laporan tutorial 1 dmf 2

Click here to load reader

Post on 21-Dec-2015

165 views

Category:

Documents

13 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

dentomaksilofacial

TRANSCRIPT

LAPORAN TUTORIAL

Penyakit Degeneratif Rongga MulutDiajukan Untuk Memenuhi salah Satu Tugas Tutorial Blok Penyakit Dentomaksilofasial IIFakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember

Pembimbing :drg. Peni Pujiastuti, M.Kes

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JEMBER 2014DAFTAR ANGGOTA KELOMPOK

Tutor : drg. Peni Pujiastuti, M.KesKetua : Mochammad Fahmi(131610101026)Sciber Meja : Lusi Hesti Pratiwisari (131610101058)Sciber Papan : Aditya Pristyhari (131610101034)

Anggota : 1. Afifannisa Dienda R(131610101013)2. Canggih Patriot Bangsa(131610101032)3. Duati Mayangsari (131610101039)4. Galuh Cita Sari R(131610101041)5. Farah Rifdha A(131610101046)6. Rachel (131610101049)7. Fatimatuz Zahro (131610101051)8. Cholida Rachmatia(131610101056)9. Primawati Dyah R(131610101077)

KATA PENGANTARPuji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah NYA sehingga kami dapat menyelesaikan tugas laporan yang berjudul Penyakit Degeneratif Rongga Mulut. Laporan ini disusun untuk memenuhi hasil diskusi tutorial kelompok V pada skenario pertama.Penulisan makalah ini semuanya tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, oleh karena itu penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada:1. drg. Peni Pujiastuti, M.Kes selaku tutor yang telah membimbing jalannya diskusi tutorial kelompok V Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember dan member masukan yang membantu bagi pengembangan ilmu yang telah didapatkan. 2. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini.Dalam penyusunan laporan ini tidak lepas dari kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan perbaikan di masa yang akan dating demi kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini dapat berguna bagi kita semua. Jember, 30 Agustus 2014

Tim Penyusun

SKENARIO PENYAKIT DEGENERATIF RONGGA MULUTSeorang wanita berusia 65 tahun mengeluh sejak 1 tahun yang lalu mulutnya terasa kering, beberapa goyang, kadang kadang gigi terasa ngilu bila minum air dingin dan persendian rahangnya terasa sakit bila digunakan untuk mengunyah. Hasil pemeriksaan intraoral menunjukkan tidak ada gigi yang berlubang dan keparahan inflamasi gingivanya tipe mild gingivitis. Terdapat resesi gingival rata rata sebesar 2 mm hampir di semua gigi. Gigi 15, 26, 36, 37, 45 dan 46 goyang 2. Temporomandibular joint tidak bias digerakkan maksimal,sudah terasa sakit untuk membuka mulut sebesar 9 mm dan pergerakan ke lateral sebesar 7 mm. palpasi di area TMJ kanan dan kiri terasa sakit. Pemeriksaan radiografis menunjukkan gambaran kehilangan lamina dura di area apical dan furkasi gigi, pelabaran periodontal ligament space, resorpsi tulang alveolar tipe angular. Kondisi umum penderita baik dan tidak terdapat adanya kelainan sistemik.

STEP 1 (Klarifikasi kata sulit)1. Resesi Penurunan ketinggian gingiva Keadaan turunnya / pengikisan massa gingival Pengurangan jarak dari apical gigi ke gingival Pengurangan volume gingival akibat pengikisan yang disebabkan oleh banyak faktor2. Mild Gingivitis Pengklasifikasian gingivitis / penyakit gingival yang diklasifikasikan berdasarkan hasil probing, jaraknya sekitar 2 mm 3 mm STEP 2 (Rumusan Masalah)1. Apa etiologi dari kasus ini?2. Adakah factor predisposisi yang mempengaruhi terjadinya penyakit tersebut?3. Bagaimana pathogenesis dari penyakit dalam kasus ini?4. Bagaimana kolerasi gangguan pada TMJ dengan inflamasi gingival/ gingivitis?5. Apa yang menyebabkan gigi terasa ngilu saat minum air dingin?6. Apa yang menyebabkan kehilangan lamina dura?7. Adakah hubungan antara resorpsi tulang alveolar dengan resesi gingival?8. Mengapa saat membuka mulut terasa sakit dan saat dipalpasi terasa sakit?

STEP 3 (Klarifikasi Masalah)1. Etiologi dari kasus pada scenario 1 Usia Semakin bertambahnya usia maka fungsi organ tubuh semakin menurun disebabkan oleh penurunan kemampuan sel beregenerasi, penurunan fungsi tersebut di dukung oleh penurunan hormone esterogen dimana ketika jumlah esterogen ini sedikit maka produksi osteoblas menurun dan osteoklas meningkat sehingga proses terjadi penurunan proses remodeling tulang yang menimbulkan suatu ketidakseimbangan antara remodeling dan resorpsi tulang. Penurunan fungsi ini juga terjadi jaringan lunak rongga mulut, seiring dengan menuanya seseorang produksi saliva juga menurun disebabkan oleh berkurangnya kemampuan sel kelenjar saliva untuk memproduksi saliva. 2. Factor predisposisi yang mempengaruhi Genetic : diduga factor genetic mempengaruhi kemampuan adapasi sel atau terjadinya penyakit degenasi ini. Trauma : adanya trauma secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi terjadinya adaptasi sel atau jaringan, sehingga bila sel atau jaringan tidak mampu beradaptasi dapat menyebabkan munculnya penyakit penyakit seperti diskenario Resesi gingiva : adanya resesi gingival semakin mempermudah bakteri pathogen menginvasi jaringan disekitarnya, hal ini semakin memperbesar terjadinya inflamasi dan infeksi. Makoklusi : maloklusi menyebabkan beban oklusi yang berat yang terjadi terus menerus sehingga menyebabkan kelelahan TMJ pada saat proses mastikasi. Proses mastikasi yang tidak baik saat usai muda juga menyebabkan terjadinya penyakit degenerative sehingga saat tua terjadi penurunan proses regenerasi tubuh tidak dapat mengimbangi keadaan tersebut.

