laporan hidroponik kailan uir

of 28 /28
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kailan merupakan salah satu sayuran yang popular di Indonesia. Kailan mempunyai rasa yang khas dan enak. Tanaman ini merupakan sumber makanan yang bergizi dan banyak mengandung vitamin serta mineral. Selain itu kalian segar mengandung air, protein, lemak, kalsium dan vitamin A. Namun tanaman ini rentan terhadap penyakit soft rot pada daerah tropis. Salah satu cara untuk menghadapi kendala budidaya kailan adalah dengan menggunakan metode hidroponik sistem Nutrien Film Teknik (NFT). Pertanian merupakan salah satu sektor yang penting bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Sektor ini berperan sebagai penunjang ketersediaan pangan bagi rakyatnya. Seiring dengan perkembangan teknologi, sektor pertanian juga ikut mengalami perkembangan. Salah satu perkembangannya adalah pengembangan pola cocok tanam tanpa media tanah. Pola cocok tanam ini dikenal dengan nama hidroponik. Hidroponik berasal dari

Upload: fadil-aditya-edwin

Post on 16-Feb-2016

215 views

Category:

Documents


39 download

DESCRIPTION

Laporan yang dibuat untuk memenuhi tugas hidrologi smt 3 fak.pertanian UIR

TRANSCRIPT

Page 1: Laporan Hidroponik Kailan UIR

1

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kailan merupakan salah satu sayuran yang popular di Indonesia. Kailan

mempunyai rasa yang khas dan enak. Tanaman ini merupakan sumber makanan

yang bergizi dan banyak mengandung vitamin serta mineral. Selain itu kalian

segar mengandung air, protein, lemak, kalsium dan vitamin A. Namun tanaman

ini rentan terhadap penyakit soft rot pada daerah tropis. Salah satu cara untuk

menghadapi kendala budidaya kailan adalah dengan menggunakan metode

hidroponik sistem Nutrien Film Teknik (NFT).

Pertanian merupakan salah satu sektor yang penting bagi kehidupan

masyarakat Indonesia. Sektor ini berperan sebagai penunjang ketersediaan pangan

bagi rakyatnya. Seiring dengan perkembangan teknologi, sektor pertanian juga

ikut mengalami perkembangan. Salah satu perkembangannya adalah

pengembangan pola cocok tanam tanpa media tanah. Pola cocok tanam ini dikenal

dengan nama hidroponik. Hidroponik berasal dari kata hydro yang berarti air dan

ponos yang berarti daya. Dengan demikian hidroponik dapat diartikan sebagai

proses memberdayakan air. Pola cocok tanam sistem hidroponik merupakan pola

cocok tanam yang memberdayakan air sebagai dasar pembangunan tubuh

tanaman dan berperan dalam proses fisiologi tanaman. Tumbuhan yang biasa

ditanam secara hidroponik adalah sayuran dan buah-buahan yang berumur pendek

seperti caisim, kailan, selada, bayam, tomat, paprika, mentimun, dan lain-lain.

Budidaya tanaman secara hidroponik memiliki beberapa keuntungan

dibandingkan dengan budidaya secara konvensional, yaitu pertumbuhan tanaman

dapat di kontrol, tanaman dapat berproduksi dengan kualitas dan kuantitas yang

Page 2: Laporan Hidroponik Kailan UIR

2

tinggi, tanaman jarang terserang hama penyakit karena terlindungi, pemberian air

irigasi dan larutan hara lebih efisien dan efektif, dapat diusahakan terus menerus

tanpa tergantung oleh musim, dan dapat diterapkan pada lahan yang sempit

(Susila, 2013).

B. Tujuan

Tujuan praktikum dasar-dasar ilmu tanah adalah :

1. Untuk mengetahui sistem hidroponik tanaman kailan

2. Untuk mengetahui tinggi tanaman kailan

3. Untuk mengetahui jumlah daun pada tanaman kailan

4. Untuk mengetahui panjang akar tanaman kailan

5. Untuk mengetahui jumlah nutrisi yang diberikan pada tanaman kailan

.

