library.binus.ac.idlibrary.binus.ac.id/ecolls/ethesisdoc/bab2doc/2012-2... · web viewpersoalan...

32
BAB II LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pengertian Manajemen Menurut James A.F. Stoner (2006, p7), manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Menurut Mulayu S.P. Hasibuan (2000, p2), manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai satu tujuan. Menurut Stephen P. Robins (2009, p8), manajemen adalah proses pengkoordinasian kegiatan-kegiatan pekerjaan sehingga pekerjaan tersebut terselesaikan 6

Upload: dinhkhue

Post on 27-Apr-2018

236 views

Category:

Documents


2 download

TRANSCRIPT

Page 1: library.binus.ac.idlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2DOC/2012-2... · Web viewPersoalan transportasi terdapat pada pemilihan rute dalam jaringan distribusi produk antara pusat

BAB II

LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Pengertian Manajemen

Menurut James A.F. Stoner (2006, p7), manajemen adalah suatu

proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari

anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi

untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Menurut Mulayu S.P. Hasibuan (2000, p2), manajemen adalah ilmu dan

seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya

secara efektif dan efisien untuk mencapai satu tujuan.

Menurut Stephen P. Robins (2009, p8), manajemen adalah proses

pengkoordinasian kegiatan-kegiatan pekerjaan sehingga pekerjaan tersebut

terselesaikan secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain.

Menurut Richard L. Daft (2007, p8), manajemen adalah pencapaian sasaran-

sasaran organisasi dengan cara yang efektif dan efisien melalui perencanaan

pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian sumberdaya organisasi.

6

Page 2: library.binus.ac.idlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2DOC/2012-2... · Web viewPersoalan transportasi terdapat pada pemilihan rute dalam jaringan distribusi produk antara pusat

7

2.1.2 Pengertian Manajemen Operasi

Menurut Richard L. Daft (2007, p216), manajemen operasi adalah bidang

manajemen yang mengkhususkan pada produksi barang, serta menggunakan alat-alat

dan teknik-teknik khusus untuk memecahkan masalah-masalah produksi.

Menurut Soentoro Ali Idris (2004, p1), manajemen operasi adalah proses

transformasi dari input menjadi output yang mempunyai nilai lebih tinggi

dibandingkan inputnya.

Menurut Subagyo (2002, p1), manajemen operasi adalah kegiatan untuk

mengubah bentuk untuk menambah manfaat atau menciptakan manfaat baru dari

suatu barang atau jasa.

2.1.3 Pengertian Efisiensi

Menurut Mulyamah (2004, p3), efisiensi adalah suatu ukuran dalam

membandingkan rencana penggunaan masukan dengan penggunaan yang

direalisasikan atau perkataam lain penggunaan yang sebenarnya.

Menurut SP.Hasibuan (2003, p233), efisiensi adalah perbandingan yang

terbaik antara input (masukan) dan output (hasil antara keuntungan dengan sumber-

sumber yang dipergunakan), seperti halnya juga hasil optimal yang dicapai dengan

penggunaan sumber yang terbatas. Dengan kata lain hubungan antara apa yang telah

diselesaikan.

Menurut Wikipedia, efisiensi digunakan untuk merujuk pada sejumlah

konsep yang terkait pada kegunaan pemaksimalan serta pemanfaatan seluruh sumber

Page 3: library.binus.ac.idlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2DOC/2012-2... · Web viewPersoalan transportasi terdapat pada pemilihan rute dalam jaringan distribusi produk antara pusat

8

daya dalam proses produksi barang dan jasa. Sebuah sistem ekonomi dapat disebut

efisien bila memenuhi kriteria berikut:

1. Tidak ada yang bisa dibuat menjadi lebih makmur tanpa adanya pengorbanan.

2. Tidak ada keluaran yang dapat diperoleh tanpa adanya peningkatkan jumlah

masukan.

