makalah chd

Download makalah CHD

Post on 13-Oct-2015

34 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Makalah CHD

TRANSCRIPT

LAPORAN KASUS

LAPORAN KASUS

Laki-laki 50 tahun dengan Sesak NapasKELOMPOK IX030.09.128 Katherine Rinova

030.09.130 Khrisna Paramaartha

030.09.132 Krisna Adiyuda

030.09.134 Lailil Indah S.

030.09.136 Lina Pratiwi

030.09.138 M. Evan Ewaldo

030.09.140 Made Ayu I. W. O.

030.09.142 Marco Indrakusumah

030.09.144 Maria Ulfa Noor Alika

030.09.148 Mayandra Mahendrasti

030.09.150 Melissa Rosari Hartono

030.09.152 Meutia Mafira Rindra

030.09.154 Michelle Jansye

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI

JAKARTA

24 November 2010BAB I

PENDAHULUAN

Gagal jantung adalah kelainan fungsi jantung yang bertanggung jawab atas kegagalan jantung memompa darah dengan kebutuhan jaringan akan oksigen. Jantung mengalami kegagalan apabila berbagai mekanisme kompensasi berlebihan tetapi jantung tidak dapat mempertahankan fungsinya dengan cukup.

Gagal jantung harus dibedakan dari keadaan ketika ada kongesti sirkulasi akibat retensi air dan garam yang abnormal, tetapi tidak ada gangguan fungsi jantung saja dan penyebab non jantung dari curah jantung yang tidak adekuat, termasuk renjatan yang disebabkan oleh hipovolemia dan redistribusi volume darah. Salah satu yang bisa disebabkan oleh hipertensi yang tidak diterapi.

Dalam keadaan normal jantung dapat memenuhi cardiac output yang cukup setiap waktu, tetapi pada keadaan ini jantung mungkin dapat mengkompensasi tetapi tidak mempunyai cadangan tambahan, dan penyebab pemicu menyebabkan kemunduran fungsi jantung lebih jauh lagi.

BAB II

LAPORAN KASUS

Kasus Sesi I

Saudara seorang dokter sedang bertugas jaga malam di UGD. Datang Tn. Abu, 50 tahun, dengan keluhan terbangun dari tidur karena sesak nafas.

Sesak nafas saat aktivitas fisik sudah dirasakan sejak beberapa hari sebelumnya. Aktivitas terbatas karena cepat capai. Sering batuk, kadang dahak berwarna kemerahan. Sesak nafas berkurang bila istirahat. Saat ini tidur tidak bisa terlentang.

Anamnesis lanjutan didapatkan Tn. Abu menderita hipertensi sejak lama. Tidak pernah minum obat karena merasa tidak ada keluhan. Tidak pernah ada keluhan sakit dada.

Pada pemeriksaan fisik didapat:

Tampak sesak, posisi duduk

TD: 200/110 mmHg

HR: 120 x/ menit, tidak teratur

N: irama dan pengisian tidak teratur

RR: 28 x/menit

JVP: 5+4 cm

A. carotis pulsasi tidak teratur, thrill (-), bruit (-), struma (-)

Ictus pada ICS VI, 2 jari lateral garis midclavicularis kiri. Aktivitas apeks meningkat. S1-S2 irreguler. Pansystolic murmur Grade III/6 dengan punctum maksimum di apeks, menjalar ke axilla. S3 gallop +.

Ronki basah pada seluruh lapang kedua paru.

Hepatomegali 2 jari bac. Lien tidak teraba. Ascites (-)

Edema pretibial +/+

Kasus Sesi II

EKG dan Foto thorax

Laboratorium klinik yang diperiksa:

Hb

: 12 g%

Leukosit: 9000/

Hematokrit: 40%

Ureum

: 40 mg/dl

Kreatinin: 1,00 mg/dl

GDS

: 110 mg/dl

Chol total: 250 mg/dl

LDL

: 180 mg/dl

HDL

: 40 mg/dl

Trigliserida: 175 mg/dl

Echocardiogram

Dilatasi LA. Dilatasi LV dan hipertrofi miokardium LV

Ejection fraction (fungsi sistolik LV) menurun

Gangguan relaksasi LV

Regurgitasi aliran darah dari LV ke LA saat sistolik

Anda melakukan tata laksana awal sebagai berikut:

Bed rest, posisi duduk

Oksigen simple mask 10 L/menit

ISDN 5mg sublingual dilanjutkan ISDN IV dimulai 10 mg/menit dititrasi naik sesuai klinis

Captopril 3x25 mg

Furosemid IV 60 mg

BAB III

STATUS PASIEN

I. IDENTITAS PASIEN

Nama

: Tuan AbuUmur

: 50 tahun

Jenis kelamin

: Laki-laki

Agama

: -

Pekerjaan

: -

Alamat

: -

Asal

: -

Pendidikan terakhir

: -

Tanggal berobat

: -

II. ANAMNESIS Keluhan Utama

: keluhan terbangun dari tidur karena sesak nafasRiwayat Penyakit Sekarang : Sesak nafas saat aktivitas fisik sudah dirasakan sejak beberapa hari sebelumnya. Aktivitas terbatas karena cepat capai. Sering batuk, kadang dahak berwarna kemerahan. Sesak nafas berkurang bila istirahat. Saat ini tidur tidak bisa terlentang. Tn. Abu menderita hipertensi sejak lama. Tidak pernah minum obat karena merasa tidak ada keluhan. Tidak pernah ada keluhan sakit dada. Riwayat Penyakit Dahulu : - Riwayat Alergi