Page 3: Laporan Hidroponik Kailan UIR

3

II. TINJAUAN PUSTAKA

Kailan atau Brassica alboglabra. Bentuknya yang mirip dengan sawi/caisim

atau kembang kol atau biasa disebut dengan sawi cina. Berasal dari Mediterania

Timur dan merupakan bahan makanan utama sejak 4000 tahun lalu. Daunnya

panjang dan melebar seperti caisim. Sedangkan warna daun dan batangnya mirip

dengan kembang kol. Kailan merupakan sayuran dataran tinggi yang dapat tumbuh

sepanjang tahun, semusim atau berumur pendek, tumbuh baik pada suhu udara 15-25

0C dan pada ketinggian 300-1900 meter di atas permukaan laut (dpl). Kailan

sebaiknya ditanam pada akhir musim hujan antara bulan Maret sampai bulan April.

Pagi atau sore hari adalah waktu yang tepat untuk penanaman dari bibit ke lapang.

Kailan menghendaki keadaan tanah yang gembur dan subur dengan pH 5,5-6,5.

Kailan mulai dipanen umur 25 hari setelah tanam, tingginya berkisar 35-45 cm

(www.cherryfarms.co.uk/kailan.html.).

Hidroponik dapat didefinisikan sebagai sistem budidaya tanaman dengan

menggunakan media selain tanah, tetapi menggunakan media bersifat inert seperti

kerikil, pasir, gambut, vermikulit, rockwoll, perlite, batu apung atau serbuk gergaji

dan ditambahkan larutan hara yang berisi seluruh unsur yang diperlukan bagi

pertumbuhan tanaman (Resh 2004).

Media tanam yang digunakan untuk sistem hidroponik harus terhindar dari

bakteri, racun, jamur, dan virus yang dapat menjadi penyebab patogen tanaman.

Terdapat dua jenis media tanam hidroponik yaitu media tanam bahan organik terdiri

dari: arang sekam, serbuk kayu, gambut, batang pakis, dan sabut kelapa. Media

tanam bahan anorganik terdiri dari: pasir, kerikil, batu apung, pecahan batu, perlit,

Page 4: Laporan Hidroponik Kailan UIR

4

dan zeolit. Pemilihan media tanam yang baik sesuai dengan metode hidroponik yang

akan digunakan dapat memberikan pertumbuhan tanaman yang optimal (Resh 2004).

Larutan hara untuk sistem hidroponik adalah larutan yang mengandung ion

anorganik terbentuk dari garam terlarut yang merupakan elemen terpenting bagi

pertumbuhan tanaman. Larutan hidroponik standar yang biasa digunakan adalah

larutan AB mix yang terdiri dari stok A (berisi larutan hara A) mengandung KNO3,

Ca(NO3)2, NH4NO3 dan FeEDTA, stok B (berisi larutan hara stok B) mengandung

KNO3, K2SO4, KH2PO4, MgSO4, MnSO4, CuSO4, ZnEDTA, H3BO3 dan NH4-

M0O4 dan asam dengan jumlah 15-20 % dari total larutan stok A dan B (Resh 2004).

Toshiki (2012) mengemukakan bahwa larutan hara menjadi salah satu faktor yang

penting bagi produksi dan kualitas tanaman secara hidroponik. Tanaman

memerlukan sejumlah besar unsur makro (N, P, K, Ca, Mg, dan S) dan juga

memerlukan sejumlah kecil unsur mikro (Cl, Fe, B, Mn, Zn, Cu, Ni dan Mo). Unsur

makro dan mikro tersebut terkandung di dalam larutan hidroponik standar (AB mix).

Parks dan Murray (2011) menyatakan konsentrasi yang terkandung dalam

larutan hara perlu diperhatikan dengan menggunakan konduktivitas listrik (EC) yang

tepat. Nilai EC yang digunakan pada sayuran daun berkisar 1.5-2.5 mS/cm.

