tanaman herbal 8 jambu biji - n - administrator

of 28 /28
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Obat alami sudah dikenal dan digunakan di seluruh dunia sejak beribu tahun yang lalu (Sidik, 1998). Di Indonesia, penggunaan obat alami yang lebih dikenal sebagai jamu, telah meluas sejak zaman nenek moyang hingga kini dan terus dilestarikan sebagai warisan budaya. Bahan baku obat alami ini, dapat berasal dari sumber daya alam biotik maupun abiotik. Sumber daya biotik meliputi jasad renik, flora dan fauna serta biota laut, sedangkan sumber daya abiotik meliputi sumber daya daratan, perairan dan angkasa dan mencakup kekayaan/ potensi yang ada di dalamnya. Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, memiliki keanekaragaman obat tradisional yang dibuat dari bahan-bahan alami bumi Indonesia, termasuk tanaman obat. Indonesia yang dianugerahi kekayaan keanekaragaman hayati tersebut, memiliki lebih dari 30.000 spesies tanaman dan 940 spesies di antaranya diketahui berkhasiat sebagai obat atau digunakan sebagai bahan obat (Puslitbangtri, 1992). Keanekaragaman hayati Indonesia ini diperkirakan terkaya kedua di dunia setelah Brazil dan terutama tersebar di masing-masing pulau-pulau besar di Indonesia. Pengembangan obat alami ini memang patut mendapatkan perhatian yang lebih besar bukan saja disebabkan potensi pengembangannya yang terbuka, tetapi juga permintaan pasar akan bahan baku obat-obat tradisional ini terus meningkat untuk kebutuhan domestik maupun internasional. Hal ini tentunya juga akan berdampak positif bagi peningkatan pendapatan petani dan penyerapan tenaga kerja baik dalam usaha tani maupun dalam usaha pengolahannya. B. Rumusan Masalah 1. Apakah pengertian dari obat alami? 2. Bagaimana manfaat obat alami bagi kesehatan manusia? 3. Bagaimana tata cara budidaya jambu biji? 4. Apa saja hama & penyakit dari jambu biji? 5. Bagaiman cara panen buah jambu biji? 6. Kegiatan apa yang dilakukan pascapanen jambu biji?

Author: wwwridlinenet

Post on 05-Feb-2016

31 views

Category:

Documents


0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Tanaman Herbal 8 Jambu Biji

TRANSCRIPT

  • 1

    BAB I PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Obat alami sudah dikenal dan digunakan di seluruh dunia sejak beribu tahun

    yang lalu (Sidik, 1998). Di Indonesia, penggunaan obat alami yang lebih dikenal sebagai jamu, telah meluas sejak zaman nenek moyang hingga kini dan terus dilestarikan sebagai warisan budaya. Bahan baku obat alami ini, dapat berasal dari sumber daya alam biotik maupun abiotik. Sumber daya biotik meliputi jasad renik, flora dan fauna serta biota laut, sedangkan sumber daya abiotik meliputi sumber daya daratan, perairan dan angkasa dan mencakup kekayaan/ potensi yang ada di dalamnya.

    Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, memiliki

    keanekaragaman obat tradisional yang dibuat dari bahan-bahan alami bumi Indonesia, termasuk tanaman obat. Indonesia yang dianugerahi kekayaan keanekaragaman hayati

    tersebut, memiliki lebih dari 30.000 spesies tanaman dan 940 spesies di antaranya diketahui berkhasiat sebagai obat atau digunakan sebagai bahan obat (Puslitbangtri, 1992). Keanekaragaman hayati Indonesia ini diperkirakan terkaya kedua di dunia setelah Brazil dan terutama tersebar di masing-masing pulau-pulau besar di Indonesia.

    Pengembangan obat alami ini memang patut mendapatkan perhatian yang lebih besar bukan saja disebabkan potensi pengembangannya yang terbuka, tetapi juga permintaan pasar akan bahan baku obat-obat tradisional ini terus meningkat untuk kebutuhan domestik maupun internasional. Hal ini tentunya juga akan berdampak positif bagi peningkatan pendapatan petani dan penyerapan tenaga kerja baik dalam usaha tani maupun dalam usaha pengolahannya.

    B. Rumusan Masalah

    1. Apakah pengertian dari obat alami? 2. Bagaimana manfaat obat alami bagi kesehatan manusia?

    3. Bagaimana tata cara budidaya jambu biji? 4. Apa saja hama & penyakit dari jambu biji? 5. Bagaiman cara panen buah jambu biji? 6. Kegiatan apa yang dilakukan pascapanen jambu biji?

  • 2

    7. Makanan / minuman apa yang dapat dihasilkan dari jambu biji?

    C. Tujuan 1. Mengetahui pengertian dari tanaman alami 2. Memahami manfaat obat alami untuk kesehatan manusia. 3. Mengetahui cara budidaya jambu biji sebagai tanaman herbal. 4. Memberikan contoh hama dan penyakit dari jambu biji. 5. Memberikan tata cara panen jambu biji. 6. Memberikan contoh hasil olahan berupa makanan / minuman dari jambu biji.

  • 3

    BAB II PEMBAHASAN

    A. Pengertian Obat Alami Yang dimaksud dengan obat alami adalah sediaan obat, baik berupa obat

    tradisional, fitofarmaka dan farmasetik, dapat berupa simplisia (bahan segar atau yang dikeringkan), ekstrak, kelompok senyawa atau senyawa murni yang berasal dari alam, yang dimaksud dengan obat alami adalah obat asal tanaman. Pada tabel di bawah ini dapat dilihat daftar beberapa tanaman obat yang mempunyai prospek pengembangan

    yang potensial.

    B. Manfaat Bagi Kesehatan Manusia Di samping kebutuhan akan sandang, pangan, papan serta pendidikan,

    kesehatan juga merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, karena dengan kondisi kesehatan yang baik dan kondisi tubuh yang prima, manusia dapat

    melaksanakan proses kehidupan, tumbuh dan menjalankan aktivitasnya dengan baik. Apabila terjadi suatu keadaan sakit atau gangguan kesehatan, maka obat akan menjadi suatu bagian penting yang berperan aktif dalam upaya pemulihan kondisi sakit tersebut.

    Selama ini, pembangunan kesehatan meletakkan ilmu pengobatan Barat (modern) sebagai dasar sistem kesehatan nasional, begitu pula berbagai peraturan dan kebijakan lebih banyak menyangkut obat-obatan modern. Di lain pihak, merujuk pada filosofi pengobatan Timur, eksistensi manusia tidak terpisah dari unsur alam semesta, yang meliputi air, api, tanah dan udara. Keberadaan manusia di tengah kehidupan harus dipandang secara holistik. Ketika manusia terganggu kesehatannya, harmoni kehidupannyapun terganggu. Pada saat inilah manusia membutuhkan obat untuk memulihkan kesehatannya.

