proposal skripsi metode stimulasi imajinasi.docx

Download PROPOSAL SKRIPSI METODE STIMULASI IMAJINASI.docx

Post on 15-Dec-2015

591 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

METODE STIMULASI-IMAJINASI DENGAN MEDIA LAGU UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PUISISISWA KELAS VIII D SMP NEGERI 2 MOJOLABANTAHUN AJARAN 2014/2015

PROPOSALOleh :ERNI RAHAYUK1210024

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS SEBELAS MARETSURAKARTA2014

PERSETUJUAN

Proposal ini telah disetujui dan disahkan agar digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan penelitian dan Selanjutnya dapat digunakan sebagai skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Surakarta, 12 Januari 2014

Persetujuan Pembimbing,

Pembimbing I,

Prof. Dr. Andayani M,Pd

Pembimbing II,

Dra. Sumarwati M,Pd

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL iHALAMAN PERSETUJUAN iiiDAFTAR ISI viBAB I PENDAHULUAN1A. Latar Belakang Masalah 1B. Rumusan Masalah 6C. Tujuan Penelitian 7D. Manfaat Penelitian 7BAB II KAJIAN PUSTAKA 9A. Kajian teori dan hasil penelitian yang relevan 9B. Kerangka Berpikir 36C. Hipotesis ......................................................................................37BAB III METODE PENELITIAN38A. Tempat dan waktu penelitian 38B. Pendekatan dan Jenis Penelitian 38C. Data dan Sumber data 39D. Teknik Pengambilan Sampel (Cuplikan) 39E. Pengumpulan Data 40F. Uji Validitas Data 40G. Teknik Analisis Data 41H. Prosedur Penelitian 43

BAB IPENDAHULUANA.LATAR BELAKANG MASALAH

Bahasa memiliki peran penting dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik serta sebagai penunjang keberhasilan peserta didik dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenali dirinya, budayanya dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, serta berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut. Selain itu, peserta didik juga diharapkan dapat menemukan serta menggunakan kemampuan analisis dan imajinatif yang ada dalam dirinya.Bahasa adalah sistem lambang bunyi oral bersifat arbitrer yang digunakan oleh sekelompok manusia (masyarakat) sebagai alat komunikasi atau berinteraksi (Oka dan Suparno, 1994). Nasr (1978) mengartikan bahasa sebagai bagian kebudayaan. Sebagai bagian dari kebudayaan, bahasa merupakan kebiasaan aktivitas bunyi yang berasal dari pengalaman manusia (Oka dan Suparno, 1994). Bahasa memiliki fungsi sebagai alat komunikasi manusia, baik lisan maupun tulisan.Sesuai dengan namanya, yakni keterampilan berbahasa, maka ada beberapa ciri khas keterampilan yang berlaku. Pertama, keterampilan berbahasa bersifat mekanistis. Keterampilan ini dapat dikuasai melalui latihan atau praktik terus-menerus, dan erat kaitannya dengan pengalaman, sehingga berlaku pula ungkapan belajar melalui pengalaman. Kedua, pengalaman bahasa. Ketiga, jenis pertanyaan aplikasi sangat cocok dalam mengembangkan keterampilan berbahasa (Djago Tarigan dan Henry Guntur Tarigan, 1986:230). Berkenaan dengan hal tersebut, keterampilan menulis pun tidak lepas dari ketiga karakteristik yang disampaikan oleh Djago Tarigan dan Henry Guntur Tarigan. Keterampilan menulis sangat penting dan berarti dalam peranannya. Djago Tarigan dan Henry Guntur Tarigan (1986) juga menyatakan ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi empat aspek sebagai berikut: (1) keterampilan menyimak, (2) keterampilan berbicara, (3) keterampilan membaca, (4) keterampilan menulis. Ketrampilan berbahasa dan bersastra diawali dengan belajar menyimak atau mendengarkan, selanjutnya diteruskan dengan belajar untuk berbicara, membaca, dan menulis.Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi para siswa adalah agar siswa mampu menguasai keempat aspek kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra tersebut. Keempat aspek berbahasa dan bersastra tersebut dikategorikan kedalam dua sifat yang berbeda, yakni reseptif dan produktif. Bersifat respektif untuk keterampilan menyimak dan membaca. Sedangkan aspek berbicara dan menulis memiliki sifat produktif. Dalam pelaksanaannya, keempat keterampilan tersebut bersinergi dan tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Pada proses pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP kelas VIII terdapat pembelajaran menulis puisi. Kompetensi dasar ini adalah salah satu kompetensi dasar menulis sastra yang harus dikuasai oleh siswa, karena dengan memiliki kemampuan menulis puisi, siswa dapat lebih peka terhadap keadaan di sekitarnya, bahkan siswa dapat mengkritisi pengalaman jiwa yang pernah dialami dengan menuangkannya dalam bentuk puisi. Melalui kegiatan menulis puisi, siswa juga diajak untuk belajar merenungkan hakikat hidup meskipun masih dalam tataran yang sederhana. Oleh karena itu, siswa diharapkan dapat menguasai kemampuan menulis puisi. Seperti yang diungkapkan Atar Semi (1993: 194) bahwa tujuan pengajaran sastra adalah agar siswa atau mahasiswa memiliki rasa peka terhadap karya sastra dan lingkungan sehingga merasa terdorong dan tertarik untuk membacanya. Selanjutnya, dari hasilmembaca suatu karya sastra, siswa mempunyai pengertian yang baik tentang manusia dan kemanusiaan, mengenai nilai, dan mendapatkan ide-ide baru. Dengan kemampuan mengenali nilai-nilai di dalam kehidupan, pada tahap terakhir siswa diharapkan dapat mengungkapkan pemahaman yang didapat dari pengalaman pribadinya dalam wujud kegiatan menulis puisi.Akan tetapi, untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut tidaklah mudah sebab dalam praktiknya masih terdapat banyak kendala berkaitan dengan pembelajaran sastra terutama mengenai menulis puisi. Banyak keluhan muncul terhadap pembelajaran di sekolah. Bahkan masalah pembelajaran sastra, telah muncul sejak lama sehingga ada yang mengatakan bahwa pembelajaran sastra seolah-olah pembelajaran yang bermasalah. Hal tersebut merupakan permasalahan klasik bahwa pembelajaran sastra termasuk menulis puisi yang cenderung dianaktirikan dari integrasi pelajaran bahasa Indonesia membuat keadaan seolah-olah keduanya berdiri sendiri meskipun digolongkan dalam satu mata pelajaran yang sama, bahasa Indonesia. Pernyataaan tersebut juga senada dengan yang diungkapkan Budi Prasetyo (2007: 57-63) bahwa pembelajaran menulis puisi di sekolah masih banyak kendala dan cenderung dihindari.