Kelebihan nilai EC menyebabkan toksisitas dan plasmolisis sel-sel tanaman.

Page 5: Laporan Hidroponik Kailan UIR

5

III. BAHAN DAN METODE

A. Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan di Kebun UIRA Agrowisata Universitas Islam

Riau, Jalan Teropong Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru. Praktikum ini

dilaksanakan sebanyak 6 kali pertemuan, mulaihari Sabtu, 10 Oktober hingga

Sabtu, 5 Desember 2015 (Lampiran I).

B. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam persemaian tanaman dengan

sistem NFFT diantaranya :

1. Polikap / Cawan

2. Tray semai / baki / talam

3. Cocopeat / sabut kelapa

4. Air bersih

5. Gembor

6. Benih tanaman

C. Pelaksanaan Praktikum

1. Cara Penyemaian Benih

Ada beberapa tahap yang dilakukan sebelum benih kita semaikan,

tahapan ini dilakukan agar benih yang kita tanam akan tumbuh baik dan subur.

Tahapan penyemaian tersebut antaranya :

Page 6: Laporan Hidroponik Kailan UIR

6

- Saring cocopeat dengan saring agar cocopeat antara serat dan serbuknya

berpisah, cocopeat yang diambil untuk penyemaian yaitu cocopeat yang

serbuk saja.

- Isi cocopeat kedalam polikap/cawan dengan bagian bawah dipadatkan sampai

penuh rata.

- Setelah polikap terisi baru polikap dimasukan kedalam tray pembibitan, 1

tray pembibitan terdiri dari 40 polikap.

- Siram polikap dalam tray dengan menggunakan air biasa untuk tahap

pembibitan awal dengan kondisi cocopeat basah lembah.

- Penyiraman bibit setelah usia 1 minggu baru menggunakan air nutrisi.

- Setelah media basah, baru benih ditanam dalam polikap dengan kedalaman

0.5 cm, ini dilakukan agar tanaman tidak mudah rusak dan hilang saat

penyiraman

- Dalam 1 polikap di isi dengan satu benih saja.

- Setelah polikap di isi benih, baru ditutup dengan plastik mulsa dengan bagian

hitam dibawah.

- Letakkan tray di rak-rak nursery

- Benih ditutup sampai benih mengeluarkan akar radik setelah itu baru dibuka

atau sekitar 2 hari.

- Setelah plastik dibuka setiap hari disiram 2 kali pagi dan sore hari.

- Penyiraman dilakukan dengan cara dikaputkan dengan menggunakan teng

semprot.

- Setelah usia 5 hari, penyiraman dengan air dicampur dengan nutrisi 1.5 EC.

- Pemindahan bibit tanaman dari persemaian dilakukan selama seminggu

dipersemaian atau sampai akar keluar satu atau dua dari polikap.

Page 7: Laporan Hidroponik Kailan UIR

7

- Cahaya yang baik untuk penanaman tanaman selama di plot berkisar antara

50 sampai 70 %.

2. Perawatan Penyemaian

1) Sampai pada usia 1-15 hari pemberian air dilakukan dengan sistem kabut.

2) Setelah 15 hari, pemberian penyiraman bibit dengan pemberian 1.5 EC.

3) Dibawah tray atau baki, juga diberikan air dengan nutrisi dengan 1.5 EC.

4) Bacaan 1.5 EC untuk didalam baki atau tray yaitu dengan mencampurkan 3

liter air ditambah dengan 30 ml nutrisi A dan 30 ml nutrisi B.

5) Air dalam baki atau tray hendaknya senantiasa ada dengan ketinggian air ±

1 cm.

6) Setelah bibit dipersemaian mengeluarkan akar 1-2 helai, baru tanaman siap

dipindahkan kedalam plot yang disediakan.

