terapi aktivitas kelompok sosialisasi.html

Download Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi.html

Post on 14-Oct-2015

140 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • J u m a t , 0 4 M e i 2 0 1 2

    Terapi Aktivitas Kelompok sosialisasi kepada kliendengan menarik diri

    BAB IPENDAHULUAN

    Sosialisasi adalah kemampuan untuk berhubungan danberinteraksi dengan orang lain (Gail W. Stuart, 2007). Penurunansosialisasi dapat terjadi pada individu yang menarik diri, yaitu percobaanuntuk menghindari interaksi dengan orang lain (Rowlins, 1993). Dimanaindividu yang mempunyai mekanisme koping adaptif, maka peningkatansosialisasi lebih mudah dilakukan. Sedangkan individu yang mempunyaimekanisme koping maladaptif (skizofrenia), bila tidak segeramendapatkan terapi atau penanganan yang baik akan menimbulkanmasalah-masalah yang lebih banyak dan lebih buruk. (Keliat dan Akemat,2005) menjelaskan bahwa untuk peningkatan sosialisasi pada klienskizofrenia bisa dilakukan dengan pemberian Terapi Aktitas Kelompoksosialisasi. Namun kenyatannya pada saat ini di Rumah Sakit Jiwa MenurSurabaya pengaruh TAK sosialisasi masih diragukan, hal ini disebabkankarena jumlah klien dengan riwayat menarik diri masih relatif banyakmeskipun TAK sosialisasi sudah dilakukan.

    Hampir di seluruh dunia terdapat sekitar 450 juta (11%) orangyang mengalami skizofrenia (ringan sampai berat) (WHO, 2006). Hasilsurvey Kesehatan Mental Rumah Tangga di Indonesia menyatakan bahwa

    Nama Ruangan:Tanggal :Tanda tangan :

  • 185 orang per 1000 penduduk di Indonesia mengalami skizofrenia(ringan sampai berat). Berdasarkan survey di rumah sakit jiwa, masalahkeperawatan yang paling banyak ditemukan adalah menarik diri (17,91%), halusinasi (26,37 %), perilaku kekerasan (17,41 %), dan harga dirirendah (16,92 %) (Pikiran Rakyat Bandung, 2007). Di Surabaya sendiriterdapat 120 orang per hari datang ke RSJ dan RSU dengan keluhanskizofrenia, 44 % diantaranya dengan masalah utama menarik diri danhalusinasi, dan sekitar 10 % penduduk Surabaya mengalami skizofrenia(ringan sampai berat) (Sinar Harapan Surabaya, 2008). Berdasarkanstudi pendahuluan penulis pada tanggal 5 sampai 7 januari 2012 diruang Gelatik Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya, terdapat 41 pasienskizofrenia, dengan masalah utama menarik diri sebanyak 17 pasien,halusinasi 15 pasien, gangguan konsep diri 6 pasien, perilaku kekerasan3 pasien. Ini merupakan angka yang cukup besar yang perlu mendapatperhatian dari perawat dalam merawat klien dengan skizofreniakhususnya klien dengan riwayat menarik diri. Menarik diri yang tidakteratasi akan membahayakan baik diri klien, lingkungan maupun oranglain. Gangguan ini diakibatkan karena klien tidak merasa nyaman untukbersosialisasi dengan orang lain sehingga terjadi menarik diri (GailW.Stuart, 2007)

    Dampak yang dapat ditimbulkan oleh menarik diri pada klienskizofrenia adalah ; 1) Kerusakan komunikasi verbal dan non verbal, 2)Gangguan hubungan interpersonal, 3) Gangguan interaksi sosial, 4)resiko perubahan persepsi sensori (halusinasi). Bila klien menarik diritidak cepat teratasi maka akan dapat membahayakan keselamatan dirisendiri maupun orang lain (Budi Anna Kelliat, 2006)

    Penatalaksanaan klien dengan riwayat menarik diri dapatdilakukan salah satunya dengan pemberian intervensi Terapi AktivitasKelompok sosialisasi, yang merupakan salah satu terapi modalitaskeperawatan jiwa dalam sebuah aktitas secara kolektif dalam rangkapencapaian penyesuaian psikologis, prilaku dan pencapaian adaptasioptimal pasien. Di RSJ Menur sendiri prosedur TAKS sama halnya seperti

  • pada teori Budi Anna Keliat dan dilaksanakan 3 kali dalam seminggu.Dalam kegiatan aktitas kelompok, tujuan ditetapkan berdasarkan akankebutuhan dan masalah yang dihadapi oleh sebagian besar peserta.Terapi Aktitas Kelompok (TAK) sosialisasi adalah upaya memfasilitasikemampuan klien dalam meningkatkan sosialisasi. Dari latar belakangtersebut diatas penulis tertarik membuat penelitian untuk mengetahuisejauh mana pengaruh Terapi Aktitas Kelompok (TAK) sosialisasiterhadap peningkatan sosialisasi pada klien skizofrenia dengan riwayatmenarik diri di ruang Gelatik Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya.

    1.2 Rumusan MasalahBerdasarkan uraian latar belakang, maka dirumuskan

    permasalahan sebagai berikut :Apakah Terapi Aktitas Kelompok sosialisasi berpengaruh terhadap

    peningkatan sosialisasi pada klien skizofrenia dengan riwayat menarikdiri?

    1.3 Tujuan penelitian1.3.1 Tujuan umum

    Mempelajari pengaruh Terapi Aktitas Kelompok Sosialisasiterhadap peningkatan sosialisasi pada klien skizofrenia denganriwayat menarik diri di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya.

