biodiversity and local genius

Upload: endanghernawa3436

Post on 18-Oct-2015

36 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    1/34

    MODUL PEMBELAJARAN

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    2/34

    DISCLAIMER

    This publicaton is made possible by the generous

    support of the American people through the United

    States Agency for Internatonal Development (USAID).

    The contents are the responsibility of Texas A&M University

    and Uda ana Uni ersit as the USAID Tropical Plant

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    3/34

    and Udayana University as the USAID Tropical Plant

    DAFTAR ISI

    BAB I. KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DENGAN

    KEARIFAN LOKAL

    1

    1.1. Sejarah Singkat Konsep Biodiveresity 1

    1.2. Nilai Penting Keanekaragaman Hayati 2

    1.3. Keanekaragaman Hayati sebagai Konsep Konservasi

    Universal

    3

    1.4. Keanekaragaman Hayati dalam Perspektif Budaya Lokal 3

    1.5. Nilai Lingkungan + Nilai Budaya = Nilai Konservasi 4

    DAFTAR PUSTAKA 7

    BAB II. INTERPRETASI TRADISI LOKAL BALI UNTUK

    KEANEKARAGAMAN HAYATI

    8

    2.1. Pendahuluan 8

    9

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    4/34

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang Hyang Widi Wasa)

    modul pembelajaran terkait Konservasi Keanekaragaman Hayati Dengen Kearifan

    Lokal dapat terselesaikan dengan baik. Penulisan modul ini sangat penting bagipembelajar agar lebih memahami serta merubah sikap untuk memberikan apresiasi

    yang baik terhadap keanekaragaman hayati bagi keberlanjutan kehidupan di dunia.

    Perubahan iklim global telah mengakibatkan berbagai bencana bagi kehidupan

    manusia dan mahluk hidup lainnya, seperti banjir, longsor, kegagalan panen,

    kelaparan, musim dingin berkepanjangan dengan suhu dibawah toleransi kehidupan

    makhluk hidup, dan lainnya, mengharuskan kita mengembangkan visi untuk

    merancang pembangunan berkelanjutan. Berbagai pilar kehidupan harmonis danberkelanjutan telah didiskusikan dalam berbagai buku dan artikel. Pilar-pilar yang

    berkembang menitik beratkan pada aspek ekologi, ekonomis, social, budaya (culture)

    dan religi yang menarik dipelajari untuk memberikan visi pembangunan berkelanjutan

    (sustainable development). Aspek ekologi berkaitan dengan keanekaragaman hayati

    adalah salah satu pilar penting. Pada modul pembelajaran ini didiskusikan tentang

    konservasi keanekaragaman hayati didukung oleh nilai-nilai kearifan lokal. Secara

    kh j dij l k t t k if l k l B li di if t ik k

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    5/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    BAB I .

    KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI DENGANKEARIFAN LOKAL

    1.1. Sejarah Singkat Konsep Biodiveresity

    Terminologi Keanekaragaman Hayati atau biodiversity merupakan istilah

    baru yang dimuncul dan dipopulerkan tahun 1986 pada Forum Nasional

    Keanekaragaman Hayati (National Forum on Biodiversity) di Amerika Seikat.

    Forum ini diadakan atas prakarsa National Academy of Science dan Smithsonian

    Institute. Istilah biodiversity sebenarnya bermula dari penggunaan istilah biological

    diversity. Kata biodiversity berasal dari bahasa Yunani bios yang berarti hidup dan

    bahasa Latin diversitas yang berarti aneka ragam. Gabungan kedua kata tersebut

    memunculkan pemaknaan baru, yaitu kehidupan yang beraneka ragam.

    Terminologi ini dikemudian hari menjadi suatu konsep dalam konteks

    perlindungan dan pelestarian alam.

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    6/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    sumber daya alam Indonesia yang beraneka ragam dan ancaman ketersediaannyaakibat dari kegiatan manusia.

    UU No.5 Tahun 1994 mendefinisikan keanekaragaman hayati sebagai

    keanekaragaman diantara mahluk hidup dari semua sumber, termasuk diantaranya,

    daratan, lautan dan ekosistem akuatik lain serta kompleks-kompleks ekologi yang

    merupakan bagian dari keanekaragamannya; mencakup keanekaragaman di dalamspecies, antara species dan ekosistem. Definisi tersebut merupakan terjemahan dari

    definisi biological diversity yang tercantum dalam Convention on Biological

    Diversity.

    Keanekaragaman hayati mencakup keragaman gen, species, dan proses

    ekologi yang membentuk sistem kehidupan di darat, perairan air tawar, dan lautyang saling mendukung dan membentuk keragaman di muka bumi. Implikasi

    konsep biodiversity adalah kesadaran dan kesepahaman antar negara akan nilai

    penting dan tanggung jawab bersama dalam menjaga dan melestarikan

    keanekaragaman hayati tersebut.

    1 2 Nil i P ti K k H ti

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    7/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    1.3. Keanekaragaman Hayati sebagai Konsep Konservasi Universal

    Keanekaragaman hayati sebagai suatu konsep universal dalam perspektif

    konservasi telah menjadi salah satu tujuan utama dalam Millennium Development

    Goals (MDGs) dan menjadi fondasi bagi beberapa poin MDGs yang lain. Perhatian

    negara-negara di dunia pada konservasi keanekaragaman hayati tentunya tidak

    berlebihan. Konsep konservasi biodiveristy tidak mengenal batas-batas administrasi

    negara, Mahluk hidup seperti burung tidak mengenal teritori negara seperti yang

    dikenal umat manusia. Sebagai contoh, burung blackburnian wabler dan scarlet

    tanager di benua amerika utara akan berimigrasi ke hutan-hutan tropis selama

    musim dingin (Wilson & Peter, 1988). Hutan-hutan tropis tersebut tentunya tidak

    berada di Amerika tetapi di negara Brasil,Venezuela, Peru dan lima negara lain

    yang dibentengi oleh kawasan hutan trois tersebut.

    Setiap penghuni bumi sama-sama memiliki kepentingan untuk bertahan

    hidup. Masing-masing negara dan bahkan kelompok komunitas masyarakat

    memiliki cara-cara tersendiri untuk melindungi sumber daya yang mereka miliki.

    S hi d t di i lk b h k k k h ti k h l

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    8/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    memiliki pengetahuan, praktik-praktik, maupun representasi budaya lain dalammemanfaatkan dan menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam. Hal-hal

    tersebut terefleksikan dalam keseharian hidup dan tradisi lokal setempat yang

    sering disebut dengan kearifan lokal.