3. Tidak ada produksi bila tanpa adanya biaya yang rendah dalam satuan unit.

2.1.4 Pengertian Biaya

Menurut Charles T. Horngren dan George Forter (2004, p21), biaya sebagai

sumber daya yang dikorbankan untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan tertentu.

Menurut Supriyono (2006, p16), biaya adalah harga perolehan yang

dikorbankan atau digunakan dalam rangka memperoleh penghasilan atau revenue

yang akan dipakai sebagai pengurang penghasilan.

Menurut Henry Simamora (2004, p36), biaya adalah kas atau nilai setara kas

yang dikorbankan untuk barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat pada

saat ini atau di masa mendatang bagi organisasi.

Menurut Mulyadi (2003, p8), biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis

yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi, sedang terjadi atau yang

kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu.

Page 4: library.binus.ac.idlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2DOC/2012-2... · Web viewPersoalan transportasi terdapat pada pemilihan rute dalam jaringan distribusi produk antara pusat

9

2.1.5 Pengertian Distribusi

 Pendistribusian dapat diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang berusaha

memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen

kepada konsumen, sehingga penggunaannya sesuai dengan yang diperlukan (jenis,

jumlah, harga, tempat, dan saat dibutuhkan). Dengan kata lain, proses distribusi

merupakan aktivitas pemasaran yang mampu:

1. Menciptakan nilai tambah produk melalui fungsi-fungsi pemasaran yang

dapat merealisasikan kegunaan/utilitas bentuk, tempat, waktu, dan

kepemilikan.

2. Memperlancar arus saluran pemasaran (marketing channel flow) secara fisik

dan non-fisik. Yang dimaksud dengan arus pemasaran adalah aliran kegiatan

yang terjadi di antara lembaga-lembaga pemasaran yang terlibat di dalam

proses pemasaran. Arus pemasaran tersebut meliputi arus barang fisik, arus

kepemilikan, arus informasi, arus promosi, arus negosiasi, arus pembayaran,

arus pendanaan, arus penanggungan risiko, dan arus pemesanan.

Menurut Kotler dan Keller (2010, p49), saluran distribusi adalah organisasi-

organisasi yang saling tergantung yang tercakup dalam proses yang membuat produk

atau jasa menjadi tersedia untuk digunakan atau dikonsumsi.

Menurut Alma (2007, p49), saluran distribusi merupakan lembaga yang

saling terkait untuk menjadi produk atau jasa siap digunakan atau dikonsumsi.

Menurut Tjiptono (2008, p285), saluran distribusi dapat diartikan sebagai

kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian

barang dan jasa

Page 5: library.binus.ac.idlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2DOC/2012-2... · Web viewPersoalan transportasi terdapat pada pemilihan rute dalam jaringan distribusi produk antara pusat

10

dari produsen kekonsumen, sehingga penggunaannya sesuai dengan yang

diperluas (jenis, jumlah, harga, tempat dan saat dibutuhkan).

Menurut Daniel (2003, p8), saluran distribusi adalah serangkaian dari

organisasi yang saling bergantung yang memudahkan pemindahan kepemilikan

sebagaimana produk-produk bergerak dari produsen ke pengguna atau pelanggan.

Sedangkan menurut Kotler (2010, p106) saluran pemasaran adalah

sekelompok orgnaisasi yang saling begantung dan terlibat dalam proses pembuatan

produk atau jasa yang disediakan untuk digunakan atau dikonsumsi. Saluran

pemasaran merupakan seprangkat alur yang diikuti produk atau jasa setelah produksi,

berakhir dalam pembelian dan digunakan oleh pengguna akhir.

2.1.6 Tingkatan Saluran Distribusi

Menurut Kotler (2010, p113), mengemukakan tentang saluran pemasaran

yaitu untuk menyalurkan produk dari perusahaan dapat memilih cara penyaluran

barang/jasa baik secara langsung maupun tidak langsung mengharuskan perusahaan

untuk menjual produknya kepada konsumen akhir (misalnya dengan cara mengirim

tenaga penjual atau membuka toko untuk menjual produk dari perusahaannya).

