makalah biokimia
Embed Size (px)
DESCRIPTION
Tugas makalah biokimiaTRANSCRIPT

MAKALAH BIOKIMIA
JALUR ANABOLISME LIPID
D I S U S U N O L E H :
1. Ana anggraini 081210030352. Dwi Indrawati 081210030193. Jamila 081210030594. Rini Br Sembiring 08121003003
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SRIWIJAYA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Biosintesis asam lemak, kolestrol, trigliserida dan fosfolipid adalah sebagai
bagian dari biosintesis lipida adalah suatu proses metabolisme yang penting dalam
jasad hidup. Hal ini benar jika diingat jaringan hewan mempunyai kemampuan
terbatas dalam menyimpan energi dalam bentuk karbohidrat. Dalam hal ini, sebagian
dari polisakarida dirombak melalui proses glikolisis menjadi asetil Koenzim-A, yang
merupakan prazat untuk biosintesis asam lemak dan triasilgliserol. Senyawa lipida ini
mempunyai kandungan energi yang lebih tinggi daripada karbohidrat dam dapat
disimpan sebagai cadangan energi yang besar di dalam jaringan lemak. Di dalam
tumbuhan, senyawa lipida disimpan sebagai cadangan energi yang cukup besar dalam
biji dan buah.
Biosintesis asam lemak dari asetil koenzim-A terjadi di hampir semua bagian
tubuh hewan, terutama di dalam jaringan hati, jaringan lemak dan kelenjar susu.
Biosintesis ini berlangsung melalui mekanisme yang dalam beberapa hal berbeda
dengan oksidasi asam lemak.
1.2. Rumusan masalah
1. Apa yang dimaksud dengan asam lemak, fosfolipid, trigliserida dan kolestrol.
2. Bagaimana jalur anabolisme lipid?
1.3. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian lipid serta pembagiannya
2. Untuk mengetahui jalur anabolisme(pembentukkan) dari lipid.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian lipid
Lipid merupakan ester dari asam lemak dan gliserol yang tidak larut dalam air
tetpi larut dalam pelarut organik. Kebanyakan lipid ditemukkan dalam kombinasi
senyawa sederhana lainnya seperti ester, lilin dan kombinasi antara senyawa protein
dan kabohidrat. Lipid terbagi atas asam lemak, gliserol, fosfolipid dan kolestrol.
2.2 Anabolisme lipid
1. sintesis asam lemak
Sintesis asam lemak bukan berarti kebalikan dari jalur penguraian asam lemak,
artinya pembentukan asam lemak sebagian besar berlangsung melalui jalur metabolik
lain, walaupun ada sebagian kecil asam lemak yang dihasilkan melalui kebalikan dari
reaksi penguraian asam lemak dalam mitokondria. Sintesis asam lemak dari asetil
koenzim-A terjadi di hampir semua bagian tubuh hewan, terutama di dalam jaringan
hati, jaringan lemak dan kelenjar susu. Biosintesis ini berlangsung melalui
mekanisme yang dalam beberapa hal berbeda dengan oksidasi asam lemak. Beberapa
perbedaan tersebut yaitu pertaman, biosintesis asam lemak terjadi di sitoplasma,
sedangkan oksidasi asam lemak terjadi di mitokondrion. Biosintesis asam lemak
membutuhkan asam sitrat sebagai kofaktor, dan memerlukan CO2 sebagai faktor
pembantu dalam mekanisme pemanjangan rantai asam lemak meskipun CO2 tidak
ikut bergabung ke dalam asam lemak tersebut.
Asam palmitat merupakan salah satu senyawa asam lemak yang paling banyak
diketahui proses metabolismenya, sehingga pada pembahasan ini yang dibahas adalah
asam lemak ini. Secara keseluruhan biosintesis asam lemak terbagi menjadi tiga tahap
utama yaitu pembentukan malonil koenzim-A dari asetil koenzim-A. Kedua adalah
pemanjangan rantai asam lemak sampai terbentuknya asam palmitat secara kontinu

