laporan akhir kristalografi dan mineralogi

of 57 /57
BAB I KRISTALOGRAFI Kristalografi adalah ilmu yang mempelajari tentang sifat- sifat geometri dari kristal terutama perkembangan, pertumbuhan, kenampakan bentuk luar, struktur dalam (internal) dan sifat- sifat fisis lainnya. a) Sifat Geometri, memberikan pengertian letak, panjang dan jumlah sumbu kristal yang menyusun suatu bentuk kristal tertentu dan jumlah serta bentuk luar yang membatasinya. b) Perkembangan dan pertumbuhan kenampakkan luar, bahwa disamping mempelajari bentuk-bentuk dasar yaitu suatu bidang pada situasi permukaan, juga mempelajari kombinasi antara satu bentuk kristal dengan bentuk kristal lainnya yang masih dalam satu sistem kristalografi, ataupun dalam arti kembaran dari kristal yang terbentuk kemudian. c) Struktur dalam, membicarakan susunan dan jumlah sumbu-sumbu kristal juga menghitung parameter dan parameter rasio. d) Sifat fisis kristal, sangat tergantung pada struktur (susunan atom-atomnya). Besar kecilnya kristal tidak mempengaruhi, yang penting bentuk dibatasi oleh bidang- bidang kristal: sehingga akan dikenal 2 zat yaitu kristalin dan non kristalin Suatu kristal dapat didefinisikan sebagai padatan yang secara esensial mempunyai pola difraksi tertentu (Senechal, 1995 dalam Hibbard,2002). Jadi, suatu kristal adalah suatu padatan dengan susunan atom yang berulang secara tiga dimensional yang dapat mendifraksi sinar X. Kristal secara

Author: sylvester-saragih

Post on 19-Jun-2015

9.478 views

Category:

Education


19 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Laporan Akhir Kristalografi dan Mineralogi Teknik Pertambangan Universitas Palangkaraya

TRANSCRIPT

  • 1. BAB I KRISTALOGRAFI Kristalografi adalah ilmu yang mempelajari tentang sifat-sifat geometri dari kristal terutamaperkembangan, pertumbuhan, kenampakan bentuk luar, struktur dalam (internal) dan sifat-sifat fisislainnya.a) Sifat Geometri, memberikan pengertian letak, panjang dan jumlah sumbu kristal yang menyusun suatu bentuk kristal tertentu dan jumlah serta bentuk luar yang membatasinya.b) Perkembangan dan pertumbuhan kenampakkan luar, bahwa disamping mempelajari bentuk-bentuk dasar yaitu suatu bidang pada situasi permukaan, juga mempelajari kombinasi antara satu bentuk kristal dengan bentuk kristal lainnya yang masih dalam satu sistem kristalografi, ataupun dalam arti kembaran dari kristal yang terbentuk kemudian.c) Struktur dalam, membicarakan susunan dan jumlah sumbu-sumbu kristal juga menghitung parameter dan parameter rasio.d) Sifat fisis kristal, sangat tergantung pada struktur (susunan atom-atomnya). Besar kecilnya kristal tidak mempengaruhi, yang penting bentuk dibatasi oleh bidang-bidang kristal: sehingga akan dikenal 2 zat yaitu kristalin dan non kristalin Suatu kristal dapat didefinisikan sebagai padatan yang secara esensial mempunyai poladifraksi tertentu (Senechal, 1995 dalam Hibbard,2002). Jadi, suatu kristal adalah suatu padatandengan susunan atom yang berulang secara tiga dimensional yang dapat mendifraksi sinar X. Kristalsecara sederhana dapat didefinisikan sebagai zat padat yang mempunyai susunan atom ataumolekul yang teratur. Keteraturannya tercermin dalam permukaan kristal yang berupa bidang-bidangdatar dan rata yang mengikuti pola-pola tertentu. Bidang-bidang datar ini disebut sebagai bidangmuka kristal. Sudut antara bidang-bidang muka kristal yang saling berpotongan besarnya selalutetap pada suatu kristal. Bidang muka kristal itu baik letak maupun arahnya ditentukan olehperpotongannya dengan sumbu-sumbu kristal. Dalam sebuah kristal, sumbu kristal berupa garisbayangan yang lurus yang menembus kristal melalui pusat kristal. Sumbu kristal tersebutmempunyai satuan panjang yang disebut sebagai parameter.A. Kristal Kristal merupakan susunan kimia antara dua atom akan terbentuk bilamana terjadi penurunansuatu energi potensial dari sistem ion atau molekul yang akan dihasilkan dengan penyusunan ulangelektron pada tingkat yang lebih rendah. Kristalografi dapat diartikan sebagai cabang dari ilmu geologi,kimia, fisika yang mempelajari bentuk luar kristal serta cara penggambarannya.

2. Komposisi kimia suatu mineral merupakan hal yang sangat mendasar, beberapa sifat-sifatmineral / kristal tergantung kepadanya. Sifat-sifat mineral/kristal tidak hanya tergantung kepadakomposisi tetapi juga kepada susunan meruang dari atom-atom penyusun dan ikatan antar atom-atom penyusun kristal / mineral.Komposisi kimia kerak bumi :a. Kerakb. Mantel, danc. Isi bumi Ketebalan kerak bumi di bawah kerak benua sekitar 36 km dan di bawah kerak samudraberkisar antara 10 sampai 13 km. Batas antara kerak dengan mantel dikenal dengan Mohorovicicdiscontinuity. Kimia kristal Sejak penemuan sinar X, penyelidikan kristalografi sinar X telahmengembangkan pengertian kita tentang hubungan antara kimia dan struktur. Tujuannya adalah:1.Untuk mengetahui hubungan antara susunan atom dan komposisi kimia dari suatu jenis kristal.2.Dalam bidang geokimia tujuan mempelajari kimia kristal adalah untuk memprediksi strukturkristal dari komposisi kimia dengan diberikan temperatur dan tekanan. Perubahan energi yang dihasilkan oleh ikatan kimia yang terbentuk oleh dua macam ikatan yaitu ikatan elektrovalen dan ikatan kovalen. a.Isomorfisme Isomorfisme adalah suatu substansi yang mempunyai rumus analog serta keamanan dari pada kristalografi dalam merefleksikan struktur dari dalamnya. b.Polimorfisme Polimorfisme adalah kemampuan unsur atom untuk membentuk lebih satu macam kristal. perbedaan dari sifat fisik kristal akan membentuk substansi polimerfic sebagai morfic, trimorficdan seharusnya. Polimorfisme menunjukan bahwa struktur kristal tidak hanya ditentukan oleh unsur kimia saja akan tetapi dapat disebabkan juga oleh unsur dari susunan atom yang dibangaun kristal. 