3. Persiapan Pemindahan Ke Plot.

Sebelum tanaman sayuran dipindahkan kedalam plot yang tersedia, ada

beberapa hal yang harus dilakukan agar tanaman yang dipindahkan akan

tumbuh dengan baik dan subur, persiapan yang harus dilakukan :

1) Pastikan sistem NFT berfungsi dengan baik dan tidak bocor.

2) Pastikan pengairan tidak tersumbat.

3) Jika tersumbat, gunakan benda keras untuk membuka jalan air.

4) Pastikan palong air bersih dan tidak berlumut.

5) Pastikan bak penampung air tidak belumut.

6) Pastikan air di bak NFT sudah terisi.

7) Bacaan air dalam bak NFT 1.6 Ecnya.

8) Pastikan tanaman yang dipindahkan kedalam plot tanaman sehat.

Page 8: Laporan Hidroponik Kailan UIR

8

4. Cara Penanaman

1) Tanaman yang sudah terisi memiliki akar lebih dari 1 dibawah polikap

atau sudah keluar sekitar 1 cm, diletakkan kedalam lubang yang ada

palong.

2) Akar yang sudah keluar gunanya untuk menyerap air.

3) Peletakkan polikap dalam palong harus menyentuh lantai palong agar

tanaman bisa mendapatkan air yang mengalir dibawah palong.

4) Selain untuk akar tanaman dapat mendapatkan air, tujuan peletakkan

polikap sampai kedasar palong, agar media tanam mendapatkan air,

sehingga media senantiasa lembab.

5) Penanaman yang paling bagus dilakukan pada sore hari.

5. Cara Perawatan Tanaman Dalam Plot.

Setelah tanaman ditanam kedalam aplong, ada beberapa hal yang harus

dilakukan agar tanaman yang ditanam bisa berhasil sampai panen.

1) Setiap hari, aliran air harus dilihat agar tidak tersumbat, jika tersumbat

lakukan perbaikan dengan menusukkan benda keras kedalam lobang aliran

air.

2) Pastikan air nutrisi dalam bak senantiasa penuh.

3) Jika air sudah berkurang sampai batas minimal, segera isi kembali air

sampai penuh, baru diberikan nutrisi.

4) Jangan sampai bak kering karena bisa menyebabkan aerator rusak.

5) Jika tanaman yang mati, segera diambil karena bisa menularkan penyakit.

6) Jika tanaman mati, segera disulam.

Page 9: Laporan Hidroponik Kailan UIR

9

6. Panen Sayuran

1) Panen dilakukan pada usia 25-30 hari setelah tanam kedalam palong.

2) Panen dilakukan pada pagi dan sore hari, untuk menghindari berkurangnya

bobot tanaman perbatangnya.

3) Pemanenan dilakukan dengan memotong batang yang paling bawah

4) Pemanenan menggunakan gunting biasa dan gunting stek. Gunting harus

steril, ini berguna agar bekas luka tidak mudah busuk.

5) Gunakan keranjang buah untuk memudahkan pemanenan agar tanaman

tidak rusak.

6) Asingkan tanaman yang rusak dan yang bagus.

7) Sortir daun bawah yang terlihat kuning.

8) Setelah dilakukan sortir, tanaman ditimbang untuk mencari berat yang

dibutuhkan pasar.

9) Baru masukkan kedalam plastik putih ukuran 5 kg.

10) Baru dilakukan peking dengan stepler.

7. Sanitasi Sistem NFT.

Setelah tanaman dipanen didalam palong, tempat penanaman harus

dibersihkan karena sudah kotor dan berlumut, pembersihan dilakukan agar

penanaman berikutnya tidak mengalami kendala yang disebabkantempat

penanaman kotor.

1) Meja palong tanaman dan bak penampung air yang sudah dipanen perlu

segera dicuci.

2) Gunakan diterjen dan beklin.