dengan tiap kali penambahan malonil koenzim-A dan pelepasan CO2. Tahap ketiga
adalah pemanjangan rantai asam palmitat secara bertahap bergantung pada keadaan
dan komposisi faktor penunjang reaksi di dalam sel. Tahap pertama dan kedua
disebut mekanisme de novo karena berlangsungnya reaksi ditentukan oleh faktor luar,
bukan secara keturunan.
Satu-satunya molekul asetil Ko-A yang bereaksi pada tahap pertama berperan
sebagai molekul primer atau molekul pemula. Kedua atom karbon pada molekul ini
menjadi atom karbon ujung (atom karbon no 15 dan 16 dari asam palmitat yang
terbentuk). Suatu molekul protein pembawa yang disebut protein pengangkut gugus
asil (acyl carier protein, ACP) yang berperan dalam proses mekanisme reaksi
penambahan malonil Ko-A ke rantai asam lemak hingga terbentuk asam palmitat.
ACP membentuk senyawa kompleks dengan keenam enzim yang berperan dalam
keseluruhan mekanisme asam lemak. Keenam enzim itu bergabung membentuk
enzim kompleks sintetase asam lemak dan merangkum satu molekul ACP yang
terletak di dalam kompleks.
Gambar 1 : Kompleks sintetase asam lemak.

Secara rinci, reaksi-reaksi yang terjadi pada biosintesis asam lemak akan
diuraikan di bawah ini.
1. Pembentukan Asetil-S-ACP sebagai pemula reaksi
Reaksi antara Asetil Ko-A dengan gugus SH (sulfhidril) dari molekul ACP
merupakan reaksi pemula dalam mekanisme biosintesis asam lemak. Reaksi ini
dikatalisis oleh salah satu dari enam enzim sintetase kompleks, ACP-asiltransferase
dengan persamaan reaksi.
Asetil-S-COA + ACP-SH ↔ Asetil-S-ACP + COA-SH
Reaksi selanjutnya adalah pemindahan gugus asetil dari ACP ke gugus SH
dari enzim beta-ketoasil-ACP-Sintase menghasilkan asetil S-beta-ketoasil-ACP-
Sintetase, disingkat asetil-S-Sintase.
Asetil-S-ACP + sintesa-SH ↔ ACP-SH + asetil-S-sintase
Dengan telah terikatnya gugus asetil pad enzim pertama dari enam enzim
kompleks sintase asam lemak tersebut, dapatlah dimulai mekanisme pemanjangan
rantai asam lemak dengan penambahan dua atom karbon pada malonil koenzim-A,
secara berturut-turut sampai terbentuknya asam palmitat.
1. Reaksi kondensasi pembentukan Asetoasetil-S-ACP
Reaksi kondensasi didahului dengan reaksi pembentukan malonil-S-ACP dari
malonil-S-CoA, yaitu pemindahan gugus malonil dari ACP ke CoA. Reaksi ini
dikatalis oleh enzim ACP-malonil-transferase.
Malonil-S-CoA + ACP-SH ↔ malonil-S-ACP + CoA-
(malonil koenzim A) (koenzim A)
Reaksi berikutnya adalah kondensasi antara asetil-S-sintase dengan malonil-S-
ACP menghasilkan asetoasetil-S-ACP. Reaksi ini dikatalisis oleh enzim beta-

