referat dub

Download Referat Dub

Post on 02-Aug-2015

172 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

DYSFUNCTIONAL UTERINE BLEEDING REFERAT

Disusun oleh : Kartika 07120080013 Dokter pembimbing : dr. Bonaventura Dofisisire, Sp.OG

EPIDEMIOLOGI- 20% kasus terjadi pada masa remaja, dan lebih dari 50% terjadi pada wanita berumur 40-50 tahun- Factor resiko terjadinya DUB berupa obesitas, polikistik ovari sindrom, endometriosis, pemakaian estrogen atau progesterone jangka panjang, stress, jam tidur tidak teratur, overwork, dan pemakaian obat-obatan, alcohol dapat mengganggu keseimbangan hormon yang dapat mengakibatkan DUB - Insidensi dari DUB yaitu 10% terjadi pada wanita di masa reproduktifnya20

DEFINISI Dysfunctional uterine bleeding merupakan diagnosa eksklusi. Terdiri dari perdarahan ovulatori dan anovulatori, didiagnosa setelah kehamilan, medikasi, penyebab iatrogenic, patologi traktus genital, malignancy, dan penyakit sistemik telah dibuang berdasarkan investigasi yang sesuai. 90% dari dysfunctional uterine bleeding disebabkan oleh anovulasi, dan 10 % disebabkan oleh siklus ovulatori.6 Dysfunctional uterine bleeding (DUB) is irregular uterine bleeding that occurs in the absence of pathology or medical illness. It reflects a disruption in the normal cyclic pattern of ovulatory hormonal stimulation to the endometrial lining. The bleeding is unpredictable in many ways. It might be excessively heavy or light, prolonged, frequent, or random. This condition usually is associated with anovulatory menstrual cycles but also can present in patients with oligo-ovulation. DUB occurs without recognizable pelvic pathology, general medical disease, or pregnancy. It is considered a diagnosis of exclusion. 21

-

6.

Tibbles CD. Selected gynecologic disorders. In: Marx JA, Hockberger RS, Walls RM, Adams JG. Rosen's Emergency Medicine: Concepts and Clinical Practice. Vol 1. 7th ed. Mosby (Elsevier); 2009:Chap 98. 21. Millie A Behera. Medscape. Dysfunctional Uterine Bleeding. 2011. Diambil dari http://emedicine.medscape.com/article/257007-overview#a0104.

FISIOLOGI MENSTRUASI

ANOVULATORI DUB Saat ovulasi tidak terjaditidak ada progesterone yang diproduksiendometrium tetap berada pada fase proliferative. Pada jaringanpenghancuran stroma, pengurangan densitas arteriol, dan peningkatan kapilari yang berdilatasi dan unstabil Proliferasi tanpa peluruhan suplai pembuluh darah endometrium terus bertumbuhJaringan endometrium menjadi tidak stabil, rusak dan keluar melalui uterus

DUB ANOVULATORI Endometrium yang mula-mula proliferatif dapat terjadi endometrium yang bersifat hyperplasia kistik Jika gambaran itu dijumpai pada sediaan yang didapat dari kerokan, dapat diambil kesimpulan bahwa perdarahan bersifat anovulator.3http://radiology.uchc.edu/eAt las/GYN/1970.htm

OVULATORI DUBDUB ovulatori dipikirkan disebabkan terutama karena dilatasi vascular Wanita dengan perdarahan ovulatori kehilangan darah pada kecepatan 3x lebih cepat daripada wanita dengan menstruasi normal, namun jumlah arteriole spiral tetap sama atau tidak meningkat Pembuluh yang mensuplai endometrium mengalami penurunan tonus vascularpeningkatan kehilangan darah dari terjadinya dilatasi vascular Beberapa penyebab dari perubahan tonus vascular ini telah dipikirkan dan prostaglandin dipikirkan menjadi penyebab kuat.1

Williams JW. Williams Gynecology. 22nd ed. McGraw-Hill, Medical Publishing Division; 2008.

DUB OVULATOR Korpus luteum persisten; dijumpai perdarahan dengan ovarium membesar. juga menyebabkan pelepasan endometrium tidak teratur (irregular shedding) Diagnosis irregular shedding dibuat dengan kerokan yang tepat pada waktunya, yakni menurut Mc Lennon pada hari ke-4 mulainya perdarahandijumpai endometrium dalam tipe sekresi dan nonsekresi3

Hipertensi; pada wanita dengan hipertensi dapat terjadi pecahnya pembuluh darah dalam uterus3 Prawirohardjo,Sarwono. 2010. Ilmu Kandungan. PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo : Jakarta.

DUB OVULATOR Insufisiensi korpus luteum dapat menyebabkan premenstrual spotting, menoragia, atau polimenorrhea. Dasarnya ialah kurangnya produksi progesterone disebabkan oleh gangguan LH releasing factor Diagnosis dibuat, apabila hasil biopsy endometrial dalam fase luteal tidak cocok dengan gambaran endometrium yangs seharusnya didapat pada hari siklus yang bersangkutan3

Kelainan darah, seperti purpura trombositopenik, dan gangguan dalam mekanisme pembekuan darah3

Prawirohardjo,Sarwono. 2010. Ilmu Kandungan. PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo : Jakarta.

