pemetaan erd

Download pemetaan erd

Post on 25-May-2015

616 views

Category:

Business

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 1. 3 Pemetaan Diagram (E)ER ke Skema Relasional Dahlia Widhyaestoeti, S.Kom dahlia.widhyaestoeti@gmail.com dahlia74march.wordpress.com System Technology Database 1

2. Pemetaan Diagram ER ke Skema Relasional Algoritma Pemetaan Diagram ER ke Model Relasional Urutan tahapan pemetaan diagram ER ke Model Relasional: 1. Pemetaan Regular Entity Tipes 2. Pemetaan Weak Entity Types 3. Pemetaan Binary 1:1 Relationship Types 4. Pemetaan Binary 1:N Relationship Types 5. Pemetaan Binary M:N Relationship Types 6. Pemetaan Multivalued attributes 7. Pemetaan N-ary (Higher Degree) Relationship Types 3. Pemetaan Regular Entity Tipes street city state zip_code address customer id name Entity menjadi tabel dan atribut menjadi kolom/field dari tabel. Entitas lemah key dari owner (entitas kuat) ke tabel entitas lemah. Setiap tipe entity dibuat suatu tabel yang memuat semua atribut simple, sedangkan untuk atribut komposit hanya dimuat komponen-komponennya saja. Contoh : id name street city state zip_code Tabel Customer 4. Pemetaan Regular Entity Tipes Setiap tabel yang mempunyai atribut multivalue, buatlah tabel baru dimana primary key-nya merupakan gabungan dari primary key dari tabel tersebut dengan atribut multivalue. proyek no_proyek nama_proyek lokasii no_proyek nama_proyek Tabel Proyek Tabel Lokasi_Proyek no_proyek lokasi 5. Pemetaan Weak Entity Types Penggunaan Himpunan Entitas Lemah (Weak Entity Sets) dan Sub Entitas dalam diagram E-R diimplementasikan dalam bentuk tabel sebagaimana Himpunan Entitas Kuat (Strong Entity Sets). Bedanya jika Himpunan Entitas Kuat sudah dapat langsung menjadi sebuah tabel utuh/sempurna walaupun tanpa melihat relasinya dengan himpunan entitas yang lain, sedangkan Himpunan Entitas Lemah dan Sub Entitas hanya dapat ditransformasikan menjadi sebuah tabel dengan menyertakan pula atribut key yang ada di himpunan entitas kuat yang berelasi dengannya. 6. Pemetaan Weak Entity Types 7. Pemetaan Binary 1:1 Relationship Types Relasi dengan Derajat relasi 1:1 (satu ke satu) yang menghubungkan 2 buah himpunan entitas akan direpresentasikan dalam bentuk penambahan/penyertaan atribut-atribut relasi ke tabel yang mewakili salah satu dari kedua himpunan entitas. kode_dos nama_dos almt_dos 8. Pemetaan Binary 1:N Relationship Types Relasi dengan Derajat relasi 1-N (satu ke banyak) yang menghubungkan 2 buah himpunan entitas, juga akan direpresentasikan dalam bentuk pemberian/pencantuman atribut key dari himpunan entitas pertama (yang berderajat 1) ke tabel yang mewakili himpunan entitas kedua (yang berderajat N). Atribut key dari himpunan entitas pertama ini menjadi atribut tambahan bagi himpunan entitas kedua field-field yang ditumbuhkan dari relasi Mengajar kode_dos nama_dos almt_dos 9. Pemetaan Binary M:N Relationship Types Relasi dengan Derajat relasi M-N (banyak ke banyak) yang menghubungkan 2 buah himpunan entitas, akan diwujudkan dalam bentuk tabel (file data) khusus, yang memiliki field (tepatnya foreign key) yang berasal dari key-key