laporan iup wosindo

of 17/17
7/23/2019 Laporan IUP wosindo http://slidepdf.com/reader/full/laporan-iup-wosindo 1/17  LAPORAN HASIL KEGIATAN PEMETAAN i BAB I PENDAHULUAN I.1. Maksud dan Tujuan Maksud dilaksanakannya kegiatan pemetaan di daerah Sulawesi Tengah Desa Tofogaro Kecamatan Bungku Utara Kabupaten Morowali adalah untuk menindak lanjuti rencana Kegiatan Produksi dalam Ijin Usaha Pertambangan PT.Wosindo Perkasa yang berada di Daerah Sulawesi Tengah Kabupaten Bungku Utara dan secara Visual untuk mengetahui  penyebaran laterit secara vertikal kondisi lahan yang di tawarkan Tujuannya adalah untuk mengetahui potensi bijih nikel pada daerah Bungku Utara dengan harapan dapat diperoleh cadangan yang di inginkan I.3. Lokasi dan Kesampaian Daerah Secara administratif lokasi Kegiatan terletak di Ds Tofogaro pada bagian timur dan desa ambulu ,marga mulya pada bagian utara kecamatan Bungku Barat Kabupaten Morowali Secara geografis terletak pada koordinat 121 43- 121 44 BT dan 02 12’ –  12 19’ LS untuk IUP PT.Wosindo Perkasa Untuk mencapai daerah Kegiatan dapat ditempuh dari Jakarta menggunakan pesawat udara menuju Kendari selama + 3 jam dilanjutkan dengan rute sebagai berikut :  Kendari Melewati Kabupaten Konawe Utara  3 jam dengan menggunakan kendaraan roda empat.  Dari Konawe Utara Menuju Bungku Barat Kabupaten Morowali  4 jam dengan menggunakan kendaraan roda empat

Post on 18-Feb-2018

448 views

Category:

Documents

40 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 7/23/2019 Laporan IUP wosindo

    1/17

    LAPORAN HASIL KEGIATAN PEMETAAN

    i

    BAB I

    PENDAHULUAN

    I.1. Maksud dan Tujuan

    Maksud dilaksanakannya kegiatan pemetaan di daerah Sulawesi Tengah Desa Tofogaro

    Kecamatan Bungku Utara Kabupaten Morowali adalah untuk menindak lanjuti rencana

    Kegiatan Produksi dalam Ijin Usaha Pertambangan PT.Wosindo Perkasa yang berada di

    Daerah Sulawesi Tengah Kabupaten Bungku Utara dan secara Visual untuk mengetahui

    penyebaran laterit secara vertikal kondisi lahan yang di tawarkan

    Tujuannya adalah untuk mengetahui potensi bijih nikel pada daerah Bungku Utara dengan

    harapan dapat diperoleh cadangan yang di inginkan

    I.3. Lokasi dan Kesampaian Daerah

    Secara administratif lokasi Kegiatan terletak di Ds Tofogaro pada bagian timur dan desa

    ambulu ,marga mulya pada bagian utara kecamatan Bungku Barat Kabupaten Morowali

    Secara geografis terletak pada koordinat 121 43- 121 44BT dan 02 12 12 19 LS untuk

    IUP PT.Wosindo Perkasa

    Untuk mencapai daerah Kegiatan dapat ditempuh dari Jakarta menggunakan pesawat udara

    menuju Kendari selama + 3 jam dilanjutkan dengan rute sebagai berikut :

    Kendari Melewati Kabupaten Konawe Utara 3 jam dengan menggunakan kendaraan

    roda empat.

    Dari Konawe Utara Menuju Bungku Barat Kabupaten Morowali 4 jam dengan

    menggunakan kendaraan roda empat

  • 7/23/2019 Laporan IUP wosindo

    2/17

    LAPORAN HASIL KEGIATAN PEMETAAN

    ii

    I.4. Keadaan Umum Daerah Penelitian

    1.4.1 Status dan Tata Guna Lahan

    Kami belum dapat memberikan gambaran tentang status tata guna hutan yang berada di lokasi

    kegiatan,namjun secara umum untuk bagian timur dan utara merupakan HGU berupa kelapa

    Sawit

    I.4.2 Iklim dan Curah Hujan

    Seperti pada umunya daerah di Indonesia, daerah eksplorasi beriklim tropis dengan curah

    hujan yang cukup tinggi. Suhu harian berkisar antara (26 37)0 C. Musim kemarau

    berlangsung selama bulan Juli sampai Desember.Pada saat kami berada di daerah penelitian

    musim kemarau sedang berlangsung.

