makalah alk kelompok

of 26 /26
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu bagian penting bagian penting dari perekomian suatu negara ataupun daerah. Peran penting tersebut telah mendorong banyak negara termasuk Indonesia untuk terus berupaya mengembangkan UMKM. Walaupun kecil dalam skala jumlah pekerja,aset dan omzet, namun karena jumlahnya cukup besar, maka peranan UMKM cukup penting dalam menunjang perekonomian. Setidaknya ada 3 alasan yang mendasari negara berkembang memandang pentingnya keberadaan UMKM, yaitu: (1) Kinerja UMKM cenderung lebih baik dalam hal menghasilkan tenaga kerja yang produktif. (2) Sebagai bagian dari dinamikanya, UMKM sering mencapai peningkatan produktivitasnya melalui investasi dan perubahan teknologi. (3) Karena sering diyakini bahwa UMKM memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas dari pada usaha besar. Sebagaimana usaha UMKM yang ada mereka cenderung tidak memiliki laporan keuangan. Untuk itu maka perlunya kita mengetahui laporan keuangan milik salah satu usaha UMKM dan dapat menyusunnya. 1.2 Perumusan Masalah 1 Apakah UMKM ( Produksi tahu) itu? 1

Upload: daud-hasibuan

Post on 17-Feb-2017

255 views

Category:

Economy & Finance


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: Makalah alk kelompok

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu bagian penting bagian

penting dari perekomian suatu negara ataupun daerah. Peran penting tersebut telah mendorong

banyak negara termasuk Indonesia untuk terus berupaya mengembangkan UMKM.

Walaupun kecil dalam skala jumlah pekerja,aset dan omzet, namun karena jumlahnya

cukup besar, maka peranan UMKM cukup penting dalam menunjang perekonomian.

Setidaknya ada 3 alasan yang mendasari negara berkembang memandang pentingnya

keberadaan UMKM, yaitu:

(1) Kinerja UMKM cenderung lebih baik dalam hal menghasilkan tenaga kerja yang produktif.

(2) Sebagai bagian dari dinamikanya, UMKM sering mencapai peningkatan produktivitasnya

melalui investasi dan perubahan teknologi.

(3) Karena sering diyakini bahwa UMKM memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas dari pada

usaha besar.

Sebagaimana usaha UMKM yang ada mereka cenderung tidak memiliki laporan

keuangan. Untuk itu maka perlunya kita mengetahui laporan keuangan milik salah satu usaha

UMKM dan dapat menyusunnya.

1.2 Perumusan Masalah

1 Apakah UMKM ( Produksi tahu) itu?

2 Bagaimana laporan keuangan UMKM itu?

3 Seperti apakah analisa per komponennya?

4 Bagaiamana perhitungan analisa rasionya?

1.3 Tujuan Penulisan

1 Untuk mengetahui UMKM ( Produksi tahu)

2 Untuk mengetahui laporan keuangan UMKM

3 Untuk mengetahui analisa per komponennya

4 Untuk mengetahui perhitungan analisa rasionya

1

Page 2: Makalah alk kelompok

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 UMKM ( Produksi Tahu)

Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM ) ini adalah usaha memproduksi tahu, yang

telah 9 tahun berproduksi bermula dari tahun 2007 hingga sekarang tahun 2016. Yaitu milik

Bapak Edi yang beralamat Jl. Batu Kucing, Gang Putri Mekar Sari 2, Tanjungpinang.

Dalam memulai usahanya Bapak Edi memulai dengan dana sebesar Rp 21.000.000,-.

Yaitu milik pribadinya dan juga meminjam ke Bank. Bapak Edi memproduksi tahu berdasarkan

pesanan dari para pelanggan. Biasanya pelanggan melakukan permintaan orderan setiap harinya.