    Berbagai contoh dari praktik-praktik masyarakat lokal yang menerapkan

    aktivitas konservasi biodiversity dapat dijumpai di seluruh belahan dunia. Seperti dinegara Zimbabwe Afrika Selatan, masyarakat yang tinggal di dekat hutan di

    sepanjang aliran sungai Musengezi percaya bahwa hutan yang ada di dekat

    pemukiman mereka adalah hutan keramat. Penduduk dilarang mengambil hasil

    hutan tanpa meminta ijin melalui seorang pawang yang merupakan medium dari

    roh-roh yang tinggal di dalam hutan. Masyarakat setempat yakin bahwa roh leluhur

    mereka tinggal dalam hutan. Roh-roh penduduk yang meninggal juga akan

    bergabung dengan leluhur mereka di hutan dalam wujud satwa liar, misal: para

    kepala suku akan mengambil wujud hewan singa.

    Kearifan lokal dalam menjaga keanekaragaman hayati ini tidak saja

    dilakukan oleh masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari sumber daya alam

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    9/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    organisasi adat yang mengelola lanskap alam tersebut, contoh organisasi subakdiBali. Sementara bentuk literal muncul seperti pada pemberian kain berwarna pada

    pohon besar yang dapat dijumpai di Thailand dan juga di Bali untuk menegaskan

    bahwa pohon tersebut tidak dapat ditebang dengan sembarangan.

    Gambar 1. Pohon Besar dengan Lilitan Kain Merah-Kuningdi Thailand Sumber: Sponsel (2008)

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    10/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    kesempatan tersebut masyarakat Bali memuliakan Tuhan dalam manifestasinyasebagai pencipta segala tumbuhan yang memberikan kehidupan bagi manusia.

    Ritual ini biasanya dilakukan di sawah dan kebun milik penduduk. Makna ritual ini

    adalah untuk memohon kepada Tuhan agar melimpahkan berkah sehingga tanaman

    dapat tumbuh dengan subur dan memberikan hasil panen yang baik untuk

    kesejahteraan manusia. Makna filosofi yang terkandung dalam ritual ini adalahbahwa manusia diingatkan untuk selalu menghargai tumbuhan yang menjadi

    sumber pangan dan manusia tergantung pada tumbuhan untuk hidup. Masyarakat

    Bali juga mengenal upaya menjaga ekosistem hutan melalui suatu upacara yang

    disebut Wanakerti, yaitu suatu upacara yang diadakan di kawasan hutan pura

    Batukaru. Salah satu bagian dari upacara ini adalah pelepasan satwa ke hutan.

    Makna filosofi konservasi ekosistem hutan melalui ritual diiringi dengan tindakan

    melepas satwa kembali ke hutan sebagai pengingat bahwa satwa liar juga memiliki

    hak hidup di hutan. Manusia bukanlah satu-satunya mahluk hidup yang

    memerlukan hutan dan produk hutan untuk hidup.

    Kearifan tradisi yang terkandung pada masing-masing budaya memang

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    11/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    DAFTAR PUSTAKA

    Byers, B.A., R.N. Cunliffe, and A.T. Hudak. 2001. Linking Conservation ofCulture and Nature: A Case Study of Sacred Forest in Zimbabwe. HumanEcology, Vol. 29, No. 2, p.187-218.

    Garett, L. 2007. Attitudinal Values Towards Sacred Groves, Southwest Sichuan,China. Thesis. Faculty of Natural Science, Impreial College London.

    Isager, L. and S. Ivarsson. 2002. Contesting Landscapes in Thailand: TreeOrdination as Counter-territorialization. Critical Asian Studies, Vol.34,

    No.3, p395-417.

    Jopela, A. 2011. Traditional Custodianship: a useful framework for heritagemanagement in southern Africa? Special issue of Conservation and

    Management of Archaeological Sites on Archaeological site management

    in sub-Saharan Africa.Sponsel, L.E. 2008. Sacred places and biodiversity conservation. D. Casagrande

    (ed.) URL:http://www.eoearth.org/article/Sacred_places_and_biodiversity_conservation

    Masalu, D.C.P., M.S. Shalli, and R.A. Kitula. 2010. Customs nd Tanoos: The Roleof Indigenous of Fish Stocks and Coral Reefs in Tanzania. Coral Reef

    T d R h d C i B ildi f M P

    http://www.eoearth.org/profile/Leslie.sponselhttp://www.eoearth.org/article/Sacred_places_and_biodiversity_conservationhttp://www.eoearth.org/article/Sacred_places_and_biodiversity_conservationhttp://www.eoearth.org/profile/Leslie.sponsel
  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    12/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    BAB I I

    INTERPRETASI TRADISI LOKAL BALI UNTUKKEANEKARAGAMAN HAYATI

    2.1. Pendahuluan

    Kegiatan keseharian masyarakat Bali yang dilandasi oleh Agama Hindhu

    memberikan makna yang sangat berarti dalam pelestarian keanekaragaman hayati.

    Kepercayaan bahwa untuk mencapai tujuan hidup, yaitu kebahagiaan lahir dan

    batin, keselarasan atau keharmonisan interaksi dengan lingkungan social dan

    ekosistemnya serta dengan Tuhan sebagai pencipta alam semesta (Ida Sanghyang

    Widhi Wasa) telah menjadi landasan kepribadian serta prilaku dan secara luas

    menjadi tradisi atau budaya masyarakat Bali. Pilosofi kehidupan ini dituangkan

    dengan nama Tri Hita Karana (THK) yang berasal dari bahasa sansekerta, di mana

    Tri berarti Tiga, Hita berarti Sejahtera, dan Karanaberarti Penyebab. Tri Hita

    Karana dapat dimaknai sebagai tiga hubungan harmonis yang menyebabkan

    k b h i d l h l i i d l h 1) h b h i i

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    13/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    dan ekologi yang saling berinteraksi telah menumbuhkembangkan ragam tradisiatau budaya Bali (Gambar 3).

    Gambar 3. THK dengan pilar yang saling terkait merupakan filosofi kehidupan

    h i d b k l j

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    14/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    Bali adalah tujuan wisata nasional maupun internasional. Tantangan ini terlihatdengan kadang terjadi pertentangan antara lembagat adat sebagai pengawal nilai-

    nilai THK dan tradisinya dengan lembaga formal birokrasi pemerintahan terkait

    dengan mengalirnya investasi komersial di sector pariwisata dan pendukungnya.

