tumbuh kembang

Post on 10-Jan-2016

15 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

PROBLEM BASED LEARNING

Makalah Pribadi

BLOK 13Tumbuh Kembang

Tiara Nugraeni

10-2008-127

Fakultas Kedokteran

Universitas Kristen Krida Wacana

Jakarta

2009

DAFTAR ISI

3ETIOLOGI

8EPIDEMIOLOGI

8PATOFISIOLOGI

9KOMPLIKASI

10PEMERIKSAAN

21PENATALAKSANAAN

23DD

24PROGNOSIS

25DAFTAR PUSTAKA

BBLR ialah bayi yang baru lahir dengan berat badan saat lahir < 2500 g. Istilah BBLR digunakan oleh WHO untuk mengganti istilah bayi prematur.Untuk mendapatkan keseragaman, pada kongres European Perinatal Medicine II di London tahun 1970, diusulkan definisi sebagai berikut.

1. Bayi kurang bulan ialah bayi dengan masa kehamilan kurang dari 37 minggu (259 hari).

2. Bayi cukup bulan ialah bayi dengan masa kehamilan mulai dari 37 sampai empat puluh dua minggu (259 sampai 293 hari)

3. Bayi lebih bulan ialah bayi dengan masa kehamilan mulai dari 42 minggu atau lebih (294 hari atau lebih)

Dengan pengertian tersebut, maka bayi dengan berat badan lahir rendah dapat dibagi menjadi 2 golongan.1. Prematuritas murniBayi dengan kehamilan kurang dari 37 minggu dan berat badannya sesuai untuk masa kehamilan itu atau biasa disebut dengan neonatus kurang bulan sesuai masa kehamilan (NKB-SMK).2. DismaturitasBayi . Bayi lahir dengan berat badan kurang dari berat badan seharusnya untuk masa kehamilan, dismatur dapat terjadi dalam preterm, term, dan post term. Dismatur ini dapat juga: Neonatus Kurang Bulan - Kecil untuk Masa Kehamilan (NKB- KMK). Neonatus Cukup Bulan-Kecil Masa Kehamilan ( NCB-KMK ), Neonatus Lebih Bulan-Kecil Masa Kehamilan (NLB- KMK ).

Dismatur (IUGR) adalah bayi lahir dengan berat badan kurang dari berat badan seharusnya untuk masa kehamilan dikarenakan mengalami gangguan pertumbuhan dalam kandungan. Menurut Renfield (1975) IUGR dibedakan menjadi dua, yaitu :

a. Proportionate IUGR

Janin yang menderita distress yang lama dimana gangguan pertumbuhan terjadi berminggu-minggu sampai berbulan-bulan sebelum bayi lahir sehingga berat, panjang dada, lingkaran kepala dalam proporsi yang seimbang, akan tetapi keseluruhannya masih dibawah masa gestasi yang sebenarnya. Bayi ini tidak menunjukkan adanya Wasted oleh karena retardasi pada janin terjadi sebelum terbentuknya adipose tissue.

b. Disporpotionate IUGR

Trejadi karena distress subakut gangguan terjadi beberapa minggu sampai beberapa hari sampai janin lahir. Pada keadaan ini panjang dan lingkar kepala normal akan tetapi berat tidak sesuai dengan masa gestasi. Bayi tampak Wasted dengan tanda-tanda sedikitnya jaringan lemak di bawah kulit, kulit kering keriput dan mudah diangkat bayi kelihatan kurus dan lebih panjang.Berarti bayi mengalami gangguan intra uterine dan merupakan bayi yang kecil masa kehamilan (KMK).

Bayi berat lahir rendah (BBLR) ialah bayi baru lahir yang berat badannya saat lahir kurang dari 2500 g ( sampai dengan 2499 g). Berkaitan dengan penanganan dan harapan hidupnya, bayi berat lahir rendah dibedakan dalam 3 kelompok.

