buku komunisme final new

Download Buku Komunisme Final New

Post on 26-Oct-2015

128 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

KATA PENGANTAR

MEMAHAMI AJARAN

MARXISME KOMUNISME ATHEISME

Dalam Perbandingan dengan

Ideologi Kapitalisme-Liberalisme dan Ideologi Pancasila

disusun oleh :Prof. Dr. Mohammad Noor Syam, SH

LABORATORIUM PANCASILA

UNIVERSITAS NEGERI MALANG (UM)

2008

MEMAHAMI AJARAN

MARXISME KOMUNISME ATHEISME

Dalam Perbandingan dengan

Ideologi Kapitalisme-Liberalisme dan Ideologi Pancasila

disusun oleh :Prof. Dr. Mohammad Noor Syam, SH

Diterbitkan oleh

Penerbit : ....................Edisi 1, 2008Edisi 2, 2009ISBN : .........................LABORATORIUM PANCASILA

UNIVERSITAS NEGERI MALANG (UM)

2008

KATA PENGANTAR

Naskah Risalah ringkas ini mengandung tujuan atau visi-misi untuk memberikan pengertian, pemahaman, dan wawasan bagi generasi muda dan masyarakat luas Indonesia, tentang ajaran Marxisme Komunisme Atheisme. Ajaran ini diperjuangkan oleh kaum komunis diberbagai negara; termasuk di Indonesia oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).

Sejarah modern mencatat adanya berbagai revolusi yang dipelopori kaum komunis, mulai di Rusia dan berbagai negara Eropah Timur, China, Vietnam dan Kamboja; termasuk di Indonesia. Berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, usaha revolusi kaum komunis di Indonesia (PKI) baik 1948 maupun 1965 dapat dipatahkan. Bangsa Indonesia bersama TNI senantiasa menegakan NKRI berdasarkan PancasilaUUD 45. Artinya, bangsa Indonesia percaya atas kebenaran dan kebaikan sistem kenegaraan berdasarkan Pancasila.

Nilai Pancasila bagi bangsa Indonesia baik sebagai pandangan hidup bangsa, maupun sebagai dasar negara, adalah kebenaran terbaik!. Kebenaran Pancasila dijiwai dan dilandasi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai inti ajaran agama yang dianut dan hidup dalam budaya bangsa Indonesia.

Demi pemahaman yang benar dan mantap, dalam tulisan buku ringkas ini diuraikan ajaran marxisme-komunisme-atheisme dengan dilengkapi sebagai perbandingan tentang : ajaran (ideologi) kapitalisme-liberalisme--- yang dianut dan diperjuangkan negara-negara Barat (Amerika Serikat, Inggris dan Unie-Eropa).

Untuk mengerti, menerima atau menolak suatu nilai ( ajaran filsafat, ideologi bahkan suatu agama) kita perlu mempelajarinya --- dengan mendalaminya melalui kajian perbandingan ---. Melalui proses perbandingan demikian, akan terbentuk pemahaman yang akan memberikan pertimbangan dan keputusan pikiran yang sehat, bahkan valid (sempurna, benar-terpercaya).

Pemahaman yang benar dan memadai (signifikan) akan didapatkan berdasarkan penyelidikan (penelitian, pengkajian/studi) melalui proses dan metode yang mantap. Akan lebih terpercaya validitasnya, bila dilaksanakan melalui pengkajian perbandingan (comparative study). Untuk memenuhi syarat demikian, buku ringkas dan sederhana :

Memahami Ajaran Marxisme Komunisme Atheisme (Dalam Perbandingan dengan Ideologi Kapitalisme-Liberalisme dan Ideologi Pancasila), dilengkapi dengan studi perbandingan dimaksud. Artinya, untuk memilih sesuatu nilai ajaran filsafat dan atau ideologi mutlak diperlukan adanya perbandingan.

