ct scan pada trauma abdomen

Download Ct Scan Pada Trauma Abdomen

Post on 30-Nov-2015

143 views

Category:

Documents

13 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Ct scan pada trauma abdomen : makin banyak dipergunakan .

memperlihatkan potongan anatomis

seluruh organ intra abdomen pelvis .- deteksi organ spesifik : hepar , lien , ginjal dsb.- deteksi tulang / jaringan lunak .- membedakan intra / ekstra peritoneal . deteksi perforasi usus .

deteksi vaskuler --- dengan kontras injeksi .

- potongan axial standard , dapat direkonstruksi .- waktu pemeriksaan : cepat .

- mengurangi tindakan laparatomy explorasi .Indikasi : Trauma abdomen dengan hematom / bekas trauma

penurunan ht , lekositosis , serum amylase >>. Trauma abdomen berat , hemodynamic masih stabil .

Trauma abdomen , pasien tak dapat komunikasi :

trauma kepala berat , drug abuse , ethanol intixication .Kekurangan :1. Biaya relatif lebih mahal .

2. Menggunakan sinar x .

3. Resiko penggunaan zat kontras intra vena.

Beda ct scan dengan usg : ct scan . Ultrasound .- gambaran anatomi standard . Tergantung pemeriksa .- seluruh organ tampak . Sering terhambat oleh udara , tulang- posisi supine /prone /miring. Posisi supine , prone / duduk. visualisasi organ kadang kurang lengkap , karena pasien tidak dapat dirubah posisi , faktor pemeriksa .Tehnik pemeriksaan ct scan : syarat : k.u pasien stabil . polos dengan kontras per oral .

kontras : kontras per oral dan intra vena .

Ct scan polos diperlukan untuk melihat Anatomi secara keseluruhan .Kontras per oral : . Untuk menyingkirkan adanya injury pada saluran cerna .. Untuk membedakan usus dengan hematom . Kontras iodine i.v.:. Deteksi injury organ yang mungkin tidak tampak pada ct scan polos .. Deteksi asal perdarahan / menilai vaskuler . Trauma pada limpa ( spleen )Class Criteria

ICapsular disruption, subcapsular hematoma

IiPeripheral laceration, hematoma < 3cm

IiiFractures extending to the hilum, hematoma > 3cm

IvShattered spleen, vascular disruption

Anatomi normal , liver , spleen

Grade 4 splenic rupture (arrow).

Grade 3 splenic laceration (arrow) with hepaticfluid (arrowhead).

A splenic cleft (arrow). This normal variant can be confused with a splenic laceration. Unlike a laceration, the splenic cleft has smoothly curved

Margins and is not associated with perisplenic

Fluidsuch as blood.

Grade 3 splenic laceration with active bleeding (arrows).

Trauma tumpul hepar :Sering terjadi .Frekwensi : kedua setelah trauma pada limpa .Lobus kanan > lobus kiri .Manfaat ct scan :Untuk deteksi : lokasi .

luas laserasi / hematom .

ada / tidak perdarahan aktif .

- penentuan perlu / tidak dioperasi .

Class criteria

ICapsular tear, < 1cm parenchymal depth

IiParenchymal tear, 1-3cm parenchymal depth

IiiParenchymal disruption, > 3cm parenchymal depth but < 25% of hepatic lobe

IvParenchymal disruption, 25-50% of heptic lobe

VParenchymal disruption, > 50% of hepatic lobe

ViHepatic avulsion

Fragmented right lobe with intrahepatic hematoma.

perihepatic fluid (blood) surrounding right lobe (arrow).

Grade 4 intraparanchymal hepatic hematoma of right lobe (arrow).

Grade 5 intrahepatic hematoma of right lobe with active bleeding (arrow).Trauma pancreas :

3 10 % dari trauma abdomen .

mortalitas tinggi : 25 % , kausa :

hipovolemik shock --- acute bleeding . laserasi pancreas : klinis sering

tidak jelas , awal post trauma .- bila 12 jam i normal , ulang pemeriksaan.Gambaran ct scan trauma pancreas :- linier hipodens sekitar pancreas . penebalan fascia gerota .

cairan retro pancreas .

khronik : pseudocyst e.c. Trauma duktus /

lserasi .Anatomi setinggi pancreas

Pancreatic laceration (arrow).

Pancreatic pseudocyst (arrow) resulting from fluid leaking from a pancreatic laceration.

Trauma ginjal : 15 30 % dari trauma abdomen .

ct scan lebih informatif dibanding ivp.

penentuan perlu operasi / tidak .

Manfaat ct scan :a. Diagnosis dan staging renal trauma .

b. Menentukan dalamnya laserasi cortex .

c. Luasnya daerah devaskularisasi jaringan .

d. Menilai pelvio-calyceal system ginjal .

e. Perluasan perirenal hematom .

Class Criteria

IContusions, small corticomedullary lacerations that do not communicate

With the collection system

IiLaceration that communicates with the collection system

IiiShattered kidney, injury to the vascular pedicle

IvUpj avulsion, laceration of the renal pelvis

Anatomi normal setinggi ginjal .

Grade i renal lacertion displaying the extension of injuryto the vascular pedicle.

This injury to the right kidney has resulted inextavasation of contrast into the retroperitoneal space (arrow).

A post-traumatic adrenal hematoma (arrow).

This injury to the right kidney has resulted inextavasation of contrast into the retroperitoneal space (arrow).

A post-traumatic adrenal hematoma (arrow).

Trauma pada usus : Kejadian : sekitar 5 % dari trauma abdomen . Gejala : seringkali kurang jelas . nyeri lokal . Lokasi : duodenum , segmen 2 dan 3 . ileum , jejunum . colon lebih jarang .Gambaran ct scan :1. Udara ekstraluminal .2. Ekstravasasi kontras oral .3. Penebalan atau diskontinuitas dd. Usus .4. Clotting dekat usus yang terkena .5. Gambaran jaringan lunak kabur .

Perforation with extravasation of contrast from theduodenum (arrow).

Mesenteric laceration with hemoperitoneum(arrows).

Ischemic bowel episode due to trauma ("shock bowel").

Bowel perforation with massive extravavsation of oral contrast. The dense contrast filled the peritoneal cavity to the right of the falciform ligament (arrow).

Trauma vesica urinaria : Sering bersama dengan trauma pelvis .

Gejala : gross hematuri . Ekstravasasi urine :

> intraperitoneal : sering o.k trauma pada saat v.u penuh . > ekstraperitoneal : laserasi pada basis v.u .

Rupture of bladder with extravasation of urine intothe peritoneal cavity (arrow).

Extravasation of the urine/contrast mix into both the intraperitoneal (arrow) and extraperitoneal (arrowhead) cavity. Also note the extensive acetabular fracture (stars).Joseph k.t . Lee.computed body tomography with

mri correlation . Third edition . Lippincott william & wikins.1998 .