mbbm gempabumi

Download MBBM Gempabumi

Post on 16-Jan-2016

6 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Manajemen Bencana Berbasis Masyarakat

TRANSCRIPT

  • MBBM : GempabumiCinantya Nirmala Dewi

    136090317011002

    Mitigasi dan Manajemen Bencana

  • Bencana Alam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 TentangPenanggulangan Bencana menyebutkan definisi Bencanaalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwaatau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alamantara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus,banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.

    Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 TentangPenanggulangan Bencana menyebutkan definisi Bencanaalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwaatau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alamantara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus,banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.

    Mitigasi dan Manajemen Bencana

  • Manajemen Bencana Manajemen bencana adalah serangkaian kegiatan, yangdilaksanakan sejak sebelum terjadinya suatu peristiwabencana, selama kejadian bencana, dan sesudah terjadinyabencana, dalam rangka mencegah, mengurangi danmengatasi dampak bencana yang ditimbulkannya;

    Pra Bencana Darurat Bencana Pasca BencanaMengurangi, menghindaritingkat ancaman terhadapkelangsungan hidupmanusia, potensi kerugianfisik dan ekonomi sertakerusakan infrastruktur

    Mengurangi dampak yangmerugikan terhadapindividu dan masyarakatdi lokasi bencana;

    Mencapai upayapemulihan yang cepat danberkelanjutan

    Mitigasi dan Manajemen Bencana

  • Lanjutan

    Secara umum kegiatan manajemen bencana dapat dibagidalam kedalam tiga kegiatan utama, yaitu:

    1. Kegiatan pra bencana yang mencakup kegiatanpencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, serta peringatandini

    2. Kegiatan saat terjadi bencana yang mencakup kegiatantanggap darurat untuk meringankan penderitaansementara, seperti kegiatan search and rescue (SAR),bantuan darurat dan pengungsian

    3. Kegiatan pasca bencana yang mencakup kegiatanrehabilitasi dan rekonstruksi.

    Secara umum kegiatan manajemen bencana dapat dibagidalam kedalam tiga kegiatan utama, yaitu:

    1. Kegiatan pra bencana yang mencakup kegiatanpencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, serta peringatandini

    2. Kegiatan saat terjadi bencana yang mencakup kegiatantanggap darurat untuk meringankan penderitaansementara, seperti kegiatan search and rescue (SAR),bantuan darurat dan pengungsian

    3. Kegiatan pasca bencana yang mencakup kegiatanrehabilitasi dan rekonstruksi.

    Mitigasi dan Manajemen Bencana

  • Manajemen Bencana BerbasisMasyarakat (MBBM)

    Masyarakat mengetahuilangkah-langkah

    penanggulangan bencana

    Mengurangi ancaman Mengurangi dampak Menyiapkan diri secara

    tepat bila terjadiancaman

    menyelamatkan diri Memulihkan diri Memperbaiki kerusakan

    yang terjadi

    Masyarakat yangaman, mandiri

    dan berdaya tahanterhadap bencana

    Mengurangi ancaman Mengurangi dampak Menyiapkan diri secara

    tepat bila terjadiancaman

    menyelamatkan diri Memulihkan diri Memperbaiki kerusakan

    yang terjadi

    Masyarakat yangaman, mandiri

    dan berdaya tahanterhadap bencana

    Mitigasi dan Manajemen Bencana

  • Lanjutan

    Peran masyarakat dalam manajemen bencana berbasismasyarakat :

    1. Mengurangi resiko bencana dengan memeliharalingkungan hidup

    2. Terlibat aktif dalam pembuatan program penguranganresiko bencana di wilayahnya masing - masing

    3. Mengikuti simulasi / pelatihan bencana4. Melakukan penanggulangan bencana (sesuai kearifan

    lokal)

    Peran masyarakat dalam manajemen bencana berbasismasyarakat :

    1. Mengurangi resiko bencana dengan memeliharalingkungan hidup

    2. Terlibat aktif dalam pembuatan program penguranganresiko bencana di wilayahnya masing - masing

    3. Mengikuti simulasi / pelatihan bencana4. Melakukan penanggulangan bencana (sesuai kearifan

    lokal)

    Mitigasi dan Manajemen Bencana

  • Lanjutan

    Siklus Pengurangan Resiko Berbasis Masyarakat/Komunitas

  • Gempabumi Indonesia terletak di tempat pertemuan tiga lempeng besardunia, yaitu lempeng India-Australia (bagian selatan),lempeng Eurasia (bagian barat dan utara) dan lempengPasifik (bagian timur).

    Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi dipermukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antarlempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atauruntuhan batuan.

    Indonesia terletak di tempat pertemuan tiga lempeng besardunia, yaitu lempeng India-Australia (bagian selatan),lempeng Eurasia (bagian barat dan utara) dan lempengPasifik (bagian timur).

    Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi dipermukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antarlempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atauruntuhan batuan.

    Mitigasi dan Manajemen Bencana

  • Sesar Aktif di Jawa

    Mitigasi dan Manajemen Bencana

  • Skala Gempa

  • Gempabumi di Bantul, Yogyakarta

    Mitigasi dan Manajemen Bencana

  • Lanjutan Tanggal 27 Mei 2006, pukul 06.50 WIB Kota Yogyakarta diguncanggempa dengan kekuatan 5,8 6,2 pada SR , merupakan tipe gempamerusak dengan skala kerusakan 7 MMI (BMKG dan PVMBG).

    Pusat Gempa diperkirakan di pinggir pantai selatan Yogyakarta ataubagian selatan Kabupaten Bantul dengan kedalaman 17 km - 33 km dibawah permukaan tanah.