Page 10: Laporan Hidroponik Kailan UIR

10

3) Palong dan bak penampung air yang sudah diberikan diterjen dan beklin

perlu didiamkan 1 malam. Ini dilakukan agar lumut dan kotoran yang

melekat dipalong dapat bersih.

4) Gunakan mesin power sepray.

5) Pastikan semua kotoran dan lumut hilang.

6) Palong dan baik air yang sudah dicuci tidak boleh langsung digunakan,

palong harus dikeringkan 1 malam.

7) Bak air nutrisi harus dicuci minimal 1 minggu sekali.

8) Air nutrisi harus diganti 1 kali, agar air tetap bersih dan tidak mengandung

lumut.

9) Asingkan cocopeat dalam polikap yang duah terpakai.

10) Setelah diasingkan antara polikapdan cocopeat, polikap langsung direndam

dengan air yang telah dicampur dengan beklin untuk strerilisasi polikap.

11) Cocopeat yang telah terpakai dipisahkan antara akar dan cocopeat. Ini

dilakukan karena cocopeat dapat digunakan untuk 2 kali pemakaian.

12) Cocopeat yang dipisahkan antar akar dan cocopeat, dijemur sampai kering,

baru bisa digunakan lagi sebagai media.

13) Sebelum dipakai, cocopeat harus diayak agar akar yang tersisa dapat

dipisahkan.

D. Parameter Pengamatan

1.    TinggiTanaman (cm)

Pengukuran tinggi tanaman dilakukan satu minggu setelah semua

perlakuan diberikan, dengan interval satu minggu sekali. Pengukuran

dengan menggunakan meteran dimulai dari pangkal tanaman sampa ikehelai

Page 11: Laporan Hidroponik Kailan UIR

11

daun yang tertinggi. Data yang diperoleh dianalisis dan ditampilkan dalam

bentuk tabel.

2.    JumlahDaun (helai)

Untuk pengamatan jumlah helai daun dihitung secara keseluruhan

pada tanaman sampel mulai 2 minggu setelah penanaman dengan interval

waktu satuminggu sekali sebanyak satu kali pengamatan.Daun yang

dihitung adalah daun yang telah terbentuk atau membuka sempurna pada

saat pengamatan. Data yeng diperoleh dianalisis, dan ditampilkan dalam

bentuk tabel.

3.    Panjang Akar (cm)

Pengamatan panjang akar dilakukan dengan cara mengukur bagian

akar dari tanaman kailan yang telah dibersihkan. Hasil yang didapat

selanjutnya dinalisis, dan disajikan dalam bentuk tabel.

4. Pemberian Nutrisi

Pemberian nutrisi dilakukan pada setiap pagi, dimana isi dari bak air

sebanyak 82 liter, denga jarak setiap plot tanaman 20 cm, jarak palang air 10

cm, jumlah tanaman dalam 1 plot 336 tanaman, dan panjang plot 10 cm.

Jumlah pemberian nutrisi akan disajikan dalam bentuk tabel.

Page 12: Laporan Hidroponik Kailan UIR

12

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Tinggi Tanaman

Tinggi Tanaman

Kailan (cm)

Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 5

2 cm 4 cm 23 cm 30 cm 32 cm

Rata-rata pertumbuhan tinggi kailan setiap minggunya dapat dilihat

melalui cara rumus berikut:

T = (M2-M1)+(M3-M2)+(M4-M3)+(M5-M4) 4

= 2 + 19 + 7 +24

= 7,5 cm

Jadi, rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman kailan setiap minggunya adalah

7,5 cm.

B. Jumlah Daun

Jumlah Daun

Tanaman Kailan

Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 5

4 helai 7 helai 9 helai 11 helai 13 helai

Rata-rata Jumlah daun kailan setiap minggunya dapat dilihat melalui cara

rumus berikut:

T = (M2-M1)+(M3-M2)+(M4-M3)+(M5-M4) 4

= 3 + 3 + 2 + 24

= 2.5 cm

Page 13: Laporan Hidroponik Kailan UIR

13

Jadi, rata-rata jumlah daun tanaman kailan setiap minggunya adalah 2.5

cm.

