sop gabungan

Download SOP Gabungan

If you can't read please download the document

Post on 22-Jul-2016

201 views

Category:

Documents

38 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

LOGO POLTEKKESSTANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)

PENYUNTIKAN INSULIN

No Dokumen.No RevisiHalaman.

Prosedur TetapTanggal Terbit

..Ditetapkan oleh

Direktur

Pengertian Menyuntikkan obat insulin melalui sub cutan pada pasien Diabetes Mellitus (penderita DM tipe I, DM tipe II dengan kadar gula darah tidak terkontrol menggunakan therapy obat oral dan DM gestasional).

Tujuan 1. Mencapai kadar gula darah dalam batas normal2. Menyelaraskan sekresi insulin fisiologis3. Menghindari hipoglikemia/hiperglikemia4. Meningkatkan kualitas hidup dan menurunkan risiko komplikasi5. Memperbaiki kemampuan exercise dan penampilan kerja

6. Mengurangi malformasi janin

7. Mengurangi angka kematian janin dan ibu hamil

8. Mencapai kadar glukosa darah dalam batas normal9. Memberikan tambahan insulin eksogen 10. Menghilangkan gejala primer glukosuri

11. Meningkatkan rasa nyaman / sejahtera (sense of well-being)12. Mencegah ketoasidosis dan koma hiperosmoler

13. Memulihkan berat badan yang kurus

14. Mengurangi kejadian infeksi

15. Mencegah menghentikan menghambat komplikasi vaskuler mikro dan makro

Persiapan 1. Persiapan Alat:

a. Bak injeksib. Penfill yang berisi insulin / spuit insulinc. Jarum sterild. Kapas alkohol dalam tempatnyae. Bengkokf. Perlak dan alasnyag. Buku catatan pemberian obath. Insulin sesuai kebutuhani. Sarung tangan 2. Persiapan Klien:

a. Ucapkan salamb. Validasi identitas klien sesuai dengan program terapi (status klien)c. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakand. Siapkan posisi klien sesuai dengan kebutuhan3. Persiapan Lingkungan:

a. Ciptakan lingkungan yang nyaman bagi klienb. Jaga privacy klien

Prosedur 1. Membawa alat ke dekat pasien

2. Mencuci tangan 3. Memakai sarung tanganA. Pemberian dengan menggunakan spuit insulin:4. Ambil spuit insulin dan jarum pada tempatnya5. Bersihkan karet penutup botol insulin dengan kapas beralkohol6. Tarik piston ke tahap yang diperlukan untuk memasukkan sedikit udara masuk ke dalam botol sebanyak dosis yang akan diambil7. Masukkan jarum penyuntik ke dalam penutup karet sambil menegakkan botol itu8. Tekan piston perlahan-lahan supaya udara dalam spuit masuk ke dalam botol insulin9. Balikkan botol serta spuit dan tarik piston sehingga 5 unit di bawah ukuran dosis. 10. Jika tidak terdapat udara, tekan piston ke ukuran dosis yang dibutuhkan11. Jika ada udara keluarkan dengan mendorong piston12. Tetukan lokasi suntikan dengan menanyakan ke pasien lokasi suntikan terakhir (abdomen, lengan dan paha). Lakukan rotasi pada lokasi suntikan 13. Bebaskan daerah yang akan disuntik dari pakaian14. Desinfeksi kulit kemudian angkat sedikit ( 5 cm ) lokasi suntikan dengan cara dicubit menggunakan tangan kiri

15. Tusukkan jarum dengan posisi lubang menghadap ke atas dan membuat sudut 900 dengan permukaan kulit (sesuai dengan ukuran jarum dan ketebalan lemak). Pada orang kurus sudut penyuntikan 450.

16. Dorong piston perlahan-lahan (3 5 detik), pastikan semua dosis insulin yang sudah diatur masuk semua dengan menunggu 10 detik sebelum jarum dicabut. 17. Apabila telah selesai menyuntik, letakkan kapas beralkohol di tempat yang disuntik. Cabut jarum dan usapkan kapas pelahan-lahan pada tempat yang disuntik. JANGAN sekali-kali memijit atau mengurut tempat yang disuntik.