1. Enantriotrop yaitu suatu proses timbal balik 2. Monotropisme yaitu merupakan suatu proses yang tidak timbal balikContoh : Markasit menjadi pyrite c.Pseudomorfisme Mineral dapat mengalami perubahan mineral lain tanpa merubah ikatan kimianya proses ini dikenal sebagai proses pseudomorfisme. 3. Pseudomorfisme ini terbagi menjadi dua yaitu : 1. Tidak terjadi perubahan unsur kimianya, akan tetapi terjadi perubahan sistem dari pada kristalografinya. 2. Unsur lama diganti unsur baru. Pseudomorfisme disebabkan mineral lama tidak stabil dalam lingkungan yang baru.B. Daya Ikat dalam Kristal Daya yang mengikat atom (atau ion, atau grup ion) dari zat pada kristalin adalah bersifatlistrik di alam. Tipe dan intensitasnya sangat berkaitan dengansifat-sifat fisik dan kimia dari mineral.Kekerasan, belahan, daya lebur, kelistrikan dan konduktivitas termal, dan koefisien ekspansi termalberhubungan secara langsung terhadap daya ikat. Secara umum, ikatan kuat memiliki kekerasan yang lebih tinggi, titik leleh yang lebih tinggidan koefisien ekspansi termal yang lebih rendah. Ikatan kimia dari suatu kristal dapat dibagi menjadi4 macam, yaitu: ionik, kovalen, logam dan van der Waals. Kristal adalah bahan padat homogen, biasanya anisotropy dan tembus air serta menurutihukum-hukum ilmu pasti, sehingga susunan bidang--bidangnya mengikuti hukum geometri, jumlah dankedudukan dan bidangnya tertentu dan teratur.Bahan padat homogen, biasanya anisotropy dan tembus air, mengandung pengertian:a) Tidak termasuk didalamnya cair dan gasb) Tidak dapat diuraikan menjadi senyawa lain yang lebih sederhana oleh proses proses fisika.Menuruti hukum-hukum ilmu pasti sehingga susunan bidangnya mengikuti - hukum geometri,mengandung pengertian :a. Jumlah bidang dari suatu bentuk kristal tetapb. Macam bentuk dari bidang kristal tetapc. Sifat keteraturannya tercermin pada bentuk luar dari kristal yang tetap.C. Klasifikasi kristal Dari tujuh sistem kristal dapat dikelompokan menjadi 32 klas kristal. Pengelompokan iniberdasarkan pada jumlah unsur simetri yang dimiliki oleh kristal tersebut. Sistem isometrik terdiri darilima kelas, sistem tetragonal mempunyai tujuh kelas, rombis memiliki tiga kelas, heksagonalmempunyai tujuh kelas dan trigonal lima kelas. Selanjutnya sistem monoklin mempunyai tiga kelas.Tiap kelas kristal mempunyai singkatan yang disebut simbol. Ada dua macam cara simbolisasi yangsering digunakan, yaitu simbolisasi Schoenfies dan Herman Mauguin (simbolisasi internasional). 4. D. Bentuk bentuk kristl Bentuk Tunggal Kristal yang dibatasi oleh bidang-bidang datar. Bidang-bidang kristal dengan bentuk dan ukuran yang soma. Sering disebut sebagai bentuk dasar. Contoh: - 4 bidang kristal Tetrahedron (111) - 6 bidang kristal Hexahedron (100) - 8 bidang kristal Oktahedron (111) - 12 bidang kristal Tetrahedron (110) Bentuk Kombinasi Bentuk-bentuk kristal yang terjadi dari penggabungan dua atau lebih bentuk tunggal yang tidak sama, sehingga pada bentuk tersebut didapatkan dup atau lebih simbol bidang yang dipakai sebagai simbol bentuk. Bentuk ini hanya terjadi pada sistem kristal yang sama. Contoh : - Kombinasi hexahedron (100) + Octahedron (111) - Kombinasi Rhomben dodecahedron (110) + Tetrakishexahedron (210) Bentuk Pertumbuhan Pertumbuhan secara teratur antara dua atau lebih bentuk kristal tunggal atau kombinasi dari bentuk yang sama, sehingga akan didapatkan unsur-unsur simetri persekutuan yang sama. Tetapi apabila kumpulan dari bentuk-bentuk tersebut kedudukannya tidak beraturan maka kumpulan bentuk kristal tersebut disebut kelompok atau kumpulan kristal (Crystal Aggregate) Contoh : - Tetrakishexahedron (210) - Triakisoktahedron (211) Maksud dan tujuan dari kristalografi : - Menentukan sistem kristal dari berbagai macam bentuk kristal atas dasar panjang, posisi dan jumlah sumbu kristal yang ada pada setiap bentuk kristal. - Menentukan klas simetri atas dasar jumlah unsur simetri setiap kristal. - Menggambarkan semua bentuk kristal atas dasar parameter dan parameter rasio, jumlah dan posisi sumbu kristal dan bidang kristal yang dimiliki oleh setiap bentuk kristal, baik dalam bentuk proyeksi orthogonal maupun stereografis. Peralatan praktikum yang digunakan, yaitu : - Jangka - Busur derajat 5. - Penggaris segitiga (1 set) - Pensil warna - Pensil - Spidol warna - Drawing Pen 0,1, 0,3, dan 0,5Sumbu dan Sudut Kristalografi1. Sumbu Kristalografi Sumbu Kristalografi, ialah suatu garis lurus yang dibuat melalui pusat kristal. Kristal mempunyai bentuk 3 (tiga) dimensi, yaitu panjang, lebar dan tebal atau tinggi. Tetapi dalam penggambarannya dibuat dimensi sehingga digunakan proyeksi orthogonal. - Sumbu a : sumbu yang tegak lurus pada bidang kertas. - Sumbu b : sumbu horizontal pada bidang kertas. - Sumbu c : sumbu yang vertikal pada bidang kertas.2. Sudut Kristalografi Sudut Kristalografi, adalah sudut yang dibentuk oelh perpotongan sumbu-sumbu kristalografi pada titik potong (pusat kristal). - Sudut ialah sudut yang dibentuk antara sumbu b dan sumbu c. - Sudut ialah sudut yang dibentuk antara sumbu a dan sumbu c. - Sudut ialah sudut yang dibentuk antara sumbu a dan sumbu b. Sistem Kristalografi Sistem kristalografi dibagi menjadi 7 (tujuh) sistem, ini didasarkan kepada : a. Perbandingan panjang sumbu-sumbu kristaligrafi b. Letak atau posisi sumbu kristalografi c. Jumlah sumbu kristalografi d. Nilai sumbu C atau sumbu vertikal Sistem-sistem tersebut ialah : 1. Sistem Reguler 2. Sistem Tetragonal 3. Sistem Triklin 4. Sistem Monoklin 5. Sistem Orthorombik 6. Sistem Hexagonal 7. Sistem Trigonal 6. Namun didalam praktikum Kristalografi dan mineralogi ini hanya dibahas mengenai 4 sistem kristal, yaitu : 1. Sistem Reguler 2. Sistem Tetragonal 3. Sistem Triklin 4. Sistem Monoklin1.1. Sistem Reguler( Cubic = Isometric = Tesseral = Tessular )Bagian pertama :menerangkan nilai sumbu c. untuk itu ada 2 kemungkinan yaitu sumbu cbernilai 4 atau bernilai 2. 