bab i reaksi pengenalan kation gol ii revisi

Download Bab i Reaksi Pengenalan Kation Gol II Revisi

Post on 20-Sep-2015

226 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

praktikum kimia analisis

TRANSCRIPT

BAB IPRAKTIKUM REAKSI PENGENALAN KATION GOLONGAN I

I. TUJUAN1. Mahasiswa dapat mengenali reaksi-reaksi identifikasi kation-kation golongan I zat anorganik.2. Mahasiswa dapat menjelaskan perubahan-perubahan yang terjadi dalam setiap reaksi identifikasi kation golongan I.3. Mahasiswa dapat menuliskan persamaan-persamaan reaksi yang terjadi.

II. DASAR TEORIUntuk tujuan analisis kualitatif sistematik, kation-kation diklasifikasikan dalam lima golongan berdasarkan sifat-sifat kation itu terhadap beberapa reagensia. Dengan memakai reagensia, dapat kita tetapkan ada tidaknya golongan-golongan kation, dan dapat memisahkan golongan-golongan ini untuk pemeriksaan lebih lanjut. Reagensia golongan yang dipakai untuk klasifikasi kation yang paling umum adalah asam klorida, hidrogen sulfida, amonium sulfida, dan amonium karbonat. (Vogel, I, hal. 203)Berdasarkan karakteristik kation terhadap reagensia, analisis kualitatif pada kation diklasifikasikan ke dalam lima golongan:1. Golongan I, membentuk endapan dengan HCl encer. Kation golongan ini adalah timbal (Pb2+), merkurium (I) (Hg22+), dan perak (Ag+).2. Golongan II, membentuk endapan dengan H2S dalam suasana asam mineral encer. Kation golongan ini adalah merkurium (II), tembaga, bismuth, cadmium, arsenic (III) dan (IV), stibium (III) dan (V), timah (II), (III) dan (IV). Keempat ion pertama merupakan sub golongan IIA dan keenam yang terakhir sub golongan IIB, sementara sulfida dari kation dalam golongan IIA tak dapat larut dalam ammonium polisulfida, sulfida dalam golongan IIB justru dapat larut.3. Golongan (III), membentuk endapan dengan (NH4)2S dalam suasana netral atau amoniakal. Kation golongan ini adalah kobalt (II), nikel (II), besi(II) dan (III), kromium (III) alumunium, zink, serta mangan (II).4. Golongan IV, membentuk endapan dengan (NH4)2CO3 dengan adanya NH4Cl dalam suasana netral atau sedikit asam. Kation golongan ini adalah kalsium, strantium, dan barium.5. Golongan V, kation-kation yang umum, yang tidak bereaksi dengan reagensia-reagensia golongan sebelumnya, merupakan golongan kation yang terakhir, yang meliputi ion-ion magnesium, natrium, kalium, amonium, litium, dan hidrogen.(Vogel, I, hal. 203-204)Kation golongan pertama, membentuk klorida-klorida yang tak larut. Namun, timbel klorida sedikit larut dalam air, dan karena itu timbel tidak pernah mengendap dengan sempurnabila ditambahkan asam klorida encer kepada suatu cuplikan. Ion timbel yang tersisa itu diendapkan secara kuantitatif dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam bersama-sama kation golongan kedua. (Vogel, I, hal. 205)Nitrat dari kation-kation ini sangat mudah larut. Diantara larut jauh lebih banyak. Kelarutan merkurium(II) sulfat terletak diantara kedua zat di atas. Bromida dan iodida juga tidak larut sedangkan pengendapan timbel halida tidak sempurna dan endapan itu mudah sekali melarut dalam air panas. Sulfida tidak larut. Asetat-asetat lebih mudah larut meskipun perak asetat bisa mengendap dari larutan yang agak pekat. Hidroksida dan karbonat akan diendapkan dengan reagensia yang jumlahnya ekuivalen, tetapi kalau reagensia berlebihan, ia dapat bertindak dengan bermacam-macam cara. Juga ada perbedaan dalam sifat zat ini terhadap amonia. (Vogel, I, hal. 205)Contoh reaksi dari ion timbel (II) dengan asam klorida encer, akan menghasilkan endapan putih :Pb2+ + 2Cl- PbCl2(Vogel, I, hal. 207)Endapan larut dalam air panas, tetapi memisah lagi sebagai kristal-kristal yang panjang seperti jarum setengah dingin. Ia juga larut dalam klorida pekat atau kalium klorida pekat, dimana terbentuk ion tetrakloroplumbat (II).PbCl2 + 2Cl- [PbCl4]2-(Vogel, I, hal. 207)0. Reaksi-reaksi dari ion perak (I)a. Dengan asam klorida encer (atau klorida-klorida yang larut): endapan putih perak klorida.Ag+ +Cl- AgCl(Vogel, I, hal. 217)Kemudian terdapat reaksi-reaksi dari hasil endapan putih perak klorida:1. (hv)Penyinaran dengan cahaya matahari atau ultraviolet menguraikan endapan perak klorida yang menjadi abu-abu atau hitam karena terbentuknya logam perak. 2AgCl 2Ag+ Cl2(Vogel, I, hal. 218)1. Larutan amonia encerakan melarutkan endapan, pada mana ion kompleks diaminargentat terbentuk.AgCl + 2NH3 [Ag(NH3)2]+ + Cl-(Vogel, I, hal. 218)

