tak halusinasi

Download Tak halusinasi

Post on 04-Jul-2015

7.912 views

Category:

Education

11 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

terdiri dari 5 sesi

TRANSCRIPT

  • 1. PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)STIMULASI PERSEPSI SENSORI (HALUSINASI)DI SUSUN OLEH :KELOMPOKANDREE TRI WIDIATMOKOAYU SAFITRIEDY RIAWANFAIZALHANIS RICALDOSUCI NURAINITETU HENDARTOKUTILANGKEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIAPOLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANGJURUSAN KEPERAWATAN 2012/2013

2. PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)STIMULASI PERSEPSI SENSORI (HALUSINASI)I. Latar Belakang Terapi Aktivitas Kelompol (TAK): sosialisasi TAK adalah upaya memfasilitasi kemampuan sosialisasi sejumlah klien dengan masalah hubungan sosial. Salah satu gangguan hubungan sosial pada pasien gangguan jiwa adalah gangguan persepsi sensori: Halusinasi merupakan salah satu masalah keperawatan yang dapat ditemukan pada pasien gangguan jiwa. Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa di mana pasien mengalami perubahan sensori persepsi; merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan perabaan atau penghiduan. Pasien merasakan stimulus yang sebetulnya tidak ada. Dampak dari halusinasi yang diderita klien diantaranya dapat menyebabkan klien tidak mempunyai teman dan asyik dengan fikirannya sendiri. Salah satu penanganannya yaitu dengan melakukan Terapi Aktivitas Kelompok yang bertujuan untuk mengidentifikasi halusinasi dan mengontrol halusinasi yang dialaminya. Dari beberapa kasus gangguan jiwa yang ada di RSJ Provinsi Lampung khususnya Ruang Kutilang sebagian besar pasien menderita halusinasi. Oleh karena itu, perlu diadakan Terapi Aktivitas Kelompok tentang halusinasi.II. Landasan Teori Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) stimulasi persepsi adalah terapi yang menggunakan aktivitas yang menggunakan aktivitas mempersepsikan berbagai stimulasi yang terkait dengan pengalaman dengan kehidupan untuk didiskusikan dalam kelompok. Hasil diskusi kelompok dapat berupa kesepakatan persepsi atau alternatif penyelesaian masalah. 3. Dalam terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi halusinasi dibagi dalam 5 sesi, yaitu: 1.Sesi I : Klien mengenal halusinasi 2.Sesi II: Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik 3.Sesi III : Mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain 4.Sesi IV: Mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas terjadwal 5.Sesi V : Mengontrol halusinasi dengan cara patuh minum obatIII.Tujuan III.1 Tujuan umumKlien dapat meningkatkan kemampuan diri dalam mengontrol halusinasi dalamkelompok secara bertahap. III.2 Tujuan khusus a. Klien dapat mengenal halusinasi. b. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara menghardik. c. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain. d. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas terjadwal. e. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara patuh minum obat.IV. Sesi yang digunakan 1. Sesi I: Klien mengenal halusinasi 2.Sesi II: Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik 3.Sesi III : Mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain 4.Sesi IV: Mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas terjadwal 5.Sesi V : Mengontrol halusinasi dengan cara patuh minum obat 4. V. Klien V.1Kriteria klien a. Klien gangguan orientasi realita yang mulai terkontrol. b. Klien yang mengalami perubahan persepsi. V.2Proses seleksi a. Mengobservasi klien yang masuk kriteria. b. Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria. c. Mengumpulkan klien yang masuk kriteria. d. Membuat kontrak dengan klien yang setuju ikut TAK, meliputi: menjelaskan tujuan TAK pada klien, rencana kegiatan kelompok dan aturan main dalam kelompokVI. Kriteria Hasil VI.1 Evaluasi Struktur a. Kondisi lingkungan tenang, dilakukan ditempat tertutup dan memungkinkan klien untuk berkonsentrasi terhadap kegiatan b. Posisi tempat dilantai menggunakan tikar c. Peserta sepakat untuk mengikuti kegiatan d. Alat yang digunakan dalam kondisi baik e. Leader, Co-leader, Fasilitator, observer berperan sebagaimana mestinya. VI.2 Evaluasi Proses a. Leader dapat mengkoordinasi seluruh kegiatan dari awal hingga akhir. b. Leader mampu memimpin acara. c. Co-leader membantu mengkoordinasi seluruh kegiatan. d. Fasilitator mampu memotivasi peserta dalam kegiatan. e. Fasilitator membantu leader melaksanakan kegiatan dan bertanggung jawab dalam antisipasi masalah. f. Observer sebagai pengamat melaporkan hasil pengamatan kepada kelompok yang berfungsi sebagai evaluator kelompok g. Peserta mengikuti kegiatan yang dilakukan dari awal hingga akhir VI.3 Evaluasi Hasil 5. Diharapkan 75% dari kelompok mampu:a. Menjelaskan apa yang sudah digambarkan dan apa yang dilihatb. Menyampaikan halusinasi yang dirasakan dengan jelasVII. Antisipasi Masalah VII.1Penanganan terhadap klien yang tidak aktif dalam aktivitasa. Memanggil klienb. Memberi kesempatan pada klien untuk menjawab sapaan perawat atau klien lain VII.2Bila klien meninggalkan kegiatan tanpa izina. Panggil nama klienb. Tanyakan alasan klien meninggalkan kegiatan VII.3Bila klien lain ingin ikuta. Berikan penjelasan bahwa kegiatan ini ditujukan kepada klien yang telah dipilihb. Katakan pada klien bahwa ada kegiatan lain yang mungkin didikuti oleh klien tersebutc. Jika klien memaksa beri kesempatan untuk masuk dengan tidak memberi pesan pada kegiatan ini 6. VIII. Pengorgnisasian SESI I VIII.1 Pelaksanaana. Hari/Tanggal : Jumat, 4 januari 2013b. Waktu: Pkl. 10.00 10.45 WIB s.d selesai (sesi I)c. Alokasi waktu: Perkenalan dan pengarahan (10 menit)Terapi kelompok (25 menit)Penutup (10 menit)d. Tempat : Ruang TAK Kutilange. Jumlah klien : 4 orang 8.2 Tim Terapia. Leader Sesi I: Heru SetiawanUraian tugas: 1) Mengkoordinasi seluruh kegiatan 2) Memimpin jalannya terapi kelompok 3) Memimpin diskusib. Co-leader Sesi I : Rio Metra Uraian tugas : 1) Membantu leader mengkoordinasi seluruh kegiatan 2) Mengingatkan leader jika ada kegiatan yang menyimpang 3) Membantu memimpin jalannya kegiatan 4) Menggantikan leader jika terhalang tugasc. Observer Sesi I: Parluhutan Simamora Uraian tugas : 1) Mengamati semua proses kegiatanyang berkaitan dengan waktu, tempatdan jalannya acara 2) Melaporkan hasil pengamatan pada leader dan semua angota kelompokdenga evaluasi kelompok 7. d. Fasilitator Sesi I : 1. Azis Nanang Khoiri 2. Feda Jani Saputra 3. Hadi Sanjaya 4. Riki Sabdatus. A Uraian tugas: 1) Memotivasi peserta dalam aktivitas kelompok 2) Memotivasi anggota dalam ekspresi perasaan setelah kegiatan 3) Mengatur posisi kelompok dalam lingkungan untuk melaksanakan kegiatan 4) Membimbing kelompok selama permainan diskusi 5) Membantu leader dalam melaksanakan kegiatan 6) Bertanggung jawab terhadap program antisipasi masalahVIII.2 Metode dan Media a. Metode 1) Diskusi 