undercarriage 2

Download Undercarriage 2

Post on 12-Apr-2016

171 views

Category:

Documents

59 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

undercarriage

TRANSCRIPT

  • PT. UNITED TRACTORS TbkTC SANGATTA

    UNDERCARRIAGE

  • KATA PENGANTARPENDAHULUANDAFTAR ISI

    BAB I. FINAL DRIVEA. SINGLE REDUCTION ROTATED DRIVE SHAFT. I - 2 - 9B. SINGLE REDUCTION FIXED DRIVE SHAFT I - 3 - 9C. DOUBLE REDUCTION..... I - 4 - 9D. PLANETARY GEAR TYPE RIGIDI - 6 - 9E. PLANETARY GEAR TYPE SEMI RIGID. I - 7 - 9

    BAB II. UNDERCARRIAGEA. KLASIFIKASI KERANGKA BAWAH.. II - 1 - 33B. KOMPONEN UTAMA UNDERCARRIAGE. II - 3 - 33

    1. Track Frame. II - 3 - 332. Roller II - 6 - 333. Front Idler.II - 14 - 334. Recoil Spring....II - 17 - 335. SprocketII - 21 - 336. Track Link II - 22 - 337. Track Shoe... II - 28 - 338. Equalizing Beam.. II - 31 - 339. Guard II - 32 - 33

    BAB III. MEASUREMENTA. ALAT - ALAT UKUR KOMPONEN

    UNDERCARRIAGE.III- 1 - 151. Multi Scale... III- 2 - 152. Out Side Caliper... III- 5 - 153. Sprocket Wear Gauge... III- 5 - 15

    B. METODE PENGUKURAN. III- 7 - 15C. PEMERIKSAAN.. III- 9 - 15

    1. Percent Worn Chart.. III- 9 - 152. Hour Left Chart III- 12 - 153. Perhitungan Tanpa Hour Left Chart.III- 14 - 15

    D. REBUILD DAN REPLACE ....III- 15 - 15

    BAB IV. GRAFIK WEAR RATE DAN OPERATING HOURSA. LINK PITCH DAN CARRIER ROLLER... III- 1 - 5B. BUSHING OUTSIDE DIAMETER DAN LINK HEIGHT. III- 2 - 5C. GROUSER HEIGHT.... III- 3 - 5D. IDLER...III- 4 - 5E. TRACK ROLLER.... III- 5 - 5

    TABEL KEAUSANSPECIAL TOOLSTROBLE SHOOTING

    D A F T A R I S I

  • BAB V. PERCENT WORN TABLEA. D 85 ESS 2 V - 1 - 5B. D 85 ESS 1 V - 2 - 5C. PC 200 LC 2 ..V - 4 - 5

    BAB VI. SPECIAL TOOLSA. MEMBUKA SPROCKET... VI- 1 - 10B. MEMASANG SPROCKET. VI- 3 - 10C. MEMBUKA SPROCKET HUB...VI- 5 - 10D. MEMASANG SPROCKET HUB.VI- 7 - 10E. MEMBUKA DAN MEMASANG TRACK.VI- 9 - 10

    Traning centre Department PT United Tractors, Tbk

    D A F T A R I S I

  • Normalnya, komponen-komponen pada bulldozer yang mengalami keausan yang besar adalah perlengkapan kerja dan kerangka bawah.Keausan pada bagian kerangka bawah dapat digolongkan dalam komponen besarpada bulldozer yang mendapat perhatian besar terhadap biaya perawatan. Hal terpenting bagaimana mengurangi biaya yang dipergunakan akibat keausan bagiankerangka bawah dan melakukan perawatan ataupun perbaikan, karena keausanpada kerangka bawah tercatat besar bagiannya pada bulldozer dan biayaperawatannya.

    Gambar di atas menunjukkan biaya perbaikan kerangka bawah tercatat 60% daribiaya total perbaikan unit bulldozer.

    Gambar di atas menunjukkan biaya perbaikan kerangka bawah tercatat lebih besar45% dari biaya total perbaikan unit Excavator.Jadi dengan mengurangi biaya perbaikan untuk kerangka bawah banyak halkemungkinan, yang jelas biaya perbaikan kerangka bawah akan menjadi turun

  • Susunan roda gigi penggerak akhir adalah pegurang kecepatan yang biasanyadiperlengkapi dengan satu atau dua set roda gigi lurus dan pinion boss roda gigipenggerak akhir.Prinsip yang dipergunakan pada transmisi dimana kecepatan rotasi dikurangi danmomen puntir ( torque ) ditambah oleh sejumlah roda gigi yang dipergunakan padapenggerak akhir.

