skripsi oleh : ulfa fitriana 1701012031repository.helvetia.ac.id/2463/7/ulfa fitriana...

of 97/97
FORMULASI SEDIAAN HAND BODY GEL SARI BUAH NANAS (Ananas comusus (L.) Merr) SKRIPSI Oleh : ULFA FITRIANA 1701012031 PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI FAKULTAS FARMASI DAN KESEHATAN INSTITUT KESEHATAN HELVETIA MEDAN 2019

Post on 22-Jan-2021

18 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • FORMULASI SEDIAAN HAND BODY GEL SARI BUAH

    NANAS (Ananas comusus (L.) Merr)

    SKRIPSI

    Oleh :

    ULFA FITRIANA

    1701012031

    PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI

    FAKULTAS FARMASI DAN KESEHATAN

    INSTITUT KESEHATAN HELVETIA

    MEDAN

    2019

  • FORMULASI SEDIAAN HAND BODY GEL SARI BUAH

    NANAS (Ananas comusus (L.) Merr)

    SKRIPSI

    Diajukan Sebagai Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan

    Program Studi Sarjana Farmasi dan Memperoleh

    Gelar Sarjana Farmasi

    (S. Farm)

    Oleh :

    ULFA FITRIANA

    1701012031

    PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI

    FAKULTAS FARMASI DAN KESEHATAN

    INSTITUT KESEHATAN HELVETIA

    MEDAN

    2019

  • HALAMAN PENGESAHAN

    Judul Skripsi : Formulasi Sediaan Hand Body Gel Dari Sari

    Buah Nanas (Ananas comosus (L.) Merr)

    Nama Mahasiswa : Ulfa Fitriana

    Nomor Induk Mahasiswa : 1701012031

    Minat Studi : S1 Farmasi

    Medan,………………...

    Menyetujui

    Komisi Pembimbing

    Pembimbing-I

    (Darwin Syamsul, S.Si., M.Si., Apt)

    Pembimbing-II

    (Evi Ekayanti Ginting, S. Farm, M. Si., Apt)

    Fakultas Farmasi dan Kesehatan

    Institut Kesehatan Helvetia

    Dekan,

    (H. Darwin Syamsul, S.Si, M.Si, Apt)

    NIDN:0125096601

  • Telah di Uji Pada Tanggal : 08 November 2019

    PANITIA PENGUJI SKRIPSI

    Ketua : Darwin Syamsul, S.Si, M.Si, Apt.

    Anggota : 1. Evi Ekayanti Ginting, S.Farm., M.Si., Apt.

    2. Dwi Setio Purnomo, S.Si., M.Sc., Apt

  • LEMBAR PERNYATAAN

    Dengan ini saya menyatakan bahwa :

    1. Skripsi ini adalah asli dan belum pernah diajukan untuk mendapatkan

    gelar akademik Sarjana (S.Farm) di Fakultas Farmasi dan Kesehatan

    Institut Kesehatan Helvetia.

    2. Skripsi ini adalah murni gagasan, rumusan, dan penelitian saya sendiri,

    tanpa bantuan pihak lain, kecuali arahan tim pembimbing dan

    masukkan tim penelaah/tim penguji.

    3. Isi Skripsi ini tidak terdapat karya atau pendapat yang telah ditulis atau

    dipublikasikan orang lain, kecuali secara tertulis dengan jelas dicantumkan

    sebagai acuan dalam naskah dengan disebutkan nama pengarang dan

    dicantumkan dalam daftar pustaka.

    4. Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila di

    kemudian hari terdapat penyimpangan dan ketidakbenaran dalam

    pernyataan ini, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa

    pencabutan gelar yang telah diperoleh karena karya ini, serta sanksi

    lainnya sesuai dengan norma yang berlaku di perguruan tinggi ini.

    Medan, November 2019

    Yang membuat pernyataan,

    (Ulfa Fitriana)

    1701012031

  • i

    ABSTRAK

    FORMULASI SEDIAAN HAND BODY GEL SARI BUAH

    NANAS (Ananas comusus (L.) Merr)

    ULFA FITRIANA

    1701012031

    Buah nanas mengandung asam ananasat, asam sitrat, saponin, tanin,

    flavonoida, polifenol dan enzim bromelin. Selain itu buah nanas juga mengandung

    vitamin C dan vitamin A (Retinol). Gel memiliki kemampuan melembabkan

    dengan bahan yang mengandung banyak air, memiliki efek sejuk yang baik

    digunakan pada cuaca panas dan sesuai untuk kulit berminyak. Tujuan penelitian

    ini untuk mengetahui efektivitas gel sari buah nanas dengan variasi konsentasi

    dalam melembabkan kulit dengan kontrol negatif, konsentrasi 3%, 5%, dan 7%.

    Metode penelitian adalah penelitian eksperimental laboratorium. Prosedur

    kerja terdiri dari pengambilan sampel secara purposive sampling, identifikasi

    tanaman, pengolahan sampel, pembuatan sediaan gel, evaluasi sedian gel meliputi

    uji organoleptis, homogenitas, uji iritasi, uji pH, uji daya sebar, uji viskositas dan

    uji kelembaban menggunakan alat skin analyzer.

    Hasil yang didapat dari pengujian evaluasi sediaan gel memenuhi

    persyaratan parameter uji kualitas gel. Pada uji kelembaban terlihat adanya peningkatan kelembaban kulit setiap minggu, semakin tinggi kosentrasinya

    semakin tinggi nilai kelembabannya, nilai paling tinggi terlihat pada konsentrasi

    7% (F3) yaitu dengan awal kondisi kulit 23,2% menjadi 90,4%, sementara pada

    kontrol positif (KP) awal 23,2% menjadi 85,7% dan pada kontrol negatif (F0)

    22,3% menjadi 61,9%.

    Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan formulasi gel sari buah nanas

    (Ananas comusus (L.) Merr) dengan kontrol negatif, konsentrasi 3%, 5% dan 7%

    memberikan efek melembabkan kulit, yang paling tinggi tingkat kelembaban

    ditunjukan pada gel sari buah nanas dengan konsentrsi 7% pada kulit.

    Kata kunci: Sari Buah Nanas, Gel, Melembabkan Kulit

  • ii

  • iii

    KATA PENGANTAR

    Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah

    melimpahkan Rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan

    skripsi ini. Seiring syalawat dan salam penulis sampaikan keharibaan junjungan

    besar besar Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat beliau semoga kelak

    mendapat limpahan safaat beliau. Adapun judul skripsi ini adalah: “Formulasi

    Sediaan Hand Body Gel Dari Sari Buah Nanas (Ananas comosus (L.) Merr) ”. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih

    kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan bimbingan serta fasilitas

    sehingga Skripsi ini dapat disusun, antara lain penulis sampaikan kepada:

    1. Ibu Dr. dr. Hj. Razia Begum Suroyo, M.sc., M.Kes. selaku Penasehat Yayasan Helvetia Medan.

    2. Bapak Iman Muhammad, S.E., S.Kom, M.M., M.Kes. selaku Ketua Yayasan Institut Kesehatan Helvetia Medan.

    3. Bapak Dr. Drs. H. Ismail Efendy, M.Si. selaku Rektor Institut Kesehatan Helvetia Medan.

    4. Bapak Darwin Syamsul, S.Si., M.Si., Apt. selaku Dekan Fakultas Farmasi Kesehatan Institut Kesehatan Helvetia Medan, sekaligus Dosen Pembimbing I.

    5. Ibu Adek Chan, S.Si., M.Si., Apt. selaku Ketua Progra Studi S-1 Farmasi Institut Kesehatan Helvetia Medan.

    6. Ibu Evi Ekayanti Ginting, S. Farm, M. Si., Apt Selaku Dosen Pembimbing II. 7. Bapak Dwi Setio Purnomo, S, SI., M. Sc., Apt Selaku Dosen Penguji. 8. Staf dosen dan para pegawai tata usaha Institut Kesehatan Helvetia Medan. 9. Teristimewa penulis ucapkan kepada Ayahanda, Ibunda, Kakak, Adik dan

    keluarga besar yang tak henti-hentinya mendoakan dan memberikan dukungan

    kepada penulis baik secara moril maupun materil.

    10. Rekan-rekan mahasiswa Program Studi S-1 Farmasi yang telah meluangkan waktu dalam membantu penyelesaian Skripsi ini.

    Penulis menyadari bahwa Skripsi ini jauh dari kesempurnaan, sehingga

    penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Penulis juga

    mengharapkan Skripsi ini menjadi sesuatu yang berarti bagi ilmu pengetahuan.

    Medan, November 2019

    Penulis,

    Ulfa FitrianaDY GEL

    SARI BUAcomusus

  • iv

    DAFTAR RIWAYAT HIDUP

    I. DATA PRIBADI

    Nama : Ulfa Fitriana

    Tempat/ Tanggal Lahir : Muara Bungo, 09 Maret 1995

    Jenis Kelamin : Perempuan

    Status : Belum Menikah

    Anak Ke : 2

    Alamat : Harapan Jaya RT/RW 019/006 Desa : Karang Dadi

    Kec. Rimbo Ilir Kota Jambi

    Agama : Islam

    Nama Ayah : Safi’i Pane.

    Nama Ibu : Rosmawati.

    II. RIWAYAT PENDIDIKAN

    1. Tahun 2000-2007 : SD Negeri 182/VIII Karang Dadi

    2. Tahun 2007-2010 : SMP Negeri 2 Muara Bungo

    3. Tahun 2010-2013 : SMA Negeri 4 Muara Bungo

    4. Tahun 2013-2016 : Program Studi D3 Farmasi Institut Kesehatan

    Helvetia

    5. Tahun 2017 – 2019 : Program Studi S1 Farmasi Institut Kesehatan

    Helvetia Medan

  • v

    DAFTAR ISI

    HALAMAN PENGESAHAN

    LEMBAR PANITIA PENGUJI SKRIPSI

    LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN

    ABSTRAK ..................................................................................................... i

    ABSTRACT .................................................................................................... ii

    KATA PENGANTAR. ................................................................................... iii

    DAFTAR RIWAYAT HIDUP ...................................................................... iv

    DAFTAR ISI ................................................................................................... v

    DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... vii

    DAFTAR TABEL .......................................................................................... viii

    DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. ix

    BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 1

    1.1. Latar Belakang ....................................................................... 1 1.2. Rumusan Masalah .................................................................. 4 1.3. Tujuan Penelitian ................................................................... 4 1.4. Hipotesa.................................................................................. 5 1.5. Manfaat Penelitian ................................................................. 5 1.6. Kerangka Konsep Penelitian ................................................. 6

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................ 7

    2.1. Klasifikasi Tanaman Nanas. ............................................................ 7

    2.1.1. Bagian-Bagian Tanaman Nanas ....................................... 7

    2.1.2. Jenis Golongan Nanas ...................................................... 10

    2.1.3. Kandungan Nutrisi Buah Nanas ....................................... 12

    2.1.4. Manfaat Buah Dalam Kecantikan ..................................... 14

    2.2 Kulit. ................................................................................................ 15

    2.2.1. Struktur Kulit ..................................................................... 16

    2.2.2. Fungsi Kulit ....................................................................... 17

    2.2.3. Jenis-Jenis Kulit ................................................................ 19

    2.2.4. Melembabkan Tubuh ......................................................... 20

    2.3. Kosmetik Untuk Kulit ..................................................................... 21

    2.3.1. Pelembab ........................................................................... 21

    2.4. Gel ........................................................................................... 22

    2.4.1. Bahan-Bahan Dalam Sediaan Gel ..................................... 23

    2.5. Skin Analyzer .................................................................................. 25

    BAB III METODE PENELITIAN.............................................................. 27

    3.1. Metode Penelitian ............................................................................ 27

    3.2. Tempat dan Waktu Penelitian.......................................................... 27

    3.2.1. Tempat Penelitian .............................................................. 27

    3.2.2. Waktu Penelitian ............................................................... 27

    3.3. Sampel Penelitian ............................................................................ 27

  • vi

    3.4. Sukarelawan .................................................................................... 28

    3.5. Alat dan Bahan ................................................................................ 28

    3.5.1. Alat .................................................................................... 28

    3.5.2. Bahan ................................................................................. 28

    3.6. Pengolahan Sampel.......................................................................... 28

    3.7. Formulasi Sediaan Hand Body Gel Pelembab Kulit ....................... 29

    3.7.1. Pembuatan Sediaan Gel .................................................... 30

    3.8. Prosedur Evaluasi Sediaan Gel ....................................................... 30

    3.9. Analisis Data.................................................................................... 32

    BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ..................................................... 33

