laporan praktikum kimia analisis pemeriksaan kation anion gina

Download Laporan praktikum kimia analisis pemeriksaan kation anion gina

Post on 22-Jul-2015

4.212 views

Category:

Education

7 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANALISISANALISA KUALITATIF REAKSI-REAKSI KATION TERPENTING, ANION TERPENTING, DAN KHUSUS TERPENTING

Disusun oleh:Nama: Gina PuspitasariNRP: 13020039Grup/Jurusan: K 2/Kimia TekstilDosen/Asisten: Octianne D.,M.T. Siti Si.,M.Pd. Rosmaya Dewi,S.Pd.,M.Si. Tanggal Praktikum : 22 September 2014 29 September 2014 06 Oktober 2014 20 Oktober 2014

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TEKSTILBANDUNG2014

UJI KATION dan ANIONI. Maksud dan TujuanMaksud dan tujuan dari praktikum kimia analis ini yaitu : Agar praktikan mengenal reaksi kation anion terpenting Agar praktikan memiliki kemampuan untuk mengamati setiap hasil percobaan dari pemisahan dan pengendapan hasil dari kation dengan pereaksi, sehingga membentuk suatu perubahan tertentu, seperti endapan maupun perubahan warna larutan yang diuji.

II. TEORI DASARAnalisa kimia adalah penyelidikan kimia yang bertujuan untuk mencari susunan persenyawaan atau campuran persenyawaan di dalam suatu sampel. Dua langkah utama dalam analisisa kimia adalah identifikasi dan estimisi komponen-komponen suatu senyawa. Langkah identifikasi dikenal sebagai analisis kualitatif sedangkan langkah estimasinya adalah analisis kuantitatif. Analisis kualitatif berkaitan dengan identifikasi zat-zat kimia, mengenali unsur atau senyawa apa yang ada dalam suatu sampel. Analisis kuantitatif berkaitan dengan penentapan berapa banyak suatu zat tertentu yang terkandunng dalam sutu sampel.Analisis kualitatif terdapat dua aspek penting yaitu, identifikasi dan pemisahan, aspek ini didasari oleh kelarutan, keasaman, kebasaan, pembentukan senyawa kompleks, oksidasi-reduksi, sifat penguapan dan ekstraksi. Analisi kualitatif biasanya diguakan dalam identifikasi kation dan anion dengan melakukan uji sesifik. Uji spesifik dilakukan dengan penambahan reagen (pereaksi) tertentu yang akan memberikan larutan atau endapan warna yang merupakan karakteristik (khas) untuk ion-ion tertentu. Berdasarkan hal tersebut maka percobaan identifikasi kation dan anion ini dilakukan.

A.Klasifikasi Analisi KationUntuk analisis kualitatif sistematik kation-kation dikalsifikasi dalam lima golongan berdasarkan sifat-sifat kation itu terhadap beberapa reagen. Reagen golongan yang dipakai untuk klasifikasi kation yang paling umum adalah asam klorida, hidrogen sulfida, amonium sulfida dan amonium karbonat. Klalisfikasi ini didasarkan atas apakah suatu kation bereaksi dengan reagen-reagen ini dengan membentuk endapan atau tidak.[1]Menurut G. Svehla (1985), Kelima golongan kation dan ciri-ciri khas golongan-golongan ini adalah sebagai berikut:1.Golongan I, kation golongan ini membentuk endapan dengan asam klorida encer. Ion-ion golongan ini adalah timbal, merkurium(I) (raksa), dan perak.2.Golongan II, kation golongan ini bereaksi dengan asam klorida, tetapi membentuk endapan dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer. Ion-ion golongan ini adalah merkurium(II), tembaga, bismut, kadmium, arsenik(III), arsenik(V), stibium(III), stibium(V), timah(II), dan timah(III) (IV). Keempat ion yang pertama merupakan sub-golongan IIa dan keenam yang terakhir sub-golongan IIb. Sementara sulfida dari kation dalam golongan IIa tak dapat larut dalam ammonium polisulfida, sulfida dari kation dalam golongan IIb justru dapat larut.3.Golongan III, kation golongan ini tak bereaksi dengan asam klorida encer, ataupun dengan hidrongen sulfida dalam suasana asam mineral encer. Namun, kation ini membentuk endapan dengan ammonium sulfida dengan suasana netral atau amoniakal. Kation-kation golongan ini adalah kobalt(II), nikel(II), besi(II), besi(III), kromium(III), aluminium, zink, dan mangan(II).4.Golongan IV, kation golongan ini tak bereaksi dengan reagen golongan I, II, III. Kation-kation ini membentuk endapan dengan ammonium karbonat dengan adanya ammonium klorida, dalam suasana netral atau sedikit asam. Kation-kation golongan ini adalah kalsium, strontium, dan barium.5.Golongan V, kation-kation yang umum, yang tidak bereaksi dengan reagen-reagen golongan sebelumnya, merupakan golongan kation yang terakhir, yang meliputi ion-ion magnesium, natrium, kalium, amonium, litium, dan hidrogen.

