6 1.6 -0.6

a. Ekspor, fob 45.9 51.8 52.4 50.7 200.8 48.4 47.5 45.5 47.0 188.5 45.2 45.7

b. Impor, fob -36.6 -42.6 -42.7 -44.1 -166.0 -44.5 -46.7 -42.4 -46.3 -179.9 -43.7 -46.3

2. Jasa-jasa -1.8 -3.1 -2.6 -3.1 -10.6 -2.1 -2.9 -2.5 -3.2 -10.3 -2.5 -3.1

3. Pendapatan -5.5 -6.8 -7.4 -7.0 -26.7 -5.9 -6.8 -6.9 -6.6 -26.7 -6.0 -7.1

4. Transfer Berjalan 1.0 1.0 1.0 1.2 4.2 1.1 0.9 0.9 1.2 4.0 1.1 1

B. TRANSAKSI MODAL DAN FINANSIAL 4.8 11.6 -3.1 0.2 13.6 2.3 5.2 6.0 12.1 25.1 -0.3 8.2

1. Transaksi Modal 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0

2. Transaksi Finansial 4.8 11.6 -3.1 0.2 13.5 2.3 5.2 6.0 12 25.1 -0.3 8.2

a. Investasi Langsung 3.8 2.5 2.1 3.1 11.5 1.6 4.0 4.3 4.2 14 3.9 3.3

b. Investasi Portofolio 2.9 5.2 -4.6 0.2 3.8 2.6 3.9 2.5 0.2 9.2 2.8 2.5

c. Investasi Lainnya -1.9 3.9 -0.7 -3.2 -1.8 -2.0 -2.7 -0.8 6.7 1.9 -7.0 2.3

C. TOTAL (A + B) 7.8 11.9 -2.3 -2.1 15.3 -0.9 -2.8 0.7 4.2 0.7 -6.2 -1.7

D. SELISIH PERHITUNGAN BERSIH -0.1 0.0 -1.6 -1.6 -3.4 -0.2 -0.1 0.2 -1 -0.5 0.0 -0.8

E. NERACA KESELURUHAN (C + D) 7.7 11.9 -4.0 -3.7 11.9 -1.0 -2.8 0.8 3.2 0.2 -6.6 -2.5

Posisi Cadangan Devisa 105.7 119.7 114.5 110.1 110.1 110.5 106.5 110.2 112.8 112.8 104.8 98.1

(bulan impor & pemb. ULN Pemt.) 7.5 7.9 7.1 6.5 6.5 6.2 5.8 6.0 6.1 6.1 5.7 5.4

Transaksi Berjalan (% PDB) 1.5 0.1 0.3 -1.1 0.2 -1.4 -3.6 -2.4 -3.5 -2.8 -2.6 -4.4 Debt Service Ratio (%) 18.4 21.9 19.8 26.2 21.7 30.3 35 35.2 39.4 34.9 34.8 41.4

27

Page 28: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Per 30 Agustus, IHSG dan Rupiah masih mengalami pelemahan seiring dengan pelemahan di kawasan regional dan global...

Nilai tukar regional dan global Indeks saham regional dan global

Beberapa isu yang dicermati pasar ke depannya:

1. Data-data perekonomian kawasan Asia yang menyangkut fundamental ekonomi jangka pendek, seperti data-data Current

Account Deficit (CAD)

2. Arah kebijakan QE The Fed ke depan

3. Dari sisi domestik, respon kebijakan Bank Indonesia untuk menstabilkan nilai tukar rupiah juga dicermati pasar di tengah

inflasi yang tinggi, kebutuhan external financing yang besar, cadangan devisa yang menurun dan CAD yang melebar

