2.diagnosis & penatalaksanaan inkontinensia urin-ib

Upload: yuliana-atmayudha

Post on 18-Oct-2015

48 views

Category:

Documents


0 download

DESCRIPTION

ghg

TRANSCRIPT

Menegakkan Diagnosa Inkontinensia dan Prolaps Organ Panggul

DIAGNOSA & PENATALAKSANAAN INKONTINENSIA URIN

Tujuan Umum: Menegakkan diagnosis penatalaksanaan inkontinensia urin

Tujuan khusus:Mengenali gejala dan tanda inkontinensia urin dengan anamnesis dan pemeriksaan fisikMenentukan perlunya pemeriksaan penunjangMengenali faktor resikonyaMenentukan penatalaksanaan inkontinensia urin

DIAGNOSA INKONTINENSIA URINkeluhan berupa keluarnya urin secara involunter yang dampaknya terhadap kondisi higienis dan sosial pasien dapat terlihat secara objektif Anamnesa :1. keterangan umum : usia, ras, berat & tinggi badan2. keluhan utama : informasi mengenai situasi maupun kondisi yang memicu terjadinya kebocoran urin. Menurut kondisi pemicunya, keluhan utama inkontinensia dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa tipe, yaitu: Stress Urinary Incontinence/SUI Pemicu terjadinya inkontinensia adalah kondisi ataupun aktifitas fisik yang menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intra-abdominal Urgency Urinary Incontinence/UUI Pada kasus ini, pengeluaran urin secara involunter terjadi setelah munculnya perasaan ingin buang air kecil yang tidak tertahankan (urgency). Mixed Urinary Incontinence/MUI Wanita yang memiliki keluhan inkontinensia urin baik yang disebabkan oleh SUI maupun UUI dikatakan memiliki tipe kelainan inkontinensia campuran Functional Urinary Incontinence/FUI berhubungan dengan penurunan fisik yang dialami seiring dengan proses penuaan Coital Urinary Incontinence/CUI Inkontensia urin dapat terjadi pada saat senggama, baik ketika penetrasi maupun orgasme, berhubungan dengan inkompetensi sfingter uretra atau prolaps dinding vagina anterior dan tidak ditemukan gejala urgensiGiggle Urinary Incontinence/GUI Inkontinensia yang terjadi saat pasien tertawa dan terutama ditemukan pada wanita usia muda. Extraurethral Urinary Incontinence/EUI keluarnya urin dari suatu celah abnormal yang terdapat pada saluran kencing, diakibatkan oleh kelainan kongenital maupun trauma.3. Riwayat Obstetri GinekologisRiwayat tindakan urologis & ginekologis seperti; pembedahan inkontinensia, dilatasi uretra, histerektomi radikal, atau terapi radiasi.riwayat obstetrik sebelumnya : metode persalinan, berat badan anak yang pernah dilahirkan, penggunaan forsep, luka jalan lahir yang besar, trauma urogenital lainnya.4. Riwayat Penyakit dan Pengobatan SebelumnyaDMInsufisiensi vaskularPenyakit paru kronikPenyakit sistem saraf : multiple sclerosis, Parkinsons disease, stroke, atau trauma tulang belakang,

Obat-obatan yang dapat menyebabkan munculnya inkontinensia antara lain:Sedatif (seperti; benzodiazepin) Alkohol dan rokokAntikolinergik Agonis-; karena dapat meningkatkan resistensi outletPenyekat-; menurunkan tekanan penutupan uretra sehingga menyebabkan inkontinensia akibat tekananPenyekat kanal kalsium (Ca-channel blocker); dapat menyebabkan penurunan kontraktilitas otot polos vesika urinaria dan edema periferACE inhibitors; dapat menyebabkan batuk kronis sehingga dapat menyebabkan inkontinensia akibat tekananObat-obatan terapi hormon Pemeriksaan Fisik

Pasien dengan keluhan inkontinensia meliputi:status generalis status neurologis, terutama pemeriksaan ekstremitas bawah dan perineum:- refleks bulbocavernosus- refleks anokutaneus status uroginekologis - pemeriksaan bimanual

Pemeriksaan Penunjang

Urinalisa dan KulturVolume Residu PostvoidalPad TestPemeriksaan ini bertujuan menghitung volume urin yang keluar dari pasien dengan cara menghitung selisih berat pembalut sebelum dan sesudah melakukan aktifitas tertentuTes UrodinamikTes-tes ini bertujuan untuk mengetahui fungsi traktus urinarius bagian bawah sistometri, uroflowmetri, dan filling cystometry.

PENATALAKSANAAN KONSERVATIF INKONTINENSIA URINPenanganan inkontinensia terdiri atas tindakan operatif dan konservatiftindakan konsevatif dilakukan pada :pasien dengan gejala inkontinensia ringan dan secara medis tidak memungkinkan untuk menjalani operasi kasus pasien menolak dilakukan tindakan operasi. Penatalaksanaan konservatif inkontinensia urin dibagi atas:Perbaikan gaya hidupTerapi fisikLatihan otot dasar panggulRangsang listrikBladder retrainingTerapi perilakuObat-obatanPerbaikan gaya hidupGaya hidup berperan dalam pathogenesis proses penyembuhan inkontinensia. Hal-hal yang penting dalam perubahan gaya hidup :Penurunan berat badan obesitasMerokokMengatasi konstipasiManajemen diet dan cairan Kafein diduga mempunyai efek terhadap peningkatan tekanan detrusor VU Alkohol mempunyai efek diuretik yang dapat meningkatkan frekuensiIntake cairan yang kurang bisa menyebabkan infeksi saluran kemih, konstipasi dan dehidrasi.

TERAPI FISIKLatihan otot dasar panggulLatihan kegel ini berpusat pada kontraksi otot-otot levator ani secara berulang dengan cara mengajarkan pasien untuk mengkontraksikan otot tersebut untuk mencegah keluarnya gas. Setiap kontraksi ditahan sekitar 3-5 detik dikuti dengan relaksasi dan dimulai dengan 45-100 kali pengulangan setiap harinya. Rangsang listrik

Bladder retraining

Tujuan mengembalikan kontrol terhdp inkontinensia yg melibatkan proses pengajaran dan perilaku pasien. Latihan dimulai dengan interval pengosongan urin setiap 1 jam dan ditingkatkan 15-30 menit per minggu> 3 minggu latihan perlu evaluasi metode lain.Terapi perilaku a. Partisipasi pada pasien yang tidak aktifJadwal berkemih yang teratur Latihan kebiasaan Prompted voidingb. Partisipasi aktif pasien Latihan berkemih : edukasi , Jadwal berkemih, dukungan positifPerbaikan otot pelvis :Mengetahui fungsi otot pelvisPengenalan dan penggunaan otot yang sesuai dan menghindari kontraksi otot antagonis( bokong dan perut)Latihan secara teratur dengan kontraksi yang cukup ( 30-80 kali setiap hari selama 8 minggu)

OBAT-OBATANAnti muskarinik Anti depresan Estrogen Obat yang bekerja pada membrane channelAntagonis adrenoceptor Agonis adrenoceptor Agonis adrenoceptor

Inkontinensia Fecal Penatalaksanaan konservatif terhadap inkontinensia fekal terdiri atas:Edukasi pasien Manajemen dietRetraining dan latihan saluran pencernaan Rangsang listrik Obat-obatan : loperamid dan kodein fosfat TERIMA KASIH