1. Kalau sumbu c bernilai 4 dinotasikan dengan huruf O (octaeder), karena contoh bentukkristal yang paling ideal untuk sumbu c bernilai 4 adalah bentuk kristal Octahedron. 2. Kalau sumbu c bernilai 2 dinotasikan dengan huruf T (tetraeder), karena contoh bentukkristal yang paling ideal untuk sumbu c bernilai 2 adalah bentuk tetrahedron.Bagian kedua : menerangkan kandungan bidang simetrinya, apabila kristal tersebut mempunyai : 1) Bidang simetri horizontal (h) 2) Bidang simetri vertikal (v)dinotasikanh 3) Bidang simetri diagonal (d) Kalau mempunyai :Bidang simetri horizontal (h)dinotasikanhBidang simetri vertikal (v)Kalau mempunyai :Bidang simetri vertikal (v)dinotasikanvBidang simetri diagonal (d) Kalau mempunyai :Bidang simetri diagonal (d)dinotasikand Contoh :Klas hexoctahedral.... OhKlas pentagonal icostetrahedral ...... O 7. Gambar 1.1Sistem Reguler(cubic = isometric = tesseral = tessular)Ketentuan :Sumbu a = b = cSudut90Karena sumbu a = sumbu b = sumbu cDisebut juga sumbu a 8. Gambar 1.2 Cara menggambar : A+^ b- = 30 A:b:c=1:3:3Menurut Herman Mauguin penentuan klas simetri untuk :Sistem RegularBagian pertama : menerangkan nilai sumbu a (sumbu a, b, c) mungkin bernilai 4 atau 2 dan ada tidaknya bidang simetri yang tegak lurus sumbu a tersebut. 42Bagian ini dinotasikan dengan :,4, 4, ,2 mmAngka menunjukkan nilai sumbu dan huruf , menunjukkan adanya bidang simetri yang tegak lurussumbu a tersebut.Bagian kedua : menerangkan sumbu simetri bernilai 3. Apakah sumbu simetri yangbernilai 3 itu, juga bernilai 6 atau hanya bernilai 3 saja.Maka bagian kedua selalu ditulis : 3 atau 3Bagian ketiga: menerangkan ada tidaknya sumbu simetri diagonal bernilai 2 dan adatidaknya bidang simetri diagonal yang tegak lurus terhadap sumbu diagonal tersebut. 9. 2Bagian ketiga dinotasikan dengan, 2 , m atau tidak ada.mContoh :42421 klas hexoctahedral . , 3, --- , 3,mmmm2 klas hextetrahedral. 4 3 2 --- 4 3 23 klas tetratohedris 2 3 --- 2 3 -Menurut Schoenflissh1. Menerangkan nilai sumbu c. Untuk itu ada dua kemungkinan yaitu sumbu c bernilai 4 atau bernilai 2. -Kalau sumbu c bernilai 4 dinotasikan dengan huruf O (ortaeder), karena contoh bentuk kristalyang paling ideal untuk sumbu c bernilai 4 adalah bentuk kristal Octahedron. -Kalau sumbu c bernilai 2 dinotasikan dengan huruf T (Tetraeder), karena contoh bentukkristal yang paling ideal unutk sumbu c bernilai 2 adalah bentuk Tetrahedon.2. Menerangkan kandunganbidang simetrinya,apabila kristal tersebut mempunyai: - Bidang simetri horizontal (h) -Bidang simetri vertical (v)Dinotasikan h - Bidang simetri diagonal (d)Apabila mempunyai : - Bidang simetri horizontal (h) Dinotasikan h - Bidang simetri vertical (v)Apabila mempunyai : - Bidang simetri vertical (v) Dinotasikan v - Bidang simetri diagonal (d)Apabila mempunyai : - Bidang simetri diagonal (d) Dinotasikan dContoh:1. Klas Hexoctahedral...Oh2. Klas Pentagonal Icostetrahedral...O3. Klas Hextetrahedral...Td4. Klas Dyakisdodecahedral.Td5. Klas Tetrahedral Pentagonal DodecahedralT 10. Tabel 1.1 Bentuk-Bentuk Kristal Sistem Reguler AXES Herman-SystemPlanes CenterClass Name (2)2- 3-Fold 4- 6- Maugin (1)FoldFold Fold Symbols (3) Tetartoidal 34----23 Diploidal 34--3yes 2/m 3 Hextetrahedral34--6- 4 3m Isometric Gyroidal643--- 432 Hexocahedral643-9 Yes4/m 3 2/m1.2. SISTEM TETRAGONAL (Quadratic)Bagian pertama : menerangkan nilai sumbu c, mungkin bernilai 4 atau tidak bernilai dan ada tidaknya bidang simetri yang tegak lurus sumbu c. 4Bagian ini dinotasikan dengan :,4, 4 mBagian kedua : menerangkan ada tidaknya nilai sumbu lateral dan ada tidaknya bidang simetri yang tegak lurus terhadap sumbu lateral tersebut. 2Bagian ini dinotasikan dengan :, 2 , m atau tidak ada mBagian ketiga : menerangkan ada tidaknya sumbu simetri intermediet dan ada tidaknya bidang simetri yang tegak lurus terhadap sumbu intermediet tersebut.Bagian ini dinotasikan dengan : 2,2,m atau tidak adaContoh : 4 22 4 2 21) klas ditetragonal bipyramidal.,, , , m m m m m m2) klas tetragonal trapezohedral..4 2 2 4 2 23) klas ditetragonal pyramidal4 m m 4 m m 11. Gambar 1.3Ketentuan :Sb a = b cSudut = = = 90Karena Sb a = Sb b disebut juga Sb aSb c bisa lebih panjang atau lebih pendek dari atau b.Sb c lebih panjang dari Sb a dan Sb b disebut bentuk Columnar (Panjang), sumbu c lebihpendek dari sumbu a b disebut bentuk stout (gemuk). 12. Gambar 1.4Cara Menggambar : a= ^ b- = 30a:b:c=1:3:6Menurut Herman Mauguin penentuan klas simetri untuk :Bagian Pertama :Menerangkan nilai sumbu c, munkin bernilai 4 atau tidak bernilai dan adatidaknya bidang simetri yang tegak lurus sumbu c.Bagian ini dinotasikan dengan :,4,Bagian kedua :Menerangkan ada tidaknya nilai sumbu lateral dan ada tidaknya bidangsimetri yang tegak lurus terhadap sumbu lateral tersebut.Bagian ini dinotasikan dengan :, 2 , m atau tidak adaBagian Ketiga : Menerangkan ada tidaknya sumbu simtri imtermediet dan ada tidaknyabidang simetri yang tegak lurus terhadap sumbu intermediet tersebut.Bagian ini dinotasikan dengan : 2, 2, m atau tidak adaContoh :1. Klas Ditetragonal bipyramidal ...................... , , , ,2. Klas Tetragonal trapezohedral ................... 4 2 24 4 23. Klas Ditetragonal pryramidal ....................... 4 m m 4 m m 13. 4. Klas Tetragonal scalenohedral ....................2 m 2 m5. Klas Tetragonal bipyramidal ........................ 