b. Dengan kalium iodida : endapan kuning perak iodida.Ag+ + I- AgI(Vogel, I, hal. 219)c. Dengan natrium hidroksida : endapan coklat perak oksida.2Ag+ + 2OH- Ag2O + H2O(Vogel, I, hal. 219)d. Dengan kalium kromat dalam larutan netral : endapan merah perak kromat.2Ag+ + CrO42- Ag2CrO4(Vogel, I, hal. 220)Kemudian terdapat reaksi-reaksi dari hasil endapan merah perak kromat :1. Endapan larut dalam asam nitrat encer. Larutan yang diasamkan akan berubah menjadi jingga, karena terbentuk ion-ion dikromat.2Ag2CrO4 + 2 H+ 4 Ag+ + Cr2O72- + H2O(Vogel, I, hal. 220)1. Endapan larut dalam larutan amonia.Ag2CrO4 + 4NH3 2 [Ag(NH3)2]+ + CrO42-(Vogel, I, hal. 220)e. Dengan dinatrium hidrogen fosfat dalam larutan netral : endapan kuning perak fosfat.3 Ag+ + HPO42- Ag3PO4 + H+(Vogel, I, hal. 220)0. Reaksi dari ion merkurium (I)a. Dengan asam klorida encer atau klorida-klorida yang larut : endapan putih merkurium (I) klorida (kalomel).Hg22+ + 2Cl- Hg2Cl2(Vogel, I, hal. 213)Kemudian terdapat reaksi-reaksi dari hasil endapan putih merkurium (I) klorida (kalomel).1. Larutan amonia mengubah endapan menjadi campuran merkurium (II) amidoklorida dan logam merkurium, yang kedua-duanya merupakan endapan yang tak larut.Hg22+ + 2NH3 Hg + Hg(NH2)Cl + NH4 + + Cl-.(Vogel, I, hal. 213)b. Dengan kalium kromat dalam larutan panas : endapan kristalin merah merkurium (I) kromat.Hg22+ + CrO42- Hg2CrO4(Vogel, I, hal. 215)c. Dengan larutan kalium iodida, ditambahkan perlahan-lahan dalam larutan dingin : endapan hijau merkurium (I) iodida. Hg22+ + 2I- Hg2I2(Vogel, I, hal. 215)Kemudian terdapat reaksi-reaksi dari hasil endapan hijau merkurium (I) iodida.1. Ditambahkan reagensia berlebihan, akan terjadi reaksi disproporsionasi, dan terbentuk ion tetraiodomerkurat (II) yang tak larut dan merkurium hitam yang berbutir halus.Hg2I2 + 2I- [HgI4]2- + Hg(Vogel, I, hal. 215)1. Dididihkan dalam air, akan terjadi reaksi disproporsionasi, dan terbentuk campuran endapan merkurium (II) iodida merah dan merkurium hitam yang berbentuk halus.Hg2I2 HgI2 + Hg(Vogel, I, hal. 215)d. Dengan natrium hidroksida : endapan hitam merkurium (I) oksida.Hg22+ + 2OH- Hg2O + H2O(Vogel, I, hal. 215)e. Dengan larutan amonia : endapan hitam yang merupakan campuran logam merkurium dan merkurium (I) amidonitrat basa, (yang sendirinya merupakan endapan putih).

