metodologi pengajaran umat slamet

Download Metodologi pengajaran umat slamet

Post on 12-Aug-2015

26 views

Category:

Education

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  1. 1. Oleh : Umat Slamet
  2. 2. Pengertian Methodologi adalah Ilmu mengenai metode. Perlu kita ingat pada setiap metode pengajaran bahasa pada dasarnya mengininkan hasil yang sama para pelajar dapat berbicara, memahami, menerjemahkan dan mengenali tata bahasa asing yang dipelajari.
  3. 3. Pandangan Stuktural bahasa adalah suatu sistem unsur-unsur yang berhubungan secara sruktural bagi penyandian makna Pandangan Fungsional bahasa merupakan wahan bagi ekspresi makna fungsional Pandangangan interaksional bahasa merupakan wahana bagi realisasi hubungan antara pribadi dan bagi permormasi transaksisosial dan antara para individu
  4. 4. Periode I : tahun 1880 sampai perang dinia I Periode II : perang duna I sampai 1940 Periode III : Perang dunia II dan dekade Pasca perang sampai 1970 Periode IV : 1970-an dan awal 1980-an
  5. 5. Methode ini memberikan penekanan pada tata bahasa, teknik praktek latihan utamanya adalah penerjemahan dari dan kedalam bahasa tarjet/ sasaran Metode ini merupakan hasil karya pemikiran sarjan jerman (johann seidenstucker,, karl plotz, H.S.olendoff. dan johann meidinger)yang bertujuan to knoweverything about samething rather than the thing it self untuk mengetahui segalh sesutu mengenai sesutu itu dibanding ihwal itu sendiri.
  6. 6. 1. Tata bahasa dipelajari secara deduktif 2. Kaidah tata bahasa dan kosakata dipelajari dengan seksama 3. Segalh pengecualian harus dihafalkn 4. Petunjuk penerjemahn diberikn secara terperinci 5. Memusatkan latihn pada membaca dan terjemah 6. Unit dasar pembelajaran adalah kalimat 7. Sangat mengutamakn kecermatn dan ketepatan 8. Seleksi kosakat berdasar teks bacaan
  7. 7. Dalam Metode terjemah tata bahasa ini, bahasa disajikan dalam pelajaran ketatabahasaan singkat yang masing-masing memuat beberapa beberapa kaidah tata bahasa, yang disusun serta diilutrasikan dengan contoh-contoh
  8. 8. 1. Kelas-kelas besar dapat diajar 2. Guru yang tidak fasihpun bisa dipakai 3. Cocok bagi semua tinggat linguistik para siswa(pemula,lanjutan, atas)para siswa dapt memeroleh aspek-aspek bahasa yang signifikan dengan bantuan buku tanpa pertolongan guru
  9. 9. Secaralinguistik dibutuhkan guru yng terlatih Kebanyakan pokok bahasan tidak mengenai orng tertentu, dan terpisah serta terpencil dari yang lain
  10. 10. Metode langsung ini memberikan penekananan siswanya pada aspek lisan. Sejarah Singakat Secara historis, pembeharuan pengajaran bahasa yang terjadi tahun 1850 sampai tahun 1900 kususnya di eropa, yaitu pembaharuan yang di usulkan itu mempunyai beberapa nama : metode pembaharuan (reform method) metode alamia (natural method), Metode psikologi (psyckological method), metode fonatik (phonetic method), dan lain-lainnya,akan tetapi istilah lebih tepat untuk memerikan ciri yang beraneka ragam bagi pendekatan baru. Dan pembelajaran bahasa ini adalah metode langsung/direct method
  11. 11. 1. Pengajaran kelas secara eksklutif dilaksanakn dalam bahas sasaran 2. Hanya kosakata dan kalimat sehari-hari yang di ajarkan 3. Ketrampilan berkomunikasai lisan dibangun secara bertahap dan teratur dengan pertukaran tanya jawab antara guru dan siswa dalam kelas kecil dan intensif 4. Tata bahasa di ajarkan secara induktif 5. Butir-butir pengajaran baru diperkenalkan secara lisan 6. Kosakata konkret diajarkan melaluidemontrasi,objek-objek, gambar-gambar, kosakata abstrak diajarkan dengan asosiasi ide-ide 7. Baiak pemahaman berbicara maupun menyimak diajarkan 8. Ucapan dan tatabahasayang tepat sanagat diperhatikan
  12. 12. Prosedur ML ini melibatkan penyajian kelas terhadap teks yang dilakukan oleh guru. Teks ini biasanya merupakan suatu narasi Bahasa asing yang dirancang kusus didalam buku teks. Ekpresi yang sulit dijelaskan dalam bahasa sasaran dengan bantuan parafrase, sinonim, demontarasi dan konteks. Untuk menjelaskan serta menguraikan lebih lanjut makna teks itu, guru mengajuhkan pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan dengan itu. Sementara itu para siswa membaca teks dengan suara nyaringsebagai latihan praktik.
