proposal tak antareja

Download Proposal Tak Antareja

Post on 05-Oct-2015

218 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

proposal

TRANSCRIPT

PROPOSALTERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)STIMULASI PERSEPSI SENSORI (HALUSINASI)

DI SUSUN OLEH :KELOMPOK1. ARIEF BUDIANTO2. ASEP SAPEI 3. DANA NURHASAN4. FITRI SUSANTI5. NURFRIANI ELLA 6. RIKI AKBAR SYAWALUDIN7. SUKARYA

STIKES KHARISMA KARAWANG2014/2015

KATA PENGANTARPuji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan Proposal TAK ini dengan baik.Proposal TAK yang berjudul Stimulasi Sensori ( Halusinasi ) disusun untuk memenuhi tugas mahasiswa mata kuliah keperawatan jiwa 1 jurusan keperawatan stikes kharisma.

Pada kesempatan ini, penyusun mengucapkan terima kasih kepada:1. Dosen mata kuliahkeperawatan jiwa 1 yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dalam penyelesaian proposal TAK ini.2. Orang Tua Kami tercinta yang selalu memberikan doa restu dan dukungan baik moral maupun spiritual dalam proses pembelajaran kami dijurusan keperawatan.3. Serta rekan rekan dan semua pihak yang terkait dalam penyelesaian dan penyusunan proposal TAK ini.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan proposal TAK ini Kedepan.Akhir kata, semoga proposal ini berguna dan bermanfaat bagi semua pihak yang membaca, serta dapat dijadikan sebagai bahan untuk menambah pengetahuan para mahasiswa, dan pembaca.

karawang, 16 februari 2015

Penyusun

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)STIMULASI PERSEPSI SENSORI (HALUSINASI)

A. Latar BelakangTerapi Aktivitas Kelompol (TAK): sosialisasi TAK adalah upaya memfasilitasi kemampuan sosialisasi sejumlah klien dengan masalah hubungan sosial. Salah satu gangguan hubungan sosial pada pasien gangguan jiwa adalah gangguan persepsi sensori: Halusinasi merupakan salah satu masalah keperawatan yang dapat ditemukan pada pasien gangguan jiwa. Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa di mana pasien mengalami perubahan sensori persepsi; merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan perabaan atau penghiduan. Pasien merasakan stimulus yang sebetulnya tidak ada. Dampak dari halusinasi yang diderita klien diantaranya dapat menyebabkan klien tidak mempunyai teman dan asyik dengan fikirannya sendiri. Salah satu penanganannya yaitu dengan melakukan Terapi Aktivitas Kelompok yang bertujuan untuk mengidentifikasi halusinasi dan mengontrol halusinasi yang dialaminya.Dari beberapa kasus gangguan jiwa yang ada di RSJ Marjuki mahdi khususnya Ruang antareja sebagian besar pasien menderita halusinasi. Oleh karena itu, perlu diadakan Terapi Aktivitas Kelompok tentang halusinasi.

B. Landasan TeoriTerapi Aktivitas Kelompok (TAK) stimulasi persepsi adalah terapi yang menggunakan aktivitas yang menggunakan aktivitas mempersepsikan berbagai stimulasi yang terkait dengan pengalaman dengan kehidupan untuk didiskusikan dalam kelompok. Hasil diskusi kelompok dapat berupa kesepakatan persepsi atau alternatif penyelesaian masalah.Dalam terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi halusinasi dibagi dalam 4 sesi, yaitu:

1. Sesi I : Klien mengenal halusinasiSesi I : Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik2. Sesi II: Mengontrol halusinasi dengan cara patuh minum obat 3. Sesi III: Mengontrol halusinasi dengan cara bercakap -cakap dengan orang lain4. Sesi IV: Mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitasTerjadwal

C. Tujuan1. Tujuan umum2. Klien dapat meningkatkan kemampuan diri dalam mengontrol halusinasi dalam kelompok secara bertahap.3. Tujuan khususa. Klien dapat mengenal halusinasi.b. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara menghardik.c. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain.d. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas terjadwal.e. Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara patuh minum obat.

D. Sesi yang digunakan1. Sesi I: Klien mengenal halusinasi Sesi I: Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik2. Sesi II: Mengontrol halusinasi dengan cara patuh minum obat3. Sesi III : Mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain

4. Sesi IV: Mengontrol halusinasi dengan cara melakukan aktivitas terjadwalE. Klien 1. Kriteria kliena. Klien gangguan orientasi realita yang mulai terkontrolb. Klien yang mengalami perubahan persepsi.2. Proses seleksa. Mengobservasi klien yang masuk kriteria.b. Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria.c. Mengumpulkan klien yang masuk kriteria.d. Membuat kontrak dengan klien yang setuju ikut TAK, meliputi: menjelaskan tujuan TAK pada klien, rencana kegiatan kelompok dan aturan main dalam kelompokF. Kriteria Hasil1. Evaluasi Struktur a. Kondisi lingkungan tenang, dilakukan ditempat tertutup dan memungkinkan klien untuk berkonsentrasi terhadap kegiatanb. Posisi tempat dilantai menggunakan tikarc. Peserta sepakat untuk mengikuti kegiatand. Alat yang digunakan dalam kondisi baike. Leader, Co-leader, Fasilitator, observer berperan sebagaimana mestinya.2. Evaluasi Prosesa. Leader dapat mengkoordinasi seluruh kegiatan dari awal hingga akhir.b. Leader mampu memimpin acara.c. Co-leader membantu mengkoordinasi seluruh kegiatan.d. Fasilitator mampu memotivasi peserta dalam kegiatan.e. Fasilitator membantu leader melaksanakan kegiatan dan bertanggung jawab dalam antisipasi masalah.f. Observer sebagai pengamat melaporkan hasil pengamatan kepada kelompok yang berfungsi sebagai evaluator kelompokg. Peserta mengikuti kegiatan yang dilakukan dari awal hingga akhir3. Evaluasi HasilDiharapkan 75% dari kelompok mampu:a. Menjelaskan apa yang sudah digambarkan dan apa yang dilihatb. Menyampaikan halusinasi yang dirasakan dengan jelasG. Antisipasi Masalah1. Penanganan terhadap klien yang tidak aktif dalam aktivitasa. Memanggil klienb. Memberi kesempatan pada klien untuk menjawab sapaan perawat atau klien lain2. Bila klien meninggalkan kegiatan tanpa izina. Panggil nama klienb. Tanyakan alasan klien meninggalkan kegiatan3. Bila klien lain ingin ikuta. Berikan penjelasan bahwa kegiatan ini ditujukan kepada klien yang telah dipilihb. Katakan pada klien bahwa ada kegiatan lain yang mungkin didikuti oleh klien tersebutc. Jika klien memaksa beri kesempatan untuk masuk dengan tidak memberi pesan pada kegiatan ini

H. Pengorganisasian1. TOPIKSesi 1 : Mengenal Halusinasi dan menghardik2. TUJUANa) TUJUAN UMUMSetelah dilakukan TAK sesi I diharapkan klien dapat mengenal halusinasinya.b) TUJUAN KHUSUS Klien dapat mengenal halusinasi Klien mengenal waktu terjadinya halusinasi Klien mengenal situasi terjadinya halusinasi Klien mengenal perasaannya pada saat terjadi halusinasi3. LANDASAN TEORITerapi Aktivitas Kelompok (TAK) stimulasi persepsi adalah terapi yang menggunakan aktivitas yang menggunakan aktivitas mempersepsikan berbagai stimulasi yang terkait dengan pengalaman dengan kehidupan untuk didiskusikan dalam kelompok. Hasil diskusi kelompok dapat berupa kesepakatan persepsi atau alternatif penyelesaian masalah

4. KLIEN Karakteristik/kriteria klien Klien gangguan orientasi realita yang mulai terkontrol. Klien yang mengalami perubahan persepsi. Proses seleksi Mengobservasi klien yang masuk kriteria. Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria. Mengumpulkan klien yang masuk kriteria Jumlah klien

5. PENGORGANISASIAN Waktu Tanggal : Hari : seninJam: 09.00Lama tiap langkah kegiatan :45 menit Tim terapis Leader : Arief Budianto Mengkoordinasi seluruh kegiatan Memimpin jalannya terapi kelompok Memimpin diskusi

Co.leader: Membantu leader mengkoordinasi seluruh kegiatan Mengingatkan leader jika ada kegiatan yang menyimpang Membantu memimpin jalannya kegiatan Menggantikan leader jika terhalang tugas

Fasilitator: Memotivasi peserta dalam aktivitas kelompok Memotivasi anggota dalam ekspresi perasaan setelah kegiatan Mengatur posisi kelompok dalam lingkungan untuk melaksanakan kegiatan Membimbing kelompok selama permainan diskusi Membantu leader dalam melaksanakan kegiatan Bertanggung jawab terhadap program antisipasi masalah

Observer: Mengamati semua proses kegiatan yang berkaitan dengan waktu, tempat dan jalannya acara Melaporkan hasil pengamatan pada leader dan semua angota kelompok denga evaluasi kelompok

Seetting tempat :a) terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaranb) tempat tenang dan nyaman. Gambar Setting Tempat

LCL

K

K

F

F

K

K

F

K

F

Keterangan gambar:

L

: Leader

: Tikar

CL

: Co-Leader

O

: Observer

F

: Fasilitator

K

: Klien

Metode dan mediaa. Media spidol Papan tulis/whiteboard/flipchartb. Metode Diskusi dan tanya jawab Bermain peran atau simulasi6. PROSES PELAKSANAANA. Persiapan1) Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu klien dengan perubahan sensori persepsi : halusinasi2) Membuat kontrak dengan klien3) Mempersiapkan alat dan tempat pertemuanB. Orientasi 1) Salam terapeutika) Salam dari terapis kepada klienb) Perkenalkan nama dan panggilan terapis (pakai papan nama)c) Menanyuakan nama dan panggilan semua klien (beri papan nama) 2) Evaluasi/ validasiMenanyakan perasaan klien saat ini3) Kontrak a) Terapis menjelaskan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu mengenal suara-suara yang didengar.b) Terapis menjelaskan aturan main berikut. Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus meminta izin pada terapis Lama kegiatan 45 menit Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesaiC. Tahap kerja1) Terapis menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, yaitu mengenal suara-suara yang didengar (halusinasi) tentang isinya, waktu terjadinya, situasi terjadinya, dan perasaan klien pada saat terjadi.2) Terapis meminta klien menceritakan isi halusinasi, kapan terjadinya, situasi yang membuat terjadi, dan perasaan klien