ketoasil-ACP-sintase dan laju reaksinya didorong oleh terlepasnya CO2 dari malonil-
S-ACP yaitu eksergonik dekarboksilasi gugus malonil, yang memberikan dorongan
termodinamik ke arah reaksi pembentukan asetoasetil-S-ACP.
a. Tahap reaksi reduksi asetoasetil-S-ACP
Pada reaksi reduksi yang pertama, asetoasetil-S-ACP (D-βketoasetil-ACP)
direduksi dengan NADPH dan enzim beta-ketoasil-ACP-reduktase menghasilkan D-
β-hidroksibutiril-S-ACP yang selanjutnya mengalami dehidratasi dengan enzim
enoil-ACP-hidratase menghasilkan krotonil-ACP. Reaksi reduksi yang kedua adalah
hidrogenasi krotonil-ACP dengan enzim enoil-ACP-reduktase menghasilkan butiril-
ACP. Seperti juga reaksi reduksi yang pertama, reaksi ini menggunakan
NADPH/NADP+ sebagai koenzimnya.
Dengan terbentuknya butiril-ACP, selesailah satu dari tujuh daur yang dilakukan
oleh enzim kompleks sintetase untuk menghasilkan palmitoil-CoA. Untuk memulai
daur yang berikutnya, gugus butiril dipindahkan dari ACP ke enzim β-ketoasil-ACP-
sintase dan ACP mengambil satu gugus malonil dari molekul malonil-CoA yang
lainnya. Selanjutnya daur diulangi dengan reaksi kondensasi antara malonil-ACP
dengan butiril-S-β-ketoasil-ACP sintase menghasilkan β-ketoheksanoil-S-ACP dan
CO2. Demikianlah setelah tujuh kali mekanisme daur berlangsung terbentuklah
palmitoli-ACP sebagai hasil akhir. Selanjutnya, gugus palmitoil ini dapat mengalami
beberapa kemunginan yang tergantung pada kondisi sel dan jenis jasadnya.
Kemungkinan pertama, gugus palmitoil dilepaskan dari enzim sintetase kompleks
dengan bantuan enzim tioesterase, dan menghasilkan asam palmitat bebas.
Kemungkinan lain adalah gugus palmitoil dipindahkan dari ACP ke Ko-A, atau
gugus palmitoil digabungkan langsung ke dalam asam fosfatidat dalam proses
biosintesis fosfolipid dan triasilgliserol.
Proses pemanjangan rantai asam lemak terhenti sampai terbentuknya asam
palmitat (C:16) dan tidak diteruskan ke stearat (C:18). Penjelasannya adalah
mekanisme pemanjangan rantai yang khas ini disebabkan oleh kemampuan enzim β-

ketoasil-ACP-sintase untuk mengikat gugus asil hanya sampai dengan jumlah atom
karbon 16. Penyebab lain adalah palmitoil-CoA yang berperan sebagai zat
penghambat balikan enzim kompleks sintetase sehingga segera setelah terbentuknya
palmitoil-CoA, kerja enzim yang berperan dalam beberapa daur biosintesis asam
lemak tersebut terhenti.
Proses biosintesis asam palmitat di dalam sitoplasma dengan proses oksidasi
asam palmitat di dalam mitokondrion saling berhubungan karena adanya dua macam
sistem pengangkutan asam lemak melalui membran mitokondrion, yaitu sistem malat
dan sistem karnitin. Sistem sitrat-malat digunakan untuk mengangkut gugus asetil
dari mitokondrion ke sitoplasma. Dalam hal ini, asetil-CoA bereaksi dengan asam
oksaloasetat di dalam mitokondrion menghasilkan asam sitrat dan melepaskan CoA
bebas. Sitrat yang terbentuk diikat oleh suatu molekul pembawa yang khas yang
terdapat dalam membran mitokondrion, diangkut ke luar dari mitokondrion masuk ke
sitoplasma, kemudian bereaksi dengan CoA di sitoplasma menghasilkan asetil-CoA
dan oksaloasetat. Selanjutnya asetil-CoA mengalami proses biosintesis asam lemak
menghasilkan asam palmitat, sedangkan oksaloasetat diubah menjadi malat, diangkut
dari sitoplasma ke dalam mitokondrion dengan sistem pembawa yang khas, kemudian
di dalam mitokondrion diubah menjadi oksaloasetat dan bereaksi dengan asetil-CoA
yang terdapat di dalam mitokondrion menghasilkan sitrat lagi, begitu seterusnya.
Sistem karnitin dipakai untuk mengangkut gugus asetil dari dalam mitokondrion
ke sitoplasma dan gugus palmitoil (atau gugus asam lemak lainnya) dari sitoplasma
ke dalam mitokondrion. Asetil-CoA yang merupakan hasil oksidasi asam lemak di
dalam mitokondrion memindahkan gugus asetilnya ke molekul karnitin untuk
diangkut ke sitoplasma, bereaksi dengan CoA bebas dan membentuk asetil-CoA yang
merupakan senyawa mula untuk biosintesis palmitat (palmitoil-CoA) di sitoplasma.
Selanjutnya gugus palmitoil dipindahkan sari CoA ke molekul karnitin lainnya dan
diangkut ke dalam mitokondrion untuk kemudian bila diperlukan dioksidasi lagi
menghasilkan asetil-CoA dan energi.