Bayi berat lahir rendah (BBLR), berat lahir 1500-2500 g.

Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR), berat lahir 1000-1500 g ( 100

GrimaceTidak adaLambatMenangis kuat

ActivityLemas/lumpuhGerakan sedikit/fleksi tungkaiAktif/fleksi tungkai baik/reaksi melawan

RespiratoryTidak adaLambat, tidak teraturBaik, menangis kuat

Preosedur penilaian APGAR

Pastikan pencahayaan baik

Catat waktu kelahiran, nilai APGAR pada 1 menit pertama dg cepat & simultan. Jumlahkan hasilnya

Lakukan tindakan dg cepat & tepat sesuai dg hasilnya

Ulangi pada menit kelima

Ulangi pada menit kesepuluh

Dokumentasikan hasil & lakukan tindakan yg sesuai

Penilaian

Setiap variabel dinilai : 0, 1 dan 2

Nilai tertinggi adalah 10

Nilai 7-10 menunjukkan bahwa by dlm keadaan baik

Nilai 4 - 6 menunjukkan bayi mengalami depresi sedang & membutuhkan tindakan resusitasi

Nilai 0 3 menunjukkan bayi mengalami depresi serius & membutuhkan resusitasi segera sampai ventilasiPemeriksaan Diagnostik1. Jumlah sel darah putih : 18.000/mm3, netrofil meningkat sampai 23.000-24.000/mm3, hari pertama setelah lahir (menurun bila ada sepsis ).

2. Hematokrit (Ht) : 43% - 61% (peningkatan sampai 65 % atau lebih menandakan polisitemia, penurunan kadar menunjukkan anemia atau hemoragic prenatal /perinatal).

3. Hemoglobin (Hb) : 15-20 gr/dl (kadar lebih rendah berhubungan dengan anemia atau hemolisis berlebihan).

4. Bilirubin total : 6 mg/dl pada hari pertama kehidupan, 8 mg/dl 1-2 hari, dan 12 mg/dl pada 3-5 hari.

5. Destrosix : tetes glukosa pertama selama 4-6 jam pertama setelah kelahiran rata-rata 40-50 mg/dl meningkat 60-70 mg/dl pada hari ketiga.

6. Pemantauan elektrolit ( Na, K, CI) : biasanya dalam batas normal pada awalnya.

7. Pemeriksaan Analisa gas darah.

Nilai laboratorium cairan otak neonatus normal

- warna : 90 94 % xantochrome (kekuning2an jernih)

- Nonne / Pandy (+) Pada usia di atas 3 bulan harus sudah negatif.

- Protein : 200-220 mg/dl

- Glukosa : 70-80 mg/dl

- Eritrosit : 1000 2000 / LPB

- Leukosit 10 20 / LPB

menunjukkan fungsi BBB (blood-brain barrier) masih belum sempurnaPemeriksaan Penunjang1. Pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan janin intra uterina serta menemukan gangguan pertumbuhan misalnya dengan pemeriksaan ultra sonografi.

2. Memeriksa kadar gula darah (true glukose) dengan dextrostix atau laboratorium kalau hipoglikemia perlu diatasi.

3. Pemeriksaan hematokrit dan mengobati hiperviskositasnya.

4. Bayi membutuhkan lebih banyak kalori dibandingkan dengan bayi SMK.

5. Melakukan tracheal-washing pada bayi yang diduga akan menderita aspirasi mekonium.

6. Sebaiknya setiap jam dihitung frekwensi pernafasan dan bila frekwensi lebih dari 60x/ menit dibuat foto thorax.

PENATALAKSANAANBentuk tubuh : permukaan tubuh relatif lebih luas sehingga BBLR banyak kehilangan panas dan cairan melalui kulit]

