laporan graha

Download laporan graha

Post on 10-Aug-2015

161 views

Category:

Documents

16 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Praktek Kerja Industri ( Prakerin )

Pemerintah kita saat ini sedang berusaha meningkatkan kemajuan di berbagai bidang, terutama dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dengan cara memanfaatkan, mengembangkan dan menguasai IPTEK yang dilaksanakan dengan mengutamakan peningkatan kemampuan alih teknologi yang didukung oleh

pembangunan kemampuan sumber daya manusia, sarana dan prasarana penelitian, dan pengembangan yang memadai serta peningkatan mutu pendidikan sehingga mampu mendukung proses industrialisasi menuju terwujudnya bangsa Indonesia yang maju, mandiri, dan sejahtera serta mampu bersaing pada kompetisi pasar bebas dunia. Usaha pemerintah dalam melaksanakan program ini salah satunya dengan mendirikan sekolah sekolah kejuruan yang diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja yang siap pakai dengan kemampuan kerja dan sumber daya manusia yang bermutu. Salah satuya adalah SMK Negeri 13 Bandung studi Analisis Kimia telah ditetapkan sebagai rintisan Sekolah Berstandar Internasional (SBI) sejak tahun 2006, memberikan kesempatan kepada siswa siswi untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama kurang lebih 2 4 bulan. Dengan adanya praktik kerja industri ini diharapkan semua siswanya dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat disekolah dan sekaligus dapat menambah ilmu dan pengalaman kerja di dunia industri.

1.2. Tujuan Praktik Kerja Industri (Prakerin)

Penyelenggaraan Praktik Kerja Lapangan bertujuan untuk : 1. Meningkatkan, memperluas dan memantapkan keterampilan siswa dalam

memasuki lapangan kerja yang sesuai dengan program studi yang dipilih. 2. Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional dalam tingkat

pengetahuan, keterampilan dan etos kerja yang sesuai dengan tuntunan lapangan kerja, 3. Memperkokoh Link and Match antara sekolah dan dunia kerja. 4. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang

berkualitas dan professional.

1.3.

Tinjauan Umum Institusi Tempat Prakerin

1.3.1. Sejarah Institusi

Abbott Laboratories didirikan oleh Dr.Wallace Calvin Abbott pada tahun 1880 di North Chicago, Ilinois, Amerika Serikat. Pada tahun 1888, Dr.Wallace Calvin Abbott mengerahkan tenaganya untuk membuat sejenis obat baru, yang dapat diberikan dalam bentuk jadi. Pada tahun ke 19, para ahli mengobati pasien masih menggunakan prosedur primitif dan mencampur obat berdasarkan ekstrak dari tumbuh tumbuhan. Dr.Wallace Calvin Abbott yakin ada kemungkinan pemberian yang lebih baik dan terinspirasi dari teori Adolphe Burggrave, Seorang ahli bedah yang lahir di Belgia , ia memberikan masukan yang lebih baik. Didapur kecil dalam apartementnya yang sempit, di Revenswood negara bagian Chicago, dokter muda ini memulai membuat racikan obat berdasarkan Active Principle atau Alklorids dari tumbuh tumbuhan. Racikannya lebih akurat dan lebih larut daripada Nauseaous Mixture yang selama ini ada. Tahun pertama penjualannya, total USD 2.000,

suatu pertanda bahwa racikannya telah baik diterima sebagai racikan yang akurat oleh para ahli pada saat itu. (Dikutip dari : The Abbott Almanac 100 Years of Commitment to Quality Healt Care).