    I.4.3 Flora dan Fauna

    Daerah penelitian pada umumnya merupakan kawasan hutan tropis walaupun tidak begitu

    lebat. Tetapi di pantai timur terutama di daerah pegunungan tampak gundul, tanaman besar

    jarang dan banyak tidak subur.

    Sedangkan fauna yang terdapat di daerah penelitian adalah babi hutan, rusa, biawak dan

    berbagai jenis burung.

    I.4.4 Penduduk dan Sosial Ekonomi.

    Penduduk terdiri dari Suku Asli yaitu Bungku sebagian besar tinggal di tepi pantai Timur

    Utara lokasi penelitian Jawa dan bali serta suku bugus sebagai Pendatang ( Trans ) Mata

    pencahariannya adalah berdagang, berkebun (palawija, jambu mete dan kelapa), menanam

    rumput laut dan sebagian nelayan. Keadaan sosial penduduk sebagian besar baik. Umumnya

    mereka ramah dan pandai berbahasa Indonesia.

  • 7/23/2019 Laporan IUP wosindo

    3/17

    LAPORAN HASIL KEGIATAN PEMETAAN

    iii

    BAB II

    KEGIATAN PEMETAAN

    II.1. Tahapan Kegiatan

    Kegiatan Pemetaan geologi pada daerah PT.Wosindo Perkasa meliputi kegiatan ; pemetaan

    geologi regional (PGR),yang nanti jika pada tahap awal mendapatkan hasil visual dari

    penyebaran laterite yang di inginkan maka akan di lanjutkan dengan pemetaan geologi

    semidetail (PGSD), pemboran, pengambilan conto batuan (limonit, saprolit dan bed rock)

    dan analisa laboratorium.

    Pemetaan geologi tahap awal ini dimaksudkan untuk mengetahui penyebaran laterit di wilayah

    lokasi yang di tawarkan. Metode yang digunakan adalah pemetaan geologi permukaan dengan

    skala 1 : 1.000.dan tracking sepanjang lintasan batas koordinat yang telah di miliki.

    Pengambilan Sample atau conto akan di lakukan pada daerah singkapan ( Lereng atau daerah

    erosi ) pada daerah yang terdapat indikasi laterit,

    Pengambilan gEo tag atau gambar daerah yang mempunyai indikasi,Morfologi dan luas

    pengaruh areal perkebunan serta pemukiman terhadap daerah yang mempunyai indikasi laterit

    Evaluasi terhadap lokasi kegiatan,dimana hal hal yang berhubungan dengan besaran

    potensi,luas area yang akan di kembangkan serta dampak dari daerah yang akan di usulkan

    Jika di dapati hal yang menarik maka kegiatan berikutnya akan di tindak lanjuti dengan :

    1. Pemboran dimaksudkan untuk mengambil conto bawah permukaan dengan menggunakan

    mesin Magic Drill (MD). Conto yang diambil berupa conto tanah dan batuan yang diambil

    pada setiap meternya.

    2 Analisa laboratorium dimaksudkan untuk mengetahui kandungan unsur-unsur Ni, Co, Fe,

    SiO2, CaO dan MgO. Selanjutnya contoconto tersebut dikirim ke laboratorium yang telah

    di tunjuk.

  • 7/23/2019 Laporan IUP wosindo

    4/17

    LAPORAN HASIL KEGIATAN PEMETAAN

    iv

    II.2.1 Jadwal Kegiatan

    Pemetaan geologi yang di lakukan berdasarkan permintaan Investor PT.SHENG HUA yang

    mendapat penawaran untuk melakukan kegiatan produksi Oleh Pihak PT.Wosindo Perkasa

    dengan luas lahan Ha.untuk menindak lanjuti penawaran ini dan sebelum di setujui maka

    Pihak PT.SHENG HUA melakukan Remap ( Pemetaan ulang ) untuk mendapatkan data secara

    garis besar potensi lahan yang di miliki oleh Pemegang IUP.

    Tim Pemetan dari Pihak Investor dan Pemilik IUP di tunjuk untuk melakukan kegiatan

    pemetaan awal agar bias memberikan evaluasi dan gambaran umum tentang lahan ini.