44 - -6. Klas Tetragonal pramidal............................. 4 4 - -7. Klas Tetragonal bisphenoidal ...................... - -Menurut Schoenfish:1.Menerangkan nilai sumbu yang tegak lurus sumbu c, yaitu lateral (sumbu a, b, d) atau sumbuintermediate.Ada dua kemungkinana. Kalau sumbu tersebut bernilai 2 dinotasikan dengan D dari kata Diedrish.b. Kalau sumbu tersebut tdak bernilai dinotasikan dengan C dari kata Cyklich.2.Menerangkan nilai sumbu c, nilai sumbu c ini dituliskan sebelah kanan agakkebawah dari notasi D atau C.Misal D2, C2, D3, C3, dan sebagainya.3.Menerangkan kandungan bidang simetrinya.Kalau mempunyai :- Bidang simetri horizontal (h)Dinotasikan h- Bidang simetri vertikal (v)- Bidang simeteri diagonal (d)Kalau mempunyai :- Bidang simetri horizontal (h)Dinotasikan h- Bidang simetri vertikal (v)Kalau mempunyai :- Bidang simetri vertikal (v)Dinotasikan h- Bidang simeteri diagonal (d)Kalau mempunyai- Bidang simeteri diagonal (d) Dinotasikan dContoh :1. Klas Ditetragonal pyramidalC4v2. Klas Ditetragonal bipyramidalD4h3. Klas Tetragonal scalenohedral..D2d4. Klas Tetragonal trapezohedral...D45. Klas Tetragonal bipyramidal...C4h 14. 6.Klas Tetragonal pyramidal......C4 7.Klas Tetragonal bispeonidal...S4Tabel 1.2 Bentuk-Bentuk Kristal Sistem Tetragonal AXES Herman-SystePlanes CenterClass Name (2) 2- 3-Fold4- 6- Mauginm (1) Fold Fold Fold Symbols (3)Dispheoidal 1- ----4Pyramidal -- 1---4Dipyramidal -- 1-1yes 4/mScalenohedral 3- --2-4 2mTetragonalDitetragonal-- --4-4mmPyramidalTrapezohedral 4- 1--- 422Ditetragonal-4- 1-5yes 4/m 2/m 2/mDipyramidal 15. 1.2. Sistem Triklin(Anorthic = Asymetric = Clinorhombohidral)Sistem ini mempunyai tiga sumbu yang satu dengan lainnya tidak saling tegak lurus. Demikian juga panjang masing-masing sumbu tidak sama.Gambar 1.5 Ketentuan : Sumbu a b c Sudut = = 90 = 90 Semua Sb a, b, c saling berpotongan dan membuat sudut miring tidak sama besar. Sb a disebut Sb Brachy Sb b disebut Sb Macro Sb c disebut Sb Basal/Vertikal 16. Gambar 1.6Cara Menggambar :a+ ^ b- = 45b+ ^ c- = 80Menurut Herman Mauguin penentuan klas simetri untuk :Sistem ini hanya mempunyai 2 (dua) klas simetri, yaitu :1. Mempunyai titik simetri .......................................... Klas pinacoidal2. Tidak Mempunyai unsur simetri............................. Klas asymmetric 1Menurut Schoenfish :1. Menerangkan nilai sumbu yang tegak lurus sumbu c, yaitu sumbu lateral (sumbu a, b, c) atausumbu intermediate.Ada dua kemungkinan :a. Kalau sumbu tersebut bernilai 2 dinotasikan dengan d dari kata Diedrish.b. Kalau sumbu tersebut tidak bernilai dinotasikan dengan c dari kata Cyklich.2. Menerangkan nilai sumbu c,nilai sumbu c ini dituliskan sebelah kanan agak ke bawah dari notasiD atau C.Misal D2, C2, D3, C3, dan sebagainya. 17. 3. Menerangkan kandungan bidang simetrinya. Kalau mempunyai: - Bidang simetri horizontal (h)Dinotasikan h - Bidang simetri vertical (v) - Bidang simetri diagonal (d) Kalau Mempunyai: - Bidang simetri horizontal (h)Dinotasikan h - Bidang simetri vertikal (v) Kalau mempunyai: - Bidang simetri vertical (v)Dinotasikan v - Bidang simetri diagonal (d) Kalau mempunyai: - Bidang simetri diagonal (d)Dinotasikan dengan d Contoh : 1. Klas Picoidal...Ci 2. Klas Asymmetric.CiTabel 1.3 Bentuk-Bentuk Kristal Sistem Triklin AXES Herman-Syste2-Fold3-Fold 4- 6- MauginPlanes Center Class Name (2) m (1)Fold Fold Symbols(3) Pedial- - ---- 1Triclini Pinacoidal- - ---yes 1 c1.3. Sistem Monoklin (Oblique= Monosymetric = Clonorhombic = Hemiprismatik Manacionihedral) Monoklin artinya hanya mempunyai satu sumbu yang miring dari tiga sumbu yang dimilikinya. Sumbu a tegak lurus terhadap sumbu b; b tegak lurus terhadap c, tetapi sumbu c tidak tegak lurus terhadap sumbu a. Ketiga sumbu tersebut mempunyai panjang yang tidak sama, umumnya sumbu c yang paling panjang dan sumbu b yang paling pendek. 18. Gambar 1.7Ketentuan:Sumbu a b cSudut a = y = 90o 90 oSb a disebut sb clinoSb b disebut sb orthoSb c disebut sb Basal / vertikal 19. Gambar 1.8 Cara Menggambar:a + b- = 45oa : b : c : sembarang Sb c adalah sumbu terpanjang Sb a adalah sumbu terpendekMenurut Herman Mauguin penentuan klas simetri untuk :Hanya ada satu bagian, yaitu menerangkan nilai sumbu b dan ada tidaknya bidang simetri yangtegak lurus sumbu b tersebut.Contoh :1. Klas prismatic .........................................................................2. Klas Sphenoidal .................................................................... 23. Klas domatik .......................................................................... mMenurut Schoenfish :1. Menerangkan nilai sumbu yang tegak lurus sumbu c, yaitu sumbu lateral (sumbu a, b, c) atau sumbu intermediate. Ada dua kemungkinan : a. Kalau sumbu tersebut bernilai 2 dinotasikan dengan d dari kata Diedrish. 20. b. Kalau sumbu tersebut tidak bernilai dinotasikan dengan c dari kata Cyklich.2. Menerangkan nilai sumbu c,nilai sumbu c ini dituliskan sebelah kanan agak ke bawah dari notasi D atau C. Misal D2, C2, D3, C3, dan sebagainya.3. Menerangkan kandungan bidang simetrinya. Kalau mempunyai: - Bidang simetri horizontal (h) Dinotasikan h - Bidang simetri vertical (v) - Bidang simetri diagonal (d) Kalau Mempunyai: - Bidang simetri horizontal (h) Dinotasikan h - Bidang simetri vertikal (v) Kalau mempunyai: - Bidang simetri vertical (v) Dinotasikan v - Bidang simetri diagonal (d) Kalau mempunyai: - Bidang simetri diagonal (d) Dinotasikan dengan dContoh :1) Klas PrismatikC2h2) Klas Spenoidal..C23) Klas Domatic.C1hTabel 1.4 Bentuk-Bnetuk Kristal Sistem MonoklinAXES Herman- Maugin PlanesCenterSystem (1) Class Name (2)2- 3-Fold4- 6- SymbolsFold Fold Fold (3) Domatic -- --1- m Monoclinic Sphenoidal1- ----2 Prismatic 1- --1yes 2/m 21. BAB II MINERALOGI FISIK Mineralogi adalah salah satu cabang ilmu geologi yang mempelajari mengenai mineral, baikdalam bentuk individu maupun dalam bentuk kesatuan, antara lain mempelajari sifat-sifat fisik dankimia, cara terdapatnya, cara terjadinya dan kegunaannya. Mineralogi terdiri dan kata mineral dan logos, dimana mengenai arti mineral mempunyaipengertian berlainan dan bahkan di kacaukan di kalangan awam. Wing diartikan sebagai bahan bukanormanik (anorganik).Maka pengertian yang jelas dan batas mineral oleh beberapa ahli geologi perlu diketahui walaupun dankenyataannya tidak ada satupun persesuaian umum untuk definisinya.Gambar 2.1 Beberapa contoh mineralDefinisi mineral menurut beberapa ahli :1. L. G. Berry dan B. Mason, 1959 Mineral adalah suatu benda padat homogen yang terdapat didalam terbentuk secara anorganik, mempunyai komposisi kimia pada batas-batas tertentu dan mempunyai atom-atom yang tersusun secara teratur.2. D.G.A. Whitten dan J.R.V. Brooks, 1972 Mineral adalah suatu bahan padat yang secara struktural homogen mempunyai komposisi kimia tertentu, dibentuk oleh proses alam yang anorganik. 22. 3.A.W.R. Potter dan H. Robinson, 1977Mineral adalah suatu zat atau bahan yang homogen mempunyai komposisi kimia tertentudalam batas-batas tertentu dan mempunyai sifat-sifat tetap, dibentuk dialam dan bukan hasildari suatu kehidupan.Definisi mineral komplikasi :Mineral adalah suatu bahan alam yang mempunyai sifat-sifat fisik dan kimia tetap dapatberupa unsur tunggal atau persenyawaan kimia yang tetap, pada umumnya anorganik, homogen,dapat berupa padat, cair dan gas.Batasan-batasan definisi mineral :1. Suatu bahan alam Harus terjadi secara alamiah. Maka bahan atau zat yang dibuat oleh tenaga manusia atau dilaboratorium tidak dapat disebut sebagai mineral. Walaupun kadang-kadang pembuatan suatu zat ataubahan di laboratorium akan mempunyai suatu bentuk kristal yang sangat sesuai bahkan sangat sulitdibedakan dengan kristal di alam, tetapi pembuatan zat tersebut tidak dapat disebut sebagai mineral.NaCI dibuat dialam disebut mineral Halite Dibuat di laboratorium disebut Natrium Chlorida.2. Mempunyai sifat fisis dan kimia yang tetap :a) Mineral mempunyai sifat fisis yaitu warna, kekerasan, kilap, perawakan kristal, gores, belahan.b) Mineral mempunyai sifat kimiawi yang tetap diantaranya reaksi terhadap api oksidasi, api reduksi, pelentingan, pengarangan.3. Berupa unsur tunggal atau persenyawaan yang tetap :-Mineral merupakan unsur tunggal, misalnya Diamond (C), Graphyte (C) Native Silver (Ag).-Mineral berupa senyawa kimia sederhana, misalnya Bait (BaSOa), Zircon (ZrSi04), Cassiterite (Sn02), Magnetite (FesOa)-Mineral dapat berupa senyawa kimia yang komplek, misalnya : Epistalite (NaCa) (CbTiMgFeMn) SiO4 (OH), Polymignyte (CaFeYZrTh) (CbTiTa)O44. Pada umumnya anorganik : batasan ini mengandung pengertian arti mineral yang lebih luas :- Mineral umum bukan sebagai suatu kehidupan tetapi ada beberapa mineral yang merupakan hasilkehidupan atau disebut juga mineral organik.Contoh : Amber, Coal, Asphalt, Mallite.5. Homogen : mengandung batasan bahwa suatu mineral tidak dapat diuraikan menjadi senyawa lain yang Jebih sederhana oleh proses fisika.6. Dapat berupa padat, cair dan gas.- Berupa zat padat : Quartz (Si02), Barite (B a S04)- Berupa zat cair : Air raksa (HgS), Air (H2O) 23. Dalam buku minerals and Mining in Indanesia compiled Soetarjo Sigit, M. M. PurboHadiwidjojo, Bambang Sularsmoro, Suharsono Wirjosudjono, 1969, ditulis bahwa Petrolium (minyak bumi)dikelompokkan dalam Mineral Fuels bersama dengan Naturan Gas, Coal, Natural Steam Maksud dan Tujuan Praktikum Mineralogi Fisik 1. Mengamati secara fisik dari mineral 2. Mengetahui sifat-sifat dari mineral Bahan yang dipergunakan : 1. Skala kekerasan Mohs. 2. Keping porselin 3. Loupe 4. Timbangan analitik 5. Piknometer 6. Magnit Sifat-sifat fisik dari mineral : 1 Warna (Colour) 2 Perawakan kristal (Crystal habit) 3 Kilap (Luster) 4 Kekerasan (Hardness) 5 Gores (Streak) 6 Belahan (Cleavage) 7 Pecahan (Fracture) 8 Daya tahan terhadap pukulan (Tenacity) 9 Berat jenis (Specific gravity) 10 Rasa dan bau (Tasteand odour) 11 Kemagnetan 12 Derajat ketransparanan 13 Nama mineral dan rumus kimia 24. 2.1. Warna (colour) Gambar 2.2 Hex dipyramidalBila suatu permukaan mineral dikenal suatu cahaya, maka cahaya yang mengenaipermukaan mineral tersebut sebagian akan diserap (arbsorpsi) dan sebagian dipantulkan (refleksi).Warna penting untuk membedakan antara warna mineral akibat pengotoran dan warna asli yangberasal dari elemen-elemen pada mineral tersebut.Warna mineral yang tetap dan tertentu karena elemen-elemen utama pada mineral disebutdengan nama idochromatic.Misal : Sulfur warna kuning. Magnetite Hitam Pyrite warna kuning loyangWarna akibat adanya campuran atau pengotor dengan unsur-unsur lain, sehinggamemberikan warna yang berubah-ubah tergantung dari pengotornya, disebut dengan namaallochromatic.Misal : Halite, warna dapat berubah-ubaha) Abu-abub) Kuningc) Coklat gelapd) Merah mudae) Biru bervariasiKwarsa tak berwarna, tetapi karena ada campuran/ pengotoran, warna berubah-ubah menjadi :a) Merah mudab) Coklat hitamc) Violet 25. Kehadiran kelompok ion asing yang dapat memberikan warna tertentu pada mineraldisebut dengan nama chromophroses. Misal : ion Cu yang terkena proses hidrasi merupakan chromophroses dalam mineral Cusekunder, maka akan memberikan warna hijau dan biru.Faktor yang dapat mempengaruhi warna :a. Komposisi kimiaChlorite - Hijau..............Cholor (greak)Albite - Putih...............Albus (latin)Melanite- Hitam.............Melas(greek)Erythrite - Merah ............Erythrite (greek) (sel darah merah)Rhodonite - Merah Jambu...Erythrite (greek)b. Struktur kristal dan ikatan atomIntan tak berwarna hexagonalGraphite hitam hexagonalc. Pengotoran dari mineralMineral : Silica tak berwarna Jasper merah Chalsedon coklat hitam Sagate asap/putih2.2. Perawakan kristal (crystal habit) Apabila dalam pertumbuhannya tidak mengalami gangguan apapun, maka mineral akanmempunyai bentuk kristal yang sempurna. Mineral yang dijumpai sering bentuknya tidakberkembang sebagaimana mestinya, sehingga sulit untuk mengelompokkan mineral kedalam sistemkristalografi. Istilah perawakan kristal adalah bentuk khas mineral ditentukan oleh bidang yangmembangunnya, termasuk bentuk dan ukuran relatif bidang-bidang tersebut. Perawakan kristaldipakai untuk penentuan jenis mineral walaupun perawakan bukan merupakan ciri tetap mineral.Contoh : mika selalu menunjukkan perawakan kristal yang mendaun (foilated).Perawakan kristal dibagi menjadi 3 golongan yaitu :1. Elongated habits (meniang/berserabut)2. Flattened habits (lembaran tipis)3. Rounded habits (membutir)4. Elongated Habits 26. 5. Meniang (Columnar)Bentuk kristal prismatic yang menyerupai bentuk tiang.Contoh : - Tourmaline- Pyrolusite- WollastoniteA. Elongated Habits 1. Meniang (Columnar)Bentuk kristal prismatic yang menyurupai bentuk tiang.Contoh : - Tourmaline - Pyrolusite - Wollastonite 2. Menyerat (fibrous)Bentuk kristal yang menyerupai serat-serat kecil.Contoh : - Asbestos - Gypsum - Silimanite - Tremolite - Pyrophyllite 3. Menjarum (acicular) :Bentuk kristal yang menyerupai jarum-jarum kecil.Contoh : - Natrolite - Glaucophane 4. Menjaring (Reticulate) :Bentuk kristal yang kecil panjang yang tersusun menyerupai jaringContoh : - Rutile - Cerussite 5. Membenang (filliform) :Bentuk kristal kecil-kecil yang menyerupai benang.Contoh : - Silver 6. Merabut (capillary)Bentuk kristal kecil-kecil yang menyerupai rambut.Contoh : - Cuprite - Bysolite (variasi dari Actionalite) 27. 7. Mondok (stout, stubby, equant) : Bentuk kristal pendek, gemuk sering terdapat pada kristal-kristal dengan sumbu c lebihpendek dan sumbu yang lainnya.Contoh : - Zircon 8. Membintang (stellated): Bentuk kristal yang tersusun menyerupai bintang Contoh: - Pirofilit 9. Menjari (radiated) :Bentuk-bentuk kristal yang tersusun menyerupai bentuk jari-jari.Contoh : - Markasit- NatroHtB. Flattened Habits 1. Membilah (bladed) :Bentuk kristal yang panjang dan tipis menyerupai bilah kayu, dengan perbandingan antara lebardengan tebal sangat jauhContoh :- Kyanite- Glaucophane- Kalaverit 2. Memapan (tabular)Bentuk kristal pipih menyerupai bentuk papan, dimana lebar dengan tebal tidak terlalu jauh.Contoh: - Barite- Hematite- Hypersthene 3. Membata (blocky) :Bentuk kristal tebal menyerupai bentuk bata, dengan perbandingan antara tebal dan lebar hampirsama.Contoh: - Microline 4. Mendaun (foliated) :Bentuk kristal pipih dengan melapis (lamellar) perlapisan yang mudah dikupas / dipisahkan.Contoh : - Mica- Talc- Chlorite 28. 5. Memencar (divergent)Bentuk kristal yang tersusun menyerupai bentuk kipas terbuka.Contoh : - Gypsum - Millerite 6. Membulu (plumose) :Bentuk kristal yang tersu5un membentuk tumpukan bulu.Contoh :- MicaC. Rounded Habits 1.Mendada (mamilary) Bentuk kristal bulat-bulat menyerupai buh dada (breast like) Contoh :- Malachite- Opal - Hemimorphite 2.Membulat (colloform): Bentuk kristal yang menunjukkan permukaan yang bulat-bulat. Contoh: - Glauconite- Cobaltite- Bismuth- Geothite- Franklinite- Smallite 3.Membulat jari (colloform radial) Membentuk kristal membulat dengan struktur dalam menyerupai bentuk jari. Contoh : - Pyrolorphyte 4.Membutir (granular) Contoh : - Olivine- Niveolite - Anhydrite- Cryollite - Chromite - Cordirite - Sodalite - Cinabar - Alunite- Rhodochrosite 5.Memisolit (pisolitic) Kelompok kristal lonjong sebesar kerikil, seperti kacang tanah. Contoh: - Opal (variasi Hyalite) 29. - Gibbsite - Pisolitic Limestone 6.Stalaktif (stalactitic) Bentuk kristal yang membulat dengan itologi gamping Contoh : - Geothite 7.Mengginjal (reniform) : Bentuk kristal menyerupai bentuk ginjal. Contoh :- Hematite2.3. Kilap (luster) Gambar 2.3 Beberapa contoh kilap dalam mineralKilap ditimbulkan oleh cahaya yang dipantulkan dari permukaan sebuah mineral, yang erathubungannya dengan sifat pemantulan (refleksi) dan pembiasan (refraksi). Intensitas kilaptergantung dari indeks bias dari mineral, yang apabila makin besar indeks bias mineral, makin besarpula jumlah cahaya yang dipantulkan. Nilai ekonomik mineral juga dapat ditentukan dari kilapnyacontohnya batubara.1.Macam-macam kilap :a. Kilap logam (metallic luster) ialah mineral opag yang mempunyai indeks bias sama dengan 3 buah atau lebih. Contoh : galena, native metal.b. Kilap sub-metalik (sub metallic luster) ialah mineral yang mempunyai indeks bias antara 2, 6 sampai 3. contoh : cuprite (n = 2.85) 30. c.Kilap bukan logam (non metallic luster) ialah mineral yang mempunyai warna terang dandapat membiaskan, dengan indeks bias kurang dari gores dari mineral ini biasanya takberwarna atau berwarna muda.2. Macam-Macam Kilap bukan logam : a)Kilap Kaca (Vitreous luster) Kilap yang ditimbulkan oteh permukaan kaca atau gelas. Contoh :- Quartz - Carbonates - Sulphates- Spinel- Silicates - Fluorite- Garnet - Leucite- Corondum- Halite yang segar b)Kilap intan (adamantile luster) Kilap yang sangat cemerlang yang ditimbulkan oleh intan atau permata. Contoh : Diamond, Cassiterite, Sulfur, Sphalerite, zircon, Rutile 1. Kilap Lemak (greasy luster) Contoh : - Nepheline yang sudah teralterasi. - Halite yang sudah terkena udara. 