Abbott Laboratories dibagi menjadi lima bagian besar, yaitu :

1. ANI (Abbott Nutrition International) 2. AI (Abbott International) 3. PPD ( Pharmaceutical Product Division ) 4. ADC ( Abbott Diabetes Care ) 5. GPO ( Global Pharmaceutical Operation ) Kelima bagian ini berpusat di North Chicago, Ilinois, Amerika Serikat. Selain USA , Abbott Laboratories dibagi menjadi 3 wilayah : 1. Amerika Latin 2. Eropa 3. PAA ( Pacific Asia Africa ), yang diantaranya adalah Afrika Selatan, Australia, Filipina, India, Indonesia, China, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Pakistan, dan Singapura. PT. Abbott Indonesia merupakan anak perusahaan dari Abbott Laboratories sebagai penyalur obat hasil produksi Abbott Laboratories. Namun, berdasarkan keputusan menteri Kesehatan RI No.

5149/A/SK/PAB/73, PT Abbott Indonesia diberi izin untuk memproduksi dan menjual produk sendiri yang terdiri dari antibiotik, vitamin, obat luar, cairan oral steril dan lain-lain.

PT. Abbott Indonesia adalah salah satu perusahaan swasta asing yang bergerak dalam bidang farmasi. Perusahaan ini berdiri sejak tanggal 7 Maret 1970 setelah memenuhi persyaratan untuk mendirikan pabrik farmasi, antara lain: 1. Perizinan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) 2. Rekomendasi Dirgen POM, 3. Keputusan Presiden No. B/14/Pres/1970, dan lain-lain Abbott Laboratories membentuk Technical Center untuk

membantu pengembangan produk dan penyelesaian masalah sera memudahkan pengawasan cabang cabangnya, PT.Abbott Indonesia masuk dalam tiga wilayah Asia Afrika dan Afrika yang dapat meminta bantuan teknisi kefarmasian pada Technical Center di India Kedudukan Technical Center adalah sebagai Konsultasi teknis kefarmasian. Pada pembuatan produk baru, harus dilakukan validasi terhadap minimal 3 batch pertama harus dilaporkan dan disetujui kantor pusat. Jika proses validasi terjadi hambatan hambatan, maka PT.Abbott Indonesia dapat meminta bantuan Technical Center tersebut. Setelah

segala sesuatunya disetujui barulah suatu produk dapat dipasarkan. Hal yang sama juga berlaku bagi produk lama yang mengalami perubahan kemasan, formula dan sebagainya. Hasil pengamatannya harus selalu dilaporkan dan disetujui oleh kantor pusat. Sebagai perusahaan swasta asing, modal perusahaan terdiri dari saham saham asing dan modal permulaan untuk PT.Abbott Indonesia sebesar USD 1.500.000. PT.Abbott Indonesia merupakan perusahaan tertutup sehingga tidak menjual dan mengeluarkan saham untuk umum.

1.3.2. Struktur Organisasi Perusahaan PT.Abbott Indonesia memiliki struktur organisasi berbentuk garis dan staff. Dimana pimpinan tertinggi dipegang direktur yang merupakan penanggung jawab secara keseluruhan. Dalam melaksanakan tugasnya Presiden direktur dibantu oleh : 1. Plant Director , yang membawahi : a. Production Manager. b. Engineering Manager. c. Material Management Manager.

d. Technical Service. e. EHS Manager f. Finance Controller

g. Distribution Supervisor 2. Commercial Director, Yang membawahi : a. b. c. d. e. 3. ANI (Abbott Nutrition International) AI (Abbott International) PPD ( Pharmaceutical Product Division ) ADC ( Abbott Diabetes Care ) GPO ( Global Pharmaceutical Operation )