Sedangkan penyaluran secara tidak langsung menghendaki adanya perantara yaitu

para pedagang besar, agen, atau pengecer.

Dalam proses penyaluran barang-barang dari produsen ke konsumen akhir

atau pemakai, perusahaan harus dapat menentukan pilihan yang tepat di dalam

memilih tingkatan saluran pemasaran yang digunakan. Berikut ini merupakan bentuk

dari saluran pemasaran untuk barang konsumsi.

Page 6: library.binus.ac.idlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2DOC/2012-2... · Web viewPersoalan transportasi terdapat pada pemilihan rute dalam jaringan distribusi produk antara pusat

11

a.  Saluran tingkat nol (zero level channel)

Saluran ini sering disebut juga saluran langsung karena dalam proses penyalurannya

dilakukan tanpa melalui perantara. Jadi, penyalurannya dilakukan langsung dari

produsen ke konsumen. Ada tiga cara dalam melakukan saluran langsung ini yaitu :

penjualn dari rumah ke rumah, penjualan lewat pos, dan penjualan lewat toko atau

koperasi.

b.  Saluran tingkat satu (one level channel)

Dalam saluran ini terdapat satu perantara penjualan. Dimana dalam pasar konsumen

perantara sekaligus merupakan pengecer. Dalam pasar industri, pengecer seringkali

bertindak sebagai agen penjual atau makelar.

c.  Saluran tingkat dua (two level channel)

Dalam saluran ini terdapat dua perantara penjualan. Dalam pasar konsumen mereka

merupakan grosir atau pedagang besar sekaligus pengecer. Sedangkan dalam pasar

industri merupakan penyalur tunggal dan penyalur industri.

d.  Saluran tingkat tiga (three level channel)          

Dalam saluran ini terdapat tiga perantara penjualan yaitu : agen, pedagang besar, dan

pengecer. Saluran ini adalah saluran terpanjang dari keempat tingkatan saluran

pemasaran, karena produsen menggunakan tiga perantara untuk mencapai ke

konsumen akhir.

Page 7: library.binus.ac.idlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2DOC/2012-2... · Web viewPersoalan transportasi terdapat pada pemilihan rute dalam jaringan distribusi produk antara pusat

12

Perusahaan memakai 2 jenis distribusi yaitu saluran langsung dan tidak langsung

1) Saluran langsung

Orang/produsen yang memproduksi barang dan jasa berinteraksi secara

langsung dengan pelanggan,saluran ini digunakan pada perusahaan yang

membentuk sebuah saluran distribusi luar negeri.

2) Saluran tidak langsung

Saluran ini digunakan pada sebuah perusahaan lokal yang memasarkan

produknya melalui perusahaan lokal lainnya yang bertindak sebagai

perantara penjualan.

2.1.7 Permodelan Transportasi

Menurut Jay Heizer dan Barry Render (2005, p391), permodelan transportasi

adalah suatu prosedur berulang untuk memecahkan permasalahan meminimasi biaya

pengiriman produk dari beberapa sumber ke beberapa tujuan.

Jadi pengertian transportasi adalah pemindahan barang dan atau jasa dari

beberapa tempat asal (sumber) ke beberapa tempat tujuan dengan memecahkan

permasalahn biaya transportasi agar biaya tersebut optimum.

Masalah transportasi berhubungan dengan distribusi barang dari beberapa

titik supply ke sejumlah titik permintaan. Biasanya telah diberikan kapasitas barang

di setiap sumber dan permintaan barang di setiap tujuan.

Masalah transportasi juga dapat digunakan ketika perusahaan mencoba untuk

mengambil keputusan dimana akan dibuka fasilitas baru, sebelum membuka gudang,

Page 8: library.binus.ac.idlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2DOC/2012-2... · Web viewPersoalan transportasi terdapat pada pemilihan rute dalam jaringan distribusi produk antara pusat

13

perusahaan atau kantor pemasaran, sangat baik sekali untuk mendapatkan sejumlah

tempat alternatif. Keputusan keuangan yang baik berhubungan dengan lokasi juga

dapat meminimalisasi biaya transportasi dan produksi secara keseluruhan.