    Berbicara mengenai obat alami, sumber penggunaannya dapat ditelusuri dari budaya dan konsep kesehatan dari beberapa prinsip pandang di antaranya Ayurveda,

    Cina dan Unani-Tibb (Wijesekera, 1991) Sistem Ayurveda yang berkembang di India dan kawasan Asia Tenggara

    menganut konsep pemulihan kesehatan berdasarkan pengembalian (restorasi) dan menjaga keseimbangan tubuh pada keadaan normal. Sistem Cina, yang berkembang

  • 4

    di Cina, Jepang, Korea dan Taiwan, pada intinya menekankan pada pengembalian hubungan fungsional yang dinamis antar organ tubuh. Sedangkan sistem Unani-Tibb

    yang berkembang di Timur Tengah terutama Mesir dan Turki, berdasarkan konsep terapi yang sistematis. Di Indonesia sendiri, landasan ilmiah konsep pengobatan tradisional belum didokumentasikan secara sistematis, namun manfaatnya telah dirasakan terutama oleh masyarakat yang hidupnya jauh dari fasilitas pengobatan modern.

    Penggunaan tanaman obat di kalangan masyarakat sangat luas, mulai untuk

    bahan penyedap hingga bahan baku industri obat-obatan dan kosmetika. Namun, di dalam sistim pelayanan kesehatan masyarakat, kenyataannya peran obat-obat alami belum sepenuhnya diakui, walaupun secara empiris manfaat obat-obat alami tersebut telah terbukti. Sebagai salah satu contoh adalah penggunaan jamu sebagai obat kuat, obat pegal linu, mempertahankan keayuan, pereda sakit saat datang bulan dan lain-lain, menyiratkan penggunaan jamu yang sangat luas di masyarakat. Memang disadari, bahwa produksi jamu belum banyak tersentuh oleh hasil-hasil penelitian karena antara lain disebabkan para produsen jamu pada umumnya masih berpegang teguh pada ramuan yang diturunkan turun-temurun. Akibatnya, hingga saat ini obat tradisional masih merupakan bahan pengobatan alternatif di samping obat modern.

    Dengan adanya krisis moneter yang melanda Indonesia dan berlanjut menjadi krisis ekonomi yang berkepanjangan, berdampak pada melonjaknya harga obat-obatan modern secara drastis oleh karena lebih dari 90% bahan bakunya tergantung impor. Obat tradisional, yang merupakan potensi bangsa Indonesia, oleh karena itu

    dapat ikut andil dalam memecahkan permasalahan ini dan sekaligus memperoleh serta mendayagunakan kesempatan untuk berperan sebagai unsur dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat, terlebih-lebih dengan adanya kebijakan Menteri Kesehatan RI tahun 1999 untuk mengembangkan dan memanfaatkan tanaman obat asli Indonesia untuk kebutuhan farmasi di Indonesia.

    Kecenderungan kuat untuk menggunakan pengobatan dengan bahan alam,

    tidak hanya berlaku di Indonesia, tetapi juga berlaku di banyak negara karena cara-cara pengobatan ini menerapkan konsep back to nature atau kembali ke alam yang diyakini mempunyai efek samping yang lebih kecil dibandingkan obat-obat modern .

    Mengingat peluang obat-obat alami dalam mengambil bagian di dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat cukup besar dan supaya dapat menjadi unsur dalam

  • 5

    sistem ini, obat alami perlu dikembangkan lebih lanjut agar dapat memenuhi persyaratan keamanan, khasiat dan mutu.

    C. Kajian Umum Jambu Biji

    Jambu biji adalah salah satu tanaman buah jenis perdu (Inggris = Lambo guava). Tanaman ini berasal dari Brazilia Amerika Tengah, menyebar ke Thailand kemudian ke negara Asia lainnya seperti Indonesia. Hingga saat ini telah dibudidayakan & menyebar luas di daerah-daerah Jawa. Jambu biji sering disebut juga jambu klutuk, jambu siki, atau jambu batu. Jambu tersebut kemudian dilakukan persilangan melalui stek atau okulasi dengan jenis yg lain, sehingga akhirnya mendapatkan hasil yg lebih besar dengan keadaan biji yg lebih sedikit bahkan tdk berbiji yg diberi nama jambu Bangkok karena proses terjadinya dari Bangkok.

    1. Kandungan Diantara berbagai jenis buah, jambu biji mengandung vitamin C yang

    paling tinggi dan cukup mengandung vitamin A. Dibanding buah-buahan lainnya seperti jeruk manis yang mempunyai kandungan vitamin C 49 mg/100 gram bahan, kandungan vitamin C jambu biji 2 kali lipat. Vitamin C ini sangat baik sebagai zat antioksidan. Sebagian besar vitamin C jambu biji terkonsentrasi pada kulit dan daging bagian luarnya yang lunak dan tebal. Kandungan vitamin C jambu biji mencapai puncaknya menjelang matang. Selain pemasok andal vitamin C, jambu biji juga kaya serat, khususnya pectin (serat larut air), yang dapat digunakan untuk bahan pembuat gel atau jeli. Manfaat pectin lainnya adalah untuk menurunkan kolesterol yaitu mengikat kolesterol dan asam empedu dalam tubuh dan membantu pengeluarannya.

  • 6

    Penelitian yang dilakukan Singh Medical Hospital and Research center Morrabad, India menunjukkan jambu biji dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah serta tekanan darah penderita hipertensi essensial.

    Jambu biji juga mengandung tannin, yang menimbulkan rasa sepat pada buah tetapi juga berfungsi memperlancar sistem pencernaan, sirkulasi darah, dan berguna untuk menyerang virus. Jambu biji juga mengandung kalium yang berfungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat-zat gizi lainnya ke sel-

    sel tubuh, mengendalikan keseimbangan cairan pada jaringan dan sel tubuh serta menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah, serta menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).

    Dalam jambu biji juga ditemukan likopen yaitu zat nirgizi potensial lain selain serat. Likopen adalah karatenoid (pigmen penting dalam tanaman) yang terdapat dalam darah (0,5 mol per liter darah) serta memiliki aktivitas anti oksidan. Riset-riset epidemologis likopen pada studi yang dilakukan peneliti Itali, mencakup 2.706 kasus kanker rongga mulut, tekek, kerongkongan, lambung, usus besar dan dubur, jika mengkonsumsi likopen yang meningkat, khususnya pada jambu biji yang daging buahnya berwarna merah, berbiji banyak dan berasa manis mempunyai efek memberikan perlindungan pada tubuh dari beberapa jenis kanker.