Sintesis asam lemak dan degradasi asam lemak
2. Sintesis trigliserida
Triasilgliserol (trigliserida) yang merupakan lipida cadangan disintesis secara
aktif di dalam jaringan sel hewan dan tumbuhan tinggi terutama terjadi di dalam sel
lemak dan sel hati hewan mamalia. Sebagai senyawa pemula untuk biosintesis
trigliserida adalah L-gliserol-3-fosfat dan senyawa koenzim-A-asil asam lemak. L-
gliserol-3-fosfat pada umumnya terbentuk dari senyawa-antara proses glikolisis, yaitu
dihidroksiaseton fosfat yang oleh enzim gliserol-3-fosfat dehidrogenase diubah
menjadi L-gliserol-3-fosfat dengan bantuan sistem NAD+/ NADH sebagai
koenzimnya.
Tahap pertama dan kedua adalah proses asilasi gugus hidroksil dari L-gliserol-3-
fosfat menghasilkan asam lisofosfatidat kemudian asam fosfatidat. Reaksi ini
dikalalis oleh enzim gliserolfosfat asiltransferase. Dalam reaksi ini gugus asil asam

lemak dipindahkan dari koenzim-A asil asam lemaknya. Jalan lain ke pembentukan
asam fosfatidat adalah melalui reaksi-antara dihidroksiaseton fosfat dengan koenzim-
A asil asam lemak.
Pada tahap reaksi ketiga, asam fosfatidat dihidrolisis dengan enzim fosfatidat
fosfatase menghasilkan diasilgliserol. Kemudian pada tahap reaksi terakhir
diasilgliserol bereaksi dengan molekul ketiga dari koenzim-A asil asam lemak,
dikatalisis oleh enzim diasilgliserol asiltransferase untuk menghasilkan triasilgliserol.
3. Biosintesis fosfolipid
Sebelum membentuk trigliserida, 1,2 digliserida dapat bereaksi dengan
sitidindifosfat-kolin (CDP-kolin) menghasilkan fosfatidikolin. Selain itu 1,2
digliserida dapat bereaksi dengan sitidifosfat-etanolamina menghasilkan fosfatidil-
etanolamina.

CDP-kolin dan CDP-Etanolamina dapat dihasilkan oleh reaksi etanolamina atau
kolin mengikat gugus fosfat dari ATP dengan enzim kinase sebagai katalis dan
menghasilkan fosfoetanolamina atau fosforilkolin. Kemudian fosfoetanolamina atau
fosforkolin bereaksi sebagai sitidintrifosfat (CTP) menghaasilkan CDP-etanola-mina
atau CDP-Kolin dapat bereaksi dengan 1,2 digliserida membentuk fosfatidil
etanolamina atau fosfatidil kolin. Fosfatidiletanolamina dapat juga terbentuk dari
fosfatidilserin dengan reaksi dekarboksilasi. Sebaliknya fosfatidilserin dapat
terbentuk dari fosfatidil etanolamina dengan serin. Dalam reaksi ini terjadi pergantian
gugus etanolamina dengan gugus serin.
4. Biosintesis kolestrol
Prekursor untuk pembentukan kolesterol adalah asetil-KoA sitosol. Asetil-KoA
dihasilkan dari prekursor utamanya yaitu glukosa dan asam lemak terutama di

mitokondria. Asetil-KoA juga dibentuk dari katabolisme asam amino. Asetil-KoA
yang dihasilkan di mitokondria dibawa ke sitosol oleh sitrat, seperti pada
pembentukan asam lemak.
Jalur untuk pembentukan kolesterol berlangsung dalam tiga fase. Pada fase
pertama, unit-unit Asetil-KoA berkondensasi membentuk mevalonat. Pada fase
kedua, mevalonat diubah menjadi unit-unit isopren 5-karbon yang mengalami
fosforilasi dan berkondensasi membentuk senyawa 30-karbon yaitu skualen. Pada
fase ketiga, skualen mengalami siklisasi membentuk lanosterol yang memiliki cincin-
cincin inti steroid. Lanosterol mengalami modifikasi melalui serangkaian reaksi untuk
membentuk kolesterol.
1. Pembentukan asam mevalonat dari asetat
Asam mevalonat terbentuk dari tiga molekul astetil-CoA yang berkondensasi
melalui pembentukan β-hidroksi-β-glutaril-CoA (HMG-CoA) sebagai senyawa-
antaranya. Reaksi dikatalisis oleh enzim HMG-CoA sintase dan HMG- CoA
reduktase, dan dalam masing-masing tahap dilepaskan satu molekul koenzim-A
(CoASH) bebas. Dua molekul NADPH dipakai sebagai koenzim pada tahap reaksi
kedua yang dikatalisis oelh HMG-CoA reduktase.