Masalah transportasi berhubungan dengan pendistribusian barang-barang dari

beberapa sumber (sources) ke beberapa tujuan (destination). Biasanya memiliki

sejumlah kapasitas barang dari masing-masing sumber dan sejumlah kapasitas

kebutuhan barang dari masing-masing daerah tujuan.

Sasaran transportasi adalah mengalokasikan produk yang ada pada sumber

asal sedemikian rupa hingga terpenuhi semua kebutuhan pada tempat tujuan.

Sedangkan tujuan utama dari persoalan transportasi adalah untuk mencapai biaya

yang serendah-rendahnya (minimum) atau mencapai jumlah laba yang sebesar-

besarnya (maksimal). Persoalan transportasi terdapat pada pemilihan rute dalam

jaringan distribusi produk antara pusat industri dan distribusi gudang atau antara

distribusi gudang regional dan distribusi pengeluaran lokal. Dalam menggunakan

metode transportasi, pihak manajemen mencari rute distribusi yang akan

mengoptimalkan tujuan tertentu, misalnya tujuan meminimumkan total biaya

transportasi, memaksimalkan laba, atau meminimumkan waktu yang digunakan.

2.1.8 Jenis-jenis Metode Transportasi

Metode untuk memdahkan perusahaan dalam menentukan pengalokasian

produk adlah menggunakan metode transportasi. Metode transportasi dapat

dijabarkan sebagai berikut:

Page 9: library.binus.ac.idlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2DOC/2012-2... · Web viewPersoalan transportasi terdapat pada pemilihan rute dalam jaringan distribusi produk antara pusat

14

1. Metode Noth West Corner

Menurut Siswanto (2006, p274), “Metode Sudut Barat Laut (North West

Corner Method) adalah sebuah metode untuk menyusun tabel awal dengan

cara mengalokasikan distribusi mulai dari sel yang terletak pada sudut kiri

atas. Itulah sebabnya dinamakan Metode Barat Laut”.

Menurut Mulyono, Sri (2007, p117), “Metode Noth West Corner adalah

metode paling sederhana diantara ketiga metode yang telah disebutkan

untuk mencari solusi awal. Langkah-langkahnya dapat diringkas sebagai

berikut:

1) Mulai pada pojok barat laut tabel dan dialokasikan sebanyak mungkin

pada tabel bagian sudut kiri atas tanpa menyimpang dari kendala

penawaran atau permintaan (artinya X11 ditetapkan sama dengan yang

terkecil diantara nilai S1 dan D1)

2) Ini akan menghabiskan penawaran pada sumber 1 dan atau permintaan

pada tujuan 1. Akibatnya, tak ada lagi barang yang dapat dialokasikan

ke kolom atau baris yang telah dihabiskan dan kemudian baris atau

kolom itu dihilangkan. Kemudian alokasikan sebanyak mungkin ke

kotak di dekatnya pada baris atau kolom yang tak dihilangkan. Jika

kolom maupun baris telah dihabiskan, pindahlah secara diagonal ke

kotak berikutnya.

Page 10: library.binus.ac.idlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2DOC/2012-2... · Web viewPersoalan transportasi terdapat pada pemilihan rute dalam jaringan distribusi produk antara pusat

15

3) Lanjutkan dengan cara yang sama sampai semua penawaran telah

dihabiskan dan keperluan permintaan telah dipenuhi.