    Di pihak Lembaga Adat dan masyarakatnya tetap ingin mempertahankan tradisi

    dengan segala aktivitasnya yang dilandasi oleh nilai-nilaiTHK

    , sedangkan dipihak lembaga formal pemerintahan menginginkan masuknya investasi intuk

    meningkatkan secara sgnifikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai wujud

    keberhasilan pimpinan pemerintahan. Pertentangan dan tensi antara modernisasi

    dan tradisi telah pula ditulis di dalam bukunya Delors (2010) Learning: the

    Tresure Within yang menggambarkan perubahan-perubahan akibat globalisasi

    memasuki abad ke 21. Secara tersirat di jelaskan bagaimana nilai-nilai tradisi atau

    budaya suatu daerah yang mengusung nilai-nilai pengembangan berkelanjutan

    dapat terdektruksi oleh arus modernisasi/globalisasi. Nilai-nilai THK mesti tetap

    dipertahankan walaupun tradisi atau budaya sedikit mengalami perubahan dalam

    penyesuaiannya dengan globalisasi. Atau dengan kata lain, perubahan tradisi

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    15/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    memberikan tantangan hebat terhadap eksistensi tradisi dengan dengan landasannilai-nilai THK. Tantangan terlihat dengan jelas pada tradisi di sektor pertanian

    sejalan dengan banyaknya alih fungsi lahan ke sector non-pertanian terutama untuk

    pengembangan infrastruktur pariwisata. Sehingga perlu batasan yang jelas sampai

    di mana pengembangan infrastruktur tersebut mesti dilakukan dikaitkan dengan

    carrying capacityBali sebagai daerah wisata, dan tidak merusak tradisi dengan

    nilai-nilai THK.

    Nilai-nilai luhurTHKsemestinya selalu dijadikan landasan pengembangan

    kebijakan pemerintah daerah Bali untuk kepentingan masyarakatnya dengan tradisi

    dan budayanya. Atau dengan kata lain, segala investasi atau pengembangan di

    berbagai sektor mesti mempertimbangkan dan memenuhi nilai-nilai THK dengan

    salah satu tujuannya adalah melindungi keanekaragaman hayati untuk kehidupan

    berkelanjutan.

    2.3. Kepercayaan dan Per lindungan K eanekaragaman Hayati

    Ajaran-ajaran agama Hindu dituangkan ke dalam upacara atau yadnya

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    16/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    makluk itu sehingga sifat baik dan kekuatanya dapat berguna bagi kesejahteraan umatmanusia dan alam (Darma, 2008)

    Kaitan Panca Yadnya dengan tiga pilar THK adalah sebagai berikut: a)

    Hubungan antara manusia dengan Tuhan (palemahan) diwujudkan dengan Dewa

    Yadnya. b) Hubungan antara manusia dengan sesamanya (Pawongan) diwujudkan

    dengan Pitra Yadnya, Resi Yadnya dan Manusia Yadnya, dan c) Hubungan manusia

    dengan alam lingkungan (Palemahan) diwujudkan dengan Buhta Yadnya (Darma,

    2008). Terlihat bahwa yadnya yang terkait pemujaan keragaman hayati adalah pada

    yadnya ke lima (Butha Yadnya). Namun demikian, seluruh kegiatan yadnya

    berkontribusi terhadap pelestarian keanekaragaman hayati karena kebutuhan ragam

    bahan tanaman untuk sarana pemujaan, baik sebagai pelambang atau symbol, maupun

    sebagai sarana perlengkapan upakara (Tabel 1). Pemanfaatan jenis-jenis tumbuhan

    dalam upacara memberi amanat atau pesan tanggungjawab atas pelestarian tumbuh-

    tumbuhan, agar pelaksanaan upacara bisa terus berlangsung.

    Tabel 1. Tenis bahan tanaman yang digunakan sebagai pelengkan upakara Hindu Bali.(Darma, 2008)

    P f t d l J i B h T d M k

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    17/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    menggambarkan ketiga pilarTHKuntuk menjaga keberlangsungan kehidupan yangharmonis. Pura Subak yang umumnya berada pada atau dekat hamparan

    persawahan merupakan cerminan aspekparahyangan, organisasi subak dengan

    anggotanya serta peraturan-peraturan atau awig-awig mensimbolkan pawongan.

    Sedangkan jaringan irigasi serta hamparan persawahan termasuk fauna dan

    floranya menyiratkan aspekpalemahan (Sutawan, 2004).

    Pada sistem pengairan Subak ini terdapat ragam kegiatan petani seperti

    kegiatan-kegiatan ritual sebagai ucapan terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widi

    Wasa. Para petani membangun pura-pura (tempat pemujaan) dengan hirarkinya

    mulai dari tempat pemujaan terendah oleh individu petani berupa Sanggah Catu

    yang ditempatkan di dekat masuknya air pada lahan persawahannya. Tempat

    pemujaan untuk sekelompok kecil petani disebut pura Ulun Carik. Pemujaan

    untuk keseluruhan petani pada satu Subak disebut pura Bedugul. Sedangkan

    tempat pemujaan yang berlokasi dekat dam untuk petani anggota subak disebut

    pura Ulun Empelan atau Ulun Suwi. Tempat pemujaan bagi kelompok petani dari

    subak berbeda disebut pura Masceti. Tempat pemujaan yang paling besar untuk

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    18/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    Tradisi perayaan hari Tumpek Wariga (disebut juga Tumpek Pengatag,Tumpek Bubuh dan Tumpek Uduh) mencerminkan bahwa manusia Bali menyadari

    betapa pentingnya peranan tumbuhan untuk menjaga keseimbangan alam semesta

    demi kehidupan yang harmonis dan berkelanjutan. Pada perayaan Tumpektersebut

    secara tradisi-religius masyarakat Hindu-Bali menyampaikan rasa terima kasih

    kepada Tuhan telah memberikan alam flora untuk menopang kehidupan manusia

    ciptaannya. Perayaan tumpek ini bermakna pula bahwa manusia berkewajiban

    menjaga alam tumbuh-tumbuhan atau flora dengan baik agar tidak terjadi bencana

    seperti kekurangan pangan, banjir, longsor, dan sebagainya. Kegiatan ritual ini

    digelar umat Hindu pada pepohonan di pekarangan, sawah dan ladang masing-

    masing merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap aneka jenis tumbuh-

    tumbuhan, yang selama ini mampu memberikan manfaat terhadap kehidupan umat

    manusia serta aneka jenis satwa lainnya. Tumpek Wariga dirayakan setiap hari

    Sabtu uku Wariga yang jatuh setiap 210 hari sekali.

