new proposal terapi aktivitas kelompok isolasi sosial

Download New Proposal Terapi Aktivitas Kelompok Isolasi Sosial

Post on 30-Jul-2015

2.442 views

Category:

Documents

153 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PROPOSALTERAPI AKTIVITAS KELOMPOK STIMULASI SENSORI

Disusun oleh:

1. Ahmad Hidayat 2. Ario Wicaksono 3. Pebi Pratiwi 4. Rifki Kapitan 5. Rohma Nuriramala 6. Zeni Fathul ulumTk 2 Reguler KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG JURUSAN KEPERAWATAN 2010

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK STIMULASI SENSORII. Latar Belakang Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) stimulasi sensori adalah upaya memfasilitasi kemampuan sosialisasi sejumlah klien dengan masalah hubungan sosial. Salah satu gangguan hubungan sosial pada pasien gangguan jiwa adalah isolasi sosial merupakan salah satu masalah keperawatan yang dapat ditemukan pada pasien gangguan jiwa. Isolasi sosial adalah keadaan di mana seorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Pasien mungkin merasa ditolak, tidak diterima, kesepian, dan tidak mampu membina hubungan yang berarti dengan orang lain. Salah satu penanganannya yaitu dengan melakukan Terapi Aktivitas Kelompok yang bertujuan agar pasien mampu/dapat berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Dari beberapa kasus gangguan jiwa yang ada di RSJ Provinsi Lampung terdapat kasus isolasi sosial. Oleh karena itu, perlu diadakan Terapi Aktivitas Kelompok tentang isolasi sosial. II. Landasan Teori Manusia sebagai makhluk sosial hidup berkelompok dan saling berhubungan untuk memenuhi kebutuhan sosial. Secara alamiah individu selalu berada dalam kelompok. Dengan demikian pula dasarnya individu memerlukan hubungan timbal balik yang didapatkan melalui kelompok. Penggunaan kelompok dalam praktek keperawatan jiwa memberikan dampak positif dalam upaya pencegahan. pengobatan atau terapi serta pemulihan kesehatan jiwa seseorang. Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh individu atau klien melalui terapi aktifitas kelompok melalui dukungan pendidikan, meningkatkan hubungan interpersonal. (Barkhead, 1989). Kepuasan berhubungan dapat dicapai jika individu dapat terlibat secara aktif dalam proses berhubungan. Peran serta yang tinggi daiam berhubungan disertai respon lingkungan yang positif akan meningkatkan rasa memiliki, kerja sama, hubungan timbal balik yang sinkron (Stuart & Sundeen, 1995).

Fokus terapi aktivitas kelompok ini adalah mengajarkan klien untuk bekerjasama dcngan klien lain dalam melakukan permaian, yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan sosialisasi klien dengan orang lain. III. Tujuan 1. Tujuan umum Klien dapat meningkatkan hubungan sosial dalam kelompok secara bertahap. 2. Tujuan Khusus a. klien mampu memperkenalkan diri b. klien mampu berkenalan dengan anggota kelompok c. klien mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok d. klien mampu menyampaikan dan membicarakan topik percakapan e. klien mampu menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi pada orang lain f. klien mampu bekerja sama dalam permainan sosialisasi kelompok g. klien mampu menyampaikan pendapat tentang manfaat kegiatan TAKS yang telah dilakukan IV. Sesi yang digunakan Dalam Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi ( TAKS) dibagi dalam 7 sesi, yaitu: a. Sesi 1: Kemampuan memperkenalkan diri b. Sesi 2: Kemampuan berkenalan c. Sesi 3: Kemampuan bercakap-cakap d. Sesi 4: Kemampuan bercakap-cakap topik tertentu e. Sesi 5: Kemampuan bercakap-cakap masalah pribadi f. Sesi 6: Kemampuan bekerjasama g. Sesi 7: Evaluasi kemampuan sosialisasi V. Klien Kriteria klien a. Klien menarik diri yang telah mulai melakukan interaksi interpersonal. b. Klien kerusakan komunikasi verbal yang telah berespon sesuai dengan stimulus. Proses seleksi