    II.2.2. Tenaga Pelaksana

    . Tenaga pelaksana pada tim Pemetaan awal adalah sebagai berikut :

    Ketua Tim : Mr Amen Geologist PT SHENG HUA : Bisma ADiza Putra

    PIhak Pemilik IUP : Iman,Masrin,Mulyadi

    II.3 Rencana dan Realisasi Kerja

    Perbandingan antara rencana dan realisasi kegiatan pemetaan dilaksanakan oleh Tim Pihak

    Investor ( PT.SHENG HUA ) , dapat dilihat pada tabel.

  • 7/23/2019 Laporan IUP wosindo

    5/17

    LAPORAN HASIL KEGIATAN PEMETAAN

    v

    GEOLOGI

    Ha Laterit

    Pemet. Geologi Regional ( Blok Cahaya Abalon ) 344 ha 15 Ha Laterit

    Tracking area total Km

    Percontoan

    PEMBORAN

    Spasi 500 x 500 M

    GEOFISIKA

    Jumlah Titik

    Panjang Lintasan

    LABORATOIUM

    Preparasi Conto

    Analisa Conto

    EVALUASI

    Penyebaran laterit 100 % 5 %

    data umum dan pendukung

    Keterangan

    1

    2

    No JENIS KEGIATAN RENCANA REALISASI

    4

    5

    3

    %

    belum perlu

    belum perlu

    belum perlu

  • 7/23/2019 Laporan IUP wosindo

    6/17

    LAPORAN HASIL KEGIATAN PEMETAAN

    vi

    BAB III

    HASIL KEGIATAN PEMETAAN

    III.1Geologi Regional

    Geomorfologi Regional

    Secara regional daerah penelitian termasuk dalam wilayah mandala Sulawesi Timur (

    Sukamto, 1975) pada sekitar perbatasan antara lengan timur dan lengan tenggara dari mandala

    Sulawesi Timur tersebut termuat dalam peta Lembar Bungku dengan sekala 1: 25000 (

    Simanjuntak, 1981).

    Morfologi blok kegiatan dibagi atas 3 satuan morfologi yaitu : morfologi pegunungan,

    morfologi perbukitan, dan morfologi pedataran.

    Daerah morfologi pegunungan terdapat pada bagian barat dari blok kegiatan yang memanjang

    Selatan - Utara, dengan ketinggian antara 400 1100 M diatas permukaan air laut dengan

    lithologi Batugamping hablur, kalsilutit, argilit dan serpih serta sisipan rijang dan batusabak

    hablur, warna segar putih kekuningan, warna lapuk kuning kehitaman, ukuran butir pasir

    halus-pasir kasar, bentuk butir membundar-membundar tanggung, komposisi mineral kalsit,

    Daerah morfologi perbukitan menempati bagian Utara kegiatan dengan ketinggian antara 100

    400 M diatas permukaan air laut dan merupakan perbukitan yang agak landai yang

    terbentuk diantara daerah pegunungan dan daerah pedataran, morfologi perbukitan bagian

    Tengah dengan lithologi Batupasir, konglomerat, dan batulempung dengan sisipan tufa. warna

    segar abu-abu kehijauan, warna lapuk abu-abu kehitaman, terdapat pengumpulan mineral

    glaukonit, karbonatan, pada umumnya massif, di beberapa tempat ditemukan lensa batupasir

    ,di beberapa struktur sedimen wavy laminasi, parallel laminasi, lenticular yang tidak

    menerus, sortasi baik, permeabilitas buruk,.

    .sementara morfologi bagian Selatanr dengan lithologi Harzburgit, dunit, wherlit, serpentinit,

    gabro, basal, dolerit, diorit, mafik meta, amphibolit, magnesit & setempat rodingi,warna abu

  • 7/23/2019 Laporan IUP wosindo

    7/17

    LAPORAN HASIL KEGIATAN PEMETAAN

    vii

    abu retas dengan tingkat pelapukan Medium sampai dengan keras,hitam massif dengan

    mineral olivine persentase lemah

    Daerah morfologi pedataran menempati sebagian besar daerah kegiatan , dimana daerah ini

    hanya memeliki ketinggian beberapa meter diatas permukaan air laut dan dibentuk oleh

    endapan alluvium, pada umumnya merupakan daerah pemukiman dan pertanian yang baik.