    2. Manfaat Jambu Biji Untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah serta mencegah

    munculnya kanker, memperkuat daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit, meningkatkan kesehatan gusi, gigi dan pembuluh kapiler serta membantu penyerapan zat besi dan penyembuhan luka. Jambu biji juga berkhasiat anti radang, anti diare dan menghentikan pendarahan, misalnya pada penderita

    demam berdarah dengue (DHF).

    D. Pedoman Budidaya Jambu Biji Jambu biji dibudidayakan di negara-negara seperti Jepang, Malaysia, Brazilia

    & lain-lain. Di Indonesia, Pulau Jawa merupakan sentra penanaman buah jambu terbesar antara lain di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah DI Yogyakarta, & Jawa Timur. Sentra produksi yg lain adalah Sumatera & Kalimantan. Pada tahun-

  • 7

    tahun terakhir ini jambu biji telah berkembang & kemudian muncul jambu Bangkok yg dibudidayakan di kota Kleri, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

    1. SYARAT TUMBUH JAMBU BIJI Iklim Yang Cocok untuk budidaya jambu biji

    Dalam budidaya tanaman jambu biji / jambu air angin berperan dlm penyerbukan, namun angin yg kencang dapat menyebabkan

    kerontokan pada bunga. Tanaman jambu biji merupakan tanaman daerah tropis & dapat

    tumbuh di daerah sub-tropis dengan intensitas curah hujan yg diperlukan berkisar antara 1000-2000 mm/tahun & merata sepanjang tahun.

    Tanaman jambu biji dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 23-28 derajat C di siang hari. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan penurunan hasil

    atau kurang sempurna (kerdil), yg ideal musim berbunga & berbuah pada waktu musim kemarau yaitu sekitar bulan Juli-

    September sedang musim buahnya terjadi bulan Nopember-Februari bersamaan musim penghujan.

    Kelembaban udara sekeliling cenderung rendah karena kebanyakan tumbuh di dataran rendah & sedang. Apabila udara mempunyai

    kelembaban yg rendah, berarti udara kering karena miskin uap air. Kondisi demikian cocok utk pertumbuhan tanaman jambu biji.

    Media Tanam Jambu Biji Tanaman jambu biji sebenarnya dapat tumbuh pada semua jenis

    tanah.

    Jambu biji dapat tumbuh baik pada lahan yg subur & gembur serta banyak mengandung unsur nitrogen, bahan organik atau pada tanah yg keadaan liat & sedikit pasir.

    Derajat keasaman tanah (pH) tdk terlalu jauh berbeda dengan tanaman lainnya, yaitu antara 4,5-8,2 & bila kurang dari pH tersebut maka perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu.

    Ketinggian Tempat Jambu biji dapat tumbuh subur pada daerah tropis dengan ketinggian antara 5-1200 m dpl.

  • 8

    2. PEDOMAN BUDIDAYA JAMBU BIJI Pembibitan jambu biji Pembibitan pohon jambu biji dilakukan melalui sistem pencangkokan & okulasi, walaupun dapat juga dilakukan dengan cara menanam biji dengan secara langsung.

    Persyaratan Benih jambu biji Benih yg diambil biasanya dipilih dari benih-benih yg disukai oleh masyarakat konsumen yg merupakan bibit unggulan seperti jambu bangkok. Bibit yg baik antara lain yg berasal dari:

    a) Buah yg sudah cukup tua. b) Buahnya tdk jatuh hingga pecah. c) Pengadaan bibit lebih dari satu jenis utk menjamin

    kemungkinan adanya persarian bersilang. Penyiapan Benih Jambu Biji

    Setelah buah dikupas & diambil bijinya, lalu disemaikan dengan jalan fermentasi biasa (ditahan selama 1-2 hari) sesudah itu di angin-anginkan selama 24 jam (sehari semalam). Biji tersebut direndam dengan larutan asam dengan perbandingan 1:2 dari air & larutan asam yg terdiri dari asam chlorida (HCl) 25% Asam Sulfat (H2S04) BJ : 1.84, caranya direndam selama 15 menit kemudian dicuci dengan air tawar yg bersih sebanyak 3 kali berulang/dengan air yg mengalir selama 10 menit, kemudian dianginkan selama 24

    jam. utk menghidari jamur, biji dapat dibalur dengan larutan Dithane 45, Attracol 70 WP atau fungisida lainnya. Setelah batang pokok telah mencapai ketinggia 5-6 meter bibit yg disemaikan baru dapat dilakukan okulasi /cangkok yg kira-kira telah bergaris tengah

    1cm & tumbuh lurus, kemudian dengan menggunakan pisau okulasi dilakukan pekerjaan okulasi & setelah selesai pencangkokan ditaruh dlm media tanah baik dlm bedengan maupun didalam pot/kantong plastik, setelah tanaman sudah cukup kuat baru dipindah kelokasi yg telah disiapkan.

    Teknik Penyemaian Benih Jambu Biji Pilih lahan yg gembur & sudah mendapat pengairan serta mudah dikeringkan disamping itu mudah diawasi utk penyemaian. Cara

  • 9

    penyemaian adalah sebagai berikut: tanah dicangkul sedalam 20-30 cm sambil dibersihkan dari rumput-rumput, batu-batu & sisa

    pepohonan & benda keras lainnya, kemudian tanah dihaluskan sehingga menjadi gembur & dibuat bedengan yg berukuran lebar 3-4 m & tinggi sekitar 30 cm, panjang disesuaikan dengan lahan yg idel sekitar 6-7 m, dengan keadaan bedengan membujur dari utara ke selatan, supaya mendapatkan banyak sinar matahari, dengan jarak antara bedeng 1 m, & utk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau, kompos/pupuk kandang sebanyak 40 kg dengan keadaan sudah matang & benih siap disemaikan. Selain melalui proses pengecambahan biji juga dapat langsung ditunggalkan pada bedeng-bedang yg sudah disiapkan, utk menyiapkan pohon pangkal lebih baik melalui proses pengecambahan, biji-biji tersebut ditanam pada bedeng-bedeng yg berjarak 20-30 cm setelah berkecambah sekitar umur 1-2 bulan, sudah tumbuh daun sekitar 2-3 helai maka bibit dapat dipindahkan dari bedeng persemaian ke bedeng

    penanaman. Setelah mencapai keinggian 5-6 m, kurang lebih telah berumur 6-9 bulan pencangkokan atau okulasi dapat dimulai dengan mengerat cabang sepanjang 10-15 cm kemudian diberi media tanah yg telah diberi pupuk kandang, kemudian dibalut

    dengan sabut kelapa atau plastik yg telah diberi lubang-lubang sirkulasi, kemudian diikat dengan tali plastik supaya menjaga petumbuhan akar tdk mengalami hambatan. Akar akan tumbuh dengan cepat, sekitar 2-3 bulan. Mulai dlakukan okulasi dengan mata tangkai yg telah berumur 1 th, melalui cara Forkert yng disempurnakan, dengan lebar 0,8 cm setinggi 10 cm dari

    permukaan tanah, setelah dikupas kulitya sebesar 2/3 pada bagian bibir kulit & setelah berumur 2-3 minggu tali dilepas jika kelihatan mata tetap konndisi hijau, okulasi dianggap berhasil & pohon pangkal diatas okulasi setinggi 5 cm direndahakan supaya memberi kesempatan mata terebut utk berkembang & setelah itu pohon pangkal dipotong, bibit hasil okulasi dapat dipindah pada pot-pot atau kantong plastik, kemudian dilakukan pemotongan pada akar tunggang sedikit supaya akar akan lebih cepat berkebang. Setelah

  • 10

    itu baru dilakukan penanaman dlm lobang-lobang bedengan yg telah dipersiapkan.

    Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pemberian pupuk kandang sebelum disemaikan akan lebih mendorong pertumbuhan benih secara cepat & merata, setelah bibit mulai berkecambah sekitar umur 1-1,5 bulan dilakukan penyiraman dengan menggunakan larutan Atoik 0,05-0,1% atau Gandasil D 0,2%, utk merangsang secara langsung pada daun & akar, sehingga

    memberikan kekuatan vital utk kegiatan pertumbuhan sel. Setelah itu dilakukan penyiraman pagi-sore secara rutin, hingga kecambah dipindah ke bedeng pembibitan, penyiraman dilakukan cukup 1 kali tiap pagi hari sampai menjelang mata hari terbit, alat yg digunakan "gembor" supaya penyiraman dapat merata & tdk merusak bedengan, diusahakan supaya air dapat menembus

    sedalam 3-4 cm dari permukaan. Selanjutnya dilakukan pendangiran bedengan supaya tetap gembur, dilakukan setiap 2-3

    minggu sekali, rumput yg tumbuh disekitarnya supaya disiangi, hindarkan dari serangan hama & penyakit, sampai umur kurang lebih 1 tahun, baru setelah itu dapat dilakukan pengokulasian dengan sistem Fokert yg sudah disempurnakan, sebelum dilakukan

    okulasi daun-daun pohon induk yg telah dipilih mata kulitnya dirontokkan, kemudian setelah penempelan mata kulit dilakukan,

    ditunggu sampai mata kulit itu tumbuh tunas, setelah itu batang diatas tunas baru pada pohon induk di pangkas, kemudian rawat dengan penyiraman 2 kali sehari & mendangir serta membersihkan rumput-rumput yg ada disekitarnya. pemberian pupuk daun dengan

    Gundosil atau Atonik diberikan setiap 2 minggu sekali selama 4 bulan dengan cara disemprotkan melalui daun, tiap tanaman

    disemprot 50 cc larutan. Pemindahan Bibit

    Cara pemindahan bibit yg telah berkecambah atau telah di cangkok maupun diokulasi dapat dengan mencungkil atau membuka plastik yg melekat pada media penanaman dengan cara hati-hati jangan sampai akar menjadi rusak, & pencungkilan dilakukan dengan

  • 11

    kedalaman 5 cm, agar tumbuh akar lebih banyak maka dlm penanaman kembali akar tunggangnya dipotong sedikit utk

    menjaga terjadinya penguapan yg berlebihan, kemudian lebar daun dipotong separuh. Ditanam pada bedeng pembibitan dengan jarak 6-7 m & ditutupi dengan atap yg dipasang miring lebih tinggi di timur, dengan harapan dapat lebih banyak kena sinar mata hari

    pagi. & dilakukan penyiraman secara rutin tiap hari 2 kali, kecuali ditanam pada musim penghujan.

    Pengolahan Media Tanam Persiapan

    Sebagai salah satu syarat dlm mempersiapkan lahan kebun buah-buahan khususnya Jambu biji dipilih tanah yg subur, banyak mengandung unsur nitrogen, meskipun pada daerah perbukitan

    tetapi tanahnya subur, dilakukan dengan cara membuat sengkedan (teras) pada bagian yg curam, kemudian utk menggemburkan tanah perlu di bajak atau cukup dicangkul dengan kedalaman sekitar 30 cm secara merata. Selanjutnya diberi pupuk kandang dengan dosis 40 kg/m persegi, kemudian dibuatkan bedengan dengan ukuran 1,20 m yg panjangnya disesuaikan dengan ukuran yg diperlukan.

    Pembukaan Lahan Tanah yg akan dipergunakan utk kebun jambu biji dikerjakan semua secara bersama, tanaman pengganggu seperti semak-semak & rerumputan dibuang, & benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak atau dicangkul dalam, dengan mempertimbangkan bibit yg mau ditanam. Bila bibit berasal dari

    cangkokan pengolahan tanah tdk perlu terlalu dlm (30 cm), tetapi bila hasil okulasi perlu pengolahan yg cukup dlm (50 cm). Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 m & ke dlm disesuaikan dengan kedalaman air tanah, guna mengatasi sistem pembuangan air yg kurang lancar. Tanah yg kurus & ukurang humus/ tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yg dibuat dengan cara mengubur ranting-ranting & dedaunan dengan kondisi seperti ini dibiarkan selama kurang lebih 1 tahun sebelumnya. Kemudian dilakukan

  • 12

    pemupukan sebanyak 2 kaleng minyak tanah (4 kg) per meter persegi. Dilanjutkan pembuatan bedengan sesuai dengan kebutuhan.

    Pembentukan Bedengan Tanah yg telah gembur, dibuatkan bedang-bedang yg berukuran 3 m lebar, panjang sesuai dengan kebutuhan, tinggi sekitar 30 cm. Bagian atas tanah diratakan guna menopang bibit yg akan ditanam. Idealnya jarak baris penanaman benih sekitar 4 m, dipersiapakan jarak didalam baris bedengan sepanjang 2,5 m dengan keadaan membujur dari utara ke selatan, supaya mendapatkan banyak sinar matahari pagi, setelah diberi atap pelindung dengan jarak antara bedeng 1 m, utk sarana lalu-lintas para pekerja & dapat digunakan sebagai saluran air pembuangan, utk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau, kompos/pupuk kandang yg sudah matang. Terkecuali apabila penanaman jenis jambu Bangkok menggunakan jarak tanaman antara 3 x 2 m.

    Pengapuran

    Pengapuran dilakukan apabila dataran yg berasal dari tambak & juga dataran yg baru terbentuk tdk bisa ditanami, selain tanah masih bersifat asam juga belum terlalu subur. Caranya dengan menggali lobang-lobang dengan ukuran 1 x 1 m, dasar lobang ditaburkan kapur sebanyak 0,5 liter utk setiap lobang, guna menetralkan pH tanah hingga mencapai 4,5-8,2. Setelah 1 bulan dari penaburan kapur diberi pupuk kandang.