Kelebihan dan kekurangan metode Noth West Corner

Kelebihan :

Adalah metode paling mudah, tapi tidak mempertimbangkan biaya

Kelemahan :

metode ini tidak mengalokasikan produk sebanyak mungkin pada kotak sel

yang memiliki biaya transportasi terkecil. Dengan kata lain,setiap alokasi

produktidak memperhatikan besarnya biaya perunit.Metode ini hanya

mengalokasikan produk berdasarkan kriteria sudut kiri atas dan sudut

kanan bawah yang merupakan sel basis.Oleh karena tidak memperhatikan

biaya per unit, metode Northwest-Corner ini kurang efisien dan merupakan

metode terpanjang dalam mencari tabel optimum

2. Metode Least Cost

Menurut Render dan Heizer (2005, p634), “Metode Least Cost adalah

metode yang membuat alokasi berdasarkan kepada biaya yang terendah.

Metode ini merupakan sebuah pendekatan yang sederhana, yang

menggunakan langkah-langkah berikut:

1) Identifikasi sel dengan biaya yang paling rendah. Pilih salah satu jika

terdapat biaya yang sama.

Page 11: library.binus.ac.idlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2DOC/2012-2... · Web viewPersoalan transportasi terdapat pada pemilihan rute dalam jaringan distribusi produk antara pusat

16

2) Alokasikan unit sebanyak mungkin untuk sel tersebut tanpa melebihi

pasokan atau permintaan. Kemudian coret kolom atau baris itu (atau

keduanya) yang sudah penuh terisi.

3) Dapatkan sel dengan biaya yang paling rendah dari sisa sel (yang

belum dicoret).

4) Ulangi langkah ke 2 dan 3 sampai semua unit habis dialokasikan.

Menurut Siswanto (2006, p271), Metode Least Cost adalah sebuah metode

untuk menyusun tabel awal dengan cara pengalokasian distribusi barang

dari sumber ke tujuan mulai dari sel yang memiliki biaya distribusi kecil.

Kelebihan :

mencari dan memenuhi yang biayanya terkecil dulu. Lebih efisien

dibanding metode NWC.

lebih mudah dipahamin sehingga lebih disukai oleh orang awam

Kelemahan :

Pada kasus tertentu, ada kemungkinan diperolehnya solusi dengan biaya

yang ekstra mahal.

pada metode Least Cost terletak pada penentuan alokasi produk ke dalam 

sel  atau  kotak  yang  memiliki  biaya  terendah,  dimana  biaya  tersebut

mempunyai lebih dari satu sel atau kotak

3. Metode Vogel’s Approximation (VAM)

Menurut Siswanto (2006, p279), langkah-langkah metode VAM dapat

diringkas sebagai berikut:

Page 12: library.binus.ac.idlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2DOC/2012-2... · Web viewPersoalan transportasi terdapat pada pemilihan rute dalam jaringan distribusi produk antara pusat

17

1) Buatlah matrik yang menunjukkan kebutuhan masing-masing sumber

dan biaya tranportasi per unit.

2) Carilah selisih antara dua biaya terkecil di masing-masing kolom baris.

3) Pilih selisih paling besar di antara selisih-selisih yang telah di hitung

pada langkah pertama.

4) Sesuaikan penawaran dan permintaan untuk menunjukan alokasi yang

sudah dilakukan, hilangkan semua baris dan kolom di mana penawaran

dan permintaan telah habis.

5) jika semua penawaran dan permintaan belum di penuhi, kembali ke

langkah satu, jika semua penawaran dan permintaan solusi awal

terperoleh.

Tujuan dari jalur ini adalah untuk mempertahankan kendala penawaran dari

permintaan sambil dilakukan alokasi ulang barang ke suatu kotak kosong, semua

variable non basis (kotak kosong) dievaluasi dengan cara yang sama untuk

menentukan apakah mereka akan menurunkan biaya dan arena itu jadi calon entering

variable, jika semua kotak kosong memiliki perubahan biaya positif, berarti solusi

telah optimum.