Gambar 3. Tahap reaksi pembentukan asam mevalonat dari asetat (asetil-SCoA) dan
asetoasetat (asetoasetil-SCoA).
2. Pembentukan skualin dari asam mevalonat
Tahap reaksi dimulai dengan fosforilasi asam mevalonat dengan ATP,
berturut-turut menghasilkan asam 5-fosfomevalonat (dikatalisis oleh enzim
mevalonat kinase), asam 5-pirofosfomevalonat (dikatalisis oleh enzim
fosfomevalonat kinase), asam 3-isopentenil pirofosfat (IPP) yang tidak mantap yang
dikatalisis oleh enzim pirofosfomevalonat dekarboksilase, dan asam 3,3-dimetilalil
pirofosfat (DPP) yang dikatalisis oleh enzim isopentenil pirofosfat isomerase.

Gambar 4. Tahap reaksi fosforilasi asam mevalonat.
Pada tahap reaksi berikutnya satu molekul IPP berkondensasi dengan satu
DPP menghasilkan satu molekul monoterpen, geranil pirofosfat (GPP). Reaksi ini
melepaskan satu molekul pirofosfat (PPi) dabn dikatalisis oleh enzim dimetilalil
transferase. Satu molekul IPP lagi kemudian bereaksi dengan GPP, dikatalisis oleh
enzim yang sama menghasilkan satu molekul seskuiterpena, farnesil pirofosfat (FPP).
Dua molekul FPP berkondensasi melepaskan satu molekul PPi dan dikatalisis
oleh enzim preskualin sintase, menghasilkan preskualin pirofosfat yang selanjutnya
oleh enzim skualin sintase dan NADPH direduksi menjadi skualin dan melepaskan
satu molekul PPi.
3. Pembentukan kolesterol dari skualin

Pada tahap reaksi terakhir dari biosintesis kolesterol, skualin bereaksi dengan
molekul oksigen dengan katalisator skualin monooksigenase dan menghasilkan
skualin-2,3-epoksida. Selanjutnya skualin-2,3-epoksida mengalami proses siklisasi
(dikatalisis oleh enzim skualin epoksida lanosterol-siklase) menghasilkan lanosterol
yang merupakan senyawa sterol pertama yang terbentuk dalam proses biosintesis
sterol yang berikutnya dan steroida.
Perubahan lanosterol menjadi kolesterol berlangsung dengan pelepasan tiga
gugus metil (dua dari atom karbon nomor 4 dan satu dari atom karbon nomor 14),
reduksi ikatan rangkap dari rantai ikatan samping kolesterol, dan perpindahan ikatan
rangkap dari posisi 8, 9 ke posisi 5, 6 dalam cincin B. Perubahan lanosterol menjadi
kolesterol dapat berlangsung melalui salah satu dari dua jalur reaksi yaitu melalui
pembentukan desmosterol atau melalui 7-dehidroksikolesterol.