    4.1. Hasil Identifikasi Tumbuhan .......................................................... 33

    4.1.1. Proses Pengolahan Sampel dan Hasil Sari Buah ............... 33

    4.1.2. Pembuatan Sediaan Hand Body Gel ................................. 33

    4.2. Pemeriksaan Mutu Fisik Sediaan ................................................... 34

    4.2.1. Hasil Uji Organoleptik ...................................................... 34

    4.2.2. Hasil Pengujian Homogenitas ........................................... 35

    4.2.3. Hasil Daya Iritasi Terhadap Kulit Sukarela ...................... 35

    4.2.4. Hasil Pemeriksaan pH ....................................................... 36

    4.2.5. Hasil Pengujian Daya Sebar .............................................. 36

    4.2.6. Hasil Pengujian Viskositas ............................................... 37

    4.2.7. Hasil Pengujian Sediaan Terhadap Pengukuran

    Kelembaban Kulit.............................................................. 38

    4.3. Pembahasan .................................................................................... 39

    4.3.1. Hasil Mutu Fisik Sediaan ................................................. 39

    4.4. Hasil Analisa Data .......................................................................... 42

    4.4.1. Uji Post Hoe ...................................................................... 43

    4.4.2. Uji Paired Sample Test ..................................................... 44

    BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ..................................................... 45

    5.1. Kesimpulan .................................................................................... 45

    5.2. Saran .................................................................................... 45

    DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 46

  • vii

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar Halaman

    Gambar 2.1 Buah Nanas ............................................................................ 9

    Gambar 2.2 Struktur Kulit ......................................................................... 16

  • viii

    DAFTAR TABEL

    Tabel Halaman

    Tabel 3.1 Formulasi Sediaan Hand Body Gel Sari Buah Nanas ............ 29

    Tabel 3.2 Pengujian Awal/Minggu Setiap Formulasi ............................ 32

    Tabel 3.3 Parameter Pengukuran Kulit .................................................. 32

    Tabel 4.1 Formulasi Sediaan Hand Body Gel ........................................ 34

    Tabel 4.2 Hasil Uji Organoteptik ........................................................... 34

    Tabel 4.3 Hasil Pengujian Homogenitas ................................................ 35

    Tabel 4.4 Hasil Uji Iritasi Terhadap Kulit Sukarela............................... 35

    Tabel 4.5 Hasil Pemeriksaan pH ........................................................... 36

    Tabel 4.6 Hasil Uji Daya Sebar .............................................................. 37

    Tabel 4.7 Hasil Uji Viskositas................................................................ 37

    Tabel 4.8 Data Kelembaban Kulit Sebelum Penggunaan Hand Body

    Gel Sari Buah nanas dan Sesudah Penggunaan Pada

    Minggu ke 0, 1, 2, dan 3......................................................... 38

    Tabel 4.9 Hasil Uji One Way Anova ...................................................... 43

    Tabel 4.10 Hasil Uji Post Hoe ................................................................ 43

    Tabel 4.11 Data Uji Paired Samples Test Awal/Minggu ......................... 44

  • ix

    DAFTAR LAMPIRAN

    Lampiran Halaman

    Lampiran 1 Determinasi Tumbuhan .......................................................... 49

    Lampiran 2 Surat Permohonan Judul ........................................................ 50

    Lampiran 3 Lembar Bimbingan 1 Proposal............................................... 51

    Lampiran 4 Lembar Bimbingan 2 Skripsi ................................................. 53

    Lampiran 5 Surat Ijin Penelitian ................................................................ 55

    Lampiran 6 Surat Selesai Penelitian .......................................................... 56

    Lampiran 7 Kerangka Pengolahan Sampel Buah Nanas .......................... 57

    Lampiran 8 Pengolahan Sampel Pengujian Sediaan Gel .......................... 58

    Lampiran 9 Penimbangan dan Pembuatan Gel .......................................... 60

    Lampiran 10 Pengujian Mutu Sediaan Gel .................................................. 61

    Lampiran 11 Pengujiaan Kelembaban ......................................................... 66

    Lampiran 12 Sediaan Hand Body Gel Sari Buah Nanas Kontrol Negatif

    dan Kontrol Positif ................................................................. 71

    Lampiran 13 Data Output SPSS .................................................................. 72

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Indonesia merupakan negara dengan kelembapan udara yang tinggi. Kondisi

    tersebut membuat penduduknya menjadi rentan dihinggapi berbagai macam

    penyakit, salah satunya adalah penyakit kulit. Kulit merupakan organ terluar yang

    menutupi seluruh tubuh manusia yang sering terpapar sinar matahari, radiasi,

    polusi udara, debu dan asap rokok. Akibatnya kulit terlihat kering dan tipis,

    muncul garis-garis atau kerutan halus, muncul pigmentasi kulit, terlihat tidak

    kencang. Kerusakan pada kulit akan sangat mengganggu kesehatan manusia

    maupun penampilan, sehingga kulit perlu dilindungi dan dijaga kesehatannya

    (1,2).

    Kulit yang tidak sehat mengakibatkan kulit menjadi kering, kulit kering

    tidak hanya terdapat di wajah saja, namun kulit kering bias terjadi di kulit seluruh

    tubuh. Kulit bisa menjadi kering karena beberapa faktor seperti memiliki banyak

    sel kulit mati, umur, gaya hidup yang kurang baik, kondisi lingkungan, keturunan,

    hormon dan radikal bebas. Kulit memiliki peran yang begitu penting, dengan

    demikian kulit senantiasa dijaga dan dipelihara kesehatannya (3).

    Salah satu yang menyebabkan kerusakan pada kulit adalah radikal bebas.

    Radikal bebas merupakan suatu molekul yang relatif tidak stabil dengan atom

    yang pada orbit terluarnya memiliki satu atau lebih elektron yang tidak

    berpasangan, radikal bebas menjadi stabil jika berikatan dengan elektron dari

    molekul lain. Antioksidan adalah senyawa kimia yang dapat menyumbangkan

  • 2

    satu elektron kepada radikal bebas, sehingga radikal bebas tersebut dapat diredam.

    Tubuh manusia tidak mempunyai cadangan antioksidan dalam jumlah berlebih,

    sehingga jika terjadi paparan radikal berlebih maka tubuh membutuhkan

    antioksidan (4,5).

    Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antiokisdan adalah buah nanas.

    Antioksidan didalam buah nanas merupakan senyawa atau zat yang dapat

    menetralkan radikal bebas yang sangat berbahaya bagi tubuh (3). Tanaman

    Indonesia yang berasal dari Paraguay dan Brazil bagian selatan adalah salah satu

    jenis buah istimewa karena nanas memiliki rasa lezat dan memiliki kandungan

    nutrisi yang sangat berguna bagi manusia, buah nanas masak memiliki pH 3,5-4

    (6). Buah nanas mengandung asam ananasat, asam sitrat, saponin, tanin,

    flavonoida, polifenol dan enzim bromelin. Selain itu buah nanas juga mengandung

    vitamin C dan vitamin A (Retinol). Kedua vitamin sudah lama dikenal memiliki

    aktivitas sebagai antioksidan yang mampu menghentikan reaksi berantai

    pembentukan radikal bebas (7).

    Vitamin C dan A pada buah nanas berfungsi sebagai antioksidan,

    meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga kesehatan selaput lendir, menjaga

    kesehatan kulit dan menjaga kesehatan mata. Buah nanas sangat kaya akan

    vitamin C nya, kandungan vitamin C ini lebih banyak jika dibandingkan dengan

    vitamin lain. Vitamin C dibutuhkan untuk pembuatan kolagen di tubuh. Kolagen

    merupakan struktur protein utama ditubuh, kolagen dibutuhkan untuk merawat

    jaringan kulit agar kulit tidak rusak dan menyebabkan kulit menjadi kering (3).

  • 3

    Pada penelitian sebelumnya, telah dilakukan penelitian oleh Teti (2011)

    bahwa eksrak buah nanas dengan konsentrasi 17% hingga 78% dapat di formulasi

    kan sebagai gel pengelupas sel kulit mati dengan kandungan bromelin pada buah

    nanas (6). Selain itu pada penelitian Kiki (2014) bahwa sari buah nanas dapat di

    formulasikan sebagai pelembab tangan dan badan pada sediaan krim dengan

    kandungan antioksidan pada buah nanas (8). Sedangkan pada kulit buah nanas

    pada penelitiaan Helen (2016) dapat diformulasikan sediaan losio sebagai tabir

    surya dengan kandungan senyawa flavonoid dan taninnya (9) .

    Kosmetika perawatan kulit semakin banyak dan beragam dan terus

    berkembang di pasaran, sebagian besar kosmetika perawatan kulit untuk sediaan

    topikal ada dalam bentuk krim, gel atau lotion (10). Kosmetik pelembab

    (moisturizer) merupakan kosmetik perawatan yang bertujuan untuk

    mempertahankan struktur dan fungsi kulit dari berbagai pengaruh seperti udara,

    sinar matahari terik, usia, berbagai penyakit kulit maupun penyakit dalam tubuh

    yang mempercepat penguapan air sehingga kulit menjadi lebih kering (11). Dalam

    satu jenis kosmetika biasanya terdapat banyak macam zat kimia yang diperlukan

    untuk pembuatan, penyimpanan dan stabilitas kosmetik. Kadar dari tiap bahan

    kimia yang digunakan pada sediaan kosmetika harus memenuhi persyaratan yang

    ditetapkan, dan menggunakan bahan-bahan yang diizinkan dalam peraturan kepala

    badan pengawas obat dan makanan (BPOM) (12).

    Gel merupakan sistem semipadat terdiri dari suspensi yang dibuat dari

    partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar terpenetrasi oleh

    suatu cairan (13). Gel memiliki kemampuan melembabkan dengan bahan yang

  • 4

    mengandung banyak air, memiliki efek sejuk yang baik digunakan pada cuaca

    panas dan sesuai untuk kulit berminyak. Kemampuan melembabkan suatu sediaan

    seperti pada gel juga memberikan efek melembutkan, serta mencegah iritasi pada

    kulit. Sediaan gel lebih banyak digunakan karena rasa dingin di kulit, mudah

    menyerap dikulit, dan mudah dicuci (14). Bahan pembentuk gel yang biasa

    digunakan adalah Carbopol 940, Na-CMC dan HPMC. Gelling agen tersebut

    banyak digunakan dalam produk kosmetik dan obat karena memiliki stabilitas dan

    kompaktibilitas yang tinggi, toksisitas yang rendah, serta mampu meningkatkan

    waktu kontak dengan kulit (15).

    Berdasarkan latar belakang diatas maka dilakukan penelitian sari buah

    nanas sebagi pelembab pada sediaan hand body gel.

    1.2. Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang diatas maka perumusan masalah penelitian ini

    adalah

    1. Apakah sari buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr) dapat diformulasikan

    dalam sediaan hand body gel.

    2. Apakah sari buah nanas (Ananas comusus (L.) Merr) dalam sediaan hand

    body gel dapat melembabkan kulit.

    1.3. Tujuan Penelitian

    Adapun tujuan penelitian ini adalah

    1. Untuk mengetahui apakah sari buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr) dapat

    diformulasikan dalam sediaan hand body gel.

  • 5

    2. Untuk mengetahui efektivitas sari buah nanas (Ananas comosus L. (Merr))

    dalam sediaan hand body gel dapat melembabkan kulit.

    1.4. Hipotesa

    Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka hipotesa pada penelitian ini

    adalah :

    1. Sari buah nanas (Ananas Comusus (L.) Merr) dapat diformulasikan dalam

    sediaaan hand body gel.

    2. Sari buah nanas (Ananas Comusus (L.) Merr) dalam sediaan hand body gel

    dapat melembabkan kulit.

    1.5. Manfaat Penelitian

    Adapun manfaat dari penelitian ini adalah untuk menambah wawasan ilmu

    pengetahuan tentang formulasi sediaan hand body gel sari buah nanas (Ananas

    comusus (L.) Merr) memberikan manfaat sebagai pelembab kulit. Serta

    meningkatkan daya dan hasil guna dari buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr)

    yaitu tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga dapat digunakan dalam

    pembuatan kosmetik kulit dan badan.