    Struktur Geologi Regional

    Struktur geologi regional termasuk dalam Lembar Poso (Simanjuntak dkk, 1991)

    memperlihatkan ciri kompleks tubrukan dari pinggiran banua yang aktif. Struktur penting

    didaerah ini adalah sesar, lipatan serta adanya kekar .

    Secara umum kelurusan sesar berarah barat laut tenggara. Struktur yang terdapat didaerah ini

    berupa sesar naik, sesar sungkup, sesar mendatar dan sesar normal yang diperkirakan sudah

    mulai terbentuk sejak Mosozoikum, beberapa sesar utama berarah barat laut tenggara dan

    menunjukkan gerak mengiri diduga sesar tersebut masih aktif sampai sekarang (Tjia &

    Waheed A, 1975). Keduanya bersatu dibagian barat laut.

    Diduga pula kedua sesar tersebut terbentuk sejak Oligosen dan bersambungan dengan Sesar

    Sorong sehingga merupakan satu sistem sesar Transform sesar lain yang lebih kecil berupa

    tingkat pertama dan atau kedua yang terbentuk bersamaan atau setelah sesar utama tersebut.

    Dengan demikian sesar ini dapat dinamakan sistem Sesar Palukoro.

  • 7/23/2019 Laporan IUP wosindo

    8/17

    LAPORAN HASIL KEGIATAN PEMETAAN

    viii

    . Pemetaan Regional

    Pemetaan regional dapat diselesaikan dalam waktu 2 hari yang di mulai pada

    tanggal 4 dan 5 bulan Nopember 2015. Realisasi pemetaan membagi blok IUP menjadi 3

    blok yang di dasari dari arah penyebaran laterisasi.

    1. Blok A ( Utara ) dengan luas 227 Ha

    2.

    Blok B ( Tengah ) dengan luas 54.25 Ha

    3. Blok C ( Selatan ) dengan luas 63.52 Ha.

    Metodologi

    Mapping yang dilakukan dengan memperhatikan berbagai aspek proses pembentukan nikel

    laterit yang dapat diamati dipermukaan diantaranya;

    Pengambilan sampel laterit permukaan

    Perekaman data litologi

    Perekaman data morfologi

    Perekaman data struktur geologi

    1.

    Sampel Laterit permukaan

    Sampel laterit permukaan yang dimaksud ialah merupakan proses laterisasi dari batuan

    ultrabasa pada lokasi mapping yang dicirikan dengan warna soil merah hingga merah

    kecoklatan. Warna merah yang dimaksud diakibatkan oleh pelapukan batuan ultrabasa

    dengan terkonsentrasinya unsur-unsur Fe pada permukaan.

    2. Perekaman data litologi

    Perekaman data litologi bertujuan untuk mengetahui batas tegas antara batuan asal

    pembetuk laterit dengan batuan lainnya

  • 7/23/2019 Laporan IUP wosindo

    9/17

    LAPORAN HASIL KEGIATAN PEMETAAN

    ix

    3. Perekaman data morfologi

    Data morfologi dalam hal ini ialah topografi daerah potensi endapan nikel laterit.

    Aspek topografi sangat mendukung dalam pengendapan nikel laterit

    4. Perekaman data struktur geologi

    Data struktur geologi berupa sesar maupun lineament yang dapat mendukung

    pengayaan nikel laterit.

    III.3 Tespit

    Sampling contoh batuan untuk dianalisa kandungan unsur-unsurnya dilakukan dengan

    metode test pitting. Metode ini menjadi pilihan yang tepat di lokasi ini dibanding dengan

    metode pemboran manual dengan Hand Auger, yang walaupun bisa lebih cepat di lakukan

    sehingga lebih luas lahan yang tercover, karena di wilayah kerja eksplorasi ini dicirikan

    dengan hadirnya akumulasi yang sering berupa bongkah yang keras sehingga menyulitkan

    sampling dengan pemboran manual.

    Dari pengamatan di lapangan ditemukan bahwa lapisan tanah penutup (over burden) pada

    titik-titik test pit mempunyai ketebalan bervariasi antara 2 sampai 4 meter.