BAB III
PEMBAHASAN
Pada sintesis asam lemak terdapat tiga tahapan reaksi yaitu Reaksi 1
karboksilasi dalam sintesis malonyl-CoA dari acetyl-CoA, HCO3- dan ATP
Dikatalisis oleh acetyl- CoA carboxylase dan memerlukan ATP Sintesis malonil KoA
dibantu malonil KoA karboksilase yang memiliki gugus prostetik biotin Biotin terikat
pada suatu protein pengangkut karboksilbiotin dibantu biotin karboksilase. Reaksi
kedua adalah pemindahan gugus karboksilat pada asetil KoA dibantu
transkarboksilase. Zat-zat antara dalam sintesis asam lemak diikat oleh acyl carrier
protein (ACP). Ikatan terjadi pada ujung molekul yang mengandung gugus –SH
(fosfopantoteinat). Gugus ini juga ada pada molekul KoA . Asam lemak sintetase
terdiri atas asetil KoA, malonil KoA dan NADPH. Tahap ketiga adalah pemanjangan
rangkaian atom C dengan pembentukan asetil ACP dan malonil ACP dengan enzim
asetiltransasilase dan maloniltransasilase. Maloniltransasilase sangat khas .
Asetiltransasilase dapat memindah gugus asil selain asetil tetapi lambat . Asam lemak
dengan jumlah atom C ganjil disintesis dari propionil ACP. Asetil ACP dan malonil
ACP bereaksi asetoasetil ACP dengan enzim asil-malonil ACP kondensase.
Pada sintesis trigliserida terjadi beberapa tahapan reaksi yaitu Tahap pertama
adalah pembentukan gliserolfosfat dari gliserol (reaksi 1) maupun dari dihidroksi
aseton fosfat (DHAP)(reaksi 2). Reaksi 1 berlangsung di hati dan ginjal. Reaksi 2
berlangsung di dalam mukosa usus dan jaringan adipose. Gliserolfosfat bereaksi
dengan 2 molekul asil KoA membentuk asam fosfatidat (reaksi 3). Reaksi hidrolisis
asam fosfatidat dengan fosfatase menghasilkan 1,2-digliserida. Asilasi terhadap 1,2-
digliserida merupakan reaksi pada tahap akhir karena molekul asli KoA akan terikat
pada atom C no.3 sehingga terbentuk trigliserida.
Pada sintesis fosfolipid terjadi beberapa tahap reaksi yaitu 1,2-digliserida
bereaksi dengan sitidindifosfat-kolin (CDP-kolin) menghasilkan fosfatidilkolin
(reaksi 10) atau 1,2-digliserida dapat juga bereaksi dengan sitidindifosfat-etanolamina

menghasilkan fosfatidiletanolamina (reaksi 6). Etanolamina atau kolin mengikat
gugus fosfat dari ATP dengan enzim kinase menghasilkan fosfoetalonamina atau
fosforikolin. Fosfoetanolamina atau fosforikolin bereaksi sebagai sitidintrifosfat
(CTP) menghasilkan CDP-etanolamina atau CDP-kolin. Hasil diatas dapat bereaksi
dengan 1,2-digliserida membentuk fosfatidil etanolamina atau fosfatidil kolin.
Fosfatidil etalonamina dapat juga terbentuk dari fosfatidil serin dengan reaksi
karboksilasi (reaksi 7). Fosfatidil serin dapat terbentuk dari fosfatidil etanolamina
dengan serin. Pada reaksi ini terjadi penggantian gugus serin (reaksi 8).
Sintesis kolestrol terdiri dari beberapa tahap reaksi yaitu Kolesterol disintesis
dari asetil KoA. Asetil KoA diubah menjadi isopentenil pirofosfat dan dimetalil
pirofosfat dibantu enzim. Isopentenil pirofosfat dan dimetalil pirofosfat bereaksi
membentuk kolesterol. Pembentukan ini membentuk senyawa antara yaitu geranil
pirofosfat, skualen dan lenosterol. Kecepatan pembentukan kolesterol dipengaruhi
konsentrasi kolesterol dalam tubuh. Jika dalam tubuh kolesterol cukup maka
kolesterol akan menghambat sendiri reaksi pembentukannya (hambatan umpan balik)
dan sebaliknya .

BAB IV
KESIMPULAN
Hal-hal yang dapat kita simpulkan yaitu :
1. Dalam jalur biosintesis lipid terbagi menjadi asam lemak, trigliserida,
fosfolipid dan kolestrol.
2. Sintesis asam lemak berasal dari asetil KoA
3. Asilasi terhadap 1,2-digliserida merupakan reaksi pada tahap akhir karena
molekul asli KoA akan terikat pada atom C no.3 sehingga terbentuk
trigliserida.
4. Pada reaksi biosintesis fosfolipid ini terjadi penggantian gugus serin
5. Kecepatan pembentukan kolesterol dipengaruhi konsentrasi kolesterol dalam
tubuh

DAFTAR PUSTAKA
Poedjiadi, Anna.1994. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta: Universitas Indonesia
Widowati, Esti.2011. Anabolisme Lipid. (Online) (https://id.scribd.com/doc/219572313/Anabolisme-Lipid) Diakses pada tanggal, 25- Oktober- 2014
Wirahadikusumah, Muhamad. 1985. Biokimia Metabolisme Energi, Karbohidrat, dan Lipid. Bandung : Penerbit ITB.

