tumbuh kembang bayi

Post on 30-Oct-2015

184 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tumbuh kembang bayi. jadwal imunisasi

TRANSCRIPT

Tumbuh Kembang BayiIda Bagus Indrayana M10.2009.119Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida WacanaAppucrawler@yahoo.com

A.PendahuluanPendidikan berlangsung sejak anak lahir bahkan secara tidak langsung proses pendidikan dimulai ketika anak masih berada dalam kandungan ibu. Pendidik yang pertama kali memberikan pengaruh terhadap anak adalah ibu bapa di dalam lingkungan keluarga. Pendidik ini sangan menentukan proses pembentukan pribadi anak. Jadi pengaruh yang berasal dari orang tua itu merupakan pengaruh atau bimbingan yang utama. Oleh karena itu orang tua wajib memberikan teladan yang baik, positif dan bersifat mendidik. Pendidikan yang tidak langsung terhadap bayi dalam kandungan berwujud kedisiplinan, ketenangan, kesehatan, ketentraman, dan pemberian makanan yang bergizi bagi ibu yang hamil. Setelah anak lahir, penjagaan yang rapi haruslah diberi kepada bayi. Gizi seimbang haruslah diteliti dengan rapi untuk mengelakkan malnutrisi sekaligus dapat menjamin pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Tidak lupa juga melengkapkan imunisasi dasar sebelum anak menjangkau umur 1 tahun. Anak yang tidak mendapat imunisasi dasar yang lengkap lebih rentan dan senang dijangkiti penyakit karena kadar imun dalam badan yang rendah. Bayi bukanlah orang dewasa yang berukuran kecil. Jadi, bayi dan anak haruslah diberi perhatian yang lebih supaya dapat menjamin pertumbuhan dan perkembangannya baik seiring dengan umurnya. B. Pembahasan1. AnamnesisAnamnesis harus dilakukan secara teliti, teratur, dan lengkap karena sebagian besar data yang diperlukan diperoleh dari anamnesis untuk menegakkan diagnosis. hal-hal yang perlu ditanyakan dalam anamnesis yaitu : Riwayat kehamilan ibu yaitu kesehatan ibu saat kehamilan, pernah sakit atau tidak, makan obat-obatan, atau tetanus toxoid. Riwayat kelahiran, yaitu : Tanggal lahir, Tempat lahir, Ditolong oleh siapa, Cara kelahiran, Kehamilan ganda, Keadaan segera setelah lahir, pasca lahir, hari-hari pertama kehidupan, Masa kehamilan, Berat badan dan panjang badan lahir (apakah sesuai dengan masa kehamilan, kurang atau besar) Riwayat pertumbuhan, yaitu kurva berat badan dan panjang badan terhadap umur. Riwayat perkembangan, yaitu patokan perkembangan pada bidang motor kasar, motor halus, dan sosial-personal. Riwayat imunisasi, yaitu imunisasi apa saja yang sudah diberikan kepada bayi dan waktu/tanggal pelaksanaan imunisasinya. Riwayat makanan, yaitu nutrisi apa saja yang sudah diberikan selama 6 bulan terakhir apakah pemberian ASI lancer, apakah menggunakan susu formula, apakah sudah mulai diberikan bubur susu. Riwayat penyakit yang pernah diderita, yaitu penyakit apa saja yang pernah diderita oleh bayi selama 6 bulan terakhir. Riwayat keluarga, yaitu apakah keluarga memiliki penyakit keturunan, Corak reproduksi ibu, yaitu apakah bayinya ini merupakan anak pertamanya, jika tidak berapakah jumlah anaknya sekarang dan berapakah rentang umur antara anaknya yang 1 dengan anaknya yang lain. Data perumahan, yaitu apakah daerah rumahnya bersih, apakah rumahnya tipe RSS (Rumah Sangat Sederhana)2. Pemeriksaan FisikPemeriksaan fisik anak dibagi menjadi 3 macam yaitu:

a. Pemeriksaan Denver IIUji skrining yang paling sering digunakan adalah development denver screening test (DDST). DDST memberikan penilaian empat domain perkembangan pribadi-sosial, penyesuaian motorik halus, bahasa dan motorik kasar sejak lahir sampai umur 6 tahun. Uji ini dilakukan dalam waktu 20-30 menit tanpa pelatihan yang luas dan peralatan yang mahal.1,2 Dari beberapa penelitian yang pernah dilakukan, DDST secara efektif dapat menidentifikasikan antara 85-100 % bayi dan anak-anak prasekolah yang mengalami keterlambatan perkembangan dan pada follow up selanjutnya ternyata 89% dari kelompok DDST abnormal mengalami kegagalan di sekolah 5-6 tahun kemudian.DDST telah dikritik karena kurang mengidentifikasi anak dengan ketidakmampuan perkembangan anak khususnya masalah bahasa. Uji ini bukan untuk meramalkan akan tetapi untuk mendeteksi kemampuan anak di bawah normal dengan umur sebayanya. Selain itu DDST bukan pula tes diagnostik atau tes IQ.2 Uji ini kemudian diterbitkan kembali sebagai DDST-II dengan seksi bahasa yang sangat dipetluas. DDST-II dilaporkan mempunyai sensitivitas yang lebih besar terutama untuk keterlambatan bahasa.Frankenburg melalui DDST mengemukakan empat parameter perkembangan yang dipakai dalam menilai perkembangan anak balita yaitu: Personal socialAspek ini berhubungan dengan kemandirian, bersosialisasi, dan berinterraksi dengan lingkungannya. Fine motor adaptiveAspek ini berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan otot-otot kecil saja tetapi memerlukan koordinasi yang cermat. Misalnya kemampuan untuk menggambar, memegang suatu benda, dan lain-lain. LanguageKemampuan untuk memberikan respon pada suara, mengikuti perintah, dan berbicara spontan Gross motorAspek ini berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh.Sektor-sektor ini dapat dijabarkan pada tabel 2.1.1.

Tabel 2.1.1. DDST IIPersonal sosialFine motor adaptiveLanguageGrass motor

0 bulanMenatap muka-Suara vokal Bereaksi pada suara Mengangkat kepala Gerakan merata

1 bulanMembalas senyum (80%)Mengikuti sampai garis tengah (85%)Suara vokal (>90%)Mengangkat kepala (>90%)

Memandang muka (90%)Bereaksi pada bel (>90%)

2 bulanTersenyum spontan (85%)Mengikuti dan melewati garis tengah (75%)Bersuara "Ooo atau Aaa" (80%)Kepala terangkat 450 (80%)

Membalas senyum (80%)

Memandang muka (90%)

3 bulanMemandang tangan sendiri (75%)Kedua tangan bersentuhan atau bersatu (80%)Memekik (80%)Duduk: kepala mantap (75%)

Tersenyum spontan (>90%)Mengikuti melewati garis tengah (>90%)Tertawa (90%)Kepala terangkat 90o (80%)

Bersuara "Ooo atau Aaa" (>90%)

4 bulanMemangang tangan sendiri (90%)Mengikuti 1800 (80%)Memekik (85%)Dada terangkat lengan menumpu (75%)

Kedua tangan bersentuhan atau bersatu (90%)Tertawa (90%)Menumpu berat badan kaki (80%)

Menggenggam sedikit-sedikit (>90%)

5 bulanMencoba mengambil mainan (90%)

6 bulanMakan sendiri (75%)Mencari benang wol (95%)Suku kata tunggal (>75%)Ditarik untuk duduk : Kepala tidak tertinggal (>85%)

Menoleh ke bunyi suara (80%)Berbalik (>90%)

7 bulanTangan melambai dag dag (90%)

8 bulanTangan melambai dag dag (