    Percontoan laterit

    Dari data geologi yang didapatkan dari hasil mapping dimana batuan penyusun ialah batuan

    Peridotit, sangat memungkinkan potensi pembentukan laterit selain kontrol topografi, dan

    proses pelapukan yang merupakan syarat pengendapan laterit. Banyakya soil yang berwarna

    coklat kekuningan hingga coklat kehijauan pada lokasi mapping disebabkan oleh lapukan

    dari mineral penyusun batuan peridotit yang terdiri atas mafic mineral.

    Topografi daerah mapping sangatlah variatif hampir sekitar 15 persen kemiringan lereng

    berkisar 20 40opada daerah mapping detail, proses pengendapan nikel laterit pada daerah

    yang terjal pada umumnya tipis di akibatkan oleh besarnya material yang terbawa oleh air

    permukaan, semakin lama akan menyingkap batuan bedrock dari laterit. Namun di beberapa

  • 7/23/2019 Laporan IUP wosindo

    10/17

    LAPORAN HASIL KEGIATAN PEMETAAN

    x

    lokasi mapping kemiringan lereng tidak terlalu terjal dan berpotensi untuk pengendapan nikel

    laterit yang cukup tebal.

    Dari luas sekitar 344 Ha dari blok IUP maka didapati daerah detail pada areal seluas 15 Ha

    pada blok selatan yang kiranya cukup menjanjikan potensi indikasi nikel.Dari lokasi yang

    dianggap potensi yang kemudian direkomendasikan daerah prospek ( Block Prospek ) untuk

    dilakukan eksplorasi lanjutan berupa trenching dan tespit serta pengeboran guna mendapatkan

    data sampel laterit bawah permukaan, kedalaman serta profil laterit.

    1. Laterisasi Blok Selatan

    Endapan nikel laterit tersusun atas batuan Peridotit yang berwarna hitam (fresh rock),

    mengandung mineral piroksin, serpentin dan olivine. Di beberapa tempat dijumpai peridotit

    yang lapuk dengan warna coklat. Di beberapa lokasi lapukan batuan peridotit masih

    memperlihatkan batuan asalnya dan pada kebanyakan stasiun pengamatan di lokasi daerah

    mapping singkapan batuan segar ( fresh rock) batuan peridotit maupun lapukannya sudah tidak

    dijumpai namun warna soil yang berwarna coklat kekuningan hingga coklat kehijauan

    mengindikasikan batuan asalnya merupakan batuan peridotit.

    Pada daerah mapping dijumpai adanya breksi sesar merupakan hasil dari struktur geologi yang

    bekerja pada daerah mapping membentuk lineasi(sesar minor), lineasi tersebut merupakan

    imbas dari sesar major yang bekerja yang sifatnya regional, sesar minor terdapat di sebelah

    barat hingga utara.Dari hasil tespit di ketahui ketebalan Ob adalah 2 meter soil berwarna

    coklat kemerahan,Limonit layer pada meteran ke 3 coklat kemerahan sampai dengan coklat

    kekuningan, bersifat elastis, mineral kaolin sering hadir, Sering dijumpai adanya boulder

    batuan asal yang masih dapat di indentifikasi teksturnya

    Gradasi ke zona saprolit sangat tegas dengan adanya peralihan warna coklat kemerahan

    menjadi coklat kehijauan, dan dijumpai mineral krisopras serta diselingi dengan gravel dan

  • 7/23/2019 Laporan IUP wosindo

    11/17

    LAPORAN HASIL KEGIATAN PEMETAAN

    xi

    boulder batuan asal dengan tingkat pelapukan kuat sampai lemah. Pada boulder sering

    dijumpai adanya uraturat garneirit dan krisopras serta serpentin.

    Kenampakan fisik dari laterit berwarna merah coklat kehitamanmerah kekuningan, semakin

    kearah topografi yang tinggi warna laterit berwarna terang. Laterit ini bersifat gembur, lunak,

    dan terkadang dijumpai butiran oksida besi, dan boulder boulder batuan ultramafik (dunit

    dan peridotit) terutama pada jalan logging serta dialur maupun lereng-lereng pungungan,

    penyebaran laterit berkembang secara baik ke arah utara dan selatan dari daerah penelitian ,

    proses laterisasi juga berkembang baik di daerah lereng lereng maupun alur sungai bagian

    selatan yang memanjang utara selatan dengan kenampakan fisik coklat merah kehitaman-

    kekuningan,

    Ditempati oleh batuan ultramafik dan sebagian besar batuan malihan. Batuan ultramafik

    terdiri atas; Peridotit (Harsburgit) yang telah mengalami serpentinisasi lemah hingga kuat.