  • 6

    1.6. Kerangka Konsep Penelitiaan

    Variabel bebas Variabel terikat Parameter

    Sari Buah

    Nanas

    Konsentrasi Gel Sari

    Buah Nanas 3%, 5%,

    7% dan Kontrol

    Negatif

    Uji Organoleptik

    Uji Homogenitas

    Uji Iritasi

    Uji pH

    Uji Kelembapan dengan

    skin analyzer

    1. Bentuk, bau dan warna sediaan.

    2. Tidak ada partikel-partikel yang

    menggumpal.

    3. Iritasi seperti kemerahan dan gatal-

    gatal pada kulit.

    4. pH 4,5-7,0

    5. Diameter 5-7 cm

    6. Viskositas 3.000-50.000 cp

    7. Pengukuran kondisi kulit.

    Uji Daya Sebar

    Uji Viskositas

  • 7

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1. Klasifikasi Tanaman Nanas

    Buah nanas (Ananas comosus (L.) Merr) merupakan tanaman buah yang

    bersal dari Amerika tropis yaitu, Brazil, Argentina dan Peru. Pada abad ke-16

    orang Spayol membawa nanas ke Filiphina dan semenanjung Malaysia, masuk ke

    Indonesia pada abad ke-15 (16). Di Indonesia pada mulanya hanya sebagai

    tanaman perkarangan, dan meluas dikebunkan dilahan kering (tegalan) di seluruh

    wilayah nusantara . Daerah penghasil nanas di Indonesia yang terkenal adalah

    Subang, Bogor, Riau, Palembang dan Blitar (16).

    Klasifikasi tanaman nanas

    Kingdom : Plantae

    Divisi : Spermatophyta

    Kelas : Angiospermae

    Ordo : Farinosae

    Family : bromiliaceae

    Genus : Ananas

    Species : Ananas Comosus (L). Merr (16).

    2.1.1. Bagian-bagian Tanaman Nanas

    Adapun bagian-bagian tanaman nanas antara lain sebagai berikut :

    a. Akar

    Nanas memiliki akar serabut dengan sebaran kearah vertikal dan horizontal.

    Perakaran dangkal dan terbatas walaupun ditanam pada media yang paling baik.

  • 8

    Kedalamaan akar nanas tidak akan lebih dari 50 cm, berdasarkan pertumbuhannya

    akar nenas dibedakan menjadi akar primer dan sekunder (17).

    b. Batang

    Batang tanaman nanas dapat dilihat apabila daun-daun dihilangkan. Hal ini

    disebabkan batang nanas sangat pendek yaitu 20-25 cm dengan diameter bawah 2-

    3,5 cm, sedangkan diameter bagian tengah 5,5 sampai 6,5 cm dan mengecil pada

    bagian puncak 2,0-3,5 cm. batang tanaman nanas beruas-ruas dengan panjang

    masing-masing ruas bervariasi antara 1 sampai 10 cm. Batang berfungsi sebagai

    tempat melekat akar, daun, bunga, tunas, dan buah. Sehingga secara visual batang

    tersebut tidak nampak karena di sekelilingnya tertutup oleh daun, tangkai bunga

    atau buah merupakan perpanjangan batang (17).

    c. Daun

    Daun nanas berbentuk memanjang dan sempit, panjang daun dapat

    mencapai 130-150 cm, dengan daun tua lebih pendek dari daun muda yang ada

    diatasnya. Pertumbuhan daun nanas biasanya satu dalam seminggu, pada mulanya

    pertumbuhannya lambat, kemudian cepat. Tanaman nanas yang mempunyai

    pertumbuhan dan perkembangan normal akan mempunyai daun sempurna lebih

    dari 35 helai pada sekitar umur 12 bulan setelah tanaman (17).

    Panjang daun dapat mencapai 1,6 m dan lebar 7 cm, jumlah daun tiap

    batang tanaman sangat bervariasi antara 40-80 helai yang tata letaknya seperti

    spiral, yaitu mengelilingi batang mulai dari bawah sampai ke atas arah kanan dan

    kiri. Daun nanas berbentuk pedang, agak kaku, berserat, beralur dan tidak

  • 9

    mempunyai tulang daun utama. Daunnya ada yang tumbuh duri tajam dan ada

    yang tidak berduri, ada juga yang durinya hanya terdapat di ujung daun (3).

    d. Bunga

    Bunga pada tanaman nanas bersifat majemuk terdiri dari 50-200 kuntum

    bunga tunggal atau lebih. Letak bunga duduk tegak lurus pada tangkai buah

    kemudian berkembang menjadi buah majemuk. Bunga nanas tidak memiliki

    tangakai dan terdiri dari banyak kuntum bunga. Bunga nanas bias berwarna ungu

    atau merah atau oranye, bunga nanas akan tumbuh tegak lurus pada batang utama,

    selanjutnya bunga nanas akan berkembang menjadi buah nanas (3).

    Gambar 2.1 Buah Nanas

    e. Buah

    Buah nanas merupakan buah yang terbentuk dari gabungan 100-200 bunga

    berbentuk silinder dengan panjang buah sekitar 20,5 cm dengan diameter 14,5 cm

    dan beratnya sekitar 2,2 kg. kulit buah keras dan kasar, saat menjelang panen

    warna hijau buah mulai memudar, diameter dan berat buah nanas semakin

    bertambah sejalan dengan pertambahan umurnya, sebaliknya untuk tektur buah

    nenas semakin tua umur buah maka teksturnya akan semakin lunak (3). Buah

    dapat dipanen sekitar 5-6 bulan setelah berbunga, di bagian atas terdapat mahkota

  • 10

    yang dapat digunkan untuk perbanyakan tanaman. Buah nanas berbentuk slinder

    dihiasi oleh suatu daun-daun pendek, tersusun spiral yang disebut mahkota. Ujung

    buah biasanya tumbuh tunas mahkota tunggal, tetapi ada pula tunas yang tumbuh

    lebih dari satu yang biasa disebut multiple crown (mahkota ganda). Selain tunas

    mahkota juga terbentuk tunas batang (slips) yaitu tunas yang tumbuh pada batang

    dibawah buah dan tunas ketiak daun (stuckers) yang kedua-duanya dapat

    digunakan sebagai bahan perbanyakan (3).

    2.1.2. Jenis Golongan Nanas

    Berdasarkan habitat tanaman nanas, terutama bentuk daun dan buah di

    kenal 4 jenis golongan nanas yaitu :

    a. Nanas Cayenne

    Golongan nanas ini memiliki duri yang tidak menonjol atau nanas tidak

    berduri, daging buah golongan nanas ini cukup besar. Berat buah normal nanas

    cayenne sekitar 0,907-4,535 kg. Selain memilki ukuran daging buah yang besar,

    daging buah nanas ini memiliki serat yang rendah, memiliki banyak kandungan

    airdan rasanya agak asam (3,16).

    b. Nanas Abacaxi

    Jenis buah nanas abacaxi ini menghasilkan buah yang tinggi, manis,

    berdaging putih atau kuning pucat, lembut dan berair juga memiliki bagian tengah

    yang kecil. Ukuran buah nanas abacaxi bervariasi, mulai dari 0,0997 kg sampai

    4,989 kg bergantung pada varietas turunan yang dikembangkan dari golongan

    nanas ini. Pada daun tanaman nanas abacaxi berbentuk panjang dan berduri kasar,

    buah silindris atau seperti piramida (3,16).

  • 11

    c. Nanas Queen

    Ukuran buah nanas queen lebih kecil dan lebih pendek dibandingkan

    dengan golongan nanas lain. Tanaman nanas queen menghasilkan buah yang

    memiliki berat sekitar 0,453-1,133 kg. Buah nanas ini berwarna kuning emas atau

    tua, kaya akan kandungan air, aromanya harum dan memiliki sedikit serat. Daging

    buah cukup tebal karena bagian inti buah berukuran kecil. Daun pendek dan

    berduri tajam, buah berbentuk lonjong mirip kerucut sampai silindris, mata buah

    menonjol, dan rasanya manis (3).

    d. Nanas Red Spanish

    Tanaman nanas red spanish cenderung bisa menjadi tanaman besar, kulit

    dan daun nanas red spanish berduri. Pada umunya daun nanas ini berwarna abu-

    abu kehijauan atau ungu kehijauan. Red Spanish memiliki luar yang berwarna

    merah-oranye dan bagian dalam yang berwarna kuning cahaya atau putih,

    memiliki berat sekitar 1,360-2,721 kg, ada juga yang memiliki berat 4,082 kg

    lebih. Daging buah nanas ini tidak terlalu lembut dan kaya akan serat, selain baik

    dimanfaatkan sebagai buah segar, nanas juga bisa diolah menjadi buah kaleng (3).

    Varietas nanas yang banyak ditanam di Indonesia adalah golongan

    Cayyene dan Queen. Golongan Spanish dikembangkan di Kepulauan India Barat,

    Puerto Riko, Meksiko dan Malaysia. Golongan Abacaxi banyak ditanam di

    Brazilia (16).

  • 12

    2.1.3. Kandungan Nutrisi Buah Nanas

    Nanas termasuk salah satu buah istimewa karena nanas memiliki rasa lezat

    dan memiliki kandungan nutrisi yang sangat berguna bagi manusia. Dalam 100 g

    buah nanas memiliki kandungan gizi, vitamin dan mineral sebanyak: air 86 g,

    kalori 218 kj, protein 0.5 g, lemak 0.2 g, karbohidrat 13.5 g, serat 0.5 g, dan abu

    0.3 g. Kandungan mineralnya sebagai berikut : kalsium 18 mg, besi 0.3 mg,

    magnesium 12 mg, pospor 12 mg, kalium 98 mg dan Na 1 mg. Kandungan

    vitamin sebagai berikut: vitamin C 10 mg, vitamin A 525 IU, tiamin 0.09 mg,

    riboflavin 0.04 mg, niasin 0.24 mg. Buah nanas juga mengandung senyawa

    flavonoid, saponin dan tanin yang baik untuk kulit tubuh serta baik untuk

    pencernaan (18).

    Nanas memiliki beberapa nutrisi yang bernilai rendah, seperti protein,

    sodium, kolestrol, dan kalori. Nutrisi yang rendah ini memiliki beberapa

    keuntungan, seperti jumlah kalori yang rendah. Bila kita ingin makan nanas kita

    tidak perlu menghitung beberapa banyak kalori yang masuk ke tubuh. Buah nanas

    juga mengandung karbohidrat didalamnya seperti gula dan serat. Karbohidrat

    pada buah nanas bisa digunakan untuk menaikkan kadar gula darah, serat yang

    terkandung di nanas juga sangat berguna bagi tubuh. Serat makanan di dalam

    nanas juga dapat digunakan untuk menyehatkan pencernaan (3). Gula yang

    terkandung dalam nanas yaitu glukosa 2.32%, fruktosa 1.42%, dan sukrosa7.89%.

    Asam-asam yang terkandung dalam buah nanas adalah asam sitrat, asam malat,

    danasam oksalat. Jenis asam yang paling dominan yakni asam sitrat 78% dari total

    asam (18).

  • 13

    Nanas mengandung beberapa vitamin-vitamin seperti :

    a. Vitamin C

    Nanas segar banyak mengandung vitamin, terutama vitamin C. kandungan

    vitamin C ini lebih banyak jika dibandingkan dengan vitamin lain. Beberapa

    manfaat vitamin C pada buah nanas yaitu:

    1) Vitamin C dibutuhkan untuk pembuatan kolagen di tubuh. Kolagen ini

    dibutuhkan untuk merawat jaringan kulit, jaringan darah, orgam-organ,

    dan tulang.