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    19/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    tersebut akan selalu mendapat tantangan di dalam mempertahankannya akibattekanan pertumbuhan populasi penduduk dan globalisasi yang semestinya

    dicarikan solusinya.

    2.4. Identifikasi dan Koleksi Tanaman Upakara

    Kegiatan upacara keagamaan di Bali yang menggunakan ragam buah,bunga dan material tanaman lainnya sebagai persembahan ke hadapan Tuhan

    secara jelas memberikan kontribusi terhadap kelestarian hayati. Lembaga

    Pengabdian kepada masyarakat Universitas Udayana (2002) telah mendata ragam

    tanaman upakara dan telah menuangkannya ke dalam buku Taman Gumi Banten:

    Ensiklopedia Tanaman Upakara. Sebanyak 159 jenis tanaman upakaradideskripsikan dan diuraikan penggunaannya dalam upakara Hindhu.

    Selain itu, Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Eka Karya Bali, juga

    mengkoleksikan ragam tumbuhan yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan di

    Bali. Tanaman tersebut ditempatkan pada satu lokasi areal 5 ha yang dinamakan

    T P Y d d h j i k l k i k

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    20/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    tatacara memeriksa pasien, mendiagnosa penyakit, meramu obat, mengobati(terapi), memperkirakan jalannya penyakit (prognosis), upacara untuk pencegahan

    (preventif), dan pengobatan (kuratif). Selanjutnya di dalam Lontar Usada Taru

    Pramana berisikan penjelasan bahan-bahan obat yang berasal dari tumbuh-

    tumbuhan. Di dalam usadaini secara mitologi tumbuh-tumbuhan dikatakan dapat

    berbicara serta menceritrakan khasiatnya. Pelaksana pengobatan tradisional Bali

    yang betul-betul mempelajari usada dikenal sebagaiBalian Usada. Beberapa jenis

    penyakit dan bahan tumbuhan yang digunakan untuk penyembuhan dapat dilihat

    pada Tabel Lampiran 1) (Prastika, 2009).

    Ragam tanaman umbi-umbian telah pula dimanfaatkan secara tradisional

    baik untuk pangan, obat dan upakara di Kabupaten Bangli dan Kelungkung telah

    pula diidentifikasi oleh Peneng, dkk. (2010). Daftar tumbuhan umbi yang telah

    diidentifikasi tersebut dapat dilihat pada Tabel Lampiran 2. Dilaporkan bahwa

    pemanfaatan tumbuhan sebagai obat sudah sering digunakan namun minimnya

    pengetahuan masyarakat terhadap kandungan bahan aktif pada tumbuhan tersebut

    mengakibatkan jumlah yang digunakan masih beragam sesuai dengan kebiasaan di

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    21/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    membudidayakannya menyebabkan populasinya terus menurun sehingga padaakhirnya akan mengalami kelangkaan. Berdasarkan hal di atas perlu kajian tentang

    ekologi, fenologi dan etnobotaninya.

    Pada daerah sakral hutan lindung dan merupakan tempat hidup monyet

    yang disucikan, yaitu Monkey Gorest, Desa Ubud, Bali, tumbuh aneka ragam

    tumbuh-tumbuhan yang secara tidak langsung juga melestarikan keanekaragaman

    plasma nuftah penting untuk kehidupan masyarakat Bali. I Made Dana sebagai

    local informan memberikan list 163 species tanaman yang bermanfaat yang

    tumbuh pada hutan lindung tersebut. Ragam spesies tersebut bermanfaat untuk

    anyaman (handcraft), pangan, tanaman dekorasi, obat-obatan, makanan bagi

    binatang, dan sebagainya. Bahkan pelaku pengobatan tradisional Bali menjadikan

    hutan lindung ini untuk mencari tanaman obat karena tanaman yang dibutuhkan

    sudah langka dan sulit dicari. Hal ini menunjukkan kesakralan hutan lindung

    sebagai local genius sangat mendukung pelestarian keanekaragaman hayati.

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    22/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    hotel yang berwawasan pembangunan berkelanjutan dengan cara memberikanpenghargaan/award yang dikenal sebagai THK award. Pemberian THK award

    telah pula diperluas diberikan kepada instansi-instansi pemerintah dan tentunya hal

    ini merupakan praktik-praktik baik untuk pelestarian lingkungan dan keharmonisan

    interaksi sosial.

    THKjuga sejalan dengan konsep reliable prosperityyang terdiri dari tiga

    elemen yaitu Equity, Ecology dan Economy (Gambar 7) yang mengklaim bahwa

    secara bersama ketiga elemen tersebut dari kerangka visual dan konseptualnya

    dapat digunakan oleh individu, bisnis, pemerintah dan organisasi nirlaba untuk

    menumbuhkan benih inovasi serta inspirasi (Jacobs, 2009). Konsep The Nature of

    Economis dicanangkan oleh Jane Jacobs, the founder dari Eco Trust, bahwa

    Working along with natural principles of development, expansion, sustainability,

    and correction, people can create economies that are more reliably prosperous

    than those we have now, and that are more harmonious with the rest of nature."

    Perbedaan antara THK dengan Reliable Prosperity dari Ecotrust adalah; pada

    Reliable Prosperity, ekonomi sebagai salah satu elemen atau pilar utama dan tidak

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    23/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    yangintangible

    dantangible

    . Pembangunantangible

    dapat diukur kaitannyadengan kesehatan manusia, kamampuan ekonomi, aliran komoditi, jaminan fisik

    terhadap keamanan dan produktivitas (dimensi materialistic). Sedangkan

    pembangunan intangible terdiri atas semangat partisipasi, antusiasme penguatan,

    apresiasi pengakuan dan aspirasi (dimensi moral). Disebutkan bahwa banyak

    projek pembangunan gagal karena kegagalan mengkaitkan kedua dimensi tersebut

    secara persuasive.

    Secara jelas bahwa nilai-nilai THK merupakan nilai-nilai universal yang

    dapat diimplementasikan untuk pembangunan berkelanjutan khususnya bagi

    Negara-negara sedang berkembang.