Kelebihan :

metode yang lebih mudah dan lebih cepat untuk mengatur alokasi (dalam

hal ini adalah biaya transportasi) dari beberapa sumber ke daerah tujuan

hasil analisa dari metode ini sudah sangat optimal dibanding dengan

metode – metode lainnya

Page 13: library.binus.ac.idlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2DOC/2012-2... · Web viewPersoalan transportasi terdapat pada pemilihan rute dalam jaringan distribusi produk antara pusat

18

Kelemahan :

proses iterasi lebih rumit

pada metode VAM (Vogel’s Approximation Method) adalah setelah semua

produk telah dialokasikan, harus menguji sel bukan basis-nya apakah

sudah memiliki nilai = 0. Hal tersebut dilakukan untuk menjamin bahwa

total biaya benar- benar minimum

2.1.9 Langkah-langkah Metode Transportasi

Menurut Siswanto (2006, p268), “model transportasi pada saat dikenali

pertama kali diselesaikan secara manual dengan menggunakan algoritma yang

dikenal sebagai alogaritma transportasi, alogaritma ini cukup di kenal dan masih

sering di ajarkan hingga tahun 90-an. Flow chart alogaritma transportasi ini bisa

dilihat pada gambar 2.1

Pertama, diagnosis masalah dimulai dengan pengenalan sumber, tujuan,

parameter, dan variable.

Kedua, seluruh informasi tersebut kemudian di tuangkan kedalam matriks

transportasi dalam hal ini,

1) Bila kapasitas seluruh sumber lebih besar dari permintaan seluruh tujuan

maka sebuah kolom semu (dummy) perlu di tambahkan untuk menampung

kelebihan kapasitas itu.

2) Bila kapasitas seluruh sumber lebih kecil dari seluruh permintaan tujuan

maka sebuah baris semu perlu di tambahkan untuk menyediakan kapasitas

Page 14: library.binus.ac.idlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2DOC/2012-2... · Web viewPersoalan transportasi terdapat pada pemilihan rute dalam jaringan distribusi produk antara pusat

19

semu yang akan memenuhi permintaan itu, jelas sekali bahwa kelebihan

permintaan itu tidak bisa dipenuhi.

Ketiga, setelah matrik transportasi terbentuk kemudian dimulai menyusun

table awal. Alogritma transportasi mengenal tiga macam metode untuk

menyusun table awal, yaitu:

1) Metode Biaya Terkecil atau Least Cost Method

2) Metode Sudut Barat Laut atau North West Corner Method

3) VAM atau Vogell’s Approximation Method

Ketiga metode diatas masing-masing berfungsi untuk menentukan alokasi

distribusi awal yang akan membuat seluruh kapasitas sumber teralokasi ke

seluruh tujuan.

Keempat, setelah penyusunan table awal selesai maka sebagai langkah

selanjutnya adalah pengujian optimalitas table untuk mengetahui apakah

biaya distribusi total telah minimum dilihat dari iterasi, di mana iterasi adalah

suatu proses atau metode yang digunakan secara berulang-ulang

(pengulangan) dalam menyelesaikan permasalahan metode transportasi untuk

hasil yang diinginkan manjadi lebih optimal. Secara matematis, pengujian ini

dilakukan untuk menjamin bahwa nilai fungsi tujuan minimum telah tercapai,

ada dua macam pengujian optimalitas alogaritma transportasi.

1) Stepping Stone Method

2) MODI atau Modifield Distribution Method

Page 15: library.binus.ac.idlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2DOC/2012-2... · Web viewPersoalan transportasi terdapat pada pemilihan rute dalam jaringan distribusi produk antara pusat

20

Kelima, atau langkah terakhir adalah revisi table bila dalam langkah keempat

terbukti bahwa table belum optimal atau biaya distribusi total masih mungkin

diturunkan lagi. Dengan demikian jelas sekali langkah kelima ini tidak akan

dilakukan apabila pada langkah keempat telah membuktikan bahwa table

telah optimal.