    Komposisi mineralnya sebagai berikut; 20 30 % olivine, piroksin 20 % ,serpentin dan

    mineral tambahan (assessory minerals) 10 % , berwarna hijau kehitaman, bertektur, kristalin

    halus sampai menengah, terkekarkan dan sebagian mengalami serpentinisasi, rekahan-rekahan

    umumnya diisi oleh magniesit dan silikan.. Satuan peridotit ini menempati sebagian KECIL

    daerah penelitian yaitu bagian SELATAN. Peridotit terbreksikan dan terserpentinkan

    berwarna hijau-hijau kehitaman, tergerus kuat, mengandung banyak limonitik silica boxwork

    dengan ketebalan mencapai satu meter bahkan kadang-kadang sisa batuan peridotitnya susah

    dikenali lagi. Pada bagian barat tersusun oleh Dunit dengan kandungan olivine 2040 %,

    piroksin 5- 10 %, serpentin < 5 % terkekarkan , isian kekar berupa, krisopras dan antigorit. .

    Satuan batuan malihan terdiri dari sekis dan filit tersingkap di sebelah barat ds Marga mUlya (

    Utara ). Batuan ini tampak terbreksikan yang menunjukkan bahwa batuan tersebut terdapat

    pada zona sesar. Satuan batuan malihan bersentuhan secara tektonik dengan batuan ultramafik

    yang terserpentinkan kuat, bahkan sebagian telah tampak adanya serpentinit. kontak dengan

  • 7/23/2019 Laporan IUP wosindo

    12/17

    LAPORAN HASIL KEGIATAN PEMETAAN

    xii

    batupasir halus atau lempung menunjukkan pola mengkasar ke arah atas Kontak antar lapisan

    gradasional, geometri lapisan tabular, terkekarkan.

    BAB IV

    EVALUASI DAN DISKUSI

    Endapan nikel laterit tersusun atas batuan Peridotit yang berwarna hitam (fresh rock),

    mengandung mineral piroksin, serpentin dan olivine. Di beberapa tempat dijumpai peridotit

    yang lapuk dengan warna coklat. Di beberapa lokasi lapukan batuan peridotit masih

    memperlihatkan batuan asalnya dan pada kebanyakan stasiun pengamatan di lokasi daerah

    mapping singkapan batuan peridotit maupun lapukannya sudah tidak dijumpai namun warna

    soil yang berwarna coklat kekuningan hingga coklat kehijauan mengindikasikan batuan

    asalnya merupakan batuan peridotit.

    Laterit berwarna merah coklat kehitaman merah kekuningan, semakin kearah topografi

    yang tinggi warna laterit berwarna terang. Laterit ini bersifat gembur, lunak, dan terkadang

    dijumpai butiran oksida besi, dan boulder boulder batuan ultramafik (dunit dan peridotit)

    terutama pada jalan logging serta dialur maupun lereng-lereng pungungan, penyebaran laterit

    berkembang secara baik ke arah utara dan selatan dari daerah penelitian , proses laterisasi

    juga berkembang baik di daerah lereng lereng maupun alur sungai bagian selatan yang

    memanjang utara selatan dengan kenampakan fisik coklat merah kehitaman-kekuningan

    Ditempati oleh batuan ultramafik dan sebagian besar batuan malihan. Batuan ultramafik

    terdiri atas; Peridotit (Harsburgit) yang telah mengalami serpentinisasi lemah hingga kuat.

    Satuan batuan malihan bersentuhan secara tektonik dengan batuan ultramafik yang

    terserpentinkan kuat, bahkan sebagian telah tampak adanya serpentinit. kontak dengan

    batupasir halus atau lempung menunjukkan pola mengkasar ke arah atas Kontak antar lapisan

    gradasional, geometri lapisan tabular, terkekarkan.