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    24/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    DAFTAR PUSTAKA

    Darma, I D. P. 2008. Upacara agama hindu di bali dalam perspektif pendidikankonservasi tumbuhan ( suatu kajian pustaka). UPT Balai KonservasiTumbuhan Kebun Raya Eka Karya Bali LIPI Candikuning, Baturiti,Tabanan Bali. Published on http://online.unud.ac.id.

    Delors, J. 1999. Learning: the treasure within. Report to UNESCO of theInternational Commission on Education for the Twenty-first Century.UESCO Publishing.

    Lembaga Pengabdian kepada masyarakat Universitas Udayana (2002). TamanGumi Banten: Ensiklopedia Tanaman Upakara. Udayana University Press.

    Nala, N. 2002. Usada Bali. Diternitkan oleh Upada Sastra, Denpasar, Bali.

    Nurse, K. 2006. Culture as the Fourth Pillar of Sustainable Development.Institute of International Relations, University of the West Indies, Trinidadand Tobago.

    Peneng, I N., Wibawa, I P.A.H., Warseno, T., Hendriyani, E., Kurniawan, A. danAdjie, B. 2010. Etnobotani Umbi-Umbian Di Kabupaten Bangli danKlungkung, Bali. Prosiding Seminar Nasional Hortikultura Indonesia2010 Reorientasi Riset untuk Mengoptimalkan Produksi dan Rantai Nilai,

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    25/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    Hal | 21

    Tabel Lampiran 1. Ragam spesies tanaman umbi-umbian yang dimanfaatkan untuk menyembuhkan penyakit dalam pengobatan tradisionalBali (Usada) ( Prastika, 2009).

    No Nama Penyakit Bahan Usada Cara Meramu1 Tilas Naga Obat Luar:Kules lelipi (kulit ular),Daun Nasi-

    Nasi, Injin, Kunyit, Hati ayamBihing (merah) dibakar

    Semua bahan obat tersebut di gerus (Ulig) ditambah air panas,setelah itu disaring. Air saringannya ditambahkan bedak. Dipakaisebagai bedak pada kulit yang sakit.

    Obat Dalam: Lunak (asem), Gula Bali, Kunyit(kunir), Madu.

    Kunyit(kunir) dikikih (diparut), lunak, gula bali, dan madu digerus dan ditambahkan air angat satu gelas kemudian disaring.Air saringannya diminum 3 X sehari (Pagi, Sore, dan Malam).

    2 Tilas Bunga Obat luar: Jahe, Kunyit(kunir), Kencur, kerikanpohon cempaka,jajan begina matah dibakar, aircuka.

    Jahe, Kunir, Kencur, Kerikan Pohon Cempaka, Jajan beginadigerus (ulig) ditambah air cuka kemudia disaring. Air saringandipakai obat Olespada kulit yang sakit.

    Obat dalam: Padang Sendok, Lamongan, Temu-

    temu, madu, jeruk Nipis.

    Padang Sendok, Lamongan digerus ditambahkan air angat satu

    gelas kemudian airnya diperas. Air perasan ditambahkan air jeruknipis dan madu, diminum 3 kali.

    3 Penyakit Lepra Hong taen sapi, hong tiing, hong telagi, hongdedalu, hong bulan,buni selem, umbi game,

    lunak tanek selem, cuka belanda, wiski.

    Hong taen sapi, hong tiing, hong telagi, hong dedalu, hong

    bulan, buni selem, umbi game, lunak tanek selem, semua bahantersebut digerus sampai halus kemudian disaring danditambahkan cuka belanda, dan wiski.Catatan: Dilakukan pembersihan (lukat) di Pemuhun (tempatPembakaran jenazah; dan disertai dengan mengaturkan caru.

    4 kusta, bulenan(kurap), dan Lepra

    Obat dalam:Buah jebug + Kakap Sedah + Buah

    Base + Gambir

    Buah jebug + Kakap Sedah + Buah Base + Gambirdigerussampai alus kemudian ditambahkan air panas secukupnyadisaring; airnya diminum satu sendok makan setiap hari 3 kali

    (Pagi, Siang, dan Sore).5 Obat Luar : Kakap sedah + Jahe + Isen Kapur+ Kesune Jangu + Akah Paku Dukut + Inan

    Kunyit.

    Kakap sedah + Jahe + Isen Kapur + Kesune Jangu + Akah Paku

    Dukut + Inan Kunyitsemuanya digerus dipakai boreh.

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    26/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    Hal | 22

    No Nama Penyakit Bahan Usada Cara Meramu6 Alergi Kulit Kakap Base + Inan Kunyit + Dakep-dakep Kakap Base + Inan Kunyit + Dakep-dakep digerus kemudian

    ditambahkan air panas disaring diminum sebagai loloh.7 Bengek (Sulingan) Air Bungkak(kelapa Muda),Daun Kesimbukan,

    Daun Pancar Sona,Sari Kuning, Air Damuh.

    Air Bungkak(kelapa Muda),Daun Kesimbukan, Daun PancarSona, Sari Kuning direbus. Airnya disaring ditambahkan air

    Danuh dipakai Tutuh (obat masuk melalui hidung).8 Batuk Kering Obat Dalam : Bunga belimbing Buluh, Daun

    Pancar Sona, Bawang Metambus, Daun Sulasih

    mihik, Kencur. Jeruk nipis.

    Bunga belimbing Buluh, Daun Pancar Sona, Bawang

    Metambus,Daun Sulasih mihik, Kencur ditumbuk dimasukkandalam kantong plastic kemudian dikukus setelah itu diperas. Air

    perasannya ditambahkan jeruk nipis diminum 3 X dalam sehari.Obat Luar : Biji Nangka, Mesui, Jebuharum,

    jahe

    Biji Nangka, Mesui, Jebuharum, jahe digerus (ulig) ditempelkanpada dada (ulu hati).

    9 Kohkohan (BatukBerdahak)

    Obat Dalam: Daun Belimbing Besi, Kunir, KulitKelapa Ditambus, Bawang

    ditambus, Lunak.

    Daun Belimbing Besi, Kunir, Kulit Kelapa Ditambus, Bawang

    ditambus, Lunak. Digerus (ulig) ditambahkan air Panas,kemudian disaring. Air saringannya diminum.

    Obat Luar: Bungkil Biu dang saba, Bawangmetambus, kepik Waru, minyak

    kelapa bali.

    Bungkil Biu dang saba, Bawang metambus, kepik Waru digeruskemudian ditambahkan minyakkelapa bali dipakai obat tempel

    pada tulang Gihing.

