tumbuh kembang

Download Tumbuh Kembang

Post on 13-Aug-2015

77 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Tumbuh Kembang Seorang Anak

TRANSCRIPT

Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA)TUMBUH KEMBANG2010

Nama : Susyanti NIM : 10. 2008.116 Kelompok : C-2

PendahuluanPeriode neonatus dalam kehidupan merupakan waktu yang sangat penting dan peka dimana neonatus harus melakukan banyak adaptasi secara fisiologik untuk menempuh kehidupan. Peralihan dari intrauterine ke kehidupan ekstrauterine memerlukan banyak perubahan biokimia dan fisiologi. Banyak factor yang mempengaruhi pertumbuhan yang mempengaruhi janin saat dalam kandungan, terutama dilihat dari faktor ibunya. Kehamilan yang beresiko tinggi akan mempersulit persalinan dan ada kemunkinan besar mempengaruhi perkembangan janin selama dalam kandungan. Misalnya seorang ibu yang hamil yang mengalami hipertensi sejak mas kehamilannya. Hal ini akan menjadi penyulit dan penghambat bagi pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan. 1 Berat badan merupakan salah satu indikator kesehatan bayi baru lahir. Rerata berat bayi normal (masa gestasi cukup bulan 37 41 minggu) adalah 2500 gr. Secara umum, bayi berat lahir rendah dan bayi dengan berat berlebih, lebih besar resikonya untuk mengalami masalah dalam tumbuh kembangnya kelak. Masa gestasi merupakan indikasi kesejahteraan bayi baru lahir karena semakin cukup masa gestasi semakin baik kesejahteraan bayi karena dapat kebutuhan cukup selama kandungan ibu. Hubungan antara umur kehamilan dengan berat lahir mencerminkan kecukupan pertumbuhan intrauterin. Penentuan hubungan ini akan mempermudah antisipasi morbiditas dan mortalitas selanjutnya. Bayi berat lahir rendah tidak sama dengan prematuritas,namun keduanya termasuk dalam bayi yang rentan. 2 Hubungan antara berat lahir atau umur kehamilan juga sangat membantu dalam meramalkan masalah klinis BBL. Identifikasi antenatal terhadap penyimpangan pertumbuhan intrauterine mempermudah perencanaan persalinan dan resusitasi neonatal jika diperlukan. BBL yang lahir dengan kondisi rentan yang tinggi misalnya lahir dengan berat badan yang rendah ada kemungkinan ke depannya akan mempunyai masalah klinis berupa gangguan perkembangan fisik, gangguan perkembangan mental dan neurologik.2 Kasus mengenai BBL dengan berat badan rendah (dibawah 2500 gr) yang dimana termasuk kecil untuk masa kehamilan (KMK) akan dibahas dalam makalah ini. 1,2

ISI

Pemeriksaan NeonatusProporsi tubuh neonatus memiliki ciri seperti kepala relatif besar, wajah bulat, abdomen relative menonjol, ekstremitas relative pendek, dan titik tengah tinggi badan neonatus kira-kira setinggi umbilicus, sedangkan pada orang dewasa letaknya setinggi simfisis pubis. Pada awal persalinan, begitu bayi baru lahir (BBL), maka harus segera dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan di ruang persalinan, pemeriksaan vital dan pemeriksaan fisik neonatus secara penampilan umumnya.1 Pemeriksaan pertama pada BBL dilakukan waktu di kamar bersalin begitu bayi lahir. Tujuan pemeriksaan pada BBL ini adalah : 1, 2 Menilai adaptasi BBL dari keadaan awalnya kehidupan intrauterine ke ekstrauterine yang mungkin memerlukan resusitasi. Untuk menemukan kelainan kongenital yang perlu tindakan segera (seperti atresia ani,

atresia esophagus) ataupun trauma lahir. Menentukan apakah BBL tersebut dapat dirawat bersama ibu atau di perawatan khusus