dari himpunan entitas yang dihubungkannya. Tabel khusus yang mewakili himpunan relasi 10. Pemetaan Entitas Lemah dan Sub Entitas kode_dos nama_dos almt_dos 11. Pemetaan Relasi Tunggal (Unary Relation) Implementasi Relasi Tunggal (Unary Relation). Dari/ke himpunan entitas yang sama dalam Diagaram E-R tergantung pada Derajat Relasinya. . Untuk relasi satu-ke-banyak dapat diimplementasikan melalui penggunaan field key dua kali tapi untuk fungsi yang berbeda. . Jika kita memiliki himpunan entitas A dengan 2 atribut x dan y dengan x sebagai key, maka relasi tunggal terhadap himpunan entitas tersebut diwujudkan dengan menambahkan kembali field x ke tabel A. Karena nama field di setiap tabel harus unik, maka field x yang kedua harus diganti namanya sesuai dengan fungsinya/ relasinya. 12. Pemetaan Relasi Tunggal (Unary Relation) Sedang relasi yang derajatnya banyak-ke-banyak akan diimplementasikan melalui pembentukan tabel baru yang merepresentasikan relasi tersebut. Tabel baru ini mendapatkan field dari semua atribut relasi (jika ada) yang ditambah dengan atribut key dari himpunan entitasnya. 13. Pemetaan Multi Entitas (N-ary Relation) Pada Diagram E-R diatas, Derajat Relasi parsial di antara setiap pasang himpunan entitas yang ada adalah sebagai berikut: Pada relasi pengajaran tersebut setiap mata kuliah dapat diajarkan oleh seorang dosen dan setiap dosen dapat melakukan pengajaran banyak mata kuliah, maka Derajat Relasi parsial antara himpunan entitas DosenKuliah adalah 1-N (satu-ke-banyak). 14. Pemetaan Multi Entitas (N-ary Relation) Pada relasi pengajaran tersebut setiap mata kuliah hanya dapat diselenggarakan di sebuah ruang yang telah ditentukan dan setiap ruang pada saat yang berbeda dapat digunakan untuk pengajaran berbagai mata kuliah, maka Derajat Relasi parsial antara himpunan entitas Ruang-Kuliah adalah 1-N (satu-ke-banyak). 15. Pemetaan Multi Entitas (N-ary Relation) Pada relasi pengajaran tersebut setiap ruangan dapat digunakan oleh banyak dosen (untuk mengajarkan berbagai mata kuliah) dan setiap dosen dapat menggunakan berbagai ruangan karena memang mengajarkan lebih dari satu matakuliah, maka Derajat Relasi parsial antara himpunan entitas Ruang-Dosen adalah N-N (banyak-ke-banyak). 16. Pemetaan Multi Entitas (N-ary Relation) Dari hasil pengamatan tersebut kita dapat menyetujui bahwa semua derajat relasi parsial antara himpunan entitas Dosen ataupun Ruang dengn himpunan entitas Kuliah selalu satu-ke-banyak. Dengan demikian, relasi Pengajaran tersebut tidak perlu diimplementasikan sebagai sebuah tabel khusus, tetapi atribut-atributnya dilekatkan pada tabel yang mewakili himpunan entitas kuliah. 3 buah field yang mewakili relasi Pengajaran 17. Pemetaan Multi Entitas (N-ary Relation) Jika ternyata di kemudian hari, suatu mata kuliah (dengan jumlah sks yang besar) dapat dilaksanakan lebih dari satu kali dalam seminggu, dan mungkin untuk diselenggarakan di ruang yang berbeda, maka Derajat Relasi parsial antara himpunan entitas Ruang-Kuliah bukan lagi satu-ke- banyak, tapi menjadi banyak-ke-banyak. Jika kenyataan ini harus diakomodasi, maka tabel Kuliah tetap sebagaimana