    2) Vitamin C yang dikonsumsi secara teratur dapat menurunkan resiko

    terkena penyakit kulit dan bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

    3) Vitamin C merupakan antioksidan yang dapat larut di air. Antioksidan

    merupakan senyawa atau zat yang dapat menetralkan radikal bebas yang

    sangat berbahaya bagi tubuh. Dengan mengkonsumsi nanas secara

    teratur, vitamin ini dapat membantu melawan beberapa masalah yang ada

    di tubuh, seperti penumpukan plak diarteri dan gangguan jantung. Selain

    itu vitamin ini dapat mengurangi lender di tenggorokan dan hidung (3).

    b. Vitamin A

    Vitamin A (beta-carotene) berfungsi sebagai antioksidan, meningkatkan

    kekebalan tubuh, menjaga kesehatan selaput lender, menjaga kesehatan kulit, dan

    menjaga kesehatan kesehatan mata (3).

    c. Vitamin B1 dan B6

    Nanas mengandung vitamin B1 atau thiamin. Thiamin berguna untuk

    meningkatkan sirkulasi darah sekaligus mengangkut darah ke seluruh secara

    efesien. Vitamin ini juga berfungsi untuk membantu mencerna karbohidrat secara

  • 14

    efesien. Selain vitamin B1 nanas juga mengandung vitamin B6. Vitamin ini

    berperan pada proses metabolism tubuh, menyehatkan tubuh, dan membantu

    memproduksi energi di dalam tubuh (3).

    d. Bromelin

    Senyawa yang paling bermanfaat untuk mengatasi masalah kesehatan

    adalah bromelain, enzim bromelin banyak terdapat pada batang dan di bagian

    tengah buah nanas. Bromelin yaitu suatu enzim protease yang dapat mengurangi

    tekanan darah tinggi, membersihkan darah, dan meningkatkan pencernaan,

    Bromelain juga berguna untuk mencuci timbunan protein dan parasit cacing pada

    dinding usus sehingga dapat dengan mudah dikeluarkan melalui feces saat buang

    air. Enzim ini menghambat pertumbuhan sel kanker dan merangsang serta

    meningkatkan sistem pertahanan tubuh. Enzim ini juga menjaga keseimbangan

    hormon tubuh sehingga sangat berguna bagi wanita untuk mengatur siklus

    menstruasi (19).

    2.1.4. Manfaat Buah Nanas Dalam Kecantikan

    Buah nanas memiliki maanfaat yang terkandung didalam daging buahnya

    sebagai perawatan kecantikan seperti :

    1) Nanas membantu merawa kulit kering

    Cara perawatan: 4 potong besar buah nanas segar ( 85 gram) di blender,

    setelah itu 3 sendok makan minyak zaitun extrak-virgin di campurkan,

    oleskan ke wajah atau bagian kulit yang kering selama 15 menit, lalu di

    bilas dengan air bersih (3).

    2) Nanas membantu mengurangi risiko terkena jerawat dan membantu

    mengobati jerawat.

  • 15

    Cara perawatan : ½ nanas segar di potong-potong, tambahkan madu asli,

    tepung terigu dan air mawar di campurkan hingga merata. Sebelum masker

    dipakai, sebaiknya wajah dibersihkan terlebih dahulu. lalu oleskan masker

    keseluruh wajah kecuali didaerah sekitar mata dan mulut, biarkan masker

    merekat selama 30 menit. Lalu basuh wajah hingga bersih, sebaiknya

    menggunakan masker secara teratur setiap malam sebelum tidur.

    3) Membantu merawat jenis kulit berminyak.

    Cara perawatan: 1 sendok makan air dari buah nanas, 1 sendok makan

    santan kelapa hangat dan 1 sendok makan tepung pati jagung di

    campurkan hingga merata. Setalah itu oleskan masker ke wajah dan

    biarkan selama 10 menit, setelah itu wajah dibilas dengan air hangat.

    Sebaiknya masker digunakan dua kali seminggu untuk merawat kulit

    berminyak.

    4) Membantu mengangkat sel kulit mati dan lain-lain

    Beberapa potong buah nanas segar di parut ditambahkan 1 sendok gula

    pasir, kemudian diaduk merata. Setelah itu pakai dengan cara mengosok

    atau memijat pelan-pelan kulit selama 10-15 menit, kemudian bilas dengan

    air bersih.Dan mamsih banyak lagi kegunaan buah nanas untuk kecantikan

    (3).

    2.2. Kulit

    Kulit adalah suatu organ pembungkus seluruh permukaan luar tubuh,

    merupakan organ terluas dan terbesar dari tubuh. Seluruh kulit beratnya sekitar 16

    % berat tubuh, pada orang dewasa sekitar 2,7-3,6 kg dan luasnya sekitar 1,5-1,9

  • 16

    meter persegi. Tebalnya kulit bervariasi mulai 0,5 mm sampai 1,5 mm tergantung

    dari letak, umur dan jenis kelamin. Kulit tipis terletak pada kelopak mata, penis,

    labium minus dan kulit bagian medial lengan atas. Sedangkan kulit tebal terdapat

    pada telapak tangan, telapak kaki, punggung, bahu dan bokong (20).

    Gambar 2.2 Struktur Kulit

    2.2.1. Struktur Kulit

    a. Epidermis (kulit ari)

    Epidermis merupakan lapisan teratas pada kulit manusia dan memiliki

    tebal yang berbeda-beda : 400-600 µm untuk kulit tebal (kulit pada telapak tangan

    dan kaki) dan 75-150 µm untuk kulit tipis (kulit selain telapak tangan dan kaki,

    memiliki rambut). Epidermis yang paling tipis yaitu di kelopak mata dan yang

    paling tebal adalah pada bagian yang paling banyak digunakan (telapak kaki dan

    tangan). Epidermis merupakan bagian kulit yang menarik untuk diperhatikan

    dalam perawatan kulit, karena kosmetik dipakai pada bagian epidermis (20).

    b. Dermis (kulit jangat)

    Dermis yaitu lapisan kulit dibawah epidermis memiliki ketebalan yang

    bervariasi bergantung pada daerah tubuh dan mencapai maksimum 4 mm di

    daerah punggung. Lapisan ini menjadi ujung saraf perasa, keberadaan ujung-

    ujung saraf perasa pada kulit jangat memungkinkan membedakan berbagai

    rangsangan dari luar. Masing-masing saraf perasa memilliki fungsi tertentu seperti

  • 17

    saraf dengan fungsi mendeteksi rasa sakit, sentuhan, tekanan, panas dan dingin.

    Saraf perasa juga memungkinkan segera bereaksi terhadap hal-hal yang dapat

    merugikan diri kita (20).

    c. Hypodermis (Subkutan)

    Lapisan ini terdiri atas jaringan ikat longgar yang mengikat kulit secara

    longgar pada organ-organ di bawahnya, yang memungkinkan kulit bergeser di

    atasnya. Hipodermis sering mengandung sel-sel lemak yang jumlahnya bervariasi

    sesuai daerah tubuh dan ukuran yang bervariasi sesuai daerah tubuh dan ukuran

    yang bervariasi sesuai dengan status gizi yang bersangkutan. Lapisan hipodermis

    berfungsi sebagai cadangan makanan dan bantalan untuk melindungi tubuh dari

    benturan-benturan fisik serta berperan pula dalam pengaturan suhu tubuh (21).

    2.2.2. Fungsi Kulit

    Kulit pada manusia mempunyai fungsi sangat penting secara umum yaitu:

    a. Kulit Sebagai Pelindung

    Kulit menjaga bagian dalam tubuh manusia terhadap gangguan fisik atau

    mekanik, misalnya tekanan, gesekan, tarikan, gangguan mikrobiologi seperti

    jamur dan kuman, melindungi tubuh dari serangan zat-zat kimia dari lingkungan

    yang polusif (21).

    b. Fungsi Absorpsi

    Kemampuan absorpsi kulit dipengaruhi oleh tebal tipisnya kulit, hidrasi,

    kelembaban. Kulit tidak bias menyerap air, tapi bias menyerap material larut-lipid

    seperti vitamin A, D, E, dan K, obat-obatan tertentu, oksigen dan karbondioksida

    (21).

  • 18

    c. Menjaga Kelembaban Tubuh

    Kulit menjaga kelembaban dengan mencegah keluarnya cairan dalam

    jaringan tubuh, lapisan kulit bersifat padat dan kencang terutama dari dalam

    tubuh. Kulit mempunyai ikatan yang kuat terhadap air. Apabila kulit mengalami

    luka atau kering maka daya ikat terhadap air akan berkurang (21)

    d. Tempat Penyimpanan

    Kulit dapat menyimpan lemak di dalam kelenjar lemak. Kulit berfungsi

    sebagai alat penampung air dan lemak yang dapat melepaskan bila mana

    diperlukan .

    e. Indra Peraba

    Rasa sentuhan yang disebabkan oleh rangsangan pada ujung saraf di dalam

    kulit berbeda-beda menurut ujung saraf yang dirangsang. Perasaan panas, dingin

    sakit, semua ini perasaan yang berlainan. Di dalam kulit terdapat tempat-tempat

    tertentu, yaitu tempat perabaan, beberapa sensitif (peka) terhadap dingin, terhadap

    panas, dan lain-lain terhadap sakit.

    f. Penunjang Penampilan

    Fungsi yang terkait dengan kecantikan yaitu keadaan kulit yang tampak

    halus, putih dan bersih akan dapat menunjang penampilan. Fungsi lain dari kulit

    yaitu kulit dapat mengekspresikan emosi seseorang seperti kulit memerah, pucat

    maupun kontraksi otot penegak rambut (21).

    g. Alat Pengeluaran (ekskresi)

    Kulit mengeluarkan zat-zat sampah yang terdapat dalam keringat. Keringat

    adalah pengeluaran aktif dari kelenjar keringat di bawah pengendalian saraf

    simpatis (21).

  • 19

    2.2.3. Jenis-Jenis Kulit

    Ditinjau dari sudut perawatan kulit terdiri atas 5 jenis:

    1. Kulit Normal

    Kulit normal merupakan jenis kulit yang dapat dikatakan sebagai kulit

    ideal atau kulit dambaan. Hal ini karena kulit normal umumnya tidak memiliki

    masalah yang serius dan perawatannya relative lebih mudah dibandingkan jenis

    kulit lainnya. Kulit normal merupakan kulit yang tampak elastis, lembut, tidak

    berminyan dan tidak kering, dan indah dipandang mata walaupun tidak memakai

    kosmetik (22).

    2. Kulit Berminyak

    Adalah kulit yang mempunyai permukaan kulit terlihat berminyak dan

    sedikit sulit untuk dihilangkan. Untuk beberapa kasus kulit berminyak,

    dipermukaan kulit nampak berminyak namun pada bagian bawah lapisan kulit

    mengalami kekeringan sehingga terjadi seperti hidrasi kulit. Bagian yang paling

    banyak biasanya berada di sekitar T-zone (dahi, hidung, dagu) dan dibawah tulang

    pipi, orang yang memiliki jenis kulit ini biasanya mudah berjerawat. Kulit

    berminyak cenderung mudah menangkap kotor dan debu yang tidak terlihat

    dibandingkan jenis kulit kering (22).

    3. Kulit Kering

    Adalah kulit yang mempunyai lemak permukaan kulit yang kurang atau

    sedikit sehingga pada perabaan terasa kering, kasar karena banyak lapisan kulit

    yang lepas dan retak, kaku atau tidak elastis dan mudah terlihat kerutan. Jenis

    kulit ini biasanya kelihatan kusam, kadang seperti ditarik, bersisik, dan terasa

  • 20

    gatal. Faktor penyebab kulit menjadi kering antara lain seperti cuaca, penggunaan

    kosmetik yang tidak cocok, efek samping penggunaan obat-obatan tertentu, faktor

    genetik, usia, kekurangan nutrisi dan terlalu sering berada di ruangan ber AC (22).

    4. Kulit Kombinasi

    Jenis kulit kombinasi merupakan perpaduan antara kulit berminyak dan

    kulit kering. Jika satu bagian kulit wajah disekitar T-zone (hidung, dahi, dagu dan

    bagian atas mata) berminyak, dan pori-porinya terlihat besar. Sementara bagian

    lainnya (pipi, daerah seputara mata, dan leher) kering.

    5. Kulit sensitif

    Kulit sensitif akan lebih gampang terbakar sinar matahari dan sensitif

    dengan kosmetik. Maka dari itu kulit sensitif tidak bisa diberi sembarangan

    produk kecantikan. Kulit jenis ini juga rawan berjerawat, jenis kulit sensitif tidak

    banyak meninggalkan sisa minyak, tetapi akan cenderung kering dan terasa

    kencang (22).