B. Pemberian menggunakan penfill:18. Ambil penfill, bersihkan membran karet di penfill dengan kapas alkohol (gbr. 6)19. Lepaskan tutup pelindung jarum penfill dan pasang jarum kemudian putar jarum sampai kencang. Cabut tutup luar dan dalam jarum (gbr.7).

20. Jika penfill berisi suspensi insulin (Insulin kerja panjang), penfill sebaiknya diputar-balikkan antara posisi A dan B (gbr. 8), seperti tampak di gambar. Lakukan sekurang-kurangnya 10 kali, sampai semua cairan menjadi putih keruh rata.21. Penfill mungkin mengandung gelembung udara. Untuk menghindari penyuntikan udara: Dial/atur 2 unit. Pegang penfill dengan jarum menghadap atas dan ketuk-ketuk holder penfill perlahan dengan jari beberapa kali. Tekan bagian Tombol Tekan segera. Setetes insulin akan tampak di ujung jarum. Jika tidak, ulangi prosedur sampai setetes insulin keluar. Mungkin masih akan ada udara di Penfill setelah ini, tapi tidak akan ikut tersuntik (gbr.9)

22. Periksa apakah pengatur dosis diposisi nol. Selalu periksa bahwa masih cukup insulin yang tersedia untuk penyuntikan. Angka ganjil ditunjukkan sebagai garis tebal diantara angka genap (gbr. 10)23. Atur dosis insulin dengan cara memutar sesuai dengan dosis yang dibutuhkan24. Jika anda mengatur dosis melebihi dari yang dibutuhkan, regangkan bagian mekanis dan holder Penfill, seperti tampak pada gambar 11. Kemudian tekan bagian Tombol Tekan kembali ke nol.

25. Bersikan tempat yang hendak disuntik dengan menggunakan kapas beralkohol. Gerakan kapas secara berputar, bermula dari tengah menuju tepi. Biarkan beberapa saat sehingga kering.

26. Ambil penyuntik dengan cermat dan pastikan jarumnya tidak tersentuh apa-apa. Jika anda telah gunakan penutup untuk melindungi penyuntik, tanggalkan dengan cermat. Cubit 2 (5cm) kulit dan suntikkan insulin ke bahagian kulit itu. Suntikan tegak lurus pada sudut 90.

27. Apabila telah selesai menyuntik, letakkan kapas beralkohol di tempat yang disuntik. Cabut jarum dan usapkan kapas pelahan-lahan pada tempat yang disuntik. JANGAN sekali-kali memijit atau mengurut tempat yang disuntik.

28. Dengan menggunakan tutup jarum bengkokkan jarum ke belakang sehingga patah untuk menghindari penyalah gunaan jarum bekas. Juga terdapat alat-alat khas yang dipergunakan untuk merusak jarum spuit yang telah dipergunakan.

29. Jelaskan kepada pasien bahwa pasien harus makan 5-10 menit atau 15-30 menit (sesuai jenis insulin) setelah disuntik. 30. Jelaskan akibat klien tidak makan setelah penyuntikan31. Rapikan alat dan pasien32. Mencuci tangan33. Dokumentasikan tindakan dan hasil

Sumber Rujukan1. Smeltzer, Zusnne C,. and Bare, Brenda, 2007, Brunner & Suddarths Textbook of Medical-Surgical Nursing, 10th Edition, Lippincott Wilhams & Wilkins

2. Mills, Elizabeth Jacqueline, 2004, Nursing Procedures, 4th Edition, Lippincott Wilhams & Wilkins3. Materi Pelatihan dari Prof Rudi.

LOGO POLTEKKESSTANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)

MELAKUKAN PEREKAMAN EKG

No Dokumen.No RevisiHalaman.