    Masing-masing bak penggerak akhir ( final drive case ) dipasang melebar keluardari bak roda gigi tirus ( bevel gear case ) pada masing-masing sisi. Denganmemilih perbandingan kecepatan yang tepat momen puntir ( Torque ) sebelum kepenggerak akhir ( final drive ) dapat diperkecil. Dengan demikian, transmisi yang sama, poros roda tirus ( bevel gear shaft ) dan lain-lain dapat dipergunakan yang sama pada berbagai jenis model mesin.

    Roda gigi penggerak akhir ( final Drive gears ) dapat dihadapkan pada tekananpermukaan yang besar disebabkan oleh beban goncangandan benturan ( shock and impact loads ), yang mana memerlukan perhatian ekstra untuk seleksi oli pelumasdan mencegah masuknya benda asing ke dalam bak penggerak akhir ( final drive cases ).

    Perbandingan reduksi normal berada diantara 1/9 sampai 1/12 untuk perbandinganreduksi yang lebih kecil dipergunakan sistem reduksi tunggal ( single reduction system ). Untuk perbandingan reduksi yang besar dipergunakan sistem reduksiganda atau sistem roda gigi planet. ( Double reduction system or planetary gear system ).

    Jenis-jenis penggerak akhir :

    1. Single reduction final drive shaft ikut berputar ( D31A - 17, D319Q - 17 ).

    2. Single reduction fixed final drive shaft ( D20S - 1,2,3 s/n 7 - 478 ).

    3. Double reduction ( D50/53A - 17, D75S - 5, D80/85A - 21, D150/155A - 2 ).

    4. Planetary gear type rigid ( D355A - 3, D455A - 1 ).

    5. Planetary gear type semi rigid (D2675A - 2, D375A - 2, D475A - 2 ).

  • A.SINGLE REDUCTION ROTATED DRIVE SHAFT ( D31S - 17 ).

    Gbr I - 1. Single Reduction Rotated Final Drive Shaft ( D31S - 17 ).

    1. Sprocket 12.Plane bearing2. Steering case 13.Pinion3. Final drive case 14.Retainer4. Cover 15.Flange6. Hub 16.Nut7. Nut 17.Oil seal8. Dowel pin 18.Nut9. Nut 19.Driven gear10.Floating seal 20.Final drive shaft11.Cover

    Penggerak akhir (final drive) tipe reduksi tunggal (single reduction) dengan rodagigi lurus (spur gear) tenaga penggeraknya dari kopling stir (steering clutch), disalurkan ke pinion (13) melalut tromol rem (brake drum) dan flange (15). Tenaga gerak kemudian disalurkan ke sprocket (1) melalui pinion (13), roda gigipemutar (drive gear) (19), poros penggerak akhir (final drive shaft) (20}, dan. hub (6) demikianlah urutannya. Hub (6) dipress duduk poros penggerak akhir (final drive shaft) (20).

  • B.SINGLE REDUCTION FIXED DRIVE SHAFT ( D20S - 1,2,3 s/n 7 - 478 ).

    1. Collar 2. Bearing Cage 3. Bearing 4. Collar5. Washer 6. Nut7. Cover 8. Bushing 9. Bearing 10. ring 11. Nut 12. Hub

    Gbr I - 2. Single Reduction Fixed Final Drive Shaft ( D20S - 1,2,3 s/n 7 - 478 ).

  • C.DOUBLE REDUCTION ( D50/D53, D60/D65, D7ES - 5, D80/D85, D150/D155 ).

    Gbr I - 3. Double Reduction ( D50/D53, D60/D65, D7ES - 5, D80/D85, D150/D155 ).

    Model D150, 155 A menggunakan metode reduksi dua langkah dengan memakairoda gigi lurus ( spur gears ) dan pelumasan bilas dengan memanfaatkan rotasidari roda gigi. Tenaga dari poros steering system disalurkan melalui clutch outer drum ( brake drum ) ke final drive flange ( 1 ), memutar primary pinion ( 3 ). Padaflange primary berhubungan dengan primary gear ( 35 ), memutar secondary pinion ( 34 ) pada gear shaft tenaga disalurkan lebih lanjut dari secondary pinion. Dengan mempengaruhi kecepatan reduksi pada saat yang sama.