Literatur
Sintesis asam lemak bukan kebalikan dari jalur katabolisme asam lemak Sintesis asam lemak berlangsung lewat jalur lain. Ada sebagian kecil asam lemak terbentuk melalui kebalikan reaksi katabolisme asam lemak yakni Sintesis asam lemak berasal dari asetil KoA , Reaksi sintesis di sitoplasma. Reaksi katabolisme di mitokondria dan Sintesis asam lemak
Asam lemak dapat dibentuk dari senyawa-senyawa yang mengandung karbon seperti asam asetat, asetaldehid, dan etanol yang merupakan hasil respirasi tanaman. Sintesis asam lemak dilakukan dalam kondisi anaerob
Ciri Penting dalam Sintesis Asam Lemak Sintesis asam lemak terjaid di sitoplasma, oksidasi di mitokondria Senyawa antara pada sintesis lemak terikat pada ACP sedangkan pada
oksidasi asam lemak terikat pada KoA

- Katalis pada sintesis asam lemak merupakan kompleks multienzim. Pada reaksi oksidasi tidak terdapat multienzim
- NADPH sebagai reduktor di reaksi sintesis asam lemak Elongasi rantai C pada sintesis adalah penambahan 2 atom C berturut-turut dari asetil KoA. Donor unit 2 atom C adalah malonil KoA - Sintesis Asam lemak à baik pada eukariotik dan prokariotik sama pada
umumnya - Biosintesis terdiri dari 3 langkah terpisah :
1. Biosintesis asam lemak dari asetil CoA 2. Pemanjangan/elongasi rantai asam lemak
3 Desaturasi Lokasi dari masing-masing langkah :
Biosintesis FA à di sitosol Elongasi à di mitokondria dan ER Desaturasià di ER
- Biosintesis asam lemak à membutuhkan malonil Co A sebagai substrat - Diperlukan ATP untuk sintesis - Reaksi biosintesis asam palmitat:
Dari 8 acetyl- CoAs diperlukan à 7 ATPs +14 NADPHs - Enzim sintesis merupakan enzim komplek : fatty acid synthase yang terdiri
dari 2 rantai polipeptida - Reaksi pertama : karboksilasi dalam sintesis malonyl-CoA dari acetyl-CoA,
HCO3- dan ATP
- Dikatalisis oleh acetyl- CoA carboxylase dan memerlukan ATP- Sintesis malonil KoA dibantu malonil KoA karboksilase yang memiliki gugus
prostetik biotin - Reaksinya adalah
biotin-enzim+ATP+ HCO3- CO2-biotin-enzim+ADP+Pi atau
CO2-biotin-enzim+asetil KoA malonil KoA+biotin-enzim - Biotin terikat pada suatu protein pengangkut karboksilbiotin dibantu biotin
karboksilase - Reaksi kedua adalah pemindahan gugus karboksilat pada asetil KoA dibantu
transkarboksilase - Malonyl-CoA dan acetyl-CoA à substrat untuk enzim fatty acid synthase
complex

- Zat-zat antara dalam sintesis asam lemak diikat oleh acyl carrier protein (ACP). Ikatan terjadi pada ujung molekul yang mengandung gugus –SH (fosfopantoteinat). Gugus ini juga ada pada molekul KoA
- Asam lemak sintetase terdiri atas asetil KoA, malonil KoA dan NADPH- Tahap ketiga adalah pemanjangan rangkaian atom C dengan pembentukan
asetil ACP dan malonil ACP dengan enzim asetiltransasilase dan maloniltransasilase
- Maloniltransasilase sangat khas - Asetiltransasilase dapat memindah gugus asil selain asetil tetapi lambat - Asam lemak dengan jumlah atom C ganjil disintesis dari propionil ACP.
Asetil ACP dan malonil ACP bereaksi membentuk asetoasetil ACP dengan enzim asil-malonil ACP kondensase
- 1. Acetyl- CoA + ACP <=> Acetyl-ACP + CoASH (catalyzed by Acetyl- CoA -ACP Transacylase )
2. Malonyl-CoA + ACP <=> Malonyl -ACP + CoASH (catalyzed by Malonyl - CoA -ACP Transacylase
