aplikasi filterisasi dengan cartridge anion kation terintegrasi

Download Aplikasi Filterisasi Dengan Cartridge Anion Kation Terintegrasi

Post on 08-Jun-2015

2.197 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

APLIKASI FILTERISASI DENGAN MENGGUNAKAN CARTRIDGE ANION KATION TERINTEGRASI

MAKALAHDisampaikan Pada : Indonesian Aquaculture 2008 Hotel Inna Yogyakarta, 17 20 November 2008Oleh :ROMI NOVRIADI ( Pengawas PHPI ) MUH. KADARI ( Perekayasa ) MANJA M.B ( Perekayasa ) SANAAN ( Pranata Humas )

DEPARTEMEN KELAUTAN DAN PERIKANAN DIREKTORAT JENDERAL PERIKANAN BUDIDAYA BALAI BUDIDAYA LAUT BATAM 2008

APLIKASI FILTERISASI DENGAN MENGGUNAKAN CARTRIDGE ANION KATION TERINTEGRASI Romi Novriadi*, Muh Kadari, Manja Meyky Bond, Sanaan Balai Budidaya Laut Batam Jl. Barelang Raya Jembatan III, Pulau Setokok-Batam PO BOX 60 Sekupang, Batam 29422 E-mail : Romi_bbl@yahoo.co.id, HP: 081361304552 Abstrak Degradasi lingkungan akibat adanya pencemaran baik dari limbah industri, pemukiman, dan akumulasi dari kegiatan budidaya perikanan dapat berpengaruh negatif terhadap keberlanjutan produktivitas perikanan itu sendiri. Oleh karna itu sangat perlu dilakukan usaha perbaikan untuk menghasilkan tingkat kualitas air yang lebih baik. Salah satu teknik yang telah dilakukan adalah dengan menggunakan cartridge anion kation terintegrasi didalam sistem filterisasi air. Fungsi dari cartridge ini adalah untuk melakukan pertukaran ion dengan proses dimana ion-ion yang terjerap pada suatu permukaan media filter ditukar dengan ionion lain yang berada dalam air. Proses ini dimungkinkan melalui suatu fenomena tarik menarik antara permukaan media bermuatan dengan molekulmolekul bersifat polar sehingga dapat diberlakukan untuk menjernihkan air dari partikel-partikel berukuran molekuler yang tidak dapat diproses secara mekanik atau biologi. Selain cartridge, filterisasi ini juga dilengkapi dengan penambahan zeolit, manganeese geen sand, arang aktif dan bioball. Parameter yang diamati adalah kekeruhan (turbidity), keberadaan unsur Nitrogen (NO2, NO3, NH3 dan NH4), Total Dissolved Solid, Total Suspended Solid serta kesadahan air. Hasil analisa menunjukkan bahwa system cartridge terintegrasi ini dapat mereduksi jumlah unsure-unsur Nitrogen yang bersifat toksik seperti Amoniak (NH3) dan Nitrat hingga 80% dari air sumber dan mengurangi partikel yang tersuspensi dan terlarut sehingga air yang dihasilkan menjadi jernih dengan tingkat turbidity 0,01 0,09 NTU. Keseluruhan sistem sangat aplikatif dan ekonomis bila diterapkan di masyarakat. Kata kunci : Pencemaran, Kualitas Air, Anion Kation

I. PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Penyakit pada ikan merupakan salah satu masalah yang sering dijumpai dalam usaha budidaya ikan. Di Indonesia telah diketahui ada beberapa jenis ikan baik ikan air tawar, air payau maupun air laut. Beberapa diantaranya sering menimbulkan wabah penyakit serta menyebabkan kegagalan dalam usaha budidaya ikan Adanya penyakit ikan erat hubungannya dengan lingkungan dimana ikan itu berada. Untuk itu dalam pencegahan dan pengobatan penyakit ikan, selain dilakukan pengamatan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan timbulnya penyakit ikan tersebut juga dilakukan pengendalian terhadap lingkungan media hidup ikan yakni air pemeliharaan. Pengelolaan sumberdaya air sangat penting, agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dengan tingkat mutu yang diinginkan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemantauan dan interpretasi data kualitas air, mencakup kualitas fisika, kimia maupun biologi. Namun sebelum melangkah pada tahap pengelolaan, diperlukan pemahaman yang baik tentang terminologi, karakteristik, dan interkoneksi parameter-parameter kualitas air. Berdasarkan data analisa kualitas air yang dimiliki oleh penulis, terdapat kecenderungan menurunnya kualitas lingkungan perairan Balai Budidaya Laut Batam, khususnya untuk parameter Nitrogen ( Nitrit, Nitrat, Amoniak), Sulfida, Posfat, Oksigen terlarut, dan kekeruhan air. Kecenderungan Degradasi Lingkungan ini diasumsikan berasal dari akumulasi limbah buangan budidaya sebagai salah satu penyumbang unsur N dan P melalui feces dan sisa pakan. Selain hal tersebut tekstur substrat dasar perairan yang terdiri atas lumpur menyebabkan banyaknya partikel terlarut dan tersuspensi di dalam air, sehingga media pemeliharaan menjadi lebih cepat kotor. Permasalahan lingkungan ini masih ditambah dengan buangan limbah rumah tangga, industri dan pertambangan. Sebagai salah satu pusat Industri, Batam tentunya menghasilkan limbah dalam jumlah yang cukup besar. Dan seperti telah diketahui secara umum banyak industri yang membayar nelayan untuk membawa limbah tersebut dan kemudian membuangnya di tengah lautan. Oleh karena itu, dengan dibarengi semangat yang tinggi untuk menghasilkan air yang segar bagi komoditas perikanan, telah dilakukan serangkaian ujicoba sistem filterisasi untuk mereduksi jumlah limbah/ kotoran perairan baik yang terlarut maupun yang tersuspensi. Salah satunya adalah dengan menggunakan sistem filterisasi dengan anion kation terintegrasi. Jikalau biasanya resin ion merupakan bahan filter lanjutan, namun pada perekayasaan ini dicoba untuk menjadikan anion kation sebagai filter pendahuluan. Tujuan utamanya adalah untuk mengikat partikel-partikel terlarut terlebih dahulu kemudian diharapkan dapat mengendap pada anion kation yang pada akhirnya kerja bahan filter selanjutnya menjadi lebih ringan.

I.2 Perumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas, masalah yang ingin dijawab dalam perekayasaan ini adalah : 1. Bagaimana sistem filterisasi yang tepat untuk mengelola sumber daya air agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan bagi budidaya perikanan. 2. Bagaimana efektivitas anion kation jika diletakkan sebagai filter pendahuluan 3. Bagaimana relevansi kualitas air yang dihasilkan oleh sistem filterisasi dengan Baku Mutu Untuk Biota Laut berdasarkan Kep.Men LH No.54/2004. I.3 Hipotesis Diduga bahwa akumulasi kegiatan budidaya, kegiatan rumah tangga, industri dan pertambangan telah menyebabkan degradasi lingkungan perairan sehingga diperlukan sistem filterisasi untuk meningkatkan kualitas perairan. I.4 Tujuan Perekayasaan ini bertujuan untuk : 1. Mengetahui pengaruh penggunaan filterisasi anion kation terintegrasi terhadap kandungan partikel Nitrogen didalam air. 2. Mengetahui pengaruh penggunaan filterisasi anion kation terintegrasi terhadap tingkat kekeruhan didalam air. 3. Menghasilkan teknologi aplikatif bagi masyarakat pelaku budidaya ikan.

