proposal terapi aktivitas kelompok

Download Proposal Terapi Aktivitas Kelompok

Post on 14-Nov-2015

27 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Proposal Terapi Aktivitas Kelompok

TRANSCRIPT

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)KEPERAWATAN JIWA

Disusun oleh :Kelompok 3Anggota :1. Orrien Cantona2012.c.04a.03872. Kristiya L.Nandeng2012.c.04a.03733. Magdalena P.A.S2012.c.04a03754. Indah Ade Putri.S2012.c.04a.03045. Guruh Prayudi2012.c.04a.0299

YAYASAN EKA HARAP PALANGKA RAYASEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATANPROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan karunianya-Nya proposal ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.Proposal Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (Taks) ini dibuat untuk memenuhi tugas mahasiswa dari mata ajar Keperawatan Jiwa 1 semester III tahun ajaran 2012/2013 Poltekkes Kementrian Kesehatan Tanjungkarang Jurusan Keperawatan.Pada kesempatan ini tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada :1. Ibu Sulastri M.Kep., Sp.Jiwa, selaku Koordinator mata ajar Keperawatan Jiwa I yang telah memberi bimbingan terhadap proposal ini.2. Ibu Yuliati Amperaningsih,SKM.,M.Kes, selaku dosen mata ajar Keperawatan Jiwa I dan sekaligus sebagai penguji yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan demi terselesaikannyua proposal ini.3. Rekan-rekan dan semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.Kami menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan demi kesempurnaan proposal ini di masa mendatang.Semoga proposal ini dapat bermanfaat bagi para mahasiswa khususnya keperawatan. Dan semoga proposal ini dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk pembuatan proposal selanjutnya serta dapat menambah pengetahuan para mahasiswa khususnya keperawatan.

Bandar Lampung, 1 november 2013Penyusun

RENCANA TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SOSIALISASI : MENARIK DIRI

A. Latar Belakang Sosialisasi adalah kemampuan untuk berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain (Gail W. Stuart, 2007). Penurunan sosialisasi dapat terjadi pada individu yang menarik diri, yaitu percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain (Rowlins, 1993). Dimana individu yang mempunyai mekanisme koping adaptif, maka peningkatan sosialisasi lebih mudah dilakukan. Sedangkan individu yang mempunyai mekanisme koping maladaptif (skizofrenia), bila tidak segera mendapatkan terapi atau penanganan yang baik akan menimbulkan masalah-masalah yang lebih banyak dan lebih buruk. (Keliat dan Akemat, 2005) menjelaskan bahwa untuk peningkatan sosialisasi pada klien skizofrenia bisa dilakukan dengan pemberian Terapi Aktifitas Kelompok sosialisasi. Namun kenyatannya pada saat ini di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya pengaruh TAK sosialisasi masih diragukan, hal ini disebabkan karena jumlah klien dengan riwayat menarik diri masih relatif banyak meskipun TAK sosialisasi sudah dilakukan. Hampir di seluruh dunia terdapat sekitar 450 juta (11%) orang yang mengalami skizofrenia (ringan sampai berat) (WHO, 2006). Hasil survey Kesehatan Mental Rumah Tangga di Indonesia menyatakan bahwa 185 orang per 1000 penduduk di Indonesia mengalami skizofrenia (ringan sampai berat). Berdasarkan survey di rumah sakit jiwa, masalah keperawatan yang paling banyak ditemukan adalah menarik diri (17,91 %), halusinasi (26,37 %), perilaku kekerasan (17,41 %), dan harga diri rendah (16,92 %) (Pikiran Rakyat Bandung, 2007). GEDONGTATAAN-Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Lampung yang terletak di Kabupaten Pesawaran kebanjiran pasien. Untuk bulan April 2011 ini saja, jumlah penderita baru yang mengidap gangguan jiwa mencapai 85 pasien. Hal ini diungkapkan Humas RSJ Provinsi Lampung ke Rakyat Lampung, kemarin (29/5) melalui telepon gengamnya."Untuk bulan ini saja sudah mencapai 85 pasien. Jumlah pasien ini berdasarkan data yang ada direkam medik RSJ Kurungan Nyawa," ujar Humas RSJ Propinsi Lampung David yang dihubungi via teleponya.David menjelaskan, setiap harinya rata-rata tiga orang pasien baru berobat ke RSJ Provinsi Lampung. Hal tersebut yang menjadi indikator utama semakin bertambahnya penderita gangguan jiwa di Provinsi Lampung. "Bertambahnya penderita gangguan jiwa dapat disebabkan oleh beberapa faktor, dan salah satunya semakin beratnya beban kehidupan yang dihadapi masyarakat saat ini," jelasnya.( rakyatlampung.co.id) Dampak yang dapat ditimbulkan oleh menarik diri pada klien skizofrenia adalah ; 1) Kerusakan komunikasi verbal dan non verbal, 2) Gangguan hubungan interpersonal, 3) Gangguan interaksi sosial, 4) resiko perubahan persepsi sensori (halusinasi). Bila klien menarik diri tidak cepat teratasi maka akan dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain (Budi Anna Kelliat, 2006) Penatalaksanaan klien dengan riwayat menarik diri dapat dilakukan salah satunya dengan pemberian intervensi Terapi Aktivitas Kelompok sosialisasi, yang merupakan salah satu terapi modalitas keperawatan jiwa dalam sebuah aktifitas secara kolektif dalam rangka pencapaian penyesuaian psikologis, prilaku dan pencapaian adaptasi optimal pasien. Di RSJ Provinsi Lampug sendiri prosedur TAKS sama halnya seperti pada teori Budi Anna Keliat dan dilaksanakan 3 kali dalam seminggu. Dalam kegiatan aktifitas kelompok, tujuan ditetapkan berdasarkan akan kebutuhan dan masalah yang dihadapi oleh sebagian besar peserta. Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) sosialisasi adalah upaya memfasilitasi kemampuan klien dalam meningkatkan sosialisasi. Dari latar belakang tersebut diatas penulis tertarik membuat penelitian untuk mengetahui sejauh mana pengaruh Terapi Aktifitas Kelompok (TAK) sosialisasi terhadap peningkatan sosialisasi pada klien skizofrenia dengan riwayat menarik diri di ruang cendrawasih Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampug.