    2.2.4. Melembabkan Kulit.

    Secara alamiah kulit memiliki lapisan lemak tipis di permukaannya, yang

    antara lain terdiri atas produksi kelenjar minyak kulit. Pembentukan lapisan lemak

    tersebut terutama untuk melindungi kulit dari kelebihan penguapan air yang akan

    menyebabkan dehidrasi kulit. Kandungan air di dalam stratum korneum,

    meskipun sedikit (hanya 10%), sangat penting. Air yang terkandung dalam

    stratum korneum sangat berpengaruh pada kelembutan dan elastisitas stratum

    korneum (10).

  • 21

    Jika kandungan air dari stratum korneum semakin sedikit, semakin rendah

    elastisitas jaringan stratum korneum. Kulit akan kering dan pecah-pecah,

    membentuk retak-retak mendalam mirip huruf V. Jika bahan-bahan asing seperti

    sisa sabun, kotoran dan mikroorganisme masuk dan menumpuk dalam celah V ini,

    maka kulit menjadi kering dan retak-retak akan menimbulkan iritasi dan

    peradangan yang juga akan melemahkan kulit. Disinilah perlunya kosmetika

    pelembab kulit untuk mencegah dehidrasi kulit yang menyebabkan kekeringan

    dan retak-retak pada kulit serta akibat-akibat buruknya (10).

    2.3 Kosmetik Untuk Kulit

    Kosmetik berasal dari kata “kosmetikos” (Yunani) berati keterampilan

    menghias atau mengatur. Bahan yang dipakai dalam usaha untuk mempercantik

    diri ini, dahulu diramu dari bahan alami yang terdapat di sekitarnya. Namun,

    sekarang kosmetika tidak hanya dari bahan alami tetapi juga bahan sintetik untuk

    maksud meningkatkan kecantikan. Produk kosmetik sangat diperlukan untuk

    manusia, baik laki-laki maupun perempuan. Produk-produk itu dipakai secara

    berulang setiap hari dan diseluruh tubuh, mulai dari rambut sampai ujung kaki

    (10).

    2.3.1 Pelembab

    Pelembab adalahsalah satu jenis kosmetik yang berfungsi menghidrasi

    kulit dengan cara mengurangi penguapan air dari kulit dan menarik air dari udara

    masuk kedalam stratum korneum yang mengalami dehidrasi. Bahan-bahan yang

    dapat mengurangi penguapan air dari kulit adalah bahan-bahan yang berminyak

    dan bahan-bahan yang dapat menarik air kedalam stratum korneum dikenal

  • 22

    sebagai humektan. Pelembab merupakan kosmetik yang sangat penting

    dibandingkan kosmetik lainnya, karena pelembab dapat mengurangi penguapan

    air dari kulit hingga kandungan air didalam kulit terpenuh dan membuat kulit

    menjadi lembut dan kenyal (23).

    2.4 Gel

    Gel merupakan sistem semipadat terdiri dari suspensi yang dibuat dari

    partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh

    suatu cairan, gel kadang-kadang disebut jeli. Gel juga didefenisikan sebagai suatu

    sistem setengah padat yang terdiri dari suatu dispersi yang tersusun baik dari

    partikel anorganik yang terkecil atau molekul organik yang besar dan saling

    diresapi cairan (13,24).

    Gel memiliki kemampuan melembabkan dengan bahan yang mengandung

    banyak air, memiliki efek sejuk yang baik digunakan pada cuaca panas dan sesuai

    untuk kulit berminyak. Kemampuan melembabkan suatu sediaan seperti pada gel

    juga memberikan efek melembutkan, serta mencegah iritasi pada kulit (14).

    Sediaan gel lebih banyak digunakan karena rasa dingin di kulit, mudah

    mengering, dan mudah dicuci. Bahan pembentuk gel yang biasa digunakan adalah

    Carbopol 940, Na-CMC dan HPMC. Gelling agent tersebut banyak digunakan

    dalam produk kosmetik dan obat karena memiliki stabilitas dan kompaktibilitas

    yang tinggi, toksisitas yang rendah, serta mampu meningkatkan waktu kontak

    dengan kulit (15).

  • 23

    2.4.1 Bahan-Bahan Dalam Sediaan Gel

    Bahan pembentuk gel atau biasa disebut dengan gelling agent adalah

    bahan tambahan yang digunakan untuk mengentalkan dan menstabilkan berbagai

    macam sediaan obat dan sediaan kosmetik. Jenis-jenis bahan pembentukan gel

    biasanya merupakan bahan berbasis polisakarida atau protein. Gelling agent

    merupakan komponen polimer dengan bobot molekul tinggi yang merupakan

    gabungan molekul-molekul dari molekul polimer yang akan memberikan sifat

    kental pada gel yang diinginkan. Pemilihan gelling agent dalam sediaan farmasi

    dan kosmetik harus inert, aman, tidak bereaksi dengan komponen lain (25).

    Bahan pembentuk gel yang digunakan adalah makromolekul sintetik

    seperti carbomer, turunan selulosa seperti karboksi metil selulosa atau hidroksi

    propil metil selulosa, dan getah alam seperti tragakan. Selain itu dapat juga

    digunakan akasia, asam alginat, bentonit, setostearil alkohol, koloid silicon

    dioksida, gelatin, guar gum, polivinil alkohol, dan Natrium alginat (25).

    a. HPMC

    Hidroksi Propil Metil Selulosa (HPMC) disebut juga hypromellose,

    methocel, hydroxyl propilmethil cellulose, metolose, pharmacoat. Rumus kimia

    HPMC adalah CH(OH) . HPMC secara luas digunakan sebagai suatu

    eksipiendi dalam formulasi pada sediaan topikal dan oral. Dibandingkan dengan

    metil selulosa, HPMC menghasilkan cairan lebih jernih. HPMC juga digunakan

    sebagai zat pengemulsi, agen pensuspensi, dan agen penstabil di dalam sediaan

    salep dan gel. Sifat merekat dari HPMC apabila sediaan menggunakan bahan

    pelarut organik cenderung menjadi lebih kental dan merekat, dengan

  • 24

    meningkatnya konsentrasi juga menghasilkan sediaan yang lebih kental dan

    merekat (26).

    b. Propilen glikol

    Berbentuk cairan jernih seperti sirup, tidak berwarna, tidak berbau, rasa

    agak manis, dapat bercampur dengan air, etanol, klorofom dan minyak lemak,

    propilen glikol telah banyak digunakan sebagai pelarut dan pengawet dalam

    berbagai formulasi (27).

    c. Metil paraben

    Berbentuk kristal tidak berwarna atau serbuk kristal putih, tidak berbau

    atau hampir tidak berbau dan berasa sedikit terbakar. Kelarutannya yaitu sukar

    larut dalam air, dalam benzene dan dalam karbon tetraklorida, mudah larut dalam

    etanol dan dalam eter, larut dalam air 70°C. Penggunaan dalam sediaan topikal

    sebanyak 0,02%-0,3% sebagai antimikroba, kombinasi antara metil paraben dan

    propil paraben digunakan untuk mempertahankan formulasi farmasi (27).

    d. Propil paraben

    Propil paraben merupakan serbuk putih kecil tidak berwarna, sebagai

    pengawet pada rentang pH 4-8. Peningkatan pH dapat menyebabkan penurunan

    aktivitas antimikroba. Propil paraben sangat larut dalam aseton dan etanol, larut

    dalam 25 bagian gliserin dan sukar larut didalam air. Kosentrasi propel paraben

    yang digunakan dalam sediaan topical antara 0,01-0,06% (27)

    e. Natrium metabisulfit

    Digunakan sebagai antioksidan dalam sediaan oral, parenteral dan topikal,

    pada konsentrasi 0,01-1,0% b/v dan pada konsentrasi sekitar 27% b/v pada

  • 25

    sediaan injeksi intramuskular. Natrium metabisulfit juga memiliki aktivitas

    antibakteri, yang berperan lebih baik pada pH asam, dan juga dapat digunakan

    sebagai bahan pengawet pada preparat oral seperti sirup (27).

    f. Dinatrium EDTA

    Agent pengkelat merupakan suatu komponen yang dapat membentuk

    kompleks dengan cara beraksi dengan ion logam atau alkali kompleks yang

    terbentuk terdiri dari ikatan molekul yang tersusun oleh ikatan ion logam tunggal.

    EDTA ditambahkan dalam sediaan karena memiliki kemampuan dalam mencegah

    bau tengik yang disebabkan oleh logam yang tidak larut, juga digunakan sebagai

    penstabil pada gel (27).

    g. Aquades

    Adalah air yang dimurnikan yang diperoleh dengan destilasi, perlakuan

    menggunakan penukar ion, osmosis balik, atau proses lain yang sesuai. Dibuat

    dari air yang memenuhi persyaratan air minum. Tidak mengandung zat tambahan

    lainnya. Pemerian cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau (25).

    2.5 Skin Analyzer

    Skin analyzer merupakan sebuah perangkat yang dirancang untuk

    mendiagnosa keadaan pada kulit. Skin analyzer dapat mendukung diagnosa dokter

    yang tidak hanya meiliputi lapisan kulit teratas namun mampu memperlihatkan

    sisi lebih dalam dari lapisan kulit, dengan menggunakan mode pengukuran normal

    dan polaritasi, dilengkapi dengan rancagan sensor kamera pada skin analyzer .

    Pengukuran yang dapat dilakukan menggunakan skin analyzer, yaitu

    moisture (kadar air), evenness (kehalusan), pore (pori-pori), spot (noda), wrinkle

  • 26

    (keriput), dan kedalaman keriput juga terdeteksi dengan alat ini.Lapisan kulit

    teratas namun mampu memperlihatkan sisi lebih dalam dari lapisan kulit, dengan

    menggunakan mode pengukuran normal dan polaritasi, dilengkapi dengan

    rancagan sensor kamera pada skin analyzer (28).

    Instrumen ini adalah jenis monitor kelembapan digital presisi tinggi untuk

    kulit yang memanfaatkan teknologi analisis bioelectric impendance (BIA) terbaru,

    alat ini mudah dioperasikan, mudah dibawa, dan memiliki kinerja yang baik saat

    digunakan. Monitor kelembaban digital untuk kulit dapat digunakan sebagai alat

    pemasaran kecantikan atau salon kecantikan, untuk melakukan tes kulit, yang juga

    dapat digunakan sebagai barang promosi untuk perusahaan kosmetik yang dapat

    digunakan untuk perawatan pribadi di rumah (28).

    Skin Analyzer (FCM-1)

  • 27

    BAB III

    METODOLOGI PENELITIAN

    3.1 Metode Penelitian

    Metode penelitian dilakukan menggunakan penelitian eksperimental yaitu

    membuat sediaan hand body gel dari sari buah nanas (Ananas comusus. (L.) Merr)

    sebagai pelembab kulit.

    3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

    3.2.1. Tempat penelitian

    Penelitian dilakukan di Laboratorium Semi Solid Farmasi Institut

    Kesehatan Helvetia Medan.

    3.2.2. Waktu Penelitian

    Penelitian di laksanakan pada bulan Juli-September 2019.

    3.3 Sampel Penelitian

    Sampel diambil secara purposive, yaitu: dengan tidak membandingkan di

    daerah lain. Sampel yang digunakan dalam metode penelitian ini adalah buah

    nanas yang diperoleh dari kebun nanas lubuk pakam.

    Karakteria buah nanas yang digunakan:

    1. Nanas berumur 16-18 bulan setelah penanaman

    2. Warna terlihat kuning masak

    3. Timbul aroma bau khas nanas

    4. Berat 1- 1,5 kg

    5. Berbentuk lonjong dan mata buah menonjol (3).

  • 28

    3.4 Sukarelawan

    Sukarelawan yang di jadikan panelis berjumlah 10 orang dengan kriteria

    inklusi sebagai berikut:

    1. Wanita.

    2. Mahasiswa atau pekerja yang sering beraktivitas diluar.

    3. Sukarelawan adalah orang terdekat dan sering berada disekitar penguji,

    sehingga lebih mudah dan di amati bila ada reaksi yang terjadi pada kulit

    yang sedang di uji (21).

