gabungan diprint

Download gabungan diprint

Post on 03-Jan-2016

64 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB I

PENDAHULUAN1.1 Latar BelakangToraja sebagai Daerah Tujuan Wisata (DTW) memiliki obyek wisata dan pentas budaya yang tidak kalah menariknya dibandingkan DTW lainnya seperti Bali, Bunaken, Toba dan Jawa. Tana Toraja telah berkembang (sejak konferensi Pata tahun 1974 saat itu wisata mancanegara mulai datang ke Toraja) menjadi daerah tujuan wisatawan karena mempunyai kehidupan kebudayaan asli berupa rumah adat (Tongkonan), upacara kematian (Rambu Solo), kuburan alam (Liang), tarian (Pagellu), pemandangan alam yang indah dan alamiah.

Obyek-obyek wisata yang sudah sering dikunjungi oleh wisatawan luar negeri (asing) dan wisatawan dalam negeri (domestik) yaitu Londa, Buntu Pare, Kete Kesu, Siguntu yang masing-masing mempunyai daya tarik tersendiri seperti Tongkonan (rumah adat), perkampungan lingkungan rumah adat, kuburan gantung, Liang (kuburan yg dipahat di dinding batu) dan kuburan alam.

Sulawesi Selatan senantiasa mendapatkan kunjungan banyak wisatawan utamanya pada waktu pemakaman jenazah di Tana Toraja. Jauh sebelum upacara pemakaman dilaksanakan, biro perjalanan sudah sibuk mencari hotel untuk wisatawan yang akan mengunjungi upacara pemakaman dan obyek-obyek wisata yang tersebar dalam wilayah Tana Toraja.

Hotel Misiliana dikategorikan Tourist Hotel karena kegiatannya khusus menampung turis. Hotel ini terletak di daerah wisata yaitu: jarak ke objek wisata Londa 3 km, ke objek wisata Kete Kesu 2 km, dan ke objek wisata Buntupune serta Siguntu, masing-masing jaraknya hanya 1 km dan sekarang mudah dicapai walau hanya berjalan kaki.

Hotel Misiliana sebagai sebuah hotel berbintang tiga terletak di Pao Kelurahan Tikunang Malenong Kecamatan Sanggalangi Kabupaten Tana Toraja Utara. Hotel Misiliana menempati luas area kurang lebih 5 hektar, sebuah hotel memiliki lokasi yang sangat strategis karena letaknya kurang lebih 2 km dari kota Rantepao sebagai Ibukota Kabupaten Toraja Utara yang berdekatan dengan obyek wisata. Kondisi ini sangat menguntungkan karena biasanya para wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun lokal mencari hotel yang dekat dengan pusat pemerintahan, pusat perdagangan dan pusat obyek wisata.Sejak Tana Toraja dikenal sebagai daerah tujuan wisata maka banyak hotel baru dibangun di Tana Toraja seperti Torsina Hotel, Rantepao Lodge, Hotel Heritage dulu namanya Novotel sampai saat ini pembangunan hotel bertambah terus yang merupakan pesaing Hotel Misiliana sehingga perlu disusun strategi pemasaran jasa.

Sejalan dengan apa yang telah dikemukakan tersebut diatas. Maka penulis melakukan penelitian dengan judul Analisis Strategi Pemasaran Jasa Pada Hotel Misiliana Di Toraja Utara.1.2 Rumusan Masalah

Bertolak dari latar belakang yang telah diuraikan, maka yang jadi masalah pokok dalam penelitian ini adalah Bagaimana kebijakan strategi pemasaran jasa yang dilaksanakan Hotel Misiliana di Toraja Utara.

1.3 Tujuan Dan Kegunaan Penulisan1.3.1 Tujuan Penulisana. Untuk mengetahui sejauh mana strategi pemasaran dilaksanakan hotel Misiliana.b. Menganalisis faktor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) terutama dari sisi strategi pemasarannya.1.3.2 Kegunaan Penulisana. Sebagai bahan masukan untuk menjadi pertimbangan bagi manajemen perusahaan, khususnya mengenai pemasaran jasa hotel Misiliana dalam meningkatkan hunian kamar, frekuensi pemakaian Convention Hall, dan restoranb. Sebagai bahan informasi yang diharapkan berguna untuk memperkarya perbendaharaan bacaan kepustakaan dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan.c. Sebagai persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Hasanuddin Makassar.1.4 SistematikaPenulisanHasil penelitian ini dilaporkan dalam bentuk skripsi dengan sistematika penulisan sebagai berikut :

Bab Pertama, memuat pendahuluan yang berisi tentang latar belakang masalah, masalah pokok, tujuan, manfaat penulisan dan sistematika penulisan.

Bab Kedua, memuat teori-teori yang digunakan sebagai tinjauan/landasan dalam menganalisis masalah pokok yang telah dikemukakan, kerangka pikir dan hipotesis.Bab Ketiga, memuat uraian tentang metode penelitian dan berisi lokasi penelitian, rancangan penelitian, jenis dan sumber data, metode pengumpulan dataBab Keempat, berisi gambaran umum perusahaan yang diteliti menyangkut sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi dan kegiatan-kegiatan usaha perusahaan.

Bab Kelima, berisi pembahasan hasil penelitian.Bab Keenam, berisi kesimpulan dan saran-saran yang dianggap perlu dari hasil penelitian ini.BAB IILANDASAN TEORI2.1Pengertian Pemasaran

Beberapa pengertian atau pendapat yang diberikan oleh para ahli dalam bidang pemasaran mengenai definisi pemasaran. Definisi pemasaran di antara para ahli berbeda redaksinya, namun pada hakekatnya mempunyai maksud dan tujuan yang sama.