Tanpa perbandingan, manusia tidak melakukan pemilihan---karena, fakta atau data hanya ada s a t u ---. Jadi, manusia menerima ( suatu ajaran, atau nilai) tanpa (hak) untuk m e m i l i h---tanpa pilihan---., karenanya, penerimaaanya atas nilai atau ajaran itu bersifat mutlak. Kondisi demikian, dapat dinamakan bersifat dogmatis atau doktriner. Demikian pula pribadi manusia yang menerima ajaran nilai itu dapat dianggap sebagai penganut ajaran dogmatisme.

Bagi bangsa Indonesia, istimewa generasi muda berkewajiban memahami, meng- hayati dan mengamalkan dasar negara Pancasila, sebagai ideologi negara (ideologi nasional) sekaligus membudayakannya. Karena, dinamika dunia modern sesungguhnya ditandai oleh persaingan (perjuangan) antar ideologi demi supremasi: sosial, politik, ekonomi dan iptek ---termasuk hankamnas---

Fenomena dunia modern, lebih-lebih era globalisasi-liberalisasi dan postmodernisme bangsa-bangsa cenderung memperjuangkan supremasi ideologi melalui berbagai media dan bidang kehidupan. Artinya, hakekat kehidupan modern ditandai terutama oleh supremasi dan dominasi ideologi; seperti : kapitalisme-liberalisme, marxisme-komunisme-atheisme ........ yang ingin menguasai dunia. Jadi, penguasaan oleh bangsa atas suatu bangsa, ialah apabila bangsa itu telah menjadi penganut ideologi yang mereka perjuangkan. Inilah suatu bentuk tatanan neo-impreialisme; dalam makna bangsa (yang ditaklukkan) menerima ideologi baru dan menjadi penganut atau pengikut setia ideologi baru secara dogmatis dan atau irrasional! Renungkan : Elite bangsa dalam era reformasi mempraktekkan budaya sosial politik demokrasi liberal; dan ekonomi liberal. Kita semua cenderung memuja kebebasan (=liberalisme), demokrasi liberal dan ekonomi liberal atas nama HAM. Fenomena ini menunjukkan bahwa kita melupakan budaya dan moral (berdasarkan) nilai Pancasila!Sikap demikian menumbuhkan fanatisme penganutnya, sehingga rela (berjuang) membela ajaran ideologi (in casu : marxisme-komunisme-atheisme) meskipun meruntuhkan sistem ideologi nasional dan sistem kenegaraannya yang telah diwariskan dengan mapan. Jadi, bagi penganut ideologi marxisme-komunisme-atheisme telah menggantikan nilai (ajaran) agama yang sebelumnya diwarisi dan dianut mereka!.

Sejarah diberbagai bangsa dan negara, ideologi marxisme-komunisme-atheisme dikembangkan melalui revolusi, dengan menelan amat banyak korban nasional. Meskipun revolusinya diakui sebagai revolusi besi, perlawanan rakyat juga berlangsung panjang. Kita menyaksikan, bagaimana keruntuhan Hongaria, Cekoslovakia, Yugoslavia; menyusul runtuhnya benteng negara adidaya Unie Soviet dan (tembok Berlin) German Timur!

Keruntuhan negara-negara komunis di Eropah Timur, belum memadamkan semangat penganut ideologi marxisme-komunisme-atheisme di Indonesia. Mereka, tetap fanatik dan membela ideologi PKI dengan dalih: pelurusan sejarah. Dibalik gerakan atas nama meluruskan sejarah, sesungguhnya mereka dengan memendam dendam politik ingin membalas dendam kepada sebagian bangsa Indonesia, terutama yang disebut Orde Baru.

Renungkan, bagaimana bila mereka bangkit dengan revolusi komunis yang ke-3 dalam NKRI! Cukup sudah penderitaan dalam tragedi pemberontakan PKI 1948 dan 1965. Kita akan senantiasa waspada, demi tegaknya kemerdekaan , kedaulatan dan integritas bangsa dalam NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD Proklamasi.