C. Panjang Akar

Panjang Akar

Tanaman Kailan (cm)

Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 5

2 cm 5.5 cm 6 cm 32 cm 36 cm

Rata-rata panjang akar kailan setiap minggunya dapat dilihat melalui cara

rumus berikut:

T = (M2-M1)+(M3-M2)+(M4-M3)+(M5-M4) 4

= 3.5 + 0.5+ 26 + 4 4

= 8,5 cm

Jadi, rata-rata panjang akar tanaman kailan setiap minggunya adalah 8,5

cm.

D. Pemberian Nutrisi

Pemberian Nutrisi

Tanaman Kailan (Ppm)

USIA TANAMAN1-7 HARI 8-14 HARI 16-21 HARI 22- PANEN

500 Ppm 700 Ppm 900 Ppm 1100 Ppm

Jadi, setiap minggunya, pemberian nutrisi pada tanaman kailan di

tambahkan 200 Ppm, agar sesuia dengan kebutuhan nutrisi yang diperlukan

oleh tanaman kailan.

Page 14: Laporan Hidroponik Kailan UIR

14

V. PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Kailan (Brassica oleraceae var achepala) atau kale merupakan sayuran yang

mengandung banyak vitamin serta tersebar di seluruh Indonesia

2. Hidroponik adalah cocok tanam yang memberdayakan air sebagai dasar

pembangunan tubuh tanaman dan berperan dalam proses fisiologi tanaman

3. Rata-rata tinggi tumbuh tanaman kailan setiap minggunya adalah 7,5 cm.

4. Rata-rata pertumbuhan helai daun tanaman kailan setiap minggunya adalah

2.5 cm

5. Rata-rata panjang akar tanaman kailan setiap minggunya adalah 8,5 cm.

6. Setiap minggunya, pemberian nutrisi pada tanaman kailan di tambahkan 200

Ppm, agar sesuia dengan kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh tanaman

kailan.

B. Kritik dan Saran

Saran penulis yaitu semoga para pembaca dapat mengetahui tentang

penelitian yang berhubungan dengan Hidroponik Kailan dan dapat membuat

laporan penelitian yang lebih baik dimasa yang akan datang. Untuk Asisten

Dosen semoga dapat membimbing mahasiswa dengan lebih giat lagi, sehingga

mahasiswa lebih paham mengenai penelitian Hidroponik Kailan dengan sistem

Nutrien Film Teknik.

Page 15: Laporan Hidroponik Kailan UIR

15

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Budidaya Kailan Secara Organik. http://budidayanews. blogspot.com/2011/04/budidaya-kailan-secara-organik.html. Diakses pada tanggal 7 Desember 2015.

Anonim. 2011. Pertanian Kota ( Urban Farming). http://agronomersindonesia.blogspot. com /2011/06/pertanian-kota-urban-farming.html. Diakses pada tanggal 7 Desember 2015.

Anonimous, 2002. Laporan Tahunan, Food Bex, Indonesia, pekanbaru

Anonimus, 2014.Limbah.http://id.wikipedia.org/wiki/limbah. Diakses pada tanggal 08 Desember 2015.

Arif, A. 1990. HORTIKULTURA. Andi Ofset, Jakarta

Bambang Riyanto. 1995. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Keempat. BPFE UGM. Yogyakarta.

Darmono. 1995. Logam Dalam Sistem Biologi Makhluk Hidup.UI_ Press. Jakarta.

Djaparudin, 1970. Pupukdan Pemupukan, Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Padang.

Fatimah, S, dkk, 2008. Pengaruh Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sambiloto (Andrographispaniculata, Ness). Embriyo.

Setyati, M. M. 1979. Pengantar Agronomi. Departemen Agronomi Fakultas Pertanian IPB, Bogor.

Soegiman, 1982. Ilmu Tanah. Bharata Karya Aksara. Jakarta.