Dalam pengerjaannya, Bapak Edi hanya dibantu oleh istrinya yaitu ibu Jumini. Dalam

sehari bekerja memakan waktu selama 5 jam. Yaitu dari pukul 11.00 WIB sampai dengan pukul

16.00 WIB. Dan dalam waktu 1 bulan melakukan libur selama 2 hari. Tempat untuk pengelolaan

usahanya adalah rumah pribadi. Bahan baku dalam pembuatan tahu ini berupa kedelai yang

diperoleh dari pasar yang sudah menjadi langganan.

2

Page 3: Makalah alk kelompok

2.2 LAPORAN KEUANGAN

2.2.1 Laporan Laba Rugi

Usaha UMKM Bapak EdiLaporan Laba RugiPer 29 Pebruari 2016

              (dalam rupiah)  Penjualan Bruto Rp 11.856.000  Potongan Penjualan Rp 1.404.000 -  Penjualan Bersih Rp 10.452.000     Persediaan Awal Rp 160.000  

  Pembelian Rp 4.160.000 +  

  Rp 4.320.000  

Persediaan Akhir Rp 240.000 -  

  Harga Pokok Penjualan Rp 4.080.000 -Laba Kotor Rp 6.372.000     Biaya  Biaya Penjualan    Biaya Pemasaran  Biaya Operasional    Biaya Telepon Rp 50.000  

  Biaya Listrik Rp 323.700 +  

Total Biaya Rp (403.700) +

Laba Bersih Rp 5.968.300                   

3

Page 4: Makalah alk kelompok

2.2.2 Laporan Perubahan Modal

Usaha UMKM Bapak Edi  Laporan Perubahan Modal  

Per 29 Pebruari 2016            (dalam rupiah)                  

Modal Awal , 1 Februari 2016 11.680.000     Laba Bersih Rp 5.968.300  

  +

Modal Akhir, 29 Februari 2016 Rp 17.648.300               

2.2.3 Neraca

Usaha UMKM Bapak EdiNERACA

Per 29 Pebruari 2016             (dalam rupiah)    Aktiva            Aktiva Lancar    Kas Rp 160.000    Piutang Dagang Rp 228.000  

  Persediaan Rp 240.000 +  

  Total Aktiva Lancar Rp 628.000     Aktiva Tetap    Tanah Rp13.020.000    Bangunan Rp 3.000.000    Peralatan Rp 2.700.000    Mesin Rp 2.500.000  

  Ak. Penyusutan Rp (1.600.000) +  

  Total Aktiva Tetap Rp 19.620.000 +   Jumlah Aktiva Rp 20.248.000                 

4

Page 5: Makalah alk kelompok

Utang dan Modal          Utang Lancar    Utang Dagang Rp 300.000     Utang Jangka Panjang  

  Utang Bank Rp 2.300.000 +  

  Jumlah Utang Rp 2.600.000     Modal  

  Modal Bapak Rp 17.648.300 +  

  Jumlah Utang dan Modal Rp 20.248.300                

2.2.4 Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK)

Penjelasan atas pos – pos akun laporan keuangan

1.AKTIVA

1.1 AKTIVA LANCAR

1.1.1 Kas

Kas ialah seluruh uang yang di pegang oleh pemilik dalam menjalankan

usahanya.

1.1.2 Piutang

Piutang ialah seluruh uang yang masih belum dibayar oleh pelanggan.

1.1.3 Persediaan

Persediaan ialah bahan baku yang belum digunakan untuk proses

produksi seperti kedelai.

1.2 AKTIVA TETAP5

Page 6: Makalah alk kelompok

1.2.1 Tanah

Tanah yang digunakan untuk usaha ialah samping rumah dan dinilai

berdasarkan nilai tanah.

1.2.2 Bangunan

Sebuah bangunan sederhana yang di bangun pemilik untuk proses

produksi. Seperti pembelian seng , batako dan alat bangunan lainnya.

1.2.3 Peralatan

Peralatan yang digunakan ialan 2 buah wajan besar, 10 baskom, 4 drum,

5 baskom, 1 pisau.