HRD ( Human Resources Development) Director

4. Finance Director.

5. QA (Quality Assurance ) Manager 6. ADD (Abbott Diagnostic Division) Manager. PT. Abbott Indonesia telah mengalami beberapa kali pergantian kepemimpinan, yaitu : 1. Mr.Sharrys ( 1970 1972 ) dari Amerika. 2. Mr.H.A.Voorn ( 1972 1980 ) dari Belanda. 3. Mr.Omar Casal ( 1980 1982 ) dari Uruguay. 4. Mr. M.J. Basset ( 1982 1983 ) dari Inggris 5. Mr.N. Pataky ( 1983 1984 ) dari Swiss. 6. Mr.George Smith ( 1984 1987 ) dari Amerika. 7. Mr.T.J.Lyons ( 1987 1990 ) dari Amerika. 8. Mr. Kai Selomulyo ( 1990 1993 ) dari Indonesia. 9. Mr.Viren K Grover ( 1993 2002 ) dari Amerika. 10. Mr.Cihangir Kuso ( 2002 2004 ) dari Turki. 11. Mr.Vivek Mohan ( 2004 2005 ) dari Inggris. 12. Mr.Peter Lyons ( 2005 2006 ) dari Australia . 13. Mr.Ellie Abdelkreem ( 2006 2008) dari Libanon. 14. Mr. Farhat (2008-Sekarang) dari Pakistan

1.3.3. Jenis Kapasitas Produksi PT.Abbott Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dibidang Farmasi yang hasil produksinya berupa obat dan kosmetika.

1. Produk berupa obat, antara lain : Abbotic 250 mg Abbotic 500 mg Depakene Sirup Depakene Tablet Erythrocin Granule Erythrocin Drop Erythrocin Forte Erythrocin Dulcets Erythrocin Top Solution Iberet 500 mg Film Coated Tablet Iberet Folic Tablet Lofty Tablet Optilet M 500 mg Pedialyte Solution Pedialyte Buble Gum Surbex T Film Coated Tablet Surbex T Liquid Surbex Z Film Coated Tablet Uxirin Tablet

2. Produk berupa kosmetik antar lain : Selsum Blue

Selsum Blue 5 Selsum Gold Selsum yellow Selain menghasilkan produk obat dan kosmetik, PT.Abbott Indonesia

juga melakukan distribusi/menjual produk produk import hasil dari Abbott Labratories, yaitu produk nutrisi, obat-obatan farmasi dan produk rumah sakit. Produk-produk nutrisi yang dipasarkan antara lain: 1. Ensure 2. Pediasure 3. Gain Advance 4. Similac 5. Isomil 6. Prosure 7. Glucerna 8. Gain School

1.3.4. CPOB (Cara pembuatan Obat Yang Baik) Cara Pembuatan Obat yang Baik merupakan pedoman yang

menyangkut seluruh aspek produksi dan pengendalian mutu obat. CPOB ditetapkan oleh Menteri Kesehatan dalam Surat Keputusan RI .

no.42/Menkes/SK/1998 tentang CPOB, sedangkan petunjuk operasionalnya ditetapkan dalam keputusan Dirjen POM No.05410/A/SK/XII/1989.

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

3.1.

Deskripsi pengelompokan komoditas Obat yang baik adalah obat yang terjamin mutunya mulai dari bahan baku yang digunakan, proses pembuatan produk obat yang siap dipasarkan sampai pada masa kadaluarsa obat tersebut. Untuk menjaga terjaminnya mutu obat tersebut maka semua bahan yang digunakan dan yang terlibat dalam proses pembuatannya harus selalu dikontrol kualitasnya. Untuk bahan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan obat dianalisa mutunya dilaboratorium Quality Assurance (QA). Untuk mempermudah analisa, bahan bahan yang digunakan dibagi menjadi tiga komoditi, yaitu bahan baku , bahan setengah jadi dan bahan jadi. 3.1.1 Bahan Baku Bahan baku adalah bahan bahan yang akan digunakan dalam proses obat. Bahan baku digolongkan sebagai berikut : 3.1.1.1. Bahan baku berkhasiat Bahan berkhasiat adalah bahan yang mempunyai efek farmakologi atau mempunyai khasiat tertentu untuk suatu

pengobatan. Contoh ; Terazosin, Clarithromycin 3.1.1.2. Bahan tidak Berkhasiat ( Bahan Tambahan ) Bahan tambahan adalah zat yang ditambahkan pada proses pembuatan obat yang tidak mempen

Recommended

View more >