2. Kilap Lilin (waxy luster)Merupakan kilap seperti lilin yang khasContoh : - Serpentine - Cerargyrenite Kilap dengan permukaan yang licin seperti berminyak atau kena lemak, akibat prosesoksidasi .a.Kilap Sutera (silky luster)Kilap seperti yang terdapat pada mineral-mineral yang parallel atau berserabut(parallel fibrous structure)Contoh: -Asbesto - Selenite (Variasi gypsum) - Serpentine - Hematiteb.Kilap Mutiara (pearly luster)Kilap yang ditimbulkan oleh mineral transporant yang berbentuk lembaran danmenyerupai mutiara. 31. Contoh : - Talc - Mica - Gypsumc.Kilap Tanah (earthy luster) Kilap buram (dull luster)Kilap yang ditunjukkan oleh mineral yang porous dan sinar yang masuk tidakdippntulkan kembali.Contoh : -Kaoline -Diatoea -Montmorilonite -Pyrolusite -Chalk -variasi ochresTidak sulit untuk rnembedakan antara kilap logam dengan kilap bukan logam,perbedaannya jelas sekali. Tetapi dalam membedakdn jenis-jenis kilap bukan logamakan sulit sekali. Padahal perbedaan inilah yang sangat penting dalam diskripsimineral, karena dapat untuk menentukan jenis suatu mineral tertentu.2.4. Kekerasan (hardness) Gambar 2.4 Beberapa contoh tingkat kekerasan mineralKekerasan mineral umumnya diartikan sebagai daya tahan mineral terhadap goresan(straching). Penentuan kekerasan relatif mineral ialah dengan jalan menggoreskan permukaanmineral yang rata pada mineral standart dari skala mohs yang sudah diketahui kekerasannya. 32. Skala kekerasan relatif mineral dari mohs :1TalcMg3Si4O10(OH)22GypsumCaSO2 2H2O3Calcite CaCO34FluoriteCaF25Apatite Ca5(PO4)3F6OrthoclaseK(AlSi3O8)7QuartzSiO28Topaz Al2SiO4(FOH)29CorundumAl2O310 Diamond CMisal suatu mineral digores dengan calsite (H = 3) ternyata mineral itu tidak tergores, tetapidapat tergores dengan fluorite (H = 4), maka mineral tersebut mempunyai kekerasan antara 3 dan 4.Dapat pula penentuan kekerasan relatif mineral dengan mempergunakan alat sederhana yangterdapat disekitar kita.Misal :1 kuku jari manusia H = 2,52 kawat tembaga H=33 pecahan kacaH = 5,54 pisau bajaH=65 kikir bajaH = 6,56 lempeng bajaH=7Bilamana suatu mineral tidak tergores oleh kuku jari manusia tetapi oleh kawat tembaga,maka mineral tersebut mempunyai kekerasan antara 2,5 dan 3. 33. 2.5. Gores (streak) Gambar 2.5 Beberapa contoh warna goresan permukaan mineralGores adalah merupakan warna asli dari mineral apabila mineral tersebut ditumbuk sampaihalus. Gores ini dapat lebih dipertanggungjawabkan stabil dan penting untuk membedakan duamineral yang warnanya sama tetapi goresnya berbeda.Gores ini diperoleh dengan cara menggoreskan mineral pada permukaan keping porselin,tetapi apabila mineral mempunyai kekerasan dari 6, maka dapat dicari dengan cara menumbuksampai halus menjadi tepung.1) Mineral yang warnanya terang biasanya mempunyai gores berwarna putih. Contoh : Quartz- putih/ tak berwarna2) Mineral bukan logam dan berwarna gelap akan memberikan gores yang lebih terang dari pada warna mineralnya sendiri. Contoh : Luecite - warna abu-abu dan gores putih3) Mineral yang mempunyai kilap metalik kadang-kadang mempunyai warna gores yang lebih gelap daripada warna mineralnya sendiri. Contoh : Pyrite- warna kuning dan gores hitam4) Pada beberapa mineral, warna dan gores sering menunjukkan warna yang sama. Contoh : Cinnabar - warna dan gores merah 34. 2.6. Belahan (cleavage) Gambar 2.6 Contoh belahahan dari TetadoidalApabila suatu mineral mendapat tekanan yang melampaui batas elastis dan plastisitasnya,maka pada akhirnya mineral akan pecah. Belahan mineral akan selalu sejajar dengan bidangpermukaan kristal yang rata, karena belahan merupakan gambaran dari struktur dalam dari kristal.Belahan tersebut akan menghasikan kristal menjadi bagian-bagian kecil, yang setiap bagiankristal dibatasi oleh bidang yang rata. Berdasarkan dari kualitas permukaan bidang belahannya,belahan dapat dibagi menjadi :1.Sempurna (perfect) ialah apabila mineral mudah terbelah melalui arah belahannya yangmerupakan bidang yang rata dan sukar pecah selain bidang belahannya. Contoh : calcite2.Baik (good) ialah apabila mineral mudah terbelah melalui bidang belahannya yang rata, tetapidapat juga terbelah memotong atau tidak melalui bidang belahannya.Contoh : feldspar3.Jelas (distinct) ialah apabila bidang belahan mineral dapat terlihat jelas, tetapi mineraltersebut sukar membelah melalui bidang belahannya dan tidak rata.Contoh : staurolite4.Tidak jelas (indistinct) ialah apabila arah belahan mineral masih terlihat, tetapi kemungkinanuntuk membentuk belahan dan pecahan sama besar.Contoh : beryl5.Tidak sempurna (imperfect) ialah apabila mineral sudah tidak terlihat arah belahannya, danmineral akan pecah dengan permukaan yang tidak rata.Contoh : apatite 35. 2.7 . Pecahan (fracture)Gambar 2.7 Beberapa contoh bentuk pecahan mineral Apabila suatu mineralmendapatkan tekanan yang melampaui batas plastisitas danelastisitasnya, maka mineral tersebut akan pecah.1Choncoidal ialah pecahan mineral yang menyerupai pecahan botol atau kulit bawang. Contoh : quartz2Hacly ialah pecahan mineral seperti pecahan runcing-runcing tajam, serta kasar tak beraturan atau seperti bergerigi. Contoh : copper3Even ialah pecahan mineral dengan permukaan bidang pecah kecil-kecil dengan ujung pecahan masih mendekati bidang dasar. Contoh : muscovite4Uneven ialah pecahan mineral yang menunjukkan permukaan bidang pecahannya kasar dan tidak teratur. Contoh : calcite5Splintery ialah pecahan mineral yang hancur seperti tanah. Contoh : kaoline2.8. Daya tahan terhadap pukulan (tenacity) Tenacity adalah suatu daya tahan mineral terhadap pemecahan, pembengkakan,penghancuran dan pemotongan.Macam-macam tenacity : 36. 