II. TINJAUAN PUSTAKA Indonesia yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia (81.000 km) setelah Kanada dan kekayaan alam laut yang besar dan beranekaragam telah menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang berpotensi besar dalam bidang perikanan. Namun, seperti halnya kondisi perikanan yang terjadi saat ini diseluruh dunia, kondisi perikanan tangkap di Indonesia juga semakin menurun dari tahun ke tahun sehingga hal ini mendorong upaya peningkatan aktivitas di bidang perikanan budidaya ikan. Saat ini, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau permintaan terhadap benih ikan tiap tahunnya terus meningkat, bahkan hingga mencapai 10 juta benih/tahun. Hal ini merupakan sebuah peluang sekaligus tantangan dalam meningkatkan produksi benih untuk mencukupi kebutuhan masyarakat pembudidaya. Keseluruhan proses produksi ini akan sangat bergantung pada kondisi lingkungan dalam hal ini air yang merupakan media hidup ikan, agar dapat terus optimal dalam mendukung produksi budidaya perikanan. Usaha mencukupi kebutuhan produksi ikan dunia secara langsung berdampak pada meningkatnya usaha budidaya ikan intensif yang bercirikan tingginya tingkat kepadatan ikan dan pemberian pakan buatan. Kedua hal ini mengakibatkan adanya sisa pakan yang tidak termakan dan buangan feses ikan peliharaan dimana bahan-bahan sisa pakan dan feces ini dimanfaatkan oleh plankton dan akibatnya pertumbuhan alga meningkat (blooming plankton). Dalam proses pertumbuhannya, plankton ini membutuhkan oksigen (asimilasi) dan plankton yang melimpah ini akan menguras ketersediaan oksigen di perairan. Oksigen sangat diperlukan oleh bakteri untuk dapat menguraikan buangan sisa pakan dan nitrogen menjadi senyawa yang bermanfaat. Namun pada kondisi oksigen yang terbatas, bakteri pengurai akan menghasilkan senyawa pengurai seperti amonia dan nitrit yang bersifat racun terutama pada ikan yang dibudidayakan baik di KJA maupun di tambak. Beberapa Solusi dan Pendekatan. Kekhawatiran yang mendalam akan hancurnya lingkungan perairan budidaya yang secara langsung mengakibatkan menurunnya produksi perikanan dunia maka sudah sepatutnya para ahli dan pemegang kebijakan perikanan untuk berusaha semaksimal mungkin mencari solusi pemecahannya. Beberapa pendekatan yang bisa dilakukan untuk menuju usaha budidaya yang berkelanjutan antara lain adalah : 1. Memperluas usaha budidaya ikan non-karnivora 2. Mengurangi penggunaan tepung ikan dan minyak ikan dalam pakan dengan mencari sumber-sumber protein dan minyak selain ikan (Naylor,dkk,2001) 3. Usaha mengurangi buangan limbah ke perairan melalui pengadaan pakan dan ikan ramah lingkungan. Dan salah satu solusi juga yang dapat ditawarkan oleh Balai Budidaya Laut Batam oleh unit Perekayasa adalah sistem filterisasi khususnya ditingkat

Hatcherry dan Nursery untuk mengoptimalkan produksi perikanan. 1. Menggalakkan usaha budidaya ikan non-karnivora Jenis ikan herbivora yang dibudidayakan mendominasi dari sekitar 19Mt produksi ikan budidaya dunia. Ikan mas dan kerang-kerangan laut menghasilkan lebih dari 75% produksi budidaya ikan dunia terkini, dan jenis tilapia, bandeng dan jenis ikan lele hanya menyumbang sekitar 5%. Akan tetapi kekuatan pasar dan kebijakan pemerintah pada banyak negara mengutamakan produksi jenis ikan karnivora, seperti udang dan kakap. Secara menyeluruh, jenis ikan ini hanya mewakili 5 % ikan budidaya dalam produksinya, tetapi nilai jualnya hampir mendekati 20% pendapatan. Selanjutnya penggunaan tepung ikan dan minyak ikan pada budidaya ikan mas dan tilapia meningkat khususnya pada negara-negara Asia dimana diterapkan sistem budidaya intesif yang mengakibatkan meningkatnya penggunaan lahan dan sumberdaya air. Meningkatnya b