Prinsip pencegahan hipotermia

tunda memandikan bayi pakai minyak kelapa

tempatkan pada inkubator atau cfies hangat

perhatika status cairan bila perlu pasang infus

bungkus bayi dengan slimut metode kanguru

bila pwerlu O2

Nutrisi

minum pada bayi prematur

pada 2 jam I. beri asi (coba Dex . 5 %) untuk cegah turunnya BB > 10 %

asi diberiakn dengan pipet / sendok sedikit2

susu yang mengandung lemak (mudah cernak)

frekuensi pemberian 3 jam sekali

pada bayi KMK

refleks hisap sdh. Membaik

enzim pencernaan > aktif

cadangan glikogen sedikit mudah hipoglikemia

pemberian cairan parenteral terus s/d enteral tercukupi

METODE KANGURU

BBLR membutuhkan bantuan dan waktu untuk penyesuaian kehidupan di luar rahim. Mereka juga memerlukan bantun untuk tetap hangat dan mendapatkan ASI yang cukup untuk tumbuh. Satu cara untuk menolong bayi mendapatkan kebutuhan ini adalah manjaga bayi tetap kontak kulit dengan kulit ibunya. Metode kanguru adalah cara untuk BBLR mendapatkan kebutuhan khusus mereka. Metode Kanguru memiliki 3 bagian: Kontak kulit dengan kulit antara bagian depan tubuh bayi dengan dada ibu:Kontak kulit dengan kulit dimulai saat setelah lahir dan berlanjut siang dan malam.Bayi hanya memakai topi atau kain untuk menjaga kepala tetap hangat dan bayi menggunakan popok yang dilapisi plastik.keluarga lain, ayah. ASI eksklusif:Bayi menetek segera setelah lahir dan sering. Kain yang membungkus disekeliling ibu dan bayi dilonggarkan utnuk meneteki. Berikan informasi untuk membantu ibu bagaimana meneteki bayi.

Memberikan dukungan terhadap ibu dan bayi:Walaupun kebutuhan ibu atau bayi terpenuhi dengan tidak memisahkan mereka. Ibu membutuhkan banyak dukungan dari suami dan keluarga yang lain untuk menjaga kontak yang terus-menerus ini. Di fasilitas kesehatan petugas akan membantu. Di rumah keluarga akan membantu.

BAGAIMANA METODE KANGURU MEMBANTU BAYI DAN IBU?

BAYI

Pernapasan bayi baru lahir menjadi teratur dan stabil

Suhu bayi baru lahir meningkat dan stabil pada suhu normal

Kekebalan bayi baru lahir meningkat

Infeksi berkurang

BBL meneteki dengan baik dan berat badan meningkat dengan cepat

IBU

Ibu menjadi lebih dekat dengan bayinya secara emosional

Ibu menjadi merasa mampu merawat bayinya yang rapuh

Pencegahan infeksi

Infeksi adalah salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir. Infeksi dapat dicegah dan diobati. Penting untuk diingat bahwa infeksi local yang kecil dapat meluas dan berbahaya.

Sepsis neonatorum

Sepsis neonatorum adalah infeksi sistemik pada masa neonatal.

Pencegahan sepsis neonatorum

- Upaya pencegahan infeksi selama persalinan dan setelah lahir.

- Cuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi

- Ajari ibu dan keluarganya untuk melakukan pencegahan infeksi terutama dengan cuci tangan

- Obati ibu dengan infeksi selama hamil

- Obat ibu dengan antibiotika selama persalinan apabila ada tanda-tanda infeksi

- Obati bayi baru lahir dengan antibiotika setelah lahir bila ibunya panas selama persalinan

- Berikan ASI eksklusif

- Hindari bayi kontak dengan orang yang sakit, isolasi bayi yang sakit

- Ajari ibu dan keluarga untuk menghinadarkan bayi dari orang yang sakit

DD

Trauma Causes: Birth canal injury, newborn

Infectious Disorders (Specific Agent): Newborn TORCH syndrome, Neonatal chlamydial pneumonia, Ne