NH2

NO32Hg22++NO3-+4NH3+H2O HgO.Hg + 2Hg+3NH4+(Vogel, I, hal. 214)0. Reaksi dari ion timbel (II)a. Dengan asam klorida encer (klorida yang larut) : endapan putih dalam larutan yang dingin dan tak terlalu encer.Pb2+ + 2Cl-PbCl2(Vogel, I, hal. 207)Kemudian terdapat reaksi-reaksi dari hasil endapan putih timbel klorida :1. Dilarutkan dalam air panas, tetapi memisah lagi sebagian kristal yang panjang seperti jarum setengah dingin.PbCl2 Pb2+ + Cl-1. Dilarutkan dalam asam klorida pekat atau kalium klorida pekat, pada mana terbentuk ion tetrakloroplumbat (II).PbCl2 + 2Cl- [PbCl4]2-(Vogel, I, hal. 207)b. Dengan kalium iodida : endapan kuning, timbel iodida.Pb2+ + 2I- PbI2 (Vogel, I, hal. 209)Kemudian terdapat reaksi-reaksi dari hasil endapan putih timbel klorida.1. Dilarutkan dalam air mendidih, akan menghasilkan endapan yang larut sedang-sedang saja, dan menghasilkan larutan yang tak berwarna, endapan masih memisah lagi sebagai keping-keping berwarna kuning keemasan setelah mendingin.PbI2 Pb2+ + 2I-1. Ditambahkan reagensia yang agak pekat dalam jumlah yang berlebihan, akan melarutkan endapan, dan terbentuk ion tetraiodoplumbat (II).PbI2 + 2I- [PbI4]2-(Vogel, I, hal. 210)c. Dengan natrium hidroksida : endapan putih timbel hidroksida.Pb2+ + 2OH- Pb(OH)2 (Vogel, I, hal. 208)1. Endapan larut dalam reagensia berlebihan, terbentuk ion tetrahidroksoplumbat (II).Pb(OH)2 + 2OH- [Pb(OH)4]2-(Vogel, I, hal. 208)d. Dengan kalium kromat dalam larutan netral, asam asetat atau amonia : endapan kuning, timbel kromat.Pb2+ + CrO42- PbCrO4(Vogel, I, hal. 209)e. Dengan asam sulfat encer (atau sulfat-sulfat yang larut) : endapan putih, timbel sulfat.Pb2+ +SO42- PbSO4(Vogel, I, hal. 209)

III. PROSEDUR KERJA1. Alata. Tabung reaksib. Gelas arlojic. Rak tabung reaksid. Spatulae. Penjepit tabung reaksif. Pipet tetesg. Beaker glassh. Botol reageni. Pembakar spirtusj. Sikat

a. Tabung reaksi b. Gelas arlojic. Rak tabung reaksi

c. Spatula e. Penjepit tabung reaksif. Pipet tetes

g. Beaker glassh. Botol reagen

i. Pembakar spirtusj. SikatGambar 1.1. Alat Praktikum

2. Bahana. AgNO3b. HClc. NH3d. KIe. CH3COOHf. NaOHg. PbNO3h. HNO3i. NH4OHj. (CH3COO)2Pbk. K2CrO4l. Na3PO4m. Hg2(NO3)2n. H2SO4o. Aquades

3. Rangkaian Alat

Gambar 1.2. Rangkaian Alat4. Skema KerjaArgentum (Ag+)1. Larutan AgNO3 + larutan HCl(endapan putih)

Ditambahkan HCllar.AgNO3

Dibagi menjadi 2Endapan putih

Ditambahkan NH4OHDitambahkan air panasEndapanEndapan

Ditambahkan HNO3 Endapan berkurang Endapan berkurang, larutan bening Endapan putih, larutan keruhGambar 1.3. Skema Kerja lar. AgNO3 + lar. HCl

2. Larutan AgNO3 + larutan KI(endapan kuning)

Ditambahkan KIlar. AgNO3

Endapan kuning

Dibagi menjadi 2

Ditambahkan KI berlebihanDitambahkan air panasEndapanEndapan

Endapan berkurang Endapan lebihbanyakGambar 1.4. Skema Kerja lar. AgNO3 + lar. KI

3. Larutan AgNO3 + larutan NaOH(endapan coklat)

Ditambahkan NaOHlar. AgNO3

Ditambahkan NaOH berlebihanEndapan coklat

Endapan lebih banyakGambar 1.5. Skema Kerja lar. AgNO3 + lar. NaOH

4. Larutan AgNO3 + larutan K2CrO4(endapan merah bata)

Ditambah