    Pemupukan

    Setelah jangka waktu 1 bulan dari pemberian kapur pada lubang-lubang yg ditentukan kemudian diberikan pupuk kandang dengan urutan pada bulan pertama diberi NPK dengan dosis 12:24:81

    ons/pohon, bulan kedua dilakukan sama dengan bulan pertama, pada bulan ketiga diberi NPK dengan dosis 15:15:15 ons/pohon & bulan ke 4 sampai tanaman berbuah, supaya jambu tetap bebuah gunakan pupuk kandang yg sudah matang & ditanamkan sejauh 30 cm dari batang tanaman. Pemupukan merupakan bagian terpenting yg peggunaannya tdk dapat sembarangan, terlebih-lebih kalau

  • 13

    menggunakan pupuk buatan seperti NPK, kalau dilakukan berlebihan akan berakibat adanya perubahan sifat dari pupuk

    menjadi racun yg akan membahayakan tanaman itu sendiri.

    Teknik Penanaman Penentuan Pola Tanaman

    Setelah terjadi proses perkecambahan biji yg telah cukup umur ditempatan pada bedeng-bedang yg telah siap. Juga penyiapan

    pohon pangkal sebaiknya melalui proses perkecambahan kemudian ditanam dengan jarak 20 x 30 cm setelah berkecambah & berumur 1-2 bulan atau telah tumbuh daun sebanyak 2- 3 helai maka bibit/zaeling dapat dipindahkan pada bedeng ke dua yg telah dibentuk selebar 3-4 m dengan jarak tanam 7-10 m dengan kedalaman sekitar 30- 40 cm, jarak antara bedeng selebar 1 m, didahului perataan tanah ditengah bedengan guna pembuatan lubang-lubang penanaman. utk menghindari sengatan sinar

    matahari secara langsung dibuat atap yg berbentuk miring lebih tinggi ke timur dengan maksud supaya mendapatkan sinar matahari pagi hari secara penuh.

    Pembuatan Lubang Tanaman

    Pembuatan lubang pada bedeng-bedeng yg telah siap utk tempat penanaman bibit jambu biji yg sudah jadi dilakukan setelah tanah diolah secara matang kemudian dibuat lobang-lobang dengan ukuran 1 x 1 x 0,8 m yg sebaiknya telah dipersiapkan 1 bulan sebelumnya & pada waktu penggalian tanah yg diatas & yg dibawah dipisahkan, nantinya akan dipergunakan utk penutup

    kembali lubang yg telah diberi tanaman, pemisahan tanah galian tersebut dibiarkan selama 1 minggu dimaksudkan agar jasad renik yg akan mengganggu tanaman musnah; sedangkan jarak antar lubang sekitar 7-10 m.

    Cara Penanaman Setelah berlangsung selama 1 pekan lubang ditutup dengan susunan tanah seperti semula & tanah di bagian atas dikembalikan setelah dicampur dengan 1 blek (1 blek 20 liter) pupuk kandang

  • 14

    yg sudah matang, & kira-kira 2 pekan tanah yg berada di lubang bekas galian tersebut sudah mulai menurun baru bibit jambu biji ditanam, penanaman tdk perlu terlalu dalam, secukupnya, maksudnya batas antara akar & batang jambu biji diusahakan setinggi permukaan tanah yg ada disekelilingnya. Kemudian dilakukan penyiraman secara rutin 2 kali sehari (pagi & sore), kecuali pada musim hujan tdk perlu dilakukan penyiraman.

    Lain-lain

    Pada awal penanaman di kebun perlu diberi perlindungan yg rangkanya dibuat dari bambu/bahan lain dengan dipasang posisi agak tinggi disebelah timur, agar tanaman mendapatkan lebih banyak sinar matahari pagi dari pada sore hari, & utk atapnya dapat dibuat dari daun nipah, kelapa/tebu. Sebaiknya penanaman dilakukan pada awal musim penghujan, agar kebutuhan air dapat dipenuhi secara alamiah.

    Pemeliharaan Tanaman Meskipun penanaman jambu biji mampu tumbuh & menghasilkan tanpa perlu diperhatikan keadaan tanah & cuaca yg mempengaruhinya tetapi akan lebih baik apabila keberadaannya diperhatikan, karena tanaman yg

    diperhatikan dengan baik akan memberikan imbalan hasil yg memuaskan. Penjarangan & Penyulaman

    Karena kondisi tanah telah gembur & mudah tanaman lain akan tumbuh kembali terutama Gulma (tanaman pengganggu), seperti rumput-rumputan & harus disiangi sampai radius 1,5-2 m sekeliling tanaman rambutan. Apabila bibit tdk tumbuh dengan

    baik segera dilakukan penggantian dengan bibit cadangan. & apabila tumbuh tanaman terlalu jauh jaraknya maka perlu dilakukan penyulaman & sebaliknya apabila tumbuhnya sangat berdekatan penjarangan.

    Penyiangan

    Selama 2 minggu setelah bibit yg berasal dari cangkokan/ okulasi ditanam di lahan perlu penyiangan dilakukan hanya pada batang dahan tua (warna coklat) dengan dahan muda (warna hijau) &

  • 15

    apabila buah terlalu banyak, tunas yg ada dlm satu ranting bisa dikurangi, dengan dikuranginya tunas yg tdk diperlukan akan

    berakibat buah menjadi besar & menjadi manis rasanya. Khusus jambu non biji dengan membatasi percabangan buahnya maksimal 3 buah setelah panjang 30-50 cm dilakukan pangkasan, & setelah tumbuh cabang tersier segera dilenturkan ke arah mendatar, guna

    utk merangsang tunas bunga & buah yg akan tumbuh. Pembubunan

    Supaya tanah tetap gembur & subur pada lokasi penanaman bibit jambu biji perlu dilakukan pembalikan & penggemburan tanah supaya tetap dlm keadaan lunak, dilakukan setiap 1 bulan sekali hingga tanaman bisa dianggap telah kuat betul.

    Perempalan

    Agar supaya tanaman jambu biji mendapatkan tajuk yg rimbun, setelah tanaman berumur 2 tahun segera dilakukan perempelan/ pemangkasan pada ujung cabang-cabangnya. Disamping utk memperoleh tajuk yg seimbang juga berguna memberi bentuk tanaman, juga memperbanyak & mengatur produksi agar tanaman tetap terpelihara & pemangkasan juga perlu dilakukan setelah masa panen buah berakhir, dengan harapan agar muncul tajuk-tajuk baru sebagai tempat munculnya bunga baru pada musim berikutnya dengan hasil lebih meningkat atau tetap stabil keberadaannya.