    Berhubung karena konstruksinya, dimana secondary gear dibautkan pada final drive hub ( 27 ) ke dalam sprocket boss ( 11 ) dipresskan dalam bentuk taper spline ( alur tirus ), rotasi dari secondary gear berputar menjadi putaran sprocket boss.

    Final drive case ( 38 ) berfungsi sebagai tanki oli pelumas untuk masing-masinggear. Bagian - bagian yang berputar meluncur dari sprocket diperlengkapi denganfloating seals ( 19 ) dan ( 22 ) untuk mencegah kemasukan debu atau lumpur danoli bocor.

  • Gbr I - 4. Double Reduction.

    1. Final drive flange 11.Sprocket nut 21. Bearing2. Bearing 12.Stopper 22. Floating seal3. Primary pinion 13.Sprocket boss 23. Guard

    ( 12 teeth ) 14.Sprocket support 24. Color4. Bearing 15.Cover 25. Secondary gear5. Cover 16.Nut ( 55 teeth )6. Bearing 17.Washer 26. Bolt7. Cover 18.Bushing 27. Sprocket hub8. Cover 19.Floating seal 28. Bearing9. Segment teeth 20.Retainer10.Nut

  • D. PLANETARY GEAR TYPE ( D355A - 3, D455A - 1 ).

    1. Cover 11. Final drive pinion 21. Floating seal2. Support 12. Bearing cage 22. Drum3. Snap ring 13. Pinion hub 23. Sprocket4. Carrier 14. Sprocket shaft 24. Sun gear5. Bearing 15. Steering case 25. Bearing cage6. Ring gear 16. Hub 26. Floating seal7. Planetary gear shaft 17. Final drive gear 27. Bush8. Flange 18. Guard 28. Collar9. Case cover 19. Shaft 29. Nut10. Anchor 20. Guard

    Gbr I - 5. Planetary Gear type Rigid ( D355A - 3, D455A - 1 ).

  • E. PLANETARY GEAR TYPE SEMI RIGID ( D175A - 1, D275A - 2, D375A - 2, D475A - 2 ).

    Gbr I - 6. Planetary Gear Type Semi Rigid. ( D175A - 1, D275A - 2, D375A - 2, D475A - 2 ).

    Penjelasan Umum.

    Sistem reduksi satu tingkat yang mempergunakan roda gigi lurus ( spur gears ) dan yang lain mempergunakan roda gigi planet ( planetary gears ). Sistempelumasannya mempergunakan roda gigi untuk membilaskan oli di dalam bakpenggerak akhir untuk melumasi seluruh bagian dalam dari bak penggerak akhir.

    Bagian-bagian yang berotasi dan meluncur dari sprocket memiliki floating seals ( penyekat ngambang ) ( 19 ) untuk mencegah kotoran masuk ke dalam darisebelah luar dan mencegah oli bocor.

    Diantara inner body ( tubuh dalam ) ( 15 ) dan outer body ( tubuh luar ) ( 13 ) darisprocket dan sprocket boss ( 12 ), di sana terdapat rubber bushing (20 ) dipasangdengan jarak yang sama sekeliling lingkaran pada 10 tempat dimasing-masingsisi. Rubber bushing ini berbentuk silinder dengan konstruksi terdiri dari dua lapis yang dibuat dari logam dan karet. Rubber bushing berubah bentuk ketikamendapat gaya dari luar misalnya gaya impact atau tarikan drawbar ketikasedang beroperasi. Hal ini mengurangi beban pada komponen penggerak akhir( final drive ). Sebagai tambahan, seal ( penyekat ) ( 14 ) dipasang untukmemisahkan rubber bushing ( 20 ) sepenuhnya dari sisi luar untuk mencegahmasuknya kotoran atau air dari sebelah luar.

  • Gbr I - 7. Planetary Gear Type Semi Rigid.

    1. Bearing cage 13.Outer body2. Final drive case 14.Seal3. No.1 pinion ( 17 teeth ) 15.Inner body4. No.1 gear hub 16.Cover5. No.1 gear ( 80 teeth ) 17.Hub6. Cover 18.Carrier7. Ring gear ( 69 teeth ) 19.Floating seal8. Planet gear ( 25 teeth ) 20.Rubber bushing9. Cover 21.Wear guard10.Sun gear ( 19 teeth ) 22.Shaft11.Teeth 23.Boss12.Sprocket boss 24.Pivot shaft

  • Gbr I - 8. Cara Kerja Planetary System.

    Pemindahan dari Gaya Gerak.

    Gaya gerak dari bever gear shaft dan steering clutc

View more >