potensi dan tingkat pemanfaatan udang penaeid sp. di ... peta lokasi dilakukannya

Download Potensi Dan Tingkat Pemanfaatan Udang Penaeid Sp. Di ...   peta lokasi dilakukannya

Post on 17-Mar-2019

214 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Potensi Dan Tingkat Pemanfaatan Udang Penaeid Sp. Di Tanjung Qudus

Dusun III Desa Pangkil Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan

Encek Khairunnisa, Febrianti Lestari, Jumsurizal

encikkhairunnisa@gmail.com

Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Prikanan,

Universitas Maritim Raja Ali Haji

ABSTRAK

Udang merupakan komoditas unggulan hasil perikanan untuk ekspor di

Indonesia. Jenis udang yang termasuk dalam generaPenaeus dan Metapenaeus

merupakan jenis-jenis yang menunjang perikanan udang di Indonesia. Penelitian

ini bertujuan untuk mengetahui nilai potensi dan tingkat pemanfaatan Udang di

Tanjung Qudus Dusun III Desa Pangkil, Bintan. Penelitian dilaksanakan pada

bulan Mei-Juni 2017. Tangkapan maksimum lestari (MSY) udang perminggu di

Desa Pangkil sebesar 1.284,48 kg dengan upaya penangkapan optimal (F

optimum) sebesar 398 hauling. Rata-rata nilai pemanfaatan yakni sebesar 93%,

Nilai JTB penangkapan udang di Desa Pangkil, masih dibawah nilai MSY, artinya

penangkapan masih dapat ditingkatkankan lagi. Akan tetapi, jika melihat dari

hasil tangkapan rata-rata perminggu yakni sebesar 1191,83 kg/minggu. Nilai

tersebut sudah hampir mencapai nilai MSY dengan demikian dianjurkan untuk

tidak menambah upaya penangkapan udang di Desa Pangkil, mulai dari armada

tangkap, alat tangkap, dan sumberdaya manusia.

Kata kunci : Potensi, Tingkat Pemanfaatan, Udang Penaeidsp, Desa Pangkil.

PENDAHULUAN

Indonesia sebagai negara kepulauan yang dikelilingi lautan sangat besar

memiliki potensi perairan untuk dikelola dengan baik. Dalam rangka mencapai

tujuan pengelolaan potensi perairan yang menyimpan berbagai jenis spesies

perikanan, maka rakyat melalui DPR mengamanatkan kepada Menteri Kelautan

dan Perikanan melalui Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 untuk menetapkan

potensi dan alokasi sumberdaya perairan di Wilayah Pengelolaan Perikanan

Republik Indonesia. Untuk bahan penetapan potensi tersebut telah dilakukan

beberapa kali kajian stok sumberdaya perairan. Potensi beberapa kelompok

mailto:encikkhairunnisa@gmail.com

species udang menjadi komoditi yang paling diminati dan dikembangkan oleh

masyarakat dan pelaku usaha perikanan. Dalam upaya mencapai pemanfaatan

secara optimal dan berkelanjutan dilakukan pengelolaan sumberdaya udang.

Dalam hal ini, peneliti ingin mengetahui sejauh mana potensi udang yang ada di

perairan Provinsi Kepulauan Riau, khususnya daerah Kabupaten Bintan. Salah

satu lokasi yang menjadi pusat penangkapan udang dalam penelitian ini adalah

perairan Pulau Pangkil. Pulau Pangkil.

BAHAN DAN METODELOGI

Penelitian dilaksanakan di Tanjung Qudus Dusun III Desa Pangkil Kecamatan

Teluk Bintan Kabupaten Bintan kegiatan ini dilakukan dari bulan Mei-Juni 2017.

Adapun peta lokasi dilakukannya penelitian tentang potensi dan pemanfaatan

udang Penaeid sp. yang didaratkan dapat dilihat pada gambar 1.

Gambar 7.Peta Lokasi Penelitian

Gambar 1. Peta Lokasi Penelitian

1) Alat dan Bahan

Berbagai macam alat dan bahan yang akan digunakan selama penelitian dapat

dilihat padaTabel 1 dibawah ini, adalah sebagai berikut

Tabel 1.Alat dan bahan yang digunakan

No. Alat dan Bahan Kegunaan

1. Kamera Untuk Dokumentasi

2. Alat Tulis Untuk menyalin data penelitian

3. Lembar Kuesioner Wawancara nelayan udang

4. Wadah Untuk menampung udang

2) Metode penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, merupakan

penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi yang dijadikan objek

penelitian dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data

pokok.(Nurhayati 2013).

3) Penentuan Standarisasi Upaya Penangkapan (FPI) dan CPUE

Upaya penangkapan atau Fishing Effort itu sendiri adalah perkalian antara

jumlah armada (kapal ikan) dengan jumlah trip melaut. Perhitungan FPI (Fishing

power index) (Nurhayati 2013). adalah sebagai berikut:

CPUE(s) = ()

()

Keterangan :

Catch(s) = Total hasil tangkapan jenis unit penangkapan ikan

CPUE(s)= () () FPI(s) = () yang akan distandarisasi pada ke-i

(kg)

Effort(s) = Total upaya penangkapan jenis unit penangkapan ikan yang akan distandarisasi

pada ke-i (trip)

CPUE = Hasil tangkapan per upaya penangkapan yang paling dominan (kg/trip)

CPUE(s) = Hasil tangkapan per upaya penangkapan yang akan distandarisasi (kg/trip).