Sumber: Bloomberg

-7.01

-4.36

-4.15

-3.54

-2.82

2.29

4.51

8.73

13.02

28.80

17.19

9.07

3.27

-0.16

20.65

5.62

27.05

15.98

16.81

50.33

-10.00 0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00

Thailand

Singapore

India

Korea

Indonesia

Malaysia

Philippines

UK

US

Japan

ytd 22 mei

ytd 30 Agt

-16.30

-12.44

-11.63

-8.02

-6.90

-4.85

-4.17

-4.11

-1.49

0.22

1.80

-0.87

0.24

-15.91

-0.56

1.21

2.33

-3.55

-4.43

-0.76

-2.54

1.62

-20.00 -15.00 -10.00 -5.00 0.00 5.00

India

Indonesia

Japan

Philippines

Malaysia

Thailand

Singapore

Korea

Vietnam

EU

China

ytd 22 mei ytd 30 agt

28

Page 29: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Per 30 Agustus, meskipun yield obligasi 10Y Indonesia mengalami kenaikan terbesar di kawasan terutama didorong oleh faktor domestik yang berasal dari kenaikan inflasi pasca kenaikan BBM, appetite investor masih baik...

Pertumbuhan yield obligasi berbagai negara (10Y)

• Meskipun masih berada dalam tren meningkat, dalam 3 hari perdagangan terakhir, pergerakan yield mulai stabil di beberapa negara tersebut meskipun Indonesia masih memiliki kenaikan rata-rata 3 harian tertinggi dibanding negara lainnya

• Pada 13 Agustus 2013, rata-rata bid to cover ratio SUN10Yr bernilai 2,04 yang menunjukkan masih cukup baiknya minat investor di pasar obligasi. Antusiasme ini juga terlihat pada lelang terakhir yang dilaksanakan pada 27 Agustus 2013 dengan rata-rata bid to cover ratio sebesar 2,17.

53.0

73.0

93.0

113.0

133.0

153.0

Jan-13 Feb-13 Mar-13 Apr-13 May-13 Jun-13 Jul-13 Aug-13

US China

Jepang Malaysia

Philippines Taiwan

Indonesia

Index 100= 1 Jan 2013

Bernanke Effect

Pengumuman Kenaikan BBM

29

Page 30: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Respon Kebijakan

30

Page 31: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Paket Kebijakan Pemerintah

Paket Kebijakan BI

Langkah-langkah antisipasi dari Otoritas Jasa

Keuangan

1. Memperbaiki Neraca Transaksi Berjalan (current account) dan menjaga nilai tukar Rupiah

2. Menjaga Pertumbuhan Ekonomi dan Daya beli Masyarakat

3. Menjaga Tingkat Inflasi

4. Mempercepat Investasi

1. Menaikkan BI Rate 2. Stabilisasi nilai tukar

rupiah 3. Memperketat

ketentuan permodalan dan langkah pengawasan bank (antara lain GWM-LDR, LTV, dst)

4. Relaksasi ketentuan untuk pengembangan pasar valas domestik dan meningkatkan pasokan valas (term deposit, lelang FX swap)

1. Relaksasi peraturan

tentang Pembelian Kembali Saham Yang Dikeluarkan Emiten Atau Perusahaan Publik

2. Relaksasi Ketentuan Terkait dengan Pengelolaan Reksa Dana

3. Relaksasi Peraturan Terkait Masa Penawaran Umum

Diharapkan pada Q3-Q4 2013: Defisit Neraca

Transaksi Berjalan menurun, iklim dunia usaha tetap

terjaga dan kondusif. Paket insentif dan perbaikan iklim

investasi yang ditempuh akan membuat pertumbuhan ekonomi dapat tetap dijaga

pada level yang realistis

Paket kebijakan pemerintah, paket kebijakan moneter oleh BI, dan langkah-langkah antisipasi dari OJK bekerja secara simultan dan saling melengkapi untuk mengatasi permasalahan dan tekanan yang dihadapi...

31

Page 32: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Insentif diberikan dengan tetap memastikan defisit anggaran 2013 sebesar 2,38%, sehingga pembiayaan APBN-P 2013 tetap dalam batas aman. A. Insentif Jangka Pendek:

1. Relaksasi pembatasan kawasan berikat untuk produk domestik 2. Penghapusan PPN buku 3. Penghapusan PPn BM untuk produk dasar yang sudah tidak tergolong barang mewah 4. Mengarahkan penetapan UMP untuk mencegah terjadinya PHK, dengan menggunakan skema UMP yang

mengacu pada KHL, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi, dengan menerapkan pembedaan kenaikan upah minimun industri antara UMKM, serta Industri Padat Karya dan Industri Padat Modal.