1.2.4 Mesin

Yaitu mesin giling kedelai dan mesin air.

2.UTANG dan MODAL

2.1 Utang

2.1.1 Utang Lancar

Utang kepada pemasok bahan baku.

2.1.2 Utang Jangka Panjang

Utang kepada pihak Bank.

2.2 Modal

Modal pemilik.

2.3 ANALISA PER KOMPONEN6

Page 7: Makalah alk kelompok

2.3.1 Analisa per Komponen Laporan Laba Rugi

Usaha UMKM Bapak EdiAnalisa per Komponen Laporan Laba Rugi

Per 29 Pebruari 2016Nama Akun 29 Pebruari 2016 %

Penjualan Bruto Rp 11.856.000 100Potongan Penjualan Rp 1.404.000 11,84Penjualan Bersih Rp 10.452.000 88,16       Persediaan Awal Rp 160.000 1,35Pembelian Rp 4.160.000 35,09       Persediaan Akhir Rp 240.000 2,02Harga Pokok Penjualan Rp 4.080.000 34,41Laba Kotor Rp 6.372.000 53,74       Biaya      Biaya Penjualan    Biaya Pemasaran Rp 30.000 0,25Biaya Operasional    Biaya Telepon Rp 50.000 0,42Biaya Listrik Rp 323.700 2,73Total Biaya Rp (403.700) -3,41Laba Bersih Rp 5.968.300 50,34       

2.3.2 Analisa per Komponen Neraca

7

Page 8: Makalah alk kelompok

Usaha UMKM Bapak EdiAnalisa per Komponen Neraca

Per 29 Pebruari 2016Nama Akun 29 Pebruari 2016 %

Aktiva      Aktiva Lancar    Kas   Rp 160.000 0,79 Piutang Dagang Rp 228.000 1,13 Persediaan Rp 240.000 1,19 Total Aktiva Lancar Rp 628.000 3,10        Aktiva Tetap    Tanah   Rp 13.020.000 64,30 Bangunan Rp 5.700.000 28,15 Mesin   Rp 2.500.000 12,35 Ak. Penyusutan Rp (1.600.000) (7,90)Total Aktiva Tetap Rp 19.620.000 96,90 Jumlah Aktiva Rp 20.248.000 100,00        Utang dan Modal    Utang Lancar    Utang Dagang Rp 300.000 1,48        Utang Jangka Panjang    Utang Bank Rp 2.300.000 11,36 Jumlah Utang Rp 2.600.000 12,84        Modal      Modal Bapak Rp 17.648.300 87,16 Jumlah Utang dan Modal Rp 20.248.300 100,00

2.4 ANALISA RASIO

8

Page 9: Makalah alk kelompok

2.4.1 RASIO RENTABILITAS

Setiap penjualan satu rupiah akan memberikan gambaran berapa besar dari laba kotor

(Gross profit margin). Perbandingan kedua portofolio ini menunjukan ratio gross profit mangin

yang diperoleh perusahaan dengan rumus yang lazim di tulis:

Rumusnya :

Laba bruto Gross profit margin = -------------------- Penjualan bersih Rp 6.372.000,- Gross profit margin = -------------------- Rp 10.452.000,-

Gross profit margin = Rp 0,61

Artinya :

Ratio diatas menunjukkan angka sebesar 61%, hal itu berarti bahwa setiap nilai Rp. 1

penjualan menghasilkan laba sebesar Rp 0,61.