    Pemupukan

    Untuk menjaga agar kesuburan lahan tanaman jambu biji tetap stabil perlu diberikan pupuk secara berkala dengan aturan:

    a) Pada tahun 0-1 umur penanaman bibit diberikan pada setiap pohon dengan campuran 40 kg pupuk kandang, 50 kg TSP, 100 gram Urea & 20 gram ZK dengan cara ditaburkan

    disekeliling pohon atau dengan jalan menggali di sekeliling pohon sedalam 30 cm & lebar antara 40-50 cm, kemudian masukkan campuran tersebut & tutup kembali dengan tanah galian sebelumnya. Tanaman bisa berbuah 2 kali setahun.

    b) Pemupukan tanaman umur 1-3 tahun, setelah tanaman berbuah 2 kali. Pemupukan dilakukan dengan NPK 250

  • 16

    gram/pohon, & TSP 250 gram/pohon, & seterusnya cara seperti ini dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan TSP &

    NPK dengan takaran sama. c) Pemupukan tanaman umur 3 tahun keatas, Kalau

    pertumbuhan tanaman kurang sempurna, terutama terlihat pada pertumbuhan tuas hasil pemangkasan raning, berarti

    selain TSP & NPK dengan ukuran yg sama tanaman memerlukan pupuk kandang sebanyak 2 kaleng minyak per

    pohon. Cara pemupukan dilakukan dengan membuat torakan yg mengelilingi tanaman persis di bawah ujung tajuk dengan kedalaman sekitar 30-40 cm & pupuk segera di tanam dlm torakan tersebut & ditutup kembali dengan bekas galian terdahulu.

    Pengairan & Penyiraman

    Selama dua minggu pertama setelah bibit yg berasal dari cangkokan atau okulasi ditanam, penyiraman dilakukan sebanyak

    dua kali sehari, pagi & sore. & minggu-minggu berikutnya penyiraman dapat dikurangi menjadi satu kali sehari. Apabila tanaman jambu biji telah tumbuh benar-benar kuat frekuensi penyiraman bisa dikurangi lagi yg dapat dilakukan saat-saat

    diperlukansaja. & bila turun hujan terlalu lebat diusahakan agar sekeliling tanaman tdk tegenang air dengan cara membuat lubang

    saluran utk mengalirkan air. Sebaliknya pada musim kemarau tanah kelihatan merekah maka diperlukan penyiraman dengan menggunakan pompa air 3 PK utk lahan seluas kurang lebih 3000 m 2 & dilakukan sehari sekali tiap sore hari.

    Waktu Penyemprotan Pestisida Guna menjaga kemungkinan tumbuhnya penyakit atau hama yg ditimbulkan baik karena kondisi cuaca & juga dari hewan-hewan perusak, maka perlu dilakukan penyemprotan pestisida pada umumnya dengan nogos, antara 15-20 hari sebelum panen & juga perlu disemprot dengan sevin atau furadan terutama utk menghindarkan adanya ulat jambu, tikus atau jenis semut-semutan, disamping itu penyemprotan dilakukan dengan fungisida jenis

  • 17

    Delsene 200 MX guna memberantas cendawan yg akan mengundang hadirnya semut-semut.Disamping itu juga digunakan insektisida guna memberantas lalat buah & kutu daun disemprot 2 x seminggu & setelah sebulan sebelum panen penyemprotan dihentikan.

    Pemeliharaan Lain

    Untuk memacu munculnya bunga Jambu biji diperlukan larutan KNO3 (Kalsium Nitrat) yg akan mempercepat 10 hari lebih awal dari pada tdk diberi KNO3 & juga mempunyai keunggulan memperbanyak "dompolan" bunga (tandan) jambu biji pada setiap stadium (tahap perkembangan) & juga mempercepat pertumbuhan buah jambu biji, cara pemberian KNO3 dengan jalan menyemprotkan pada pucuk-pucuk cabang dengan dosis antara 2-3 liter larutan KNO3 utk setiap 10 pucuk tanaman dengan ukuran

    larutan KNO3 adalah 10 gram yg dilarutkan dengan 1 liter pengencer teknis.

    E. Hama & Penyakit Jambu Biji 1. Hama Jambu Biji

    Ulat daun (trabala pallida) Pengendalian: dengan menggunakan nogos.

    Ulat keket (Ploneta diducta). Pengendalian: sama dengan ulat daun.

    Semut & tikus Pengendalian: dengan penyemprotan sevin & furadan.

    Kalong & Bajing Keberadaan serangga ini dipengaruhi faktor lingkungan baik

    lingkungan biotik maupun abiotik. yg termasuk faktor biotik

    seperti persediaan makanan, Pengendalian: dengan menggunakan musuh secara alami.

    Ulat putih

    Gejala: buah menjadi berwarna putih hitam,

  • 18

    Pengendalian: dilakukan penyemprotan dengan insektisida yg sesuai sebanyak 2 kali seminggu hingga satu bulan sebelum

    panen penyemprotan dihentikan. Ulat penggerek batang (Indrabela sp)

    Gejala: membuat kulit kayu & mampu membuat lobang sepanjang 30 cm;

    Pengendalian: sama dengan ulat putih. Ulat jengkal (Berta chrysolineate)

    Ulat pemakan daun muda, berbentuk seperti tangkai daun berwarna cokelat & beruas-ruas

    Gejala: pinggiran daun menjadi kering, keriting berwarna cokelat kuning.

    Pengendalian: sama dengan ulat putih.

    2. Penyakit Jambu Biji Penyakit karena ganggang (Cihephaleusos Vieccons)

    Menyerang daun tua & muncul pada musim hujan. Gejala: adanya bercak-bercak kecil dibagian atas daun disertai

    serat-serat halus berwarna jingga yg merupakan kumpulan sporanya.

    Pengendalian: dengan menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX.

    Jamur Ceroospora psidil , Jamur karat poccinia psidil, Jamur allola psidil

    Gejala: bercak pada daun berwarna hitam. Pengendalian: dengan menyempotakan fungisida seperti Dlsene

    200 MX. Penyakit karena cendawan (jamur) Rigidoporus Lignosus

    Gejala: rizom berwarna putih yg menempel pada akar & apabila akar yg kena dikupas akan nampak warna kecoklatan.

    Pengendalian: dengan menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX.

  • 19

    Gulma Segala macam tumbuhan pengganggu tanaman jambu biji yg berbentuk rerumputan yg berada disekitar tanaman jambu biji yg mengganggu pertumbuhan & perkembangan bibit tanaman, oleh sebab itu perlu dilakukan penyiangan secara rutin.