    Gempa susulan terjadi beberapa kali seperti pada pukul 06:10 WIB,08:15 WIB dan 11:22 WIB

    Gempabumi disebabkan adanya gerakan sesar aktif di Propinsi DIYyang kemudian disebut dengan Sesar Kali Opak.

    Tanggal 27 Mei 2006, pukul 06.50 WIB Kota Yogyakarta diguncanggempa dengan kekuatan 5,8 6,2 pada SR , merupakan tipe gempamerusak dengan skala kerusakan 7 MMI (BMKG dan PVMBG).

    Pusat Gempa diperkirakan di pinggir pantai selatan Yogyakarta ataubagian selatan Kabupaten Bantul dengan kedalaman 17 km - 33 km dibawah permukaan tanah.

    Gempa susulan terjadi beberapa kali seperti pada pukul 06:10 WIB,08:15 WIB dan 11:22 WIB

    Gempabumi disebabkan adanya gerakan sesar aktif di Propinsi DIYyang kemudian disebut dengan Sesar Kali Opak.

    Mitigasi dan Manajemen Bencana

  • Saat Terjadi Gempabumi Bantul Gempa juga dirasakan di Solo, Semarang, Purworejo, Kebumen, danBanyumas. Getaran juga sempat dirasakan sejumlah kota di provinsiJawa Timur seperti Ngawi, Madiun, Kediri, Trenggalek, Magetan,Pacitan, Blitar, dan Surabaya.

    Jumlah korban mencapai 5.716 orang tewas dan 37.927 orang luka-luka.

    Beberapa wilayah, khususnya bagian Selatan Kota Yogyakarta yaitu diKecamatan Kotagede, Umbulharjo, Mergangsan, Mantrijeron danGondokusuman, mengalami kerusakan yang cukup parah baikkerusakan bangunan maupun infrastruktur lainnya.

    Beberapa situs bersejarah seperti Candi Prambanan, makam Imogiridan Obyek Wisata Kasongan mengalami kerusakan cukup parah

    Gempa juga dirasakan di Solo, Semarang, Purworejo, Kebumen, danBanyumas. Getaran juga sempat dirasakan sejumlah kota di provinsiJawa Timur seperti Ngawi, Madiun, Kediri, Trenggalek, Magetan,Pacitan, Blitar, dan Surabaya.

    Jumlah korban mencapai 5.716 orang tewas dan 37.927 orang luka-luka.

    Beberapa wilayah, khususnya bagian Selatan Kota Yogyakarta yaitu diKecamatan Kotagede, Umbulharjo, Mergangsan, Mantrijeron danGondokusuman, mengalami kerusakan yang cukup parah baikkerusakan bangunan maupun infrastruktur lainnya.

    Beberapa situs bersejarah seperti Candi Prambanan, makam Imogiridan Obyek Wisata Kasongan mengalami kerusakan cukup parah

    Mitigasi dan Manajemen Bencana

  • Korban Jiwa dan Dampak Kerusakan Fisik

    Mitigasi dan Manajemen Bencana

  • Gambar

    Mitigasi dan Manajemen Bencana

  • Pasca Gempabumi Bantul

    Presiden SBY segera memerintahkan Panglima TNI DjokoSoeyanto untuk mengerahkan pasukan di sekitar Yogyakarta dansekitarnya untuk melakukan langkah cepat tanggap darurat.

    Palang Merah Indonesia memberikan respon yang cepat melaluitindakan-tindakan pertolongan darurat salah satunya denganmendirikan Rumah Sakit Lapangan di Lapangan Dwi Windu di Bantul.

    Empati masyarakat Yogyakarta yang membantu ke wilayah bencana.Bantuan ini terus berlangsung sampai tahap rehabilitasi danrekontruksi dicanangkan.

    Berbagai negara telah menawarkan bantuan dana, di antaranyaadalah Britania Raya, Australia, RRC, Amerika Serikat, Uni Eropa,Kanada, dan Belanda.

    Jepang dan UNICEF menawarkan berbagai bantuan langsung.

    Presiden SBY segera memerintahkan Panglima TNI DjokoSoeyanto untuk mengerahkan pasukan di sekitar Yogyakarta dansekitarnya untuk melakukan langkah cepat tanggap darurat.

    Palang Merah Indonesia memberikan respon yang cepat melaluitindakan-tindakan pertolongan darurat salah satunya denganmendirikan Rumah Sakit Lapangan di Lapangan Dwi Windu di Bantul.

    Empati masyarakat Yogyakarta yang membantu ke wilayah bencana.Bantuan ini terus berlangsung sampai tahap rehabilitasi danrekontruksi dicanangkan.

    Berbagai negara telah menawarkan bantuan dana, di antaranyaadalah Britania Raya, Australia, RRC, Amerika Serikat, Uni Eropa,Kanada, dan Belanda.

    Jepang dan UNICEF menawarkan berbagai bantuan langsung.

    Mitigasi dan Manajemen Bencana

  • MBBM : Sinergi Pemerintah-Masyarakat

    Identifikasi wilayah-wilayah yang rawan secara geologisdalam arti wilayah yang memiliki tingkat kerawanan yangtinggi untuk terjadinya bencana gempa bumi dan jugalongsor yang merupakan ancaman sekunder dari bencanagempa.

    Identifikasi wilayah-wilayah yang rentan secara demografisuntuk mengalami risiko yang tinggi karena kejadian gempa.

    Peninjauan atau penyesuaian kebijakan Rencana TataRuang Wilayah Kabupaten Bantul untuk menjamin bahwaPerda tersebut memiliki wawasan bencana danperlindungan lingkungan.

    Identifikasi wilayah-wilayah yang rawan secara geologisdalam arti wilayah yang memiliki tingkat kerawanan yangtinggi untuk terjadinya ben

Recommended

View more >