1 Brittle ialah apabila mineral mudah hancur menjadi tepung halus.Contoh : calcite2 Sectile ialah apabila mineral mudah terpotong pisau dengan tidak berkurang menjadi tepung.Contoh : gypsum3 Malleable ialah apabila mineral ditempa dengan palu akan menjadi pipih.Contoh : gold4 Ductile ialah apabila mineral ditarik dapat bertambah panjang dan apabila dilepaskan makamineral akan kembali seperti semula.Contoh : silver5 Flexible ialah apabila mineral dapat dilengkungkan kemana-mana dengan mudah.Contoh : olivine2.9. Berat jenis (Specific gravity)Berat jenis merupakan berat dari suatu zat yang terkandung didalam suatu mineraltersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan cara uji sample di laboraturium terhadap mineraltertentu dengan cara mengukur kadar zat yang terkandung di dalam mineral tersebut.Besarnya ditentukan oleh unsur-unsur pembentuknya serta kepadatan dari ikatan unsur-unsur tersebut dalam susunan kristalnya. Umumnya mineral-mineral pembentuk batuan,,e,punyai berat jenis sekitar 2,7, meskipun berat jenis rata-rata unsur metal didalamnyaberkisar antara 5. Emas murni umpamanya, mempunyai berat jenis 19,3 dalam skalaMOHS.Gambar 2.8 Mineral Emas (Au) 37. 2.10. Kemagnetan Kemagnetan ini merupakan salah satu sifat yang dapat kita temui dalam beberapa,jenismineral. Sifat kemagnetan ini terdiri dari tiga jenis, yaitu :1.ParagmagnetikApabila didalam tubuh mineral terkandung sebagian sifat kemagnetan (tidak menyeluruh).Contoh : Limonit (FeOz).2.DiagmagnetikApabila didalam tubuh suatu mineral sama sekali tidak terkandung sifat kemagnetan.Contoh : Batubara (C).3.Magnetik Apabila seluruh bagian dari tubuh mineral mengandung sifat kemagnetan. Contoh : Hematite (Fez 03).2.11. Derajat ketransparanan Merupakan salah satu parameter atau acuan untuk menentukan apakah mineral-mineralyang diamati memiliki unsur kristal didalamnya.Derajat ketransparanan terdiri dari beberapa macam,diantaranya :1)OpaqueSuatu mineral dikatakan opaque apabila mineral tersebut tidak memiliki systemkristal,sehingga nampak gelap (tidak tembus pandang),2)GelasSuatu mineral dikatakan gelas apabila mineral tersebut mempunyai system kristal, sehinggabagian belakang dari mineral nampak jelas terlihat apabila dipandang dari bagian depanmineral (trasparan).Bentuk mineral dapat dikatakan kristalin, bila mineral tersebut mempunyai bidang kristal yangjelas dan disebut amorf, bila tidak mempunyai batasbatas kristal yang jelas. Mineral-mineral di alamjarang dijumpai dalam bentuk kristalin atau amorf yang ideal, karena kondisi pertumbuhannya yangbiasanya terganggu oleh proses-proses yang lain. Srtruktur mineral dapat dibagi menjadi beberapa,yaitu:(a) Granular atau butiran: terdiri atas butiran-butiran mineral yang mempunyai dimensi sama,isometrik.(b) Struktur kolom, biasanya terdiri dari prisma yang panjang dan bentuknya ramping. Bila prismatersebut memanjang dan halus, dikatakan mempunyai struktur brus atau berserat. 38. (c)Struktur lembaran atau lamelar, mempunyai kenampakan seperti lembaran. Struktur ini dibedakan menjadi: tabular, konsentris, dan foliasi.(d)Struktur imitasi, bila mineral menyerupai bentuk benda lain, seperti asikular, liformis,membilah.Sifat dalam merupakan reaksi mineral terhadap gaya yang mengenainya, seperti penekanan,pemotongan, pembengkokan, pematahan, pemukulan atau penghancuran. Sifat dalam dapat dibagimenjadi: rapuh (brittle), dapat diiris (sectile), dapat dipintal (ductile), dapat ditempa (malleable),kenyal/lentur (elastic), dan eksibel (exible). 39. BAB III PENUTUP3 . 1. KesimpulanBerdasarkan dari apa yang telah penulis kemukakan dalam penulisan sebagai berikut : 1. Kristalografi adalah ilmu yang mempelajari tentang sifat-sifat geometri dari kristal terutama perkembangan, pertumbuhan, kenampakan bentuk luar, struktur dalam (internal) dan sifat- sifat fisis lainnya. Kristalografi adalah suatu cabang dari mineralogi yang mempelajari tentang sifat-sifat geometri dari kristal terutama perkembangan, pertumbuhan, kenampakan bentuk luar, struktur dalam (internal) dan sifat-sifat fisis lainnya. Suatu kristal dapat didefinisikan sebagai padatan yang secara esensial mempunyai pola difraksi tertentu (Senechal, 1995 dalam Hibbard, 2002). Sistem kristalografi dibagi menjadi 4 sistem, ini didasarkan kepada : - Perbandingan panjang sumbu-sumbu kristalografi - Letak atau posisi sumbu kristalografi - Jumlah sumbu kristalografi - Nilai sumbu C atau vertikal Sistem Sumbu Kristalografi : 1. Sistem Reguler 2. Sistem Tetragonal 3. Sistem Triklin 4. Sistem Monoklin 2. Mineralogi adalah salah satu cabang imu geologi yang mempelajari tentang mineral, baik dalam bentuk individu maupun dalam bentuk kesatuan antara lain mempelajari sifat-sifat fisik, sifat-sifat kimia, cara terdapatnya, cara terjadinya dan kegunaannya. Mineralogi terdiri dan kata mineral dan logos, dimana mengenai arti mineral mempunyai pengertian berlainan dan bahkan di kacaukan di kalangan awam. Wing diartikan sebagai bahan bukan ormanik (anorganik). Maka pengertian yang jelas dan batas mineral oleh beberapa ahli geologi perlu diketahui walaupun dan kenyataannya tidak ada satupun persesuaian umum untuk definisinya. Didalam mineralogi sifat-sifat mineralogi terbagi menjadi 13 bagian yaitu : 1 Warna (Colour) 2 Perawakan kristal (Crystal habit) 40. 3 Kilap (Luster)4 Kekerasan (Hardness)5 Gores (Streak)6 Belahan (Cleavage)7 Pecahan (Fracture)8 Daya tahan terhadap pukulan (Tenacity)9 Berat jenis (Specific gravity)10 Rasa dan bau (Tasteand odour)11 Kemagnetan12 Derajat ketransparanan13 Nama mineral dan rumus kimia3. 2. SaranDiharapkan para pengajar dalam penyampaian atau memberikan penjelasan dapat lebihmudah lagi dalam praktikum, serta waktu dan tempat praktikum supaya lebih disesuaikan lagi,sehingga dapat menjalani kegiatan praktikum dengan baik.