Selain gross profit margin ratio kita dapat juga menghitung operating income ratio atau

sering disebut dengan operating profit margin. Nilai tersebut diperoleh dari memperbandingkan

laba sebelum pajak dan bunga (laba usaha) dengan penjualan bersih. Nilai ini semakin besar

menunjukkan bahwa operasional perusahaan semakin buruk. Rumus menghitungnya adalah

sebagai berikut:

Rumusnya :

Harga pokok + biaya operasi + biaya penjualanoperating profit margin = ---------------------------------------------------------------

Penjualan neto

Rp 4.080.000,- + Rp 3.737.000,- + Rp 30.000,-operating profit margin = ---------------------------------------------------------------

Rp 10.452.000,-

Rp 4.080.000,- + Rp 373.700,- + Rp 30.000,-

9

Page 10: Makalah alk kelompok

operating profit margin = --------------------------------------------------------------- Rp 10.452.000,-

Rp 4.483.700,- operating profit margin = ---------------------------------------------------------------

Rp 10.452.000,-

operating profit margin = Rp 0,43

Artinya :

Rasio menunjukkan angka sebesar 43% berarti setiap penjualan bersih sebesar Rp 1,00

membutuhkan biaya operasional sebesar Rp 0,43. Jadi laba bersih dari penjualan tersebut hanya

sebesar Rp 0,57.

Rasio yang juga dipergunakan untuk mengukur keberhasilan kinerja usaha adalah Rate of

return on total assets atau seering disebut dengan Earning power of total investment yang

memberikan gambaran bahwa rasio kemampuan modal yang telah diinvestasikan dalam seluruh

aktiva akan menghasilakan besaran laba yang akan diterima oleh semua investor. Rumus

perhitungannya adalah sebagai beriktut:

Rumusnya :

Laba usaha ROA = ---------------------------- Jumlah aktiva

Rp 5.968.300,- ROA = ---------------------------- Rp 20.248.000,-

ROA = Rp 0,29

Artinya :

Rasio ini menunjukkan angka sebesar 29%, berarti setiap Rp 1,00 modal akan menghasilkan

laba sebesar Rp 0,29 untuk dibagi pada semua investor.

Apabila ingin menghitung seberapa besar kemampuan suatu modal yang diinvestasikan

dalam keseluruhan aktiva yang dioperasionalkan perusahaan untuk memperoleh laba

10

Page 11: Makalah alk kelompok

(keuntungan) neto yang sering disebut Net Rate of return on investment atau Net Earning power

ratio, caranya adalah sebagai berikut:

Rumusnya :

Laba bersih (EAT)ROI = ---------------------------------

Aktiva usaha

Rp 5.968.300,- ROI = ---------------------------- Rp 20.248.000,-

ROI = Rp 0,29

Artinya :

Rasio ini menunjukkan angka sebesar 29%, berarti setiap Rp 1,- aktiva akan menghasilkan

laba neto sebesar Rp 0,29 untuk dibagi pada semua investor.

Selanjutnya apabila akan menghitung besarnya kemampuan modal sendiri dalam

menghasilkan laba (keuntungan) bagi pemegang saham, sering disebut dengan Rate of return for

owners atau Rate of return on net wort

Rumusnya :

Laba bersih (EAT)ROE = ---------------------------------

Jumlah modal sendiri

Rp 5.968.300,-ROE = ---------------------------------

Rp 17.648.300,-

ROE = Rp 0,34

Artinya :

Rasio ini menunjukkan angka sebesar 34%, berarti setiap Rp 1,- modal sendiri akan

menghasilkan laba neto sebesar Rp 0,34 untuk dibagi pada semua investor (pemegang saham).

2.4.2 RATIO AKTIVITAS/ RATIO PEMANFAATAN AKTIVA

11

Page 12: Makalah alk kelompok

Rasio yang menggambarkan berapa besarnya kemampuan modal diinvestasikan dapat

menghasilkan pendapatan atau kemampuan dana berputar dalam keseluruhan aktiva pada periode

tertentu disebut total asset tern over dengan rumus sebagai berikut:

Rumusnnya :

Penjualan neto Perputaran Asset = ----------------------------------

Jumlah aktiva rata-rata

Rp 10.452.000,- Perputaran Asset = ----------------------------------

Rp 20.248.000,-

Perputaran Asset = Rp 0,52

Artinya :

Rasio ini menunjukkan angka sebesar 52% atau 0,52 : 1 atau 0,52 kali, yang berarti

bahwa dana yang tertanam di keseluruhan aktiva rata-rata dalam satu bulan berputar 0,52 kali atau

setiap Rp. 1,- aktiva menghasilkan revenue sebesar Rp. 0,52,- dalam satu bulan. Semakin besar

nilai ini semakin menunjukkan kondisi produktifitasnya baik./ tinggi.