    F. Panen Buah Jambu Biji Ciri & Umur Panen

    Buah jambu biji umumnya pada umur 2-3 tahun akan mulai berbuah, berbeda dengan jambu yg pembibitannya dilakukan dengan cangkok/stek umur akan lebih cepat kurang lebih 6 bulan sudah bisa buah, jambu biji yg telah matang dengan ciri-ciri melihat warna yg disesuikan dengan jenis jambu biji yg ditanam & juga dengan mencium baunya serta yg terakhir dengan merasakan jambu biji yg sudah masak dibandingkan dengan jambu yg masih hijau & belum masak, dapat dipastikan bahwa pemanenan dilakukan setelah jambu bewarna hijau pekat menjadi muda ke putih-putihan dlm kondisi ini maka jambu telah siap dipanen. Cara Panen

    Cara pemanenan yg terbaik adalah dipetik beserta tangkainya, yg sudah matang (hanya yg sudah masak) sekaligus melakukan pemangkasan pohon agar tdk menjadi rusak, waktunya setelah 4 bulan umur buah kemudian dimasukkan ke dlm keranjang yg dibawa oleh pemetik & setelah penuh diturunkan dengan tali yg telah disiapkan sebelumnya, hingga pemanenan selesai dilakukan. Pemangkasan dilakukan

    sekaligus panen supaya dapat bertunas kembali dengan baik dengan harapan dapat cepat berbuah kembali.

    Periode Panen Periode pemanenan setelah buah jambu biji dilakukan pembatasan buah dlm

    satu rantingnya kurang lebih 2-3 buah, hal ini dimaksudkan agar buah dapat berkembang besar & merata. Dengan sistem ini diharapkan pemanenan buah dapat

    dilakukan dua kali dlm setahun (6 bulan) atau sekitar 2-3 bulan setelah berbuah, dengan dicari buah yg masak, & yg belum masak supaya ditinggal & kemudian dipanen kembali, catatan apabila buah sudah masak tetapi tdk dipetik maka akan berakibat datangnya binatang pemakan buah seperti kalong, tupai dll.

  • 20

    Prakiraan Produksi Apabila penanganan & pemeliharaan semenjak pembibitan hingga panen

    dilakukan secara baik & benar serta memenuhi aturan yg ada maka dapat diperkirakan mendapatkan hasil yg diharapkan. Pada penanaman 400 pohon setelah 2-3 bulan dari pohon cangkokan setelah tanam sudah mulai berbunga & 6 bulan sudah mulai dipanen, pemanenan dilakukan setiap 4 hari sekali dengan hasil setiap panenan

    seberat 100 kg buah jambu. Di Indonesia per tahunnya dapat mencapai 53.200 ton dengan luas tanaman selebar 17.100 hektar. Harga jual sekarang ke konsumen mencapai Rp. 650,- per ikat atau sampai Rp.750/ kg.

    G. Pascapanen 1. Pengumpulan

    Setelah dilakukan pemanenan yg benar buah jambu biji harus dikumpulkan secara baik, biasanya dikumpulkan tdk jauh dari lokasi pohon sehingga selesai pemanenan secara keseluruhan. Hasil panen selanjutnya dimasukkan dlm keranjang dengan diberi dedauan menuju ke tempat penampungan yaitu dlm gudang/gubug.

    2. Penyortiran & Penggolongan

    Tujuan penyortiran buah jambu biji dimaksudkan jambu yg bagus mempunyai harga jualnya tinggi, biasanya dipilih berdasarkan ukuran & mutunya, buah yg kecil tetapi baik mutunya dapat dicampur dengan buah yg besar dengan mutu sama, yg biasanya dijual dlm bentuk kiloan atau bijian & perlu diingat bahwa dlm penyortiran diusahakan sama besar & sama baik mutunya. & dilakukan sesuai dengan jenis jambu biji, jangan dicampur adukkan dengan jenis yg lain.

    3. Penyimpanan Penyimpanan jambu biji biasanya tdk terlalu lama mengingat daya tahan jambu biji tdk bisa terlalu lama & sementara belum dapat dijual ke pasar ditampung dulu dlm gubug-gubug atau gudang dengan menggunakan kantong

    PE, suhu sekitar 23-25 derajat C & jambu dapat bertahan hingga 15 hari dlm kantong PE & ditambah 7 hari setelah dikeluarkan dari kantong PE, sehingga dapat meningkatkan daya simpan 4,40 kali dibandingkan tanpa perlakuan. Tekanan yg baik adalah -1013 mbar & dapat menghasilkan kondisi PE melengket dengan sempurna pada permukaan buah, konsentrasi C0 sebesar 5,21% & kerusakan 13,33% setelah penyimpanan dlm kantong PE. Jalan yg

  • 21

    terbaik utk penyimpanan buah jambu dengan jalan diawetkan, biasanya dilakukan dengan jalan dibuat asinan atau manisan & dimasukkan dlm kaleng atau botol atau dapat juga dengan menggunakan kantong plastik. Hal ini dapat menjaga kesterilan & ketahanan sehingga dapat lama dlm penyimpanannya. Serta biasanya dibuat minuman atau koktail.

    4. Pengemasan & Pengangkutan

    Jambu biji dengan hasil jual dapat tinggi tdk tergantung dari rasanya saja, tetapi pada kenampakan & cara pengikatannya, apa bilaakan di jual tdk jauh dari lokasi maka cukup dibawa dengan dimasukkan dlm keranjang dengan melalui sarana sepeda atau kendaraan bermotor. utk pengiriman dengan jarak yg agak jauh (antar pulau) yg membutuhkan waktu hingga 2-3 hari lamanya perjalanan buah jambu batu dilakukan dengan cara di pak dengan menggunakan peti yg berukuran persegi panjang 60 x 28,5 x 28,5 cm, keempat sudutnya yg panjang dengan jarak 1 cm, sisi yg pendek sebaiknya dibuat dari 1atau 2 lembar papan setebal 1cm, karena sisi ini dlm pengangkutan akan diletakkan di bagian bawah, sebaiknya pembuatan peti dilakukan jarang-jarang guna utk memberi kebebasan udara utk keluar masuk dlm peti. Sebelumnya buah jambu dipilih & di pak. Setelah itu disusun berderet berbentuk sudut terhadap sisi peti, yg sebelumnya dialasi dengan lumut/sabut kelapa, atau bahan halus & lembut lainnya. Kemudian setelah penuh lapisan

    atas dilapisi lagi dengan sabut kelapa yg terakhir ditutup dengan papan, sebaiknya kedua sisi panjang dibentuk agak gembung, biasanya penempatan peti bagian yg pendek ditempatkan dibawah didalam perjalanan.

    5. Penanganan Lain Agar hasil penyimpanan dapat bernilai tinggi maka perlu dilakukan pengolahan terlebih dulu. & biasanya dengan cara pengawetan yg kemudian

    disimpan atau dikemas dlm botol/kaleng atau juga dengan kantong plastik, guna menghambat proses pembusukan buah didalam botol, & dapat membuka

    peluang utk menikmati buah jambu biji pada setiap saat tanpa menunggu musim berbuah berikutnya. Seperti berbentuk koktail jambu, manisan jambu & jambu biji kalengan. Dengan membuka peluang utk dilakukan eksport buah olahan dari buah jambu biji. Seperti jus jambu biji berbentuk cairan agak kental atau sirup.

