materi pelatihan peningkatan _i.pdfmodul i materi pelatihan peningkatan pengetahuan dan...

Click here to load reader

Post on 08-Mar-2018

280 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • MODUL I

    MATERI PELATIHAN PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN

    MEMILIH OBAT BAGI TENAGA KESEHATAN

    DIREKTORAT BINA PENGGUNAAN OBAT RASIONAL DIREKTORAT JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN

    DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

    TAHUN 2008

    55

  • SAMBUTANDIREKTUR JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN

    Kementerian Kesehatan Rl menetapkan visi yaitu "masyarakat yang mandiriuntuk hidup Sehat" dengan misi "membuat rakyat sehat" yang berupaya untukmemfasilitasi percepatan & pencapaian derajat kesehatan yang setinggitingginya bagiseluruh masyarakat Indonesia. Visi pembangunan kesehatan yaitu Indonesia Sehat2010 menggambarkan bahwa pada tahun 2010 bangsa Indonesia hidup dalamlingkungan yang sehat, berperilaku sehat serta mampu menjangkau pelayanankesehatan yang bermutu secara adil dan merata sehingga memiliki derajat kesehatanyang tinggi.

    Berkaitan 'defrgan hal tersebut diatas, Ditjen Bina Kefarmasian dan AlatKesehatan melalui Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional menyusun kurikulum danmodul pelatihan tentang peningkatan pengetahuan dan keterampilan memilih obat.Tujuan modul ini sebagai acuan yang akan dilatihkan kepada Tenaga Kesehatan, KaderKesehatan dan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan memilihobat, yang merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat.

    Obat merupakan produk yang diperlukan untuk pemeliharaan dan meningkatkankesehatan, namun jika penggunaannya salah, tidak tepat, tidak sesuai dengan takarandan indikasinya akan membahayakan.

    Mengobati diri sendiri merupakan upaya yang paling banyak dilakukan olehmasyarakat, untuk mengatasi keluhan, gejala penyakit sebelum memutuskan mencaripertolongan kepada tenaga kesehatan atau sarana pelayanan kesehatan. Oleh karenaitu masyarakat membutuhkan informasi yang jelas, benar dan dapat dipercaya agarpenentuan kebutuhan jenis dan jumlah obat dapat diambil berdasarkan alasan yangrasional.

    Modul ini disusun untuk membekali masyarakat sebagai pengguna obat bebas,mendapatkan informasi yang benar sehingga dapat meningkatkan ketrampilan memilihdan menentukan obat untuk mengobati dirinya sendiri dan mengelola obat di rumahtangganya.

    Akhirnya kepada semua pihak yang terlibat di dalam pelaksanaan pelatihanPeningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Memilih Obat, modul ini diharapkan dapatmenjadi acuan dan sumber informasi bagi tenaga kesehatan, kader kesehatan dalammemberikan pelatihan/penyuluhan tentang penggunaan obat yang benar untuk dirinyasendiri (self medication) dengan optimal sesuai tugasnya.

    Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan

  • KATA PENGANTAR

    Puji syukur kita panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, atas izin dankaruniaNya akhirnya Modul Pelatihan Peningkatan pengetahuan danKeterampilan Me5nilih Obat bagi kader kesehatan serta masyarakat dapatdiselesaikan dengan baik setelah melalui tahapan dan proses yang cukuppanjang.

    Modul pelatihan ini disusun menggunakan Metode Cara Belajar lbu Aktif (CBIA)sebagai Pedoman Pelatihan bagi kader kesehatan dan masyarakat, yangtersusun berkat kerja sama dan dukungan dari WHO, Tim Konsultan, dan parapelaksana serta seluruh staf Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional. padakesempatan ini kami sampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semuapihak yang membantu penyusunan modul ini.

    Kami menyadari bahwa modul pelatihan ini masih jauh dari sempurna. Olehkarena itu saran dan kritik membangun sangat kami harapkan gunapenyempurnaan kedepan.

    Akhirnya kami berharap modul ini dapat bermanfaat bagi para pelatih yangberkepentingan dan terkait dengan pengobatan sendiri melalui metode CBIA

    Direktur Bina Penggunaan Obat Rasional

  • BAB I PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM

    PENGOBATAN SENDIRI A. PENDAHULUAN

    1. LATAR BELAKANG

    Pengobatan sendiri (self medication) merupakan upaya yang paling banyak dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan atau gejala penyakit, sebelum mereka memutuskan mencari pertolongan ke pusat pelayanan kesehatan/ petugas kesehatan. Lebih dari 60 % masyarakat mempraktekkan self-medication ini, dan lebih dari 80 % di antara mereka mengandalkan obat modern (Flora, 1991).

    Apabila dilakukan dengan benar, maka self-medication merupakan sumbangan yang sangat besar bagi pemerintah, terutama dalam pemeliharaan kesehatan secara nasional.

    Untuk melakukan self-medication secara benar, masyarakat mutlak memerlukan informasi yang jelas dan dapat dipercaya, dengan demikian penentuan jenis dan jumlah obat yang diperlukan harus berdasarkan kerasionalan.

    Pelaku self-medication dalam mendiagnosis penyakitnya, harus mampu (Suryawati, 1992) :

    1. Mengetahui jenis obat yang diperlukan. 2. Mengetahui kegunaan dari tiap obat, sehingga dapat mengevaluasi

    sendiri perkembangan rasa sakitnya. 3. Menggunakan obat secara benar (cara, aturan, lama pemakaian) dan

    mengetahui batas kapan mereka harus menghentikan self medication yang kemudian segera minta pertolongan petugas kesehatan.