a. Mengobservasi klien yang masuk kriteria. b. Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria. c. Mengumpulkan klien yang masuk kriteria. d. Membuat kontrak dengan klien yang setuju ikut TAKS, meliputi: menjelaskan tujuan TAKS pada klien, rencana kegiatan kelompok dan aturan main dalam kelompok. VI. Kriteria Hasil Evaluasi Struktur : a. Kondisi lingkungan tenang, dilakukan ditempat tertutup dan memungkinkan klien untuk berkonsentrasi terhadap kegiatan b. Klien dan terapis duduk bersama membentuk lingkaran. c. Peserta sepakat untuk mengikuti kegiatan d. Alat yang digunakan dalam kondisi baik e. Leader, Co-leader, Fasilitator, observer berperan sebagaimana mestinya. Evaluasi Proses a. Leader dapat mengkoordinasi seluruh kegiatan dari awal hingga akhir. b. Leader mampu memimpin acara. c. Co-leader membantu mengkoordinasi seluruh kegiatan. d. Fasilitator mampu memotivasi peserta dalam kegiatan. e. Fasilitator membantu leader melaksanakan kegiatan dan bertanggung jawab dalam antisipasi masalah. f. Observer sebagai pengamat melaporkan hasil pengamatan kepada kelompok yang berfungsi sebagai evaluator kelompok g. Peserta mengikuti kegiatan yang dilakukan dari awal hingga akhir Evaluasi Hasil Diharapkan 75% dari kelompok mampu: a. memperkenalkan diri b. berkenalan c. bercakap-cakap d. bercakap-cakap topik tertentu e. bercakap-cakap masalah pribadi f. bekerjasama g. megevaluasi kemampuan sosialisasi

VII.

Antisipasi Masalah Penanganan terhadap klien yang tidak aktif dalam aktivitas a. Memanggil klien b. Memberi kesempatan pada klien untuk menjawab sapaan perawat atau klien lain Bila klien meninggalkan kegiatan tanpa izin a. Panggil nama klien b. Tanyakan alasan klien meninggalkan kegiatan Bila klien lain ingin ikut a. Berikan penjelasan bahwa kegiatan ini ditujukan kepada klien yang telah dipilih b. Katakan pada klien bahwa ada kegiatan lain yang mungkin didikuti oleh klien tersebut

VIII.

Pengorgnisasian Pelaksanaan a. Hari/Tanggal b. Waktu c. Alokasi waktu : Jumat, 15 Januari 2010 : Pkl. 09.00 WIB s.d selesai (sesi I) : Perkenalan dan pengarahan (10 menit) Terapi kelompok (25 menit) Penutup (10 menit) d. Tempat Tim Terapi a. Leader : Wahyu Febri Cosmas Atuno. Uraian tugas : 1) Mengkoordinasi seluruh kegiatan 2) Memimpin jalannya terapi kelompok 3) Memimpin diskusi b. Co-leader : Imam Wahyudi Uraian tugas : 1) Membantu leader mengkoordinasi seluruh kegiatan : Ruang TAKS Kutilang e. Jumlah klien: 4 orang

2) Mengingatkan leader jika ada kegiatan yang menyimpang 3) Membantu memimpin jalannya kegiatan 4) Menggantikan leader jika terhalang tugas c. Observer : Indra Gladi Pramana Uraian tugas : 1) Mengamati semua proses kegiatan yang berkaitan dengan waktu, tempat dan jalannya acara 2) Melaporkan hasil pengamatan pada leader dan semua angota kelompok denga evaluasi kelompok d. Fasilitator : Edwin Harris Syafroni Tuti Eka Sari Uraian tugas: 1) Memotivasi peserta dalam aktivitas kelompok 2) Memotivasi anggota dalam ekspresi perasaan setelah kegiatan 3) Mengatur posisi kelompok dalam lingkungan untuk melaksanakan kegiatan 4) Membimbing kelompok selama permainan diskusi 5) Membantu leader dalam melaksanakan kegiatan 6) Bertanggung jawab terhadap program antisipasi masalah e. Setting tempat : Keterangan: = Leader = Co-leader = Observer = Perawat = Pasien

IX.