    10 Penyakit saluranPernapasan

    Bahan Obat : Liligundi Sekemulan + KesunaJangu + Kencur + Beras

    Liligundi Sekemulan + Kesuna Jangu + Kencur + Beras digerussampai alus ditambahkan air panas secukupnya.

    11 Penyakit batukBerdarah

    (Jahe Pahit + Jeruk Nipis + Minyak Dehedigunakan sebagai loloh).

    12 Buh (PerutMembesar)

    Biji Tabu (waluh), Pepaya matang, Kentang,Wortel, sendok cuka, sendok brem, kecap

    manis.

    Biji Tabu (waluh) dinyanyah kemudian digerus, Pepaya matang,Kentang, Wortel dikihkih kemudian dikukus airnya diambil

    ditambahkan sendok cuka. sendok brem, kecap manis,lalu diminum untuk obat.

    13 Mag. Obat Dalam : Ketela Bun (rambat), Garamsedikit, AirTitisan.

    Ketela Bun (rambat) diparut, ditambahkan Garam sedikit, AirTitisan kemudian dimakan sehari empat kali.

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    27/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    Hal | 23

    No Nama Penyakit Bahan Usada Cara Meramu14 Obat Luar: Kulit manggis, Kesuna Jangu, Abu

    (arang), minyak kelapa bali. Kulit manggis, Kesuna Jangu, Abu (arang) digerus sampai haluskemudian ditambahkan minyak kelapa bali ditempelkanpada uluhati.

    15 Perut Panas danAtau dingin karenainfeksi

    Bidara Upas Bidara Upas Direndam Dengan Air Panas, setelah dingindiminum dengan dosis tiga gelas dalam satu hari.

    16 Berak Darah Sri Kaya Masak + Es Batu sampai dingi,kemudian dimakan..

    Babakan Jati + Bawang Adas + asaban Cenana digerus sampaialus kemudian disaring dijadikan loloh

    17 Perut Sakit Kerikan Buah + Ker ikan Gedang + Bangle TigaIria + Uyah, Areng.

    Kerikan Buah + Kerikan Gedang + Bangle Tiga Iria + UyahAreng dipapak disimbuhkan dibagian perut yang sakit.

    18 Sakit Tulang Obat Luar : Akar Kayu Tulang,Akar SambungTulang, Akar kayu Tiwang, Akar

    liligundi, kelapa ental, sindrong jangkep.

    Akar Kayu Tulang, Akar Sambung Tulang, Akar kayu Tiwang,

    Akar liligundi, kelapa ental, sindrong jangkep digerus kemudiandigoreng dipakai untukborehpada bagian yang sakit. Bata merah digambar dengan Ongkara dipanaskan dandiatasnya diisi daun liligundi secukupnya dan diinjak dengan kakiyang sakit sampai keluar air pada kaki yang sakit.

    Obat Dalam :Daun Paye Puuh, Kuncuk Pule,Daun Ginten Cemeng, Temukus,

    akah kayu angket, temu ireng, jahe pahit

    Daun Paye Puuh, Kuncuk Pule, Daun Ginten Cemeng,

    Temukus, akah kayu angket, temu ireng, jahe pahitdigeruskemudian ditambahkan air panas secukupnya dan disaring. Airsaringannya diminum 3 kali dalam sehari.

    19 Puruh atau

    Belahan

    kulit telur ayam, daun sembung, mesui, cekuhnunggal, buah base,

    daun dagdag.

    kulit telur ayam, daun sembung, mesui, cekuh nunggal, buahbase digerus sampai halus kemudian ditempelkanpada kepaladitutup dengan daun dagdag. Catatan dalam pengobatan tidak

    boleh kena asap, merokok, kena air. Dan untuk obat urutnya

    dipergunakan bawang merah, kayu putih, limo diurut pada tulangbelakang (tulang gihing).

    20 Obat RambutRontok

    Obat luar: Kelabet, daun langir, daun mangkok,

    lidah buaya, putih semangka

    Kelabet, daun langir, daun mangkok, lidah buaya, putih

    semangka pusuh di lablab kemudian disaring, airnya dimasukkan

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    28/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    Hal | 24

    No Nama Penyakit Bahan Usada Cara Meramupusuh. ke dalam botol ditutup kemudian didinginkan dalam air baru

    dipakai dikepala sampai kena kulit kepala.Obat Dalam : Daun jempiring, gula bali, Daun jempiring, gula bali digerus kemudian disaring diminum.

    21 Keputihan Obat Luar : Daun keliki, kulit manggis, bawangmerah.

    Daun keliki, kulit manggis, bawang merah digerus ditempelkanpada perut.

    Obat Dalam : Akah kemogan, tain yeh, umbiikose (sejenis isen).

    Akah kemogan, tain yeh, umbi ikose (sejenis isen) digerus danditambahkan air panas secukupnya kemudian disaring dandiminum sebagai loloh.

    22 Datang Bulan TakLancar.

    Obat Luar : temako, lunak, minyak tandusan temako, lunak, minyak tandusan digerus ditempelkan pada pusarpada malam hari.

    Obat Dalam : daun isen, gula bali, akah biudang saba, blangsah buah, sari kuning.

    daun isen, gula bali, akah biu dang saba, blangsah buah, sari

    kuning digerus kemudian ditambah air panas dan disaring, airnyadiminumuntuk obat

    23 Vagina Sakit Obat Luar : untuk Mandi : daun candi lateUntuk oles :jagung muda, gadung cina, buahkem, umbi ilak, daun ilak,

    direbus untuk air mandi.semuanya direbus disaring kemudian ditambahkan dengan

    perbandingan 1 : 1 air mawar.24 Sakit Gigi tidak ada

    ocelBahan Obat :Untuk gosok gigi : Getah kamboja ditambah odolatau garam

    Obat kumur :Babakan ental, garam direbus, airrebusan dipakai kumur-kumur.

    Obat oles :Daun kayu anyeket, daun tabialombok, hatin bawang, air cendana

    Bahan digerus sampai halus.

    25 Sakit Gigi Yang

    Berlubang

    Bahan Obat : arang Kau-kau, sembung, trusi. Arang Kau-kau, sembung, trusi digerus ditambahkan air panas

    dijadikan obat kumur.26 Sakit Gigi Bahan Obat : Jahe Pahit + Jeruk Nipis +Minyak Dehe + Boton Tuwung , Kanji yang Tua.