B.Klasifikasi Analisis AnionAnion merupakan ion yang muatan totalnya negatif akibat adanya kenaikan jumlah elektron. Misalnya : atom klorin (Cl) dapat memperoleh tambahan satu elektron untuk mendapat ion klorida (Cl-). Natrium klorida (NaCl), yang dikenal sebagai garam dapur, disebut senyawa ionik (ionik compound) karena dibentuk dari kation dan anion. Atom dapat kehilangan atau memperoleh lebih dari satu elektron. Contoh ion-ion yang terbentuk dengan kehilangan atau memperoleh lebih dari satu elektron adalah Mg2+, Fe3+, S2-, dan N3-, Na+dan Cl-Ion-ion ini disebut ion monoatomik karena ion-ion ini mengandung hanya satu atom.[2]Pengujian anion dilakukan setelah uji kation. Pengujian terhadap anion relatif lebih sederhana karena gangguan-gangguan dari ion-ion lain yang ada dalam larutan minimal (dapat diabaikan). Pada umumnya anion-anion dapat digolongkan sebagai berikut :1.Golongan sulfat: SO42-, SO32-, PO43-, Cr2O42-, BO33--, Cr2O42-, AsO43-,AsO33-. Anion-anion ini mengendap dengan Ba2+dalam suasana basa.2.Golongan halida : Cl-, Br-, I, S2-Anion golongan ini mengendap dengan Ag+dalam larutan asam (HNO3).3.Golongan nitrat : NO3-, NO2-,C2H3O2-.Semua garam dari golongan ini larut. NO3-, NO2-, CH3OO-.[3]Menurut G. Svehla (1985), Proses reaksi anion dapat dibagi kedalan dua bagian yaitu:1.Kelas Aa.Gas dilepaskan dengan asam klorida encer atau asam sulfat encer: Karbonat, hidrogen karbonat (bikarbonat), sulfit, tiosulfat, sulfide, nitrit, hipoklorit, sianida, dan sianat.b.Gas atau uap asam dilepaskan dengan asam sulfat pekat.2.Kelas Ba.Reaksi pengendapan: sulfat, peroksodisulfat, fosfat, fosfit, hipofosfit, arsenat, arsenit, kromat, dikromat, silikat, heksafluorosilikat, salisilat, benzoate, dan suksinat.b.Oksidasi dan reduksi dalam larutan

UJI KATIONI. ALAT DAN BAHANALAT: Tabung reaksi Batang pengaduk Rak tabung reaksi Plat tetes Pipet tetes Gelas kimia Penangas listrik

PEREAKSI : AgNO3 Hg(NO3)2 CuCl2 CdSO4 AlCl3 CrCl3 FeCl3 MnSO4 NiSO4 Co(NO3)2 ZnSO4 CaCl2 BaCl2 MgSO4 HCl KCN

Na2S2O3 NH4OH NaOH KOH K CNS K4Fe(CN)6 Aluminon H3PO4 amylalkohol (NH4)2C2O4 H2SO4 K2CrO4 Na3PO4 NaHPO4

II. CARA KERJA Pereaksi-pereaksi ditambahakan setetes demi setetes. Mencuci endapan, mengencerkan larutan selalu denga aquades (air suling) Penguapan selalu dalam ruang asam (juga mengalirkan H2S) Penguapan pada pinggang porselen sebaiknya ditutup dengan corok terbalik untuk mencegah pengotoran. Memutuskan (menayring) endapan yang tidak dipakai, lebih baik dengan kertas saring berlipat.