5. Untuk kebijakan 1, 2 dan 3, PMK tersebut sudah diterbitkan

B. Insentif Jangka Panjang: 1. Paket insentif untuk kegiatan inovasi dan R&D 2. Mengoptimalkan penggunaan tax allowance untuk insentif investasi

Memperbaiki Neraca Transaksi Berjalan dan Nilai Tukar

1. Mendorong Ekspor : Paket insentif fiskal untuk industri padat karya dan ekspor 2. Menurunkan Impor migas: meningkatkan porsi biodiesel dalam porsi solar sehingga mengurangi konsumsi solar 3. Pengenaan tambahan Pajak Barang Mewah sebesar 25% sd 50% pada produk yang berasal dari Impor:(seperti mobil

CBU, branded product) 4. Mendorong ekspor mineral: relaksasi prosedur terkait dengan kuota dan Clear and Clean.

Menjaga Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Beli Masyarakat

Paket Kebijakan Pemerintah… (1)

32

Page 33: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Kebijakan Mempercepat Investasi

1. Penyederhanaan perizinan dengan mengefektifkan fungsi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan menyederhanakan jenis-jenis perizinan yang menyangkut kegiatan investasi Saat ini telah dirumuskan penyederhanaan perizinan di bidang investasi hulu migas dari 69 jenis perizinan

menjadi 8 perizinan 2. Mempercepat penerbitan Revisi Peraturan Presiden tentang Daftar Negatif Investasi (DNI) 3. Mempercepat program-program investasi berbasis

agro (CPO, Kakao, Rotan), mineral Logam (Bauksit, Nikel, Tembaga)

Dengan memberikan insentif fiskal berupa Tax Holiday dan Tax Allowance serta percepatan renegosiasi kontrak karya dan PKP2B

4. Debotlenecking penyelesaian masalah proyek-proyek investasi strategis yang menjadi proyek pembangkit tenaga listrik, migas, pertambangan mineral, infrastruktur.

Kebijakan Menjaga Laju Inflasi

Dalam kerangka koordinasi dengan Bank Indonesia: Pemerintah akan mengatasi komponen inflasi harga bergejolak (volatile food) dengan mengubah tata niaga daging sapi dan produk hortikultura dari pembatasan kuantitas atau kuota, menjadi mekanisme yang mengandalkan harga.

Kebijakan Lain yang sedang dikaji

1. Konversi gas untuk transportasi publik 2. Pemberian insentif untuk produksi barang setengah jadi/intermediate goods

Paket Kebijakan Pemerintah… (2)

33

Page 34: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Tantangan Perekonomian ke Depan

34

Page 35: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Pertumbuhan Ekonomi Global dan Beberapa Negara Mitra Dagang Utama yang Melambat, terutama China dan India:

• Berdampak pada pelemahan kinerja ekspor Indonesia dan investasi.

Sentimen Arus Modal akibat Pelonggaran Kebijakan Moneter di Negara-Negara Maju:

• Pelonggaran kebijakan moneter di negara-negara maju telah mengakibatkan aliran likuiditas yang besar di pasar global. Dengan masih terdapatnya ketidakpastian, perubahan arus likiditas dapat mengganggu keseimbangan pasar uang di nilai tukar di berbagai negara.

• Pasca pernyataan Gubernur Bank Sentral AS pada 22 Mei 2013 mengenai kemungkinan penghentian Quantitative Easing (QE) 3 apabila keadaan ekonomi AS membaik (tapering), terjadi penarikan dana asing dari seluruh pasar uang negara-negara emerging market memberikan tekanan pada nilai tukar, termasuk Indonesia.

Gejolak Harga Komoditas Pasar Global:

• Harga minyak mentah dunia sejak awal 2000 telah meningkat cukup tinggi dengan fluktuasi yang besar, sehingga turut meningkatkan ketidakpastian.

• Di sisi lain pelemahan harga komoditas primer di pasar global berdampak negatif pada ekspor beberapa negara, termasuk Indonesia.

• Ketidakpastian akibat faktor geopolitik penyelesaian krisis Timur Tengah.

1

2

3

Tantangan Perekonomian Global Ke Depan

35

Page 36: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Pelebaran Defisit Neraca Perdagangan

Penurunan oil lifting dan external demand

Impor yang meningkat terutama BBM dan untuk mendukung aktivitas investasi.