  • 22

    6. Pengemasan Jambu biji dikemas dengan peti kayu/bahan lain yg sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg. Dibagian luar kemasan diberi label yg bertuliskan antara lain: nama barang, golongan ukuran, jenis mutu, nama/kode perusahaan, berat bersih, negara/tempat tujuan, hasil Indonesia, daerah asal.

  • 23

    BAB III HASIL OLAHAN JAMBU BIJI

    A. Makanan Cheesecake Isi Jambu Biji

    Jambu biji merah biasa kita jus saja dengan tambahan es, membuat jambu biji merah ini segar untuk dibikmati. Tetapi kali ini jambu biji merah dipakai untuk isian cheescake.

    Bahan:

    100 g mentega tawar 75 ml madu 250 g biskuit keping manis, siap santap, hancurkan

    Isi: 400 g cream cheese 50 g gula pasir 2 sdm air jeruk lemon 2 sdt gelatin sapi bubuk, campur dengan 50 ml air panas, tim hingga

    bening 100 ml thickened cream (krim kental), kocok hingga kaku 400 g jambu biji warna merah, buang bijinya, buat setup jambu,

    haluskan

  • 24

    Cara Membuat:

    1. Olesi loyang bundar bongkar pasang diameter 20 cm dengan margarin

    hingga rata. Sisihkan. 2. Lelehkan mentega di atas api kecil, masukkan madu. Aduk rata.

    Masukkan biskuit yang sudah dihancurkan, aduk rata. Angkat. 3. Tuang ke dalam loyang, tekan-tekan dengan punggung sendok hingga

    menutupi dasar dan bagian tepi loyang. Dinginkan di dalam lemari pendingin selama 1 jam. Sisihkan.

    4. Isi: Kocok cream cheese dan gula hingga lembut. Masukkan, air jeruk lemon dan gelatin yang sudah ditim, kocok terus hingga rata.

    5. Masukkan krim kental, aduk rata. 6. Tuang adonan isi ke dalam cetakan, ratakan. Letakkan setup jambu

    yang sudah dihaluskan di beberapa titik adonan cheesecake. Dengan

    bantuan tusuk satai, buat motif marmer. 7. Dinginkan selama 3 4 jam di dalam lemari pendingin hingga

    mengeras. Keluarkan dari cetakan, potong-potong. Sajikan.

    PUDING SEMANGKA ( berbahan dasar jambu biji merah ) Dinamakan pudding semangka? Karena puding ini bentuknya seperti buah semangka. Puding ini tidak menggunakan bahan dasar semangka,akan tetapi

    berbahan dasar jambu biji merah.

    Bahan I:

    200 gram Daging jambu biji merah , dipotong-potong 200 ml Air 1 bungkus Agar-agar

  • 25

    75 gram Gula pasir 3 tetes Pewarna merah jambu 3 buah Putih telur 1 sdm Gula pasir 20 gram Kismis, dipotong kecil

    Bahan II:

    300 ml Air 50 gram Gula pasir 1 bungkus Agar-agar bubuk Pewarna hijau, kuning

    Cara Membuat Puding Semangka: Daging jambu diblender dan air lalu ukur 400 ml. Hasil dari blenderan tersebut dimasak bersama agar-agar dan gula

    sambil diaduk hingga mendidih, lalu tambahkan pewarna merah. Aduk

    rata.

    Kocok putih telur dg mixer berkecepatan tinggi , masukkan gula pasir

    sedikit demi sedikit sambil dikocok hingga berbentuk busa kaku. Tuang adonan agar2 ke dalam putih telur, aduk dengan whisk hingga

    tercampur.

    Tuang adonan ke dalam cetakan segitiga, celupkan kismis di beberapa

    tempat.

    Sementara itu rebus bahan II sambil diaduk hingga mendidih, lalu bagi

    dua, 1 di beri pewarna hijau dan 1 nya lg beri wrn kuning. tuang adonan kuning ke adonan merah jambu yang sudah beku. Tunggu beberapa saat sebelum adonan kuning beku , sentuh perlahan dg bila tdk menempel.terakhir tuang tuang perlahan adonan wrna hijau

    B. Minuman Jus Jambu Biji

    Resep jus jambu biji ini sangat cocok dibuat dimusim panas gini. Selain segar jus jambu biji juga memiliki kandungan gizi dan vitamin yang tinggi. Cara pembuatannya juga mudah, berikut resep minuman jus jambu biji yang dicampur dengan buah nanas dan strowberry.

  • 26

    Bahan Jus Jambu Biji : Stroberi, 100 gram Nanas, 100 gram

    Jambu Biji Merah, 100 gram Air matang, 1 gelas ( 250 ml ) Es serut secukupnya

    Cara Membuat Jus Jambu Biji : Campur semua bahan, haluskan dengan blender. Tuang dalam gelas saji, sajikan.

    Untuk 2 gelas

  • 27

    BAB III PENUTUP

    A. Kesimpulan Obat alami adalah sediaan obat, baik berupa obat tradisional, fitofarmaka dan

    farmasetik, dapat berupa simplisia (bahan segar atau yang dikeringkan), ekstrak, kelompok senyawa atau senyawa murni yang berasal dari alam, yang dimaksud

    dengan obat alami adalah obat asal tanaman. Pada tabel di bawah ini dapat dilihat daftar beberapa tanaman obat yang mempunyai prospek pengembangan yang

    potensial.

    B. Saran Kami menyarankan pada para pembaca sekalian untuk semakin

    menggalakkan penggunaan tanaman obat karena melihat bahwa tanaman obat memiliki fungsi dan khasiat yang lebih ampuh dibandingkan dengan obat-obatan

    kimia. Selain itu juga tanaman obat lebih mudah didapat dan diolah dengan teknologi yang lebih sederhana serta pembudidayaannya juga tidak membutuhkan banyak biaya.

  • 28

    DAFTAR PUSTAKA

    http://diperta.jabarprov.go.id/index.php/subMenu/1166

    http://www.hasbihtc.com/mengenal-aneka-tumbuhan-herbal-dan-khasiatnya.html#ixzz3C4rGnZgq

    http://budidaya-petani.blogspot.com/2013/02/cara-budidaya-jambu-biji-jambu-batu.html

    http://anekaresepmasakan.info/cheesecake-isi-jambu-biji/

    http://resepmasakanindonesia.biz/resep-jus-jambu-biji/

    http://tutiadiwiryarecipe.blogspot.com/2013/12/puding-semangka-berbahan-dasar-

    jambu.html