Pemasaran didefinisikan oleh AMA American Marketing Association sebagai berikut :

Pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsep pemberian harga promosi, pendistribusian ide, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan individu dan tujuan organisasi (Purnama,2004:1).

Pemasaran bukan hanya suatu bidang ilmu tetapi juga suatu keterampilan (skill) yang berperan penting dan merupakan salah satu faktor kunci yang menentukan keberhasilan bisnis.

Pemasaran adalah sebuah kegiatan untuk mempertemukan permintaan dan penawaran sehingga pembeli mendapat kepuasan dan penjual mendapat keuntungan maksimal dengan resiko sekecil-kecilnya (Spillane,1987:116).2.2Pemasaran Jasa

Pemasaran jasa adalah suatu kegiatan atau manfaat yang ditawarkan satu pihak kepada pihak lain dan merupakan barang yang tidak berwujud (intangible) serta tidak berakibat pada kepemilikan akan sesuatu (Suratno&Rismiati,2001:27).

Pada dasarnya pemasaran jasa mempunyai kesamaan dengan pemasaran barang atau produk, dan seringkali saling melengkapi antara keduanya, hanya saja yang lebih diperhatikan yang mana lebih dominan. Misalnya penjualan barang di suatu toko, kemudian barang itu diantarkan ke alamat pembeli. Ini berarti barang lebih dominan, mengatar barang berupa jasa yang peranannya lebih kecil. Sebaliknya dalam mereparasi televis, lebih dominan jasa reparasi dibandingkan dengan barang yang terjual karena reparasi itu. 2.2.1Pengertian Jasa

Definisi jasa ialah : Tindakan atau kinerja yang menciptakan manfaat bagi pelanggan dengan mewujudkan perubahan yang diinginkan dalam diri atas nama penerima (Lovelock&Wright,2005:5).

Sistem pemasaran jasa untuk hotel merupakan jasa kontak tinggi di ruang resepsionis, di kamar tamu hotel dan di restauran hotel antara karyawan dan pelanggan.

Pengertian jasa adalah setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan, produksinya dapat dikaitkan atau tidak dikaitkan pada satu produk fisik (Purnama,2004:193).

Usaha layanan jasa memiliki karakteristik yang unik sekarang membutuhkan strategi pemasaran khusus.2.2.2Ciri-ciri Jasa

Jasa memiliki empat karakteristik utama yang sangat mempengaruhi rancangan program pemasaran, yaitu:

1. Tidak berwujud (Intagibility), tidak dapat diraba, dilihat, didengar, dicium sebelum jasa dibeli, contohnya pelayanan kesehatan.

2. Tidak terpisahkan (Inseparability), umumnya jasa dihasilkan dan dikonsumsi pada saat yang bersamaan, contohnya cuci mobil.

3. Bervariasi (Variability), tergantung siapa yang menyediakan, kapan dan di mana jasa itu dilakukan, jasa sangat bervariasi, contohnya penata rambut.

4. Mudah lenyap (Perishability), jasa tidak bisa disimpan

Oleh karena itu pemasaran usaha layanan harus memperhatikan faktor Critical The Moment of Truth (Titik Kritis Pertemuan Antara Pelanggan Yang Menerima Layanan dan Pemberi Layanan).

Untuk membangun faktor Critical The Moment Of Truth diperlukan karakteristik beberapa faktor.

Gambar 2.1

Critical The Moment Of Truth

MANAJEMEN

KARYAWANKONSUMEN

Sumber : Strategic Marketing Plan, C. M. Lingga Purnama. MM hal 195

Keterangan The Moment of Truth :

1. Pemasaran ExternalSegmentasi merupakan langkah awal dalam pemasaran eksternal, yaitu membagi pasar menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil. Variabel utama segmentasi pasar berdasarkan konsep Philip Kotler adalah:

a. Segmentasi yang didasarkan pada aspek geografis, demografis, psikografis, dan perilaku

b. Penentuan target pasar, yaitu mengevaluasi dan memilih satu segmen pasar atau lebih untuk dilayani

c. Penentuan posisi pasar, yaitu suatu cara membentuk presepsi konsumen terhadap manfaat barang atau jasa

d. Pengembangan bauran pemasaran (marketing mix strategy) atau 4P (product, promotion, price dan place)

Sedangkan dalam bukunya (Lupiyoadi & Hamdani, 2009:70) untuk jasa keempat hal tersebut masih dirasa kurang mencukupi dan menambahkan tiga unsur, sehingga menjadi tujuh unsur yaitu :

1) Product (produk) : jasa seperti apa yang ingin ditawarkan.

2) Price (harga) : bagaimana strategi penentuan harga.

3) Promotion (promosi) : bagaimana promosi yang harus dilakukan.

4) Place (tempat) : bagaimana sistem penyampaian jasa yang akan diterapkan.

5) People (orang) : jenis kualitas dan kuantitas orang yang akan terlibat dalam pemasaran jasa.

6) Process (proses) : bagaiman proses dalam operasi jasa tersebut.

7) Customer service (layanan konsumen) : tingkat jasa yang bagaimana

yang akan diberikan kepada konsumen.2. Pemasaran Internal

Sebelum layanan dipasarkan kepada pelanggan, konsep layanan harus dipasarkan dahulu kepada para karyawan. Agar para karyawan tertarik untuk turut memberikan kontribusi maksimal dalam memasarkan layanan ke