  • 7/23/2019 Laporan IUP wosindo

    13/17

    LAPORAN HASIL KEGIATAN PEMETAAN

    xiii

    Berdasarkan hasil sumur uji dengan menggunakan alat berat dan hasil kegiatan produksi

    terdahulu Tingkat kelayakan untuk mendapatkan nilai Ni yang marketable berada pada blok

    C ( Selatan ) dengan ketebalan OB yang tidak begitu dalam dimana batuan dasarnya adalah

    Dunit dan Peridotit

    BAB V

    KESIMPULAN DAN SARAN

    V. 1 Kesimpulan

    Morfologi blok kegiatan dibagi atas 3 satuan morfologi yaitu : morfologi pegunungan,

    morfologi perbukitan, dan morfologi pedataran.

    Endapan nikel laterit tersusun atas batuan Peridotit yang berwarna hitam (fresh rock),

    mengandung mineral piroksin, serpentin dan olivine. Di beberapa tempat dijumpai

    peridotit yang lapuk dengan warna coklat. Di beberapa lokasi lapukan batuan peridotit

    masih memperlihatkan batuan asalnya dan pada kebanyakan stasiun pengamatan di

    lokasi daerah mapping singkapan batuan segar ( fresh rock) batuan peridotit maupun

    lapukannya sudah tidak dijumpai namun warna soil yang berwarna coklat kekuningan

    hingga coklat kehijauan mengindikasikan batuan asalnya merupakan batuan peridotit.

    Secara umum kelurusan sesar berarah barat laut tenggara. Struktur yang terdapat

    didaerah ini berupa sesar naik, sesar sungkup, sesar mendatar dan sesar normal yang

    diperkirakan sudah mulai terbentuk sejak Mosozoikum, beberapa sesar utama berarah

    barat laut tenggara dan menunjukkan gerak mengiri diduga sesar tersebut masih aktif

    sampai sekarang (Tjia & Waheed A, 1975). Keduanya bersatu dibagian barat laut.

    Luas Area Laterit yang di anggap prospek berada di bagian selatan dengan luas 15 Ha

  • 7/23/2019 Laporan IUP wosindo

    14/17

    LAPORAN HASIL KEGIATAN PEMETAAN

    xiv

    V. 2 Saran

    Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa IUP PT.Wosindo Perkasa pada bagian

    selatan dapat di lakukan kegiatan pengeboran Inti untuk mengetahui tingkat

    ketebalan Grade yang marketable serta jumlah besaran potensi cadangan yang di

    inginkan

    Pemetaan detail pada bagian utara,Selatan dan Tengah mengingat pada awal

    pemetaan beberapa lokasi tersebut tidak dapat di jangkau dengan kendaraan roda

    empat waktu pemetaan yang singkat,maka perlu bantuan tenaga lokal dan

    penambahan waktu untuk mengetahui seberapa besar penyebaran laterit dalam

    blok IUP.

  • 7/23/2019 Laporan IUP wosindo

    15/17

    LAPORAN HASIL KEGIATAN PEMETAAN

    xv

    KATA PENGANTAR

    Laporan ini disusun sebagai realisasi pelaksanaan Permintaan Invenstor PT.Sheng Hua untuk

    menindak lanjuti Rencana Take Over IUP PT.Wosindo Perkasa

    Kegiatan ini dilaksanakan di Pulau Kecamatan Bungku Barat, yang termasuk Kabupaten

    Morowali Propinsi Sulawesi Tengah

    Isi laporan ini memuat terutama mengenai kegiatan yang telah dilakukan berikut hasil kegiatan

    serta evaluasi sebagaimana yang telah digariskan dalam Perintah Kerja Lapangan yang telah di

    sepakati oleh Pemilik IUP dan Pihak Investor

    Pada bagian akhir laporan ini disampaikan kesimpulan dan saran sebagai bahan pertimbangan

    untuk tindak lanjut kegiatan selanjutnya.

    Demikian semoga laporan ini bermanfaat dan atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

    Kendari, 08 Nopember 2015

  • 7/23/2019 Laporan IUP wosindo

    16/17

    LAPORAN HASIL KEGIATAN PEMETAAN

    xvi

    LAPORAN KEGIATAN PEMETAAN NIKEL

    SULAWESI TENGAH

    KECAMATAN BUNGKU BARAT

    KABUPATEN MOROWALI

    PROPINSI SULAWESI TENGAH

    OLEH

    TIM PEMETAAN PT SHENG HUA

    KENDARI

    2015

  • 7/23/2019 Laporan IUP wosindo

    17/17

    LAPORAN HASIL KEGIATAN PEMETAAN

    xvii