    3.5. Alat dan Bahan

    3.5.1. Alat

    Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah pH meter, visko

    meter, beaker glass, gelas ukur, timbangan digital, kaca datar, sudip, batang

    pengaduk, pipet tetes, lumpang dan alu, objek glass, wadah, kertas perkamen dan

    kain flanel.

    3.5.2. Bahan

    Bahan yang digunakan dalam pembuatan hand body gel pelembab ini

    adalah sari buah nanas, HPMC, metil paraben, propil paraben, Natrium

    Metabisulfit, Propilen glikol, Dinatriun EDTA dan Aquadest.

    3.6. Pengolahan Sampel

    Buah nanas yang segar 5,6 kg dikupas dari kulitnya, kemudian buah nanas

    yang telah dikupas diperoleh 4 kg dan dicuci hinga bersih lalu dipotong menjadi 4

    bagian dan diparut dengan parutan kelapa. Kemudian diperas menggunakan kain

    flanel, sari nanas yang diperoleh 2450 ml dipekat kan di penangas air hingga

  • 29

    diperoleh hasil sari buah nanas sebanyak 1755 ml kemudian hasil sari yang telah

    dipekatkan dimasukan kedalam wadah yang bersih (7).

    3.7. Formulasi Sediaan Hand Body Gel Pelembab Kulit

    Gel dibuat dalam 3 formulasi yang dibedakan oleh konsentrasi sari buah

    nanas. Sari buah nanas dengan konsentrasi yang bervariasi yaitu 3%, 5%, 7% dan

    kontrol negative. Masing-masing sebanyak 100 gr dalam komposisi basis yang

    sama (8).

    Formula Standar Gel (29)

    Gelatin 4 gr

    Sodium Alginat 2 gr

    Glycerol 20 gr

    Nipagin 0,2 gr

    Air suling ad 100

    Tabel 3.1 Formulasi Sediaan Hand Body Gel Sari Buah Nanas

    Bahan Satuan Kontrol

    negatif

    F1 F2 F3 Kontrol

    positif

    Fungsi

    Sari buah nanas % 0 3 5 7 Hanasui Body

    Serum Gel

    Vitamin C

    Zat aktif

    HPMC gr 3 3 3 3 Gelling agent

    Metil paraben gr 0,03 0,03 0,03 0,03 Pengawet

    Propilen Glikol gr 15 15 15 15 Humektan

    Propil paraben gr 0,01 0,01 0,01 0,01 Pengawet

    Dinatruium EDTA gr 0,05 0,05 0,05 0,05 Chelating agent

    Na. Metabisulfit gr 0,1 0,1 0,1 0,1 Antioksidan

    Aquadest ad 100 100 100 100 Pelarut

    Keterangan

    F1 : Konsentrasi sari buah nanas 3 %

    F2 : Konsentrasi sari buah nanas 5%

    F3 : Konsentrasi sari buah nanas 7%

    Kontrol Negatif: Gel tanpa sari buah nanas

    Kontrol Positif : Hanasui Body Serum Gel Vitamin C

  • 30

    3.7.1. Pembuatan Sedian Gel

    Semua bahan yang diperlukan ditimbang. Dalam lumpang yang bersih

    dimasukkan HPMC kemudian dikembangkan dengan air panas, lalu digerus

    hingga homogen. Dalam beaker glass masukkan metil paraben, propil paraben

    yang telah dilarutkan dengan menggunakan air panas, setelah larut masukan

    propilen glikol dan masukkan sedikit demi sedikit Natrium metabisulfit dan

    Dinatrium EDTA yang sudah dilarutkan dalam aquades. Kemudian tambahkan

    sisa aquadest sedikit demi sedikit. Kemudian semua bahan yang telah tercampur

    ditambahkan sari buah nanas konsentrasi 3%, 5%, dan 7%. Kemudian digerus

    perlahan dan digerus sampai membentuk dasar gel yang homogen. Masukkan

    sedian kedalam wadah yang telah disediakan (27).

    3.8. Prosedur Evaluasi Sediaan Gel

    1. Uji Organoleptik

    Pengujian organoleptik dilakukan dengan mengamati warna, bau dan

    bentuk sediaan gel menggunakan panca indra (30).

    2. Uji Homogenitas

    Sejumlah tertentu sediaan gel dioleskan pada objek glass, sediaan harus

    menunjukkan susunan yang homogen dengan tidak terlihat adanya butiran kasar

    atau partikel-partikel (30).

    3. Uji Iritasi Terhadap Sukarelawan

    Untuk mengetahui ada tidaknya efek samping tersebut maka dilakukan uji

    daya iritasi terhadap kulit. Percobaan yang dilakukan pada 5 orang sukarelawan,

    kosmetik dioleskan dibelakang telinga dengan diameter 3 cm, kemudian dibiarkan

  • 31

    24 jam dan dilihat perubahan yang terjadi berupa kemerahan pada kulit dan gatal-

    gatal (22).

    4. Uji pH

    Penentuan pH sediaan dilakukan dengan menggunakan alat pH meter. Alat

    terlebih dahulu dikalibrasi dengan menggunakan standar netral (pH 7,01)

    kemudian alat dibilas dengan aquadest dan dimasukkan ke larutan pH asam (pH

    4,01) hingga alat menunjukkan nilai pH tersebut. Kemudiaan alat pH

    dicuci/dibilas dengan aquades, lalu dikeringkan dengan tisu. Ditimbang 0,5 gram

    sediaan dan dilarutkan dengan aquades 50 ml. Kemudiaan alat pH dicelupkan

    dalam larutan tersebut. Dibiarkan alat menunjukkan nilai pH sampai konstan (21).

    5. Uji Daya Sebar

    Uji daya sebar dilakukan dengan cara sebanyak 0,5 gram sediaan gel

    ditimbang dan diletakan di tengah atas kaca datar kemudian di letakan kaca datar

    lain diatas massa gel tersebut. Kemudian diberi beban tambahan 150 gram di

    diamkkan selama 1 menit dihitung diameter penyebarannya, daya sebar gel yang

    baik antara 5-7cm (31).

    6. Uji Viskositas

    Pengujian viskositas dilakukan dengan cara sebanyak 100 ml gel

    dimasukkan ke dalam beaker glass lalu dipasang spindle 64. Spindle harus

    terendam dalam sediaan uji, viskometer dilakukan dengan kecepatan 60 rpm. Di

    catat hasil yang keluar pada layar viskositas (15).

  • 32

    7. Pengukuran Kelembaban Kulit dengan Alat Skin Analyzer

    Uji kelembaban akan berlangsung selama 3 minggu, sebelum sediaan

    diaplikasikan ke lengan panelis, terlebih dahulu kelembaban dari kulit lengan

    panelis diukur menggunakan alat Skin Analyzer. Panelis diminta untuk tidak

    memakai produk topikal seperti pelembab di lokasi uji selama satu minggu

    sebelum dan selama penelitian. Lokasi uji adalah kulit lengan panelis berdiameter

    4,5 cm dengan pemakaian sediaaan 2 kali sehari setelah mandi sebanyak 1 gr (32).

    Formula Awal Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3

    Kontrol Negatif

    Kontrol Positif

    Konsentrasi 3%

    Konsentrasi 5%

    Konsentrasi 7%

    Pengukuran

    Parameter

    Dehidrasi Normal Hidrasi

    Kelembaban (moisture) 0-29% 30-50% 51-100%

    3.9. Analisis Data

    Berdasarkan hasil data yang diperoleh maka data dianalisis dengan

    menggunakan aplikasi statitik uji/SPSS (Statistical Product and Servive Solution)

    dari uji One Way Anova (Analysis Of Variant), dan uji Paired Samples Test dan

    Uji Paired Samples Test.

    .

  • 33

    BAB IV

    HASIL DAN PEMBAHASAN

    4.1 Hasil Identifikasi Tumbuhan

    Hasil identifikasi yang dilakukan di Laboratorium Herbarium Medanese

    (MEDA) Universitas Sumatera Utara Medan, menunjukkan bahwa benar bahan

    uji yang digunakan adalah tumbuhan nanas (Ananas comusus (L.) Merr ) dari

    famili : Bromeliaceae.

    4.1.1 Proses Pengolahan Sampel dan Hasil Sari Buah Nanas

    Sampel Hasil

    Buah nanas segar 5,6 kg

    Dikupas kulit buah nanas 4 kg

    Di cuci dan dipotong 4 bagian

    Di parut dengan parutan kelapa -

    Diperas dengan kain flannel -

    Hasil perasan sari buah nanas 2450 ml

    Dipekatkan diatas penangas air 1755 ml

    4.1.2 Pembuatan Sediaan Hand Body Gel

    Gel dibuat dalam 4 formulasi yang dibedakan oleh konsentrasi sari buah

    nanas. Sari buah nanas dengan konsentrasi yang bervariasi yaitu 3%, 5%, 7% dan

    kontrol negatif. Masing-masing sebanyak 100 gr dalam komposisi basis yang

    sama.

  • 34

    Tabel 4.1 Formulasi Sediaan Hand Body Gel

    Bahan Satuan Blanko F1 F2 F3 Kontrol positif Fungsi

    Sari buah nanas % 0 3 5 7

    Hanasui Body

    Serum Gel

    Vitamin C

    Zat aktif

    HPMC gr 3 3 3 3 Gelling agent

    Metil paraben gr 0,03 0,03 0,03 0,03 Pengawet

    Propilen glikol gr 15 15 15 15 Humektan

    Propil paraben gr 0,01 0,01 0,01 0,01 Pengawet

    Dinatruium EDTA gr 0,05 0,05 0,05 0,05 Chelating agent

    Na. Metabisulfit gr 0,1 0,1 0,1 0,1 Antioksidan

    Aquadest ad 100 100 100 100 Pelarut

    Keterangan

    F1 : Konsentrasi sari buah nanas 3 %

    F2 : Konsentrasi sari buah nanas 5%

    F3 : Konsentrasi sari buah nanas 7%

    Kontrol Negatif : Gel tanpa sari buah nanas

    Kontrol Positif : Hanasui Body Serum Gel Vitamin C

    4.2 Pemeriksaan Mutu Fisik Sediaan

    4.2.1 Hasil Uji Organoleptik

    Hasil uji organoleptik pada sediaan hand body gel sari buah nanas (Ananas

    comusus (L.) Merr ) dapat dilihat pada table 4.2.

    Table 4.2 Hasil Pengujian Organoteptik Hand Body Gel Sari Buah Nanas

    (Ananas comusus (L.) Merr).

    Formula Bentuk Warna Bau

    Kontrol Negatif Setengah padat Bening Tidak berbau

    Kontrol Positif Setengah padat Orange lemah Bau parfum

    Gel konsentrasi 3% Setengah padat Kuning lemah Bau khas nanas

    Gel konsentrasi 5% Setengah padat Kuning lemah Bau khas nanas

    Gel konsentrasi 7% Setengah padat Kuning kecoklatan Bauk khas nanas

    Berdasarkan hasil pengujian organoleptik pada sediaan kontrol negatif

    memiliki bentuk setengah padat, berwarna bening dan tidak berbau. Pada sediaan

    gel sari buah nanas konsentrasi 3%, 5%, dan 7% memiliki bentuk setengah padat,

  • 35

    berwarna kuning lemah hingga kuning kecoklatan dan berbau aroma khas buah

    nanas

    4.2.2 Hasil Pengujian Homogenitas

    Hasil uji homogenitas hand body gel sari buah nanas (Ananas comusus

    (L.) Merr) dapat dilihat pada tabel 4.3

    Tabel 4.3 Hasil Uji Homogenitas Hand Body Gel Sari Buah Nanas (Ananas

    comusus (L.) Merr )

    Formula Homogenitas

    Kontrol negatif Homogen, tidak ada butiran kasar

    Gel konsentrasi 3% Homogen, tidak ada butiran kasar

    Gel konsentrasi 5% Homogen, tidak ada butiran kasar

    Gel konsentrasi 7% Homogen, tidak ada butiran kasar

    Berdasarkan hasil uji homogenitas pada sediaan kontrol negatif, kontrol

    positif, dan sediaan konsentrasi 3%, 5%, dan 7% menghasilkan sediaan yang

    homogen dengan ditandai tidak adanya butiran kasar atau partikel-partikel pada

    sediaan hand body gel tersebut.

    4.2.3 Hasil Daya Iritasi Terhadap Kulit Sukarela

    Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan diperoleh hasil yang dapat

    dilihat pada tabel 4.4 sebagai berikut.