Pelebaran defisit neraca perdagangan akan mendorong pelebaran defisit transaksi berjalan dan memberikan tekanan pada nilai tukar Rupiah.

Stabilitas Sistem

Keuangan

Dominasi kepemilikan asing masih tinggi, terutama dalam pasar dan pasar obligasi potensi terjadinya sudden reversal.

Peningkatan utang LN swasta sebagai akibat kebutuhan pembiayaan peningkatan risiko currency mismatch

Stabilitas harga

Kebijakan kenaikan harga BBM serta gangguan pasokan untuk beberapa produk komoditas telah memberikan tekanan pada inflasi.

Tekanan Defisit APBN &

percepatan penyerapan

belanja

Penurunan penerimaan perpajakan dan SDA.

Perlunya mengoptimalkan daya serap belanja Pemerintah.

Perlunya meningkatkan quality of spending infrastruktur dan perlindungan sosial

Perbaikan Iklim Investasi

Perbaikan kesejahteraan tenaga kerja (UMP yang diimbangi produktivitas), serta menjaga iklim pasar tenaga kerja yang kondusif

Sinkronisasi peraturan dan perizinan pusat dan daerah

Perbaikan dan peningkatan infrastruktur , termasuk listrik.

Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Inklusif

Angka kemiskinan menurun sementara koefisien Gini (Gini ratio) makin melebar salah satu upaya perbaikan melalui implementasi BPJS dan SJSN

Tantangan Perekonomian Domestik Ke Depan

36

Page 37: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Paul Krugman: The Unsaved World, The New York Times, 29 August 2013 ….Indonesia’s slump, which saw the economy contract 13 percent in 1998, was a terrible thing. But a solid recovery was under way by 2000. By 2003, Indonesia’s economy had passed its pre-crisis peak; as of last year, it was 72 percent larger than it was in 1997…. …So, is Asia next? Probably not. Indonesia has a much lower level of foreign debt relative to income now than it did in the 1990s. India, which also has a sliding currency that worries many observers, has even lower debt. So a repetition of the ’90s crisis, let alone a Greek-style never-ending crisis, seems unlikely…..

S&P Asia-Pacific Chief Economist Paul Gruenwald: South and Southeast Asian Economies Grapple with Growth and External Financing Risks, 28 August 2013 “The road may be rocky in the near term, particularly for the largest deficit countries — India and Indonesia — but we don’t think this is the Asian crisis all over again,”

Fitch Rating Sovereign Analyst Andrew Colquhoun, 29 August 2013 “…India, Indonesia sell-off different from 1997….. India’s and Indonesia’s sovereign credit profiles are much stronger today than 16 years ago as they now rely on foreign-exchange reserves…. Foreign exchange reserves have come under pressure but are still sizeable.... In both countries, reserves remain higher than residual maturity short-term debt…”

Apa Kata Mereka….???

37

Page 38: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Outlook Asumsi Makro 2013 dan 2014

* Realisasi Sem I 2013 ** Rata-rata kurs nilai tukar rupiah hingga hari ini (ytd) Selasa, 3 September 2013 mencapai Rp10.005/US$

2012

Realisasi APBN-PRealisasi

per 1 Sept

2013

Outlook Outlook

a. Pertumbuhan ekonomi % yoy 6,2 6,3 5,9* 5,9 6,0

b. Laju inflasi % yoy 4,3 7,2 8,79 9,2 5,5

c.Tingkat suku bunga

SPN 3 bulan% 3,2 5,0 4,2 5,0 5,5

d. Nilai tukar Rp/US$ 9.384 9.600 9.887 10.200 10.500

e. Harga minyak mentah US$/barel 112,7 108 105 105 106

f. Lifting minyakRibu barel per

hari860 840 829 834 870

g. Lifting gas

Ribu barel per

hari setara

minyak

n.a 1.240 1.204 1.207 1.240

Indikator Ekonomi

2013 2014

38

Page 39: Kuliah umum bkf

Sekretariat Jenderal

Kementerian Keuangan 4 Juni 2012

Badan Kebijakan Fiskal B K F

Terima Kasih

39