untuk diawasi atau di ruang intensif. Penilaian Adaptasi Neonatus dengan Penilaian Apgar Penilaian terhadap adaptasi neonatus dilakukan dengan cara menghitung nilai Apgar (Apgar score). Cara ini sangat bermanfaat untuk mengevaluasi bayi yang baru lahir. Kriteria yang telah dinilai adalah (1) laju jantung, (2) usaha bernapas, (3) tonus otot, (4) refleks terhadap rangsangan, dan (5) warna kulit. Setiap kriteria diberi nilai 0, 1, atau 2 sehingga neonatus dapat memperoleh nilai 0 sampai 10. Cara-cara penilaian Apgar dapat dilihat pada tabel 2. 3 Nilai Apgar, sesuai dengan nama orang yang pertama kali melakukan sistem penilaian ini, dr. Virginia Apgar. Penilaian dilakukan pada menit pertama setelah lahir yang memberikan petunjuk adaptasi neonatal. Nilai Apgar menit pertama menentukan perlunya resusitasi segera.4 NIlai Apgar 10 dalam kenyataan sangat jarang karena pengaruh dari ruangan persalinan. 3-

Nilai 7 -10 Neonatus yang beradaptasi dengan baik Nilai 4 -6 Menunjukan keadaan asfiksia ringan sampai sedang Nilai 0 - 3 Menunjukan derajat asfiksia yang berat (perlu resusitasi segera) Tanda 0 Tidak ada 1 10 tahun Istirahat (bangun) 100 180 100 220 80 - 150 70 - 110 55 - 90 Istirahat (tidur) 80 - 160 80 - 200 70 - 120 60 - 90 50 - 90 Aktif/Demam sampai 220 sampai 220 sampai 200 sampai 200 sampai 200

Tabel 3. Laju Nadi atau Laju Jantung Normal pada Bayi dan Anak. 3 Tekanan Darah Tekanan darah diperiksa pada anak dalam keadaan tenang di ruangan tenang. Pengukuran ini dilakukan sebaiknya setelah semua pemeriksaan lain selesai. Alat standar yang digunakan ialah sfigmomanometer air raksa. Tekanan darah diukur pada lengan dan tungkai. Lebar manset yang dipakai harus mencakup sampai 2/3 panjang lengan atas atau panjang tungkai atas.

Manset yang terlalu sempit akan member hasil terlalu tinggi, sedang yang terlalu lebar akan memberi hasil terlalu rendah. Panjang manset juga harus melingkari setidak-tidaknya 2/3 lingkaran lengan atas atau tungkai atas dan pakai manset yang sesuai dengan umurnya. 3 Umur 0-12 bulan 1-5 tahun 6-12 tahun >12 tahun Lebar Manset 2 inci (5 cm) 3 inci (7,5 cm) 4 inci (10 cm) 5 inci (12,5 cm)

Tabel 4. Ukuran Manset untuk Kelompok Umur yang Sesuai 3 Pasanglah manset melingkari lengan atas atau tungkai atas, dengan batas bawah lebih kurang dari 3 cm dari siku atau lipat lutut. Dengan cepat manset dipompa sampai denyut nadi arteri radialis atau dorsalis pedis tidak teraba, kemudian teruskan dipompa sampai 20-30 mmHg lagi. Sambil mendengar dengan stetoskop pada arteri brachialis (di fossa cubiti) atau arteri poplitea (di fossa poplitea), kosongkan manometer perlahan-lahan dengan kecepatan 2-3 mm tiap detik. Pada penurunan air raksa ini akan terdengar bunyi-bunyi Korotkoff. 3 Tekanan sistolik adalah saat mulai terdengar bunyi Korotkoff I, sedangkan tekanan diastolic adalah saat mulai terdengar bunyi Korotkoff IV, yang biasanya pada bayi dan anak bersamaan atau hamper bersamaan dengan menghilangnya bunyi (Korotkoff V). Dalam keadaan normal, tekanan darah sistolik di lengan adalah 10-15 mmHg lebih rendah dibanding dengan tekanan darah tungkai, kecuali pada bayi di bawah 1 tahun, mungkin tekanan darah di tungkai sama atau bahkan sedikit lebih rendah dibandingkan dengan tekanan darah di lengan karena ismus aorta masih agak sempit. Tekanan darah diastolik hampir sama baik di lengan dan tungkai. 3 Usia Neonatus 6-12 bulan 1-5 tahun 5-10 tahun 10-15 tahun Sistolik (2 SD) 80 (16) 90 (30) 95 (25) 100 (15) 115 (17) Diastolik (2 SD) 45 (15) 60 (10) 65 (20) 60 (10) 60 (10)