2) Bermain peran/stimulasi b. Media 1) Papan nama 2) Whiteboard 3) Spidol 4) Tikar 8. IX. Proses Pelaksanaan Sesi I: Mengenal halusinasi a. Salam terapeutik1) Salam terapeutik kepada klien2) Perkenalan nama lengkap dan nama panggilan semua struktur (beri papannama)3) Menanyakan nama lengkap dan nama panggilan dari semua klien (beri papannama) b. Evaluasi/validasiMenanyakan perasaan klien saat ini c. Kontrak1) Leader menjelaskan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu mengenalsuara-suara yang didengar2) Leader menjelaskan aturan main3) Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok harus minta izin kepadaleader4) Lama kegiatan 45 menit5) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir d. Tahap kerja1) Leader menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan yaitu mengenal suara-suarayang didengar (halusinasi) tentang isinya, waktu terjadinya, situasi yangmembuat terjadi dan perasaan klien pada saat halusinasi muncul2) Leader meminta klien menceritakan isi halusinasi, waktu terjadinya, situasiyang membuat terjadi dan perasaan klien saat terjadi halusinasi. Hasilnyaditulis di whiteboard3) Beri pujian pada klien yang melakukan dengan baik4) Simpulkan isi, waktu terjadi, situasi pada saat terjadi dan perasaan klien darisuara yang biasa didengar e. Tahap terminasi1) Evaluasia) Leader menanyakan perasaan klien setelah menikuti TAK 9. b) Leader memberikan pujian atas keberhasilan kelompok2) Tindak Lanjut Leader meminta untuk melaporkan isi, waktu, situasi dan perasaan jika halusinasi muncul3) Kontrak yang akan datang a) Menyepakati TAK yang akan datang: cara mengontrol halusinasi b) Menyepakati waktu dan tempat 10. X. Evaluasi dan Dokumentasi X.1Evaluasi Formulir yang dievaluasi Sesi I TAK Stimulasi Persepsi Sensori (Halusinasi)Kemampuan Personal/Halusinasi MenyebutMenyebut IsiMenyebutkan Waktu Menyebut SituasiNo Nama Klien Perasaan saat Halusinasiterjadi Halusinasi Halusinasi Munculberhalusinasi Petunjuk: a. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama b. Untuk setiap klien beri penilaian kemampuan mengenal halusinasi; isi, waktu,situasi dan perasaan saat halusinasi muncul. Beri tanda jika klien mampu danberikan tanda X jika klien tidak mampu. X.2DokumentasiDokumentasi kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada catatan proseskeperawatan setiap klien. Anjurkan klien mengidentifikasi halusinasi yangtimbul dan menyampaikan kepada perawat. 11. XI. Setting TempatGambar Setting TempatO L CLO KK FF KKF KFKeterangan gambar:L: Leader : Tikar CL: Co-LeaderO: ObserverF: FasilitatorK: Klien 12. Sesi II: Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik XII. PengorgnisasianSESI II 12. 1 Pelaksanaana. Hari/Tanggal: Jumat, 4 januari 2013b. Waktu : Pkl. 10.45 11.30 (sesi II)c. Alokasi waktu : Perkenalan dan pengarahan (10 menit) Terapi kelompok (25 menit) Penutup (10 menit)d. Tempat: Ruang TAK Kutilange. Jumlah klien: 4 orang 12.2 Tim Terapia. Leader Sesi II: Rio MetraUraian tugas :1). Mengkoordinasi seluruh kegiatan2). Memimpin jalannya terapi kelompok3).Memimpin diskusib. Co-leader Sesi II : Parluhutan SimamoraUraian tugas :1). Membantu leader mengkoordinasi seluruh kegiatan2). Mengingatkan leader jika ada kegiatan yang menyimpang3). Membantu memimpin jalannya kegiatan4). Menggantikan leader jika terhalang tugasc. Observer Sesi II: Riki Sabdatus. AUraian tugas :3) Mengamati semua proses kegiatanyang berkaitan dengan waktu, tempat dan j