  13. 13. Mempersiapkan pengetahuan bahasa yang bermanfaat bagi ujaran dalam konteks Cocok dan sesuai bagi tingkatan linguistik para siswa Beberapa penanampilan dan pajangan bagi tuturan spntan
  14. 14. Hanya dapat diterapkan dalam kelompok kecil Sulit menyediakan berbagai kegiatan yang menarik dan bersifat situasi yang sebenarnya didalam teks Sanagat membutuhkan guru yang terampil dan fasih
  15. 15. Istilah Audiolingualisme diciptakan oleh Pfof. Nelson Brooks pada tahun 1964 yang menuntut perubahan pengajaran bahasa dari suatu seni menjadi suatu ilmu, yang akan memudahkan para pembelajar memperoleh penguasaan bahasa asing secara efektif dan efisien.
  16. 16. Hukum dasar hubungan Hukum latihan Hukum intensitas Hukum asimilasi Hukum pengaruh
  17. 17. 1. Bahasa adalah ujaran, bukan tulisan 2. Bahasa adalah seperangkat kebiassaan 3. Ajarkanlah bahasa bukan mengenai bahasa 4. Bahasa adalah apa yang dikata penutur asli 5. Basasa-bahasa berbeda-beda dan beraneka ragam
  18. 18. Pemisahan ketrampilan bahas-menyimak, berbicara, membaca, menulis dan pengunggulan audiolingual atas ketrampilan grafik Penggunaan dialog sebagai sarana utama penyajian bahasa Penekanan pada teknik praktek tertentu,memikri, memorasi, dan aneka latihan. Penggunaan laboratorium bahasa. Pengamatan teori linguistik dan teori psikologis sebagia dasar badi metode pengajaran bahasa
  19. 19. Dalam metode ini penekanan utama diletakkan pada ketrampilan fundamental, yaitu menyimak dan berbicara. Walau membaca dan menulis tidak di abaikan, namun menyimak da berbicara mendapat prioritas utama dan dalam urutan pengajaran, keduanya mendahului membaca dan menulis. Seperti juga MAL, MAL pun mencoba mengembangkan ketrampilan berbahasa sasaran tanpa mengacu pada bhasa ibu.
  20. 20. Dapat diterapkan pada kelas-kelas yang sedang Memberi banyak latihan dan praktekdalam aspek menyimak dan berbicara Sesuai lingguistik para siswa Guru yang terampil dan cekatan sangat dibutuhkan Ulangan acapkali membosankan serta menghambat penghipotesisan kaidah-kaidah bahasa Kurang sekali memberi perhatian pada ujaranyang spontan
  21. 21. Latar Belakang. Istilah pendekatan Kognitif atu cognitife approaches yang kita pakai dalam buku ini dikenal juga dengan nama lain, seperti : cognitive , stainberg, cognitive theory, teory maupun metode ini telah diinterprestasikan oleh beberapa pakar sebagai teori terjemah/tata bahasa yang muthahir yang dimodifikasi.dan oleh pakar lainnya sebagai pendekatan ML yang mutahir dan di perbarui. Dalam bentuknya yang mutahir, seperti yang diutarakan diller/chastain, PK meletakkan penekanan pada pemerelehan sadar bahasa sebagai suatu sistem yang bermakna dan berupaya mencari dasar dalam psikologi kognitif dan dalam tata bahasa tranformasi.
  22. 22. Mampu membedahkan bunyi ujara dari bunyi lainnya Mampu mengorganisasi peristiwa- peristiwa linguistik kedalam kelas Pengetahuan sistem lingguistik tertentu dapat mengungkapkan hal diatas Mampu memanfaatkan evaluasi untuk membangun sistem paling sederhana dari data yang ditemukan
  23. 23. Tujuan utama adalah mengembangkan kemampuan petutur asli. Pengajaran bahasa harus bergerak dari yang sudah diketahuai menuju Yang belum diketahuai Materi dan guru memperkenalkan para siswa pada situasi pemakaian bahasa aktif Mengajar para siswa memahami sistem bahasa : tata bahasa dijelaskan dan diskusikan dengan tuntas. Pembelajaran bahasa haruslah bermakna
  24. 24. 1. Bahasa yang hidup ditandai oleh kreativitas rule govened(bahasa bersifat rule/govened dan kreatif-yang mengimplikasikan pengajaran suatu bahasa sebagai suatu sistem pembelajaran secara sadar) 2. Secara psikologis kaidah-kaidah tata bahasa memang nyata 3. Manusia dilengkapi secara khas untuk belajar bahasa 4. Bahsa yang hidup adalah bahasa yang dapat dipakai sebagai sarana berfikir
  25. 25. Dapat dilaksanakan dalam kelas besar Sabar menghadapi dan memperbaiki kesalahan Penggabungan ketrampilan berbahasa dapat meningkatkan upaya belajar Cocok bagi semua tingkatan siswa Tidak terdapat metode tertentu didalanya Bukan merupakan metode kusus Banya intreprestasi dapat diberikan
  26. 26. Semoga Ilmu kita makin bertambah SEMOGA KITA DAPAT MENDALAMI BUKU INI DENGAN MAKSIMAL DAN DAPAT MENGAMALKANNYA