3. Patogenesis

Penuaan regenerasi sel menurun menurunOsteoklas meningkatKerapuhan tulangKalsium menurunEsterogen menurunProduksi kelenjar saliva menurunJumlah synovial menurunTMJ susah digerakkanKelainan TMJXerostomia

Pada saat menua terjadi kemampuan penyerapan nutrisi disalam tubuh hal ini dikarenakan oleh tidak sempurnanya proses regenerasi jaringan. Akibatnya nutrisi yang masuk kelama tubuh akan menurun. Selain itu berkurangnya nutrisi juga disebabkan oleh berkurangnya jumlah papilla pada lidah sehingga sensari rasa berkurang dan menyebabkan kurangnya nafsu makan pada orang tua. Akibatnya asupan vitamin D didalam tubuh berkurang, dimana vitamin D merupakan agen pengikat kalsium didalam darah. Dengan berkurangnya kadar kalsium didalam tubuh kita makan proses resorpsi tulang juga akan semakin cepat. Berkurangnya kemampuan meregenasi sel juga memnyebabkan timbulnya keluhan keluhan pada jaringan lunak rongga mulut seperti gusi berdarah, gingivitis, pelebaran periodontal space dan kehilangan lamina dura seperti yang terjadi pada kasus ini, namun tidak semua orang tua mengalami keluhan tersebut, apabila pola hidupnya baik maka keluhan tersebut bias diminimalisir.

4. Hubungan TMJ tidak dapat digerakkan dengan gingivitis Tidak ada hubungan antara gingivitis dengan keluhan TMJ yang tidak dapat digerakkan. Ada hubungan antara TMJ yang tidak dapat digerakkan dengan gingivitis, hal ini disebabkan oleh bakteri pathogen dari gingivitis yang menginvasi daerah TMJ sehingga menyebabkan inflamasi didaerah TMJ yang menyebabkan rasa sakit tersebut. Selain itu adanya gingivitis juga menyebabkan penurunan margin gingival yang memungkinkan terjadi kegoyangan gigi, kita ketahui ketika oklusi TMJ akan menempatkan dirinya senyaman mungkin jadi apabila gigi tersebut tidak pada mestinya dan TMJ teru menerus meletakkan dirinya bukan pada posisi normal akan menyebabkan rasa sakit tersebut. 5. Alasan mengapa gigi terasa ngilu Adanya resesi gingival menyebabkan rangsangan langsung terhadap sementum, dimana didaerah apical merupakan daerah yang sangat peka terhadap rangsangan, hal ini yang menyebabkan sensitivitas gigi meningkat ditandai gigi terasa ngilu saat terkena dingin.6. Kehilangan lamina dura Kehilangan lamina dura berhubungan dengan proses tidak sempurnanya regenerasi sel dan kurangnya nutrisi didalam tubuh sehingga terjadi peningkatan kecepatan penurunan lamina dura yang semakin lama lamina dura tersebut akan hilang. 7. Hubungan resorpsi tulang alveolar dengan TMJ yang sakit Adanya gigi yang goyang mempengaruhi proses oklusi yang menyebabkan TMJ tidak pada posisi normalnya sehingga saat mastikasi musculus pterigoideus bekerja maksimal, hal ini juga disebabkan oleh beban oklusi yang semakin berat apabila keaadan ini berlangsung terus menerus menyebabkan discus artikularis mengalami pengapuran. Keadaan ini diperparah dengan berkurangnya synovial memberikan dampak gesekan yang keras antar sendi sehingga terjadi atrisi pada condyl atau tulang yang saling berhubungan keadaan ini yang menyebabkan keluhan nyeri pada TMJ, pada proses menua akan terjadi penurunan hormone esterogen seiring dengan proses menopause sehingga produksi osteoblas tidak dapat mengimbangi produksi osteoklas hal ini menyebabkan resorpsi tulang alveolar yang pada akhirnya ketika alveolar terresorpsi besar besaran akan menyebabkan kegoyangan pada gigi yang berakhir pada gigi tersebut tanggal. 8. Alasan mengapa saat dipalpasi daerah depan telinga sakit berkurangnya synovial memberikan dampak gesekan yang keras antar sendi sehingga terjadi atrisi pada condyl atau tulang yang saling berhubungan keadaan ini yang menyebabkan keluhan nyeri pada TMJ.

STEP 4 (Mapping)

Mild GingivitisXerostomiaResesi gingivalPelebaran periodontal spaceResorpsi alveolarGigi goyangKehilangan lamina duraTMJ tidak dapt digerakkanPENYAKIT DEGENERASI RONGGA MULUTPenuaan UsiaHormonJaringan KerasDegenerasi

Jaringan Lunak

STEP 5 (Learning Objective)1. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan etiologi dan factor predisposisi dari penyakit degenerasi rongga mulut.2. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan macam macam penyakit degenerative.3. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan pathogenesis dari penyakit degenerasi rongga mulut.4. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan gambaran klinis dan radiografis dari penyakit degenerasi rongga mulut.5. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk penyakit degenerasi rongga mulut.

STEP 7 (Klarifikasi LO berdasarkan Referensi)1. Etiologi dan factor predisposisi penyakit degenerasia. Eti