    1.3.2 Tujuan khusus1. Mengidentikasi sosialisasi pada klien skizofrenia dengan

    riwayat menarik diri sebelum diberikan Terapi Aktitas KelompokSosialisasi di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya.

    2. Mengidentikasi sosialisasi pada klien skizofrenia denganriwayat menarik diri sesudah diberikan Terapi Aktitas KelompokSosialisasi di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya.

    3. Menganalisis pengaruh Terapi Aktitas Kelompok sosialisasiterhadap peningkatan sosialisasi pada klien skizofrenia denganriwayat menarik diri di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya.

  • 1.4 Manfaat Penelitian1.4.1 Bagi rumah sakit

    1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidangpelayanan sebagai pemberi pelayanan keperawatan khususnyaTerapi Aktitas Kelompok sosialisasi tehadap peningkatansosialisasi pada klien skizofrenia dengan riwayat menarik diri.

    2. Memberi informasi tentang pentingnya Terapi Aktitas Kelompoksosialisasi terhadap peningkatan sosialisasi pada klienskizofrenia dengan riwayat menarik diri sebagai salah satu upayayang terus menerus harus dilaksanakan dalam meningkatkankwalitas pelayanan kepada klien dan masyarakat.

    3. Untuk meningkatkan pendapatan rumah sakit, karena dengankualitas pelayanan keperawatan yang diberikan dalam bentukTerapi Aktitas Kelompok sosialisasi dapat meningkatkankepuasan klien dan keluarga yang pada akhirnya klien dankeluarga tetap loyal pada rumah sakit yang bersangkutan dantidak pindah ke tempat pelayanan kesehatan yang lain.

    1.4.2 Bagi perawat dan petugas1. Menambah pengetahuan dalam upaya meningkatkan kwalitas

    personal perawat sebagai care giver.2. Dapat memberi gambaran atau informasi bagi peneliti

    berikutnya.3. Menyadarkan perawat dan petugas tentang pentingnya Terapi

    Aktitas Kelompok sosialisasi terhadap peningkatan sosialisasipada klien skizofrenia dengan riwayat menarik diri di dalammeningkatkan mutu pelayanan keperawatan.

    4. Mengetahui setiap persoalan yang timbul pada pelayanankeperawatan khususnya Terapi Aktitas Kelompok sosialisasiterhadap peningkatan sosialisasi pada klien skizofrenia denganriwayat menarik diri, sejauh mana dapat memuaskan klien dankeluarga dan memberikan alternatif pencegahannya.

  • 1.4.3 Bagi klien1. Agar dapat menerima pelayanan yang lebih berkualitas

    khususnya Terapi Aktitas Kelompok sosialisasi terhadappeningkatan sosialisasi pada klien skizofrenia dengan riwayatmenarik dalam praktek keperawatan profesional.

    2. Agar lebih nyaman, puas dan betah pada suatu rumah sakit.BAB 2

    TINJAUAN PUSTAKA

    Pada bab ini akan diuraikan konsep tentang (1) Kelompok (2) terapiaktivitas kelompok, (3) menarik diri, (4) konsep skizofrenia.2.1 Terapi Aktivitas Kelompok

    Kelompok adalah kumpulan individu yang mempunyai hubungansatu dengan yang lain, saling ketergantungan dan mempunyai normayang sama (Stuart & Laraia,2001). Anggota keompok mungkin datangdan berbagai latar belakang yang harus ditangani sesuai keadaanyaseperti agresif, takut, kebencian, kompetitif, kesamaan. ketidaksamaan,kesukaan dan menarik diri (Yalom,1995 dalam Stuart danLaraia,2001). Semua kondisi ini akan mempengaruhi dinamikakelompok, dimana anggota kelompok memberi dan menerima umpanbalik yang berarti dalam berbagai interaksi yang terjadi dalamkelompok. Tujuan dari kelompok adalah membantu anggota yangberperilaku destruktif dalam berhubungan dengan orang lain danmerubah perilaku yang maladaftif. Kekuatan kelompok ada padakonstribusi dan tiap anggota kelompok dari pemimpin kelompok dalammencapai tujuan kelompok. Fungsi kelompok akan tercapai jikaanggota kelompok berbagai pengalaman dan saling membatu satusama lain. Jika anggota kelompok berbagi cara mereka menyelesaikanmasalah maka kelompok berfungsi dengan baik. Kelompok merupakanlaboratorium tempat mencoba dan menemukan hubunganinterpersonal dan perilaku.

    Kelompok terdiri dari delapan aspek yaitu (1) Struktur kelompok

  • (2) besar kelompok (3) Lamanya sesi (4) Komunikasi (5) Perankelompok (6) Kekuatan kelompok (7) Norma Kelompok (8) Kekohesifan1. Struktur Kelompok

    Struktur kelompok menjelaskan batasan, komunikasi, prosespengambilan keputusan dan hubungan otoritas dalam kelompok.Struktur kelompok menjaga stabilitas dan membantu pengaturanpola prilaku dan interaksi. Struktur dalam kelompok diatur denganadanya pemimpin dan anggota, arah komunikasi dipandu olehpemimpin, sedangakan keputusan diambil secara bersama.

    2. Besar KelompokJumlah anggota kelompok yang nyaman adalah kelompok kecilyang anggotanya berkisar antara 5-12 orang. Jadwal anggotakelompok kecil menurut Stuart dan Laraia (2001) adalah 7-10orang, menurut Lancester (1980) adalah 10-12 orang, sedangmenurut Rawlins, Williams, dan Beck (1993) adalah 5-10 orang.Jika anggota kelompok terlalu besar akibatnya tidak semua anggotakelompok mendapat kesempatan mengungkapkan perasaan,pendapat,