Soekartawi, et al. 1984. Ilmu Usahatani dan Penelitian untuk Pengembangan Petani Kecil. Jakarta : UI Press.

Steenis 1975. Bertanam Sayur di dalam Pot. PT. Bumi Restu, Jakarta.

Suprijadi, dkk. 2009. SistemKontrolNutrisiHidroponikDenganMenggunakanLogika Fuzzy. Oto.Ktrl.Inst1 (1): 31-35.

Sutedjo, M. M. 2000. Pupuk dan Cara Pemupukan. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

Tindal, 1983. Comercial Vegetable Crop . tata MC. Publishing Company. Ltd. New

Warsito, D. P dan Soedijanto. 1982. Sayuran Daun. PT. Bumi Restu, Jakarta.

Page 16: Laporan Hidroponik Kailan UIR

16

LAMPIRAN

Lampiran 1. Jadwal Pratikum Hidrologi Pertanian kelas F kelompok 3 2015/2016

No Hari, Tgl/Bln/Tahun Kegiatan Keterangan

1 Sabtu, 10 Oktober 2015 PengenalanPengarahan pengenalan

Nutrien Film Teknik (NFT)

2 Sabtu, 24 Oktober 2015 Penyemaian

Penyemaian bibit kailan

dengan menggunakan potnet

yang diisi kokopet

3

Sabtu, 31 Oktober 2015 Pengamatan 1

Mengukur tinggi tanaman,

banyak helai daun, dan

panjang akar tanaman kailan.

4

Sabtu, 14 November 2015 Pengamatan 2

Mengukur tinggi tanaman,

banyak helai daun, dan

panjang akar tanaman kailan.

5

Sabtu, 21 November 2015 Pengamatan 3

Mengukur tinggi tanaman,

banyak helai daun, dan

panjang akar tanaman kailan.

6

Sabtu, 28 November 2015 Pengamatan 4

Mengukur tinggi tanaman,

banyak helai daun, dan

panjang akar tanaman kailan.

7

Sabtu, 05 Desember 2015 Pengamatan 5

Mengukur tinggi tanaman,

banyak helai daun, dan

panjang akar tanaman kailan.

8

Sabtu, 12 Desember 2015Penyusunan

Laporan

Membuat Laporan

Penanaman Tanaman Kailan

Secara Hidroponik.

Page 17: Laporan Hidroponik Kailan UIR

17

Lampiran2. Dokumentasi Pratikum Hidrologi PertanianKelas F Kelompok 3

Penyemaian bibit Kailan Penyimpinan Bibit

Penutuoan dengan terpal Pengaliran Air

Kailan yang baru tumbuh Kailan yang telah di pindahkan

Page 18: Laporan Hidroponik Kailan UIR

18

Kailan setelah 3 minggu Kebun Hidroponik

Pengaliran Air Tampungan Air yang dipompa kembali

Air yang dialiri dari pompa Kailan Dewasa

Page 19: Laporan Hidroponik Kailan UIR

19

Lampiran 3.

Nama : FADIL ADITYA EDWIN

NPM : 144210232

Kelas : F

Kelompok : 3

Tempat/tanggal lahir : Padang, 16 Juli 1996

Page 20: Laporan Hidroponik Kailan UIR

20

Daftar Riwayat Hidup :

1. Nama orang tua

Ayah : Edwin Suprayogi

Ibu : Ari Viona

2. Anak ke 2 dari 3 bersaudara

3. Alamat Rumah : Jl. M. Syafei Muaro Sijunjung, Sumbar

4. Alamat kost : Jl. H. Sulaiman-Kh. Nasution, Marpoyan damai, Pekanbaru

5. Pendidikan

- TK : TK Darma Wanita

- SD : SDN 01Sungai Lansek

- SMP : SMPN 7Sijunjung

- SMA : SMAN 1Sijunjung

- Kuliah : Universitas Islam Riau