    Jahe Pahit + Jeruk Nipis + Minyak Dehe + Botun Tuwung Kanjiyang Tua di lablab, kemudian airnya disaring dipakai obat kumur.Air Lumut dipakai Kumur-Kumur

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    29/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    Hal | 25

    No Nama Penyakit Bahan Usada Cara MeramuObat Pitalitas(Wandu)

    Obat Dalam : Kuning Telur ayam, air kunir 1sendok, serbuk merica, madu

    dicampur dijadikan satu dan diminum sebagai loloh.

    Kuud ental, wortel, ketela. Kelapa metunu; semuanya itu digerus kemudian dikukus, airnya diambil dijadikan

    loloh.Buah Tibah dicocokdimasukkan garam, kemudian ditambus, kemudian diinjak

    tepat kena cekok kaki.

    Kelapa hijau muda+27 biji merica minum

    Mempeenak Rasa : sari bunga pudak+madu+pijer,lalu disaring

    Dioleskan pada kelamin.

    Menghidupkan Penis : Lawos 3 iris+bawangTunggal 7 iris+daun jeruju dijadikan loloh + Tuak

    minum.

    Obat Luka Minyak Alu, Yeh Lunak, Yeh Jeruk Purut,Isen, Batang jepun di lablab atau ditambus airnya

    dipakai obat oles luka.dipakai obat oles.

    Mata Merah Bahan Obat :

    Air Batang Simbukan, Umbi tunjung, air kakap.

    Umbi Tunjung ditambus , ditambah air batang simbukan dan air

    kakapkemudian disaring; airnya dijadikan obat tetes.Air rebusan daun Kelordipakai air mencuci mata setiap bangunpagi.

    Mata TumbuhDaging

    Darah Bulu ekor ayam, Darah Ekor lindungdipakai obat tetes mata.

    Kencing Darah Semangka + Gula Batu Semangka dicocok sampai berlubang kemudian dimasukkan gulabatu didiamkan selama satu hari, kemudian air semangka itudiminum untuk obat.

    Kencing Batu Kelungah Nyuh Mulung + Bunga Gedang Renteng+ Bawang Adas + Bulih Sutra + Jeruk Nipis.

    Kelungah Nyuh Mulung dilobangi dan dimasukkan Bunga GedangRenteng + Bawang Adas + Bulih Sutra + Jeruk Nipis, kemudiandidadah sampai matang. Airnya diminum lebih kurang dengan dosis2 sampai 3 kelapa dalam sehari.

    Kencing Manis Widara Upas + Jahe Pahit + Jeruk Nipis + SambiRoto + Bidara Upas.

    Widara Upas + Jahe Pahit + Jeruk Nipis + Sambi Roto + BidaraUpas direbus sampai mendidih dan air tinggal sepertiganya,kemudian disaring. Air saringannya diminum sebagai obat.

    Asam Urat Babakan Juwet + Babakan Book + Babakan Jepun Babakan Juwet + Babakan Book + Babakan Jepun + Pomor

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    30/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    Hal | 26

    No Nama Penyakit Bahan Usada Cara Meramu+ Pomor Bubuk + Kesuna Jangu + Isen Pabuan +Air Cuka.

    Bubuk + Kesuna Jangu + Isen Pabuan digerus sampai aluskemudian ditambahkan air panas secukupnya disaring kemudian +Air Cuka.

    Obat Bengkak Jabug Arum 3 Biji + Inan Kunyit + Temutis abug Arum 3 Biji + Inan Kunyit + Temutis di kunyah sampaialus kemudian disimbuhkan pada tempat yang bengkak.

    Darah Kotor Buah Menori (di ambil bijinya yang muda) +Pancar Sona Sekembulan.

    Buah Menori (di ambil bijinya yang muda) + Pancar SonaSekembulan di Gerus Sampai Alus ditambahkan air panassecukupnya, kemudian disaring. Diminum sebagai loloh.

    Obat Jerawat Kakap Tabia Bun + Kesuna Jangu + Akah PakuJukut + Inan Kunyit.

    Kakap Tabia Bun + Kesuna Jangu + Akah Paku Jukut + InanKunyit di gerus sampai alus dijadikan boreh (bedak) pada Jerawat.

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    31/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    Hal | 27

    Tabel Lampiran 2. Ragam spesies tanaman umbi-umbian yang dimanfaatkan secara tradisional di Kabupaten Bangli dan Kelungkung(Peneng dkk., 2010)

    No. Nama Tumbuhan Potensi Bagian yangdigunakan

    Khasiat / K egunaan

    (Latin + Daerah)

    1 Acorus calamus L. Obat Akar dan umbi Untuk ramuan obat tradisional

    [ND. Jangu] Pangan Bunga dan daunmuda

    Dapat dimakan dan daunnya dipakai untuk bumbu masak

    Upacara Daun Digunakan dalam upacara Pitra Yadnya/ kematian2 Alocasia sp. Hias Tanaman Sebagai tanaman hias di pekarangan rumah

    [ND. Keladi hitam]

    3 Amorphophalus muelleri Bl. Obat Umbi digunakan untuk obat pembersih rambut (shampo)[ND. Kula-kula] Pangan Daun digunakan untuk pakan ternak

    4 Colocasia esculanta (L.) Schott(ND. Keladi)

    Upacara Umbi Upacara Dewa Yadnya dan Pitra Yadnya

    5 Dieffenbachia sp. Hias Tanaman Sebagai tanaman hias di pekarangan rumah

    6 Xanthosoma sp. Upacara Umbi digunakan sebagai sesajen/ banten saat upacara perkawinan

    [ND. Keladi tabah]

    7 Dioscorea alata L. Pangan Umbi pati dari umbinya bisa dimakan

    [ND. Ubi kepit] Upacara Umbi digunakan dalam upacara wana kretih

    8 Dioscorea alata L. pangan Umbi kandungan pati dari umbi bisa dimakan

    9 Dioscorea esculenta (Lour.)Burkill

    Obat Umbi parutan umbi dapat digunakan sebagai obat pembengkakan khususnya dikerongkongan

    [ND. Ubi aung sunda] Pangan Umbi Patinya dapat dikonsumsi

    10 Cymbopogon nardus L. Rendle Obat Akar digunakan sebagai peluruh air seni, peluruh keringat, peluruh dahak / obatbatuk, bahan untuk kumur, dan penghangat badan.