GEJALA KLINIS Terminologi yang sering digunakan untuk mendeskripsikan dysfunctinal uterine bleeding :3 menorraghia - perdarahan uterus pada interval yang regular namun mengalami perpanjangan ( > 7 hari) atau perdarahan yang masive (>80 ml per hari) metroraghia perdarahan uterus yang terjadi pada interval iregular dan lebih sering daripada interval yang normal (siklus pendek/polimenorrhea) menometroraghia perdarahan uterus yang terjadi dengan interval iregular lebih sering dari normal dan mengalami perpanjangan atau perdarahan yang masive intermenstrual bleeding perdarahan uterus dengan jumlah bervariasi terjadi diantara periode mens reguler midcycle spotting atau flek flek terjadi tepat sebelum ovulasi, terutama dari estrogen level yang turun postmenopause bleeding perdarahan berulang yang terjadi pada wanita menopause minimal 6 bulan hinggal 1 tahun setelah berhentinya mens

DUB OVULATORI Perdarahan ini merupakan kurang lebih 10% dari perdarahan disfungsional dengan gejala siklus pendek (polimenorrhea) panjang (oligomenorrhea) atau

Untuk menegakkan diagnosis perdarahan ovulator, perlu dilakukan kerokan pada masa mendekati haid - Jika sudah dipastikan bahwa perdarahan berasal dari endometrium tipe sekresi tanpa adanya sebab organic, maka harus dipikirkan sebagai etiologinya3http://radiology.uchc.edu/eAt las/GYN/1970.htm

DIAGNOSIS Evaluasi DUB meliputi menentukan penyebab dan mengeluarkan kanker endometrial sebagai penyeab. Algoritma dapat digunakan untuk memulai anamnesa. Faktor yang penting untuk ditanyakan seperti4 umur pasien mens terakhir, mens terakhir yang normal jumlah dan durasi perdarahan perdarahan postcoital pengobatan (hormon, NSAIDs, atau warfarin) riwayat kelainan endokrin gejala kehamilan gejala koagulopati riwayat KB riwayat trauma

Pemeriksaan fisik umum fokus pada gejala endokrinopati seperti4 polikistik ovary disease (obesitas dan hiperandrogenism) hiperprolaktinemia hipotiroidism Pemriksaan pelvis tidak diperlukan untuk pasien oligomenorrhea yang tidak aktif secara seksual dan dalam 18 bulan setelah haid pertama. Pemeriksaan gineklogik termasuk inspeksi vagina dan cervix untuk melihat adanya lesi (polip, leimyoma, robekan, malignancy, atau abortus inkomplet) atau infeksi Ukuran, bentuk, posisi, dan konsistensi uterus harus diperiksa Diperhatikan bila terdapat tanda kehilangan darah

Adanya kenaikan temperatur basal 0.3 0.6 derajat merupakan indikasi terjadinya ovulasi4 Juga dapat digunakan dengan mengukur serum progesterone pada fase luteal, bila lebih dari 3mg/dl mengindikasikan terjadinya ovulasi4

Gambar diambil dari http://ethicalfamilyplanning.com/chartfertility-basal-body-temperature

DIAGNOSTIC TEST Endometrial biopsy Uterine ultrasound Dilatation & Curetage Histeroskopi Saline Infusion Sonography

ENDOMETRIAL BIOPSYMerupakan yang paling sering dilakukan untuk diagnosa pada DUB. Memberikan sampel yang adekuat untuk diagnosis problem di endometrial pada 90-100% kasus namun gagal untuk mendeteksi polip dan leimyoma. Sebaiknya sample diambil pada akhir siklus agar dapat diketahui telah terjadi ovulasi atau tidak.4 Indikasi dilakukan biopsy endometrial pada pasien dengan dysfunctional uterine bleeding :7 wanita diatas 35 tahun atau lebih pasien obesitas wanita yang mengalami periode lama terpapar stimulasi estrogen wanita dengan anovulasi kronik Wanita dengan amenorrhea selama 1 tahun/lebih lalu mengalami perdarahan uterus Wanita dengan ketebalan endometrial lebih dari 12 mm2 Biopsy endometrium juga diindikasikan pada wanita dibawah 35 tahun bila terdapat factor resiko kanker endometrial seperti obesitas, anovulasi kronik, riwayat kanker payudara, riwayat pengobatan dengan tamoxifen, dan adanya riwayat keluarga dengan kanker payudara atau kanker kolon.10

UTERINE ULTRASOUND Memberikan informasi mengenai stage ovulatori dari endometrium yang memiliki 93% korelasi dengan diagnosis histologis ketebalan endometrium kurang dari 4 mm endometrial sampling tidak perlu dilakukan pada pasien tersebut.4 Normal 5 12 mmmungkin membutuhkan biopsy, terutama bila mereka memiliki faktor resiko untuk kanker endometrial, factor resikonya adalah umur 45 tahun ke atas, berat 90 kg atau lebih, memiliki sejarah infertilitas, riwayat keluarga dengan kanker kolon, dan nuliparitas.2 lebih dari 12 mmbiopsy harus dilakukan

DILATATION & CURRETAGE Memberikan sample yang lebih banyak dari kavitas uterus dan memiliki keuntungan diagnostik dan terapeutik Memiliki sensitivitas yang lebih besar daripada biopsy endometrial, terutama dengan lesi in situ yang lebih kecil Sering digunakan saat endometrial biopsy tidak cukup atau terjadi stenosis pada cervical os atau penanganan DUB gagal

D&C fraksional biasanya tidak digunakan pada remaja karena mereka jarang memilki kanker endometrial dan prosedurnya yang dapat merusak cervix atau uterus D&C terbagi menjadi D&C diagnostik dan fraksional. D&C diagnostik berguna untuk mengevaluasi histology dari endometrium, sedangkan D&C fraksional juga berguna untuk mengevaluasi endocervix dan untuk melakukan biopsy ektocervix dan zona transformasi.11 D&C juga dibutuhkan untuk staging occult cancer4

INDIKASI DIAGNOSTIK D & C menorraghia suspek malignancy atau pre malignancy post menopausal bleeding abnormal cytology (cone biopsy untuk karsinoma cervix)