    Tabel 4.4 Hasil Uji Iritasi Terhadap Kulit Sukarelawan

    No. Pernyataan

    sukarelawan (+/-)

    Kontrol

    negatif 3% 5% 7%

    1 Kemerahan pada kulit - - - -

    2 Gatal pada kulit - - - -

    3 Kulit menjadi kasar - - - -

    Keterangan

    + : Terjadi Iritasi

    - : tidak terjadi iritasi

  • 36

    Berdasarkan tabel 4.5 hasil yang diperoleh pada sediaan hand body gel sari

    buah nanas dengan konsentrasi 3%, 5%, 7% dan kontrol negatif tidak terlihat

    adanya efek samping berupa kemerahan, gatal-gatal dan pengasaran pada kulit

    yang ditimbulkan pada sediaan.

    4.2.4 Hasil Pemeriksaan pH

    Hasil uji pH hand body gel sari buah nanas (Ananas comusus (L.) Merr)

    dengan menggunakan pH meter dapat dilihat pada tabel 4.5.

    Tabel 4.5 Hasil Pemeriksaan pH Hand Body Gel Sari Buah Nanas (Ananas

    comusus (L.) Merr).

    Formula Pengulangan

    I

    Pengulangan

    II

    Pengulangan

    III Rata-Rata

    Kontrol negatif 5,2 5,2 5,2 5,2

    Kontrol positif 5,1 5,1 5,1 5,1

    Gel konsentrasi 3% 5,0 5,0 5,0 5,0

    Gel konsentrasi 5% 4,9 4,9 4,9 4,9

    Gel konsentrasi 7% 4,8 4,8 4,8 4,8

    Berdasarkan hasil pemeriksaan pH pada sediaan hand body gel kontrol

    negatif, kontrol positif, dan sediaan hand body gel sari buah nanas (Ananas

    comusus (L.) Merr) konsentrasi 3%, 5%, dan 7% di peroleh pH 4,8-5,2, sehingga

    sediaan tersebut memenuhi syarat sebagai gel pelembab kulit.

    4.2.5 Hasil Pengujian Daya Sebar

    Hasil uji daya sebar gel sari buah nanas (Ananas comusus (L.) Merr) dapat

    dilihat pada tabel 4.6.

  • 37

    Tabel 4.6 Hasil Pengujian Daya Sebar Gel Sari Buah Nanas (Ananas comusus

    (L.) Merr)

    Formula

    Diameter Sebar Gel

    Pengulangan

    I

    Pengulangan

    II

    Pengulangan

    III Rata-Rata

    Kontrol Negatif 5,5 5,5 5,4 5,5

    Kontrol Positif 5,3 5,3 5,3 5,3

    Konsentrasi 3% 5,8 5,8 5,8 5,8

    Konsentrasi 5% 6,0 5,9 6,0 6,0

    Konsentrasi 7% 6,1 6,1 6,1 6,1

    Berdasarkan hasil pengujian daya sebar pada sediaan gel sari buah nanas

    pada kontrol negatif, kontrol positif, konsentrasi 3%, konsentrasi 5% dan

    konsentrasi 7% diperoleh diameter daya sebar yaitu 5,5 cm pada kontrol negatif,

    5,8 cm pada konsentrasi 3%, 6,0 cm pada konsentrasi 5%, 6,1 pada konsentrasi

    7% dan 5,3 pada kontrol positif.

    4.2.6 Hasil Pengujian Viskositas

    Hasil pengujian viskositas yang dilakukan dengan menggunakan

    viscometer Brookfield pada kecepatan 60 rpm dengan spindle no. 64 dapat dilihat

    pada tabel 4.7 sebagai berikut

    Tabel 4.7 Data Pengukuran Viskositas Sediaan Gel Sari Buah Nanas

    Formula

    Pengamatan Viskositas (centipoise)

    Pengulangan

    I

    Pengulangan

    II

    Pengulangan

    III

    Rata-

    Rata

    Kontrol Negatif 10350 10270 10210 10276

    Kontrol Positif 11100 10360 10570 10676

    Konsentrasi 3% 8790 8460 8630 8626

    Konsentrasi 5% 7820 7750 7810 7793

    Konsentrasi 7% 7430 7260 7420 7370

    Hasil uji viskositas dilakukan untuk mengetahui besarnya suatu viskositas

    dari sediaan, dimana nilai viskositas tersebut menyatakan besarnya tahanan suatu

    cairan untuk mengalir.

  • 38

    4.2.7 Hasil Pengujian Sediaan Terhadap Pengukuran Kelembaban Kulit

    Hasil pengukuran kelembaban yang menunjukkan persentase peningkatan

    kelembabab kulit pada tiap minggu pengujian dapat dilihat pada tabel 4.8 sebagai

    berikut.

    Tabel 4.8 Data Kelembaban Kulit Sebelum Penggunaan Hand Body Gel Sari

    Buah nanas dan Sesudah Penggunaan Pada Minggu ke 0, 1, 2, dan 3.

    Formula Sukarelawan Awal % Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3

    F0

    I 22,3 46,3 58,2 61,9

    II 24,5 45,3 57,2 63,8

    III 21,3 45,6 55,3 61,6

    Rata-Rata 22,7 45,7 56,9 62,4

    KP

    I 23,2 45,0 67,1 85,7

    II 25,7 47,5 69,1 88,4

    III 21,3 42.6 66,7 81,8

    Rata-Rata 23,4 45,0 67,6 85,2

    F1

    I 25,4 49,3 60,8 76,1

    II 24.8 48,4 58,2 74,3

    III 22,6 40,4 56.9 70,3

    Rata-Rata 24,2 46,0 58,6 73,5

    F2 I 25,1 40,3 79,7 88,6

    II 25,3 43,5 73,4 85,0

    III 26,2 49,2 76,3 89,3

    Rata-Rata 25,5 44,3 75,0 87,6

    F3

    I 20,6 44,5 76,3 90,4

    II 24,8 47,3 78,4 91,3

    III 21,3 44,7 74,1 91,0

    Rata-Rata 23,1 45,5 76,2 90,9

    Keterangan :

    F0 : Kontrol Negatif

    KP : Kontrol Positif

    F1 : Konsentrasi 3%

    F2 : Konsentrasi 5%

    F3 : Konsentrasi 7%

    Berdasarkan data hasil pengukuran kelembaban sebelum diberikan

    perlakuan dan sesudah diberikan perlakuan pada kontrol negatif, kontrol positif,

  • 39

    konsentrasi 3%, 5%, dan 7% terlihat bahwa terjadi peningkatan persentase

    kelembaban kulit pada setiap masing-masing sediaan.

    4.3 Pembahasan

    Penelitiaan ini menggunkkan sampel sari buah nanas (Ananas comusus

    (L.) Merr) untuk mengetahui kemampuan sebagai gel pelembab kulit.

    4.3.1 Hasil Mutu Fisik Sediaan

    4.3.1.1 Organoleptis

    Sediaan diuji warna, bentuk, dan bau dari semua sediaan gel. Semua

    sedian berbentuk setengah padat dan berbau khas buah nanas, pada blanko sediaan

    berwarna putih bening karena tidak ada penambahan sari buah nanas. Pada

    konsentrasi 3% dan 5% berwarna kuning lemah, pada konsentrasi 7% berwarna

    kuning kecoklatan. Warna yang dihasilkan disebabkan karena adanya

    penambahan sari buah nanas, semakin tinggi konsentrasi yang ditambahkan maka

    warna menjadi kuning kecoklatan (30).

    4.3.1.2 Homogenitas

    Semua sediaan di uji homogenitas menggunakan objek glass, dengan cara

    gel dioleskan pada objek glass jika tidak homogen maka akan terlihat adanya

    butiran kasar pada gel, jika tidak adanya butiran kasar hal ini menunjukan bahwa

    sediaan gel tersebut homogen. Gel yang homogen sangat berpengaruh pada uji

    efektivitas, jika gel homogen maka akan mudah menyerap kedalam kulit dan lebih

    cepat memberikan efek melembabkan kulit (30).

  • 40

    4.3.1.3 Pemeriksaan Iritasi Terhadap Kulit Sukarela

    Berdasarkan hasil uji iritasi yang dilakukan pada 5 orang sukarelawan

    dengan cara dioleskan sediaan gel sari buah nanas pada bagian belakang telinga,

    kemudiaan dibiarkan selama 24 jam, sukarelawan menunjukan hasil negatif

    terhadap parameter iritasi. Dari hasil pengujian tersebut semua sediaan gel sari

    buah nanas menunjukkan hasil negatif dan aman digunakan dikarena gel sari buah

    nanas tidak terkontaminasi dan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan

    gel tidak mengiritasi dan aman digunakan.

    Parameter yang dilihat yaitu kemerahan, gatal-gatal, dan pengasaran pada

    kulit. Dari hasil pengujian tersebut semua sediaan gel sari buah nanas

    menunjukkan hasil negatif dan aman digunakan (22).

    4.3.1.4 Penentuan pH Sediaan

    Pemeriksaan pH sediaan menggunakan pH meter dan didapat hasil dari

    kontrol negatif didapat pH 5,2 kontrol positif pH 5,1 konsentrasi 3% pH 4,9

    konsentrasi 5% pH 4,9 dan konsentrasi 7% didapat pH 4,8. Semakin tinggi

    kosentrasi sari buah nanas yang ditambahkan kedalan sediaan gel maka pH

    semakin asam atau menurun.

    Nilai pH pada sediaan tersebut berada dalam kisaran pH yang terdapat

    pada SNI 16-4399-1996 sebagai syarat mutu pelembab kulit (pH 4,5-8,0). Dengan

    demikian hand body gel yang dihasilkan relatif aman digunakan. Nilai pH juga

    menentukan efektivitas sedian gel, nilai pH tidak boleh terlalu asam karena dapat

    menyebabkan iritasi pada kulit sedangkan jika terlalu basa dapat menyebabkan

  • 41

    kulit kasar dan bersisik, hal ini dapat mempengaruhi penurunan kelembaban pada

    kulit dan membuat gel tidak efektif dalam melembabkan kulit (10,33)

    4.3.1.5 Pengukuran Daya Sebar

    Uji daya sebar pada sediaan gel sari buah nanas (Ananas comusus (L.)

    Merr) didapat hasil dari semua konsentrasi 3%, 5% 7%, kontrol negatif dan

    kontrol positif dengan diameter 5,3 – 6,1 cm. Uji daya sebar dilakukan untuk

    mengetahui kemampuan gel menyebar pada permukaan kulit, daya sebar gel yang

    baik antara 5-7 cm. Dari hasil pengujian daya sebar gel dari semua konsentrasi

    didapat bahwa semua gel memenuhi persyaratan, gel yang memiliki daya sebar

    yang baik sangat mempengaruhi pada efektivitas pengujiaan kelembaban pada

    kulit karena gel yang memiliki daya sebar yang baik lebih mudah menyerap

    kedalam kulit dan lebih cepat memberikan efek melembabkan pada kulit (31).

    4.3.1.6 Pengukuran Viskositas

    Hasil uji viskositas dilakukan untuk mengetahui besarnya suatu viskositas

    dari sediaan, dimana nilai viskositas tersebut menyatakan besarnya tahanan suatu

    cairan untuk mengalir. Viskositas yang disyaratkan oleh SNI 16-4399-1996

    adalah 3.000 cp- 50.000 cp. Dapat dilihat bahwa sediaan gel sari buah nanas

    memenuhi syarat nilai viskositas, viskositas yang baik sangat mempengaruhi

    efektivitas suatu sediaan gel pelembab kulit karena gel yang terlalu kental akan

    memberikan waktu yang cukup lama untuk menyerap kedalam kulit sehingga

    sediaan gel akan lebih lama dalam memberikan efek melembabkan pada kulit

    (34)

  • 42

    4.3.1.7 Pengukuran Kelembaban Kulit dengan Skin Analyzer

    Pengukuran kelembababn dilakukan dengan menggunakan alat skin

    analyzer menggunakan parameter % yaitu dehidrasi 0-29, normal 30-50, hidrasi

    51-100. Dapat dilihat pada tabel 4.8 bahwa pemakaian gel sari buah nanas selama

    3 minggu menunjukkan adanya efek peningkatan kelembaban pada kulit

    sukarelawan. Yaitu kulit yang awalnya kering menjadi lembab setelah pemakain

    gel selama 3 minggu, persentase kelembaban pada kulit meningkat setelah

    pemakaian gel sari buah nanas yaitu dari 22,3% menjadi 69,1% pada kontrol

    negatif, kontrol positif dari 23,2% menjadi 85,7%, konsentrasi 3% 25,4% menjadi

    76,1%, konsentrasi 5% dari 25,1% menjadi 88,6% dan konsentrasi 7% dari 20,6%

    menjadi 90,4%. Semakin tinggi kosentrasi maka gel sari buah nanas semakin

    memberikan efek melembabkan bagi kulit di karenakan tingginya kandungan

    antioksidan dari vitamin C dan vitamin A serta kandungan enzim bromelin yang

    dapat melembutkan kulit pada buah nanas yang dapat melembabkan dan

    menyehatkan kulit (3).