    [ND. Serai bokasi] Daun digunakan sebagai peluruh angin perut, penambah nafsu makan, pengobatanpasca persalinan, penurun panas dan pereda kejan, rebusan daunnya dapat

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    32/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    Hal | 28

    No. Nama Tumbuhan Potensi Bagian yangdigunakan

    Khasiat / K egunaan

    (Latin + Daerah)

    digunakan untuk rematik dan penghangat tubuh11 Alpinia galanga (L.) Swartz. Obat Umbi Untuk obat penurun panas, obat panu, rematik dan mengatasi kaki yang terasa

    berat, obat diare, obat batuk[ND.Isen kapur] Pangan Umbi Digunakan sebagai bumbu dapur

    12 Alpinia purpurata K. Schum. Obat umbi sebagai obat anti jamur, dapat digunakan sebagai sampo[ND. Isen merah]

    13 Alpinia sp. Obat Umbi Digunakan untuk loloh/ jamu.

    [ND. Isen tulang] Obat penyakit dalam

    14 Alpinia sp. Obat Umbi Digunakan untuk loloh/ jamu

    [ND. Isen merah] Obat penyakit dalamHias Tanaman Sebagai tanaman hias di pekarangan rumah

    15 Boesenbergia pandurata(Roxb.) Schlecht

    [ND. Temu kunci]

    Obat Umbi Digunakan untuk loloh/ jamu

    Obat penyakit dalam

    16 Curcuma aeruginosa Val. Obat Umbi Untuk loloh/ jamu, obat paru-paru yang kembung

    [ND.Temu ireng] Pangan Umbi Pati yang dihasilkan dapat dimakan

    Upacara Umbi Un tuk Banten / sesajen tadah alas, digunakan dalam upacara wana kretih,upacara Dewa Yadnya dan Pitra Yadnya

    17 Curcuma domestica Valeton[ND.Kunyit putih]

    Obat Umbi Untuk sakit batuk, mata, ambeyen, kepala, diare dan bisul.

    18 Curcuma longa L. Obat Umbi Obat luka dalam

    [ND. Temu agung]

    19 Curcuma mangga Val. & vanzijp [ND.Temu poh]

    Obat Umbi digunakan untuk loloh/ jamuberpotensi sebagai antikanker

    Upacara Umbi Upacara Dewa Yadnya dan Pitra Yadnya20 Curcuma purpurascens Bl. Obat Umbi digunakan untuk boreh

    [ND. Temu tis] Pangan Umbi muda bagian tengah tunas yang masih segar dan rimpang muda dapat dimakanmentah ataupun dimasak untuk lalab.

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    33/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    Hal | 29

    No. Nama Tumbuhan Potensi Bagian yangdigunakan

    Khasiat / K egunaan

    (Latin + Daerah)

    Upacara Umbi Upacara Dewa Yadnya dan Pitra Yadnya

    21 Curcuma xanthorrhiza Roxb. Obat Umbi digunakan untuk ramuan obat tradisional

    [ND. Temu lawak] Obat penghilang bau badanPangan Umbi umbi yan g masih muda kadang-kadan g digunakan untuk lalab, umbi yan g

    kering diolah menjadi minuman, Patinya dapat digunakan sebagai bahanmembuat bermacam makanan.

    22 Curcuma zedoaria (Berg.)[ND. Temu putih]

    Obat Umbi Umbi kering dapat digunakan untuk kosmetik dan obat.Pangan Umbi muda dimakan untuk lalab dalam keadaan mentah atau setelah dimasak terlebih

    dahulu. Patinya juga dapat dimakan .Upacara Umbi Upacara Dewa Yadnya dan Pitra Yadnya

    23 Curcuma sp. Obat Umbi Digunakan untuk loloh/ jamu

    [ND. Temu angin] Obat penyakit dalam

    24 Curcuma sp. Obat Umbi Obat luka dalam

    [ND.Temu jahe] Upacara Umbi Sebagai banten dalam Upacara Dewa Yadnya dan Pitra YadnyaUpacara Umbi Upacara Dewa Yadnya dan Pitra Yadnya

    25 Curcuma sp. Obat Umbi Obat luka dalam

    [ND. Kunyit warangan]26 Curcuma sp. Obat Umbi Digunakan untuk loloh/ jamu

    [ ND. Temu tiing] Obat penyakit dalam

    27 Curcuma sp. Obat Umbi Digunakan untuk loloh/ jamu

    [ ND. Temu bang] Obat penyakit dalam

    28 Curcuma sp. Obat Umbi Digunakan untuk loloh/ jamu

    [ND. Kunyit warangan] Obat penyakit dalam

    29 Curcuma sp. Obat Umbi digunakan untuk bahan jamu tradisional/ loloh

    [ND. Temu macan] Umbi digunakan untuk banten30 Kaemfperia rotunda L.

    [ND.Temu gongseng]Obat Tanaman utuh dapat digunakan sebagai pengusir serangga

    Digunakan untuk loloh/ jamu

    Obat penyakit dalam

  • 5/28/2018 Biodiversity and Local Genius

    34/34

    TPC Project, Udayana University Texas A&M University

    Hal | 30

    No. Nama Tumbuhan Potensi Bagian yangdigunakan

    Khasiat / K egunaan

    (Latin + Daerah)

    Upacara Umbi Digunakan dalam upacara wana kretih

    Upacara Dewa Yadnya dan Pitra Yadnya

    31 Zingiber officinale Rosc. [ND.Jahe merah]

    Obat Umbi Untuk boreh, mengatasi rheumatik, mengobati reumatik, luka karena lecet,ditikam benda tajam, terkena duri, jatuh, serta gigitan ular,Penghangat tubuh,

    Obat batuk

    Untuk menambah nafsu makan dan rasa mual

    memperkuat lambung, dan memperbaiki pencernaanDaun Obat KompresUmbi Mengobati keracunan

    Upacara Umbi digunakan untuk Banten/ sesajen pada upacara Mamukur 32 Zingiber officinale Rosc. [ND.

    Jahe pahit]Obat Umbi Mengatasi pembengkakan

    Mengobati sakit pada urat gigi33 Zingiber purpureum Rosc.

    [ND. Bangley]Obat Umbi Obat batuk

    34 Zingiber zerumbet Sm. [ND.Gamongan]

    Obat Umbi Obat batuk, Obat muntah

    Pangan Daun digunakan sebagai lalapan dan untuk bumbu masak

    Upacara Umbi digunakan dalam upacara wana kr etih , Upacara Dewa Yadnya dan PitraYadnya