Sementara receivable turn over adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perputaran

dana pada piutang dalam suatu periode tertentu. Untuk menghitung receivable turn over

digunakan rumus sebagai berikut:

Rumusnnya :

Penjualan kreditPerputaran piutang = ---------------------------

Piutang rata –rata

Rp 5.226.000,-Perputaran piutang = ---------------------------

Rp 228.000,-

Perputaran piutang = Rp 23,-

Artinya :

12

Page 13: Makalah alk kelompok

Rasio ini menunjukkan angka sebesar 23 kali, yang berarti bahwa dana yang tertanam

dalam satu bulan. piutang berputar sebanyak 23 kali. Semakin besar nilai ini semakin

menunjukkan kondisi produktifitasnya baik./ tinggi.

Rasio yang menggambarkan kemampuan perputaran dana dalam inventory (persediaan)

pada periode tertentu disebut inventory turn over, rumusnya adalah sebagai berikut:

Rumusnnya :

Harga Pokok PenjualanPerputaran Persediaan = -----------------------------------

Persediaan rata – rata

Rp 4.080.000,-Perputaran Persediaan = -----------------------------------

Rp 240.000,-

Perputaran Persediaan = Rp 17,-

Perputara ini juga akan menunjukkan likuiditas pada inventory bertendensi adanya

kondisi overstock. Sebagai contoh apabila rasio mununjukkan angka sebesar 17 kali, maka berarti

bahwa dana yang tertanam pada inventory rata-rata berputar sebanyak 17 kali dalam sebulan.

Semakin besar kemampuan perputarannya semakin menunjukkan produktifitas yang baik.

13

Page 14: Makalah alk kelompok

2.4.3 RASIO LIKUIDITASKondisi suatu perusahaan dikatakan baik apabila keuangan perusahaan tersebut likuid.

Ada beberapa macam rasio likuiditas untuk mengetahui kondisi likuiditas perusahaan pada

periode-periode tertentu yakni rasio lancar (curent ratio) dan rasio tunai (acid test ratio),

selengkapnya sebagai berikut:

1. Rasio Lancar adalah dimana rasio menunjjukkan seberapa besar utang lancar dijamin

dengan jumlah harta lancer.

2. Rasio tunai adalah rasio yang menunjukkan berapa besar utang lancar dijamin

dengan harta tunainya.

3. Collection periode ratio adalah merupakan rasio berapa besar rata-rata lamanya

piutang dibayar.

4. Days sales inventory ratio adalah rasio yang menunjukkan rata- rata lamanya

persediaan di gudang.

5. Working Capital ratio adalah merupakan kemampuan modal kerja bersih berputar

dalam satu periode.

Current ratio menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan tanggung

jawab berupa hutang lancar. Semakin cepat/ segera hutang lancar dibayar maka semakin baik

kondisi likuiditas perusahaan tersebut. Agar semakin pendek jangka waktu penyelesaian utang

lancarnya, diperlukan harta lancar yang cukup besar. Kondisi ini digambarkan sebagai berikut:

Rumusnnya :

Harta lancar CR = ----------------- = 2 : 1

Utang lancar

Rp 628.000,-CR = -----------------

Rp 300.000,-

CR = Rp 2,09

Artinya :

Rasio ini menunjukkan bahwa setiap Rp 1,- utang lancar , di tanggung Rp 2,09

harta lancar. Atau setiap Rp 2,09 harta lancar menjamin Rp 1,- utang lancar.