Selain itu, pendekatan pembelajaran yang digunakan selama ini pun lebih menekankan pada pendekatan konsep daripada pendekatan yang lebih menekankan pada anggapan bahwa puisi sebagai sesuatu yang diciptakan untuk dinikmati dan memperoleh kesenangan. Hal tersebut juga sama seperti yang diungkapkan oleh Herry Widyastono (2009: 1019-1020), yakni: Pendidikan di sekolah pada umumnya lebih menekankan pada pengembangan berpikir logis dan konvergen (berpikir ke satu arah) dengan melatih peserta didik untuk berpikir dan menemukan suatu pengetahuan yang sudah ditetapkan oleh guru. Kemampuan peserta didik untuk berpikir divergen (ke segala arah) dan memecahkan masalah secara kreatif kurang diperhatikan dan kurang dikembangkan (Herry Widyastono, 2009: 1019-1020).

Oleh karena itu, kesempatan siswa untuk belajar secara imajinastif, kreatif dan menyenangkan tidak pernah didapatnya. Belajar secara menyenangkan yaitu siswa merasa nyaman saat proses pembelajaran berlangsung, sehingga siswa dapat menyalurkan semua daya cipta dan imajinasinya pada sebuah tulisan atau karya. Demikian pula dengan permasalahan yang timbul dalam proses pembelajaran menulis puisi di kelas VIII D SMP Negeri 2 Mojolaban Sukoharjo, yang selama ini kurang menggembirakan dan kurang mendapat respon positif dari siswa. Hal ini diperoleh dari hasil pengamatan dan wawancara peneliti dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII D dan beberapa siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Mojolaban, Sukoharjo.Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti dan guru kelas VIII D pada hari Sabtu tanggal 04 Januari 2010 mengenai pembelajaran menulis puisi. Hasil analisis peneliti terhadap puisi siswa ditemukan bahwa: 1) sebagian besar puisi siswa yang hanya terdiri dari beberapa baris saja, yaitu rata-rata terdiri dari 3 baris; 2) tidak menunjukkan organisasi isi yang runtut, meloncat-loncat, misalnya baris pertama menggambarkan keindahan alam, sedangkan baris kedua tentang tiang bendera; 3) tema yang ditulis dalam puisi tidak sesuai dengan tugas guru, misalnya tentang keindahan alam, tetapi yang ditulis tentang curahan isi hati siswa; 4) tidak menggambarkan kesatuan ide yang utuh; dan 5) puisi siswa yang dinilai kurang memperhatikan kriteria kualitas pemilihan kata (diksi), kreativitas penggunaan rima.

B.Rumusan MasalahPermasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :1. Bagaimanakah penerapan model pembelajaran stimulasi-Imajinasi dengan media lagu dapat meningkatkan keaktifan kemampuan menulis puisi pada siswa kelas VIII D SMP Negeri 2 Mojolaban?2. Bagaimanakah penerapan model pembelajaran stimulasi-Imajinasi dengan media lagu dapat meningkatkan kemampuan menulis puisi pada siswa kelas VIII D SMP Negeri 2 Mojolaban?C. Tujuan PenelitianSejalan dengan permasalahan yang diungkapkan di atas, tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan:1. Keaktifan siswa dalam kemampuan menulis puisi pada siswa kelas VIII D SMP Negeri 2 Mojolaban.2. Keterampilan kemampuan menulis puisi pada siswa kelas VIII D SMP Negeri 2 Mojolaban.D. Manfaat Hasil PenelitianPenelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoretis maupun praktis.1. Manfaat TeoretisPenelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk memperluas wawasan dan khasanah keilmuan tentang pembelajaran bahasa, terutama pembelajaran kemampuan menulis puisi menggunakan model pembelajaran Stimulasi-Imajinasi dengan media lagu .2.Manfaat Praktisa.Bagi guru1) Upaya untuk menawarkan inovasi dalam metode pembelajaran kemampuan menulis puisi.2) Menciptakan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan sehingga dapat menarik perhat

Recommended

View more >