Sumber: Siswanto (2006)

Flow Chart Alogaritma Transportasi

Gambar 2.1 Flow Chart alogaritma Transportasi

1.Biaya terkecil

2.Sudut barat laut

3.VAM

Awal

Matriks

Transportasi

1.Stepping stone

2.M.O.D.I

Tabel

Revisi

Test

Stop

Page 16: library.binus.ac.idlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2DOC/2012-2... · Web viewPersoalan transportasi terdapat pada pemilihan rute dalam jaringan distribusi produk antara pusat

21

2.1.10 Masalah Dalam Model Transpotrasi

Dalam transportasi, terdapat beberapa masalah yang dihadapi apabila terdapat

kesalahan dalam pengalokasi maupun dalam jumlah kapasitas pemasok dan kapasitas

permintaan. Masalah khusus yang di hadapai dalam transportasi adalah sebagai

berikut:

1. Penawaran lebih besar dari permintaan

2. Permintaan lebih besar dari penawaran

3. Masalah degeneracy atau kemerosotan.

4. Maksimal keuntungan

5. Masalah prioritas.

6. Masalah multi commodity

7. Masalah pemblokiran.

8. Masalah transipmen.

Penawaran lebih besar dari permintaan

Apabila terjadi penawaran lebih besar dari permintaan atau unbalance, maka

diperlukan tambahan tempat tujuan semu atau sering disebut Dummy.

Tambahan tempat tujuan diperlukan agar penawaran sama dengan

permintaan, sehingga table awal yang fleksibel dapat dibentuk. Biaya

transportasi untuk setiap sel dummy sama dengan nol.

Page 17: library.binus.ac.idlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2DOC/2012-2... · Web viewPersoalan transportasi terdapat pada pemilihan rute dalam jaringan distribusi produk antara pusat

22

Permintaan lebih besar dari penawaran

Seperti halnya pada masalah pertama,apabila terjadi permintaan lebih besar

dari penawaran, maka diperlukan tambahan tempat asal semu dengan biaya

transportasi sama dengan nol. Tambahan tempat asal semu diperlukan agar

tabel awal yang fleksibel dapat dibentuk.

Masalah degeneracy

Dalam setiap tabel transportasi, jumlah sel basis harus sama dengan m+ n-1.

Apabila sel basis memiliki jumlah kurang dari ketentuan tersebut, berarti

degeneracy terjadi. Jika hal ini dibiarkan ada kemungkinan terjadi kesulitan

dalam membuat closed path, dengan kata lain terputusnya hubungan setiap

sel. Untuk mengatasi masalah ini diperlukan sel dummy dengan nilai nol.

Maksimalisi keuntungan

Sasaran pokok yang hendak di capai dari model transportasi adalah

mengalokasikan produk yang tersedia ditempat asal ketempat tujuan agar

diperoleh total biaya minimum. Namun apabila orientasi berubah menjadi

keuntungan maksimum maka diperlukan konversi terhadap tujuan dari

minimisasi biaya ke maksimalisasi keuntungan.

Masalah prioritas

Tujuan yang hendak dicapai dalam permasalahan transportasi adalah mencari

alokasi dengan total biaya minimum, oleh karena itu biaya persatuan barang

terkecil merupakan dasar alokasi.

Page 18: library.binus.ac.idlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2DOC/2012-2... · Web viewPersoalan transportasi terdapat pada pemilihan rute dalam jaringan distribusi produk antara pusat

23

Masalah pemblokiran

Sebagai lawan dari prioritas adalah pemblokiran, dimana perusahaan

menetapkan untuk tidak mengalokasikan produk ke suatu daerah tertentu.

Masalah multi commodity

Masalahnya adalah pengalokasiannya barang terdiri dari berbagai jenis

produk, persoalannya bagaimana mengatur alokasi produk dari beberapa

pabrik ke daerah pemasaran dengan biaya total transportasi minimum.

Masalah transipmen

Masalah mulai muncul karena pengiriman barang tidak semuanya dapat

dilakukan secara langsung dari tempat asal ketempat tujuan. Sebagian besar

harus melalui perantara dalam hal ini disebut transipmen.