14

Page 15: Makalah alk kelompok

2.4.4 RASIO SOLVABILITAS

Selain analisa laporan keuangan menggunakan rasio rentabilitas, rasio aktifitas dan rasio

likuiditas, instrument analisis juga menggunakan rasio solvabilitas. Pemakaian analisa solvabilitas

untuk mengetahui posisi atau keadaan suatu perusahaan dari tinjauan kemapuan perusahaan dalam

menyelesaikan kewajiban yang telah jatuh tempo. Lebih khusus menganalisa antara harta dan

utang suatu perusahaan. Rasio – rasio solvabilitas yang perlu diperhatikan diantaranya adalah

total debt to equity ratio, total debt to total assets ratio, long term debt to equity ratio dan time

interest earned ratio.

Solvabilitas dari suatu perusahaan adalah kemampuannya melunasi utang kepada pihak

diluar perusahaan. Hal lain yang menunjukkan tidak solvable-nya suatu perusahaan bisa

disebabkan adanya kebakaran yang dapat mengakibatkan berkurangnya harta perusahaan secara

drastis.

Rasio solvabilitas menggambarkan kelebihan modal sendiri (pemegang saham) melebihi

kewajiban utangnya. Ukuran yang paling mudah untuk mengukur suatu perusahaan itu solvable

atau tidak, dapat dilihat dari apakah hartanya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan utang

pada pihak luar. Jadi semakin besar harta yang dimiliki suatu perusahaan dibandingkan hutang

pada pihak luar, maka semakin solvable. Biasanya untuk mengukur kemapuan solvabilitas

dipergunakan prosentase antara harta dan kewajiban utang pada pihak luar. Semakin tinggi rasio

solvabilitas, maka semakin tinggi dana pemegang saham atau kekayaan perusahaan. Dengan kata

lain apabila semakin besar bagian dana pemegang saham dalam perusahaan semakin mudah

perusahaan dapat melunasi utangnya pada pihak luar.

a. Total debt to Equity ratio

Adalah gambaran dari setiap modal sendiri yang dijadikan jaminan terhadap keseluruhan

utang pihak luar perusahaan. Rumus yang dipergunakan sebagai berikut:

Rumusnnya :

Utang Lancar + Utang jangka panjangDebt to Equity Ratio = ----------------------------------------------------- X 100%

Jumlah Modal Sendiri

Rp 300.000,- + Rp 2.300.000,-Debt to Equity Ratio = ----------------------------------------------------- X 100%

Rp 17.658.300,-

Rp 2.600.000,-

15

Page 16: Makalah alk kelompok

Debt to Equity Ratio = ----------------------------------------------------- X 100%Rp 17.658.300,-

Debt to Equity Ratio = 14,72%

Artinya :

Rasio ini menunjukkan angka sebesar 14,72% / 15% atau 0,15 : 1 berarti 0,15 dari

setiap Rp. 1,- modal sendiri menjadi jaminan dari keseluruhan utang. Semakin kecil

persentase rasio ini, maka semakin baik keadaan modal sendiri dibandingkan jumlah utang

seluruhnya.

b. Total Debt to total capital assets ratio

Adalah gambaran rasio yang menunjukkan dari setiap bagian aktiva yang dipergunakan

untuk menjamin utang pihak luar perusahaan. Dengan kata lain beberapa bagian dari

keseluruhan dana yang dibelanjai dengan utang pada pihak luar. Rumus yang dipergunakan

sebagai berikut:

Rumusnya :

Utang Lancar + Utang jangka panjangDebt to Asset Ratio = --------------------------------------------------- X 100%

Total Aktiva

Rp 300.000,- + Rp 2.300.000,-Debt to Asset Ratio = ----------------------------------------------------- X 100%

Rp 20.248.000,-

Rp 2.600.000,-Debt to Asset Ratio = ----------------------------------------------------- X 100%

Rp 20.248.000,-

Debt to Asset Ratio = 13%

Artinya :