bentuk semula (dengan 4 buah field: kode_kul, nama_kul, sks dan semester) dan relasi diatas harus diimplementasikan sebagai sebuat tabel khusus seperti berikut: 18. Pemetaan Relasi Ganda (Redundant Relation) Karena derajat relasi mengajar adalah satu-ke-banyak, maka field kode_dos yang berasal dari himpunan entitas Dosen ditambahkan ke tabel Kuliah. Sementara untuk relasi Menguasai, karena Derajat Relasinya adalah banyak-ke-banyak maka relasi akan dinyatakan dalam tabel khusus dengan 2 buah field: kode_dos dan kode_kul. 19. Pemetaan Relasi Ganda (Redundant Relation) Hasil akhir implementasinya adalah: Atribut tambahan untuk merepresentasikan relasi Mengajar tabel khusus untuk merepresentasikan relasi menguasai 20. Model EER ke Skema Relasional 1. Pemetaan spesialisasi dan generalisasi 2. Pemetaan shared subclasses 21. Pemetaan Spesialisasi dan Generalisasi Pilihan pemetaan spesialisasi dan generalisasi: Opsi 1. Banyak relasi: superclass dansubclasses Opsi 2. Banyak relasi: subclasses saja Opsi 3. Satu relasi dengan satu type attribute Opsi 4. Satu relasi dengan banyak type attribute 22. Opsi 1. Banyak relasi: Superclass dan Subclasses 23. Opsi 2. Banyak Relasi: Hanya Subclasses 24. Opsi 3. Satu Relasi dengan Satu Type Attribute EMPLOYEE SSN FName MInit LName BDate Address JobType TypingSpeed TGrade 25. Opsi 4. Satu Relasi dengan Satu Type Attribute 26. Pemetaan Shared Subclasses Pemetaan shared subclasses dapat memilih opsi 1 sampai opsi 4 yang dijelaskan sebelumnya. Pada contoh ini digunakan opsi 3 dan 4. 27. Pemetaan Shared Subclasses 28. Petakan ke skema relasional 29. EMPLOYEE SSN FName MInit LName BDate Address Sex Salary 1. Regular Entity Type DEPARTMENT DName DNumber PROJECT PName PNumber PLocation 30. EMPLOYEE SSN FName MInit LName BDate Address Sex Salary 2. Pemetaan Weak Entity Types DEPARTMENT DName DNumber PROJECT PName PNumber PLocation DEPENDENT ESSN DependentName BirthDate Sex Relationship 31. 3. Pemetaan Binary 1-1 Relationship Types EMPLOYEE SSN FName MInit LName BDate Address Sex Salary DEPARTMENT DName DNumber Mgr_SSN Mgr_Start_Date PROJECT PName PNumber PLocation DEPENDENT ESSN DependentName BirthDate Sex Relationship 32. 4. Pemetaan Binary 1-N Relationship Types EMPLOYEE SSN FName MInit LName BDate Address Sex Salary Super_SSN DNo DEPARTMENT DName DNumber Mgr_SSN Mgr_Start_Date PROJECT PName PNumber PLocation DNum DEPENDENT ESSN DependentName BirthDate Sex Relationship 33. 5. Pemetaan Binary M-N Relationship Types EMPLOYEE SSN FName MInit LName BDate Address Sex Salary Super_SSN DNo DEPARTMENT DName DNumber Mgr_SSN Mgr_Start_Date PROJECT PName PNumber PLocation DNum DEPENDENT ESSN DependentName BirthDate Sex Relationship WORKS_ON ESSN PNo Hours 34. 6. Pemetaan Multivalued Attribute DEPARTMENT DName DNumber Mgr_SSN Mgr_Start_Date DEP_LOCATION DNumber DLocation 35. SKEMA pemetaan Diagram ER Company EMPLOYEE FName MInit LNam e BDate SSN Address Sex Salary Super_SSN DNo DEPARTMENT DName DNumber Mgr_SSN Mgr_Start_Date PROJECT PName PNumber PLocation DNum DEPENDENT ESSN DependentName BirthDate Sex Relationship WORKS_ON ESSN PNo Hours DEP_LOCATION DNumber DLocation