    4. Mengetahui efek samping obat yang digunakan sehingga dapat memperkirakan apakah suatu keluhan yang timbul kemudian, merupakan suatu penyakit baru atau efek samping obat.

    5. Mengetahui siapa yang tidak boleh menggunakan obat tersebut, terkait dengan kondisi seseorang.

    0

  • Pengetahuan di atas jarang sekali dikuasai oleh masyarakat, oleh karena itu perlu dilakukan pemberdayaan masyarakat di dalam peningkatan pengetahuan tentang penggunaan obat untuk diri sendiriri

    Metode Cara Belajar Ibu Aktif (CBIA) merupakan salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dapat digunakan untuk swamedikasi.

    Metode ini merupakan metode pembelajaran untuk para ibu rumah tangga agar lebih aktif dalam mencari informasi mengenai obat yang digunakan oleh keluarga. Informasi tersebut berguna bagi para ibu antara lain agar mampu mempertimbangkan promosi iklan obat di pasaran dan mengelola obat di rumah tangga secara benar mengingat hasil beberapa survey menyatakan bahwa ibu rumah tangga adalah key person dalam penggunaan obat. Selain itu juga agar tujuan self-medication dapat tercapai secara optimal.

    Sebagai salah satu upaya pendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan metode intervensi tersebut di atas, maka perlu disosialisasikan kepada ibu rumah tangga dan kader masyarakat, melalui suatu pelatihan. Untuk ini perlu disusun suatu materi pelatihan Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Memilih Obat, dengan menggunakan metode ini.

    2. PENYELENGGARAAN METODE CBIA

    Penyelenggaraan metode CBIA ini berawal dari pengobatan untuk sendiri (self medication) yang banyak dilakukan oleh masyarakat untuk mengatasi keluhan atau gejala penyakit sebelum mereka memutuskan mencari pertolongan ke sarana pelayanan kesehatan maupun petugas kesehatan. Selain itu juga, masyarakat membutuhkan informasi yang benar, jelas dan dapat dipercaya, agar penentuan kebutuhan, jenis, dan jumlah obat berdasarkan kerasionalan. Pengetahuan tersebut di atas, dan pengetahuan tentang gejala serta cara mendiagnosis penyakit jarang sekali dikuasai oleh masyarakat. Masyarakat sering mendapatkan informasi obat melalui iklan obat, baik dari media cetak maupun media elektronik dan ini merupakan jenis informasi yang paling berkesan sangat mudah ditangkap serta sifatnya komersial.

    1

  • Ketidaksempurnaan suatu iklan obat yang mudah diterima oleh masyarakat salah satunya adalah tidak adanya informasi mengenai kandungan bahan aktif. Dengan demikian apabila hanya mengandalkan jenis informasi ini masyarakat akan kehilangan informasi yang sangat penting yaitu jenis obat yang dibutuhkan untuk mengatasi gejala sakitnya.

    Akibat langsung yang dapat dirasakan adalah meningkatnya pola konsumsi obat di rumah tangga dengan seringnya didapatkan pemakaian beberapa nama dagang obat yang ternyata isinya persis sama. Dipandang dari segi ekonomi hal ini merupakan suatu pemborosan, selain itu dampak lain yang juga dapat diukur dengan uang adalah resiko terhadap kesehatan. Hal ini dapat terjadi, karena mungkin penggunaan obat secara salah dalam waktu yang lama, dan adanya resiko kontraindikasi sehingga tujuan baik dari self medication dapat berubah menjadi bencana. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya untuk membekali masyarakat agar mempunyai keterampilan mencari informasi secara tepat dan benar, dengan memanfaatkan sumber-sumber informasi yang telah tersedia di masyarakat.

    Sumber informasi yang dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin adalah sumber informasi pada kemasan obat dan brosur obat atau package insert, dimana jenis informasi ini relatif dapat dipercaya.

    Dengan modul ini diharapkan dapat menjadi petunjuk pelaksanaan dan keterampilan meningkatkan pengetahuan dan ketertampilan memilih obat dengan metode CBIA.

    Modul ini telah diujicoba dan hasilnya memuaskan serta dapat merubah perilaku masyarakat dalam pengobatan sendiri.

    B. SASARAN

    Pelatihan dimaksudkan untuk meningkatkan Penggunaan Obat Rasional.

    Kegiatan ini dapat diadakan sebagai pengisi acara baik pada pertemuan rutin maupun pertemuan khusus, dan sebagai penyelenggara dapat suatu organisasi, kader kesehatan, masyarakat umum baik secara individu maupun keluarga.

    2

  • Forum yang paling ideal terdiri dari ibu, bapak, remaja yang tinggal dalam lingkungan yang berdekatan misalnya dalam satu RT, hal ini dimaksudkan agar dampak post intervensinya relatif menjadi lebih lama.

    C. TUJUAN PELATIHAN

    1. TUJUAN UMUM Meningkatkan wawasan pengetahuan dan keterampilan peserta sehingga mampu menjelaskan penggunaan obat secara rasional dan pengelolaan serta penggunaan obat untuk sendiri, dan di rumah tangga.

    2. TUJUAN KHUSUS

    Peserta mampu menjelaskan : 1. Penggolongan obat 2. Informasi pada kemasan dan etiket obat 3. Cara pemilih