    4.4 Hasil Analisis Data

    Hasil analisis data menggunakan program SPSS (Statistical Product and

    Service Solution). Dilakukan analisis secara statistik yaitu dengan menggunakan

    uji One Way Anova. Hasil uji One Way Anova meliputi uji normalitas, uji

    homogenitas dan uji Anova. Uji normalitas menggunakan kolmogorov-smirnov

    test, data terdistribusi normal dimana nilai P = 0,532 > 0,05. Lalu dilakukan uji

    homogenitas dengan Homogeneity of Variances test dengan nilai signifikansi P =

    0,359 > 0,05 data homogen, maka varian konsentrasi sari buah nanas 3%, 5% dan

  • 43

    7% terdistribusi normal dan homogen. Pada Uji Anova nilai signifikansi P < 0,05

    maka adanya perbedaan yang signifikan dan jika > 0,05 maka tidak ada perbedaan

    yang signifikan. Dari data yang dilakukan dapat disimpulkan rata-rata setiap

    kosentrasi pada setiap minggunya terdapat ada perbedaan yang signifikan dan

    terbukti secara sistematik. Dapat dilihat pada tabel 4.9 pada uji paired samples

    test.

    Tabel 4.9 Hasil Uji One Way Anova

    Formula Mean ± SD

    Kontrol Negatif 62,43 ± 1,19

    Kontrol positif 85,30 ± 3,31

    Konsentrasi 3% 73,56 ± 2,96

    Konsentrasi 5% 87,63 ± 2,30

    Konsentrasi 7% 90,90 ± 0,45

    4.4.1 Uji Post Hoe

    Uji Post Hoe adalah untuk memberikan hasil statistik yang lebih detail

    untuk mempermudah peneliti dalam menarik kesimpulan. Data dapat dilihat pada

    tabel 4.10 dibawah ini.

    Tabel 4.10 Data Post Hoe Setiap Formula

    Formula Sig/p-value

    Kontrol negatif Kontrol positif

    Konsentrasi 3%

    Konsentrasi 5%

    Konsentrasi 7%

    0,000

    0,000

    0,000

    0,000

    Konsentrasi 3% Konsentrasi 5%

    Konsentrasi 7%

    Kontrol positif

    0,000

    0,000

    0,000

    Konsentrasi 5% Konsentrasi 7%

    Kontrol positif

    0,115

    0,245

    Konsentrasi 7% Kontrol positif 0,014

    Syarat :

    1. Normalitas : P < 0,05 = Tidak terdistribusi normal

  • 44

    P > 0,05 = Terdistribusi normal

    2. Homogenitas : P < 0,05 = Data tidak homogen P > 0,05 = Data homogen

    3. Signifikansi : P < 0,05 = Ada perbedaan yang signifikan P > 0,05 = Tidak ada perbedaan yang signifikan

    Dari data diatas dilihat bahwa kontrol negatif memiliki perbedaan yang

    signifikan pada kontrol positif, kosentrasi 3%, konsentrasi 5% dan konsentrasi

    7%. Pada konsentrasi 3% juga terlihat adanya perbedaan pada konsentrasi 5%,7%

    dan kontrol positif, pada konsentrasi 5% terlihat tidak adanya perbedaan yang

    signifikan antara konsentrasi 7% dan kontrol positif tetapi pada konsentrasi 7%

    terlihat adanya perbedaan yang signifikan pada kontrol positif.

    4.4.2 Uji Paired Samples Tes

    Uji Paired Samples Test dilakukan untuk membedakan perlakuan antara

    kelompok Pre (sebelum diberikan perlakuan) dan Post (sesudah diberikan

    perlakuaan) setiap minggu.

    Tabel 4.11 Data Uji Paired Samples Test Awal/Minggu

    Perlakuan Tiap Minggu Sig. (2- tailed)

    Awal - Minggu 1 0,000

    Minggu 1 – Minggu 2 0,000

    Minggu 2 – Minggu 3 0,000

    Keterangan :

    *signifikan p < 0,05 = Ada perbedaan yang signifikan

    p > 0,05 = Tidak ada perbedaan yang signifikan

    Dapat dilihat hasil analisis dari pengukuran kelembabab pada uji Praired

    Samples Test menunjukkan bahwa awal (sebelum penggunaan gel) ke minggu

    pertama terlihat adaanya perbedaan yang signifikan, pada minggu 1 dan 2 dan

    pada minggu 2 ke minggu 3 juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan

    pada semua formula.

  • 45

    BAB V

    KESIMPULAN DAN SARAN

    5.1 Kesimpulan

    Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa:

    1. Sari buah nanas (Anansas comusu (L.) Merr) dapat diformulasikan sebagai

    sediaan hand body gel pelembab kulit.

    2. Sari buah nanas (Ananas comusus (L.) Merr) dalam sedian hand body gel

    pada konsentrasi 7% memberikan kelembaban yang paling tinggi dari semua

    konsentrasi.

    5.2 Saran

    1. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk memformulasikan dalam

    bentuk sediaan lain dengan menggunakan bonggol buah nanas.

    2. Penggunaan bahan formulasi untuk menstabilkan pH pada sediaan.

    3. Pemilihan jenis buah nanas yang rendah kandungan glukosa untuk

    menghindari sediaan yang terlalu lengket.

  • 46

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Gunawan I. Perbandingan pH dan Daya Sebar Krim Ekstrak Kulit Nanas

    (Ananas comosus (L). Merr). J Anal Kesehat. 2018;7(1):680–4.

    2. Daud N, Musdalipah. Optimasi Formula Lotion Tabir Surya Ekstrak Kulit

    Buah Naga Super Merah ( Hylocereus costaricensis ) Menggunakan

    Metode Desain D-Optimal. J Sains Farm dan Klin. 2018;5(2):72–7.

    3. Nugraheni. Sehat Tanpa Obat dengan Nanas. 2016. 12–206 hal.

    4. Purwaningsih S, Salamah E, Budiarti TA. Formulasi Skin Lotion Dengan

    Penambahan Karagenan Dan Antioksidan Alami Dari Rhizophora

    Mucronata Lamk. J Akuatika. 2014;5(1).

    5. Faramayuda F, Alatas F, Yesi. Formulasi Sediaan Losion Antioksidan

    Ekstrak Air Daun Teh Hijau (Camellia sinensis L.) Formulation Of

    Antioksidant Lotion Containing Water Extract Of Green Tea Leaft

    (Camellia sinensis L). Maj Obat Tradis. 2010;15(153):105–11.

    6. Indrawati, Teti. Zissakina F. Formulasi Gel Pengelupas Sel Kulit Mati yang

    Mengandung Sari Buah Nanas ( Ananas comosus L ) antara 17 sampai 78

    % ( Dead Skin Cell Exfoliating Gel Formulation containing 17 % to 78 %

    of Ananas comosus L juice ). 2011;9(2):104–9.

    7. Lestari. Pramulani Mulya D. Carbomer 980 Dalam Masker Gel Pell-Off

    Buah Nanas (Ananas comusus L. Merr). 2015;2(6).

    8. Andriani K. Formulasi Sediaan Krim Dari Sari Buah Nanas (Ananas

    comusus) Sebagai Pelembab Tangan dan Badan. 2014.

    9. Eliska H, Gurning T,dkk. Formulasi Sediaan Losio Dari Ekstrak Kulit

    Buah Nanas ( Ananas comosus L . ( Merr )) Sebagai Tabir Surya.

    2016;5(3):110–5.

    10. Tranggono RI, Latifah F. Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik.

    Vol. 6, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. 2007.

    11. Sinuraya. Julianti RB. Penggunaan Sari Buah Strawberry (Fragria x ananas

    Duchenes) Sebagai Pelembab Pada Sediaan Krim. 2014;

    12. Bukit LK. Penetapan Kadar Metil Paraben, Propil Paraben, dan

    Fenoksietanol Pada Sediaan Handbody Lotion Secara Kromatografi Cair

    Kinerja Tinggi. 2017;

    13. Departemen Kesehatan RI. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta Depkes

    RI. 1995;1064.

    14. Hasanah, Uswatun D. Formulasi Gel Ekstrak Etanol Daun Kelor ( Moringa

    oleifera Lam ) Sebagai Antioksidan Formulation Gel Of Ethanolic ’ s

    Extract of The Leaves of Moringa oleifera Lam as an Antioxidant.

    2017;6(1):46–57.

    15. Astuti, Dwi Puji D. Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Gel

    Antiseptik Tangan Minyak Atsiri Bunga Lavender (Lavandula Angustifolia

    Miller). Farmaka. 2017;15(1):176–84.

    16. Annisa A. Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Nanas (Ananas comosus. L) Terhadap Pertumbuhan Streptococcus Mutans Penyebab

    Karies Gigi. Upt. Perpustakaan Unand; 2015.

  • 47

    17. Siregar, Anisah A. Karakterisasi edible film dari tepung tapioka kitosan dan

    gliserin dengan penambahan ekstrak buah nanas. 2017;(L).

    18. Irfandi. Karakterisasi Morfologi Lima Populasi Nanas ( Ananas comosus (

    L .) Merr .). Ipb. 2005;1–38.

    19. Nurhidayah N. Isolasi dan Pengukuran Aktivitas Enzim Bromelin dari

    Ekstrak Kasar Batang Nanas (Ananas commosus) Berdasarkan Variasi pH.

    UIN Alauddin Makassar; 2013.

    20. Maharani A. Buku Penyakitkulit Perawatan Pencegahan Dan Pengobatan.

    Yogyakarta: Pustaka Baru Press; 2015.

    21. Putri karina. G. Formulasi Sediaan Losio Tangan Dan Badan

    Menggunakan Sari Kentang ( Solanum tuberosum L .) Sebagai Bahan

    Pelembab. 2013;

    22. Wasitaatmadja SM. Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. Jakarta. UI press.

    Hal. Jakarta; 1997.

    23. Husna N, Purba D. Efek Pelembab Minyak Biji Bunga Matahari Dalam

    Sediaan Krim Tangan The Moisturizer Effect of Sunflower Seed Oil In

    Hand Cream Preparation. 2012;1(1):63–9.

    24. Ansel H. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Edisi Keem. Ibrahim F,

    editor. Jakarta: UI-Press; 2008.

    25. Putra AA. Pengaruh Konsentrasi HPMC (Hydroxypropyl Methylcellulose)

    Sebagai Gelling Agrnt Terhadap Sifat Fisik dan Stabilitas Gel Hand

    Sanitizer Minyak Atsiri Daun Mint (Oleum Mentha piperita L.). Skripsi

    Progr Sarj. 2013;(3):4–5.

    26. Rachmawaty, JF dkk. Perbandingan Aktivitas Antiseptik Sediaan Gel

    Minyak Atsiri Daun SIrih Merah (Piper crocatum) Dengan Variasi

    Kosentrasi HPMC dan Na CMC. 2015;

    27. FT, Lasmida, A. Aktivitas Antioksidan dan Stabilitas Fisik Gel Anti Aging

    Yang Mengandung Ekstrak Air Kentang Kuning (Solanum tuberosum L.).

    2012;

    28. Rani. Efek Ekstra Curcuma Longa 0,5% Tehadap Komposisi Sebum dan

    Kelembaban Kulit Pada Pasien Kulit Kering. 2018;

    29. Tranggono, Retno, I,S. Latifah F. Buku Pegangan