B. Tujuan1. Tujuan UmumKlien dapat meningkatkan hubungan sosial dalam kelompok secara bertahap.2. Tujuan Khusus1) Klien mampu memperkenalkan diri2) Klien mampu berkenalan dengan anggota kelompok3) Klien mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok4) Klien mampu menyampaikan dan membicarakan topik percakapan5) Klien mampu menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi pada orang lain6) Klien mampu bekerja sama dalam permainan sosialisasi kelompok7) Klien mampu menyampikan pendapat tentang manfaat kegiatan tentang TAKS yang telah dilakukanC. Waktu dan TempatHari/ tanggal : Sabtu,28 Desember 2013Jam : 09.30-10.00 WIBTempat : Ruang kelas

D. Metode1. Dinamika kelompok2. Diskusi dan tanya jawab3. Bermain peran/ simulasi

E. Media/ Alat1. Laptop2. Musik/ lagu3. Bola pimpong4. Buku catatan dan pulpen5. Kartu kwartet6. Jadwal kegiatan klien

F. Seting Tempat

K

K

KK

F

O

Keterangan gambar:L:ObserverCLO :leader : Co-Leader: Klien

K: Fasilitator/ perawat

F

- Pembagian Tugas1. Leader : Tugas:- Menyiapkan proposal kegiatan TAKS - Menyampaikan tujuan dan peraturan kegiatan terapi aktifitas kelompok sebelum kegiatan dimulai. - Menjelaskan permainan.- Mampu memotivasi anggota untuk aktif dalam kclompok dan memperkenalkan dirinya. - Mampu memimpin tcrapi aktilitas kelompok dengan baik dan tertib- Menetralisir bila ada masalah yang timbul dalam kelompok.

2. Co-leader : Tugas : - Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang aktifitas klien.- Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang.

3. Fasilitator : Tugas:- Menyediakan fasilitas selama kegiatan berlangsung.- Memotivasi klien yang kurang aktif.- Membantu leader memfasilitasi anggota untuk berperan aktif dan memfasilitasi anggota kelompok

4 Observer : Tugas :- Mengobservasi jalannya proses kegiatan- Mencatat prilaku Verbal dan Non- verbal klien selama kegiatan berlangsungH. Klien a. Kriteria klien1) Klien menarik diri yang telah mulai melakukan interaksi interpersonal2) Klien kerusakan komunikasi verbal yang telah berespons sesuai dengan stimulusb. Proses seleksi1) Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria.2) Mengumpulkan klien yang masuk kriteria.3) Membuat kontrak dengan klien yang setuju ikut TAK, meliputi: menjelaskan tujuan TAK pada klien, rencana kegiatan kelompok dan aturan main dalam kelompok

I. Susunan Pelaksanaan 1.Susunan perwat pelaksana TAKS sebagai berikut:1) Leader : yoviana2) Co. Leader: hera purwaningsih3) Fasilitator : arif rizki alfarisi4) Observer : fajar kurniawan 2.Klien peserta TAKS sebagai berikut:1) Tn. N2) Tn.K3) Tn.M4) Tn.J

J .Tata tertib dan Antisipasi MasalahTata Tertib1. Peserta bersedia mengikuti kegiatan TAK.2. Peserta wajib hadir 5 menit sebelum acara dimulai.3. Peserta berpakaian rapih, bersih dan sudah mandi.4. Tidak diperkenankan makan, minum, merokok selama kegiatan (TAK) berlangsung.5. Jika ingin mengajukan/menjawab pertanyaan, peserta mengangkat tangan kanan dan berbicara setelah dipersilahkan oleh pemimpin.6. Peserta yang mengacaukan jalannya acara akan dikeluarkan.7. Peserta dilarang keluar sebelum acara TAK selesai.8. Apabila waktu TAK sesuai kesepakatan telah habis, namun Tak belum selesai, maka pemimpin akan meminta persetujuan anggota untuk memperpanjang waktu TAK kepada anggota.Antisipasi1. Penanganan klien yang tidak aktif saat aktifitas kelompok- Memanggil klien- Memberi kesempatan kepada klien tersebut untuk menjawab sapaan perawat atau klien yang lain2. Bila klien meninggalkan permainan tanpa pamit:- Panggil nama klien- Tanya alasan klien meninggalkan permainan- Berikan penjelasan tentang tujuan permainan dan berikan penjelasan pada klien bahwa klien dapat melaksanakan keperluannya setelah itu klien boleh kembali lagi3. Bila ada klien lain ingin ikut- Berikan penjelasan bahwa permainan ini ditujukan pada klien yang telah dipilih- Katakan pada klien lain bahwa ada permainan lain yang mungkin dapat diikuti oleh klien tersebut- Jika klien memaksa, beri kesempatan untuk masuk dengan tidak memberi peran pada permainan tersebut.

K.Proses Keperawatan

1. SESI 1 : Kemampuan memperkenalkan diri 1). Tujuan Klien mampu memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, asal dan hobi. 2). Setting a. Klien dan terapis/le