Tabel 5. Tekanan Darah pada Bayi dan Anak 3

Pemeriksaan Fisik Neonatus Pemeriksaan fisik adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seorang ahli medis untuk memeriksa fisik Neonatus. Hasil pemeriksaan akan dicatat dalam rekam medis. Hal ini akan membantu dalam penegakkan diagnosis dan perencanaan perawatan terbaik. Banyak kejadian kelainan secara kongenital pada bayi dimana pada bayi kurang bulan adalah 2 kali lebih banyak mengalami kelainan dibanding pada bayi cukup bulan, dan pada bayi kecil untuk masa kehamilan (KMK) kejadian kelainan kongenital tersebut sampai 10 kali lebih besar. Pemeriksaan fisis BBL dilakukan paling kurang tiga kali, yakni pada saat lahir, pemeriksaan 24 jam di ruang perawatan,dan pemeriksaan waktu pulang. 2,3 Pemeriksaan Fisik Antropometri Berat badan Berat badan bayi ditimbang dengan timbangan bayi, sedangkan pada anak dengan timbangan berdiri. Sebelum menimbang, periksa lebih dahulu apakah alat sudah dalam keadaan seimbang (jarum menunjuk angka 0). Bayi ditimbang dalam posisi berbaring telentang atau duduk tanpa baju. 1,3 Berat lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam waktu 1 jam pertama setelah lahir. Terdapat klasifikasi berat bayi yang baru lahir, yakni : 1,2 Bayi berat lahir rendah (BBLR) bayi yang dilahirkan dengan berat lahir 4000 gr

Berat badan bayi memiliki keterkaitan dengan masa gestasinya. Hubungan antara umur kehamilan dengan berat lahir mencerminkan kecukupan pertumbuhan intrauterin. 1 Penentuan hubungan ini akan mempermudah antisipasi morbiditas dan mortalitas selanjutnya. Hubungan antara berat lahir atau umur kehamilan juga sangat membantu dalam meramalkan masalah klinis BBL. Identifikasi antenatal terhadap penyimpangan pertumbuhan intrauterine mempermudah perencanaan persalinan dan resusitasi neonatal jika diperlukan. 2 Klasifikasi neonatus menurut masa gestasi (umur kehamilan) yakni : 1,2 Neonatus kurang bulan Bayi dilahirkan dengan masa gestasi < 37 minggu Neonatus cukup bulan Bayi dilahirkan dengan masa gestasi 37-42 minggu

Neonatus lebih bulan Bayi dilahirkan dengan masa gestasi > 42 minggu

(Grafik pertumbuhan fisis anak perempuan dan laki-laki menurut persentil NCHS, grafik lingkaran kepala dan grafik Lubchenco ada di halaman terakhir sebelum daftar pustaka).

Panjang badan Alat pengukur panjang badan bayi terbuat dari kayu, yang salah satu ujungnya mempunyai batas yang tetap sedang ujung lainnya mempunyai kayu yang dapat digerakkan. Bayi ditidurkan telentang tanpa sepatu atau tanpa topi tempat yang keras. Diusahakan agar tubuh bayi lurus. Panjang badan bayi dapat diukur dengan akurat dengan melekatkan vertex bayi pada kayu yang tetap, sedangkan kayu yang dapat bergerak menyentuh tumit bayi. Panjang badan normal neonatus adalah sekitar 50 cm (ukuran panjang badan normalnya antara 44-53 cm). 3 Lingkaran kepala Pada bayi kurang dari 2 tahun, lingkaran kepala diukur secara rutin. Pada anak yang lebih besar, lingkaran kepala baru diukur apabila terdapat kecurigaan pada kepalanya. Alat pengukur yang dipakai ialah pita metal yang fleksibel agar pita tidak meregang dan h