Prosedur TetapTanggal Terbit

..Ditetapkan oleh

Direktur

Pengertian Suatu tindakan untuk merekam aktifitas listrik jantung dengan menggunakan mesin EKG

Tujuan Untuk mengetahui :

1. Hipertropi atrium & ventrikel

2. Iskemik & infark miokardial

3. Aritmia / disritmia

4. Efek obat-obatan (contoh : digitalis)

5. Gangguan elektrolit (contoh : kalium, kalsium)

Persiapan 4. Persiapan Alat:

a. Mesin EKG + kabel (listrik, ground, elctrode)

b. Elektrode : - Ektremitas (Klem)

- Precordial (penghisap)

c. Kertas EKG

d. Jelly

e. Kapas alkohol

f. Spidol

g. Tissue

h. Sketsel

i. Bengkok

j. Dressing car + taplak

k. Tempat tidur

5. Persiapan Klien:

a. Ucapkan salamb. Validasi identitas klien c. Jelaskan tujuan dan prosedur tindakand. Siapkan posisi klien sesuai dengan kebutuhan6. Persiapan Lingkungan:

a. Ciptakan lingkungan yang nyaman bagi klienb. Jaga privacy klien

Prosedur 1. Membawa alat ke dekat pasien

2. Cuci tangan

3. Bersihkan kulit tempat pasang elektrode dg kapas alkohol

4. Oleskan jely pd lokasi pasang elektrode

5. Pasang ground ke tanah

6. Pasang klem elektrode ektrimitas

7. Hubungkan kabel elektrode extremitas (RA, LA, LF & RF) ke klem

8. Pasang elektroda dada (V1 s/d V6)

9. On kan power EKG

10. Atur kalibrasi 1 MV, speed 25 mm/dt

11. Jalankan dan lakukan kalibrasi 3 X

12. Pindah ke Lead I, jalankan s/d V6 msg cukup 3 beat, akhir dg kalibrasi

13. Matikan EKG (tekan power off)

14. Lepas elktrode-elektrode yang nempel kepasien, bersihkan jeli dengan tisu rapikan klem

15. Sobek kertas EKG catat nama, umur, jenis kelamin, No. reg, tgl & jam, tulis pula nama perekam

16. Bersihkan alat, rapikan

17. Cuci tangan18. Dokumentasikan hasil tindakan

Sumber Rujukan1. Dharma, S. 2010. Sistematika Interpretasi EKG. Jakarta. EGC

2. Mills, Elizabeth Jacqueline, 2004, Nursing Procedures, 4th Edition, Lippincott Wilhams & Wilkins3. Smeltzer, Zusnne C,. and Bare, Brenda, 2007, Brunner & Suddarths Textbook of Medical-Surgical Nursing, 10th Edition, Lippincott Wilhams & Wilkins

4. Wijaya, S. 2009. EKG Praktis. Jakarta. Binarupa Aksara

LOGO POLTEKKESSTANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)

PENGUKURAN TINGGI BADAN

No Dokumen.No RevisiHalaman.

Prosedur TetapTanggal Terbit

..Ditetapkan oleh

Direktur

Pengertian Pengukuran tinggi badan (cm) dimaksudkan untuk mendapatkan data tinggi badan agar dapat diketahui status gizi klien

Tujuan Untuk mengetahui status gizi klien

Persiapan 1. Persiapan Alat

Pengukur tinggi badan : MICROTOISE dengan kapasitas ukur 2 meter dan ketelitian0,1 cm.2. Persiapan Klien

Menjelaskan kepada klien tentang prosedur yang akan dilakukan

3. Persiapan Lingkungan

Gantungkan bandul benang untuk membantu memasang microtoise di dinding agar tegak lurus. Letakan alat pengukur di lantai yang DATAR tidak jauh dari bandul tersebut dan menempel pada dinding. Dinding jangan ada lekukan atau tonjolan (rata). Tarik papan penggeser tegak lurus keatas, sejajar dengan benang berbandul yang tergantung dan tarik sampai angk