Mari generasi muda bangsa, kita didik dengan nilai-nilai kesadaran fundamental berikut:

1. Menghayati dan membudayakan nilai Dasar Negara Pancasila dan UUD Proklamasi 45;

2. Menghayati dan mengamalkan nilai Ketuhanan dan Keagamaan untuk menjamin rakyat dan bangsa kita tetap sebagai manusia yang adil, beradab dan bermartabat.

Perhatikan amanat moral agama kita (Islam): Allah tidak akan mengampuni dosa manusia yang mensekutukan (syirk) Allah dengan sesuatu selain Allah!

Apalagi paham marxisme-komunisme-atheisme (anti Tuhan)! Sikap demikian, hanya dimiliki manusia sombong dan takabbur.

Mari kita tegakkan NKRI sebagai sistem kenegaraan Pancasila, yang menjamin masa depan bangsa dalam kesatuan, kerukunan, kesejahteraan dan keadilan yang bermartabat. Kepada pimpinan negara, dan lembaga-lembaga tinggi negara kita harapkan menunaikan amanat konstitusional, dengan menegakkan :

1. Menegakkan Dasar Negara Pancasila dan UUD Proklamasi 45 seutuhnya; terutama Pasal 29.

2. Tap MPRS No. XXV / MPRS / 1966 tentang Larangan Penyebaran ajaran faham marxisme-komunisme dan leninisme dalam NKRI;3. Menegakkan UU No. 27/1999 tentang Keamanan Negara (yang direvisi), terutama Pasal 107 a 107 f. Kewajiban menegakkan asas-asas normatif filosofis-ideologis dan konstitusional dimaksud untuk membendung arus gerakan marxisme-komunisme-atheisme yang dibangkitkan oleh kader PKI dan PKI gaya baru. Kita hidup dan mati hanya berkat rahmat Allah Yang Maha Rahman dan Rahim; yakni Ketuhanan Yang Maha Esa (Pancasila, sila I).

Semoga bangsa Indonesia senantiasa dalam limpahan rahmat dan Pengayoman Allah Yang Maha Kuasa, Rahman dan Rahim. Amien

Malang, 10 November 2008

Penulis,

MNS

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

iii

DAFTAR ISI

iv

I. PENDAHULUAN

1

II. LATAR BELAKANG

4

A. Pengaruh Nilai dan Otoritas Agama Menuju Abad Kebangkitan (Renaissance)

6

B. Ajaran Nilai Filsafat Modern

10

III. AJARAN FILSAFAT HEGEL

(IDEALISME MURNI)

12

IV. AJARAN IDEOLOGI KARL MARX (1818-1883)

17

A. Landasan dan Doktrin Marxisme-Komunisme

18

B. Pokok-Pokok Ajaran dan Doktrin Marxisme-

Komunisme

21

C. Praktek Sosial Politik, Ekonomi dan Kenegaraan

24

V. REVOLUSI KAUM KOMUNIS

27

A. Revolusi Kaum Komunis di Rusia

28

B. Revolusi Kaum Komunis di China

31

C. Kritik : Rasional dan Normatif

33

D. Kritik Ideologi, Politik, Sosial Budaya dan Ekonomi

34

VI. GERAKAN (IDEOLOGI) PKI DALAM INTEGRITAS NKRI SEBAGAI SISTEM KENEGARAAN PANCASILA

40

A. Revolusi Indonesia Merebut Kemerdekaan Nasional

44

B. Pemberontakan (Revolusi) Gerakan PKI

45

C. Renungan dan Penilaian (Masyarakat, Umum)

48

VII. AJARAN IDEOLOGI KAPITALISME-

LIBERALISME

49

A. Ajaran Sistem Filsafat Tentang Kedudukan dan

Martabat Manusia

50

B. Ajaran HAM dan Demokrasi di Dunia Modern

51

C. Kebangkitan Ajaran Kapitalisme-Liberalisme