II. DATA PERCOBAAN DAN REAKSINoKationNama Zat (Kation)Nama Zat (Anion)Reaksi Kesimpulan+/-

1.Ag+

AgNO3

HCl

a. KCN

b. Na2S2O3

c. NH4OH

NaOH

KOH

AgNO3 + HCl- AgCl + HNO3

AgCl + 2KCN- [Ag(CN)2]KCl-

AgCl + Na2S2O3 [Ag(S2O3)2]3- + NaCl

AgCl + 2NH3 [Ag(NH3)2] + Cl-

2AgNO3 + 2OH- Ag2O+ NaNO3 + H2O

Ag2O + 4NH3 + H2O 2[Ag(NH3)2] + 2OH-Endapan putih

Endapan larut

Endapan larut

Endapan larut

Endapan Hitam

Endapan larut

+

2. Hg2+

Hg(NO3)2NaOH

NH4OHHg(NO3)2+ 2NaOH- HgO + NaNO3 + H2O

2Hg2+ + NO3- + 4NH3 + H2O HgO.Hg(NH2)NO3 + 3NH4+Endapan Kuning

Endapan putih+

+

3.Pb2+

Tidak tersedia zat Pb2+ di lab

4.Cu2+

CuCl2NaOH

OH- berlebih

NH4OH

OH- berlebih

KCNS

K4Fe(CN)6CuCl2+ 2NaOH- Cu(OH)2+ NaCl

Cu(OH)2 CuO + H2O

2Cu2+ + SO42- + NH3 + 2H2O Cu(OH)2CuSO4 + 2NH4+

Cu(OH)2CuSO4 + NH3 2[Cu(NH3)4]2+ + SO42- + 2OH-

CuCl2 + 2SCN- Cu(SCN)2 + KCl

2CuCl2 + K4[Fe(CN)6] Cu2[Fe(CN)6]+ KClEndapan biru

Endapan hitam

Endapan biru

Endapan larut

Endapan hitam

Endapan merah coklat+

+

+

+

-

+

5. Al3+

AlCl3NaOH

OH- lebih

NH4OH

AluminonAl(SO4)3 + 3NaOH- Al(OH)3 + Na2SO4

Al(OH)3 + OH- [Al(OH)4]-

Al3+ + 3NH3 + 3H2O Al(OH)3 + 3NH4+Endapan selai putih

Endapan larut

Endapan putih

Endapan merah terang

6.Cr3+

CrCl3NaOH

OH- lebih

NH4OH

OH- lebih

H3PO4CrCl3 + 3NaOH- Cr(OH)3 + NaCl

Cr(OH)3 + OH- [Cr(OH)4]-

Cr3+ + 3NH3 + 3H2O Cr(OH)3

Cr(OH)3 + 6NH3 [Cr(NH3)6]3+ + 3OH-

CrCl3 + H3PO4 Cr3(PO4)2 + HClEndapan hijau kelabu

Endapan larut

Endapan hijau

Mengendap kembali

Endapan hijau

7.Fe3+

FeCl3NaOH

K4Fe(CN)6

KCNSFeCl3 + 3NaOH- Fe(OH)3 + NaCl

4FeCl3 + 3[Fe(CN)6]4- Fe4[Fe(CN)6]3 + KCl

Fe3+ + 3SCN- Fe(SCN)3 + KClEndapan coklat

Endapan biru

Larutan merah darah

8.Mn2+

MnSO4NaOH

Udara

NH4OH

MnSO4+ 2NaOH- Mn(OH)2 + Na2SO4

Mn(OH)2 + O2 + H2O MnO(OH)2 + 2OH-

Mn2+ + 2NH3 + 2H2O Mn(OH)2 + 2NH4+

Endapan putih

Endapan coklat

Endapan putih lalu menjadi coklat

9.Ni2+

NiSO4

NaOH

NH4OH

OH- lebih

NiSO4 + 2NaOH- Ni(OH)2 + Na2SO4

Ni2+ + 2NH3 + 2H2O Ni(OH)2 + 2NH4+

Ni(OH)2 + 6NH3 [Ni(NH3)6]2+ + 2OH-

Larutan hijau

Endapan hijau

Endapan larut,larutanmenjadi biru

10..Co2+

Co(NO3)2NaOH

OH-

Udara

KCNS+ amylalkoholCo(CO)3 + NaOH- + NO3- Co(OH)NO3 + Na2CO3

Co(OH)NO3 + OH- Co(OH)2 + NO3-

4Co(OH)NO3+ O2+ 2H2O 4Co(OH)3

Co(CO)3 + 4SCN- [Co(SCN)4]2- + KCO3Endapan kebiru-biruan

Endapan coklat

Lapisan atas biru, lapisan bawah merah muda

11.Zn2+

ZnSO4OH-