Rasio ini menunjukkan angka sebesar 13% atau 0,13 : 1 berarti Rp. 0,13,- dari

setiap Rp. 1,- aktiva menjadi jaminan dari keseluruhan utang. Semakin kecil persentase

rasio ini, maka semakin kecil total aktiva yang dipakai untuk menjamin utang seluruhnya.

c. Long Term Debt to Equity ratio

16

Page 17: Makalah alk kelompok

Adalah gambaran rasio dari setiap modal sendiri yang dijadikan jaminan terhadap utang

jangka panjang yang berasal dari pihak luar perusahaan. Rumus yang dipergunakan sebagai

berikut:

Rumusnya :

Utang jangka panjang Long Debt to Equty Ratio= ---------------------------------- X 100%

Jumlah Modal Sendiri

Rp 2.300.000,- Long Debt to Equty Ratio= ---------------------------------- X 100%

Rp 17.648.300,- Long Debt to Equty Ratio= 13%

Artinya :

Rasio ini menunjukkan angka sebesar 13% atau 0,13 : 1 berarti Rp 0,13,- dari

setiap Rp. 1,- modal sendiri digunakan menjadi jaminan dari utang jangka panjang.

Semakin kecil persentase rasio ini, maka semakin besar modal sendiri yang dipakai untuk

menjamin utang jangka panjang. Dengan kata lain kondisi keuangan perusahaan semakin

buruk.

d. Time Interest Earned Ratio

Adalah gambaran rasio dari besarnya keuntungan yang dijadikan jaminan terhadap bunga

utang jangka panjang yang berasal dari pihak luar perusahaan. Rumus yang dipergunakan

sebagai berikut:

Laba Usaha (EBIT)Interest Earned Ratio = -------------------------------------- X 100%

Bunga Utang Jangka panjang

Rp 5.968.300,-Interest Earned Ratio = -------------------------------------- X 100%

Rp 230.000,-

Interest Earned Ratio = 26%

Artinya :

Rasio ini menunjukkan angka sebesar 26 kali berarti setiap Rp. 1,- bunga utang

jangka panjang di jamin dengan laba sebesar Rp. 26,- yang diperoleh perusahaan.

17

Page 18: Makalah alk kelompok

Semakin besar persentase rasio ini, maka semakin besar keuntungan yang dipakai untuk

dapat menjamin bunga utang jangka panjang. Dengan kata lain kondisi keuangan

perusahaan semakin baik.

18

Page 19: Makalah alk kelompok

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sangat berpengaruh dalam pertumbuhan

ekonomi di Indonesia. Usaha yang cukup dibilang kecil namun menghasilkan omzet yang besar

tiap tahunnya. Namun, untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) itu sendiri, pelaku

usaha sangat jarang yang membuat laporan keuangan dari usaha mereka. Bisa jadi mereka tidak

tau cara membuatnya, atau malas membuat. Padahal, dengan membuat laporan keuangan, maka

proses dari hasil produksi mereka akan teratur. Dan mereka dapat melihat hasil dari proses usaha

dari laporan keuangan tersebut.

Dengan adanya penyelesaian dari tugas ini, memberikan pemahaman / bimbingan

tentang penyusunan laporan keuangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dan juga

memberikan pelatihan kepada mahasiswa bagaimana menerapkan ilmu yang telah di pelajari pada

usaha yang nyata.

3.2 Saran1. Semoga makalah ini dapat digunakan sebagai acuan pembuatan laporan keuangan UMKM.

2. Semoga dapat digunakan untuk proses pembelajaran.

3. Proses pembimbingan untuk tetap dilanjutkan, guna pembimbingan penyusunan laporan

keuangan pelaku usaha UMKM.

4.Sebagai pelatihan kepada mahasiswa untuk turun ke lapangan dalam menerapkan ilmu

akuntansi.

5. Memberikan manfaat bagi mahasiswa dan pelaku usaha.

19