2.1.11 Permutasi

Menurut Sofjan Assauri (2010, p37), permutasi adalah penyusunan obyek-

obyek yang ada ke dalam suatu urutan tertentu untuk menentukan banyaknya

alternatif yang dapat dimungkinkan dalam pengambilan keputusan.

Menurut Wikipedia, permutasi adalah penyusunan kembali suatu objek dalam

urutan yang berbeda dari urutan yang semula.

Permutasi berguna untuk dapat menentukan banyaknya ruang sampel pada

suatu kejadian tertentu. Kemudian untuk memodelkan masalah- masalah nyata yang

dihadapi memerlukan pengetahuan ini, terutama untuk memodelkan masalah tersebut

secara matematis untuk kemudian ditentukan penyelesaiannya.Di dalam aplikasinya

kita bisa membuat aplikasi atau menganalisis suatu peluang/kesempatan

Page 19: library.binus.ac.idlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2DOC/2012-2... · Web viewPersoalan transportasi terdapat pada pemilihan rute dalam jaringan distribusi produk antara pusat

24

2.1.12 Langkah-langkah Permutasi

Untuk memulai perhitungan permutasi dimulai dari langkah-langkah berikut :

Cari dua kolom dengan biaya kecil yang bisa saling menggantikan alokasi

barang yang akan di pindahkan.

Pindahkan alokasi barang dari biaya yang besar ke kecil.

Kemudian tentukan kolom biaya kecil lain yang bisa menggantikan alokasi

barang yang telah dipindahkan.

Lalu kolom yang mau dipindahkan dikurangi dengan kolom tujuan

perpindahan.

Setelah didapat hasil dari pengurangan tersebut, kemudian kedua hasil

tersebut dijumlahkan.

Bila penjumlahan kedua hitungan tersebut bernilai positif maka pemutasi

diterima.

Page 20: library.binus.ac.idlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2DOC/2012-2... · Web viewPersoalan transportasi terdapat pada pemilihan rute dalam jaringan distribusi produk antara pusat

25

2.1.13 Literatur Reviews

2.1 Tabel Literatur Reviews

Subject Jurnal Pengarang Keterangan

Transportasi Buletin Ekonomi,

Vol 9, no 2

Total biaya

distribusi minimum

dengan pendekatan

metode transportasi

Lim Sanny Total biaya

distribusi

menggunakan

Metode VAM

adalah yang paling

rendah.

Transportasi Library.binus.ac.id

Analisis Efisiensi

Biaya Dengan

Menerapkan

Metode

Transportasi Pada

Pengiriman Barang

PT. MEGAH

LESTARI

PACKINDO

Indra Haryono;

Irvan Coaroles

Hasil dari Metode

Transportasi

(NWC, Least Cost,

VAM) lebih murah

dibandingkan biaya

sedang berjalan

Page 21: library.binus.ac.idlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2DOC/2012-2... · Web viewPersoalan transportasi terdapat pada pemilihan rute dalam jaringan distribusi produk antara pusat

26

2.2 Kerangka Pemikiran

Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran

Biaya transportasi pengiriman

Efisiensi Biaya pengiriman

Metode VAMMetode Northwest

Corner

Metode Least Cost

Analisis transportasi

Jumlah produk jumlah pesanan

Page 22: library.binus.ac.idlibrary.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2DOC/2012-2... · Web viewPersoalan transportasi terdapat pada pemilihan rute dalam jaringan distribusi produk antara pusat

27

Berdasarkan kerangka pemikiran teoritis sebelumnya,untuk menghasilkan biaya

transportasi produk harus diawali dengan kesepakatan antara perusahaan dengan

para pelanggan, agar perusahaan dapat mengirimkan produk mereka ke tempat

pelanggan tersebut. Dari pendistribusian yang dilakukan oleh perusahaan tersebut

untuk analisis transportasi pendistribusian agar memperoleh biaya pengiriman yang

minimal bagi perusahaan.