Proses Pelaksanaan

SESI 1 : TAKS

Tujuan Klien mampu memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, asal dan hobi. Setting 1. Klien dan terapis/leader duduk bersama dalam lingkaran. 2. Ruangan nyaman dan tenang Alat 1. Tape recorder 2. Kaset marilah kemari(Titiek Puspa) 3. Bola tenis 4. Buku catatan dan pulpen 5. Jadwal kegiatan klien Metode 1. Dinamika kelompok 2. Diskusi dan tanya jawab 3. Bermain peran/simulasi Langkah kegiatan 1. Persiapan a) Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu isolasi sosial b) Membuat kontrak dengan klien c) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan 2. Orientasi Pada tahap ini terapis melakukan : a) Memberi salam terapeutik : salam dari terapis b) Evaluasi/validasi : menanyakan perasaan klien saat ini c) Kontrak : 1) 2) 3. Tahap kerja Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu memperkenalkan diri Menjelaskan aturan main/terapi Jika ada klien yang meninggalkan kelompok harus minta Lama kegiatan 45 menit Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai izin kepada terapis

a) Jelaskan kegiatan, yaitu kaset pada tape recorder akan dihidupkan serta bola diedarkan berlawanan dengan arah jarum jam (yaitu kearah kiri) dan pada saat tape dimatikan maka anggota kelompok yang memegang bola memperkenalkan dirinya. b) Hidupkan kaset pada tape recorder dan edarkan bola tenis berlawanan dengan arah jarum jam c) Pada saat tape dimatikan, anggota kelompok yang memegang bola mendapat giliran untuk menyebutkan : salam, nama lengkap , nama panggilan, hobi, dan asal, dimulai oleh terapis sebagai contoh. d) Tulis nama panggilan pada kertas/papan nama dan tempel/pakai. e) Ulangi b, c, dan d sampai semua anggota kelompok mendapat giliran. f) Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan memberi tepuk tangan. 4. Tahap terminasi a) Evaluasi 1) 2) 1) 2) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti tak Memberi pujian atas keberhasilan kelompok Menganjurkan tiap anggota kelompok melatih memperkenalkan Memasukan kegiatan memperkenalkan diri pada jadwal kegiatan

b) Rencana tindak lanjut diri pada orang lain di kehidupan sehari-hari. harian klien. c) Kontrak yang akan datang 1) 2) Menyepakati kegiatan berikut, yaitu berkenalan dengan anggota Menyepakati waktu dan tempat kelompok

Evaluasi dan dokumentasi Evaluasi Evaluasi dilakukan pada saat proses tak berlangsung, khususnya pada tahap kerja untuk menilai kemampuan klien untuk melakukan tak. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan tak. Untuk tak sesi 1, dievaluasi kemampuan

klien memperkenalkan diri secara verbal dan nonverbal dengan menggunakan formulir evaluasi berikut. Sesi 1 TAKS Kemampuan memperkenalkan diri a. No. 1 2 3 4 b. No. 1 2 3 4 Kemempuan verbal Aspek yang dinilai Menyebutkan nama lengkap Menyebutkan nama panggilan Menyebutkan asal Menyebutkan hobi Jumlah Kemampuan nonverbal Aspek yang dinilai Kontak mata Duduk tegak Menggunakan bahasa tubuh yang sesuai Mengikuti kegiatan dari awal Nama Klien Nama Klien

sampai akhir Jumlah Petunjuk