: - Riwayat Penyakit Keluarga: - Riwayat Pengobatan

: Tidak pernah minum obat karena merasa tidak ada keluhan Riwayat Kebiasaan

: -III. PEMERIKSAAN FISIKStatus Generalis 1. Tanda vital

a. Nadi

: 120x/menit

b. Tekanan darah

: 200/110 mmHg

c. Pernapasan

: 28x/menit

d. Suhu

: -2. Pengukuran

a. Berat badan

: -

b. Tinggi badan

: -

c. Lingkar pinggang

: -

3. Status Mental

a. Kesadaran

: compos mentis

b. Kesan sakit

: sakitc. Penampilan pasien : tampak sesak pada posisi duduk4. Kulit 5. Kelenjar getah bening 6. Kepala dan wajah 7. Leher

a. Kelenjar thyroid

: struma (-)b. Trachea

: -

c. Tekanan vena jugularis : 5+4 cm

d. Arteri carotis

: pulsasi (-), thrill (-), bruit (-)8. Thorax

a. Jantung

i. Ictus cordis

: ICS VI; 2 jari lateral midclavicularis sinistra

ii. Aktivitas apeks: meningkat iii. S1-S2

: irreguleriv. Sistolik Murmur: grade III/6

v. Punctum maksimum: menjalar ke axilla

vi. S3 gallop

: +

b. Pulmo

i. Ronki basah

: ada9. Abdomen

a. Hepar

: teraba 2 jarib. Lien

: tidak terabac. Ascites

: tidak ada10. Urogenital

11. Genitalia eksterna

12. Anus dan rectum

13. Ekstremitas

: edema pretibial dekstra sinistraIV. PEMERIKSAAN PENUNJANG

EKG

Foto thorax

Laboratorium klinik Echocardiogram V. DIAGNOSIS KERJA

a. Diagnosis etiologi: penyakit jantung hipertensib. Diagnosis anatomi: Dilatasi LA. Dilatasi LV dan hipertrofi miokardium LVc. Diagnosis fisiologi: congestive heart failure, aritmiad. Diagnosis fungsional: NYHA IIIVI. DIAGNOSIS BANDING Mitral stenosisVII. PENATALAKSANAAN

1. Bed rest, posisi duduk

2. Oksigen simple mask 10 L/menit

3. ISDN 5mg sublingual dilanjutkan ISDN IV dimulai 10 mg/menit dititrasi naik sesuai klinis4. Captopril 3x25 mg5. Furosemid IV 60 mg

VIII. PROGNOSIS Ad vitam

: dubia ad bonamAd sanationam: dubia ad malam

Ad fungtionam: dubia ad malam

BAB IV

PEMBAHASANI. Pembahasan Masalaha. Permasalahan yang didapat dari anamnesis

Keluhan terbangun dari tidur karena sesak nafas -> PND (paroksismal dispnea nocturnal)Istilah ini merujuk pada serangan napas berat dan batuk yang umumnya terjadi pada malam hari, sering kali membangunkan pasien dari tidur. Hal ini disebabkan karena depresi pusat pernapasan selama tidur yang mungkin mengurangi ventilasi yang cukup untuk menurunkan tegangan oksigen arteri, terutama pada pasien dengan edema paru interstisial dan berkurangnya kelenturan paru. Elevasi diafragma pada posisi tidur juga mempengaruhi proses ini ditambah fungsi ventrikel lebih terganggu pada malam hari karena berkurangnya ragsangan adrenergic (saraf simpatis(menaikan curah jantung) pada fungsi miokardium. 1 Sesak nafas saat aktivitas fisik (dyspnoe on effort)

DOE merupakan gradasi sesak nafas akibat agagl jantung kiri. Ketika aktivitas fisik meningkat terjadi kenaikan kontraksi otot skelet dan menyebabkan venous return meningkat. Venous return yang meningkat ( tekanan di pulmonalis meningkat pula dan menyebabkan sesak nafas.

Aktivitas terbatas karena cepat capai

Kelelahan atau kepenatan. Jika jantung tidak efektif memompa, makaaliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang,menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkalibersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangiaktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian daripenuaan.Asam laktat menumpuk karena aktivitas tubuh yang keras tanpa diiringi pasokan oksigen yang cukup sehingga otot mengambil bahan bakar dari glukosa yangdisimpan tubuh. Pemecahan glukosa oleh tubuh menimbulkan penumpukan asam laktat yang menimbulkan nyeri dan kelelahan.

Kontraksi otot bergantung pada produksi ATP dari salah satu dari tiga sumber:

1. Kreatinin fosfat yang disimpan di otot

2. Fosforilasi oksidatif bahan makanan yang disimpan atau dikirimkan keotot

3. Gikolisis anaerob

Apabila terjadi kekurangan pasokan oksigen karena gagal jantung, saat aktivitas otot mulai semakin mengandalkan glikolisis anaerob. Glikolisis anaerob menghasilkan ATP dalam jumlah terbatas dari metabolisme glikogen otot dan glukosa darah yang bersirkulasi. Otot yang menggunakan glikolisis anaerob untuk sebagian besar produksi ATP nya dengan cepat mengalami keletihan. Keletihan otot dapat diperkirakan secara eksperimental akibar deplesi glikogen yang disimpan di otot. Asam laktat adalah produk sampingan glikolisis anaerob dan dapat tertimbun di otot dan darah pada kontraksi otot yang intens berkepanjangan sehingga menimbulkan keletihan. 2 Sering batuk, kadang dahak berwarna kemerahan.

Batuk merupakan symptom (keluhan) yang sering pada kelainan jantung dan paru. Kelainan kardiovaskular yang menyebabkan batuk di antaranya tekanan V. pulmonalis yang tinggi pada gagal jantung kiri atau pada mitral stenosis yang biasa terjadi pada malam hari.