FPI = ()

Keterangan :

FPI(s) = Total upaya penangkapan (effort) jenis unit penangkapan ikan yang akan distandarisasi pada tahun ke-i.

4) Maximum Sustainable Yield (MSY)

Untuk menduga besarnya MSY sumberdaya perikanan dan upaya penangkapan

optimal, digunakan model Schaefer. Besarnya parameter a dan b secara

matematika dapat dicari dengan menggunakan persamaan Regresi sederhana

dengan rumus, adalah sebagai berikut:

Y= a + bx Keterangan:

Parameter a: intercept Parameter

Parameter b : slope Selanjutnya parameter a dan b dapat dicari dengan rumus:

a= ()

()

b = ()

()

Keterangan :

x : Upaya penangkapan pada periode-i

y : Hasil tangkapan per satuan upaya pada periode-i

n : Jumlah sampel.

Setelah dapat diketahui nilai a dan b, selanjutnya dapat ditentukan beberapa

persamaan yang diperlukan, adalah, (Nurhayati, 2013).

Hubungan antara CPUE dengan upaya penangkapan (f)

CPUE = a+bf

Hubungan antara hasil tangkapan (c) dengan upaya penangkapan (f)

c = CPUE x f

c = af + bf2

Dari persamaan tersebut maka diperoleh model untuk menghitung hasil

maksimum lestari (CMSY) dan upaya optimal (fopt) masing-masing, adalah sebagai

berikut (Nurhayati, 2013).

CMSY=-a2

/4b Fopt = -a/2b

Keterangan :

CMSY = Hasil tangkapan maksimum lestari

fopt = Jumlah upaya penangkapan optimal untuk mencapai MSY

5) Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya Ikan

Menurut Nurhayati (2013), menjelaskan bahwa rumus tingkat pemanfaatan

sumberdaya ikan adalah sebagai berikut:

TP =

x 100%

Keterangan :

TP = Tingkat pemanfaatan

Ci = Hasil Tangkapan pada periode ke-i

MSY =Potensi lestari (Maximum Sustainable Yield)

6) Jumlah Tangkap yang Diperbolehkan (JTB)

Berdasarkan komitmen internasional yang dibuat FAO yang dinyatakan dalam

Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF), potensi sumberdaya laut

yang boleh dimanfaatkan hanya sekitar 80% dari tingkat panen maksimum

berkelanjutan (Maximum Sustainable Yield,). Dasar pemanfaatan potensi yang

boleh ditangkap (Total Allowable Catch,) sebesar 80% dari MSY (Nurhayatii,

2013). Jadi untuk menghitung JTB (Jumlah Tangkap yang diperbolehkan)

menurut Nurhayati (2013), yaitu dengan menggunakan rumus JTB = 80% x MSY,

Jika JTB > MSY berarti terjadi over fishing tetapi jika JTB < MSY berarti

penangkapan ikan masih bisa ditingkatkan untuk mendapatkan hasil yang lebih,

tetapi tidak melebihi batas MSY yang sudah di tentukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

1) Udang Windu jenis Penaeus monodon

Jenis udang windu (penaeus monodon) merupakan salah satu dari jenis udang

yang ditemukan di Perairan Tanjung Qudus Dusun III Desa Pangkil Kecamatan

Teluk Bintan Kabupaten Bintan. Adapun bentuk dari jenis Penaeus monodon

dapat di llihat pada Gambar 2 dibawah ini.

a b

Gambar 2. Udang Windu Jenis Penaeus monodon Keterangan. (a) = Udang di

Lokasi penelitian (b) = Udang (Carpenter dan Niem 2000)

Kelas : Crustacea

Ordo : Decapopada

Filum : Arthropoda

Famili : Penaeidae

Genus : Penaeus

Species : Penaeus monodon

2) Udang Putih Jenis Penaeus merguiensis

Jenis udang yang terdapat di Perairan Tanjung Qudus Dusun III Desa Pangkil

Kecamatan Teluk Bintan salah satunya adalah udang putih (Penaeus merguiensi).

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan kepada masyarakat, jenis udang

Penaeus merguiensis ini yang banyak ditemukan dan juga merupakan jenis udang

dikonsumsi oleh masyarakat di Desa Pangkil. Dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3 .Udang putih jenis Penaeaus merguiensis Keterangan.(a) = Udang

yang didapat di lokasi penelitian(b)= Udang (Carpenter dan Niem 2000)

Kelas : Crustacea

Filum : Arthropoda

Ordo : Decapopada

Famili : Penaeinae

Genus : Penaeus

Spesies : Penaeus merguiensis

a b

3) Upaya Penangkapan Udang di Tanjung Qudus Desa Pangkil

a) Jenis Mesin, Jenis kapal dan Area Penangkapan Udang

Kapal merupakan salah satu sarana yang digunakan dalam usaha

penangkapan udang untuk pengoperasian alat tangkap di area

penangkapan.Adapun jenis kapal yang digunakan Nelayan Tanjung Qudus Dusun

III Desa Pangkil Kecamatan Teluk Bintan Kabupaten Bintan untuk melaut dapat

dilihat pada Tabel 2 .

Tabel 2. Jenis Kapal dan Mesin Kapal di Tanjung Qudus Dusun III Desa Pangkil

Dari Tabel 2 diatas, diketahui bahwa nelayan di Desa Pangkil menggunakan 5

jenis kapal, yaitu 1 GT, 1.5 GT, 3 G